Anda di halaman 1dari 33

Janu

ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

LBM 5
IM NOT PRETTY ANYMORE

STEP1
-

Aging process

: a process of gradually degeneration of tissues function to

repair them self or retaining their normal function so the tissue couldnt survive
from infection and repair the tissue damage

STEP2
1. How is the theory of aging?
Teori genetic clock
Menua tlh terprogram sec genetik utk spesies2 tertentu.
Tiap species mempunyai di dlm nucleinya suatu jam genetik yg tlh diputar
menurut suatu replikasi tertentu.
Jam ini akan menghitung mitosis & menghentikan replikasi sel bila tdk diputar,
jadi menurut konsep ini bila jam kita itu berhenti maka akan meninggal dunia.
Pengontrolan genetik umur, rupanya dikontrol dalam tingkat seluler.
Penelitian Hayflick menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan
membelah sel dlm kultur dgn umur spesies. Dari penelitian ini jelas bahwa
nukleuslah yg menentukan jml replikasi, kemudian menua & mati.
Mutasi somatiK (teori Error Catastrophe)
Faktor2 penyebab tjdnya proses menua adalah faktor lingkungan yg
menyebabkan tjdnya mutasi somatik, seperti radiasi & zat kimia yg dpt
memperpendek umur.
Menurut teori ini, tjdnya mutasi yg progresif pd DNA sel somatik, akan
menyebabkan tjdnya penurunan kemampuan fungsional sel.
Menurut hipotesis tsb, menua disebabkan oleh kesalahan2 yg beruntun
sepanjang kehidupan stlh berlangsung dlm waktu yg cukup lama, tjd kesalahan
dlm proses transkripsi (DNA RNA), maupun dlm proses translasi (RNA
protein/enzim).

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Kesalahan tsb akan menyebabkan terbentuknya enzim yg salah & akan


menyebabkan tjdnya reaksi metabolisme yg salah pula, sehingga akan
mengurangi fungsional sel.
Bila tjd kesalahan dlm proses translasi (pembuatan protein), maka akan tjd
kesalahan yg makin banyak, shg tjdlah katastrop.
Rusaknya sistem imun tubuh
Mutasi yg berulang atau perubahan protein pascatranslasi, dpt menyebabkan
berkurangnya kemampuan sist imun tubuh mengenali dirinya sendiri (self
recognition).
Jika mutasi somatik menyebabkan tjdnya kelainan pd antigen permukaan sel,
maka hal ini dpt menyebabkan sist imun tubuh menganggap sel yg mengalami
perubahan tsb sbg sel asing & menghancurkannya.
Teori menua akibat metabolisme
Menurut McKay, pengurangan intake kalori akan emnghambat pertumbuhan &
memperpanjang umur.
Perpanjangan umur tsb berasosiasi dgn tertundanya proses degenerasi.
Kerusakan akibat radikal bebas
Wkt tjd proses respirasi, oksigen yg dilibatkan dlm mengubah bahan bakar mjd
ATP. Melalui enzim2 respirasi dlm mitokondria, maka radikal bebas (RB) akan
dihasilkan sbg zat antara.
RB bersifat merusak, krn sangat reaktif, shg dpt bereaksi dgn DNA, protein,
as.lemak tak jenuh, seperti membran sel.
Makin lanjut usia makin byk RB terbentuk shg proses pengrusakan terus tjd.
(R.Boedhi Darmojo, dkk.2006.Buku Ajar Geriatri, Ilmu Kesehatan Lanjut
Usia.Jakarta:FKUI)
Teori radikal bebas
Produk hasil metabolisme oksidatif yg sangat reaktif (RB) dpt bereaksi dgn
berbagai komponen selular, termasuk protein, DNA, & lipid, & mjd molekul2 yg
tdk berfungsi namun bertahan lama & mengganggu fungsi sel lainnya.
RB adalah senyawa kimia berisi elektron tdk berpasangan. Krn elektronnya tdk
berpasangan, secara kimiawi RB akan mencari pasangan elektron lain dgn

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

bereaksi pd substansi lain terutama protein & as.lemak tak jenuh. Melalui proses
oksidasi, RB yg dihasilkan selama fosforilasi oksidatif dpt menghasilkan modifikasi
makromolekul. Sbg contoh, krn membran sel mengandung sejumlah lemak, ia
dpt bereaksi dgn RB shg membran sel mengalami perubahan.
Struktur di dlm sel seperti mitokondria & lisosom diselimuti oelh membran yg
mengandung lemak shg mudah diganggu oleh RB. RB jg dpt bereaksi dgn DNA,
menyebabkan mutasi kromosom & merusak mesin genetik normal dr sel. RB dpt
merusak fungsi sel dgn merusak membran sel atau kromosom sel.
Tdpt akumulasi RB secara bertahap di dlm sel sejalan dgn waktu, & bila kadarnya
memebihi konsentrasi ambang, maka mereka berkontribusi pd perubahan2 yg
seringkali dikaitkan dgn penuaan.
Teori glikosilasi
Proses glikosilasi nonenzimatik yg menghasilkan pertautan glukosa-protein yg
disebut sbg advanced glycation end products (AGEs) dpt menyebabkan
penumpukan protein & makromolekul lain yg termodifikasi shg menyebabkan
disfungsi pd manusia yg menua.
Protein glikasi menunjukkan perubahan fungsional, meliputi menurunnya
aktivitas enzim & menurunnya degradasi protein abnormal. Ketika manusia
menua, AGEs berakumulasi di berbagai jaringan, termasuk kolagen, Hb, lensa
mata. Krn muatan kolagennya tinggi, maka jaringan ikat mjd kurang elastis &
kaku. Kondisi tsb jg dpt mempengaruhi elastisitas dinding pembuluh darah. AGEs
jg dpt berinteraksi dgn DNA & mengakibatkan terganggunya kemampuan sel utk
memperbaiki perubahan pd DNA.
Teori DNA repair
Menunjukkan bahwa adanay perbedaan pola laju repair kerusakan DNA yg
diinduksi sinar UV pd berbagai fibroblas yg dikultur. Fibroblas pd species yg
mempunyai umur maksimum terpanjang menunjukkan laju DNA repair terbesar.
(IPD FKUI, Jilid III, Edisi IV)
2. What are the signs of aging process?

Perubahan-perubahan

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Perubahan-perubahan yang Terjadi pada Lanjut Usia.


A. Perubahan-perubahan Fisik
1) Sel.
o Lebih sedikit jumlahnya.
o Lebih besar ukurannya.
o Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan
intraseluler.
o Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.
o Jumlah sel otak menurun.
o Terganggunya mekanisme perbaikan sel.
o Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.
2) Sistem Persarafan.
o Berat otak menurun 10-20%. (Setiap orang berkurang sel saraf
otaknyadalam setiap harinya).
o Cepatnya menurun hubungan persarafan.
o Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya dengan
stres.
o Mengecilnya saraf panca indra.Berkurangnya penglihatan, hilangnya
pendengaran, mengecilnya saraf penciumdan perasa, lebih sensitif
terhadap
o perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
o Kurang sensitif terhadap sentuhan.
3) Sistem Pendengaran.
o Presbiakusis

gangguan

dalam

pendengaran

).

Hilangnya

kemampuanpendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap


bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit
mengerti kata-kata, 50%terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.
o Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
o Terjadinya

pengumpulan

meningkatnya keratin.

serumen

dapat

mengeras

karena

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

o Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami


ketegangan jiwa/stres.
4) Sistem Penglihatan.
o Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
o Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
o Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
o Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap
kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam cahaya gelap.
o Hilangnya daya akomodasi.
o Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.
o Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.
5) Sistem Kardiovaskuler.
o Elastisitas dinding aorta menurun.
o Katup jantung menebal dan menjadi kaku.
o Kemampuan

jantung

memompa

darah

menurun,

hal

ini

menyebabakanmenurunnya kontraksi dan volumenya.


o Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas
pembuluh darahperifer untuk oksigenisasi,. Perubahan posisi dari
tidur ke duduk atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan tekanan
darah menurun, mengakibatkanpusing mendadak.
o Tekanan darah meninggi akibat meningkatnya resistensi pembuluh
darahperifer.
6) Sistem Pengaturan Temperatur Tubuh.
o Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara fisiologis
akibatmetabolisme yang menurun.
o Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi panas
akibatnya aktivitas otot menurun.
7) Sistem Respirasi
o

Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.

o Menurunnya aktivitas dari silia.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

o Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat, kapasitas


pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun.
o Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.
o Kemampuan untuk batuk berkurang.
o Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan
pertambahan usia.
8) Sistem Gastrointestinal.
o Kehilangan gigi akibat Periodontal disease, kesehatan gigi yang buruk
dan gizi yang buruk.
o Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas saraf pengecapm di
lidahterhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.
o Eosephagus melebar.
o Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
o Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
o

Daya absorbsi melemah.

9) Sistem Reproduksi.
o Menciutnya ovari dan uterus.
o Atrofi payudara.
o Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa
meskipun adanyapenurunan secara berangsur-angsur.
o Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal
kondisi kesehatan baik.
o Selaput lendir vagina menurun.
10) Sistem Perkemihan.
o Ginjal :Merupakan alat untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh
melalui urin,darah yang masuk ke ginjal disaring di glomerulus
(nefron). Nefron menjadi atrofi dan aliran darah ke ginjal menurun
sampai 50%.
o Otot-otot vesika urinaria menjadi lemah, frekuensi buang air kecil
meningkat dan terkadang menyebabkan retensi urin pada pria.
11) Sistem Endokrin.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

o Produksi semua hormon menurun.


o Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR (Basal Metabolic
Rate), dan menurunnya daya pertukaran zat.
o Menurunnya produksi aldosteron.
o Menurunya sekresi hormon kelamin misalnya, progesteron, estrogen,
dantestosteron.
12) Sistem Kulit ( Sistem Integumen )
o Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak.
o Permukaan kulit kasar dan bersisik karena kehilangan proses
keratinisasi,serta

perubahan

ukuran

dan

bentuk-bentuk

sel

epidermis.
o Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.
o Rambut dalam hidung dan telinga menebal.
o Berkurangnya elastisitas akibat

dari

menurunya cairan

dan

vaskularisasi.
o Pertumbuhan kuku lebih lambat.
o Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan kurang bercahaya.
o Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.
13) Sistem Muskuloskletal
o Tulang kehilangan density ( cairan ) dan makin rapuh.
o Kifosis
o Pergerakan pinggang, lutut, dan jari-jari terbatas.
o Persendiaan membesar dan menjadi kaku.
o Tendon mengerut dan mengalami skelerosis.
o Atrofi serabut otot ( otot-otot serabut mengecil ).Otot-otot serabut
mengecilsehingga seseorang bergerak menjadi lamban, otot-otot
kram dan menjadi tremor.
o Otot-otot polos tidak begitu berpengaruh.

B. Perubahan-perubahan Mental.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

o Perubahan fisik, khususnya organ perasa.


o Kesehatan umum
o Tingkat pendidikan
o Keturunan (Hereditas)
o Lingkungan
1) Kenangan (Memory).
o Kenangan jangka panjang: Berjam-jam sampai berhari-hari
yang lalumencakup beberapa perubahan.
o Kenangan jangka pendek atau seketika: 0-10 menit,
kenangan buruk.
2) IQ (Inteligentia Quantion).
o Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan
verbal.
o Berkurangnya

penampilan,

persepsi

dan

ketrampilan

psikomotor, terjadiperubahan pada daya membayangkan


karena tekanan-tekanan dari factorwaktu.

C. Perubahan-perubahan Psikososial.
1) Pensiun: nilai seseorang sering diukur oleh produktivitasnya dan identitas
dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan. Bila seseorang pensiun
(purna tugas), ia akan mengalami kehilangan-kehilangan, antara lain :
o Kehilangan finansial (income berkurang).
o Kehilangan status (dulu mempunyai jabatan posisi yang
cukup tinggi,lengkap dengan segala fasilitasnya).
o Kehilangan teman/kenalan atau relasi.
o Kehilangan pekerjaan/kegiatan.
2) Merasakan atau sadar akan kematian (sense of awareness of mortality)
3) Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan
bergeraklebih sempit.
4) Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan (economic deprivation).

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

5) Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya


biayapengobatan.
6) Penyakit kronis dan ketidakmampuan.
7) Gangguan saraf pancaindra, timbul kebutaan dan ketulian.
8) Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan.
9) Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan temantemandan family.
10) Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik: perubahan terhadap gambaran
diri,perubahan konsep diri.

D. Perkembangan Spritual.
o Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupan
(Maslow,1970)
o Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaanya, hal ini terlihat
dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari (Murray dan
Zentner,1970).
o Perkembangan spiritual pada usia 70 tahun menurut Folwer (1978),
Universalizing, perkembangan yang dicapai pada tingkat ini adalah
berpikirdan bertindak dengan cara memberikan contoh cara
mencintai keadilan.

Masalah Umum yang Unik Bagi Lanjut Usia.


1. Keadaan fisik lemah dan tak berdaya, sehingga harus tergantung pada orang
lain.
2. Status

ekonominya

sangat

terancam,

sehingga

cukup

beralasan

untukmelakukan berbagai perubahan besar dalam pola hidupnya.


3. Menentukan kondisi hidup yang sesuai dengan perubahan status ekonomi
dankondisi fisik
4. Mencari teman baru untuk menggantikan suami atau isteri yang telah
meninggal atau pergi jauh atau cacat

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

5. Mengembangkan kegiatan baru untuk mengisi waktu luang yang


semakinbertambah
6. Belajar untuk memperlakukan anak yang sudah besar sebagai orang dewasa
7. Mulai

terlibat

dalam

kegiatan

masyarakat

yang

secara

khusus

direncanakanuntuk orang dewasa


8. Mulai merasakan kebahagiaan dari kegiatan yang sesuai untuk orang
berusialanjut dan memiliki kemauan untuk mengganti kegiatan yang lebih
cocok
9. Menjadi korban atau dimanfaatkan oleh para penjual obat dan
kriminalitaskarena mereka tidak sanggup lagi untuk mempertahankan diri

1) Penurunan Kondisi Fisik


Setelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi
adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology)
:misalnya
Tenaga berkurang,
energi menurun,
kulit makin keriput,
gigi makin rontok,
tulang makin rapuh, dsb.
Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia
mengalami penurunan secara berlipat gandaHal ini semua dapat
menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik, psikologik maupun sosial,
yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada
orang lain. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik
yang sehat, maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan
kondisi psikologik maupun sosial, sehingga mau tidak mau harus ada usaha
untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. Seorang lansia
harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik, misalnya makan, tidur,
istirahat dan bekerja secara seimbang.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

2) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual


Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan
dengan berbagai gangguan fisik seperti :
1) Gangguan jantung
2) Gangguan metabolisme, misal diabetes millitus
3) Vaginitis
4) Baru selesai operasi : misalnya prostatektomi
5) Kekurangan gizi, karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan
sangat kurang
6) Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antihipertensi, golongan steroid,
tranquilizer, serta
7) Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain :

Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia

Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh
tradisi dan budaya

Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya

Pasangan hidup telah meninggal

Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa


lainnya misalnya cemas, depresi, pikun dsb.

3) Perubahan Aspek Psikososial


Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan
fungsi kognitif dan psikomotor.
Fungsi kognitif meliputi :proses belajar, persepsi, pemahaman,
pengertian, perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan
perilaku lansia menjadi makin lambat.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang


berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan,
koordinasi, yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan.
Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut, lansia juga mengalami
perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian
lansia. Beberapa perubahan tersebut dapat dibedakan berdasarkan 5 tipe
kepribadian lansia (lihat artikel MemahamiTipe Keperibadian Lansia)sebagai
berikut:
Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction personalitiy), biasanya tipe ini
tidak banyak mengalami gejolak, tenang dan mantap sampai sangat tua.
Tipe Kepribadian Mandiri (Independent personality), pada tipe ini ada
kecenderungan mengalami post power sindrome, apalagi jika pada masa
lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada
dirinya
Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent personalitiy), pada tipe ini
biasanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga, apabila kehidupan
keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak, tetapi
jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan
menjadi merana, apalagi jika tidak segera bangkit dari kedukaannya.
Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality), pada tipe ini setelah
memasuki lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya, banyak
keinginan yang kadang-kadang tidak diperhitungkan secara seksama
sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit.
Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate personalitiy), pada lansia tipe ini
umumnya terlihat sengsara, karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang
lain atau cenderung membuat susah dirinya.
4) Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan
Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. Meskipun tujuan
ideal pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

hari tua, namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya, karena


pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan, kedudukan, jabatan,
peran, kegiatan, status dan harga diri. Reaksi setelah orang memasuki masa
pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah
diuraikan pada point tiga di atas.
5) Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat
Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran, penglihatan, gerak fisik dan
sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada
lansia. Misalnya badannya menjadi bungkuk, pendengaran sangat berkurang,
penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan.
Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan
aktivitas, selama yang bersangkutan masih sanggup, agar tidak merasa
terasing ataudiasingkan. Karena jika keterasingan terjadi akan semakin
menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kadang-kadang terus
muncul perilaku

regresi

seperti

mudah

menangis,

mengurung diri,

mengumpulkan barang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan


menangis bila ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak kecil.
http://www.e-psikologi.com

3. What is the alteration of physics and psychologist in the aging process?

Fisiologi
Seiring bertambahnya usia jumlah cadangan fisiologis untuk menghadapi
berbagai perubahan (challenge) berkurang.Tiap challenge terhadap homeostasis
merupakan pergerakan menjauhi keadaan dasar(baseline) dan makin besar
challenge yang terjadi maka semakin besar cadangan fisiologis yang diperlukan
untuk kembali ke homeostatis.Disisi lain dengan makin berkurangnya cadangan
fisiologis ,maka seorang usia lanjut lebih mudah untuk mencapai suatu ambang (yg

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

disebut sbg precipice) yg dapat berupa keadaan sakit atau kematian akibat challenge
tersebut.
Sumber:Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid III.Edisi IV.FKUI
Mekanisme pada aging
Proses

penuaan

menurunkan kemampuan

ditandai

penurunan

energi

seluler

yang

sel untuk memperbaiki diri. Terjadi dua

fenomena, yaitu penurunan fisiologik (kehilangan fungsi tubuh dan sistem


organnya) dan peningkatan penyakit (Fowler, 2003).
Menurut Fowler (2003), aging adalah suatu penyakit dengan
karakteristik
yang terbagi menjadi 3 fase yaitu :
1) Fase subklinik (usia 25-35 tahun)
Kebanyakan hormon mulai menurun : testosteron, growth hormone
(GH), dan estrogen. Pembentukan radikal bebas, yang dapat merusak sel
dan DNA mulai mempengaruhi tubuh, seperti diet yang buruk, stress,
polusi, paparan berlebihan radiasi ultraviolet dari matahari. Kerusakan ini
biasanya

tidak

tampak

dari

luar. Individu akan tampak dan merasa

normal tanpa tanda dan gejala dari aging atau penyakit. Bahkan, pada
umumnya rentang usia ini dianggap usia muda dan normal.
2) Fase transisi (usia 35-45 tahun)
Selama tahap ini kadar hormon menurun sampai 25 persen.
Kehilangan massa otot yang mengakibatkan kehilangan kekuatan dan
energi

serta

komposisi

lemak tubuh yang meninggi.

Keadaan ini

menyebabkan resistensi insulin, meningkatnya resiko penyakit jantung,


pembuluh darah, dan obesitas. Pada tahap ini mulai mncul gejala klinis,
seperti

penurunan ketajaman penglihatan- pendengaran, rambut

putih

mulai tumbuh, elastisitan dan pigmentasi kulit menurun, dorongan


seksual dan bangkitan seksual menurun. Tergantung dari gaya hidup, radikal
bebas merusak sel dengan cepat sehingga individu mulai merasa dan tampak
tua. Radikal bebas mulai mempengaruhi

ekspresi

gen,

yang menjadi

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

penyebab dari

banyak penyakit aging, termasuk

kanker,

arthritis,

kehilangan daya ingat, penyakit arteri koronaria dan


diabetes.
3) Fase Klinik (usia 45 tahun keatas)
Orang mengalami penurunan hormon yang berlanjut, termasuk
DHEA (dehydroepiandrosterone), melatonin, GH, testosteron, estrogen, dan
hormon tiroid. Terdapat juga kehilangan kemampuan penyerapan nutrisi,
vitamin, dan mineral sehingga terjadi penurunan densitas tulang, kehilangan
massa otot sekitar 1 kilogram setiap 3 tahun, peningkatan lemak tubuh dan
berat badan. Di antara usia 40 tahun dan 70

tahun,

seorang

pria

kemungkinan dapat kehilangan 20 pon ototnya, yang mengakibatkan


ketidakmampuan untuk membakar 800-1.000 kalori perhari. Penyakit kronis
menjadi sangat jelas terlihat, akibat sistem organ yang mengalami kegagalan.
Ketidakmampuan menjadi faktor utama untuk menikmati tahun emas
dan seringkali

adanya

ketidakmampuan

untuk

melakukan

aktivitas

sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. Prevalensi penyakit kronis akan


meningkat secara dramatik sebagai akibat peningkatan usia (Fowler, 2007).

SUMBER : Jurnal Universitas Udayana

4. Why is the woman skin saggy and slacker especially around the eyes?
Penurunan jumlah fibroblast yg menyebabkan penurunan jumlah serat elastin
lebih sklerotik dan menebal sehingga jarinagn kolagen menjadi kendor dan
serabut elastin kehilangan daya keyalnya, kulit menjadi tidak dapat tegang dan
kurang lentur
Tulang dan otot menjadi atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, lapisan kulit
tipis serta kehilangan daya kenyalnya sehingga terbentuk kerutan2 dan garis2
kulit
Kontraksi otot2 mimik yg tidak dikuti oleh kontraksi kulit yg sesaui sehingga
mengakibatkan alur2 keriput didaerah wajah.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia


Lanjut),Edisi 4,FKUI.

With aging, the outer skin layer (epidermis) thins even though the number of
cell layers remains unchanged. The number of pigment-containing cells (melanocytes)
decreases, but the remaining melanocytes increase in size. Aging skin thus appears
thinner, more translucent. Age spots or liver spots may appear in sun-exposed areas.
Changes in the connective tissue reduce the skin's strength and elasticity. This is
known as elastosis and is especially pronounced in sun-exposed areas.
http://adam.about.net/encyclopedia/Changes-in-face-with-age_1.htm
http://seniorliving.about.com/od/healthnutrition/a/aging101part1.htm
Perubahan fisiologi pada kulit menua
-

penurunan epidermal turn over rate antara 30-50% serta kecepatan pergantian
stratum korneum 2 kali lebih lama dibandingkan orang muda.

Menurunnya respon terhadap trauma

Mekanisme proteksi kulit menurun

Daya pembersihan terhadap bahan2 kimia yang terabsorbsi perkutan menurun

Persepsi sensorik menurun

Respon vaskuler menurun

Respon imun menurun

Penurunan produksi vitamin D

Produksi sebum menurun

Jumlah sel malanosit yang aktif serta kemampuan tanning berkurang

Menurunnya kemampuan termoregulasi

Produksi kelenjar keringat menurun

Gambaran morfologik kulit menua


- Kulit kering
Kekeringan

ini

terjadi

krn

menurunnya

hormon

androgen,

menurunnya fungsi kelenjar sebasea, berkurangnya jumlah dan fungsi

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

kelenjar keringat ekrin, berkurangnya kadar air dalam epidermis, paparan


sinar matahari yg lama
- Permukaan kulit kasar dan bersisik
Hal ini disebabkan karena kelainan proses keratinisasi serta
perubahan dan bentuk sel2 epidermis, stratum korneum mudah lepas dan
kecenderungan sel2 mati untuk melekat satu dengan yg lain pada permukaan
kulit dan faktor kekeringan kulit karena berkurangnya lemak serta kandungan
air epidermis
- Kulit kendor/menggelantung dengan kerutan2 dan garis2 kulit lebih jelas
Hal ini disebabkan karena :
a. Penurunan jumlah fibroblast yg mnyebabkan penurunan jumlah serat
elastin lebih sklerotik dan menebal sehingga jarinagn kolagen menjadi
kendor dan serabut elastin kehilangan daya keyalnya, kulit menjadi tidak
dapat tegang dan kurang lentur
b. Tulang dan otot menjadi atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang,
lapisan kulit tipis serta kehilangan daya kenyalnya sehingga terbentuk
kerutan2 dan garis2 kulit
c. Kontraksi otot2 mimik yg tidak dikuti oleh kontraksi kulit yg sesaui
sehingga mengakibatkan alur2 keriput didaerah wajah.

Gangguan pigmentasi pada kulit

Hal ini disebabkan perubahan2 pola distribusi pigmen melanin dan


proliferasi melanosit, serta fungsi melanosit menurun sehingga
penumpukan melanin tidak teratur dalam sel2 basal epidermis.

Disamping itu, epidermal turn over menurun sehingga lapisan sel2


kulit mpy banyak waktu untuk menyerap melanin yg akan
mengakibatkan terjadinya bercak2 pigmentasi pada kulit.

Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia


Lanjut),Edisi 4,FKUI.

5. Why her weight decrease and her body shape got thinner?

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia


Lanjut),Edisi 4,FKUI.

6. Why her vision is getting blur and her hearing become decline?

Dengan bertambahnya usia , bentuk otot siliaris akan berubah . semakin tua
serat otot dan dengan demikian meningkatkan jaringan otot mengikat menjadi lebih
tebal , terutama interior . setelah itu terjadi degenerasi otot yang mengalami atrofi

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

menyebabkan penyusutan dan diperkirakan untuk mempertahankan bentuk, dengan


usia lebih maju daripada siliaris atrofi otot juga terjadi menjalani hialinisasi .
Dengan bertambahnya usia penurunan amplitudo akomodasi
penurunan amplitudo akomodasi dikaitkan dengan perubahan dalam serat lensa
menjadi kurang padat dan kapsul elastis , sehingga lensa kurang mampu menyesuaikan
bentuknya .
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan astigmat : kontrak kornea karena
perubahan hidrasi kornea , proses penuaan kornea
( Buku teks Geriatric R.Boedhi Darmoyo , obat H.Hadi Martono )

gangguan pendengaran adalah suatu kondisi yang menyertai usia lanjut .


dilanjutkan dengan bertambahnya usia terjadi dalam bentuk Corti degenerasi diorgan
hilangnya sel epitel utama saraf yang dimulai pada usia pertengahan . juga terjadi pada
aferen dan eferen serabut saraf dari sel-sel sensorik kokhlea . ada juga perubahan dalam
sel-sel ganglion spiral di kokhlea basal . disamping itu juga penurunan terdapt di basal
membran elastisitas kokhlea dan membran timpani .
Selain penurunan organ pendengaran , pasokan darah dari neuro reseptor
sensorik mungkin rusak , sehingga kedua jalur pendengaran dan temporales lobus otak
sering terganggu karena usia lanjutnya .
gangguan pendengaran
1 . jenis gangguan pendengaran konduktif : disebabkan oleh obturans serumem
2 . jenis gangguan pendengaran sensori neural : disebabkan kerusakan pada
neuron yang disebabkan oleh kebisingan, presbiakusis , ototoksik obat , faktor
keturunan , reaksi pasca - inflamasi , ateroslerosis
3 . presbiakusis : kehilangan pendengaran untuk frekuensi tinggi nada murni ,
adalah simetris , perjalanan progresif lambat
4 . tinnitus : dengung yaitu, bisa tinggi atau nada rendah , terus menerus atau
intermiten
5 . persepsi pendengaran normal : peningkatan kepekaan terhadap pidato suara
keras.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

6 . Gangguan suara lokalisasi : gangguan membedakan arah suara , terutama di


lingkungan yang bising .
( Buku teks Geriatric R.Boedhi Darmoyo , obat H.Hadi Martono )

7. Why is she so easy to fall especially when she just got up from sitting to standing
and she feels so dizzy and imbalance?

MUDAH JATUH
Dalam sistem endokrin , ada hormon yang diproduksi dalam jumlah besar
di saat stress dan berperan penting dalam reaksi mengatasi stress. Oleh karena
itu, dengan mundurnya produksi hormon inilah lanjut usia kurang mampu
menghadapi stress. Menurunnya hormon tiroid juga menyebabkan lansia
tampak lesu dan kurang bergairah.
Penyakit pada sendi ini adalah akibat degenerasi atau kerusakan pada
permukaan sendi-sendi tulang yang banyak dijumpai pada lansia. Lansia sering
mengeluhkan linu-linu, pegal, dan kadang-kadang terasa nyeri. Biasanya yang
terkena adalah persendian pada jari-jari, tulang punggung, sendi-sendi lutut dan
panggul. Gangguan metabolisme asam urat dalam tubuh (gout) menyebabkan
nyeri yang sifatnya akut. Terjadinya osteoporosis menjadi menyebab tulangtulang lanjut usia mudah patah. Biasanya patah tulang terjadi karena lanjut usia
tersebut jatuh, akibat kekuatan otot berkurang, koordinasi anggota badan
menurun, mendadak pusing,penglihatan yang kurang baik, dan bisa karena
cahaya kurang terang dan lantai yang licin.
http://library.usu.ac.id/modules.php

penurunan range of motion(ROM) sendi.

penurunan kekuatan otot, terutama menyebabkan kelemahan ekstremitas


bawah.

perpanjangan waktu reaksi.

kerusakan persepsi dalam.

peningkatan postural sway (goyangan badan).

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Semua perubahan tersebut mengakibatkan kelemahan gerak, langkah yang


pendek, penurunan irama, dan pelebaran bantuan basal. Kaki tidak dapat menapak
dengan kuat dan lebih cenderung gampang goyah. Perlambatan reaksi
mengakibatkan seorang lansia susah/terlambat mengantisipasi bila terjadi gangguan
seperti terpeleset, tersandung, kejadian tiba2 sehingga memudahkan jatuh.
Secara singkat faktor resiko jatuh pada lansia dibagi dalam dua golongan
besar, yaitu :
o Faktor - faktor intrinsik (faktor dari dalam)
o Faktor - faktor ekstrinsik (Faktor dari luar)

Fa

Fak

ktor

tor

Intinsik

Ekstrinsik

Kondisi
fisik

lingkungan

dan

yang

tidak

neuropsikiatrik

mendukung(berbahaya)
FAL

Penuruna
n

visus

dan

LS (JATUH)

Obat2an
yang diminum

pendengaran

Perubahan neuro muskuler,


gaya berjalan, dan reflek postural

Alat2
bantu berjalan

karena proses menua

Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut) Edisi ke-3, R.Boedhi Darmojo

8. Why is she also havent got her period since 5 years ago?

Menopause merupakan suatu gejala dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan
berhentinya siklus menstruasi. Menopause adalah fase alami dalam kehidupan setiap
wanita yang menandai berakhirnya masa subur. Menopause seperti halnya menarche

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

dan kehamilan dianggap sebagai peristiwa yang sangat berarti bagi kehidupan wanita.
Menarche pada remaja wanita, menunjukkan mulai diproduksinya hormon estrogen,
sedang menopause terjadi karena ovarium tidak menghasilkan atau tidak memproduksi
hormon estrogen.
Sejalan dengan proses ketuaan yang pasti dialami setiap orang, terjadi pula
kemunduran fungsi organ-organ tubuh termasuk salah satu organ reproduksi wanita, yaitu
ovarium. Terganggunya fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya produksi hormon
estrogen, dan ini akan menimbulkan beberapa penurunan atau gangguan pada aspek fisikbiologis seksual. Pada sebagian wanita, munculnya gejala atau gangguan fisik sebagai
akibat dari berhentinya produksi hormon estrogen, juga akan berpengaruh pada kondisi
psikologis, dan sosialnya.
Penurunan kadar estrogen, menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur, dan ini
dapat dijadikan petunjuk terjadinya menopause. Ada tiga periode menopause, yaitu:
1.

Klimakterium, yaitu merupakan masa peralihaan anatara masa reproduksi


dan masa senium. Biasanya periode ini disebut jga dengan pramenopause.

2.

Menopause, adalah saat haid terakhir, dan bila sesudah manopause


disebut pasca menopause.

3.

Senium, adalah periode sesudah pasca menopause, yaitu ketika individu


telah mampu menyesuaikan dengan kondisinya, sehingga tidak mengalami
gangguan fisik

(Fk ugm)
9. What are the factoers that influence the aging process?
Faktor yang berhubungan dengan UV, radiasi sinar X, polusi udara yang berasal
dari mobil, dari pabrik, freon, asap rokok, bahan kimia eksogen dan endogen,
serta makanan tinggi karbohidrat dan kalori.
Faktor penyebab terjadinya kekeringan misalnya : cara perawatan kulit yang
salah, kosmetik yang tidak sesuai. Kelembapan udara yang rendah, ruang ber AC,
kipas angin, suhu dingin dan panas akan mempercepat penguapan air dari kulit,
sehingga menyebabkan kulit menjadi kering.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Pengaruh sinar matahari yang menahun/kronik dapat menyebabkan kerusakan


kulit akibat efek fotobiologik sinar UV yang menghasilkan radikal bebas; akan
menimbulkan kerusakan protein dan asam amino yang merupakan struktur
utama kolagen dan elastin, kerusakan pembuluh darah kulit dan menimbulkan
kelainan pigmentasi kulit.
Faktor-faktor lain, yaitu gizi buruk, penyakit menahun, minuman keras, kopi
berlebihan, stres, dll. UV-A (Ultra Violet A), dapat menyebabkan melanoma, dan
menyebabkan penuaan dini (premature aging).
(Cermin Dunia Kedokteran)
10. How to do the proper and healty diet and also the healthy life style for geriatric?

Pencegahan proses menua dapat dilakukan untuk proses menua


ekstrinsik, pada usia menjelang 40 tahun, dan bila perlu lebih awal, dengan
melakukan berbagai cara, antara lain :
1. Mencegah atau menghindari faktor yang menyebabkan kekeringan
kulit serta mempertahankan kelembaban kulit. Untuk itu perlu melakukan
pemeliharaan dan perawatan kulit dengan kosmetik yang sesuai kondisi kulit
dan lingkungan pemakai, seperti :
- Pembersih, pilih pembersih dengan bahan dasar minyak (cleansing
cream, cold cream) dan hindari terlalu sering memakai sabun/detergen,
- Pelembab, digunakan siang atau malam hari terutama untuk
lingkungan dengan kelembaban rendah, ruangan ber-AC dan sebagainya.
- Pelindung, gunakan krim tabir surya (sunscreen cream) dan
foundation cream untuk mencegah kekeringan kulit karena sinar matahari,
terutama didaerah tropis
- Kosmetika rias, dipilih yang banyak mengandung unsure lemak/
bentuk krim.
2. Mencegah proses menua karena kekurangan gizi terutama protein
dan vitamin. Untuk itu perlu mengatur diit, pemberian vitamin, mineral yang
cukup, seperti:

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

- diet rendah karbohidrat, rendah lemak jenuh dan menghindari


bahan bahan tambahan pada makanan (food additive) yang berbahaya, serta
tinggi protein.
- vitamin dan bahan lain yang bekerja sebagai anti oksidan, bahan
yang dapat menghambat toksisitas dari radikal bebas, seperti

vitamin E

(tocoferol), vit.C (ascorbic acid), carotene dan glutathione. Perlindungan


antioksidan paling efektif dalam melawan kerusakan akibat sinar surya
adalah

dengan

kombinasi

beberapa

antioksidan

yang

tampaknya

menunjukkan efek sinergis (Wilkinson, 2001). Tokotrienol merupakan salah


satu bentuk vitamin E, bila dibanding tokoferol, yaitu vitamin E lain yang
telah lama dikenal, mempunyai aktivitas antioksidan 40-60 kali lebih besar
dan efek anti tumor yang luar biasa. Selain itu tokotrienol mempunyai
derajat spesifitas yang tinggi untuk kulit, hampir 15 kali atau lebih
(Wilkinson, 2001). Vitamin lain seperti vitamin A, B1, B2, B5, B6 serta
mineral, zat besi, zink, selenium dan lainnya harus diberikan cukup agar
dapat menghambat proses ikatan silang yaitu proses yang menyebabkan
jaringan kolagen menjadi kaku dan tidal lentur sehingga mencegah
terjadinya keriput. Bahan lain yang dapat diguanakan untuk mencegah
proses menua, antara lain:
- Ubiquinon atau koenzim Q-10,
- Melatonin, adalah antioksidan yang sangat potensial.
- Procyanadins dan cathecins, ada dalam berbagai macam tanaman
seperti biji anggur, teh hijau, apel hijau dan sumber lain, mempunyai
substansi anti tumor yang dihubungkan dengan efek antioksidan kuat. Apel
hijau mentah telah diteliti sebagai anti mutagen, menghambat pelepasan
histamin dan menyerap sinar UVB atau fungsi penyaring.
- Ekstrak jamur, ekstrak polisakarida dari Ganoderma lucidum
melindungi DNA dari pengaruh sinar UVR dan mempunyai efek anti tumor
serta meningkat sistem kekebalan tubuh
- Asam organik: Alpha hydroxyl acids (AHAs), Beta hydroxyl acids
(BHAs) pada konsentrasi 5-10% digunakan untuk mengurangi kerutan,

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

membuat kulit menjadi lebih kesat, memudarkan dan mengurangi


hiperpigmentasi
- Tretinoin (trans-asam retinoin), penelitian Fisher dkk menunbjukkan
bahwa

perawatan

kulit

dengan

tretinoin

sebelum

terpapar

UVR

menghambat induksi MMP (matrix metalloproteinase), suatu enzim yang


dikenal berperan pada kerusakan kolagen dalam proses photaging.
3. Mencegah proses menua kulit dini akibat paparan sinar surya,
dengan cara:
- menghindari paparan terutama saat matahari mencapai titik
kulminasi dimana energi sinar UVB dipermukaan bumi mencapai puncak,
antara jam 10.00- 15.00
- perlindungan secara fisik seperti memakai topi lebar, payung,
pakaian lengan panjang dsb. Perlindungan ini sifatnya terbatas karena SS
dapat menghambur.
- memakai tabir surya (sunscreen) yang mengandung bahan yang
mampu menyerap, menghamburkan dan memantulkan energi SS terutama
didaerah tubuh yang sering terpapar. Kekuatan suatu tabir surya diukur dari
besarnya daya pelindung tabir surya tersebut dengan satuan SPF (sun
protective factor).
4. Menghindari faktor lingkungan yang merangsang terbentuknya
radikal bebas :
seperti penyinaran sinar X, polusi udara oleh gas mobil, asap rokok,
gas N2O dari pabrik, freon AC, hair spray dan lain
5. Menghindari/mengurangi kontak dengan bahan kimia eksogen
seperti detergen, kosmetika terutama krim pemutih yang mengandung
merkuri, bismuth dan lain lain yang dapat menyebabkan kulit kering. Juga
bahan kimia yang masuk secara endogen misalnya obat obatan antibiotik
dsb.
6. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok, minuman
keras, minum kopi yang berlebihan, menghindari hala hal yang menimbulkan

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

stress, meningggalkan kebiasaan suka cemberut, diusahakan banyak banyak


rileks, mudah tersenyum
7. Selalu berpikir positive (positive thinking) dan yang terpenting
selalu tawaqalpada Allah SWT, terutama saat menghadapi cobaan/musibah.
SUMBER : KELAINAN PIGMENTASI KULIT DAN PENUAAN DINI SERTA
PERAN PENDIDIKAN KEDOKTERAN DIBIDANG ILMU KESEHATAN KULIT&
KELAMIN, Universitas Sebelas Maret

11. How to stay away from aging process?


Menurut Depkes RI membagi lansia sebagai berikut :
-

Keluarga menjelang usia lanjut ( 45-54 th) sebagai masa vibrilitas

Keluarga usia lanjut (55-64 th) sebagai presenium

Keluarga usia lanjut ( 65 th < ) sebagai masa senium


Sedangkan WHO lansia dibagi 3 kategori :

Usia lanjut 60-70 tahun

Usia tua 75-89 tahun

Usia sangat lanjut > 90 tahun


SUMBER : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
1. Batasan usia menurut WHO meliputi :
Usia pertengahan (middle age), yaitu kelompok usia 45 sampai 59

tahun lanjut usia (elderly), antara 60 sampai 74 tahun lanjut usia tua (old),
antara 75 sampai 90 tahun usia sangat tua (very old), diatas 90 tahun

2. Menurut UU No. 4 tahun 1965 pasal 1 dinyatakan sebagai berikut


:
Seorang dapat dinyatakan sebagai seorang jompo atau lanjut usia
setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau
tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari
dan menerima nafkah dari orang lain.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Saat ini berlaku UU No. 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia


yang
berbunyi sebagai berikut: lansia adalah seseorang yang mencapai usia
60 tahun
keatas.

SUMBER : PROSES MENUA (AGING PROSES), oleh ISMAYADI,


Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas
Sumatera Utara

Definisi lansia menurut UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan


lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas. Menurut WHO,
2007 lansia mempunyai batasan usia, seperti berikut (Robby,2007; Dwita,
2009):
a. Usia pertengahan (middle, age) : 45-59 tahun
b. Lanjut usia ( elderly) : 60-74 tahun
c. Lanjut usia tua (old) : 75-90 tahun
d. Usia sangat tua (very old) : > 90 tahun
SUMBER : Jurnal Universitas Pembangunan Nasional Veteran

Menurut Nugroho ( 1998 ) beberapa pendapat tentang batasan umur


lanjut usia yaitu :
a. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia
Klasifikasi lanjut usia meliputi : usia pertengahan yakni : kelompok
usia 45 59 tahun. Lanjut usia ( Elderly ) yakni antara usia 60 74 tahun.
Usia lanjut tua (old) yaitu antra 75-90 tahun, dan usia sangat tua (very
old) yaitu usia diatas 90 tahun.
b. Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998
Lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

c. Menurut Prof. Koesomanto Setyonrgoro


Pengelompokan lanjut usia adalah sebagai berikut : usia dewasa
muda (elderly adulth) antara usia 18 atau 20-25 tahun. Usia dewasa
penuh (middle years) atau maturitas antara usia 25-60 atau 65 tahun.
Lanjut usia (geriatric age) lebih dari 66 atau 70 tahun. Terbagi untuk usia
70-75 tahun ( young old) 75-80 tahun (old), dan lebih dari 80 tahun (very
old).

STEP3
1. How is the theory of aging?
3 teori
-

Teori ditolak

Teori model eror

Teori laju kehidupan

Hipotesis glukokortkoid

Teori radikal bebas

Mitokondria sebagai generator radikal bebas serta sebagai target dari


radikal bebas

Senyawa kimia elektron tidak berpasangan, misalnya ROS dan RNS

Tubuh manusia memiliki kemampuan menangkal radikal bebas dengan


enzim, yaitu superoksidesa dismutase yg berisi Zn Cu Mn. Enzim katalase
yang berunsur Fe. Enzim glutation peroksidase yang berunsur Se.

Teori glikosilasi
Proses glikosilasi non enzimatik menghasilkan pertautan glukosa protein yaitu
AGES. AGES berakumulasi di kolagen, hemoglobin dan lensa mata dan
mengandung repair DNA.

Teori stokastik

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Penuaan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara acak dan akumulasi
setiap waktu

Teori eror
Kesalahanpada sintesis DNA

Teori radikal bebas


Radikal bebas tidak memiliki pasangan yang akan menyerang tubuh
aging

Cross link theory


Semakin tua, protein manusia (DNA dan molekul lain) saling melekat dan
memilin, sehingga jika protein tersebut rusak tidak dapat dicerna
mengurangi elastisitas protein dan molekul kulit terjadi kerutan, fungsi
ginjal menurun, terjadi kekeruhan lensa mata

Teori pakai dan rusak


Manusia diibaratkan sebagai mesin, sehingga memerlukan perawatan

Teori neuroendokrin
Sejalan dengan bertambahnya usia, produksi hormon berkurang
penurunan dalam perbaikan dan pengaturan tubuh

Teori telomerese

Teori non stokastik

Teori kontrol genetik


Kita sudah memiliki prgram genetik dalam DNA masing2 untuk mengatur
fungsi fisik dan mental masing2 individu

Immunity theory
Pada proses penuaan terjadi penurunan sistem imun

2. What are the signs of aging process?


-

Tampak keriput pada ujung mata (disebabkan oleh radikal bebas dan paparan
cahaya matahari langsung + merokok)

Flek/bercak hitam (kontak langsung dengan sinar matahari) wajah, tangan

Kulit kasar dan kering

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Lingkar hitam pada mata dan kantung mata yang membesar

Penumpukan lemak disekitar perut dan lengan

Pola tidur yang kurang baik, pelupa, gampang lelah

3. What is the alteration of physics and psychologist during the aging process?
Fisik
-

Tampak keriput pada ujung mata (disebabkan oleh radikal bebas dan paparan
cahaya matahari langsung + merokok)

Flek/bercak hitam (kontak langsung dengan sinar matahari) wajah, tangan

Kulit kasar dan kering

Lingkar hitam pada mata dan kantung mata yang membesar

Penumpukan lemak disekitar perut dan lengan

Pola tidur yang kurang baik, pelupa, gampang lelah

Fungsi fisiologis
-

Kemampuan menghadapi perubahan fisiologis berkurang

Sel berkurang jumlahnya dan membesar ukurannya

Jumlah sel otak menurun, atrofi

Terganggunya mekanisme perbaikan sel

Cepatnya menurun hubungan persarafan

Lambat dalam respon dan waktu dalam bereaksi

Kurang sensitif terhadap sentuhan

Presbaitusis

otosklerosis

pengumpulan serumen karena meningkatnya keratin

hilangnya daya akomodasi (hiperopia)

Psikologis

4. Why is the woman skin saggy and slacker especially around the eyes?

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Dari faktor genetk dan faktor lingkungan mempengaruhi kecepatan proses


penuaan. Zat-zat kosmetik yang lebih sering dipakai mempercepat proses
penuaan
-

Epidermis sel layer berkurang cepat

Sel melanosit jumlah sel menurun sehingga tidak dapat mempertahankan


keelastisan kulit

Mutasi somatik : terlalu banyak terpapar zat kimia dan radiasi dari luar sehingga
menurunkun fungsi sel dan mempengaruhi dari DNA (translasi terganggu
kinerja sel terganggu)

Kenapa di mata?
Karena lebih tipis lebih sensitif terhadap paparan dari luar
Kelenjar minyak sedikit
Kulit di sekitar mata kurang elastis
Banyak berkedip
Lapisan lemaknya tipis
5. Why her weight decrease and her body shape got thinner?
Jaringan- jaringan tubuh seperti otot, tulang serta kandungan air dalam tubuh
berkurang sehingga mengurangi massa tubuh
Mineral berkurang menyebabkan pemendekan tulang 1-2cm per tahun
Lemak bertambah?

Hormon CCK meningkat : jika ada konsumsi lemak lebih mudah diabsorbsi
BMR menurun sehingga konsumsi makanan lebih sedikit kurus

6. Why her vision is getting blur and her hearing become decline?
Presbaitusis : hilangnya kemampuan pendengaran paad telinga dalam terutama
nada tinggi, suara tidak jelas, sulit mnegerti kata-kata
Otosklerosis : atrofi membran timpani

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Katarak?
7. Why is she so easy to fall especially when she just got up from sitting to standing
and she feels so dizzy and imbalance?
Semakin tua maka pembuluh darah semakin tidak elastis sehingga terjadi
kurangnya efektivitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi sehingga
perubahan posisi menyebabkan turunnya tekanan darah pusing mendadak
ketidakseimbangan

Gangguan keseimbangan:
Pusat keseimbangan pada telinga bagian dalam
Berkurangnya sensasi pada tungkai
Radang sendi

8. Why is she also havent got her period since 5 years ago?
Menopouse
Folikel primordial habis atrofi ovarium
9. What are the factoers that influence the aging process?
-

Faktor internal
Genetik paling berperan
Keturunan
Kesehatan
Daya tahan
Kejiwaan
Dapat dipicu oleh stres dan hormonal

Faktor eksternal
Radikal bebas
Sinar matahari
Kelembaban udara

Faktor endogen
Regenerasi sel yang kurang baik

Janu
ary 17, 2014

LI LBM 5 TUMBANG AHTARUNNISA F.H

Faktor eksogen

10. Penyakit terkait penuaan sel?


-

Age dependent disease


Depresi mental
Demensia
Gangguan defekasi
Anemia
Gangguan pendengaran
Bronkitis kronis
Anxietas
Gangguan penglihatan

Age related disease


Gangguan sirkulasi darah (hipertensi, gangguan pembuluh darah otak, kelainan
pembuluh darah)
Gangguan metabolisme hormona (DM, ketidak seimbangan tiroid)
Gangguan persendian (osteorthritis, goat artrhritis, penyakit kolagen lain)
Neoplasma

11. How to do the proper and healty diet and also the healthy life style for geriatric?

12. How to prevent from early aging process?

Menurunkan resiko penyakit

Meningkatkan kapasitas fisik dengan latihan

Aktif dalam kehidupan sosial