Anda di halaman 1dari 129

PENGARUH STRATEGI QUANTUM QUOTIENT

DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR


PAI SISWA DI SMPN 3 TAMAN SIDOARJO

SKRIPSI

Diajukan kepada
Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Dalam Menyelesaikan Program Sarjana
Ilmu Pendidikan Agama Islam

Oleh :

Siti Lutfiyah
D01303050

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL


FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SURABAYA
2008

1
PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi Ini Telah Ditulis Oleh:

Nama : Siti Lutfiyah

Nim : D01302050

Judul : PENGARUH STRATEGI QUANTUM QUOTIENT DALAM

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR (PAI) SISWA DI

SMPN 3 TAMAN SIDOARJO

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan.

Surabaya, 11 08 2008
Pembimbing,

Ah. Zakki Fuad, M. Ag.


Nip. 150 299 948

2
PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh Siti Lutfiyah ini telah dipertahankan didepan Penguji.
Surabaya, 11 September 2008

Dekan Fakultas Tarbiyah


Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dekan,

Dr. H. Nur Hamim, M. Ag.


NIP. 150 246 739

Ketua,

Ah. Zakki Fuad, M. Ag.


NIP. 150 299 948

Sekertaris,

Dra. Siti Nur Ilmiah


NIP. 150 202 600

Penguji I,

Drs. Husni M. Saleh, M. Ag.


NIP. 150 227 935

Penguji II,

Drs.A. Saepul Hamdani, M.Pd.


NIP. 150 299 951

3
4
PERSEMBAHAN

Di bawah naungan ridho-Mu, dalam keheningan malam dan lembutnya udara malam,
tiada satupun ungkapan kata yang lebih indah dengan nada dan syahdu, selain ucapan
syukur yang terpancar dari lubuk hati yang paling dalam atas semua curahan rahmat dan
karuniamu, sehingga dapat ku wujudkan sebuah karya dalam lembaran putih yang penuh
makna ini, ku persembahkan untuk orang-orang terkasih, terkhusus:
Sujud syukurku pada Allah SWT, atas segala rahmat dan anugerahnya.
Kedua "orang tauku”....
Rasanya lembaran putih ini tercukup untuk mewakili rasa terima kasihku atas jasa,
pengorbanan, doa restu
Serta motivasi yang kalian berikan untuk ananda, hingga dapat mewujudkan cinta yang
mulia ini.

Suamiku tercinta ”Imron Rosydin”


Kakakku tersayang ”Mb’ Siti dan mas Omen”....
Kecerian dan canda tawamu
Seakan menghilangkan rasa gunda dan sedih dalam hati,
pelipur hati dikala keputusan melanda jiwa
dan pemberi motivasi untuk terus maju

Bapak Istamaun Almh. Bunda Indasah, adiek reca dan upie


Terima kasih atas kasih sayang, motivasi dan doa yang kalian berikan untukku.
My special Friend (Ecca, Elok’Sugiharjo, Lezs, C’ Huda), P’ Topic P’ Sam and Karmole’s
and shoebat-shoebatku KKN-PPL di Porong 2006-2007
Bersama kalian kurajut hari-hariku,
Terima kasih atas motivasi dan doa yang kalian berikan untuk aku.

Semua pihak yang turut membantu terutama Ms Imam dan Ms Son Haji
Terima kasih atas bentuan yang kalian berikan untukku
Baik secara sengaja ataupun tidak semoga amal dan kebaikan kalian diterima Allah.

5
MOTTO

‫ﷲ‬
ِ ‫ﻲ ِﺍ ﱠﻻِﺑﺎﺍ‬ ‫ﻴ ِﻘ‬‫ﻮِﻓ‬ ‫ﺗ‬‫ﻣﺎ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﺖ‬
 ‫ﻌ‬ ‫ﺘ ﹶﻄ‬‫ﺳ‬ ‫ﻣﺎﺍ‬ ‫ﺡ‬
‫ﻼ‬
‫ﺻﹶ‬
 ‫ﺪ ِﺍ ﱠﻻﺍ ِﹾﻻ‬ ‫ﻳ‬‫ِﺍ ﹾﻥ ﹸﺍ ِﺭ‬

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih


berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)
Allah” (QS. Hud: 88)

6
ABSTRAK

Judul : Pengarah Strategi Quantum Quontient Dalam meningkatkan prestasi


belajar pendidikan agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo
Nama : Siti Lutfiyah

Dalam teknik Quantum Quotient yang mana dapat melejitkan IQ, EQ dan SQ
siswa. Diantaranya dengan berbagai tahapan yang berhubungan IQ, EQ dan SQ,
diantaranya membantu ingatan, fungsi otak kanan akhtif karena anak dilatih untuk
berimajinasi, membuat lagu, serta menggabungkan kata-kata sehingga suatu materi
menjadi suatu yang unik, menarik dan menyenangkan.
Sedangkan permasalahan yang diambil adalah bagaimana penerapan strategi
Quantum Quotient pada mata pelajaran PAI, bagaimana prestasi belajar siswa pada
mata pelajaran PAI, adakah pengaruh strategi Quantum Quontient dalam
meningkatkan prestasi PAI siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
deduktif, ataupun metode yang di gunakan adalah observasi, interview, dekumentasi,
angket. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis data statika.
Dari hasil observasi penerapan strategi Quantum Quontient predikat baik
dengan angka 82,55 adapun prestasi belajar siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Taman
dengan angka 7,9 hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar tersebut termasuk dalam
kategori baik sedangkan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh strategi Quantum
Quontient dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa, hal ini
terbukti dengan hasil analisa data statistik ”product moment” sebesar 0,74 maka
antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang tinggi maka Ho ditolak. Hal
ini menunjukkan dalam kategori tinggi.

7
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas segala limpahan

karunia serta rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian tentang

"pengaruh strategi Quantum Quontient dalam meningkatkan prestasi belajar

pendidikan agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo".

Sholawat serta salam penulis junjungkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Yang telah membimbing kita kejalan yang diridhoi-Nya. Amiin, syukur alhamdulillah

hasil penelitian tentang "pengaruh strategi Quantum Quontient dalam meningkatkan

prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo".

Telah dapat penulis selesaikan walau masih ada kekurangan di sana-sini penulis

mohon maaf yang sebesar-besarnya, kritik serta saran yang membangun dari para

pembaca penulis haturkan terima kasih. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi

penulis khususnya dari para pembaca umumnya.

Tak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1. Rektorat dan civitas Akademik IAIN Sunan Ampel Surabaya yang telah

memberikan kesempatan penulis belajar dengan fasilitas yang cukup.

2. Bapak Drs. Nur Hamim, M. Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah.

3. Bapak Drs. Abdul Kadir, M. Ag, selaku ketua jurusan PAI.

8
4. Bapak Ahmad Zakki Fuad, M. Ag, selaku Dosen Pembimbing yang telah

mencurahkan waktu dan tenaga guna terselesaikannya tugas penulis skripsi

ini.

5. Ibu Hj. Rotno Untari Hadi P, S. Pd, selaku kepala sekolah SMP Negeri 3

Taman- Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada penulis guna

melakukan penelitian di sekolah tersebut.

6. Bapakku Shokib beserta ibu Alimah dan suamiku Imron Rosydin serta

kakakku Mb’ Siti dan Ms Omen yang dengan tulus memberikan semua buah

pikir, motivasi, semangat dengan kebesaran hati secara materiil dan

spiritual, yang menjadikan ananda mepunyai sinar di kegelapa pekat.

7. Seluruh sobatku, terutama Ecca, Elok’s, Lis, C’ Huda Thanks all yang telah

membantu dalam pelaksanaan skripsi ini.

Akhirnya semoga amal baik yang telah Bapak, Ibu, Sudara/i berikan kepada

penulis mendapat balasan yang sebaik mungkin dari Allah.

9
PERYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Siti Lutfiyah

NIM : D01303050

Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI)

Fakultas : Tarbiyah

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar

merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan mengambil-alihan tulisan atau

pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.

Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa skripsi ini hasil

jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Surabaya,

Yang membuat pernyataan

Siti Lutfiah

10
DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM....................................................................................................i

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI ......................................................... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI ...........................................................iii

PERSEMBAHAN.....................................................................................................iv

MOTTO .................................................................................................................... v

ABSTRAK ................................................................................................................vi

KATA PENGANTAR............................................................................................. vii

PERYATAAN KEASLIAN TULISAN ..................................................................ix

DAFTAR ISI............................................................................................................. x

DAFTAR TABEL ...................................................................................................xiii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................. 6

C. Tujuan Dan Signifikansi Penelitian .................................................. 7

D. Hepotesa Penelitian ........................................................................... 8

E. Definisi Operasional.......................................................................... 8

F. Metode Penelitian............................................................................. 12

G. Sistematika Pembahasan .................................................................. 20

11
BAB II : LANDASAN TEORI

A. Kajian Tentang Strategi Quantum Quotient (QQ).................. 21

1. Pengertian Strategi Quantum Quotient (QQ) ............................21

2. Teknik-Teknik Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum)......32

3. Langkah-Langkah Penggunaan Strategi Quantum

Quotient Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI)......................38

B. Kajian Tentang Prestasi Belajar..................................................46

1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) ....46

2. Jenis-Jenis Prestasi ....................................................................49

3. Kriteria Prestasi Pendidikan Agama Islam (PAI) .....................51

4. Penilaian Proses Belajar Mengajar............................................52

5. Evaluasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) .....................57

6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar................58

C. Pengaruh Strategi Quantum Quotient Terhadap Prestasi

Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMPN 3

Gilang Sidoarjo..............................................................................62

BAB III : LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ...........................................65

1. Latar Belakang ..........................................................................65

2. Visi, Misi Dan Tujuan SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo ............66

12
B. Kondisi Umum Obyek Penelitian ................................................71

1. Keadaan Guru Dan Karyawan ..................................................71

2. Keadaan Siswa ..........................................................................74

3. Struktur Organisasi....................................................................75

4. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 3

Taman Sidoarjo .........................................................................77

5. Penerapan Strategi Belajar Quantum Quotient SMPN 3

Taman Sidoarjo .........................................................................78

BAB IV : ANALISIS TENTANG PENERAPAN STRATEGI QUANTUM

QUOTIENT

A. Penyajian Data Dan Analisa Data ...............................................83

1. Penyajian Data Dan Analisa Data Hasil Observasi...................83

2. Penyajian Dan Analisa Data Hasil Interview............................85

3. Penyajian Data Dan Analisa Data Angket ................................87

BAB IV : PENUTUP

A. Kesimpulan ....................................................................................110

B. Saran...............................................................................................111

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

13
DAFTAR TABEL

I. Rekapitulasi data guru SMPN 3 Taman Sidoarjo tahun ajaran 2007-2008

II. Keadaan siswa tahun ajaran 2007-2008

III. Keadaan siswa lima tahu terakhir

IV. Struktur organisasi SMPN 3 Taman Sidoarjo tahun ajaran 2007-2008

V. Keadaan sarana dan prasaran SMPN 3 Taman Sidoarjo tahun ajaran 2007-2008

VI. Daftar nama-nama responden

VII. Item pertanyaan

VIII. Alternatif jawaban

IX. Interpretasi product moment.

14
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.

Pendidikan merupakan cerita atau jalan untuk mengembangkan dan


mengarahkan dirinya menjadi sosok manusia yang memiliki kepribadian yang
utama dan sempurna. Dengan pendidikan, manusia dapat mengembangkan
kepribadian baik jasmani maupun rohani ke arah yang lebih baik dalam
kehidupannya, sehingga semakin maju suatu masyarakat maka akan semakin
penting pula adanya pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan
anak.1Bersamaan dengan itu Islam memandang pendidikan sebagai dasar utama
seseorang diutamakan dan dimuliakan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT
dalam al-Qur'an Surat al-Mujadalah ayat 11, berikut ini yang berbunyi :

.‫ﺖ‬
ٍ ‫ﺟ‬‫ﺩﺭ‬ ‫ﻢ‬ ‫ﻮﺍﹾﻟ ِﻌ ﹾﻠ‬‫ﻭﺗ‬ ‫ﻦ ﹸﺃ‬ ‫ﻳ‬‫ﺍﱠﻟ ِﺬ‬‫ﻢ ﻭ‬ ‫ﻨ ﹸﻜ‬‫ﺍ ِﻣ‬‫ﻨﻮ‬‫ﻣ‬ ‫ﻦﺀَﺍ‬ ‫ﻳ‬‫ﺮﹶﻓ ِﻊ ﺍﷲ ُﺍﱠﻟ ِﺬ‬ ‫ﻳ‬
Artinya : “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara
kamu sekalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat”.2 (QS, al-Mujadalah : 11).

Dalam pelaksanaan pendidikan pemerintah telah mengupayakan dan

menyelenggarakan suatu sistem pengajaran Nasional yang diatur dalam undang-

undang. Untuk itu pemerintah memberikan hak pada warganya untuk

mendapatkan pengajaran dan pendidikan ini dimulai dari lingkungan keluarga

sebagai Lembaga pendidikan, kemudian pendidikan di lingkungan masyarakat

1
Fuad Hasan, Dasar-Dasar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 2.
2
Departemen Agama RI, al-Qur'an dan Terjemahannya, (Semarang: CV. Toha Putra, 1989),
910-911.
1

15
sebagai pendidikan nonformal, oleh karena itu pendidikan adalah tanggung jawab

bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.3

Dalam keseluruhan proses pendidikan (dalam hal itu di Sekolah atau

Madrasah), kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, ini berarti

berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada

bagaimana proses belajar yang dialami oleh murid sebagai anak didik.4

Istilah belajar sebenarnya telah lama dikenal oleh manusia, sejak manusia

ada sebenarnya mereka telah melakukan ahtifitas belajar, oleh karena itu kiranya

tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kegiatan belajar itu ada sejak adanya

manusia.5Belajar merupakan suatu proses perubahan di dalam tingkah laku

sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya di dalam memenuhi kehidupannya.

Ahtifitas belajar bagi kegiatan individu tidak selamanya dapat berlangsung

secara wajar, terkadang lancar dan terkadang tidak, terkadang dapat menangkap

dengan cepat apa yang dipelajarinya, terkadang amat sulit, demikian antara lain

kenyataan yang kita jumpai pada anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam

kaitannya dengan ahtifitas belajar.

Setiap individu memang tidak ada yang sama, perbedaan individual ini

pula yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan anak didik.

Dalam keadaan di mana anak didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya,

itulah yang disebut dengan kesulitan belajar.

3
Abu Ahmadi, ct, al, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 59.
4
Abu Ahmadi, Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 14.
5
Ali Imron, Belajar Dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1996), 2.

16
Sehubungan dengan ini, bahwa pendidikan mempunyai peranan yang

sangat penting bagi umat manusia, sebagaimana perkembangan dan perwujudan

diri bagi pembangunan Bangsa dan Negara serta Agama. Yang mana pendidikan

dapat diperoleh secara formal (Sekolah) maupun nonformal (luar Sekolah). Di

dalam lingkungan Sekolah terdapat bidang studi pendidikan Agama Islam yang

bertujuan :

“Untuk meningkatkan keimanan, penghayatan, pemahaman dan

pengamalan siswa tentang Agama Islam menjadi manusia Muslim yang

beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berahklak mulia dalam

kehidupan pribadi, masyarakat berbangsa dan bernegara, serta untuk

melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih baik”.6

Di samping itu pendidikan Sekolah bertujuan untuk menghasilkan

perubahan-perubahan yang positif (tingkah laku dan sikap) dalam diri murid yang

sudah berkembang menuju kedewasaan.7Sehingga anak didik dapat mewujudkan

dirinya dan dapat berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan

kebutuhan masyarakat.8

Maka profil seorang pendidik sebagai personil yang menduduki posisi

strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia dituntut untuk terus

mengikuti perkembangan konsep-konsep baru dalam dunia pengajaran. Guna

6
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Petunjuk Tehnik Mata Kuliah PAI, (Jakarta: TP,
1995).
7
WS. Winkel, S.J. M. Sc, Psikologi Pengajaran, (Jogiakarta: Media Abadi, 1991), 10.
8
S.C. Utami Munandar, Pengembangan Anak Kreatif Anak Berbakat, (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2002), 6.

17
mencapai dunia pendidikan itu sendiri, dalam hal ini tentunya diperlukan suatu

cara atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang dimaksud yaitu strategi

belajar.

Strategi Quantum Quotient atau kecerdasan Quantum (QQ) adalah

kecerdasan manusia yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi diri secara

seimbang, sinergi dan komprehensif meliputi kecerdasan intelektual, emosional

dan spiritual. Intelektual berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran

rasional, logis dan matematis. Emosional berkaitan dengan emosi pribadi dan

antar pribadi guna efektifitas individu dan organisasi, sedangkan spiritual

berkaitan dengan segala sesuatu yang melampaui intelektual dan emosional,

karakteristik utama QQ adalah terbuka kepada ide-ide baru atau hanif, dan

senantiasa bergerak maju sepanjang spiral ke atas menuju kesempurnaan.9

Langkah awal Quantum Quotient adalah mengembangkan kecerdasan

intelektual yang meliputi pengenalan potensi otak manusia yang sangat besar

yakni 100 milyard sel ahtif sejak lahir, serta mengembangkan otak kiri yang

berpikir urut, Persial dan logis dengan otak kanan yang berpikir acak, holistik dan

kreatif. Kemudian mengahtifkan otak reptil, instinctive, lapisan manusia feeling,

dan lapisan Neo-cortex, berpikir tingkat tinggi, otak sadar dan di bawah sadar

juga merupakan bagian penting untuk optimalisasi intelektual.

9
IR. Agus Nggermanto. Quantum Quatient (QQ) Kecerdasan Quantum, (Bandung: Nuansa,
2005), 151.

18
Berikutnya melangkah kemulti Intellegence yang meliputi IQ, EQ, SQ

Accelered learning disarankan untuk mengembangkan IQ, mengenali emosi

kemudian mengelolahnya secara kreatif untuk meningkatkan EQ, refleksi

trasendensi dan realisasi adalah langkah utama mengasah otak SQ.

Dimensi spiritual adalah pusat QQ, pusat diri kita untuk perenungan

pemaknaan, dan momen transendensi dibiasakan sebagai ahtifitas harian.

Dalam pendidikan Islam, strategi ini sangat erat hubungannya dalam

rangka meningkatkan prestasi siswa, sebab anak bisa cepat tanggap terhadap

meteri yang disampaikan karena anak lebih mudah menyerap atau mengingat

kembali memori ingatan yang telah lalu serta mempertahankannya.

Sehubungan dengan hal ini, peningkatan kreatifitas siswa dapat

diperhatikan, baik peningkatan kemampuan berpikir maupun kemampuan

menyerap atau mengingat ciri-ciri kepribadian yang kreatif, mengingat

perkembangan yang optimal dari prestasi berhubungan cara mengajar. Dalam

suasana non otoriter, ketika belajar atas prakasa sendiri dapat dikembangkan,

karena guru menaruh kepercayaan terhadap kemampuan anak untuk berpikir dan

berani mengungkapkan gagasan baru dan ketika anak diberi kesempatan sesuai

minat dan kebutuhannya, dalam hal ini kreatifitas siswa dapat berkembang

dengan baik.

19
Oleh sebab itu menjadi guru yang kreatif, profesional dan menyenangkan

dituntut untuk memiliki kemampuan mengembangkan pendekatan dan

memilih metode belajar yang efektif, hal ini penting terutama untuk

menciptakan iklim belajar yang kondusif dan menyenangkan, cara guru

melakukan suatu kegiatan belajar memerlukan pendekatan dan strategi yang

berbeda dengan belajar yang lainnya. Oleh karena itu belajar sangat penting

dalam melaksanakan penerapan pemecahan masalah dengan menggunakan

strategi Quantum Quotient atau kecerdasan Quantum, maka penulis

mengadakan penelitian dengan judul : “Pengaruh Strategi Quantum

Quotient Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Siswa Di SMPN 3

Taman Sidoarjo”.

B. Rumusan Masalah.

Berdasarkan variabel penelitian ini perlu diterangkan dalam suatu

rumusan yang jelas guna memberikan arahan terhadap pembahasan selanjutnya.

Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana penerapan strategi belajar Quantum Quotient di SMPN 3 Taman

Sidoarjo ?.

2. Bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas VIII di

SMPN 3 Taman Sidoarjo ?.

3. Apakah ada pengaruh strategi belajar Quantum Quotient (QQ) dalam

meningkatkan prestasi PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo ?.

20
C. Tujuan Dan Signifikansi Penelitian.

1. Tujuan Penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian skripsi ini adalah

sebagai berikut :

1). Untuk mengetahui penerapan strategi belajar Quantum Quotient (QQ)

siswa Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

2). Untuk mengetahui prestasi siswa Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

3). Untuk mengetahui ada tidaknya signifikansi strategi belajar Quantum

Quotient (QQ) dalam meningkatkan pretasi siswa pada mata pelajaran PAI

Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

2. Signifikansi Penelitian.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik dalam

pengembangan pengetahuan yang sedang dikaji maupun bermanfaat bagi

penyelenggara di SMPN 3 Taman Sidoarjo, secara rincian tersebut dapat

dikemukakan sebagai berikut :

1). Signifikasi Akademik ilmiah.

Hasil penelitian ini dapat mengembangkan khazanah ilmu

pengetahuan, khususnya dalam belajar PAI.

2). Signifikasi sosial praktis.

Adapun hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bahan

perhitungan bagi tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan

memanfaatkan strategi belajar dalam rangka meningkatkan prestasi belajar

pendidikan Agama Islam.

21
D. Hipotesa Penelitian.

Hipotesa adalah yang mungkin benar atau mungkin salah, maka penelitian

tersebut akan ditolak jika salah dan diterima jika benar.

Adapun hipotesa yang penulis gunakan adalah :

1. Hipotesa kerja (Ha).

Yaitu hipotesa alternatif yang menyatakan adanya hubungan antara

independent variabel dengan dependen variabel yaitu : Pengaruh strategi

Quantum Quotient (QQ) dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa di

SMPN 3 Taman Sidoarjo.

2. Hipotesa nihil (Ho).

Hipotesa nihil yaitu hipotesa yang menyatakan adanya persamaan atau

tidak adanya perbedaan antara kedua variabel yaitu : tidak ada pengaruh

strategi Quantum Quotient (QQ) dalam meningkatkan prestasi belajar PAI

siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

E. Definisi Operasional.

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang judul skripsi ini yakni,

“Pengaruh Strategi Quantum Quotient (QQ) Dalam Meningkatkan Prestasi

Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa Di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Maka

lebih dahulu akan dijelaskan beberapa pengertian atau arti dari istilah-istilah yang

terdapat pada judul di atas.

22
- Pengaruh : Daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang,

benda) yang berkuasa atau berkekuatan.10

- Strategi Quantum : Adalah cara atau hasil usaha yang dihasilkan dalam

Quotient mengorganisasikan sesuatu berdasarkan yang perlu

dikembangkan dan meliputi tiga perkembangan

yakni, intelektual, emosional, intelektual dan

spiritual.11 Intelektual berarti segala sesuatu yang

berkaitan dengan pemikiran rasional, logis dan

matematis, emosional berkaitan dengan emosi pribadi

dan antar pribadi guna efektifitas individu dan

organisasi, sedangkan spiritual berkaitan dengan

segala sesuatu yang melampaui intelektual dan

emosional.12

- Meningkatkan : Adalah suatu hasil yang diperoleh berupa kesan-

prestasi kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri

individu sebagai hasil dari ahtivitas belajar mengajar.

- SMPN 3 Taman : Sebuah Lembaga pendidikan Sekolah Menengah

Sidoarjo Pertama yang berada dalam naungan Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di

Kelurahan Taman.

10
Muhammad Nur, Strategi Belajar….., 38.
11
IR. Agus Nggermanto, Quantum Quatient, (Bandung: Nuansa, 2005), 22.

23
Berdasarkan batasan makna yang terdapat pada definisi operasional di

atas, bahwa pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi

belajar PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo tersebut dapat diketahui dengan

melibatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari pretest dan post-test, dalam

belajar tersebut. Adapun kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa

setelah ia menerima pengalaman belajarnya adalah yang meliputi hasil belajar,

kognitif, afektif dan psikomotorik.

Dan pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan

terhadap anak didik agar setelah selesai pendidikannya dapat mengalami dan

mengamalkan ajaran Agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan

hidup.13

F. Metode Penelitian.

Dilihat dari judul penelitian, yakni pengaruh strategi Quantum Quotient

dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMPN 3 Taman

Sidoarjo, maka penelitian yang digunakan di sini adalah jenis penelitian

kuantitatif, yaitu pendekatan ini berangkat dari suatu teori, gagasan para ahli

ataupun dikembangkan menjadi permasalahan dan beserta pemecahan-

pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh kebenaran dalam bentuk

dukungan data empiris lapangan dan juga memerlukan analisis statistik, yaitu

12
Wjs. Poerwadarminto, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), 1078.
13
Zakiyah Darojat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), 86.

24
dengan menggunakan angka-angka untuk mencapai kebenaran hipotesis. Angka-

angka di sini mempunyai peran sangat penting dalam pembuatan, penggunaan dan

pemecahan masalah model kualitatif.14Meskipun jenis penelitian ini kuantitatif

namun tidak manafikan data kualitatif sebagai pendukung data.

1. Identifikasi variabel.

Variabel adalah objek yang menjadi titik perhatian saat penelitian,

penelitian ada dua variabel pertama, adalah anak yang ikut dalam sebuah

penelitian ilmiah sangat penting untuk menentukan objek penelitian, yang

selanjutnya dapat diperoleh data yang benar dan akurat berdasarkan masalah

di atas, yaitu, “Pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan

prestasi belajar pendidikan Agama Islam (PAI) siswa di SMPN 3 Taman

Sidoarjo, ditentukan dua variabel yaitu :

a. Variabel bebas (independen variabel).

Adalah yaitu merupakan variabel tinggal sendiri yang tidak

dipengaruhi variabel lain, dalam penulisan ini, penelitian menjadikan

penerapan strategi Quantum Quotient, sebagai variabel bebas yang diberi

(simbol) X.

Adapun indikator variabel X sebagai berikut:

1). Teknik-teknik dalam Quantum Quotient.

2). Langkah-langkah penggunaan Quantum Quotient.

14
M. Muchlis, Metode Kuantitatif, (Jakarta: Fak. Ekonomi UI, 1993), 4.

25
b. Variabel terikat (dependen variabel).

Adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena

adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat prestasi

belajar PAI.

Adapun indikator variabel Y sebagai berikut:

1). Prestasi belajar mengajar.

2). Nilai hafalan.

3). Nilai praktek.

4). Nilai ulangan.

5). Nilai Semester (raport).

2. Populasi.

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin

meneliti semua elemen yang ada di wilayah penelitian, maka penelitiannya

merupakan penelitian populasi, penelitian populasi dilakukan apabila peneliti

ingin melihat semua liku-liku yang ada di dalam populasi.

Metode penarikan/pengambilan data yang melibatkan seluruh anggota

populasi disebut sensus.

26
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII

terdiri atas 6 kelas, yaitu :

Kelas VIII A : 40 siswa.

Kelas VIII B : 40 siswa.

Kelas VIII C : 40 siswa.

Kelas VIII D : 40 siswa.

Kelas VIII E : 40 siswa.

Kelas VIII F : 40 siswa.


240 siswa.

3. Sampel.

Sampel adalah sebagian sebagian dari populasi terjangkau yang

memiliki sifat yang sama dengan populasi. menurut Suharsimi Arikunto,

sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.15

Mengingat begitu besar dan luasnya populasi dalam penelitian ini,

maka kurang memungkinkan jika melakukan pada penelitian populasi secara

keseluruhan, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka

peneliti menggunakan sampel, yakni mengambil sebagian dari populasi,

populasi dalam penelitian ini bersifat homogen, yakni sama dari kelas VIII di

SMPN 3 Taman Sidoarjo.

15
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakhtek, (Jakarta: Rineka
Cipta, 2002), 9.

27
Yakni cara mengambil sampel dari populasi dengan memberikan

kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk terpilih menjadi anggota

sampel. Cara mengambil sampel dari sampling random random ini ada 3 cara

yakni : undian, ordinal, dan tabel bilangan random. Tapi karena sempitnya

waktu peneliti memakai cara undian, pada pengambilan dengan cara undian

ini, peniti menggunakan dasar pemikiran sebagaimana yang dikemukakan

oleh Suharsimi Arikunto, populasi lebih dari 100 dapat diambil sampel antara

10-15 % atau 20-25 % atau lebih.16(Arikunto Suharsimi, 1997), oleh

karenanya dalam penelitian ini, peneliti mengambil 15 % dari sampel yang

ada, yakni 90 responden.

4. Jenis data dan sumber data.

a. Jenis Data.

Data adalah kumpulan hasil pengukuran terhadap variabel yang

berisi informasi tentang karakteristik variabel.17Menurut sifatnya data

digolongkan menjadi dua yaitu :

1). Data kuantitatif.

Adalah data yang berbentuk angka.18 Dalam penelitian ini yang

termasuk data kuantitatif adalah :

16
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian , ………. 10.
17
Suprapto, Metodologi Riset Dan Aplikasi Dalam Pemasaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999),
72.
18
Suprapto, Metodologi Riset Dan Aplikasi ….. , 75.

28
a). Jumlah siswa.

b). Jumlah tenaga edukatif dan karyawan.

c). Hasil angket

d). Dan sebagainya yang bersangkutan dengan kuantitatif.

2). Data kualitatif.

Data yang tidak berbentuk angka.19Data ini bisa disusun dan

langsung ditafsirkan untuk menyusun kesimpulan penelitian. Dalam

penelitian ini termasuk data kualitatif adalah gambaran umum sekolah.

b. Sumber Data.

1). Library research (penelitian Perpustakaan) yaitu meliputi kepustakaan

yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dibahas, metode ini

digunakan dalam kaitannya buku-buku atau teori-teori pembahasan

yang berhubungan dengan referensi strategi Quantum Quotient (QQ).

2). Field research (penelitian lapangan) dalam bab ini penulis

mengadakan penelitian serta pengamatan langsung kepada objek yang

dimaksud pada tempat penelitian dalam rangkaian memperoleh data

kongkrit tentang masalah yang diselidiki. Data field research ini

meliputi informasi dan responden, yaitu :

a). Informasi, yaitu meliputi kepala Sekolah, guru PAI, siswa, tata

usaha, dan lain-lain.

19
Merdalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 1989),
89.

29
b). Responden meliputi siswa-siswa yang dijadikan sampel.

5. Metode pengumpulan data.

a. Metode observasi.

Adalah tehnik pengumpulan data yang cara mengadakan

pengamatan langsung terhadap objek yang diamati.20Metode ini

digunakan untuk mendapatkan tentang data pelaksanaan strategi Quantum

Quotient di kelas VII SMPN 3 Taman Sidoarjo.

b. Metode angket.

Angket adalah sebuah metode di mana di dalamnya sebuah

pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari

responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia

ketahui, sedangkan dalam hal metode angket ini, penulis menggunakan

angket secara langsung dengan tipe tertutup. Responden tinggal memilih

jawaban yang tersedia dengan membutuhkan tanda silang (x) sesuai

dengan keadaan yang diketahui.

Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon atau komentar

siswa terhadap kegiatan strategi Quantum Quotient dalam belajar PAI.

c. Metode dokumentasi.

Adalah metode dalam pengumpulan data dengan cara mencatat

dokumen-dokumen atau catatan-catatan, metode ini digunakan untuk

20
Suharsimi Arikunto, Prosedur…., 234.

30
mendapatkan data tentang siswa, guru, nilai raport/ulangan siswa,

karyawan yang berhubungan dengan objek penelitian.

d. Metode tes.

Adalah seperangkat rangsangan yang diberikan kepada seseorang

dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar

bagi penetapan skor angka.

Metode ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh strategi

Quantum Quotient terhadap keberhasilan belajar PAI.

Data tes diperoleh dari pretes dan post-test selanjutnya dari hasil

tersebut dianalisis dengan menggunakan metode statistika.

e. Tehnik analisa data.

Tehnik analisa data adalah tehnik yang digunakan menganalisa

yang diperoleh dari hasil penelitian. Data yang sudah terkumpul

kemudian diolah yakni dianalisis diinterpretasikan dan disimpulkan.

Tehnik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik

analisa data statistik. Analisis statistik adalah dalam menganalisis suatu

data menggunakan dasar tehnik dan tata kerja statistik, sedangkan non

statistik adalah analisis data dengan menggunakan metode kualitatif,

kemudian untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi Quantum

Quotient (QQ) pada mata pelajaran PAI, penulis menggunakan data

presentase sebagai berikut :

31
F
P= x 100 %.
N

Keterangan P : Angka presentase.

F : Frekwensi yang sedang dicari presentasenya.

N : Jumlah frekwensi.21

Selanjutnya untuk menafsirkan hasil perhitungan dengan

presentase, penulis menggunakan rumus presentase sebagai berikut :

1). 75 % - 100 % : Tergolong baik sekali.

2). 65 % - 75 % : Tergolong baik.

3). 40 % - 65 % : Tergolong cukup.

4). Kurang dari 40 % : Tergolong kurang baik.

Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara

penerapan strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi anak,

penulis menggunakan “korelasi product moment” sebagai berikut :

NΣxy − (Σx )(Σy )


rxy =
NΣ x −
2
(Σx) = NΣ y − (Σy )
2 2 2

Keterangan : rxy : Angka indeks korelasi product moment.

N : Number of ces.

Σ xy : Hasil perkalian variabel x dengan variabel y.

Σ x2 : Jumlah deviasi skor x.

Σ y2 : Jumlah deviasi skor y.22

21
Nana Sudjana, Pengantar Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), 40.

32
Untuk memberikan interpretasi secara sederhana terhadap angka

indeks korelasi “r” product moment (rxy) pada umumnya digunakan

pedoman atau perkiraan sebagai berikut :23

Besarnya “r” product Interpretasi


moment (rxy)
0,00 - 0,02 - Antara varibel x dan variabel y memang
terdapat korelasi akan tetapi korelasi itu
sangat lemah atau sangat rendah sehingga
korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada
korelasi antara variabel x dengan variabel
y).
0,20 - 0,40 - Antara variabel x dan variabel y terdapat
korelasi yang lemah atau rendah.
0,40 - 0,70 - Antara variabel x dan variabel y terdapat
korelasi yang sedang atau cukup.
0,70 - 0,90 - Antara variabel x dan variabel y terdapat
korelasi yang kuat atau tinggi.
0,90 - 100 - Antara variabel x dan variabel y terdapat
korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi.

G. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah dan memahami penulisan skripsi ini, maka penulis

membuat suatu sistem pembahasan sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis

penelitian, definisi operasional, metodologi penelitian, dan

sistematika pembahasan.

22
Ibid, 193.
23
Ibid, 180.

33
BAB II : Landasan teori yang menguraikan tentang strategi Quantum

Quotient, tehnik-tehnik Quantum Quotient, langkah-langkah

penggunaan setrategi Quantum Quotient, pemanfaatan setrategi

Quantum Quotient, selanjutnya tentang prestasi belajar yang di

dalamnya membahasa tentang, pengertian hasil belajar, jenis

prestasi, kriteria prestasi, evaluasi serta faktor-faktor yang

mempengaruhi prestasi belajar siswa.

BAB III : Laporan hasil penelitian yang di dalamnya membahas tentang

gambaran umum objek penelitian di dalamnya membahas tentang :

struktur organisasi sekolah, keadaan guru, karyawan dan murid,

sarana dan prasarana, penyajian data dan analisis data yang di

dalamnya membahas tentang hasil analisis penerapan, pendekatan

strategi Quantum Quotient, serta analisis data kuantitatif tentang

prestasi siswa yang kemudian diakhiri tentang hasil analisis tentang

pengaruh setrategi Quantum Quotient dalam meningkatka prestasi

siswa Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo .

BAB IV : Penutup yang berisikan tentang kesimpulan dan saran sebagai

saran.

34
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Tentang Strategi Quantum Quotient (QQ).

1. Pengertian Strategi Quantum Quotient (QQ).

Kata Quantum berasal dari pakar fisika modern pada abad 20.

kemudian berkembang secara luas merambat kebidang-bidang kehidupan

manusia, salah satunya, Quantum digunakan dalam bidang pembelajaran,

sedangkan Quotient adalah kecerdasan yang yang meliputi pengembangan

tiga aspek : intelektual, emosional dan spiritual.

Intelektual berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran

rasional, logis dan matematis. Emosional berarti berkaitan dengan emosi

pribadi dan antar pribadi guna evektivitas individu dan organisasi. Sedangkan

spiritual berkaitan dengan segala sesuatu yang melampaui entelektuak dan

emosional.

Strategi Quantum Quotient merupakan teknik yang dapat membantu

melejitkan intelektual, emosional dan spiritual. Quantum Quotient digunakan

pada tugas belajar yang berbeda yang merupakan proses atau tahnik

memori.24Dari banyak penelitian terbukti bahwa strategi Quantum Quotient

jelas dapat meningkatkan daya serap.

24
Kenneth L. Higbee, Your Memory, (Semarang: Dahara Prize, 2003), 157.

21
35
Cara-cara yang digunakan dalam peningkatan daya serap ini adalah

suatu teknik yang menuntut kamampuan otak untuk menghubungkan kata-

kata, ide dan khayalan.25Sedangkan Quantum Quotient merupakan suatu

metode untuk membantu IQ, EQ dan SQ, selain itu membantu mengingat

dalam jumlah besar informasi yang melibatkan tiga unsur yaitu : pengkodean,

pemeliharaan dan menyerap kembali.26

Strategi Quantum Quotient ini merupakan cara untuk pengkodean

sehingga membantu proses penyimpanan dan menyerap kembali baik dalam

ingatan jangka panjang maupun jangka pendek, karena sistem tersebut

memungkinkan kita menyimpan informasi di dalam memori sehingga mampu

memperoleh kembali bila dibutuhkan.

Dalam teknik Quantum Quotient atau kecerdasan Quantum fungsi otak

kanan diahtifkan karena anak dilatih untuk membuat suatu cerita,

berimajinasi, lagu atau irama atau gambar, sehingga suatu materi menjadi

sesuatu yang unik dan menarik dan menyenangkan. Dengan demikian anak

akan lebih mudah dan lebih cepat dalam menghafal, sama seperti pada waktu

berkemah, maka akan lebih memudahkan untuk mengatur peralatan-peralatan

yang banyak, yang pada awalnya memang dibutuhkan banyak waktu dan

usaha namun kalau sudah sekali dilakukan maka proses retrieval

(mendapatkan informasi kembali yang dibutuhkan akan lebih mudah).

25
Jean Marie Stine, Mengoptimalkan Daya Pikir, (Jakarta: Pustaka Delapratasa, 1997), 79.
26
Karen Markowith, Eric Jensen, Otak Sejuta Bigabyte, (Bandung: Kaita, 2002), 72.

36
Informasi organisasi tersebut terjadi baik diingatan jangka pendek maupun

jangka panjang. Dalam ingatan jangka pendek (short term memory)

kapasitasnya dapat kita perluas kalau kita melakukan chanking terdapat

informasi yang baru masuk, sedangkan dalam ingatan jangka panjang

kapasitasnya berhubungan dengan skema organisasi subyek. Dengan

demikian penkodean informasi dalam katagori-katagori dapat mempermudah

proses mengingat kembali.

Namun ada beberapa pengkodean dalam menerima suatu informasi

dan setiap orang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengingat

informasi, misalnya secara visual yaitu dengan gambar, struktur benda, peta

dan kata tertulis dibandingkan dengan instruksi yang diberikan secara lisan,

sebaliknya yang memiliki kecenderungan dengan audiotori lebih suka

memproses informasi melalui telinga dan mereka lebih mudah menampilkan

kembali ingatan irama, jingel, puisi, sajak, dam hampir semua orang

mempunyai kecenderungan kinestik, artinya, kita belajar lebih baik jika kita

melakukan, merasakan, mengalami sesuatu dalam bentuk nyata.27

Sebagaimana yang dijelaskan pada latar belakang masalah, bahwa

strategi Quantum Quotient (QQ) adalah merupakan strategi yang mampu

mengoptimalkan seluruh potensi diri secara seimbang, sinergi, dan

27
Karen Markowitz, Eric Jenseen, Otak Sejuta, …….., 40.

37
komprehensif yang meliputi kecerdasan intelektual (IQ) kecerdasan emosional

( EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).28

Awal langkah Quantum Quotient (QQ) andalah mengembangkan

kecerdasan intelektual yang meliputi pengenalan potensi otak manusia yang

sangat besar : 100 milyard sel aktif sejak lahir, serta pengembangan otak kiri

yang berfikir urut, persial, dan logis dengan otak kanan yang berfikir acak,

holistik dan kreatif. Kemudian mengaktifkan lapisan otak reptile (instinctive),

lapisan mamalia (feding) dan lapisan neo-cortex (berfikir tingkat tinggi). Otak

sadar dan bahwa sadar juga merupakan bagian penting untuk optimasi

intektual.

Berikutnya adalah melangkah kemulti intelligence yang meliputi

kecerdasan intektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan

spiritual (SQ).

Sebelum kita melanjutkan pembahasan terlebih dahulu penulis

membahas tentang kecerdasan intelektual (IQ) kecerdasan intektual (IQ)

adalah syarat minimum kopetensi.

Di sini penulis mengambil contoh dari beberapa strategi yang

berhubungan dengan kecerdasan intelektual (IQ), yakni tentang ingatan.

Ingatan adalah proses mental yang meliputi pengkodean,

penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang

28
Agus Nggermanto, Quantum Quotient, (Bandung: Nuansa, 2005), 151.

38
semuanya berpusat dalam otak.29 Winkel mengatakan bahwa ingatan adalah

suatu aktifitas kognitif di mana manusia menyadari bahwa pengetahuannya

berasal dari masa lampau.30 Demikian juga yang diungkapakan Abu Ahmadi

bahwa ingatan adalah suatu daya yang dapat menerima, menyimpan, dan

memproduksi kembali kesan-kesan, tanggapan dan pengertian.31 Dengan

demikian ingatan itu tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang

pernah dialami pada masa lampau, namun juga termasuk kemampuan untuk

menerima, menyimpan dan mengeluarkan kembali, kemampuan mengingat ini

tidak hanya diperlukan dalam proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan

lingkungan tapi juga dalam proses berpikir, kemampuan kognitif dan

kemampuan-kemampuan yang lain. Dengan kata lain bahwa, kecakapan

kognitif menurut seorang anak untuk mempunyai beberapa keahlian yang

tepat, salah satunya adalah daya ingat yang baik. Namun, tidak semua ingatan

yang baik dimiliki oleh setiap anak, hal ini disebabkan karena memori atau

ingatan kita dipengaruhi oleh: sifat seseorang, alam sekitar, keadaan jasmani,

keadaan rohani (jiwa) dan umur manusia.32

29
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), 72.
30
Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Gramedia, 1987), 42.
31
Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 26.
32
Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, …., 26.

39
Menurut Atkinson dkk (1987) Proses mengingat dibagi dalam tiga

tahapan yaitu :

a. Memasukkan.

Dalam tahap memasukkan, kesan-kesan diterima dan di pelajari

baik secara spontan atau disengaja maupun sadar atau tidak sadar.

Pada tahap memasukkan ini, terjadi pula proses enconding.

Enconding adalah proses perubahan informasi menjadi simbol-simbol atau

gelombang-gelombang listrik tertentu sesuai dengan perangkat organisme

yang ada.

b. Menyimpan.

Setelah enconding selesai dilakukan baru dapat dilakukan

penyimpanan selama waktu tertentu, pada tahap ini terjadi penyimpanan

beberapa catatan, kesan-kesan yang telah diterima dari pengalaman

sebelumnya.

c. Mengeluarkan Kembali.

Tahap ini merupakan tahap untuk mengingat kembali

(Remembering) atau memperoleh kesan – kesan pengalaman yang telah

disimpan dalam ingatan batasan tersebut menunjukkan bahwa informasi

tidak hanya disimpan saja, tetapi harus dapat dipanggil kembali, terjadi

proses kelupaan.

40
Gambar 1.1

Skema Proses Mengingat

Memasukkan Mengeluarkan Kembali

Menyimpan

Kecerdasan Emosi (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali

perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri

sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri

dan dalam hubungan dengan orang lain. Menurut Howard Gardner

kecerdasan Emosi (EQ) terdiri dari dua kecakapan yaitu: intrapersonal

Intelligence dan Inrapersonal Intelligence. Demikian juga dengan

pendapat tokoh spiritual terbesar, pendiri filsafat Illuminasi, yakni

Syihabuddin Suhrawardi Al- Maqtul, “….beliau Aristoteles mulai

berbicara kepada saya dalam sebuah penampakan tentang gagasan bahwa

manusia harus melakukan penyelidikan pertama-tama mengenai (masalah)

pengetahuan tentang realitas dirinya, dan selanjutnya, menyelidiki

(pengetahuan orang lain) yang berada di luar (realitas dirinya)”.33

Jadi kecerdasan Emosi (EQ) sangat berpengaruh sekali dalam

proses belajar mengajar. Untuk itu kecerdasan Emosi harus di

kembangkan oleh setiap siswa. Begitu pula seorang pendidik harus

mengetahui begaimana cara yang terbaik untuk mengukur kecerdasan


33
Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 2000), 30.

41
Emosi (EQ) seseorang atau dirinya sendiri. Menurut Daniel Goleman

salah satu cara terbaik untuk mengukur EQ seseorang yakni dengan

kerangka kerja yang terdiri dari lima kategori utama yaitu:

1). Kesadaran diri, meliputi : kesadaran emosi diri, penilaian pribadi dan

percaya diri.

2). Pengaturan diri, meliputi : pengendalian diri, dapat dipercaya,

waspada, adaptif, komitmen, inisiatif dan optimis.

3). Motivasi, meliputi : dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif, dan

optimis.

4). Empati, meliputi : memahami orang lain, pelayanan, mengembangkan

orang lain, mengatasi keragaman, dan kesadaran politis.

5). Keterampilan sosial, meliputi : pengaruh komunikasi, kepemimpinan,

katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan,

kolaborasi dan koperasi serta kerja tim.

Setelah mengetahui cara mengukur EQ, maka yang harus

dilakukan selanjutnya adalah mengembangkan EQ, agar kegiatan belajar

mengajar dapat berhasil dengan baik. Demikian pula di sini cara yang

terbaik untuk menerapkan dan mengembangkan EQ adalah sebagai

berikut :

42
Menurut John Gottman adalah:34

1). Menyadari Emosi Anak.

Seorang pendidik harus dapat merasakan apa yang dirasakan

oleh anak didiknya. Karena seringkali siswa mengungkapkan emosi

mereka secara tidak langsung dan dengan cara-cara yang

membingungkan, contoh dalam suatu kelas meskipun pelajaran sudah

dimulai masih ada saja dari beberapa siswa yang ngobrol sendiri,

mainan, pukul-pukul bangku, dan lain-lain.

Intinya adalah karena setiap siswa mempunyai alasan bagi

emosi mereka, ketika setiap kali pendidik merasa bahwa hatinya

berpihak pada anak tersebut, maka dia akan merasakan apa yang

sedang di rasakan oleh anak tersebut.

2). Mengakui Emosi Sebagai Kesempatan.

Setelah seorang pendidik mengetahui emosi anak didiknya,

kemudian mengetahui pengalaman-pengalaman negatif yang pernah di

alami, maka seorang pendidik harus dapat membangun kedekatan

dengan anak-anak mereka. Dan membantu menangani perasaan

mereka.

34
John Gpttman, Kecerdasan Emosional : Kiat-Kiat Membesarkan Anak Yang Memiliki
Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia, 1998), 81.

43
3). Mendengarkan Dengan Empati.

Pendidik harus bisa bersikap dengan penuh perhatian,

berbicara dengan santai. Dan dengan mengamati petunjuk fisik emosi

anak.

4). Mengungkapkan Nama Emosi.

Menolong anak memberi nama emosi sewaktu emosi itu

mereka alami dan semakin tepat jika seorang anak tersebut dapat

mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata, maka kita dapat

membantu mereka mencamkannya betul-betul di otaknya, misalnya,

apabila ia sedang marah, boleh jadi ia juga merasa kecewa.

5). Membantu Menemukan Solusi.

Proses ini memiliki lima tahap :

a). Menentukan batas-batas.

b). Menentukan sasaran.

c). Memiliki pemecahan yang mungkin.

d). Mengevaluasi pemecahan yang disarankan berdasarkan nilai-nilai

keluarga.

e). Menolongnya memilih satu pemecahan.

6). Jadilah Teladan.

Menurut kaca mata Quantum Teaching, keteladanan adalah

tindakan paling ampuh dan efektif yang dapat di lakukan oleh seorang

pendidik. Keteladanan dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan

44
tanpa banyak kata-kata. Siswa pada umumnya lebih senang melihat

teladan dari pada banyak diceramahi panjang lebar.

Kecerdasan spiritual (SQ) menurut Danah Zohar adalah

“kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang

berhubungan dengan kearifan di luar ego, atau jiwa sadar. Inilah

kecerdasan yang kita gunakan bukan hanya untuk mengetahui nilai-

nilai yang ada, melainkan juga untuk secara kreatif menemukan nilai-

nilai baru”.35

Menurut Sinetar “kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang

mendapat inspirasi, dorongan, dan efektivitas yang terinspirasi,

theisness atau penghayatan ketuhanan yang di dalamnya kita semua

menjadi bagian”.

Sementara menurut, Khalil Khavari, kecerdasan spiritual

adalah fakultas dari dimensi non material kita-ruh manusia.

Sedangkan menurut Pak Muh (Muhammad Zuhri) kecerdasan

spiritual adalah kecerdasan manusia yang digunakan untuk

“berhubungan” dengan Tuhan.

Dr. Dimitri Mahayana menunjukkan beberapa ciri orang yang

ber- SQ tinggi, beberapa diantaranya adalah :

a). Memiliki prinsip dan visi yang kuat.

b). Mampu melihat kesatuan dalam keragaman.


35
Hidayat Nafaat Maja, Intelegensi Spritual, (Parenial Press, 2001).

45
c). Mampu memaknai setiap sisi kehidupan dan.

d). Mampu mengelola, bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. 36

2. Teknik-Teknik Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum).

Strategi Quantum Quotient merupakan suatu metode yang meliputi

pengembangan tiga aspek : intelektual, emosioan dan spiritual.

Dengan menerapkan beberapa teknik Quantum Quotient (kecerdasan

Quantum) akan membantu untuk melejitkan intelektual, emosional dan

spiritual.

Untuk itu dalam proses untuk melejitkan intelektual, emosional dan

spriritual dengan mudah, maka teknik Quantum Quotient menggunakan

prinsip asosiasi (penghubung) dengan sesuatu yang lain. Teknik Quantum

Quotient (kecerdasan Quantum) yang akan dibahas berikut yang akan

melejitkan intelektual, emosional dan spiritual, hanya dengan sedikit usaha

diantaranya :

a. Teknik menghafal cepat.

Menghafal adalah proses menyimpan data kememori otak.37

Kemampuan menghafal manusia sangat besar sekali, menurut Tony

Buzan, kapasitas memori otak adalah 10800 (angka 10 diikuti 800 angka 0

dibelakangnya), bila memori untuk menghafal seluruh atom dialam

36
Agus Nggermanto, Quantum ,…., 34.
37
Ibid, 55.

46
semesta maka kapasitas memori masih bersisah banyak sekali, kita harus

bisa membedakan istilah menghafal dengan daya serap adalah

kemampuan menyerap kembali data-data yang telah tersimpan dimemori.

Sebagian besar orang memiliki persoalan didaya serap menghafal,

teknik menghafal cepat di sini merupakan cara menghafal lebih cepat

sekaligus meningkatkan daya serap.

Dalam teknik menghafal cepat terdapat beberapa metode yang

dapat membantu menghafal cepat.

1). Sistem control.

Cara menggunakan sistem control adalah dengan membuat

cantolan, mengasosiasikan dengan materi yang dihafal,

mengimajinasikan secara kreatif.38

Misalnya apabila kita ingin menghafal 10 Tokoh berikut tanpa

bertukar :

1. Nabi Muhammad.

2. Isaac Newton.

3. Nabi Isa (yesus).

4. Budha gautama.

5. Kong Hu Chu.

6. St. Paul.

7. Ts’ai Lun.
38
IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 59.

47
8. Johann Guttenberg.

9. Christoper Colombus.

10. Albert Einstein.

2). Menyanyi/kata penanda.

Sistem kata penanda adalah alat mengingat dengan

mengasosiasikan menggunakan obyek kongkrit, sistem kata penanda

ini sangat membantu dalam mengingat angka, kata penanda dapat

berupa kata-kata yang anda ciptakan sendiri atau kata-kata yang sudah

dikenal dimasyarakat, seperti : kata penanda dari lagu dua mata saya,

jadi, dua adalah mata, satu adalah mulut, hidung adalah satu dan

seterusnya.39

3). Gerakan.

Menghafal sambil melakukan gerakan sangat membantu

mengahtifkan memori, otak kita memiliki satu pusat kecerdasan yang

disebut bodily - kinestethyc intelligence - kecerdasan gerak.40

Gerakan dapat membuat otot-otot lebih rileks, santai dan juga

membangkitkan semangat, mengusir kemalasan dan kejenuhan.

Teknik gerakan ini sangat membantu untuk menghafal suatu

ungkapan yang harus sama persis, tepat tanpa ada kesalahan kata demi

kata, umumnya sangat bermanfaat untuk menghafal ungkapan-

39
Karen Margowitz, Eric Jensen, Otak Sejuta, ….., 83.
40
IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 64.

48
ungkapan dalam bahasa asing, misalnya : mengajarkan anak ketika

mengerjakan sholat.

4). Konsonan kreatif.

Konsonan kreatif ini digunakan untuk menghafal sesuatu yang

berhubungan dengan angka-angka, nomor telepon, nomor rekening,

kode rahasia dan lain-lain.41Cara menguasai konsonan kreatif ini

sangat sederhana, mula-mula gantilah angka-angka yang akan dihafal

dengan konosonan (huruf mati). Dari konsonan ini kemudian kita

bentuk kata atau kalimat yang menarik sehingga mudah dihafal dan

diingat, misalnya :

1. Satu - Tu :T

2. Dua - Dua :D

3. Tiga - Ga :G

4. Empat - Pat :P

5. Lima - Ma :M

6. Enam -Nam :N

7. Tujuh - Ju :J

8. Delapan - Lapan :L

9. Sembilan - Bilan :B

10. Kosong - Kosong :K

41
IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 67.

49
Misalnya kita disuruh menghafalkan nomor telepon berikut :

Budi : 442809.

Prosesnya adalah sebagai berikut :

Kita buat konsonan dari nomor telepon menjadi PPDLKB.

Kemudian kita membuat kalimat yang menarik PaPaDuLuKoBoy

b. Teknik berpikir kreatif.

Dalam berpikir kreatif harus memenuhi tiga syarat diantaranya :

- Kreatifitas melibatkan respon atau gagasan yang baru.

- Memecahkan persoalan secara realistic.

- Kreatifitas merupakan usaha untuk mempertahankan in-sight yang

orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.42

Ketika berpikir kreatif, jenis berpikir evaluatif adalah sangat

membantu dalam kreativitas karena menyebabkan kita menilai gagasan-

gagasan secara kritis.

c. Teknik membaca cepat.

Membaca memiliki beranega ragam arti, antara lain adalah :

menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui

ciri-ciri sesuatu dan sebagainya.43

42
IR. Agus Nggermanto, Quantum, …..…, 73.
43
Ibid, 77.

50
Menurut Quarish Shihab dalam Tafsirnya (Pustaka Hidayah 1997),

membaca itu mencakup telaah alam raya, masyarakat dan diri sendiri,

serta bacaan tertulis, baik suci maupun tidak.44

Sedangkan menurut Tony Buzan membaca adalah hubungan

timbal balik individu secara total dengan informasi simbolik. Membaca

biasanya merupakan aspek visual belajar, dan berisi tujuh langkah berikut

: pengenalan, asimilasi, intra-integrasi, ekstra-integrasi, penyimpanan,

mengingat dan komunikasi.45

Salah satu cara mempercepat membaca dengan pertama melompat

belakang dan regresi dapat dihilangkan, dengan hanya mempertimbangkan

kata-kata yang perlu, kata-kata yang perlu dipertimbangkan kira-kira 10

persen, sisanya dapat diperkirakan dengan cerdas, kedua, waktu untuk

setiap fiksasi dapat mendekati yang detik, ketiga, ukuran fiksasi dapat

diperluas.

d. Teknik berhitung cepat.

Dalam teknik berhitung cepat terdapat beberapa cara diantaranya

Alkhawarizmi, Trachtenberg, Onde-onde melenium, sempoa dan sapu

tangan yang semuanya ini adalah cara menghitung cepat yang sangat

membantu dalam berhitung cepat.

44
Quraish Shihab, Tafsir al-Qur'an al-Karim, (Pustaka Hidayah, 1997), 87.
45
IR. Agus Nggermanto, Quantum,………, 78.

51
Contoh Alkhawarizmi, Trachtenberg kuadrat dua angka.

Bila angka satuannya berupa angka 5 dikerjakan dengan cara

sebagai berikut : 152 = 225 dari 1 x (1+1) = 2 dan 52 = 25 menjadi 225.

3. Langkah-Langkah Penggunaan Strategi Quantum Quotient Dalam

Pendidikan Agama Islam (PAI).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quantum Quotient mampu

melejitkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, serta mampu

membantu kita menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan di sekolah,

berbagai macam strategi Quantum Quotient diperlukan untuk mengerjakan

tugas yang berbeda-beda, oleh karena itu kita tidak dapat mengklaim adanya

strategi yang terdapat di Quantum Quotient yang dapat digunakan untuk

melejitkan intelektual, emosional dan spiritual justru dalam menggunakan

strategi Quantum Quotient harus memutuskan teknik apa yang paling cocok

dan efektif untuk tugas pembelajaran yang harus dihadapi.

Untuk itu, dalam pembelajaran PAI tepatnya pada materi al-Qur'an,

akhlak dan fiqih yang paling cocok dan efektif menggunakan teknik

menghafal cepat, yang meliputi, sistem control, menyanyi gerakan dan

konsonan kreatif, teknik berpikir kreatif, teknik membaca cepat dan teknik

menghitung cepat adalah sebagai berikut :

52
a. Teknik menghafal cepat.

Teknik membaca cepat di sini dapat diperoleh dengan beberapa

cara diantaranya : sistem cantolan, menyanyi atau kata penanda, gerakan

dan konsonan kreatif.

1). Untuk sistem cantolan.

a). Kita membuat cantolan.

b). Mangasostasikan dengan materi yang dihafal.

c). Mengimajinasikan secara kreatif.

d). Mengulanginya bila diperlukan.46

Misalnya bila kita ingin menghafal 10 tokoh berikut dengan

urut tanpa tertukar :

1. Nabi Muhammad.

2. Isaac Newton.

3. Nabi Isa (yesus).

4. Budha gautama.

5. Kong Hu Chu.

6. St. Paul.

7. Ts’ai Lun.

8. Johann Guttenberg.

9. Christoper Colombus.

10. Albert Einstein.


46
IR. Agus Nggermanto, Quantum, ……, 60.

53
Dalam contoh ini, cantolan yang dapat kita gunakan adalah

angka itu sendiri, kemudian kita buat cantolan sebagai berikut :

1. Ratu.

2. Gua.

3. Raga.

4. Tempat.

5. Trima.

6. Senam.

7. Baju.

8. Balapan.

9. Camilan.

10. Sesepuh.

Kita akan mudah menghafal cantolan ini karena suku

terakhirnya senada dengan angka : tu, ua, ga, pat, ma, nam, ju, pan,

lan, luh.

Langkah berikutnya adalah membuat asosiasi antara cantolan

dengan 10 tokoh dunia, gunakan otak kanan kita yang kreatif.

54
Ratu-Muhammad : Seorang Ratu yang cantik sekali ingin

masuk Islam, ia menemui Nabi

Muhammad.

Gua-newton : Ratu itu dulunya tinggal di Gua yang

terdapat berton-ton batu yang tersusun

sesuai dengan rumus Newton.

Raga-Yesus : Dibantu yang bertonton itu terdapat salib,

yang ada raganya Yesus. Mung ia

dulunya beragama Kristen.

Tempat-Budha : Setelah masuk ke Gua lebih dalam lagi

ditemukan tempat bertapa gaya Budha.

Trima-Kong Hu Chu : Tetapi ia mengatakan “saya terima kasih

atasan sokongan Kong Hu Chu dan

pelajaran senamnya”.

Senam-Paul : Ia suka senam dengan teman gaulnya

yaitu Paul.

Baju-Ts’ai Lun : Anehnya, kalau senam di sekitar alun-

alun itu pakai baju kertas buatan Tsa’i

Lun.

Balapan-Guttenterg : Setelah itu, mereka balapan pai mesin

seabeng buatan Guttenberg.

55
Camilan-Colombus : Ada anak nakal, balapan sambil bawa

camilan dan naik bus, Columbus.

Sesepuh-Einstein : Sampai ia terdampar di Amerika ketemu

sesepupuhnya yang berkumis tebal,

berambut jabrik sedang masuk angina,

Einstain.

Setelah itu sekarang marilah kita ringkas sistem cantol 10

tokoh dunia di atas agar lebih efisien, tetapi cukup kita fokuskan pada

kata-kata kunci sebagai berikut :

Ratu - Islam - Muhammad

Gua - berton-ton - Newton

Raga - salib - Isa (Yesus)

Tempat - bertapa - Budha

Trima kasih - sokong - Kong Hu Chu

Senam - gaul - Paul

Baju kertas - sekitar alun - Tsa’i Lun

Balapan - mesin scabreg - Guttenberg

Camilan - naik bus - Columbus

Sesepuh - masuk angina - Einstein

56
2). Menyanyi atau kata penanda.

Pada teknik menyanyi ini, menuntut seorang guru untuk

bersifat kreatif. Seorang guru harus mengerti materi apa yang tepat

dijadikan lagu atau irama agar siswa mudah untuk menyerap pelajaran

yang telah disampaikan. Misalnya menghafal sifat wajib bagi Allah

dan nama-nama Malaikat yang kesemuanya itu lebih tepat menghafal

jika dilagukan.

3). Gerakan.

Teknik menghafal cepat menggunakan gerakan ini sangat

membantu untuk menghafal sesuai ungkapan yang harus sama, persis,

tepat tanpa ada kesalahan kata demi kata. Teknik ini biasanya dipakai

dalam materi Fiqih bab sholat, yang mana dubutuhkan ungkapan-

ungkapan dalam bahasa Arab dengan tepat tanpa ada kesalahan

sedikitpun. Biasanya siswa disuruh mempraktekkan gerakan-gerakan

sholat beserta bacaannya.

Sesuai dengan 5 prinsip Quantum Learning yakni :

1. Ucapkan everything speaks (segalanya berbicara) : sambil

menggerakkan kedua tangan ke atas kepala, kemudian

menggerakkan tangan kiri ke sebelah kiri, tangan kanan ke sebelah

kanan membentuk gerakan lingkaran besar melambangkan

keseluruhan. Everything, selanjutnya, tempatkan tangan kanan di

dekat jari tangan seakan-akan mewakili bibir berbicara, speaks.

57
2. Ucapkan Everything is on purpose (segalanya memiliki maksud) :

gerakkan tangan seperti langkah pertama di atas : Everything,

selanjutnya tempatkan tangan kiri di depan dada dada mengadah

ke atas lalu gerakan tangan kanan seolah-olah menaruh sesuatu di

atas tangan kiri, is on purpose.

3. Ucapkan acknoeledge every effort (hargai setiap usaha) : bertepuk

tanganlah : acknowledge, lalu kepalkan tangan kanan di kanan,

tangan kiri di kiri seolah-olah sedang berusaha lari, every effort.

4. Ucapkan experience before label (alami sebelum menamai) :

kepalkan kedua tangan seolah-olah berusaha lari : experience lalu

taruh tangan kiri di depan dada tengah ke atas disusul tangan kanan

telungkup 15 cm di atas tangan kiri seolah-olah memberi tahu

panjang sesuatu : before label.

5. Ucapkan if it’s worth learning, it’s worth celebrating (jika sudah

layak dipelajari, layak pula dirayakan) : gunakan telunjuk kanan

untuk kepala bagian kanan seolah-olah sedang berpikir keras : if

it’s worth learning, kemudian lambaikan kedua tangan tinggi-

tinggi seolah-olah sedang merayakan kemenangan : it’s worth

Celebrating.47

47
IR. Agus Nggermanto, Quantum, ……, 65.

58
b. Teknik berpikir kreatif.

Langkah-langkahnya :

1. Sibukkan diri anda mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.

2. Berpikir empat arah - lihatlah berbagai sudut.

3. Alternatif – hasilkan ide sebanyak-banyaknya.

4. Desain kombinasi baru – carilah kombinasi terbaik dari semua ide.

5. Ukur – tetapkan kombinasi terbaik.

6. Terapkan.48

Teknik berpikir kreatif ini biasanya digunakan dalam pembelajaran

Fiqih.

c. Teknik membaca cepat.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Bacalah hanya kata-kata yang penting yaitu judul dan sub judul,

kemudian catatlah yang diperoleh dari langkah pertama dalam bentuk

peta pikiran.

2. Renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama,

praktekkanlah dengan cerdas hubungan antara masing-masing sub

judul dengan judulnya, kemudian perkirakan dengan cerdas pula apa

yang dibahas dalam masing-masing sub judul.

48
Colin Rose, Kuasai Lebih Cepat, (Bandung: Kaifa, 2002), 178.

59
3. Bacalah kembali hanya kata-kata yang perlu, yaitu satu kalimat

pertama untuk setiap paragrap. Karena ide pertama setiap paragrap ada

dikalimat utama yaitu kalimat utama masing-masing paragraph.

4. Renungkanlah kembali apa yang telah kita peroleh.

5. Bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik.

6. Lengkapilah peta pikiran.49

d. Teknik berhitung cepat.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

Untuk teknik berhitung cepat di sini seorang guru harus lebih

pandai dalam memilih materi apa yang cocok dalam menerapkan teknik

berhitung cepat, karena dalam teknik berhitung cepat di sini banyak sekali

alternative untuk menyelesaikan satu persoalan.

B. Kajian Tentang Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI).

Prestasi belajar pendidikan Agama Islam adalah sebuah rangkaian

kalimat yang terdiri dari tiga kata, yakni, prestasi, belajar dan pendidikan

Agama Islam (PAI), yang mempunyai arti yang berbeda-beda, berikut ini

pembahasan dari masing-masing kata, antara lain yaitu :

49
Colin Rose, Kuasai Lebih Cepat, …., 180.

60
“Prestasi berarti hasil usaha”.50Sedangkan menurut istilah prestasi

adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara

individu maupun kelompok prestasi tersebut.51

Sedangkan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam

tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau

pengalamannya.52Sendiri dari interaksi dengan lingkungan.

“Prestasi belajar” adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan

yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Lazimnya ditunjukkan dengan

nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru.53Ada pendapat lain yang

mengatakan bahwa prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan yang

dinyatakan dalam bentuk angka, huruf atau simbol yang dapat mencerminkan

hasil yang telah dicapai oleh siswa atau anak dalam pereode tertentu, misalnya

tiap semester yang dinyatakan dalam raport.54

Sedangkan pendidikan Agama Islam (PAI) di sini lebih pada

pendidikan yang bersumber pada ajaran Islam. Hakikat pendidikan

mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah anak

didik melalui ajaran Agama Islam.55Sedangkan pendidikan Agama Islam

50
Zainal Arifin, Evaluasi Instruksioanl Prinsip -Teknik-Prosedur, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 1991), 3.
51
Saiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha
Nasional, 1994), 19.
52
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990), 84.
53
Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), 895.
54
Sutratina Tirtonegoro, Anak Supernormal dan Program Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,
1984), 48.
55
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), 31.

61
(PAI) diartikan sebagai proses pembimbing, mengarahkan dan mengajarkan

anak untuk mencapai tujuan yang tetapkan yaitu menanmkan taqwa serta

menegakkan kebenaran sesuai dengan ajaran Agama Islam.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan

mengenai pengertian”prestasi belajar pendidikan Agama Islam (PAI)”, yakni

perubahan yang terjadi pada siswa sebagai suatu bimbingan seorang guru

untuk mencapai tujuan yang ditetapkan yang dinyatakan dalam bentuk angka.

Huruf maupun simbol yang merupakan cerminan dari hasil yang telah dicapai

oleh siswa dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam raport.

Adapun dalam al-Qur'an yang terdapat dalam surat Al-Qhqaf ayat 19

yang berbunyi :

.‫ﻮ ﹶﻥ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻳ ﹾﻈﹶﻠ‬‫ﻢ ﹶﻻ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻢ‬ ‫ﻬ‬ ‫ﻤﹶﻠ‬ ‫ﻋ‬ ‫ﻢ ﹶﺍ‬ ‫ﻴ ِﻬ‬‫ﻮِﻓ‬ ‫ﻴ‬‫ﻭِﻟ‬ ‫ﺍ‬‫ﻋ ِﻤﹸﻠﻮ‬ ‫ﺎ‬‫ﺖ ِﻣﻤ‬
 ‫ﺟ‬ ‫ﺭ‬ ‫ﺩ‬ ‫ﻭِﻟ ﹸﻜ ﱢﻞ‬

Artinya : “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah
mereka kerjakan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, serta
mereka tiada dirugikan”.56

Pada ayat tersebut sudah dijelaskan dinyatakan bahwa prestasi

seseorang disesuaikan dengan amalan-amalan yang telah dikerjakan, dan

Allah tidak mengurangi balasan dari pekerjaan mereka karena prestasi yang

dicapai itu berkat usaha mereka sendiri.

56
Depag RI, al-Qur'an Dan Terjemahannya, (Surabaya: Surya Citra Aksara, 1993), 25.

62
Begitu juga bagi seorang siswa diwajibkan untuk meningkatkan

prestasi belajarnya, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan hasil

yang memuaskan serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Jenis-Jenis Prestasi.

Dalam sistem pendidikan Nasional atau rumusan pendidikan

mempunyai beberapa tujuan, baik itu beberapa tujuan, baik itu tujuan

kurikulumnya maupun tujuan instruksional, pada penelitian ini menggunakan

klasifikasi hasil belajar (prestasi belajar).

Prestasi belajar menurut Benyamin Bloom secara garis besar dibagi 3

ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, ranah psikomotorik.

a. Ranah kognitif.

Pada ranah ini mempunyai beberapa tingkatan, yaitu :57

1). Pengetahuan (knowledge).

2). Pemahaman (comprehension).

3). Penerapan (application).

4). Penguraian (analysis).

5). Pemanduan (syntesis).

6). Penilaian (evaluatif).

57
Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 1990), 22-23.

63
Perubahan yang terjadi pada ranah kognitif ini tergantung pada

tingkat kedalaman belajar yang dialami oleh siswa. Dengan pengertian

bahwa perubahan yang terjadi pada ranah diharapkan seorang siswa

mampu melakukan pemecahan terhadap masalah-masalah yang

dihadapinya sesuai dengan bidang studi yang dihadapinya.

b. Ranah affektif.

Adapun jenis katagori dalam ranah ini adalah sebagai hasil dari

belajar yang mulai dari tingkat dasar sampai yang kompleks, yaitu :

1). Menerima rangsangan (receving).

2). Merespon rangsangan (responding).

3). Menilai sesuatu (valuing).

4). Mengorganisasi nilai (organization).

5). Menginternalisasikan (mewujudkan) nilai-nilai (characteazion by

value or value compleks).

Pada ranah afektif ini harapkan siswa mampu lebih peka terhadap

nilai dan etika yang berlaku, dalam bidang ilmunya perubahan yang terjadi

cukup mendasar, maka siswa tidak hanya menerimanya dan

memperhatikan saja, melainkan mampu melakukan satu sistem nilai yang

berlaku dalam bidang ilmunya.58

58
Muhibbin dkk, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: Citra Media Karya Anak Bangsa,
1996), 71-72.

64
Pada tipe belajar ini ditampak pada siswa pada berbagai tingkah

laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar,

menghargai dan teman di kelas dan kebiasaan di lingkungan yang baik.

c. Ranah psikomotorik.

Dalam ranah psikomotorik ini erat sekali dengan ketrampilan yang

bersifat konkret, walaupun demikian tidak terlepas dari kegiatan belajar

yang bersifat konkret, walaupun demikian tidak terlepas dari kegiatan

belajar yang bersifat mental (pengetahuan dan sikap). Dalam hal ini

belajar merupakan tingkah laku yang nyata dan dapat dialami.

Dari araian di atas dapat disimpulkan bahwa proses belajar

mengajar khususnya pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan sebuah

proses yang mengakibatkan beberapa perubahan yang relative menetap

dalam tingkah laku seseorang yang sesuai dengan tujuan pendidikan

Agama Islam (PAI). Baik yang meliputi aspek kognitif, affektif dan

psikomotorik, maupun aspek-aspek yang lain sehingga perubahan sifat

yang terjadi pada masing-masing aspek tersebut tergantung pada tingkat

kedalaman belajar.

3. Kriteria Prestasi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar siswa terhadap

proses belajar mengajar yang telah dilakukannya dan untuk mengetahui

keberhasilan guru dalam mengajar, maka digunakan kriteria penilaian sebagai

65
acuan tingkat keberhasilan sejalan dengan kurikulum yang telah ditentukan

saat ini sebagai berikut :

a. Istimewa.

Apabila seluruh pelajaran yang dapat dikuasai oleh siswa.

b. Baik sekali.

Apabila 80-90 % pelajaran yang diajarkan dapat dikuasi oleh siswa.

c. Baik.

Apabila 70-80 % pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa.

d. Cukup.

Apabila 60-70 % pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa.

e. Kurang.

Apabila 60 % ke bawah pelajaran dapat dikuasai oleh siswa.

Dengan melihat kriteria terdapat dalam format daya serap siswa dalam

pelajaran yang prosentase keberhasilan siswa, sebelum mencapai tujuan

instruksional khusus, dapat diketahui tingkat keberhasilan proses belajar

mengajar yang telah dicapai oleh siswa dan guru.59

4. Penilaian Proses Belajar Mengajar.

Menurut Nana Sudjana, bahwa penilaian proses belajar mengajar

memiliki kriteria, yaitu :

59
Moh. Uzer Usman, Lilis Setiawati, Upaya optimalisasi Belajar Mengajar, (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 1995), 1.

66
a. Konsistensi kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum.

Kurikulum adalah program belajar mengajar yang telah ditentukan

sebagai acuan apa yang seharusnya dilaksanakan. Keberhasilan proses

belajar mengajar dilihat sejauh mana acuan tersebut dilaksanakan secara

nyata dalam bentuk dan aspek-aspek :

1). Tujuan-tujuan pengajaran.

2). Bahan pengajaran yang diberikan.

3). Jenis kegiatan yang dilaksanakan.

4). Cara melaksanakan jenis kegiatan.

5). Peralatan yang digunakan untuk masing-masing kegiatan, dan.

6). Penilaian yang digunakan untuk setiap tujuan.

b. Keterlaksanaannya oleh guru.

Dalam hal ini adalah sejauh mana kegiatan program yang telah

dilaksanakan oleh guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang

berarti. Dengan apa yang direncanakan dapat diwujudkan sebagaimana

seharusnya, keterlaksanaan ini dapat dilihat dalam hal :

1). Mengkodisikan kegiatan belajar siswa.

2). Menyiapkan alat, sumber dan perlengkapan belajar.

3). Waktu yang disediakan untuk waktu belajar mengajar.

4). Memberikan bantuan dan bimbingan belajar kepada siswa.

5). Melaksanakan proses dan hasil belajar siswa.

67
6). Menggeneralisasikan hasil belajar saat itu dan tindak lanjut untuk

kegiatan belajar mengajar berikutnya.

c. Keterlaksanaannya oleh siswa.

Dalam hal ini dinilai sejauh mana siswa melakukan kegiatan

belajar mengajar dengan program yang telah ditentukan guru tanpa

mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti, keterlaksaan siswa dapat

dilihat dalam hal :

1). Memahami dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh guru.

2). Semua siswa turut melakukan kegiatan belajar.

3). Tugas-tugas belajar dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.

4). Manfaat semua sumber belajar yang disediakan guru.

5). Menguasai tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan guru.

d. Motivasi belajar siswa.

Keberhasilan dalam belajar mengajar dapat dilihat dalam motivasi

belajar yang ditunjukkan para siswa pada saat melaksanakan kegiatan

belajar mengajar, hal ini dapat dilihat dalam hal :

1). Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.

2). Semangat siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya.

3). Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya.

4). Reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru.

5). Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

68
e. Kearifan para siswa dalam kegiatan belajar.

Penilaian proses belajar mengajar terutama adalah melihat sejauh

mana keahtifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, keahtifan

siswa dapat dilihat dalam hal :

1). Turut dalam melaksanakan tugas belajarnya.

2). Terlibat dalam pemecahan masalah.

3). Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami

persoalan yang dihadapinya.

4). Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk

pemecahan masalah.

5). Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru.

6). Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya.

7). Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis.

8). Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah

diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang

dihadapinya.

f. Interaksi guru-siswa.

Interaksi guru dengan siswa berkenaan dengan komunikasi atau

hubungan timbale balik atau hubungan dua arah antara siswa dan guru dan

atau siswa dengan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, hal

ini dapat dilihat dalam hal :

69
1). Tanya jawab atau dialog antara guru dengan siswa atau antara siswa

dengan siswa.

2). Bantuan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik

secara individual maupun secara kelompok.

3). Dapatnya guru dan siswa tertentu dijadikan sumber belajar.

4). Senantiasa beradanya guru dalam situasi belajar mengajar sebagai

fasilitator belajar.

5). Tampilnya guru sebagai pemberi jalan ke luar manakala siswa

menghadapi jalan buntu dalam tugas belajarnya.

6). Adanya kesempatan mendapat umpan balik secara berkesinambungan

dari hasil belajar yang diperoleh siswa.

g. Kemampuan atau ketrampilan guru mengajar.

Ketrampilan atau kemampuan guru mengajar merupakan puncak

guru yang professional sebab merupakan penerapan semua kemampuan

yang telah diikutinya dalam hal bahan pengajaran, komunikasi dengan

siswa, metode mengajar dll, beberapa indikator dalam menilai

kemampuan ini antara lain adalah :

1). Menguasai bahan pengajaran yang disampaikan kepada siswa.

2). Terampil berkomunikasi dengan siswa.

3). Mengusai kelas sehingga dapat mengendalikan kegiatan siswa.

4). Terampil menggunakan berbagai alat dan sumber belajar.

5). Terampil menggunakan pertanyaan, baik lisan maupun tulisan.

70
h. Kualitas hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Salah satu keberhasilan proses belajar mengajar dilihat dari hasil

belajar yang dicapai oleh siswa. Dalam hal ini aspek yang dilihat antara

lain adalah :

1). Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah

menyelesaikan pengalaman belajarnya.

2). Kualitas dan kuantitas penguasaan tujuan intruksional oleh para siswa.

3). Jumlah siswa yang dapat mencapai tujuan intruksional minimal 75 dari

jumlah intruksional yang harus dicapai.

4). Hasil belajar tahan lama diingat dan dapat digunakan sebagai dasar

dalam mempelajari bahan berikutnya.60

5. Evaluasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI).

Evaluasi adalah suatu tindakan yang digunakan untuk menentukan

suatu nilai :

Jenis evaluasi ada 3 macam, yaitu :

1). Evaluasi harian yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan setiap hari pada

saat sebelum atau sesudah materi pelajaran disampaikan.

2). Ulangan yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan setiap selesai materi satu

atau dua bab yang disampaikan.

60
Nana Sudjana, Penilaian Hasil, ……, 60-62.

71
3). Ulangan akhir semester yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada setiap

akhir semester yang ditandai dengan pembagian raport.

Namun evaluasi atau penilaian yang dilakukan pada pelajaran

pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya 3 macam ini saja namun ada 3

tambahan, yaitu :

4). Evaluasi hafalan yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada materi-

materi hafalan.

5). Evaluasi praktek yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada materi PAI

yang harus dipraktekkan dalam suatu kegiatan.

6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar.

Prestasi belajar yang dicapai seorang siswa merupakan hasil interaksi

antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dalam diri (faktor internal)

maupun dari luar diri (faktor eksternal) dari siswa itu sendiri.

Sebagai ciri dilakukan ahtifitas belajar adalah adanya perubahan, baik

perubahan dalam pengetahuan, kecakapan atau tingkah laku yang menuju

tercapainya tujuan pendidikan Agama Islam yang dicita-citakan, karena

prestasi belajar merupakan keberhasilan seseorang dalam belajar. Maka

faktor-faktor yang mempengaruhi belajar akan berpengaruh juga terhadap

prestasi yang dicapai seseorang.

72
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa antara

lain :

a. Faktor-faktor dari dalam pelajar (internal).

1). Faktor jasmani.

Kondisi fisik merupakan faktor yang dapat mempengaruhi

siswa dalam proses belajar PAI, siswa yang dalam kondisi sehat

jamaninya akan berbeda dengan siswa yang tidak sehat jasmaninya,

karena belajar memerlukan kecakapan, keterampilan dan kemampuan

berpikir, selain itu ketidak sempurnaan panca indera juga dapat

mempengaruhi prestasi belajar siswa, misalnya : cacat mata, telinga

dan sebagainya. Karena kualitas panca indera merupakan syarat bagi

suatu proses pembelajaran adalah pendengaran dan penglihatan.

2). Faktor psikologis.

a). Bakat.

Bakat juga merupakan faktor internak yang banyak

mempengaruhi prestasi belajar siswa, setiap bakat inilah yang

dapat memungkinkan siswa berkembang sesuai dengan

keinginannya, setiap manusia memiliki bakat yang berbeda-beda,

untuk mengembangkan bakat yang dimiliki, seorang harus

mendapatkan bimbingan dan pengarahan yang efektif sebab kalau

tidak, maka bakat tersebut tidak dapat berkembang.

73
b). Kecerdasan.

Setiap individu yang lahir memiliki kecerdasan yang

berbeda-beda, kecerdasan dapat mempengaruhi cara berpikir dan

kemampuan beradaptasi dengan berbagai masalah yang dihadapi,

oleh karena itu siswa akan berhasil jika dalam dirinya ada

dorongan untuk belajar.

c). Minat.

Minat adalah suatu gejala psikis yang ada pada seseorang

yang direalisasikan dengan senang dan menunjukkan perhatian

dengan perasaan dan perhatian yang berpusat pada suatu obyek.

Sehingga seseorang tersebut mempunyai kecenderungan untuk

melakukannya dan belajar dapat berjalan dengan baik bila disertai

oleh minat.

d). Motivasi.

Motivasi adalah dorongan dari dalam yang menimbulkan

kekuatan individu untuk bertingkah laku guna memenuhi

kebutuhan seseorang (siswa) akan berhasil dalam belajar jika pada

dirinya terdapat dorongan atau keinginan untuk belajar.

b. Faktor-faktor dari luar pelajar (eksternal).

1). Keluarga.

Keluarga adalah Ayah, Ibu dan anak-anak serta famili yang

menjadi penghuni rumah, seemua kondisi yang ada di dalam keluarga

74
seperti tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya

penghasilan, cukup kurangnya perhatian orang tua keanak, akrab

tidaknya hubungan orang tua keanak atau antara Ayah dan Ibu dan lain

sebagainya. Yang semua itu dapat mempengaruhi pencapaian hasil

belajar anak, begitu juga dengan kondisi rumah serta kedaan cuaca.

2). Sekolah.

Keadaan sekolah seperti tempat belajar turut mempengaruhi

tingkat keberhasilan belajar seperti kualitas guru, metode pengajaran,

kesesuaian kurikulum, keadaan sarana dan prasarana dan sebagainya.

3). Masyarakat.

Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar jika

kondisi masyarakat tidak mendukung pendidikan maka prestasi belajar

akan menurun. Contohnya jika disekitar tempat tinggalnya terdiri dari

orang-orang yang mendukung pendidikan yang rata-rata anaknya

bersekolah dan baik moralnya, hal ini dapat memotivasi anak-anak

untuklebih giat belajar. Dan sebaliknya, apabila tinggal di lingkungan

banyak anak yang tidak baik moralnya jarang yang bersekolah serta

banyaknya pengangguran. Hal ini akan mengurangi semangat belajar

atau masyarakat yang tidak menunjang sehingga motivasi belajar

berkurang.

75
4). Lingkungan sekitar.

Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting dalam

mempengarui prestasi belajar, keadaan lingkungan, bangunan rumah,

suasana sekitar, keadaan lalu lintas, iklim dan sebagainya.

C. Pengaruh Strategi Quantum Quotient Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan

Agama Islam Di SMPN 3 Gilang Sidoarjo.

Pendekatan strategi Quantum Quotient sangat penting dalam

meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, strategi Quantum Quotient

merupakan salah satu cara dalam mencerdasan kegiatan intelektual, emosional

dan spiritual siswa serta mempunyai peranan penting yang cukup besar dalam

menentukan keberhasilan program pendidikan dan pangajaran.

Dengan menggunakan strategi Quantum Quotient pada proses belajar

mengajar, siswa diharapkan lebih mampu meningkatkan prestasi belajar

pendidikan Agama Islam. Teknil Quantum Quotient lebih meningkatkan

penggunaan belahan otak kanan sebagaimana diketahui bahwa belahan otak

kanan berkaitan erat dengan aktifitas-aktifitas kreatif yang menggunakan irama,

musik, warna, gambar serat emosi subyek.61Sehingga proses pembelajaran

menjadi sesuatu yang unik dan menyenangkan.

Mempelajari sistem Quantum Quotient bukan berarti menggantikan proses

pembelajaran itu sendiri, Quantum Quotient hanyalah sebagai pelengkap, proses


61
Colin Rose Malcolm S. Nicholl, Accelered Learning, (Bandung: Penerbit Nuansa, 2003, 54.

76
pembalajaran juga merupakan saran untuk mempermudah penguasaan

pembelajaran. Di dalam strategi Quantum Quotient terdapat teknik membaca

cepat, teknik berpikir kreatif dan teknik menghitung cepat.

Strategi Quantum Quotient ini dapat membantu siswa pada saat proses

belajar mengajar berlangsung. Karena strategi Quantum Quotient merupakan

sarana untuk mempermudah dalam penguasaan pelajaran. Dengan menggunakan

beberapa teknik Quantum Quotient yang ada serta sedikit usaha dapat

memperkuat menghafal cepat, membaca cepat pada materi pelajaran, sehingga

dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dapat lebih efektif dan efisien serta

lebih menarik perhatian siswa dengan begitu prestasi belajar siswa lebih

meningkat. Dengan kata lain dengan menggunakan strategi Quantum Quotient

dapat meningkatkan kecerdasan IQ, EQ, SQ sehingga siswa dapat menggunakan

pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang

ada dan nilai hasil belajar siswa dapat meningkat lebih baik.

Penggunaan strategi belajar Quantum Quotient dalam proses belajar

mengajar dapat membangkitakan dan minat baru bahkan membawa pengaruh

psikologis terhadap siswa, karena penggunaan strategi belajar ini sangat

membantu terhadap keefektifan proses pengajaran dan penyampaian isi pelajaran.

Untuk mengetahui apakah strategi belajar sebagai salah satu strategi

pembelajaran yang mampu mempengaruhi prestasi belajar, maka perlu diketahui

terlebih dahulu mengenai bagaimana sebenarnya proses balajar mengajar dapat

77
dihubungkan antara critera proses belajar mengajar dapat mempengaruhi proses

belajar dengan menggunakan strategi Quantum Quotient.

Namun demikian, peranan strategi belajar dalam proses belajar mengajar

tidak akan terlihat bila dalam penggunaan tidak sejalan dengan isi dan tujuan

pengajaran yang telah ditetapkan, karena itu tujuan pengajaran haruslah dijadikan

pangkal acuan untuk menggunakan strategi belajar. Apabila diabaikan maka,

maka strategi belajar bukan lagi sebagai alat bantu proses belajar mengajar,

melainkan sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan pendidikan secara

efektif dan efesien.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi Quantum Quotient

mempunyai arti penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata

pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI).

78
BAB III

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Obyek Penelitian.

1. Latar Belakang.

Berdasarkan wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI),

yaitu Bpk. H. Al-Hadi, S. Ag, adalah salah satu guru yang merintis berdirinya

SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo merupakan salah satu Institusi

pendidikan yang bermula pada keinginan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa

Timur pada tahun 1995-1996, yang ingin menambah jumlah sekolah baru di

wilayah Sidoarjo, wilayah itu salah satunya adalah kecamatan taman, hal ini

langsung dilimpahkan kepada kecamatan.

Kemudian orang kecamatan mencari lahan yang berada di wilayah

taman, akhirnya orang kecamatan menerima lahan yaitu tanah Fasum di

kletek, tanah Fasum adalah tanah bagian dari Perusahaan Gilang.

Setelah itu, tanah itu dibangun ± 1 tahun SMP Negeri Taman selesai,

dan SMP Negeri Taman mulai beroprasi pada tahun 1997-1998.

Pada awal tahun pelajaran dimulai di sini masih filial, maksudnya

belum ada guru atau Kepala Sekolah yang paten, namun para guru di sini

pinjam dari SMP Negeri 3 Taman.

65
79
Baru dalam perjalanan cawu 1 tahun pelajaran 1997-1998 mulai ada

Kepala Sekolah yang devinitif, artinya seorang yang sudah paten untuk

ditugaskan menjadi Kepala Sekolah di SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

Pada cawu II ada beberapa guru yang ditugaskan secara devinitif,

waktu itu SMP Negeri 3 Taman baru menerima 3 kelas, dan selanjutnya pada

tahun ke 2 mulai banyak guru yang mutasi dari sekolah lain.

Inilah nama-nama Kepala Sekolah yang pernah menjabat sebagai

Kepala Sekolah di SMP Negeri 3 Taman, antara lain sebagai berikut :

a. Sri Utami, mulai bulan September 1997 - Maret 2002.

b. H. Soewadji Antono, Maret 2002 - Maret 2004.

c. H. Bacher Ramsyah, S. Pd, Maret 2004 - Februari 2006.

d. Drs. H. Achmad Sururi, Februari 2001 - Desember 2007.

e. Hj. Retno Untari Hadi. P, S. Pd, Desember 2007 - Sekarang.62

2. Visi, Misi Dan Tujuan SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

a. Visi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

“Beriman dan bertaqwa, berilmu untuk berprestasi dan berbudi

pekerti luhur”. Indikator visi :

1). Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif.

2). Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

62
Pak Hadi, Guru PAI, Wawancara pribadi, Sidoarjo, Tanggal 27 Februari 2008, Siang,
13.30 Wib.

80
3). Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif.

4). Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan

kesanggupan kerja yang tinggi.

5). Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan

mutakhir.

6). Terwujudnya pengembangan penilaian.

7). Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai.

8). Terwujudnya manajemen-manajemen sekolah yang tangguh.

b. Misi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

1). Menyelenggarakan berbagai kegiatan secara efektif untuk

mewujudkan peningkatan dan pengembangan isi (Kurikulum).

2). Melaksanakan berbagai kegiatan Akademik dan non Akademik untuk

memecahkan dinamika dan kualitas proses pembelajaran, pelatihan

dan bimbingan.

3). Melakukan berbagai kegiatan pencapaian ketuntasan kompetensi

kelulusan baik pengetahuan ketrampilan, sikap dan prilaku.

4). Pengupayaan berbagai kegiatan untuk menunjang dalam peningkatan

profesionalisme guru, karyawan dan tenaga pendidikan lainnya.

5). Mengoptimalkan berbagai kegiatan upaya pengadaan, pemanfaatan,

dan pemeliharaan fasilitas pendidikan.

6). Memaksimalkan pelaksanaan penilaian secara menyeluruh dan

berkesinambungan untuk nendapatkan hasil yang sebenarnya.

81
7). Meningkatkan dan mengembangkan pembiayaan untuk mendukung

pelaksanaan pendidikan atau sekolah secara menyeluruh.

8). Memantapkan pelaksanaan manajamen berbasis sekolah (MBS)

melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan.

c. Tujuan sekolah.

Dalam rangka 5 (lima) tahun pembinaan, yang dihararpkan :

Tujuan 1 : Meningkatkan/mengembangkan kurikulum :

1). Mengembangkan silabus untuk semua mata pelajaran pada semua

tingkat (kelas).

2). Mengembangkan rencana pembelajaran untuk semua mata pelajaran

pada semua tingkat.

3). Mengembangkan sekolah mencakup standar isi.

Tujuan 2 : Meningkatkan/mengembangkan proses :

1). Meningkatkan bahan dan sumber pembelajaran.

2). Mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan ctl.

3). Mengembangkan pembinaan dan pelatihan bidang Akademik dan non

Akademik.

4). Mengembangkan pemantapan materi Ujian Nasional.

5). Mengembangkan kegiatan dalam rangka pencapaian standar proses

pembelajaran.

82
Tujuan 3 : Meningkatkan/mengembangkan kualitas lulusan :

1). Memiliki tim (siswa) Akademis yang mantap.

2). Memiliki tim (siswa) olah raga yang kuat.

3). Memiliki tim (siswa) seni yang berprestasi.

4). Memiliki tim (siswa) pramuka yang handal.

5). Memiliki tim (siswa) PMR yang tangguh.

6). Memiliki tim (siswa) Jurnalistik yang unggul.

7). Memiliki tim (siswa) lainnya yang menyakinkan output dan out line

yang membanggakan lulusan yang standar kompetensi yang mantap.

Tujuan 4 : Meningkatkan/mengembangkan tugas pendidikan :

1). Mengadakan pelatihan bahasa Inggris bagi semua guru dan karyawan.

2). Mengadakan pelatihan komputer dan multi media semua guru dan

karyawan.

3). Mengadakan workshop, Seminar dan lokakarya pendidikan.

4). Mengadakan studi banding ke SMP koalisi dan Lembaga terkait.

5). Mendukung guru dan karyawan melanjutkan studi.

6). Mendukung guru dan karyawan mengikuti Penataran, Diklat,

Workshop kedinasan.

7). Memiliki standar guru dan karyawan yang mengaju pada SMP.

83
Tujuan 5 : Meningkatkan/mengembangkan, sarana dan prasarana :

1). Mencapai pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan fasilitas sekolah

memenuhi SDM

2). Mencapai standar pengelolahan fasilitas pendidikan secara mantap.

Tujuan 6 : Meningkatkan/mengembangkan penilaian :

1). Mengembangkan pedoman penilaian

2). Mengembangkan perangkat soal ulangan harian, ulangan blok dan

ujian Nasional

3). Mengembangkan Instrumen perbaikan (remidi) dan pengayaan.

4). Mengembangkan lomba-lomba, uji coba sebagai upoaya peningkatan

standar nilai.

5). Mengembangkan berbagai kegiatan untuk mencapai standar penilaian

secara mantap.

Tujuan 7 : Meningkatkan/mengembangkan pembiayaan pendidikan :

1). Mengadakan penggalangan dana dari berbagai sumber.

2). Mengadakan penciptaan usaha-usaha yang produktif.

3). Mengadakan optimisme pendaya gunaan potensi fasilitas sekolah.

4). Mengadakan jaringan kerja dengan stake-holder yang peduli terhadap

pendidikan.

5). Mengadakan peningkatan standar pembiayaan yang mantap.

84
Tujuan 8 : Meningkatkan/mengembangkan manajemen dan kelembagaan.

1). Sekolah memiliki adminitrasi yang baik.

2). Sekolah melaksanakan MBS secara mantab.

3). Sekolah melaksanakan monitoring dan evaluasi secara periodik.

4). Sekolah memiliki job discroption yang jelas.

5). Sekolah memiliki aturan tentang rekrutmen jabatan-jabatan di sekolah.

6). Sekolah memiliki ketentuan-ketentuan reward dan punishment

terhadap guru, karyawan dan siswa.

7). Sekolah memiliki komite sekolah yang mantap dan handal.

8). Sekolah memiliki tim Litbag yang mantap dan handal.

9). Sekolah telah mampu meningkatkan mutu kelembagaan dan

manajemen secara mantap.

B. Kondisi Umum Obyek Penelitian.

1. Keadaan Guru Dan Karyawan.

a. Keadaan guru.

Guru merupakan penentu terhadap keberhasilan suatu kegiatan

belajar mengajar, harus menjadi perhatian bagi sebuah Institusi

pendidikan, guru akan menunaikan tugasnya dengan baik atau dapat

bertindak sebagai tenaga pengajar yang efektif, jika padanya terdapat

berbagai kompetensi keguruan dan melaksanakan fungsinya sebagai guru.

85
Untuk mengetahui keadaan guru di SMP Negeri 3 Taman, dapat

dilihat tabel :

Tabel 1

Rekapitulasi Data Guru SMP 3 Taman Sidoarjo


Tahun Pelajaran 2007-2008

No Nama Bidang Study Pendidikan Jabatan


1 Drs. Didik Suwito Kwarganegaraan S-1 Pembina
2 Drs. M. Suwito P. Ag. Islam S-1 Pembina
3 Drs. Abdul Wahib B. Indonesia S-1 Pembina
4 M. Yahya, S. Pd Matematika S-1 Pembina
5 Muhajir, S. Pd B. Indonesia S-1 Pembina
6 M. Ishak Matematika S-1 Pembina
7 Drs. H. Anshori IPS S-1 Pembina
8 Sri Mulyani, S. Pd B. Indonesia S-1 Pembina
9 Nanang Santoso, S. Pd B. Inggris S-1 Pembina
10 Ing’anah, S. Pd Kwarganegaraan S-1 Guru dewasa
TK 1
11 Nuruddin, S. Pd IPS S-1 Guru dewasa
TK 1
12 Drs. Endik Prasetya I, M. Pd TIK S-2 Guru dewasa
TK 1
13 Drs. Kustiyono BP/BK S-1 Guru dewasa
TK 1
14 Drs. Agus Purnomo IPA S-1 Guru dewasa
TK 1
15 Heni Suryaningsih, S. Pd Bhs. Daerah S-1 Guru dewasa
TK 1
16 Drs. M. Su’di IPA S-1 Guru dewasa
17 Hj. Bekti Susilaningsih, S. Pd Seni Budaya S-1 Guru dewasa
18 Yuyun Chotidjah, M. Pd B. Daerah, TIK S-2 Guru dewasa
19 H. Al-Hadi, S. Ag. P. Ag. Islam S-1 Guru dewasa
20 Drs. Hendra Marhendinata Penjas Orkes S-1 Guru dewasa
21 Aris Sriawan, M. Pd B. Inggris S-2 Guru dewasa
22 Bambang Ardianto, S. Pd IPA S-1 Guru dewasa
23 Triana Nahrin M, S. Pd IPA S-1 Guru dewasa
24 Dra. Sri Rumanti B. Indonesia S-1 Guru dewasa
25 Tri Astuti, S. Pd B. Indonesia S-1 Guru dewasa
26 Warsinah, S. Pd Metamatika S-1 Guru dewasa
27 Dra. Sri Widjajanti Kewarganegaraan, S-1 Guru dewasa
IPS BP/BK
28 Dra. Nanik Rosidah Seni Budaya S-1 Guru dewasa

86
29 Hj. Juahiriyah, S. Pd IPA S-1 Guru dewasa
30 Toli Kinaryadi, S. pd Matematika S-1 Guru dewasa
31 Dra. Maria Magdalena IPS S-1 Guru madya
S-1 TK 1
32 Achmad Zaienuri, S. Pd Keterampilan S-1 Guru madya
33 Suliyem, S. Th P. Ag. Kristen S-1 -
34 Drs. Rahmat Hidayat Pend. Jamani S-1 -
35 Dib Budi Raharjo, S. Pd B. Inggris S-1 -
36 Luluk Chumaidah, S. Pd B. Inggris, BP/BK S-1 -
37 Sukianah, S. Pd IPS/BP/BK S-1 -
38 Imamul Baihaqi, Amd. Kom TIK S-1 -
39 Siska Dian Herlina, S. Pd BP/BK -

b. Keadaan karyawan.

Karyawan dalam lingkungan Sekolah dapat dikelompokkan sesuai

dengan tugas dan jenisnya terdiri dari :

1). Tata usaha.

Tata Usaha bertugas mempersiapkan program kerja Ketatausahaan

sekolah meliputi :

a). Penyiapan program kerja ketatausahaan sekolah.

b). Kepegawaian.

c). Prasarana sekolah.

d). Keuangan.

2). Pesuruh sekolah.

a). Menyiapkan sekolah dalam keadaan bersih, indah dan siap pakai

sebelum sekolah dimulai sehingga dapat menimbulkan gairah

belajar.

87
b). Seusai sekolah pesuruh berkewajiban membenahi sekolah dalam

keadaan aman dan bersih.

c). Membantu kelancaran administrasi Sekolah, yaitu, mengantar

surat-surat Dinas ke Instansi-Instansi yang relavan atau Kantor

Pos baik Pemerintah maupun Swasta.

d). Membantu Kepala Sekolah maupun guru dalam pelaksanaan 6 K.

3). Penjaga malam.

Adapun tugas-tugasnya sebagai berikut :

a). Menjaga kelestarian dan pengamanan lingkungan Sekolah.

b). Bertanggung jawab atas pengawasan pendayagunaan listrik dan

air.

2. Keadaan Siswa.

a. Keadaan siswa TP 2007-2008.

Tabel 2.

Keadaan Siswa Tahun Pelajaran 2007-2008

No Kelas Jumlah Siswa


L P Jumlah
1. 7A 16 24 40
2. 7B 20 20 40
3. 7C 21 19 40
4. 7D 22 18 40
5. 7E 22 18 40
Jumlah 101 99 200
6. 8A 10 30 40
7. 8B 17 23 40

88
8. 8C 18 22 40
9. 8D 24 14 38
10. 8E 20 18 38
11. 8F 24 14 34
Jumlah 111 120 230
12. 9A 20 17 37
13. 9B 18 20 38
14. 9C 18 20 38
15. 9D 14 25 39
15. 9E 15 22 36
Jumlah 85 104 188
Jumlah Kls 7, 8,9 297 324 618

b. Perkembangan jumlah siswa 5 tahun terakhir.

Keadaan Siswa 5 Tahun Terakhir

No Kelas Jumlah Siswa


2003-2004 2004-2005 2005-2006 2006-2007 2007-2008
1. 7 153 200 130 180 200
2. 8 203 168 210 200 230
3. 9 132 170 180 172 188
Jumlah 488 438 520 552 618

3. Struktur Organisasi.

Untuk lebih meningkatkan mutu dari kegiatan pembelajaran yang ada

di SMP Negeri 3 Taman, penempatan para guru yang profesional dibidang

masing-masing dan supaya kegiatan belajar mengajar efektif dan efisien,

maka dibuatlah suatu struktur organisassi sebagai berikut :

89
Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo
Tahun Ajaran 2007-2008.

Bupati Sidoarjo

Dinas P & KProp Jatim


Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo

Dewan Pendidikan Kepala Sekolah


Hj. Retno Untari Hadi P, S. Pd.
Nip. 131 560 119

Komite Sekolah Wakil Kepala Sekolah


Aris Setiawan, M.Pd
Nip. 132 203 218

Koord Tata Usaha


Siti Fadilah, S. Pd.
Nip. 132 167 249

Kaur Kurikulum Kaur Kesiswaan Kaur Sapras Kaur Humas


Drs. M. Su’di M. Yahya, S. Pd. H. Al-Hadi, S.Ag. Drs. M. Suwito
Nip. 132 177 115 Nip. 131 695 256 Nip. 132 200 074 Nip. 131 959 709

Sub Unit Pelayanan Teknis Sub Unit Pelayanan Teknis


1. Lap IPA : Bambang Ardianto, S. Pd. 1. Kop. Siswa : Heni Suryaningsih, S. Pd.
2. Lab Bahasa : Nanang Santoso, S. Pd. 2. UKS : Triana Nahrin M, S. Pd.
3. Lab Komputer : Yuyun Chotidjah, M. Pd. 3. Ekstrakurikuler : Pembina Ekstrat.
4. Lab Ketrampilan/Kesenian : Tri Astuti, S. Pd.
5. Perpustakaan : Warsinah, S. Pd.

Wali Kelas Guru Mapel BP/BK

Keterangan : Siswa
→ : Garis Komando.
.... : Garis Koordinasi.

90
4. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

Adapun keadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang dan

pelaksana kegiatan belajar di SMP Negeri Taman Sidoarjo, dapat dilihat

sebagai berikut :

Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo

No Jenis Sarana Ukuran Luas Jumlah Kondisi


Baik Cukup
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Ruang Kepala Sekolah 3x7 1 √ -
2. Ruang guru 7x3 1 √ -
3. Ruang kelas 7x5 16 √ -
4. Ruang Perpustakaan 7x3 1 √ -
5. Ruang Lab. Komputer 7x3 1 √ -
6. Ruang Lab. IPA 3x8 1 √ -
7. Ruang Bahasa 3x8 1 √ -
8. Ruang kesenian/keterampilan 3x8 1 √ -
9. Ruang Administrasi/TU 3x8 1 √ -
10. Ruang Kopersi siswa 3x3 1 √ -
11. Ruang Osis 3x3 1 √ -
12. Ruang Bp 3x4 1 √ -
13. Ruang UKS0 3x3 1 √ -
14. Kamar mandi guru 2x2,5 3 √ -
15. Kamar mandi siswa 2x2,5 12 √ -
16. Gudang 3x3 1 √ -
Sumber data dokumentasi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

Secara umum bisa dikatakan bahwa sarana dan prasaran di SMP

Negeri 3 Taman Sidoarjo sudah cukup memadai terutama sarana dan

prasarana untuk pembelajaran.

91
5. Penerapan Strategi Belajar Quantum Quotient di SMPN 3 Taman

Sidoarjo.

Bardasarkan wawancara dengan Bapak H. Al- Hadi, M. Ag. Selaku

guru DAI untuk kelas 8 A, B, C di SMPN 3 Taman Sidoarjo, bahwasanya

setiap materi hafalan pada mata pelajaran pendidikan agama Islam selalu

menggunakan teknik-teknik yang ada pada strategi Quantum Quontient,

karena dalam proses belajar mengajar dengan menggunkan strategi Quantum

Quontient dapat meningkatkan prestasi belajar yang ada yaitu nilai-nilai yang

ada pada materi hafalan cukup memuaskan serta menjadikan siswa lebih

akhtif dalam proses pembelajaran dan dapat memaksimalkan waktu belajar

dengan baik.

Namun tidak semua pelajaran PAI serta yang ada menggunakan stategi

Quantum Quotient, hanya beberapa materi yang dapat dihafalkan serta dirasa

cocok jika menggunakan strategi Quantum Quotient. Beliau berkali-kali

mengulang hafalan pada setiap pelajaran pendidikan agama Islam

berlangsung. Hal itu diharapkan agar siswa menghafal dengan baik dan dapat

dengan mudah memanggil ingatan.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang penggunaan strategi Quantum

Quotient di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Maka penulis menjelaskan langkah-

langkah penggunaan strategi Quantum Quontient di SMPN 3 Negeri.

Dalam pembelajaran PAI tepatnya pada materi Al- Qur’an, akhlak dan

fiqih yang paling cocok dan efektif menggunakan teknik menghafal cepat,

92
yang meliputi (sistem cantol, menyanyi, gerakan dan kosonan kreatif) teknik

berpikir kreatif, teknik membaca cepat dan teknik menghitung cepat.

a. Teknik Menghafal Cepat

Teknik menghafal cepat disini dapat diperoleh dengan

beberapa cara diantaranya: sistem cantolan, menyanyi atau kata

penanda, gerakan dan kosonan kreatif.

1) Untuk sistem cantolan

a. Kita membuat cantolan

b. Mengasosiasikan dengan materi yang dihafal.

c. Mengimajinasikan secara kreatif.

d. Mengulanginya bila di perlukan

Dalam sistem cantolan ini lebih tepat digunakan pada pelajaran

Aqidah Akhlak, karena dalam pelajaran Aqidah Akhlak terdapat

materi tentang Nabi-Nabi Ulul ’Azmi yang ada lima, yang disingkat

dengan Nimin, yaitu:

N Nuh

I Isa

M Musa

I Ibrahim

M Muhammad

Pada saat proses belajar mengajar dimulai, disini seorang-

orang guru harus kreatif apabila dirasa para peserta didik kesulitan

93
untuk menghafal upat pada pelajaran Akhida akhlak pada materi ulum

’azmi biasanya di SMPN 3 Taman menggunakan sistem cantol untuk

memudahkan para peserta didik mengikuti mata pelajaran tersut

dengan menyenangkan.

2) Menyanyi

Pada teknik menyanyi disini, kembali kepada seorang

guru yang untuk selalu bersifat kreatif. Seorang guru harus

mengerti materi apa yang tepat dijadikan lagu atau irama agar

para siswa muda untuk muda untuk menyerap pelajaran yang

telah disampikan, biasanya teknik menyanyi ini digunakan di

SMPN 3 Taman untuk pelajaran aqidah dimateri sifat wajib

bagi Allah dan nama-nama Malaikat yang kesemuanya itu

lebih cepat menghafal jika dilagukan.

3) Gerakan

Menghafal sambil melakukan gerakan sangat

membantu mengahtifkan memori, otak kita memiliki satu pusat

kecerdasan yang disebut bodily - kinestethyc intelligence -

kecerdasan gerak.63

Gerakan dapat membuat otot-otot lebih rileks, santai

dan juga membangkitkan semangat, mengusir kemalasan dan

kejenuhan.
63
IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 64.

94
Teknik gerakan ini sangat membantu untuk menghafal

suatu ungkapan yang harus sama persis, tepat tanpa ada

kesalahan kata demi kata, umumnya sangat bermanfaat untuk

menghafal ungkapan-ungkapan dalam bahasa asing, misalnya :

mengajarkan anak ketika mengerjakan sholat.

b. Teknik berpikir kreatif.

Dalam berpikir kreatif harus memenuhi tiga syarat diantaranya :

- Kreatifitas melibatkan respon atau gagasan yang baru.

- Memecahkan persoalan secara realistic.

- Kreatifitas merupakan usaha untuk mempertahankan in-sight yang

orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.64

Ketika berpikir kreatif, jenis berpikir evaluatif adalah sangat

membantu dalam kreativitas karena menyebabkan kita menilai

gagasan-gagasan secara kritis.

c. Teknik membaca cepat.

Membaca memiliki beranega ragam arti, antara lain adalah :

menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti,

mengetahui ciri-ciri sesuatu dan sebagainya.65

64
IR. Agus Nggermanto, Quantum, …..…, 73.
65
Ibid, 77.

95
Menurut Quarish Shihab dalam Tafsirnya (Pustaka Hidayah

1997), membaca itu mencakup telaah alam raya, masyarakat dan diri

sendiri, serta bacaan tertulis, baik suci maupun tidak.66

Sedangkan menurut Tony Buzan membaca adalah hubungan

timbal balik individu secara total dengan informasi simbolik.

Membaca biasanya merupakan aspek visual belajar, dan berisi tujuh

langkah berikut : pengenalan, asimilasi, intra-integrasi, ekstra-

integrasi, penyimpanan, mengingat dan komunikasi.67

Salah satu cara mempercepat membaca dengan pertama

melompat belakang dan regresi dapat dihilangkan, dengan hanya

mempertimbangkan kata-kata yang perlu, kata-kata yang perlu

dipertimbangkan kira-kira 10 persen, sisanya dapat diperkirakan

dengan cerdas, kedua, waktu untuk setiap fiksasi dapat mendekati

yang detik, ketiga, ukuran fiksasi dapat diperluas.

d. Teknik berhitung cepat.

Dalam teknik berhitung cepat terdapat beberapa cara

diantaranya Alkhawarizmi, Trachtenberg, Onde-onde melenium,

sempoa dan sapu tangan yang semuanya ini adalah cara menghitung

cepat yang sangat membantu dalam berhitung cepat.

66
Quraish Shihab, Tafsir al-Qur'an al-Karim, (Pustaka Hidayah, 1997), 87.
67
IR. Agus Nggermanto, Quantum,………, 78.

96
BAB IV

ANALISA DATA

A. Penyajian Data Dan Analisa Data.

Fakta telah penulis kumpulkan di lapangan. Untuk selanjutnya akan

disajikan sebagai data dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data tersebut,

penulis menggunakan beberapa metode yaitu, metode observasi, interview, angket

dan dokumentasi.

Siswa yang menjadi objek penelitian dalam hal ini adalah siswa-siswi

kelas 8. Untuk mengetahui bagaimana strategi Quantum Quotient di dalam kelas,

dan bagaimana prestasi belajar PAI siswa, maka observasi dilaksanakan di dalam

kelas ketika sedang berlangsung pembelajaran dan juga di luar jam pelajaran.

Berikut ini akan dijabarkan analisa data dari hasil penelitian :

6. Penyajian Data dan Analisa Data Hasil Observasi.

Salah satu metode yang telah digunakan dalam penggalian data

observasi, dengan mengadakan pengamatan lansung kepada guru PAI dan

siswa, baik ketika pembelajaran berlangsung atau di luar jam pelajaran.

Data yang diperoleh melalui observasi langsung di lapangan guru

menggunakan beberapa metode dalam proses belajar mengajar.

83
97
a. Metode Ceramah.

Hampir semua materi PAI disampaikan dengan ceramah, hal ini

bukan bearti secara keseluruhan pembelajaran dengan ceramah, kemudian

dilanjutkan dengan dialog dengan tujuan mengaktifkan dan melibatkan

siswa dalam pembelajaran dan jika ada materi yang perlu dipraktekkan

gurupun menggunakan metode praktek.

b. Metode Tanya Jawab.

Metode ini digunakan guru Agama Islam (PAI) baik sebelum

pelajaran dimulai, pada saat pelajaran berlangsung maupun dipenghujung

pelajaran. Metode tanya jawab digunakan diawal pelajaran bertujuan

untuk mengetahui kapasitas pengetahuan siswa terhadap pelajaran yang

lalu maupun yang akan diajarkan, pada saat pembelajaran berlangsung,

bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan, kefakuman suasana kelas dan

sebagai cara untuk membina keakraban antara guru dan siswa. Sedangkan

dipenghujung pelajaran bertujuan untuk mengetahui materi mana yang

belum dipahami dan sejauh mana pemahaman dan pengetahuan siswa

dalam mengikuti pelajaran.

c. Metode Diskusi.

Metode ini diberikan untuk mengahtifkan siswa untuk berfikir

aktif dan memecahkan masalah sehingga dapat menambah wawasan lebih

luas dan mampu menghargai pendapat orang lain.

98
d. Metode Tugas.

Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu

banyak sementara waktu sedikit, artinya bahan yang tersedia dengan

waktu yang kurang seimbang, sehingga akan bahan pelajaran sesuai

dengan yang ditentukan. Metode inilah yang biasa guru gunakan dan

metode tugas ini digunakan untuk materi yang kurang esensial. Metode ini

tidak hanya untuk tugas individual saja akan tetapi juga di luar jam

pelajaran/PR secara kelompok.

Dalam hasil pengamatan atau observasi tentang strategi Quantum

Quotient menunjukkan bahwa kreatifitas siswa dalam belajar mereka

sangat aktif dalam diskusi dan bekerjasama dengan sesama siswa, pada

jam istirahat sering mereka lanjutkan untuk berdiskusi bersama tentang

pelajaran-pelajaran yang mereka anggap cukup sulit. Mengingat

banyaknya materi yang mesti mereka selesaikan ataupun mereka tempuh

dengan waktu yang lebih singkat.

Dalam pelaksanaan kreativitas siswa di SMP Negeri Taman

Sidoarjo, guru adalah yang mempunyai peran penting dalam mengelola

pembelajaran di kelas dan bagaimana agar pembelajaran bisa berangsung

dengan nyaman dan kondusif serta target yang diharapkan, sehingga

secara langsung atau tidak akan sangat mempengaruhi kreativitas siswa.

99
7. Penyajian Data dan Analisa Data Hasil Interview .

Beberapa pihak yang telah dihubungi sebagai sumber data adalah guru

Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam pembelajaran Agama beliau juga

mengajak para siswa keluar kelas, misalnya untuk praktek sholat siswa diajak

ke Musholla, praktek wudhu siswa diajak ke tempat wudhu atau kamar mandi,

tujuan beliau untuk mengajak keluar kelas adalah agar siswa bisa langsung

mempraktekkan materi Agama yang mereka pelajari, selain itu agar siswa

merasa seanang belajar di luar kelas dan tidak bosan karena harus belajar di

kelas.

Dalam proses pembelajaran Agama beliau memberikan kesempatan

kepada siswa untuk bertanya atau mengeluarkan pendapat agar mereka berani

mengungkapkan gagasan/pendapatnya kepada orang lain dan melatih mental

mereka untuk berani mengeluarkan pendapat.

Menurut beliau strategi Quantum Quotient sangat membantu dalam

proses pembelajaran untuk mempermudah menyampaikan materi. Strategi

Quantum Quotient sangat berpengaruh pada kecerdasan manusia yang mampu

mengoptimalkan seluruh potensi diri secara seimbang, sinergi dan

komprehensif yang meliput kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

Setelah Quantum Quotient diterapkan prestasi siswa meningkat. Di

sini bisa dilihat dari keahtifan mereka, mereka lebih kretif, pemahaman siswa,

minat siswa untuk belajar dan motivasi siswa untuk belajar.

100
Ada beberapa perbedaan prestasi belajar siswa sebelum Quantum

Quotient diterapkan dan sesudahnya, ini dilihat dari keaktifan yang dulu

mereka hanya mendengarkan penjelasan guru dan tidak berani mengeluarkan

pendapat kini mereka berani bertanya dan mengeluarkan pendapatnya,

motivasi belajar siswa kini lebih meningkat, siswa juga labih kreatif.

Di dalam pembelajaran Agama beliau juga sering memberikan umpan

balik kepada siswa lebih meningkatkan hasil belajarnya dan termotivasi untuk

belajar lagi. Dalam pembelajaran PAI guru menggunakan beberapa sumber

belajar diantaranya ini digunakan sesuai dengan materi yang diajarkan.

8. Penyajian Data Dan Analisa Data Angket.

Dalam sub bahasan ini penulis sajikan angket yang telah penulis

sebarkan pada responden yaitu tentang pangarug strategi Quantum Quotient

dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri Taman Sidoarjo.

Untuk mendapatkan hasil jawaban angket, langkah yang telah

ditempuh adalah menyebar angket kepada responden sebanyak 95 siswa,

setelah angket disebarkan dan dijawab oleh responden, maka pada tahap

berkutnya adalah penarikan angket dan diadakan penilaian dari masing-

masing alternative dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Untuk jawaban “a” disekor 3

b. Untuk jawaban “b” disekor 2

c. Untuk jawaban “c” disekor 1

101
Tabel V

Daftar Nama-Nama Responden

No Nama Responden Jenis kelamin Kelas


(1) (2) (3) (4)
1. Agustiya Puspita Sari P 8A
2. Ainur Rochman L 8A
3. Angga Wahyu Aditya L 8A
4. Anis Hermawati P 8A
5. Ayu Aprilliyanti P 8A
6. Ayu Listiyo Rini P 8A
7. Deny Oktavianto L 8A
8. Dene Wirawan L 8A
9. Diah Intan Agustriyani P 8A
10. Dwi Putri Wahyu Retno Sari P 8A
11. Efnu Nur Huda L 8A
12. Eka Puspita Sari P 8A
13. Etwin Nugroho Rahman L 8A
14. Gloria Patri Lendyta P 8A
15. Farida Nila Afgasi P 8A
16. Hana Nafilah P 8A
17. Hesti Rovania P 8A
18. Iffa Fitri Shofiati P 8A
19. Ig Agung Intan Kusumasari P 8A
20. Indah Tri Kumalasari P 8A
21. Juandi Istiawan L 8A
22. Kurniawati P 8A
23. Martha Fitrya P 8A
24. Megawati Hari Putri P 8A
25. Nugraha Syam Alam L 8A
26. Nurul Izzah P 8A
27. Onny Ayu Nidyasari P 8A
28. Phyton Ardi Atmajaya L 8A
29. Rizal Prasetyo L 8A
30. Rully Haryani P 8A
31. Shebti Dwi Hartini P 8A
32. Sholihatuddiniyah P 8A
33. Siti Nurjannah P 8A
34. Sri Rahayu P 8A
35. Tri Wahyu Agustina P 8A

102
36. Zulia Indah Mufidah P 8A
37. Alfi Fuadi L 8B
38. Amri Rosidi L 8B
39. Aris Adiatma L 8B
40. Cyntia Tri Handayani L 8B
41. Deni Firmansyah P 8B
42. Desy Wahyu Yolanda Sari L 8B
43. Doni Darmawan Sunardi P 8B
44. Fani Dwi Safitri L 8B
45. Fatimatun Khilmi P 8B
46. Fitri Normei Andriani P 8B
47. Galang Dian Harlambang L 8B
48. Indi Ayu Choirul Sektiati P 8B
49. Irzat Muttakin L 8B
50. Isnina Aryani Hasanah P 8B
51. Kemas Angga Putra. P L 8B
52. Lola Anggarda Meyrill P 8B
53. Lusi Diana Eka Wati P 8B
54. Masdinia Septiana P 8B
55. Masitho Arini P 8B
56. Mei Wulandari P 8B
57. Moch. Choirul Umam L 8B
58. Muhammad Guntur faizal Dwi L 8B
59. Nicha Oktaviana Firyanda P 8B
60. Nur Diah Puji Astutik P 8B
61. Nur Fitri Yani P 8B
62. Oki Maulana Aji Wigara L 8B
63. Rama Duana Prito Nugroho L 8B
64. Ratna Afiratul Mufarida P 8B
65. Ricky Fatkhur Rozy L 8B
66. Ringgit Irawan L 8B
67. Rohmanur Izzani P 8B
68. Sekar Harum Nur Asih P 8B
69. Setevany Sugianto L 8B
70. Siti Komariyah P 8B
71. Siti Lusiana P 8B
72. Tri Ayu Wundari P 8B
73. Yunita Lies Stiyowati P 8B
74. Zaenal Arifin L 8B
75. Alfian Nasrullah L 8C
76. Arum Wahyu Nita P 8C

103
77. Bagus Diovani L 8C
78. Dewi Kusumawardani P 8C
79. Dian Fibri Triana P 8C
80. Erika Ardilla P 8C
81. Feri Pratama Yuliono L 8C
82. Fira Aryanti P 8C
83. Fredy Bayu Sanjaya L 8C
84. Gadis Dwi Cahyani P 8C
85. Haris Mahmudi L 8C
86. Intaha Anggraini P 8C
87. Irfan Febrianto L 8C
88. Ismatul Kholifah P 8C
89. Kelvin Nurniawan L 8C
90 Laela Fauziah P 8C

Respon angket adalah seluruh siswa/siswi kelas 8 di SMP Negeri

Taman Sidoarjo yang berjumlah 90 siswa.

Kemudian hasil jawaban angket dianalisa dengan dua langkah, analisa

prosentase dan analisa statistik (product moment).

a. Analisa prosentase.

Berikut ini kami sajikan rekapitulasi data angket strategi Quantum

Quotient.

No Item Pertanyaan
Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
1. 1 3 3 2 2 2 3 2 3 2 24
2. 3 3 1 3 3 1 3 2 3 3 25
3. 1 3 3 3 2 3 3 2 1 3 26
4. 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 26
5. 1 3 3 3 2 3 1 3 3 2 26
6. 2 3 1 3 2 3 3 3 3 3 26
7. 1 3 3 3 3 2 3 3 2 1 26
8. 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 27
9. 3 3 3 2 1 2 1 3 3 2 24

104
10. 1 3 3 2 1 2 1 3 3 2 23
11. 3 3 1 3 2 3 3 3 2 1 24
12. 1 2 3 1 1 3 2 3 3 3 24
13. 1 2 3 3 3 3 3 1 3 3 25
14. 3 3 2 3 3 3 1 3 3 1 25
15. 3 3 2 1 1 3 3 3 3 3 25
16. 1 2 3 3 3 3 3 1 3 3 25
17. 3 2 3 1 1 3 3 2 3 3 24
18. 1 3 3 1 2 3 3 2 3 1 24
19. 1 3 2 2 3 3 3 1 2 3 25
20. 3 3 3 2 2 3 3 2 1 2 25
21. 2 3 1 3 3 2 3 2 3 3 26
22. 1 3 3 2 3 2 3 3 2 1 25
23. 3 3 2 3 3 1 1 2 3 2 23
24. 1 2 3 3 3 2 3 2 3 1 24
25. 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 29
26. 1 2 3 3 3 3 2 1 1 3 23
27. 3 3 3 1 1 2 1 3 3 3 23
28. 1 3 3 2 1 1 1 2 2 3 21
29. 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 27
30. 3 2 3 3 3 1 2 3 1 2 23
31. 1 3 3 3 2 3 1 1 3 2 22
32. 2 3 3 3 2 3 1 3 3 3 26
33. 3 3 3 2 3 1 3 3 2 1 24
34. 1 3 3 3 3 2 3 3 2 1 24
35. 1 1 2 3 3 3 3 1 2 3 22
36. 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 26
37. 1 1 2 3 2 1 3 3 3 2 23
38. 2 3 3 3 2 1 1 3 2 3 23
39. 3 3 3 1 1 3 3 3 2 3 25
40. 1 1 2 3 3 3 3 3 3 3 24
41. 2 3 3 3 3 2 1 3 3 2 25
42. 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 27
43. 1 3 2 1 3 3 3 2 3 3 25
44. 3 3 3 2 1 3 3 2 3 3 26
45. 3 3 2 3 3 3 2 1 1 3 24
46. 1 3 3 1 3 3 2 3 3 2 24
47. 3 3 3 3 2 3 1 1 3 2 24
48. 3 3 2 1 3 2 1 3 3 3 24
49. 3 3 3 3 1 3 2 3 1 3 25
50. 3 3 2 2 3 3 1 3 1 3 24

105
51. 2 3 3 1 3 1 2 3 3 3 24
52. 3 3 3 3 2 1 3 2 1 2 23
53. 3 2 3 1 3 2 1 3 3 2 23
54. 1 3 2 3 3 3 2 3 2 3 25
55. 1 3 2 3 3 3 2 3 2 3 25
56. 2 3 1 3 3 1 2 3 2 3 23
57. 3 3 3 3 2 3 1 3 1 3 25
58. 3 3 3 3 2 1 3 3 3 2 26
59. 3 3 3 2 1 3 1 3 1 2 22
60. 3 3 3 2 3 3 2 1 3 1 24
61. 3 1 3 3 2 3 3 2 1 3 24
62. 1 3 3 2 1 3 3 2 3 3 24
63. 3 3 1 3 3 3 2 1 2 3 24
64. 3 3 3 2 1 3 3 3 2 1 24
65. 3 2 1 3 3 3 2 3 2 3 25
66. 2 3 1 3 3 3 3 2 3 1 24
67. 3 3 3 2 1 3 2 3 3 3 26
68. 3 3 3 3 1 3 2 3 1 3 25
69. 2 3 3 3 3 1 3 2 1 3 25
70. 3 2 1 3 3 2 2 1 3 3 23
71. 1 3 2 3 3 3 2 1 2 3 23
72. 2 3 3 3 3 2 1 3 2 1 23
73. 3 3 3 2 3 3 3 2 1 1 24
74. 3 3 2 1 1 2 3 3 3 2 23
75. 3 3 3 2 1 3 3 2 3 3 26
76. 3 2 1 2 3 3 3 3 2 1 23
77. 3 3 3 3 2 1 3 1 2 3 24
78. 3 3 2 1 1 3 3 2 1 3 22
79. 3 3 3 3 1 2 3 3 2 3 26
80. 3 2 3 2 1 3 1 3 3 3 24
81. 2 1 3 3 3 3 3 3 2 3 26
82. 3 2 2 3 3 3 2 1 1 3 23
83. 3 3 3 2 1 1 3 1 3 3 23
84. 3 3 2 1 1 3 1 3 3 3 23
85. 2 2 1 1 3 2 2 3 3 3 22
86. 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 26
87. 3 3 2 1 1 3 3 2 2 3 23
88. 3 3 3 3 2 1 1 3 3 3 25
89. 3 3 2 1 2 2 1 1 3 2 20
90. 3 3 2 1 1 3 2 3 3 3 24

106
b. Analisa statistik (product moment).

Dari data tabel sudah kita ketahui, hasil angket tersebut dengan

perincian sebagai berikut :

1). Data angket tentang strategi Quantum Quotient.

Tabel VII

Menjelaskan jawaban siswa-siswi tentang :

Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan

intelektual, emosional dan spiritual, apakah anda dan teman-teman

anda menjadi aktif di dalam kelas ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
1 a. Ya 80 88,89 %
b. Kadang-kadang 6 6,64 %
c. Tidak pernah 4 4,45 %
Jumlah 90 90 100 %

Dalam tabel di atas dapat diketahui bahwa 88,89 %

menyatakan dengan strategi Quantum Quotient membawa mereka

lebih ahtif dalam proses belajar, dan dari 6, 64 % responden

menyatakan kadang-kadang saja atau hanya beberapa kali, sedangkan

ada 4,45 % responden menyatakan tidak sama sekali, tidak pernah.

107
Tabel VIII

Jawaban siswa-siswi tentang :

Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan

intelektual, emosional dan spiritual, apakah membuat anda berani

bertanya ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
2 a. Ya 78 86,68 %
b. Kadang-kadang 9 9,99 %
c. Tidak pernah 3 3,33 %
Jumlah 90 90 100 %

Dalam tabel VII dapat diketahui bahwa 86,68 % responden

menyatakan dengan strategi Quantum Quotient membawa mereka

berani bertanya, dan sebanyak 9,99 % responden menyatakan kadang-

kadang saja atau hanya beberapa kali, sedangkan ada 3,33 %

responden menyatakan tidak tidak pernah.

Tabel IX

Jawaban siswa-siswi tentang :

Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan

intelektual, emosional dan spiritual, apakah membuat anda berusaha

mengaktualisasikan gagasan saat proses pembelajaran dilakukan ?.

108
No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
3 a. Ya 80 88,89 %
b. Kadang-kadang 6 6,67 %
c. Tidak pernah 4 4,45 %
Jumlah 90 90 100 %

Hampir 88,89 % menyatakan Ya bila guru memberikan

pertanyaan termotivasi untuk menjawab dan 6,67 % menyatakan

kadang-kadang dan ada 4,45 % menjawab tidak pernah.

Tabel X

Jawaban siswa-siswi tentang :

Ketika teman anda mengeluarkan pendapatnya, apakah anda

juga mempertanyakan pendapat kepada teman-teman anda ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
4 a. Ya 71 78,89 %
b. Kadang-kadang 13 14,44 %
c. Tidak pernah 6 6,67 %
Jumlah 90 90 100 %

Dalam tabel VII dapat diketahui bahwa 78,89 % siswa mereka

mempertanyakan pendapatnya kepada temannya dan 14,44 % ada

yang menjawab kadang-kadang dan 6,67 % yang menjawab tidak

pernah.

109
Tabel XI

Jawaban siswa-siswi tentang :

Apakah dengan strategi tersebut anda mampu menjelaskan

kembali hasil diskusi di depan kelas ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
5 a. Ya 63 70,00 %
b. Kadang-kadang 12 13,33 %
c. Tidak pernah 15 16,68 %
Jumlah 90 90 100 %

Dalam tabel XI dapat diketahui bahwa 70,00 % siswa

menyatakan dengan strategi Quantum Quotient siswa mampu

menjelaskan kembali hasil diskusi didepan kelas, dan sebanyak 13,33

% siswa menjawab kadang-kadang dan sebanyak 16,6 % siswa

menjawab tidak pernah sama sekali.

Tabel XII

Jawaban siswa-siswi tentang :

Apakah dengan pengaruh strategi Quantum Quotient,

membuat anda tidak merasa bosan saat pembelajaran berlangsung ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
6 a. Ya 68 75,56 %
b. Kadang-kadang 12 13,33 %
c. Tidak pernah 10 11,11 %
Jumlah 90 90 100 %

110
Dari tabel di atas dapat diketahui sebanyak 75,56 % siswa

merasa tidak bosan saat pembelajaran berlangsung, dan sebanyak

13,33 % hanya kadang-kadang merasa bosan dan ada 11,11 % siswa

menyatakan tidak pernah.

Tabel XIII

Jawaban siswa-siswi tentang :

Dengan strategi Quantum Quotient, apakah membuat anda

lebih mudah memahami pelajaran yang telah disampaikan ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
7 a. Ya 70 77,78 %
b. Kadang-kadang 12 13,33 %
c. Tidak pernah 8 8,89 %
Jumlah 90 90 100 %

Dari tabel di atas dapat diketahui sebanyak 77,78 % siswa

menyatakan dengan strategi Quantum Quotient, siswa menjadi lebih

mudah memahami pelajaran atau 13,33 % siswa menyatakan kadang-

kadang dan 8,89 % siswa menyatakan tidak pernah.

Tabel XIV

Jawaban siswa-siswi tentang :

Apakah anda selalu mengamalkan hasil belajar anda dalam

kehidupan sehari-hari ?.

111
No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
8 a. Ya 74 82,22 %
b. Kadang-kadang 10 11,11 %
c. Tidak pernah 6 6,67 %
Jumlah 90 90 100 %

Hampir 82,22 % siswa lebih mudah memahami atau selalu

megamalkan hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari, 11,11 %

mengatakan kadang-kadang dan ada 6,67 % siswa mengatakan tidak

pernah.

Tabel XV

Jawaban siswa-siswi tentang :

Apakah dengan strategi Quantum Quotient anda menjadi lebih

bebas mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
9 a. Ya 79 87,77 %
b. Kadang-kadang 7 7,78 %
c. Tidak pernah 4 4,45 %
Jumlah 90 90 100 %

Dari tabel di atas 87,77 % siswa menyatakan dengan strategi

Quantum Quotient, membuat mereka lebih bebas mengeluarkan

pendapat dan 7,78 % menyatakan kadang-kadang dan ada 4,45 %

menjawab tidak pernah.

112
Tabel XVI

Jawaban siswa-siswi tentang :

Apakah anda merasa senang dengan strategi Quantum

Quotient ?.

No Alternatif Jawaban N F P
(1) (2) (3) (4) (5)
10 a. Ya 88 88,89 %
b. Kadang-kadang 2 2,22 %
c. Tidak pernah 8 8,89 %
Jumlah 90 90 100 %

Hampir semua siswa diketahui bahwa 88,89 % mendapatkan

wawasan yang lebih luas dan 2,22 % siswa menjawab kadang-kadang

dan ada 8,89 % menjawab tidak pernah.

Setelah mendata jumlah bobot jawaban A, maka untuk

mengetahui pengaruh strategi Quantum Quotient, kita lakukan

perhitungan dengan menggunakan rumus prosentase sebagai berikut :

F
P=
N

88,89 + 86,68 + 88,89 + 78,89 + 70,00 + 75,56 + 77,78 + 82,22 + 87,77 + 88,89
P=
10

825,57
P=
10

P = 82,55 %

113
Dari hasil prosentase tiap-tiap item pertanyaan dapat

ditemukan bahwa prosentase alternatif jawaban yang terbanyak

adalah (a) skor ideal dengan prosentase sebesar 82,55 %, hasil

prosentase tersebut dihargai dengan standar prosentase 82,55 %

terletak antara (76 % - 100 %).

Berikut ini kami sajikan rekapitulasi data raport tentang

prestasi belajar siswa.

Tabel XVII

Data nilai prestasi siswa yang menggunakan strategi Quantum

Quotient dalam proses belajar mengajar.

No Nama Siswa Kelas Nilai Prestasi


(1) (2) (3) (4)
1. Agustiya Puspita Sari 8A 8
2. Ainur Rochman 8A 8
3. Angga Wahyu Aditya 8A 7
4. Anis Hermawati 8A 7
5. Ayu Aprilliyanti 8A 8
6. Ayu Listiyo Rini 8A 7
7. Deny Oktavianto 8A 6
8. Dene Wirawan 8A 8
9. Diah Intan Agustriyani 8A 7
10. Dwi Putri Wahyu Retno Sari 8A 8
11. Efnu Nur Huda 8A 6
12. Eka Puspita Sari 8A 8
13. Etwin Nugroho Rahman 8A 7
14. Gloria Patri Lendyta 8A 7
15. Farida Nila Afgasi 8A 8
16. Hana Nafilah 8A 8
17. Hesti Rovania 8A 7
18. Iffa Fitri Shofiati 8A 7
19. Ig Agung Intan Kusumasari 8A 7
20. Indah Tri Kumalasari 8A 8

114
21. Juandi Istiawan 8A 8
22. Kurniawati 8A 8
23. Martha Fitrya 8A 8
24. Megawati Hari Putri 8A 7
25. Nugraha Syam Alam 8A 7
26. Nurul Izzah 8A 7
27. Onny Ayu Nidyasari 8A 8
28. Phyton Ardi Atmajaya 8A 8
29. Rizal Prasetyo 8A 8
30. Rully Haryani 8A 6
31. Shebti Dwi Hartini 8A 6
32. Sholihatuddiniyah 8A 7
33. Siti Nurjannah 8A 6
34. Sri Rahayu 8A 6
35. Tri Wahyu Agustina 8A 9
36. Zulia Indah Mufidah 8A 8
37. Alfi Fuadi 8B 8
38. Amri Rosidi 8B 8
39. Aris Adiatma 8B 7
40. Cyntia Tri Handayani 8B 8
41. Deni Firmansyah 8B 8
42. Desy Wahyu Yolanda Sari 8B 8
43. Doni Darmawan Sunardi 8B 7
44. Fani Dwi Safitri 8B 8
45. Fatimatun Khilmi 8B 9
46. Fitri Normei Andriani 8B 8
47. Galang Dian Harlambang 8B 8
48. Indi Ayu Choirul Sektiati 8B 7
49. Irzat Muttakin 8B 8
50. Isnina Aryani Hasanah 8B 9
51. Kemas Angga Putra. P 8B 9
52. Lola Anggarda Meyrill 8B 8
53. Lusi Diana Eka Wati 8B 7
54. Masdinia Septiana 8B 8
55. Masitho Arini 8B 8
56. Mei Wulandari 8B 9
57. Moch. Choirul Umam 8B 8
58. Muhammad Guntur faizal Dwi 8B 9
59. Nicha Oktaviana Firyanda 8B 9
60. Nur Diah Puji Astutik 8B 8
61. Nur Fitri Yani 8B 8

115
62. Oki Maulana Aji Wigara 8B 6
63. Rama Duana Prito Nugroho 8B 7
64. Ratna Afiratul Mufarida 8B 8
65. Ricky Fatkhur Rozy 8B 9
66. Ringgit Irawan 8B 9
67. Rohmanur Izzani 8B 8
68. Sekar Harum Nur Asih 8B 8
69. Setevany Sugianto 8B 7
70. Siti Komariyah 8B 8
71. Siti Lusiana 8B 8
72. Tri Ayu Wundari 8B 8
73. Yunita Lies Stiyowati 8B 7
74. Zaenal Arifin 8B 9
75. Alfian Nasrullah 8C 8
76. Arum Wahyu Nita 8C 8
77. Bagus Diovani 8C 7
78. Dewi Kusumawardani 8C 8
79. Dian Fibri Triana 8C 9
80. Erika Ardilla 8C 8
81. Feri Pratama Yuliono 8C 8
82. Fira Aryanti 8C 7
83. Fredy Bayu Sanjaya 8C 7
84. Gadis Dwi Cahyani 8C 6
85. Haris Mahmudi 8C 7
86. Intaha Anggraini 8C 8
87. Irfan Febrianto 8C 8
88. Ismatul Kholifah 8C 8
89. Kelvin Nurniawan 8C 9
90 Laela Fauziah 8C 8

2). Data tentang prestasi belajar siswa.

Untuk prestasi belajar siswa menggunakan pengkatagorian

tinggi dan rendah, pengkatgorian ini menggunakan rumus rata-rata

atau mean yang jumlah nilai dan rata-rata tersebut dibagi dengan

jumlah responden.

Adapun rumusnya adalah :

116
Σy
My =
Ν

Keterangan :

My = Mean yang dicari.

Σy = Jumlah skor-skor (nilai) yang ada.

N = Number of case.

Banyaknya skor-skor itu sendiri.68

Jadi =

Σy
My =
Ν

714
= = 7,94.
90

kriteria penilaian yang ditentukan dalam raport antara lain :

Nilai 10 : Istimewa Nilai 5 : Hampir

Nilai 9 : Amat baik Nilai 4 : Kurang

Nilai 8 : Baik Nilai 3 : Kurang sekali

Nilai 7 : Cukup baik Nilai 2 : Buruk

Nilai 6 : Cukup Nilai 1 : Buruk sekali

68
Anas Sujiono, Pengantar Statistik….. , 77.

117
3). Analisis data tentang strategi Quantum Quotient dan prestasi belajar

siswa.

Untuk mengetahui strategi Quantum Quotient dalam

meningkatkan prestasi belajar pendidikan Agama Islam siswa di SMP

Negeri 3 Taman Sidoarjo, digunakan rumus product moment.

Adapun langkah-langkah untuk mengaplikasikan rumus

tersebut adalah :

1). Menyiapkan tabel

Perhitungan korelasi product moment antara pengguna strategi

Quantum Quotient dan prestasi pendidikan Agama Islam siswa di

SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

No x y x y Xy x2 y2
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. 24 8 3,4 -0,1 -0,34 11,56 0,01
2. 25 8 2,4 -0,1 -0,24 5,76 0,01
3. 26 7 1,4 0,9 1,26 1,96 0,81
4. 26 7 1,4 0,9 1,26 1,96 0,81
5. 26 8 1,4 0,9 1,26 1,96 0,81
6. 26 7 1,4 -0,1 -0,14 1,96 0,01
7. 27 6 0,4 1,9 0,76 0,16 0,81
8. 24 8 3,4 -0,1 -0,34 11,56 0,01
9. 23 7 4,4 0,9 3,96 19,36 0,81
10. 24 8 3,4 -0,1 -3,4 11,56 0,01
11 24 6 3,4 1,9 6,46 11,56 0,81
12. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
13. 25 7 2,4 0,9 2,16 5,76 0,81
14. 24 7 3,4 0,9 3,06 11,56 0,81
15 24 8 3,4 -0,1 -3,4 11,56 0,01
16. 25 8 2,4 -0,1 -0,24 5,76 0,81
17. 25 7 2,4 0,9 2,16 5,76 0,81
18 25 7 2,4 0,9 2,16 5,76 0,81

118
19. 25 7 2,4 0,9 2,16 5,76 0,81
20. 24 8 3,4 -0,1 -3,4 11,56 0,01
21 24 8 3,4 -0,1 -3,4 11,56 0,01
22. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
23. 26 7 1,4 0,9 1,26 1,96 0,81
24. 25 7 2,4 0,9 2,16 5,76 0,81
25. 23 7 4,4 0,9 3,96 19,36 0,81
26. 24 8 3,4 -0,1 -3,4 11,56 0,01
27. 29 8 -1,6 -0,1 0,16 -2,56 0,01
28. 23 8 4,4 -0,1 -0,44 19,36 0,01
29. 23 6 4,4 1,9 8,36 19,36 0,81
30. 21 6 6,4 1,9 12,16 40,96 0,81
31. 27 7 0,4 0,9 0,36 0,16 0,81
32. 23 6 4,4 1,9 8,36 19,36 0,81
33. 22 6 5,4 1,9 10,26 29,16 0,81
34. 26 9 1,4 -0,1 0,14 1,96 0,01
35. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,81
36. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
37. 22 8 5,4 -0,1 0,54 29,16 0,01
38. 26 7 1,6 0,9 1,44 2,56 0,81
39. 23 8 4,4 -0,1 -0,44 19,36 0,01
40. 23 8 4,4 -0,1 0,24 19,36 0,01
41. 25 8 2,4 -01 2,16 5,76 0,01
42. 24 7 3,4 0,9 -3,4 11,56 0,81
43. 28 8 2,4 -0,1 2,16 5,76 0,01
44. 27 9 0,4 -0,1 0,04 0,16 0,01
45. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
46. 26 8 1,6 -0,1 0,16 2,56 0,01
47. 24 9 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
48. 24 9 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
49. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
50. 24 7 3,4 0,9 3,06 11,56 0,81
51. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
52. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
53. 24 9 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
54. 23 9 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
55. 23 8 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
56. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
57. 23 6 4,4 1,9 0,36 19,36 3,61
58. 25 7 2,4 0,9 2,16 5,76 0,81
59. 26 8 1,6 -0,1 0,16 2,56 0,01

119
60. 22 9 5,4 -0,1 0,54 29,16 0,01
61. 24 9 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
62. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
63. 24 7 3,4 0,9 3,06 11,56 0,81
64. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
65. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
66. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
67. 26 7 1,6 0,9 1,44 2,56 0,81
68. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
69. 25 9 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
70. 23 8 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
71. 23 8 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
72. 24 7 3,4 0,9 3,06 11,56 0,81
73. 23 9 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
74. 26 8 1,6 -0,1 0,16 2,56 0,01
75. 23 9 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
76. 24 7 3,4 0,9 3,06 11,56 0,81
77. 22 8 5,4 -0,1 0,54 29,16 0,01
78. 26 9 1,6 -0,1 0,16 2,56 0,01
79. 24 8 3,4 -0,1 0,34 11,56 0,01
80. 26 8 1,6 -0,1 0,16 2,56 0,01
81. 23 7 4,4 0,9 3,96 19,36 0,81
82. 23 7 4,4 0,9 3,96 19,36 0,81
83. 22 6 5,4 1,9 10,26 29,16 3,61
84. 26 7 1,6 0,9 1,44 2,56 0,81
85. 23 7 4,4 0,9 3,96 19,36 0,81
86. 25 8 2,4 -0,1 0,24 5,76 0,01
87. 20 8 7,4 -0,1 0,74 54,76 0,01
88. 23 8 4,4 -0,1 0,44 19,36 0,01
89. 20 9 7,4 -0,1 0,74 54,76 0,01
90. 24 8 3,4 -0,1 0,31 11,56 0,01
N : 90 2463 714 142,3 1095,8 34,5

2). Mencari angka indeks korelasi “r” product moment antara

variabel x dan variabel y (yaitu rxy) dengan rumus :

Σxy
( )
rxy =
x  y 
2 2

120
142,3
=
(1095,8)(34,5)

142,3
=
37805,1

142,3
=
194,5

= 0,74

Untuk mengetahui kuat lemahnya korelasi atau tinggi rendahnya

korelasi. Maka antara variabel x “Strategi Quantum Quotient”

dengan variabel y ”Prestasi belajar siswa”. Maka nilai bila

dikonsultasikan atau dibandingkan dengan cara yang kasar ke

dalam tabel interpretasi “Product moment” sebagai berikut :

Tabel XVIII

Interpretasi product moment

Besarnya Nilai Interpretasi


0,00 – 0, 20 Korelasi yang rendah sekali
0,20 – 0,40 Korelasi yang rendah tetapi ada
0,40 – 0,70 Korelasi sedang
0,70 – 0,90 Korelasi tinggi
0,90 – 1,00 Korelasi yang tinggi sekali

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi

antara variabel x “Strategi Quantum Quotient” dengan variabel y

“Prestasi belajar PAI siswa” sebab nilai rxy = 0,74 yaitu terletak

antara 0,70 – 0,90 interpretasinya adalah “korelasi yang tinggi”.

121
3). Merumuskan hipotesis alternatif (Ha).

Adapun untuk mengetahui apakah hipotesis alternatif (Ha) yang

menyatakan ada pengaruh diterima atau ditolak dan atau

sebaliknya. Apakah hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan tidak

ada pengaruh diterima atau ditolak, maka dalam hal ini harus

diadakan perbandingan “r” yaitu dengan mencari “df” atau “db”.

Adapun rumusnya sebagai berikut:

df = N – nr

keterangan :

df : Degres of freedom.

N : Nomber of cases.

nr : Banyaknya variabel yang dikorelasikan.

df = N – nr

df = 90 – 2

= 88

berkonsultasi pada “r” product moment dengan melihat tabel nilai

“r” product moment, maka dapat kita ketahui bahwa dengan df

sebesar 88 diperoleh “r” product moment pada taraf signifikansi

5% : 0, 444 dan pada taraf signifikansi 1% = 0, 561

r1 pada t.s. 5% = 0, 444

r1 pada t.s. 1% = 0, 561

122
membandingkan besarnya “rxy” atau ro dengan r1 seperti

diketahui, ro yang kita peroleh adalah = 0, 74, sedangkan r1

masing-masing sebesar 0,444 dan 0, 561, ternyata rxy lebih besar

dari r1 (baik dalam taraf signifikan si 5% maupun 1%), maka

hipotesis alternatif (Ha) ada pengaruh penggunaan strategi

Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI siswa

diterima, sedangkan hipotesis nihil (Ho) tidak ada pengaruh

strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI siswa

ditolak, dari perhitungan itu menunjukkan bahwa ada pengaruh

strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI

siswa. Hal ini termasuk dalam kategori tinggi.

Jadi kesimpulannya adalah strategi Quantum Quotient dalam

meningkatkan belajar PAI siswa pada mata pelajaran PAI siswa di

SMPN 3 Taman Sidoarjo.

123
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan.

Dari uraian dan pembahasan dalam skripsi yang berjudul “ Pengaruh

Penggunaan Strategi Quantum Quotient Dalam Meningkatkan Belajar PAI Siswa

Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Di SMPN 3 Taman Sidoarjo”. Maka dapat

disimpulkan bahwa:

1. Bahwa penggunaan strategi Quantum Quotient dalam proses belajar mengajar

mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Taman Sidoarjo

tergolong baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata meannya 82,55.

2. Adapun mengenai prestasi belajar siswa pada pada mata pelajaran PAI di

SMPN 3 Taman Sidoarjo khususnya pada kelas 8 tergolong tinggi, hal ini

ditunjukkan dengan nilai rata-rata 7,9 yang diambil dari nilai raport yang

dimodifikasikan dengan nilai tugas, hafalan serta ulangan harian serta nilai

semester yang dikonsultasi.

3. Ada pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar

Pendidikan Agama Islam siswa pada mata pelajaran PAI siswa di SMPN 3

Taman Sidoarjo. Hal ini terbukti dengan hasil analisa data statistik “product

moment” sebesar 0,74 yang mana jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan

nilai “r1" maka tara signifikansi 5% sebesar : 0, 444 dan taraf signifikansi 1%

110
124
sebesar 0,561 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rxy lebih besar dari

nilai r1 baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Hal ini termasuk dalam

kategori tinggi.

B. Saran.

1. Dengan hasil yang sangat baik, seyogyanya para guru SMPN 3 Taman

Sidoarjo khususnya bidang study PAI tetap memperhatikan penggunaan

strategi Quantum Quotient pada materi hafalan dalam proses kegiatan belajar

mengajar, karena strategi Quantum Quotient ini tidak hanya meliputi satu

kecerdasan saja melainkan banyak kecerdasan, mulai dari intelektual (IQ),

kecerdasan emosional (EQ), dan spiritual (SQ).

2. Mengenai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang menggunakan

strategi Quantum Quotient dalam porses belajar mengajar untuk menghasilkan

nilai yang sangat baik. Hal dapat dijadikan motivasi atau dorongan bagi guru

lainnya yang jarang dan bahkan belum menggunakan strategi Quantum

Quotient pada materi hafalan dalam proses belajar mengajar.

125
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Abu, ct, al, 1991, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta).

Ahmadi Abu, Widodo Supriyono, 1991, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta).

Arifin M, 1993, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara).

Arifin Zainal, 1991, Evaluasi Instruksioanl Prinsip -Teknik-Prosedur, (Bandung: PT.


Remaja Rosdakarya).

Arikunto Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakhtek, (Jakarta:


Rineka Cipta).

Darojat Zakiyah, 1992, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara).

Depdiknas, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka).

Departemen Agama RI, 1989, al-Qur'an dan Terjemahannya, (Semarang: CV. Toha
Putra).

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995, Petunjuk Tehnik Mata Kuliah PAI,
(Jakarta: TP).

Djamarah Saiful Bahri, 1994, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, (Surabaya:
Usaha Nasional).

Gpttman John, 1998, Kecerdasan Emosional : Kiat-Kiat Membesarkan Anak Yang


Memiliki Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia).

Goleman Daniel, 2000, Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama).

Hasan Fuad, 1991, Dasar-Dasar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta).

Higbee Kenneth L, 2003, Your Memory, (Semarang: Dahara Prize).

Ihsani Hamdani dan Fuad Hasan, 2001, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung:
Pustaka Setia).

126
Imron Ali, 1996, Belajar Dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya).

Maja Hidayat Nafaat, 2001, Intelegensi Spritual, (Parenial Press).

Markowith Karen, Eric Jensen, 2002, Otak Sejuta Bigabyte, (Bandung: Kaita).

Merdalis, 1989, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi


Aksara).

Muchlis M, 1993, Metode Kuantitatif, (Jakarta: Fak. Ekonomi UI).

Munandar Utami S.C, 2002, Pengembangan Anak Kreatif Anak Berbakat, (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama).

Nggermanto Agus IR, 2005, Quantum Quatient (QQ) Kecerdasan Quantum,


(Bandung: Nuansa).

Nicholl Colin Rose Malcolm S, 2003, Accelered Learning, (Bandung: Penerbit


Nuansa).

Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: DN, Balai Pustaka


1987).

Purwanto Ngalim, 1990, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya).

Poerwadarminto Wjs, 1976, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka).

Rose Colin, 2002, Kuasai Lebih Cepat, (Bandung: Kaifa).

Shihab Quraish, 1997, Tafsir al-Qur'an al-Karim, (Pustaka Hidayah).

Stine Jean Marie, 1997, Mengoptimalkan Daya Pikir, (Jakarta: Pustaka Delapratasa).

Sudjana Nana, 1990, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya).

Syah Muhibbin, 2004, Psikologi Belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada).

Syah Muhibbin dkk, 1996, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: Citra Media Karya
Anak Bangsa).

127
Sudjana Nana, 1993, Pengantar Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara).

Tirtonegoro Sutratina, 1984, Anak Supernormal dan Program Pendidikan, (Jakarta:


Bumi Aksara).

Usman Uzer Moh, Lilis Setiawati, 1995, Upaya optimalisasi Belajar Mengajar,
(Bandung: Remaja Rosdakarya).

Winkel, 1987, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Gramedia).

Winkel WS, S.J. M, 1991, Psikologi Pengajaran, (Jogiakarta: Media Abadi).

ANGKET

Nama : ……………………….
Kelas : ……………………….
Petunjuk Pengisian.
Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang anda anggap benar sesuai
dengan pengalaman anda.

1. Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual,


emosional dan spiritual, apakah anda dan teman-teman anda menjadi aktif di
dalam kelas ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
2. Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual,
emosional dan spiritual, apakah membuat anda berani bertanya ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
3. Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual,
emosional dan spiritual, apakah membuat anda berusaha mengaktualisasikan
gagasan saat proses pembelajaran dilakukan ?.

128
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
4. Ketika teman anda mengeluarkan pendapatnya, apakah anda juga
mempertanyakan pendapat kepada teman-teman anda ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
5. Apakah dengan strategi tersebut anda mampu menjelaskan kembali hasil diskusi
di depan kelas ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
6. Apakah dengan pengaruh strategi Quantum Quotient, membuat anda tidak
merasa bosan saat pembelajaran berlangsung ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
7. Dengan strategi Quantum Quotient, apakah membuat anda lebih mudah
memahami pelajaran yang telah disampaikan ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
8. Apakah anda selalu mengamalkan hasil belajar anda dalam kehidupan sehari-hari
?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
9. Apakah dengan strategi Quantum Quotient anda menjadi lebih bebas
mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.
10. Apakah anda merasa senang dengan strategi Quantum Quotient ?.
a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

129