Anda di halaman 1dari 8

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014

PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT MENGGUNAKAN ALAT ABRASI LOS


ANGELES
(Los Angeles Abrasion Test)

1. Tujuan Umum
Memahami salah satu bentuk tes durabilitas agregar dengan cara mekanis yakni
dengan alat Los Angeles Abrasion Test. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan
ketahanan agregat kasar yang lebih kecil dari 37,5 mm ( 1 ") terhadap keausan.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat mengerti faktor apa saja yang dapat menyebabkan keausan agregat.
b. Mengetahui nilai keausan agregat yang digunakan sebagai bahan perkerasan.
3. Dasar Teori
Durabilitas atau ketahanan terhadap kerusakan sangat berpengaruh terhadap
kebutuhan akan jumlah agregat. Beberapa agregat yang memiliki kekuatan standar pun akan
mengalami kerusakan saat di stockpile atau saat masa layan di jalan. Pada hakekatnya ikatan
antar butir partikel bisa kuat dan lemah, namun secara berulang menjadi lemah karena
sebagai akibat dari proses perendaman air seperti akibat cuaca, pembekuan dan lain-lain.
Ada dua aspek yang menguji durabilitas agregat ini, yaitu :

Kerusakan mekanis
Kerusakan diakibatkan reaksi physico-chemical, seperti pelapukan

Dalam uji ini tipe tes durabilitas yang diambil adalah tipe tes kerusakan mekanis. Tipe
tes kerusakan mekanis ini sendiri memiliki berbagai macam tipe.

Tipe tes kerusakan mekanis


KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014

Los

Agregate Abrasion Value


Agregate Attrition Value
Los Angeles Abrasion Value
Angeles Abrasion Value ini menggunakan prinsip perontokan agregatnya melalui

benturan antar partikelnya dan bola baja.

4. Terminologi
Abrasi

: Proses pengausan/kerusakan akibat terjadinya proses pelemahan

Durabilitas

agregat akibat waktu dan proses alam.


: Sifat keawetan/ketahanan meterial terhadap faktor waktu dan

lingkungan (cuaca).
Tes Mekanis : Tes durabilitas yang menggunakan cara mekanis, seperti diputar
(aggregate attrition value), ditumbuk (los angeles abrasion value),
sdigesek (polished stone value).

5. Prosedur Praktikum (AASHTO T 96 77 (1982))

KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014

Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam pengujian ini adalah :
KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014


a.

Mesin Abrasi Los Angeles, yaitu mesin yang terdiri dari silinder baja tertutup pada kedua
sisinya dengan diameter 71 cm (28) dan panjang 50 cm (20). Silinder ini bertumpu
pada dua poros pendek tidak menerus yang berputar pada poros mendatar. Silinder
berlubang untuk memasukkan sampel. Penutup lubang terpasang rapat sehingga
permukaan dalam silinder tidak terganggu. Di bagian dalam silinder terdapat bilah baja
melintang penuh setinggi 8,9 cm (3,56).

b.

Bola-bola baja mempunyai diameter rata-rata 4,68 cm (17/8) dan berat masing-masing
antara 400 gram sampai 440 gram.

c.

Saringan mulai ukuran 37,5 mm ( 1 ) sampai 2,36 mm (No. 8)

d.

Timbangan dengan kapasitas 5000 gram dan ketelitian 1 gram.


KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014

e.

Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (1105)C

Sampel
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam penyiapan sampel adalah sebagai berikut :
a. Sampel harus bersih. Bila sampel masih mengandung kotoran, debu, bahan organik
atau terselimuti oleh bahan lain, maka sampel harus dicuci sampai bersih kemudian
dikeringkan dalam suhu (1105)C.
b. Pisahkan sampel ke dalam masing-masing fraksi kemudian digabungkan sesuai
ukuran saringan.
Tabel Ukuran Fraksi
Ukuran Saringan
Lewat
Tertahan
37,5 (1 )
25,0 (1)
25,0 (1)
19,0 (3/4 )
19,0 (3/4 )
12,5 (1/2)
12,5 (1/2)
9,5 (3/8)

A
1250 25
1250 25
1250 25
1250 25

Berat dan Grdasai Sampel ( gram)


B
C
2500 10
2500 10
KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014


9,5 (3/8)
6,3 (1/4)
6,3 (1/4)
4,75 (No. 4)
4,75 (No. 4)
2,36 (No. 8)
Total
Jumlah Bola
Berat Bola (gram)

2500 10
2500 10
5000 10
12
5000 25

5000 10
11
4584 10

5000 10
5000 10
6
2500
5

5000 10
8
3330 25

6. Prosedur Pelaksanaan
Langkah-langkah kerja dalam pengujian ini adalah :
a. Sampel dan bola baja dimasukkan kedalam mesin Los Angeles dan mesin diputar
dengan kecepatan 30 sampai 33 rpm sebanyak 100 1 putaran.
b. Setelah selesai putaran sampel dikeluarkan, disaring dengan saringan 4,47 mm (No.4)
dan 1,7 mm (No.12). Butiran yang lebih besar dari 1,7 mm (tertahan dikedua saringan
tersebut) dicuci bersih, dikeringkan dalam oven suhu (1105)C sampai berat tetap.
Kemudian ditimbang dengan ketelitian 5 gram.

7. Perhitungan
Pengujian keausan agregat dengan menggunakan alat abrasi los angeles pada 100
putaran dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.1 Pengujian keausan agregat dengan alat abrasi los angles pada 100 putaran.
Gradasi pemeriksaan
Saringan (mm)
Lolos

Fraksi B (10 20 mm)


Berat sampel 1 (gr)

Berat sampel 2 (gr)

Tertahan

Sebelum (a)

Sesudah (b)

Sebelum

Sesudah

10

5000 gr

4754 gr

5000

4782

*)Berdasarkan data hasil perhitungan pengujian keausan agregat dengan menggunakan alat
abrasi los angeles pada 100 putaran dapat dilihat pada lampiran 7.
Sampel 1

Sampel 2

a = 5000 gram

a = 5000 gram

b = 4754 gram

b = 4782 gram
KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014

Keausan Sampel 1 =

= 4,92 %

Keausan Sampel 2 =

= 4,36 %

Keausan rata-rata

= 4,64 %

8. Kesimpulan
1. Keausan pada 100 putaran untuk sampel A = 4,92% dan B = 4,36% dengan rata-rata
4,64%.
2. Keausan terhadap agregat dipengaruhi oleh faktor waktu dan alam sehingga membuat
agregat tersebut menjadi lemah misalnya dalam ikatannya.

KELOMPOK V A

BAHAN PERKERASAN JALAN 2014

Mesin Los Angeles

Hasil dari Los Angles

Kelompok
VA