Anda di halaman 1dari 20

Mesin Diesel

Garis Besar Bab


Bab ini menjelaskan Mesin Diesel.
Uraian
Sistem Bahan Bakar

Lets study the


Diesel engine.
Click the "Next" button.

Uraian

Uraian
Mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel.
Mesin diesel empat tak beroperasi dengan
siklus empat langkah yang sama dengan mesin
bensin: Intake, compression, combustion
dan exhaust. Satu kelebihan mesin diesel
adalah konsumsi bahan bakar lebih baik
daripada mesin bensin karena pumping loss
lebih rendah dan compression ratio tinggi.
Sebaliknya, ada kekurangannya, misalnya
getaran dan kebisingan yang besar selama
pengoperasian. Juga, jumlah
bahan berbahaya di gas buangan
lebih besar daripada mesin bensin.

1. Intake stroke
Hanya udara yang ditarik ke dalam cylinder.

2. Compression stroke
Piston menekan intake air dan meningkatkan
temperatur yang cukup bagi bahan bakar
untuk ignite.
compression ratio mesin diesel
lebih besar daripda mesin
bensin.
Rasio kompresi:
Mesin bensin: 9 - 11
Mesin diesel: 14 - 23

-1-

3. Combustion stroke
Bahan bakar diinjeksi ke dalam ruang
pembakaran. Bahan bakar mengalami
pengapian oleh udara kompresi, yang
berupa temperatur tinggi, lalu terbakar.

4. Exhaust stroke
Piston mendorong gas buangan
keluar dari cylinder.
(1/2)

-2-

Perbandingan mesin bensin dan mesin diesel selama setiap stroke ditunjukkan pada tabel di bawah

Engine
Gasoline engine

Diesel engine

Stroke
Intake

Air-fuel mixture is drawn into cylinder.

Air only is drawn into cylinder.

Compression

Piston compresses air-fuel mixture.

Piston compresses air to increase both pressure to


approx. 3 MPa (30 kgf/cm2,430 psi) and temperature
to approx. 500 - 800 C (930 -1,470 F).

Combustion

Spark plug ignites compressed air-fuel mixture.

Fuel is injected into heated,highly compressed air,


where it ignites due to heat of pressurized air.

Exhaust

Piston forces exhaust gases out of cylinder.

Piston forces exhaust gases out of cylinder.

(1/2)
Kondisi untuk Mengoperasikan Mesin Diesel
Compression

Kompresi dan sistem bahan bakar


dalah faktor terpenting untuk operasi
efisien mesin diesel.
Preheating system memanasi
udara kompresi yang diperlukan
mesin dingin untuk start.

Fuel system

Preheating system

-3-

( C)
700
600

Compression temperature
(Initial temperature 60 C)

Temperature

500
400
300
200

Compression temperature
(Initial temperature 20 C)

1. Compression
Mesin diesel menekan udara untuk
mendapatkan panas yang diperlukan
bahan bakar untuk self-ignite.
Karena itu, kompresi di mesin diesel
melakukan peran pengapian yang sama
sebagaiman di mesin bensin.
Juga dengan mesin bensin, tekanan
letupan besar dapat dicapai
dengan menekan udara.

100
100 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500
(kPa)
1
5
10
15
20
25
30
35
(kgf/cm2)
Pressure (Absolute pressure)

2. Sistem bahan bakar


Mesin diesel tidak mempunyai throttle
valve untuk mengontrol output mesin
seperti mesin bensin. Output pada mesin
bensin dikontrol dengan membuka dan
menutup throttle valve, yang kemudian
mengontrol jumlah campuran udara-bahan
bakar yang diambil.
Namun, mesin diesel mengontrol output
mesin dengan mengatur volume injeksi
bahan bakar.
Kemudian, Ketika pembakaran mulai
dengan injeksi bahan bakar, juga
mengatur waktu injeksi bahan bakar.
Ini berhubungan dengan waktu
pengapian pada mesin bensin.
PETUNJUK:
Untuk berbagai tujuan, beberapa
mesin dilengkapi dengan intake
shutter untuk mengurangi kebisingan,
mesin berhenti, atau mengurangi
getaran mesin ketika mesin berhenti.

Glow plug type

Intake heater type

Glow plug

Intake heater

-4-

3. Sistem pra pemanasan


Preheating system adalah ciri khas
mesin diesel.
Preheating system memanasi
udara kompresi secara elektrik
bagi mesin dingin untuk start.
Ada dua tipe: tipe glow plug, yang
memanasi udara di dalam ruang
pembakaran, dan tipe intake heater
yang secara langsung memanasi
udara yang datang dari pembersih udara.
(1/1)

Output Control pada Mesin Diesel


Diesel
engine

Controlled by controlling amount


of fuel injected. (Amount of air entering cylinder is not regulated.)

Gasoline
engine

Controlled by controlling amount


of air-fuel mixture supplied to
cylinder using throttle valve.

Accelerator
pedal
Injection
nozzle

Accelerator
pedal

Injector

ECU

Injection
pump

Spark plug

Pada mesin diesel, bahan bakar diinjeksi


setelah udara dimampatkan dan menjadi
temperatur dan tekanan tinggi.
Untuk mendapatkan tekanan kompresi
tinggi bahkan pada kecepatan rendah,
sejumlah besar udara harus ditarik
ke dalam cylinder.
Karena itu, throttle valve tidak digunakan
karena intake resistance.
(Beberapa mesin menggunakan
intake shutter, yang bentuknya
sama dengan throttle valve.)
Pada mesin diesel, output mesin dikontrol
dengan mengendalikan jumlah bahan
bakar yang diinjeksi.
Volume injeksi bahan bakar
kecil: Output kecil
Volum injeksi bahan bakar
besar: Output menjadi besar
REFERENSI:
Output Control pada Mesin Diesel
Output pada mesin diesel dikontrol
dengan membuka dan menutup throttle
valve, yang kemudian mengontrol jumlah
campuran udara-bahan bakar yang diambil.
Volume campuran udara-bahan
bakar kecil: Output kecil
Volume campuran udara-bahan
bakar besar:Output besar
(1/1)

Siklus Pembakaran
1. Kemampuan pembakaran bahan bakar diesel
Meningkatnya suhu bahan bakar mengakibatkan bahan bakar mengalami pengapian secara spontan, bahkan
ketika tidak diberikan api. Suhu minimum yang terjadi disebut autogenous ignition point (self-ignition temperature).
Bahan bakar diinjeksi ke dalam ruang pembakaran dan dipanasi oleh suhu dan tekanan. Kemudian, bahan
bakar mengalami self-ignite dan terbakar.
Pada mesin diesel, kemampuan pengapian bahan bakar ditingkatkan karena rasio kompresi meningkat, suhu
meningkat dengan cepat.
Juga performa pengapian ditingkatkan ketika menggunakan angka cetane yang tinggi.
Angka cetane
Angka cetane pada bahan bakar diesel berhubungan dengan angka octane pada bensin dan melambangkan
kemampuan pengapian bahan bakar.
Semakin tinggi angkanya, semakin rendah ignition point dan bahan bakar semakin baik.
Untuk bahan bakar diesel, angka cetane yang biasanya diperlukan paling tidak 40 - 45.
Umumnya digunakan cetane 53 - 55.

Angka cetane tinggi berhubungan dengan efek berikut:


Kemampuan start yang baik
Gas buangan yang bersih
Output yang besar
Membaiknya konsumsi bahan bakar
Mesin beroperasi dengan halus dan sedikit suara bising.

-5-

(1/3)

( C)
1300

120

12

1200

110

11

1100

100

10

1000

90

900

80

800

70

60

600

50

500

40

400

30

300

20

200

10

700

Air temperature

Compression pressure

Air temperature

Compression pressure

(kgf/cm2) (MPa)
13
130

2. Hubungan antara compression ratio dan


compression pressure atau suhu
Mesin diesel menekan udara di dalam cylinder dan
meningkatkan suhu untuk pembakaran.
Grafik di kiri menunjukkan hubungan antara compression
ratio dan compression pressure atau suhu. Diperkirakan
tidak ada terjadinya kebocoran udara dan kehilangan panas
antara piston dan cylinder. Ketika compression ratio 16,
misalnya, grafik menunjukkan compression pressure
dan suhu dapat menjadi tinggi kira-kira masing-masing
5 MPa (50 kgf/cm2) dan 560C (1,040F) .
Namun, pada mesin sebenarnya, nilai compression
pressure dan suhu udara biasanya lebih rendah
daripada nilai teoritikal yang ditunjukkan di grafik
karena panas dilepaskan.
(2/3)

100
4
8
12 16 20
Compression ratio

24

28

32

-6-

(kgf/cm2)
60

3. Proses pembakaran mesin diesel.


Supaya proses pembakaran terjadi
di mesin diesel, pada mesin diesel,
ada hubungan antara tekanan di dalam
ruang pembakaran dan crank angle
sebagaimana ditunjukkan di sebelah kiri.
Proses pembakaran ini dapat
dibagi ke dalam empat tingkat:

(MPa)
6

Pressure

D
50

40

30

20

Fuel injection
ends

(1) Ignition delay (A - B)


Untuk menyiapkan partikel halus pembakaran pada
bahan yang diinjeksi agar menguap dan bercampur
dengan udara pada cylinder untuk membentuk
campuran yang mudah mengalami pengapian.

Ignition
B

Fuel injection
starts

E
Combustion

Ignition delay
10

1
Fuel injection

0
100

75

50

25

TDC

25

50

75

100

Crank angle

(2) Flame propagation (B - C)


Pada tingkat ini. pengapian mulai dari
area di dalam gas udara-bahan bakar
yang mencapai rasio yang sesuai,
dan berlanjut untuk terbakar keluar.
Dari titik B ke C, tekanan meningkat
tajam.
Meningkatnya tekanan diakibatkan
oleh volume bahan bakar yang diinjeksi
pada ignition delay, kondisi penyemprotan bahan
bakar dan campuran udara-bahan bakar, dll.
(3) Direct combustion (C - D)
Pada tingkat ini, bahan bakar dibakar
dengan api pada ruang pembakaran
secara segera setelah injeksi.
Tekanan dari pembakaran meningkat
bertahap karena bahan bakar terbakar
segera setelah injeksi.
Tekanan pada saat ini dapat
disesuaikan ke tahap tertentu dengan
menyesuaikan volum injeksi bahan bakar.
(4) After burning (D - E)
Injeksi bahan bakar ke dalam ruang
pembakaran berakhir pada point D.
Namun, bahan bakar yang ada, yang
tidak bisa terbakar, mengalami
pembakaran selama periode ini.
Setelah periode pembakaran menjadi
makin lama, exhaust temperature meningkat dan efisiensi panas*1 menjadi rendah.
*1: Dengan mesin panas, efisiensi
panas berarti rasio energi
panas dikonversi ke dalam
beban kerja dan energi panas pada
bahan bakar yang disediakan.
Combustion process (A - E)

-7-

(3/3)

Diesel Knock
Bahan bakar yang terakumulasi selama ignition delay period dibakar pada satu saat selama flame propagation
period. Kemudian tekanan di dalam cruang pembakaran meningkat tajam.
Tekanan di dalam ruang pembakaran meningkat tajam dalam proporsi ke jumlah bahan bakar yang diinjeksi
selama ignition delay. Pressure wave ini menyebabkan mesin bergetar dan membuat suara bising.
Hal ini disebut diesel knock. Mesin diesel menggunakan sistem pembakaran self-ignition, sehingga sampai ukuran
tertentu, diesel knock dapat dihindari.
Penyebab diesel knock sebagai berikut:
Engine temperature rendah
Intake air temperature rendah
Fuel ignition temperature tinggi. (Angka cetane rendah.)
Waktu awal pengapian. (Bahan bakar diinjeksi ketika compression temperature masih rendah.]
Kondisi injeksi tidak baik. (Bahan bakar tidak bercampur baik dengan udara.)
Untuk mencegah diesel knock, pendekkan ignition delay, sehingga menghindari peningkatan tekanan tiba-tiba.
Gunakan metode-metode berikut:
Menggunakan bahan bakar dengan angka cetane tinggi.
Meningkatkan compression pressure dan intake air temperature hingga mulai injeksi bahan bakar.
Meningkatkan suhu ruang pembakaran.
Menjaga coolant temperature yang sesuai.
Menjaga waktu injeksi bahan bakar yang sesuai, tekanan injeksi dan kondisi penyemprotan.
(1/2)
1. Perbandingan antara diesel knock
dan gasoline knocking
Diesel knock dan gasoline knocking
keduanya mempunyai kenaikan tiba-tiba
pada compression pressure selama combustion
period. Namun mereka berbeda secara
mendasar dalam waktu, sebab, dan kondisi.

How to prevent knocking


Items
Compression ratio
Air supply temperature
Compression pressure
Cylinder temperature
Fuel ignition point
Ignition delay

Diesel engine

Gasoline engine

Raise
Raise
Raise
Raise
Lower
Shorten

Lower
Lower
Lower
Lower
Raise
Lengthen

Knocking

Normal
combustion

Knocking
Normal
combustion

Injection
Compression only

Compression
only
Diesel knock

Ignition
t

t
Gasoline knocking

(1) Diesel knock


Diesel knock terjadi karena kesulitan
dalam self-ignition.
Juga, itu terjadi ketika percampuran udarabahan bakar yang dapat terbakar, terbakar semua
sekaligus dan menyebabkan
tekanan naik mendadak.
Pada mesin diesel, adalah sulit membedakan antara pembakaran normal
dan diesel knock. Karena itu, dibedakan
hanya dengan apakah peningkatan
tiba-tiba di pressure knocking noise
dihasilkan oleh atau dengan bagian
mesin mana yang mengalami kejutan.
(2) Gasoline knocking
Gasoline knocking terjadi ketika
self-ignite. Pada mesin bensin,
pembakaran normal dan
knocking sama sekali berbeda.
(2/2)

-8-

Sistem Bahan Bakar

Uraian
Sistem bahan bakar mengantarkan
bahan bakar ke mesin. Pompa injeksi
dikendalikan oleh timing belt atau
timing gear pada mesin.

Fuel filter

Injection pump

Injection
nozzle

PETUNJUK:
Pompa injeksi dikendalikan oleh
camshaft sehubungan dengan
mesin.
Bahan bakar, yang sangat dikompresi
oleh pompa injeksi, dikirim ke dalam
injection nozzle pada setiap cylinder
supaya diinjeksi ke dalam ruang
pembakaran.
Bahan bakar sisa juga dikembalikan
ke tangki bahan bakar.
(1/1)

Fuel tank

Priming Pump

Priming pump

from Fuel tank

to Injection pump

Fuel filter

1. Uraian
Priming pump adalah pompa manual yang digunakan untuk
menguras udara ketika tangki bahan bakar kosong, saringan bahan
bakar diganti atau udara dicampur ke dalam pipa bahan bakar.
Jika udara msuk ke saluran bahan bakar, hal itu mungkin menyebabkan pompa injeksi mengalami kesulitan dalam memompa
bahan bakar ke atas dan mungkin sulit untuk mulai.
Karena itu, adalah penting untuk "menguras udara" dari
sistem bahan bakar, dengan menggunakan priming
pump sebelum menjalankan mesin.
Itu juga berguna ketika "menguras air" di
sedimenter.
(1/2)

Water sedimenter

Fuel fiow

- 16 -

2. Operasi
Pump chamber
Pump handle
Diaphragm
Inlet check
valve
Outlet check
valve

Injection
pump

Fuel tank
Injection
nozzle
Fuel

(1) Ketika mendorong pump handle:


Ketika mendorong pump handle,
bahan bakar atau udara di dalam
pump chamber membuka outlet
check valve dan mengalir ke dalam
saringan bahan bakar dan pompa injeksi.
Pada saat yang sama, inlet check
valve menutup dan arus balik
bahan bakar dicegah.
Udara yang masuk ke dalam pompa
injeksi mengalir dengan bahan bakar
dari return pipe pada pompa
injeksi ke tangki bahan bakar.

Pump chamber
Pump handle
Diaphragm
Inlet check
valve
Outlet check
valve

Injection
pump

Fuel tank
Injection
nozzle
Fuel

(2) Ketika melepaskan pump handle:


Ketika melepaskan pump handle,
daya pegas mendorong
diaphragm kembali ke posisinya
semula. Pada saat ini, vacuum
tercipta di pump chamber.
Inlet check valve membuka dan
menarik bahan bakar di vacuum.
Pada saat yang sama, outlet check
valve menutup dan arus balik
bahan bakar dicegah.
(2/2)

Pump chamber
Pump handle
Diaphragm
Inlet check
valve
Outlet check
valve

Injection
pump

Fuel tank
Injection
nozzle
Fuel

- 17 -

Nozzle Injeksi
1. Uraian
Nozzle injeksi mengubah bahan bakar
bertekanan tinggi, yang dikirim dari pompa
injeksi, ke dalam mist dengan menginjeksi
bahan bakar ke dalam ruang pembakaran.
Mesin diesel secara langsung menginjeksi
bahan bakar ke dalam ruang pembakaran,
yang berbeda dari mesin bensin yang membuat
campuran udara-bahan bakar lebih awal.
Kemudian, waktu untuk mencampur
dengan udara menjadi lebih pendek.
Karena itu, bahan bakar diinjeksi
pada tekanan tinggi dan kecepatan
tinggi untuk membuat mist yang
bercampur dengan mudah dengan
udara, sehingga meningkatkan
performa pengapian.
(1/4)

Nozzle holder
Overflow pipe
Adjusting shim
Pressure spring
Pressure pin

2. Pentingnya menyesuaikan tekanan pembukaan nozzle


Untuk nozzle injeksi, waktu pembukaan nozzle
bervariasi menurut tekanan pembukaan jarum nozzle.
Jika nozzle injeksi tidak membuka atau menutup
dengan benar, hal itu mempengaruhi waktu dan
volume injeksi.
Karena itu, tekanan pembukaan nozzle harus
disesuaikan dengan nilai yang sudah ditetapkan.

Distance piece
Nozzle needle
Nozzle body
Retaining nut

Injection pump
discharge pressure
Injection
volume

Pressure

Correct nozzle
opening pressure

Time
Correct injection timing

- 11 -

Tekanan pembukaan nozzle dan volume waktu injeksi


Nozzle holder
Overflow pipe
Adjusting shim

Opening pressure
Injection timing
Injection volume

Rendah
Maju
Bersar

Tinggi
Mundur
Kecil

Pressure spring

Nozzle needle

Nozzle opening pressure disesuaikan dengan mengubah


ketebalan adjusting shims dan menyesuikan daya
pressure spring.

Nozzle body

Mengurangi ketebalan shim: Injection pressure rendah

Pressure pin
Distance piece

Tingkatkan ketebalan shim: Injection pressure tinggi


(2/4)

Retaining nut

Pressure

Low

Time
Advanced injection timing

Nozzle holder
Overflow pipe
Adjusting shim
Pressure spring
Pressure pin
Distance piece
Nozzle needle
Nozzle body
Retaining nut

Pressure

High

Time
Retarded injection timing

- 20 -

3. Injection nozzle dua tahap


Pada beberapa mesin diesel, digunakan
injection nozzle dua tahap.
Gunakan injection nozzle dua tahap
supaya mungkin menurunkan nozzle
opening pressure. Karena itu,
stabilitas injeksi pada rentang beban rendah
atau pada idling lebih baik daripada
injection nozzle normal. Juga,
diesel knock yang terjadi ketika
volume injeksi kecil dikurangi.

No.2 pressure
spring seat

Nozzle assembly

No.3 pressure
spring washer

Nozzle
body

Needle
tip

No.2 pressure
spring
Straight pin

Nozzle holder
retaining nut

Tip packing

No.1 pressure
spring

(1) Konstruksi
Dua pressure spring dan dua
pressure pin dibuat di dalam
tubuh nozzle holder.
Celah tersedia antara needle
tip dan pressure pin akibat dua
tahap injeksi bahan bakar. Celah ini
disebut pre-lift. Un tuk menyesuaikan
tekanan injeksi bahan bakar pada
tahap 1 dan tahap 2, ganti
setiap pressure spring washer.

Nozzle holder body

No.1 pressure
spring seat

No.2 pressure spring washer


(adjusting shim)
Pressure pin
No.1 pressure spring washer
(adjusting shim)

(3/4)

- 21 -

(2) Operasi
<1> Pengoperasian tahap 1
Ketika tekanan bahan bakar
pada pompa injeksi
mencapai kira-kira 18MPa
(180 kgf/cm2), needle tip mendorong
pressure pin ke atas melalui No.3 pressure
spring washer, melampaui daya spring
pressure No. 1. Pada saat ini, bahan
bakar diinjeksi. Jumlah pengangkatan
berubah hingga needle tip kontak
dengan pressure spring seat No. 2.
Setelah pressure spring washer
No. 3 membuat kontak dengan
pressure spring seat no. 2,
jumlah needle tip lift tidak berubah
hingga tekanan bahan bakar mencapai
kira-kira. 23 MPa (230 kgf/cm2).

Two-stage injection nozzle


No.1 pressure spring

Normal injection nozzle

Nozzle needle lift

mm
0.25

Maximum lift

pressure pin
No. 2 pressure spring

No. 2 pressure
spring seat

Pre-lift

0.04

0
0

18

Tip packing

(MPa)

28

180

280

No.3 pressure
spring washer

(kgf/cm2)

Fuel pressure
Needle tip

Initial position (closed)

<2> Pengoperasian tahap 2


Ketika tekanan bahan bakar mencapai
kira-kira 23 MPa (230 kgf/cm2), hal itu
mengatasi daya kedua pressure
spring No.1 dan No.2 . Dan
needle tip mendorong pressure
spring seat No.2 melalui pressure
spring washer No. 3.
Jumlah needle tip lift tidak berubah
ketika mencapai jumlah maksimum
lift bahkan jika tekanan bahan bakar berubah.

Pre-lift
Maximum lift

Untuk alasan ini, ketika mesin


bekerja pada beban rendah,
jumlah kecil bahan bakar diinjeksi
hanya pada low-lift range. Ketika
beban diberikan pada mesin, jumlah
kecil bahan bakar diinjeksi ke pre-lift
range, dan kemudian jumlah besar
diinjeksi ke high-lift range.

(4/4)

- 22 -

Delivery Valve

Injection
pump side

Injection
nozzle side

Valve seat
Gasket

Valve spring
Delivery valve

Delivery valve holder

- 23 -

1. Konstruksi
Delivery valve dipasang pada
distributive head di pompa injeksi.
Valve spring dan delivery valve
dipasang pada delivery valve
holder.
Permukaan delivery valve seat
dibuat dengan ketepatan tinggi.
(1/2)

Injection pump
side

Relief valve

Injection nozzle
side

Valve face

Operating stroke

2. Operasi
Delivery valve menutup cepat saluran bahan bakar pada akhir
injeksi bahan bakar untuk menjaga tekanan residual di dalam
pipa injeksi.
Pada saat sama, bahan bakar ditarik untuk membiarkan
injection nozzle menutup, sehingga mencegah bahan
bakar "menetes (dripping)".
(1) Mulai injeksi bahan bakar
<1> Bahan bakar yang mengalami penekanan
tinggi dari pompa injeksi dikirim ke delivery
valve sebelum injeksi.
<2> Bahan bakar yang mengalami penekanan tinggi
mendorong delivery valve untuk membuka saluran bahan bakar.
<3> Bahan bakar yang mengalami penekanan
tinggi dikirim ke injection nozzle.
(2) Akhir injeksi bahan bakar
<1> Pemompaan dari pompa injeksi berakhir,
dan tekanan bahan bakar menurun.
<2> Delivery valve didorong ke belakang oleh
valve spring.
<3> Delivery valve kembali hingga bagian muka
valve face melekat ke valve seat.
<4> Proses di atas menjamin adanya jatuhnya tekanan
tiba-tiba di dalam pipa injeksi. Nozzle needle
kemudian menarik kembali bahan bakar, yang
kalau tidak akan menjadi fuel dribble.
(3) Menjaga airtightness (menjaga residual pressure dan
mencegah reverse flow)
Airtightness (untuk menjaga residual pressure
dan mencegah reverse flow) dikelola oleh valve
seat dan permukaan delivery valve.
Jika tekanan di dalam pipa injeksi setelah injeksi
bahan bakar rendah, volume bahan bakar berkurang.
Karena tekanan injeksi tidak cepat tercapai jika
tekanan di dalam pipa rendah.
Karena itu, adalah penting untuk menjaga tekanan
tetap konstan di dalam injection pipe setiap saat.

- 24 -

Injection nozzle

Faulty

Fuel dribble (dripping) setelah injeksi


the fuel supply is notcurs
precisely
when cutoff at the end of fuel injection and fuel particles are
accumulated on the tip of the nozzle.
If fuel dribble occurs after fuel injection, the fuel in the
cylinder will not burn completely.
This will result in the emission of black or white smoke
being exhausted.
To prevent fuel dribble, the relief valve of the delivery
valve is designed to draw back any fuel that may drip
out of the nozzle after injection.
Fuel dribble occurs if there is any failure in the delivery
valve or injection nozzle, as the residual pressure
remains in the injection pipe after fuel injection.
(2/2)

- 17 -

Latihan
Pergunakan Latihan untuk memeriksa tingkat pemahaman materi pada Bab ini. Setelah menjawab setiap
Latihan, anda dapat menggunakan tombol referensi untuk melihat halaman yang terkait dengan pertanyaan
yang diajukan. Jika jawaban anda salah, mohon kembali mengulang materi dan menemukan jawaban yang
benar. Jika seluruh pertanyaan telah dijawab dengan benar, anda dapat meneruskan ke Bab selanjutnya.

Chapter
Page with
Related Text

Exercises
Incorrect
Answer

Return to page of
related text for review

All
Answers
Correct

Next Chapter
Page with
Related Text

Exercises
Incorrect
Answer

Return to page of
related text for review

All
Answers
Correct

Pertanyaan- 1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
Pertanyaan

No.

Benar atau Salah

Pada mesin diesel, kemampuan pengapian bahan bakar lebih


baik saat rasio kompresi naik.

Benar

Salah

Temperatur pengapian sendiri (self-ignition) menurun saat


angka cetane pada bahan bakar diesel naik.

Benar

Salah

Waktu injeksi bahan bakar ditunda saat tekanan pembukaan


nozzle pada nozzle injeksi rendah.

Benar

Salah

Pada mesin diesel, bahan bakar terbakar sendiri oleh panas


yang dibangkitkan dari pemampatan udara masuk (intake air).

Benar

Salah

Jawaban Benar

Pertanyaan- 2
Grafik berikut menunjukkan hubungan antara tekanan di dalam ruang pembakaran dan sudut crank selama
langkah pembakaran. Dari kelompok kata berikut, pilih kata-kata yang sesuai dengan setiap pernyataan.
1. Bahan bakar yang diinjeksikan ke

Pressure

(kgf/cm2) (MPa)
6
60
50

40

30

20

10

1
0
100 75 50

diapikan, menyebabkannya membakar


keluar dan tekanan di dalam ruang

dan percampuran yang dapat


diapikan tercipta. (A-B)

D
C

2. Percampuran udara-bahan bakar

dalam ruang pembakaran menguap

E
A

3. Bahan bakar dibakar oleh


nyala api di dalam ruang
pembakaran segera
setelah injeksi. (C-D)

pembakaran naik dengan tajam.


(B-C).
4. Sisa bahan bakar yang tidak
terbakar, tidak dapat dibakar.
(D-E)

25 TDC 25 50 75 100
Crank angle

a) Setelah pembakaran

b) Perambatan nyala api

Jawaban: 1.

c) Pembakaran langsung

2.

3.

d) Penundaan pengapian

4.

Pertanyaan- 3
Pertanyaan berikut berkaitan dengan kondisi dimana diesel knock muncul dengan mudah. Pilih pernyataan
yang Benar.
1. Diesel knock muncul dengan mudah saat mesin dan temperatur cairan pendingin tinggi.
2. Diesel knock muncul dengan mudah saat bahan bakar berangka cetane tinggi digunakan.
3. Diesel knock muncul dengan mudah saat waktu injeksi dimajukan.
4. Diesel knock muncul dengan mudah saat temperatur udara masuk (intake air) tinggi.

- 19 -