Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penelitian


Sektor

transportasi

pemerataan ekonomi
pembangunan

memiliki

peran

Indonesia. dengan

transportasi

di

Indonesia

utama

latar

dalam

belakang

harus

mendukung
daerah,

dilaksanakan

jika

dengan

pendekatan yang komprehensif dan terpadu antara satu moda dengan moda
lainnya. Namun, karena keterbatasan pemerintah dalam hal pendanaan
dan manajemen untuk saat ini, kondisi transportasi di Indonesia belum
mencapai titik optimal.
Jalan sebagai sarana transportasi darat mempunyai peranan yang
penting dalam pengembangan potensi suatu daerah. Secara tidak langsung
jalan merupakan suatu sarana untuk memudahkan pengembangan suatu
wilayah secara merata, dikarenakan mempermudah hubungan dari suatu
daerah ke daerah lain.
Pada proyek pembuatan jalan, apalagi untuk jalan baru harus banyak
mempertimbangkan factor-faktor yang mendukung, diantaranya adalah
factor ekonomi, kondisi lingkungan, sifat tanah dasar, jumlah lalu lintas yang
lewat (beban lalu lintas), fungsi / kegunaan jalan dan faktor-faktor lainnya
yang mempunyai pengaruh terhadap tingkat kerusakan akibat pemakaian
jalan tersebut.
Sebagaimana proyek-proyek konstruksi lainnya diperlukan suatu

Proposal kerja praktek

aturan sebagai acuan dalam melakukan setiap pekerjaan konstruksi yang


biasanya dilakukan oleh pemerintah atau institusi lainnya yang berkaitan
dengan masalah tersebut tak terkecuali dengan proyek jalan. Khusus untuk
proyek konstruksi di bidang transportasi pemerintah Indonesia melalui
institusi khususnya dalam bidang transportasi yaitu bina marga telah
mengeluarkan peraturan yang dikenal dengan metode bina marga, yaitu
dalam perencanaan maupun pengawasan jalan yang sudah dimodifikasi
sesuai dengan kondisi jalan yang ada di Indonesia. Dalam perencanaan
maupun pengawasan jalan dengan metode bina marga secara manual banyak
didapatkan perhitunganperhitungan yang cukup panjang dan menggunakan
nomogram-nomogram yang harus dikerjakan dengan teliti dan sabar,
sehingga bias dikatakan tidak praktis jika hal tersebut digunakan dalam
proyek sebenarnya dikarenakan akan cukup menyita banyak waktu.
Dengan berkembangnya teknologi komputasi saat ini, yang diikuti
dengan semakin banyak perangkat lunak (softwere) dan perangkat keras
(hardwere) maka biaya untuk melakukan suatu analisis komputasi semakin
rendah. Salah satu manfaat dari adanya teknologi komputasi ini adalah
semakin mudahnya melakukan perhitungan, analisis, maupun pencarian data
yang banyak dan berulang-ulang dan diikuti dengan waktu yang lebih cepat
karena semuanya dilakukan dengan alat bantu komputer. Hal ini akan sangat
membantu sekali dalam masalah-masalah dalam ruang lingkup teknik sipil.
Selain itu dengan adanya teknologi komputasi ini akan mempermudah
penyelesain masalah secara optimal.

Proposal kerja praktek

Sehingga dalam pengawasan proyek pembangunan jalan nasional ini


diperlukan program komputer untuk memudahkan, mendukung atau
meningkatkan efisiensi kerja pengawasan proyek.

1.2

Rumusan permasalahan
Berawal dari hal tersebut diatas peneliti mencoba melakukan penelitian

dengan mencoba membuat program supervisi jalan nasional mulai dari devisi 1
sampai dengan devisi 4 untuk proyek pembangunan jalan nasional.
1. Devisi 1 : pengawasan pekerjaan umum

Bagaimana ketentuan dan peraturan dalam pengawasan


pekerjaan awal dan persiapan ?

2. Devisi 2 : pengawasan pekerjaan drainase

Bagimana ketentuan pengawasan galian tanah untuk


drainase dan selokan air ?

Bagaimana ketentuan pengawasan pasangan batu dengan


mortar ?

Bagaimana ketentuan pengawasan gorong-gorong dan


drainase beton ?

Bagaiman ketentuan pengawasan drainase porous ?

3. Devisi 3 : pengawasan pekerjaan tanah

Bagaimana ketentuan pengawasan untuk galian ?

Bagaimana ketentuan pengawasan untuk timbunan ?

Bagaimana ketentuan pengawasan penyiapan badan jalan ?

Proposal kerja praktek

4. Devisi 4 : pengawasan pelebaran perkerasan dan bahu jalan

1.3

Bagaimana ketentuan pengawasan pelebaran perkerasan ?

Bagaimana ketentuan pengawasan pekerjaan bahu jalan ?

Batasan permasalahan
Untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahan penafsiran, maka penelitian ini

dibatasi dalam hal-hal berikut :


1. Dalam penelitian ini tentang pemprograman supervisi devisi 1 sampai
dengan devisi 4, pembuatan softwere menggunakan Microsoft visual
basic 6.0.
2. Peraturan-peraturan yang digunakan pada devisi 1 : pengawasan
pekerjaan umum.
3. Peraturan-peraturan yang digunakan pada devisi 2 : pengawasan
pekerjaan drainase.
4. Peraturan-peraturan yang digunakan pada devisi 3 : pengawasan
pekerjaan tanah.
5. Peraturan-peraturan yang digunakan pada devisi 4 : pengawasan
pekerjaan pelebaran perkerasan dan bahu jalan.

1.4

Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik komputasi guna

mempermudah proses, evaluasi pelaksanaan pekerjaan, tingkat pemenuhan


terhadap ketentuan dalam spesifikasi pada pengawasan proyek pembangunan

Proposal kerja praktek

jalan nasional, untuk mempermudah pencarian peraturan sebagai pemenuhan datadata yang digunakan. Dalam hal ini peneliti menggunakan data-data metode bina
marga dan menggunakan bahasa pemprograman Microsoft visual basic.setelah
pemprograman ini selesai akan dilanjutkan dengan menguji program dengan
berbagai jenis kasus yang bervariasi. Yang dimaksud kasus yang bervariasi adalah
beberapa kasus yang secara prinsip berbeda tetapi masih masuk dalam batasanbatasan yang dapat diselesaikan oleh program yang dibuat. Kasus-kasus yang
diujicobakan tersebut berguna untuk :
1. Pemeriksaan kebenaran langkah-langkan pengawasan proyek
2. Melihat apakah jalannya program ( hasil program) sesuai dengan yang
diinginkan (baik output hasil maupun tampilannya)
3. Melihat sejauh mana ketelitian dari program
4. Mengetahui kemampuan sebenarnya dari program yang telah dibuat,
keunggulan maupun kekurangannya.

1.5

Manfaat penelitian
Setelah penelitian ini selesai, maka diharapkan hasilnya dapat bermanfaat

yaitu sebagai berikut :


1.

Sebagai program komputer untuk mencari data, referensi dan


peraturan-peraturan yang berlaku atau metode bina marga dalam
proyek pekerjaan jalan nasional.

2. Dengan adanya program komputer ini maka diharapkan akan dapat


mempermudah pengawasan pekerjaan dan membantu mempercepat

Proposal kerja praktek

terselesaikannya persoalan-persoalan mengenai pengawasan jalan


nasional.

1.6

Metodologi penilitian
Metodologi penelitian pada skripsi ini adalah berdasarkan data-data yang

didapat dari studi literatur. Adapun secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
1.6.1

Data yang diperlukan


Adapun data-data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. peraturan tentang pekerjaan umum untuk proyek pembangunan jalan
nasional termasuk juga untuk ketentuan dalam spesifikasinya.
b. peraturan tentang pekerjaan drainase untuk proyek pembangunan
jalan nasional termasuk juga ketentuan dalam spesifikasinya.
c. peraturan tentang pekerjaan tanah untuk proyek pembangunan jalan
nasional termasuk juga ketentuan dalam spesifikasinya.
d. peraturan tentang pekerjaan pelebaran perkerasan dan bahu jalan
untuk proyek pembangunan jalan nasional termasuk juga ketentuan
dalam spesifikasinya.

1.6.2

Metode pengumpulan data


Adapun metode pengumpulan data adalah sebagai berikut :

Proposal kerja praktek

a. Pencarian data / referensi melalui internat


Pencarian data ini meliputi seluruh hal ataupun peraturan-peraturan
yang terkait dengan devisi 1 sampai dengan devisi 4 tentang
pengawasan proyek pembangunan jalan nasional.
b. Wawancara dengan pembimbing skripsi
Wawancara dilakukan terhadap dosen pembimbing. Halhal yang
ditanyakan adalah mengenai proses dan cara pelaksanaan serta hal
lain yang berkaitan.
c. Studi literatur
Literatur yang digunakan adalah buku-buku yang berkaitan dengan
proyek pengawasan dan pembangunan jalan nasional, penelitianpenelitian sebelumnya yang berkaitan dan buku-buku teknik yang
terkait.

1.6.3

Metode analisa data


Metode analisa data ini adalah melalui rekayasa menggunakan
softwere computer visual basic, untuk penyampaian informasinya.
Dalam kasus ini peneliti mencoba membuat program informatika
teknik sipil tentang pengawasan jalan nasional.

1.6.4

Langkah dan diagram alir penelitian


Langkah dan diagram alir penelitian dilakusan seperti pada gambar
berikut :

Proposal kerja praktek

Gambar 1.1. bagan alir pelaksanaan penelitian

Proposal kerja praktek

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Tinjauan pustaka
Republik Indonesia kementrian pekerjaan umum direktorat jendral bina

marga, tentang dokumen pelelangan nasional penyediaan pekerjaan konstruksi


(pemborongan) untuk kontrak harga satuan edisi 2010 (revisi 2). Peraturan mentri
pekerjaan umum nomor : 20/PRT/M/2010, tentang pedoman pemanfaatan dan
penggunaan bagian-bagian jalan. Tesis penyusunan basis data jalan nasional
berbasis system informasi geografis (studi kasus : jalan nasional provinsi bali
dibawah tanggung jawab SNVT P2JJ metropolitan denpasar, oleh I Nyoman
Jagad Maya, 2011.
2.1

PEMPROGAMAN KOMPUTER DENGAN MICROSOFT VISUAL

BASIC 6.0
Penggunaan Konsep Kinerja Pengawasan dan Pelaksanaan secara manual
akan mengurangi efisiensi waktu. Hal tersebut dapat di atasi dengan pengunaan
teknik pemprogaman komputer yang akan membuat konsep tersebut dengan cepat
dan teliti. Hal yang perlu diperhatikan disini adalah progam yang sudah selesai
nanti setidaknya mudah untuk dipakai oleh penggunanya.
Dengan mengingat hal tersebut di atas maka perlu kiranya progam tersebut
bekerja pada sistem operasi (operating System) yang telah dikenal orang banyak.
Dalam hal ini peneliti menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 yang merupakan
bahasa pemprogaman yang mudah untuk dpelajari baik untuk pemula maupun

Proposal kerja praktek

10

progammer ahli, dengan catatan telah mengetahui penggunaan aplikasi Windows


sebelumnya. Ada beberapa keistimewaan utama dari Microsoft Visual Basic 6.0
ini (Adi Kurniadi, 2003) antara lain seperti :
1. Menggunakan Platform pembuatan progam yang diberi nama developer
studio yang memiliki tampilan dan sarana yang sama dengan Visual C++ dan
Visual J++. Dengan begitu akan memudahkan seseorang untuk berpindah atau
belajar bahasa pemprogaman lainnya dengan mudah dan cepat, tanpa harus
belajar dari nol lagi.
1. Memiliki compliner andal yang dapat menghasilkan file executable yang
lebih cepat dan efisien.
2. Memiliki beberapa tambahan sarana wizard yang baru. Wizard adalah
sarana yang mempermudah di dalam pembuatan aplikasi dengan
mengotomatisasikan tugas-tugas tertentu.
3. Tambahan kontrol-kontrol baru yang lebih canggih serta peningkatan
kaidah struktur bahasa Visual Basic.
4. Sarana akses data yang lebih cepat dan andal untuk membuat aplikasi
databse yang berkemampuan tinggi.
2.2

OBJEK-OBJEK MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0


Pada Microsoft Visual Basic 6.0 kode-kode pemprogaman biasanya

diletakkan pada objek-objek sebagai berikut (Adi Kurniadi, 2003) :


1. Objek form, dikenal sebagai objek ayah (parent object) , form dikatakan
demikian karena nantinya semua objek akan ditempatkan pada objek form

Proposal kerja praktek

11

ini. Biasanya kode-kode progam ini merupakan kode-kode inisialisasi


yang akan dijalankan bila form itu diload.
2. Kontrol, dapat memiliki kode-kode progamnya sendiri yang disebut
dengan event procedure atau metode dari kontrol tersebut. Yang dimaksud
event procedure disini adalah setiap perintah oleh progammer untuk
melakukan suatu respon pekerjaan.
3. Modul standar, merupakan salah satu objek yang ada pada Microsoft
Visual Basic 6.0 yang terpisah dari form, tetapi masih berada dalam satu
aplikasi. Modul standar berisi kode-kode progam yang bersifat umum
yang dapat dipanggil oleh objek apa saja yang membutuhkannya.
Setiap objek memiliki event atau kejadian dan metode atau aksi. Jika user
progammer memanipulasi suatu objek (misal mengklik), itu adalah event-event
yang akan memicu metode yang terdapat didalam objek tersebut. Metode
sebenarnya adalah progam itu sendiri akan menghasilkan aksi tertentu pada
aplikasi tersebut.
2.3

MENJALANKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0


Sebelum menjalankan progam Visual Basic 6.0, terlebih dahulu

menginstalasi progam Microsoft Visual Basic 6.0 pada komputer yang akan
dipakai. Spesifikasi sistem minimal untuk dapat menginstal Microsoft Visual
Basic 6.0 adalah sistem operasi Microsoft Windows, sementara untuk instalasi
secara lengkap dibutuhkan ruang hard disk sebesar 196 Megabytes.

Proposal kerja praktek

12

Setelah progam Microsoft Visual Basic 6.0 telah terinstalasi maka


program dapat dijalankan atau digunakan. Adapun langkah-langkah untuk
menjalankan Microsoft Visual Basic 6.0 adalah :
1. Pilih salah satu cara berikut ini :

Arahkan ke group Microsoft Visual Basic 6.0 dari menu start, lalu
klik ikon Microsoft Visual Basic 6.0.

Klik ikon shortcut Microsoft Visual Basic 6.0 pada dekstop.

Klik ganda pada file VB6.exe pada windows explorer. File ini
secara default terletak pada folder C:\Program File\Microsoft
Visual Basic Studio\VB98.

2. Untuk keperluan yang biasa (standar), sebaiknya kita pilih standard.exe


lalu klik open. Selanjutnya Microsoft Visual Basic 6.0 akan terbuka dan
siap digunakan untuk membangun aplikasi standard.exe.
2.4

INTEGRATED DEVELOPMENT ENVIRONMENT (IDE)


Integrated Development Environment (IDE) merupakan bidang kerja

tempat membangun dan menghasilkan program aplikasi. Seperti pada tampilan


IDE Microsoft Visual basic 6.0 terdiri atas bagian-bagian : Menu, Toolbar, Form,
Window Code, Tool Box, Project Explorer, Windows Properties, Windows From
Layout, Windows Immediate.
1. Menu Bar
Menu Bar (Baris Menu) merupakan salah satu elemen dari IDE. Baris menu
ini terletak pada bagian paling atas IDE ;seperti yang dapat kita lihat pada
tampilan IDE. Menu bar terdiri dari perintah-perintah yang dikelompokkan dalam

Proposal kerja praktek

13

kriteria operasi yang dihasilkan, dan dapat digunakan selama bekerja dengan
Microsoft Visual basic 6.0.
2. Tool Bar
Tool Bar adalah tombol-tombol yang mewakili suatu perintah tertentu dari
Microsoft Visual basic 6.0. setiap tombol dapat langsung diklik untuk melakukan
perintah tertentu. Biasannya tombol-tombol ini merupakan perintah-perintah yang
sering digunakan dan terdapat pula pada menu bar Microsoft Visual basic 6.0
seperti Edit, Copy, Cut, Open, dan lain-lain.
3. Form Window
Form window adalah daerah kerja utama, dimana akan membuat programprogram aplikasi Microsoft Visual basic 6.0. Pada form ini akabn diletakkan
berbagai macam objektif seperti misalnya teks, gambar, tombol-tombol perintah,
scrolbar, dan sebagainya. Jendela form ini pada awalnya kelihatan kecil tetapi
ukurannya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
4. Tool Box
Tool Box adalah sebuah kotak piranti yang mengandung semua objek atau
kontrol yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah program aplikasi. Kontrol
adalah suatu objek yang akan menjadi interface (penghubung) antara program
aplikasi dengan usernya, dan kesemuanya harus diletakkan di dalam jendela form
diatas.
5. Project Explorer
Jendela Project Explorer adalah jendela yang mengandung semua file di
dalam aplikasi Microsoft Visual basic 6.0. Setiap aplikasi dalam Microsoft Visual

Proposal kerja praktek

14

basic 6.0 disebut dengan istilah project atau proyek, dan setiap proyek bisa
mengandung lebih dari satu file yang terdapat pada aplikasi yang dibuat seperti
form, modul, class, dan sebagainya.
6. Jendela Properties
Jendela properties adalah jendela yang mengandung semua informasi
mengenai objek yang terdapat pada aplikasi Microsoft Visual basic 6.0. Properties
adalah sifat dari sebuah objek, misal : nama, warna, ukuran, posisi, dan
sebagainya.
7. Form Layout Window
Form Layout Window adalah jendela yang menggambarkan posisi dari
form yang ditampilkan pada layar monitor. Posisi pada Form Layout Window
inilah yang merupakan petujuk dimana aplikasi yang akan ditampilkan pada layar
monitor saat akan dijalankan nanti.
8. Jendela Code
Jendela code adalah salah satu jendela yang penting di dalam Microsoft
Visual basic 6.0. Jendela ini berisi kode-kode program yang merupakan instruksiintruksi untuk aplikasi Microsoft Visual basic 6.0. Setiap objek pada Microsoft
Visual basic 6.0 dapat anda tambahi kode-kode program untuk melakukan tugas
tertentu, misalnya menutup aplikasi, membantalkan perintah dan sebagainya.
2.5

Kriteria Pemprograman (Tri Fajar B)


Aplikasi komputer hasil pemrograman hendaknya memenuhi kriteria

kriteria sebagai berikut :


1. Mudah digunakan

Proposal kerja praktek

15

Program aplikasi yang dibuat dapat digunakan tanpa mengalami kesulitan


dalam menjalankan program.
2. Aman
Program apilkasi yang dibuat aman terhadap stabilitas sistem operasi, data
input, data output.
3. Nyaman
Memiliki tampilan program yang menarik, mudah dimengerti, dan
menyenangkan.
4. Kompetibel
Kompetibel terhadap suatu sistem operasi yaitu dapat dijalankan pada
kebanyakan sistem operasi yang ada, serta kompetibel terhadap bahasa
pemrograman yaitu dengan mudah dikonversi ke bahasa lain.
Untuk memenuhi kriteria-kriteria diatas maka perlu disusun suatu
algoritma dan flow chart yang baik dan sistematis.

2.2

Landasan teori

a.

beton dan baja tulangan


Dalam perencanaan kolom ini kolom direncanakan menggunakan

konstruksi beton bertulang, beton dibentuk dengan mencampur PC + agregat


halus + agregat kasar + air dengan atau tanpa bahan tambah, dengan proporsi
tertentu.

Proposal kerja praktek

16

Agregat halus dan kasar (pasir, batu, batu pecah, atau bahan sejenis
lainnya) disebut sebagai bahan susun kasar dan merupakan komponen utama
beton (volume +70%).
PC merupakan bahan perekat / pengikat.
Air adalah bahan pembantu guna reaksi kimia selama proses pengikatan /
pengerasan dan perawatan beton.
Mutu beton ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Sesuai dengan tingkat
mutu beton yang hendak dicapai, perbandingan atau komposisi campuran bahan
susun beton harus ditentukan (banyak metode untuk menentukan komposisi bahan
susun beton).
Kuat tekan beton diwakili oleh tegangan tekan maksimum fc dengan
satuan MPa (mega pascal). Nilai kuat tekan beton diperoleh melalui uji tekan
standar, dengan menggunakan mesin uji yang memberikan beban yang meningkat
dengan kecepatan peningkatan beban tertentu atas benda uji menurut SK-SNI
benda uji berupa slinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.
tegangan (MPa)

c maks

0,002 0,003

c (mm/mm)

Gambar 1.2. tegangan regangan uji tekan beton

Proposal kerja praktek

17

Nilai fc adalah bukan tegangan saat benda uji hancur, tetapi tegangan
maksimum dan umumnya terjadi pada saat regangan desak beton c=0,002 nilai
fc akan turun dengan bertambahnya regangan. Sampai benda uji hancur pada
c=0,003-0,005. SK-SNI menetapkan nilai regangan desak hancur beton
cu=0,003.
Sesuai dengan perkembangan teknologi beton diberbagai Negara,
penggunaan beton ringan makin meluas. Sehingga pada penetapan nilai modulus
elastisitas beton (Ec), digunakan rumus empiris yang menyertakan kerapatan
(density)/ berat beton, dan menurut SK-SNI
Ec=0,043

Dimana Ec = modulus elastisitas beton tekan (MPa)


Wc = berat isi beton (kg/m3) (1500 2500 kg/m3)
fc = kuat tekan beton (MPa)
untuk beton kepadatan normal dengan berat isi + 23 KN/m3, maka :
Ec = 4700
Nilai kekuatan tekan dan tarik beton tidak berbanding lurus, setiap peningkatan
kuat tekan beton hanya memberikan sedikit peningkatan kuat tariknya. Nilai kuat
tarik beton berkisar 9 15% dari kuat tekannya.
Beton bertulang merupakan beton yang diperkuat batang baja tulangan ,
kedua komponen ini saling bekerja sama dalam menahan gaya-gaya yang terjadi.

Beton diperhitungkan (hanya) menahan gaya tekan.

Batang baja tulangan diperhitungkan menahan gaya tarik, dan


dalam perkembangannya dengan tujuan meningkatkan kemampuan

Proposal kerja praktek

18

komponen structure, batang baja tulangan sering juga dipergunakan


bersama-sama beton untuk menahan gaya tekan.
Kerjasama antara beton dengan batang baja tulangan dapat terwujud
karena:
d. Lekatan yang sempurna antara batang baja tulangan dengan beton yang
membungkusnya sehingga tidak terjadi penggelinciran.
e. Beton yang membungkus batang baja tulangan bersifat kedap, sehingga
mampu melindungi dan mencegah terjadinya karat.
f. Angka muai beton 0,000010 0,000013 dan angka muai baja 0,000012 ,
kedua bahan ini mempunyai angka muai relatif sama, sehingga tegangan
yang terjadi karena perbedaan suhu dapat diabaikan.
a.

Persyaratan kekakuan
Penerapan factor keamanan disatu pihak bertujuan untuk mengendalikan

kemungkinan terjadinya keruntuhan bangunan yang membahayakan, dilain pihak


harus memperhitungkan factor biaya kekuatan yang dibutuhkan suatu komponen
struktur atau kuat perlu, dapat dinyatakan sebagai beban rencana atau momen,
gaya geser, dan gaya-gaya lain yang berhubungan dengan beban rencana. Beban
rencana atau beban berfaktor didapat dengan mengalikan beban kerja dengan
factor beban. Factor beban dimaksudkan agar komponen struktur mampu
memikul beban lebih dari beban yang diharapkan bekerja.
Menurut SK-SNI, nilai factor beban sebagai berikut :
1. Beban mati + beban hidup
Kuat perlu U = 1,2D + 1,6L

Proposal kerja praktek

19

2. Kombinasi dengan beban angin


U = 0,75 ( 1,2D + 1,6L + 1,6W )
Atau, U = 0,9D + 1,3W
Kuat perlu U dari (2) atau (3) tidak boleh kurang dari (1)
3. Kombinasi dengan beban gempa
U = 1,05 ( D + LR + E )
Atau, U = 0,90 ( D + E )
4. Kombinasi dengan tekanan tanah
U = 1,2D + 1,6L +1,6H
5. Kombinasi dengan beban kusus
U = 0,75 (1,2D + 1,2T = 1,6L )
Tetapi tidak lebih besar dari U = 1,2 ( D + T )
Dengan : D
W

= beban mati

L = beban hidup

= beban angin

E = beban gempa

LR = beban hidup direduksi


T

H = beban akibat tekanan tanah

= beban kusus : -perbedaan penurunan


-perubahan suhu
-dll

Proposal kerja praktek

-rangkak
-susut

20

BAB III
BAGIAN AKHIR

4.1. Rencana jadwal penelitian


Rencana jadwal penelitian pada kerja praktek ini adalah sekitar 3 - 4 bulan
antara bulan Agustus sampai dengan bulan November.
Tabel : rencana jadwal penelitian
kegiatan

Rencana alokasi waktu (bln/thn/minggu ke)


Aug-12 Sep-12
Oct-12
Nov-12

observasi awal

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
XX

analisis

XX X

desain

X XX X

implementasi
penyusunan
laporan

X XX X
X XX

4.2. Daftar pustaka


Anonim, peraturan pembebanan indonesia untuk gedung 1987, Yayasan Badan
Penerbit PU, Jakarta.
Ayyub, B.M., Ibrahim, A., and Schelling, D., Posttensioned Truss: Analysis and
Design, Journal of Structural Engineering; Vol. 116, 1990, pp.
1491-1506.
BSN, 2002. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan
Gedung SNI 1726 2002. Badan Standarisasi Nasional, Bandung.

Proposal kerja praktek

21

Dewobroto, W., Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000, PT. Elex Media
Komputindo, Jakarta, 2004.
Dewobroto, W., 2005. Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan
SAP 2000. Jurnal Teknik Sipil, Vol 3 No.1, Universitas Pelita
Harapan, Jakarta.
Dipohusodo, Istimawan 1999, Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI
T- 15-1991-03. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
DPU, 1970, Peraturan Muatan Indonesia, Direktorat Penyelidikan Masalah
Bangunan, Bandung.
DPU, 1983, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Rumah Dan Gedung,
Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan, Bandung.
DPU, 1991, SK SNI T-15-1991-03, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk
Gedung, Yayasan LPMB, Bandung.
Kollar, L., Covering Grandstands by Cable Structure, Budapest University of
Technology and Economics, 2002.
Kusuma H. Gideon, 1993,Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang, Edisi 2
Seri 1 Jakarta: Erlangga.
McGuire, W. , Matrix Structural Analysis 2nd, John Wiley & Sons, New York,
2000.
Miamis, K., dan Fernandez, J. G., 2006. Special Moment Resisting Frame (design
and performance evaluation). Course design Project, Purdue
University.

Proposal kerja praktek

22

Mosley,W,H and Bungey J.H, 1984. Perencanaan Beton Bertulang. Edisi Kedua.
Terjemahan Elly Madyayanti. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Paulay, T, and Pristley, M.J.N., 1992. Seismic Design of Reinforced Concrete and
Masonry Buildings. John Wiley and Sons, INC. Canada.
Pramono, handi, 2007,desain konstruksi plat dan rangka beton bertulang dengan
SAP 2000 versi 9, CV ANDI OFFSET, Yogyakarta.
Purwono, R., dkk., 2005. Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa.
ITS Press, Istitut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.
Schueller, W., The Design of Building Structures, Prentice-Hall, New Jersey,
2000.
Silalahi, Juniman, Drs. Mpd, 2008, Analisis dan Perencanaan Struktur Beton
Bertulang, UNP PRESS, Padang.
Sudarmoko,Ir. Msc,1996,Fak. Teknik Univ. Gajah Mada, Perancangan Dan
Analisis Plat Beton Bertulang, Seri 3, Biro Penerbit. Jogjakarta.
Wahyudi, Laurentius & A.R. Syahril. 1999. Struktur Beton Bertulang. Jakarta :
P.T. Gramedia Pustaka Utama.
Wang, C.K and Salmon, C.G, 1985. Desain Beton Bertulang. Jilid dua,
Terjemahan Binsar hariandja. 1992. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Wilson, E.L., SAP2000 Analysis Reference, Computer and Structures, Inc.,
California, 1995.
Yayasan Dana Nasional Indonesia, peraturan beton bertulang Indonesia 1971
NI 2, Bandung : DPMB, Depertemen pekerjaan umum RI, 1983.

Proposal kerja praktek

23

Yayasan Dana Normalisasi Indonesia, peraturan pembebanan Indonesia untuk


gedung 1983, Bandung : DPMB, Departemen pekerjaan umum RI,
1983.

Proposal kerja praktek

24

BAB IV
PENUTUP

Program Kerja Praktek ini diharapkan akan memperkuat kerjasama antara


Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa khususnya Fakultas Teknik, Jurusan
Teknik Sipil dan dunia Konstruksi. Dimana informasi Teknologi bisa ditransfer
dari lapangan atau lokasi kepada Perguruan Tinggi dan sisi lain akan memberikan
keuntungan dengan adanya hubungan ini.

Demikian Proposal ini saya ajukan, dan atas terkabulnya Proposal ini. Saya
ucapakan banyak Terima Kasih.

Yogyakarta, 10 Januari 2013


Mahasiswa Kerja Praktek,

Ginanjar Wahyu Gumilang


Nim 29 013 012

Proposal kerja praktek