Anda di halaman 1dari 37

MAKALAH

ELEVATOR (LIFT)

Disusun oleh:
Jhon Fetra Sitepu

413111100

Miftahudin

41311110058

TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
2014/2015

PENGENALAN ELEVATOR
I.

SEJARAH ELEVATOR
Elevator atau yang lebih akrab dikenal oleh masyarakat luas dengan nama lift.
Lift adalah salah satu alat Bantu dalam kehidupan manusia yang berfungsi untuk
mempermudah aktifitas manusia yang rutinitasnya lebih sering berada didalam gedunggedung bertingkat. Elevator merupakan alat transportasi yang pengendaliannya tidak
dilakukan oleh manusia secara langsung, sehingga semua pengguna elevator sepenuhnya
tergantung pada kehandalan teknologi dari alat transportasi vertikal ini.
Keberadaan dari elevator ini merupakan sebagai pengganti fungsi dari pada
tangga dalam mencapai tiap-tiap lantai berikutnya pada suatu gedung bertingkat, dengan
demikian

keberadaan

elevator

tidak

dikesampingkan

ini

dikarenakan

dapat

mengefisienkan energi dan waktu sipengguna elevator tersebut. Sistem keberadaan


elevator dan segala kemajuan dan kehandalannya tidak serta merta mengalami
perkembangan-perkembangan secara bertahap, sejak keberadaannya pertama kali
dibangun sistem penggerak elevator pada awal perkembangannya dimulai dengan cara
yang sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan tenaga non mekanik.
Sejarah perkembangan elevator modern sebenarnya baru dimulai sejak tahun
1830-an, setelah diperkenalkannya pasangan kawat selling ( wire rope ) dengan katrol (
pully ). Awal mulanya penggunaan elevator ini digunakan untuk pertambangan di eropa
dan segera diikuti oleh negara-negara lain termasuk amerika.
Perkembangan elevator sangat lambat pada awal tahun 1970-an, namun sejak
diperkenalkannya transistor dan alat pendukung elektronik lainnya pada sistem kontrol
elevator pada saat itulah perkembangan kontroller elevator begitu pesat.

II.

DASAR TEORI ELEVATOR


Jenis Elevator (lift)dapat dilihat dari segi fungsi dan jenis penggeraknya,diantaranya
ialah:
a. Jenis-Jenis Elevator dari segi fungsi
1. Elevator Penumpang
Elevator penumpang ini merupakan elevator yang sifatnya berfungsi dan
sangat khusus untuk manusia saja, elevator ini sangat dijaga kehandalannya
dan juga sangat dijaga keamanan dan keselamatan manusianya.
2. Elevator Barang atau Dumb Waiter
Elevator ini sangat khusus fungsinya untuk barang saja, elevator ini juga
tak kalah handalnya dengan elevator penumpang namun ada sedikit perbedaan
dalam system keamanannya.
3. Elevator Service
Elevator servise ini biasanya dipasang diperhotelan, yaitu fungsinya untuk
pelayan-pelayan hotel untuk mengantarkan barang ke kamar-kamar penghuni
hotel. Namun disini pula elevator ini tak kalah handalnya dengan elevator
penumpang, perbedaan dari elevator service dengan elevator penumpang ini
sangat jelas dari sistrem pengangkutannya, yaitu elevator penumpang hanya
khusus untuk manusia saja tapi elevator service ini juga berfungsi sebagai
pengangkutan manusia dan barang.
4. Elevator Hidraulik
Elevator hidrolik ini sangat lain darpada yang lain, ini dilihat dari cara
kerjanya dan juga fisiknya. Elevator ini biasanya digunakan oleh pasukan
pemadam kebakaran dan kapasitas daya angkutnya pun sangat terbatas,
elevator hidrolik ini sekarang tidak hanya dipakai oleh pemadam kebakaran
saja.

Sekarang

elevator

hidrolik

sering

dipakai

oleh

perusahaan

telekomunikasi, bengkel-bengkel kendaraan bermotor, dan lain-lain.

b. Jenis Elevator dari segi Jenis penggeraknya


Dari masa ke masa jenis penggerak pesawat lift telah berkembang dan
perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi yang mendampinginya atau
dipergunakannya. Namun demikian pada umumnya jenis penggerak lift dapat
digolongkan menjadi dua kelompok yaitu :
1. Lift dengan sistem pengerak hidrolis (hydrolic elevator).
2. Lift dengan sistem penggerak dengan motor listrik (traction type elevator).

Meskipun kedua sistem tersebut juga mengalami perkembangan masing-masing,


sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan pemasangan dilapangan yang dihadapinya.
Akan tetapi ada perbedaan pokok dari kedua jenis lift tersebut yang perlu diperhatikan
yaitu :

No

Hal yang perlu

Lift Motor Traksi

Lift Hidrolik

diperhatikan
1.

Jarak Pelayanan

tidak terbatas

Terbatas 20 meter

2.

Frekuensi

Lebih dari 80 start /stop perjam.

Terbatas 80 start

Pemakaian

Pada umumnya 180 start/stop per-

/stop perjam

jam.
3.

Kecepatan

Tidak terbatas (1000m/menit)

Terbatas (maksimal
90 m/menit)

a) Jenis Lift Dengan Motor Traksi


Konsep dasar dari lift yang mempergunakan motor traksi dapat dibedakan menjadi 2
(dua) yaitu :
1. Jenis Tarikan Langsung (Drum Type)
2. Jenis Tarikan Gesek (Traction Drive)

1. Drum Type Elevator


Cara operasi lift jenis ini seperti pesawat angkat yang dipakai pada crane- crane
pada proyek kontruksi bangunan, dengan menggulung tali baja pada tabung gulung.
Pemakaian jenis lift ini pada lift penumpang tidak terlalu populer seperti pada lift traksi
jenis motor pully, hal ini disebabkan adanya beberapa keterbatasan dalam pemakain.
Oleh karena itu lift jenis ini hanya dipergunakan untuk lift-lift dengan kapasitas kecil
seperti pada lift perumahan (residential elevator) dan (lift pelayan) dumb waiter.
Adapun kelemahan tersebut, antara lain :
a. Kecepatan yang dapat dicapai secara teknis terbatas ( +/- 15 m/menit)
b. Kapasitas angkut terbatas (maksimal 200 kg).
c. Penggunaan tenaga listrik lebih boros ( tanpa bobot imbang ).
Oleh karena biasanya lift jenis ini mempunyai kecepatan yang rendah ( kurang dari 30
m/menit ) maka jenis motor traksi yang dipakai kebanyakan jenis motor AC (single
speed).

2. Traction Type Elevator


Lift jenis ini dapat digolongkan menjadi 2 (dua ) penggolongan, yaitu :
1. Dilihat dari segi mesin penggerak langsung atau tidak langsung, dibagi menjadi 2
(dua ) yaitu :
1.a Geared Elevator
1.b Gearless Elevator

Gambar Geared Elevartor


Sumber: lulusoso.com

Gambar Gearless Elevator


Sumber: lulusoso.com

Gambar lift Gearless Elevator


Sumber : elevation.wikia.com

Gambar lift Geared Elevator

b) Dilihat dari jenis motor traksi yang dipergunakan dapat menjadi dua (2) jenis, yaitu :
b).1 Lift traksi motor AC
b).2 Lift traksi motor DC
Geared elevator dengan penggerak motor AC geared biasanya dipergunakan pada
lift berkecepatan rendah dan sedang. Sebaliknya Gearless elevator dengan penggerak
motor DC ( AC VVVF ) dipergunakan pada lift kecepatan tinggi.
Kemampuan dari semua jenis tersebut diatas masing-masing mempunyai
kelemahan dan kelebihan masing-masing dalam penggunaannya. Namun demikian
dengan berkembangnya sistem control yang lebih modern (VVVF = Variabel Voltage
Variabel Frequensi yang dilengkapi IPM = Integrated Power Modele, dll). Maka timbul
kecendrungan yang kuat untuk menggeser atau mengurangi penggunaan penggerak motor
DC pada lift-lift keluaran terakhir dengan kemampuan yang lebih baik dan lebih hemat
biaya operasi.
Spesifik lift traksi system pengendali motor dan gear motor pada motor traksi
antara lain :
a. Geared machine dengan motor AC single speed

: 15-30 m/menit

b. Geared machine dengan motor AC double speed

: 30-45 m/menit

c. Geared machine dengan motor AC VVVF

: 45-210 m/menit

d. Gearless machine dengan motor DC atau AC VVVF

: >150 m/menit

Pada umumnya lift jenis traksi meletakkan motor traksi dan panel control diatas
rung runcur (hoistway), namun demikian dalam beberapa kasus tertentu penempatan
motor traksi dan panel control ada yang diletakkan samping bawah atau disamping atas
ruang luncur. Untuk mengatasi masalah dimana ketinggian bangunan yang terbatas, saat
ini telah ada lift motor traksi yang tidak memerlukan ruang mesin (machine roomless)
yang disebut Spacell yang telah diproduksi oleh Toshiba Elevator dan Kone Elevator.

III.

KOMPONEN DAN CARA KERJA ELEVATOR

Apabila kita ingin mengetahui sistem kerja elevator, maka kita harus mengetahui
komnponen utama dalam elevator tersebut. Untuk mempermudah kita mengetahui cara
kerja elevator secara keseluruhan, disini penulis akan menggolongkan tata letak
komponen-komponen elevator dalam dua bagian ruangan, yaitu ruang mesin ( Machine
Room ) dan ruang luncur ( Hoistway ).

1. Ruang mesin ( Machine Room )


Ruang mesin adalah ruang terpenting, dimana ruang tersebut terjadinya semua
proses pengoperasian elevator berlangsung secara keseluruhan. Didalam ruang mesin
terdapat beberapa alat penggerak elevator, yaitu :

a. Motor penggerak
Motor penggerak elevator ini memiliki asupan daya tegangan bolak-balik (Ac)
dari PLN yang sangat berperan dalam pelaksanaan kerja elevator, motor penggerak ini
mempunyai kemampuan putar antara 50 putaran per menit sampai dengan 210 putaran
per menit. Dengan kapasitas tegangan motor 7.5 KW dan menggunakan arus maksimal
25 Ampere.
Motor penggerak ini dilengkapi dengan rem magnet ( magnetic brake ) yang
berfungsi menahan motor ketika kereta elevator telah sampai pada lantai yang dituju,
pergerakan cepat atau lambatnya elevator diatur oleh PLC (Programable Logic Control)
.Motor penggerak dalam menarik dan menurunkan elevator menggunakan tali baja ( rope
) yang melingkar pada puli mesin ( sheave ), lebih jelas mengenai pembahasan motor
listrik yang dipakai oleh elevator akan di jelaskan pada bab IV. Dibawah ini adalah
gambar motor listrik yang digunakan pada elevator.

Gambar mesin elevator


Sumber : elevation.wikia.com

b. Governor
Governor adalah komponen penggerak utama dalam elevator, didalam governoor
ini terdapat saklar yang berfungsi untuk menonaktifkan semua rangkaian sehingga
otomatisasi elevator mati dan tidak berfungsi. Selain saklar juga terdapat pengait rem,
pengait rem ini berfungsi untuk menghentikan kawat selling dan kawat selling ini
menarik rem yang ada di kereta elevator.

Gambar Governor rope monitor


Sumber : file-wordprres.com

c. Panel
Panel ini adalah tempat control elevator secara otomatis, panel ini terdapat
inverter motor dan program logic control yang berfungsi untuk mengatur geraknya
elevator.

d. Ruang luncur
Ruang luncur ini adalah tempat dimana elevator beroperasi berbentuk lorong
vertikal, disinilah elevator menjangkau tiap-tiap lantainya.didalam ruang luncur ini
terdapat beberapa komponen utama yang tak kalah pentingnya dibandingkan dalam ruang
mesin.

e. Kereta
Kereta elevator beroperasi pada ruang luncur dan menapak pada rail di kedua
sisinya, pada sisi kanan dan kiri terdapat pemandu rail ( sliding guide ) yang berfungsi
memandu atau menapaki rail.

Gambar Pemandu rel ( Slidding Guide )


Sumber : www.globalsources.com

Selain pemandu rail ( sliding guide ) juga terdapat karet peredam ( silencer rubber
) yang berfungsi untuk mengurangi kejutan ketika elevator berhenti maupun mulai start,
selain itu pula terdapat pendeteksi beban ( switch overload ) yang terdapat dibawah kereta
elevator. Pada pintu kereta elevator juga terdapat sensor gerak ( safety ray ) dan sensor
sentuh ( safety shoe ) yang terpasang pada pintu kereta dan berfungsi supaya untuk
penumpang elevator tidak terjepit pintu elevator, didalam kereta elevator juga terdapat
tombol-tombol pemesanan lantai ( floor button ) yang akan dituju oleh pengguna
elevator.
Kereta elevator memiliki pintu otomatis yang digerakkan oleh motor stepper yang
bekerja berdasarkan sinyal digital yang asalnya dari sensor kedekatan ( proximity ) yang
berfungsi menentukan level atau tidaknya lantai, setelah lantai dinyatakan level atau rata
maka motor stepper akan membuka pintu secara otomatis.

Gambar Sensor Kedekatan ( Proximity )


Sumber : www.globalsources.com
Selain yang disebutkan diatas, ada beberapa komponen pendukung kerja elevator
antara lain seperti dibawah ini :
1. Saklar pintu ( door contact )
Saklar pintu ( door contact ) ini termasuk dalam komponen pengaman elevator.
2. Kunci pintu ( door lock )
Berfungsi untuk mengunci pintu agar pintu tidak dapat dibuka dari luar
3. Saklar batas atas ( final up ) dan bawah ( final down )

Saklar batas atas dan bawah berfungsi untuk mengamankan kereta elevator terhadap
kemungkinan terjadinya kelebihan kecepatan.
Penjelasan mengenai komponen pengaman elevator akan dibahas pada bahasan
keamanan pada elevator.

f. Saklar Pintu
Saklar pintu atau sering disebut dengan door contact adalah salah satu komponen
yang termasuk penting dalam pengamanan elevator, cara kerja dari saklar pintu ( door
contact ) ini adalah saklardihubungkan kabel saklar pintu ( door contact ) tiap-tiap lantai
secara seri.
Apabila salah satu pintu dibuka secara sengaja maka elevator tidak akan bekerja,
ini dikarenakan untuk keselamatan pengguna elevator atau bagian perawatan elevator.

Gambar Saklar pintu ( door contact )


Sumber : gzescalator.en.alibaba.com

g. Bobot imbang ( counterweight )


Bobot imbang atau counterweight biasanya terpasang dibelakang atau disamping kereta
elevator, bobot dari bobot imbang ini harus sesuai dengan ketentuan yang ada. Faktorfaktor yang menentukan berapa berat dari bobot imbang ini diantaranya harus
memperhitungkan berat kereta, kapasitas penuh pada kereta dan faktor keseimbangan.
Besar faktor keseimbangan biasanya sebagai berikut :
Kapasitas Elevator

Faktor Keseimbangan

>> 1200 kg

40 % s/d 42,5 %

600 kg s/d 1150 kg

45 %

300 kg s/d 580 kg

50 % s/d 55 %

Tabel Besaran factor bobot imbang


Sebagai contoh, elevator dengan kapasitas Q = 1200 kg dengan berat kereta
kosong 2400 kg dan faktor bobot imbang sebesar 42,5 % maka perlu diimbangi dengan
bandul ( filler weight ) ?
Penyelesaian :
2400 + 42,5 % x 1200 = 29310 Kg
Mengenal Secara umum peralatan pengaman safety device pada lift
1) Cirduit braker,berfungsi :
Memutuskan sumber (aliran) listrik dari panel induk (sub panel) ke panel control
lift.Menjaga peralatan elektronik dari lift jika terjadi arus lebih (over current).

2) Governoor, berfungsi :
Memutuskan power/aliran listrik ke control panel lift jika governor mendeteksi
terjadinya over speed (kecepatan lebih) pada traffict lift (putaran roda pulley
governoornya).Menjepit sling governor (catching).Secara mekanik bandul governor
akan menjepit sling governor (rope governor) dan dengan terjepitnya sling ini,maka
sling ini akan menarik safety wedge pada unit safety gear/safety wedge yang terletak
di bawah car lift dan akan mencengkaram rail untuk melakukan pengereman secara
paksa terhadap lift.

3) Final limit switch (upper/bagian atas),berfungsi :


Merupakan double proteksi untuk menghentikan operasi lift jika limit switch
(upper) gagal beroperasi.
4) Limit switch (upper/bagian atas),berfungsi :
Berfungsi menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai tertingginya.

5) Emergency exit (manhole),berfungsi :


Penumpang dapat di tolong/evakuasasi dari dalam sangkar melalui manhole ini
pada saat emergency.Manhole ini hanya dapat di buka dari sisi luar bagian atas.jika
pintu ini terbuka lift otomatis akan berhenti.
6) Emergency light (lampu emergency),berfungsi :
Lampu emergency akan menyala secara otomatis jika terjadi pemdaman sumber
listrik.Lampu ini dapat bertahan rata-rata sampai dengan 15 menit.
7) Safety gear/safety wedge,berfungsi :
Melakukan pengereman (menjepit) terhadap rail jika governor mendeteksi
terjadinya over speed.
8) limit switch (Lower/bagian bawah),berfungsi :
Menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai terendahnya.
9) Final limit switch (lower/bagian bawah), berfungsi :
Merupakan double proteksi untuk menghentikan opersi lift jika limit swich gagal
beroperasi.
10) Lubang kunci pintu luar,berfungsi :
Terletak di sisi sebelah atas dari pintu luar lift yang memungkinkan untuk di buka
jika ingin melakukan pertolongan darurat pada penumpang jika terjadi emergency.

11) Door lock switch,berfungsi :


Mencegah pintu terbuka pada saat lift sedang beroperasi (running).Pintu hanya
dapat di buka setelah sangkar berhenti.
12) Interphone,berfungsi :
Penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas teknisi (building maintenance)
di ruang mesin,ruang control atau ruang security jika terjadi pemdaman listrik atau
hal emergency.

13) Safety shoe,berfungsi :


Mendeteksi gangguan pada saat pintu akan menutup dan membuka kembali jika
mendeteksi sesuatu.Photocell dapat di gunakan secara bersamaan safety shoe ini.
14) Weighing Device (pendeteksi beban),berfungsi :
Memberikan / mengaktifkan buzzer alarm pada saat weighing device ini
mendeteksi beban sangkar yang berlebih.jika weighing device ini aktif pintu lift akan
tetap terbuka sampai dengan sangkar di kurang bebannya.
15) Apron, berfungsi :
Mencegah penumpang terjatuh ke dalam hoistway (ruang luncur lift) pada saat
penumpang mencoba keluar ketika lift berhenti tidak level.
16) Buffer, berfungsi :
Jika sangkar atau counterweight (beban penyeimbang) bergerak kea rah paling
bawah,buffer akan mengurangi terjadinya shock (guncangan).

CARA KERJA ELEVATOR


Kontruksinya berupa sangkar atau kereta yang dinaikturunkan oleh mesin traksi,
dengan mengunakan tali baja tarik, melalui ruang luncur (hoistway) didalam bangunan
yang dibuat khusus untuk lift. Agar kereta lift tidak bergoyang digunakan rel pemandu
setinggi ruang luncur (hoistway) yang diikat dengan tembok ruang luncur lift. Untuk
mengimbangi

berat

kereta

dan

bebannya

digunakan

bandul

pengimabang

(counterweight), beratnya sama dengan berat kereta ditambah dengan setengah berat
beban maksimum yang diizinkan. Hal ini untuk memperingan kerja mesin traksi, karena
pada saat kereta dipenuhi dengan beban maksimum, mesin traksi hanya berupaya
mengangkat atau menaikkan setengah dari beban maksimumnya. Sebaliknya pada saat
kereta kosong, mesin traksi hanya perlu mengangkat atau menaikan setengah dari beban
maksimum yang berlebih pada counterweight.
Pada sistem geared atau gearless (yang masing-masing digunakan pada instalasi
gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi), kereta lift tergantung di ruang luncur
oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya dua puli katrol, dan sebuah bobot pengimbang

(counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai


antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan
bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan.
Mesin Lift Gearless
Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat
di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik
dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multiwire untuk menghubungkan ruang
mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta
sehingga disebut sebagai kabel bergerak (traveling cable)Jalur Lift (Hoistway) dan ruang
mesin di atasnya Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive
sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat
mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin
gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan
langsung ke poros motor.Sistem pergerakan Lift dengan Gearless
IV.

PERANCANAAN PERHITUNGAN PADA ELEVATOR

Mekanisasi bangunan, terutama bangunan tinggi menjadi hal yang menonjol


dengan timbulnya kebutuhan akan gedung-gedung tinggi di seluruh dunia.
Bangunan-bangunan tinggi dalam arsitektur tidaklah menjadi hasil karya para
arsitek dan insinyur struktur saja, tetapi menjadi panduan karya berbagai keahlian antara
lain juga insinyur mesin, elektro dan fisika teknik, panduan antara karya seni dan
teknologi.
Dalam perancangan bangunan-bangunan tinggi terjadi pemikiran timbal balik
antara pertimbangan-pertimbangan fungsi, struktur, dan estetika, persyaratan-persyaratan
mekanikal maupun elektrikal.
Salah satu masalah yang menjadi pemikiran pertana pada perencanaan bangunan
bertingkat banyak ialah masalah transportasi vertical umumnya dan transportasi manusia
khususnya.

Alat untuk transportasi vertical dalam bangungn bertungkat adalah lift atau
elevator. Alat transportasi vertical dalam bangunan bertingkat tersebut akan memakan
volume gedung yang akan menetukan efisiensi gedung.
Pemilihan kapasitas-kapasitas lift akan menetukan jumlah lift yang mempengaruhi
pula kualitas pelayanan gedung, terutama proyek-proyek komersil.
Instalasi lift yang ideal ialah yang menghasilkan waktu menunggu disetiap lantai
yang minimal, percepatan yang komfortavel, angkutan vertical yang cepat, pemuatan dan
penurunan yang cepat di setiap lantai.
kriteria kualitas pelayanan elevator adalah:
1 Waktu menunggu (interval, waiting time)
2 Daya angkut (handing capacity)
3 Waktu perjalanan bulak-balik lift (round trip time)
1. Waktu menunggu (interval, waiting time)
Kesabaran orang untuk menunggu lift tergantung kota dan Negara dimana
gedung itu ada. Orang-orang di kota besat lazimnya kurang sabardibanding dengan
orang-orang di kota kecil.
Untuk proyek-proyek komersil perkantoran diperhitungkan waktu menunggu
sekitar 30 detik.
Waktu menunggu = waktu perjalanan bolak-balik dibagi jumlah lift.

Penting:
Jika jumlah lift total dihitung atas dasar daya angkut pada beban puncak saat-saat
sibuk, maka untuk proyek-proyek perkantoran yang beberapa lantainya disewa oleh
satu penyewa, jumlah lift totalnya harus di tambah dengan 20-40 %, sebab sebagian lift
di dalam zone yang disewa satu penyewa tersebut dipakai untuk lalu lintas antar lantai,

sehingga waktu menunggu di lantai dasar dapat memanjang menjadi 90 detik atau
lebih.

Waktu menunggu juga sangat variable tergantung jenis gedung.


Contoh-contoh sebagai berikut:
a. Perkantoran

25-45 detik

b. Flat

50-120 detik

c. Hotel

40-70 detik

d. Asrama

60-80 detik

Waktu menunggu minimum adalah sama dengan waktu pengosongan lift ialah kapasitas
lift x 1,5 detik per pengunjung.

2. Daya angkut lift (handing capacity)


Daya angkut lift tergantung dari kapasitas dan frekuensi pemuatanya.Standard daya
angkut lift diukur untuk jangka waktu 5 menit jam-jam sibuk (rush-hour) Daya angkut 1
lift dalam 5 menit adalah :
[M =

]=M=

Dimana
M= kapasitas lift (orang) dan daya angkut 75 kg/orang.
W= waktu menunggu (waiting time/interval) dalam detik = T/N

Jika 1 zone dilayani 1 lift, maka waktu menunggu= waktu perjalanan bolak-balik lift,
jadi: M =

3. Waktu perjalanan bolak-balik lift (round trip time)


Waktu ini hanya dapat dihitung secara pendekatan sebab perjalanan lift antar lantai
pasti tidak akan mencapai kecepatan yang menjadi kemampuan lift itu sendiri dan pada
perjalanan lift non stop, kecepatan kemampuanya baru tercapai setelah lift bergerak
beberapa lantai dulu, misalnya lift dengan kemampuan bergerak 6m/detik baru dapat
mencapai kecepatan tersebut setelah bergerak 10 lantai.
Dalam praktek, perhitungan elevator dilakukan oleh supplier lift yang menghitung
kebutuhan lift berdasarkan data-data dari pabrik pembuatnya.
Secara pendekatan, yaitu perjalanan bolak balik lift terdiri dari:

a. Penumpang memasuki lift lantai dasar yang memerlukan waktu 1,5 detik per orang
dan untuk lift dengan kapasitas m orang perlu waktu 1,5 detik
b. Pintu lift menutup kembali 2 detik
c. Pintu lift membuka di setiap lantai tingkat ... (n-1) 2detik
d. Penumpang meninggalkan lift di setiap lantai dalam 1 zone sebanyak
(n-1) lantai : (n-1) x m/n-1 x 1.5 detik....1,5 detik
e. Pintu lift menutup kembali di setiap lantai tingkat (.n-2) 2 detik

Beban puncak diperhitungkan berdasarkan presentasi empiris terhadap jumlah


penghuni gedung, yang diperhitungkan harus terangkat oleh lift-lift dalam 5 menit
pertama jam-jam padat (rush-hour).
Untuk Indonesia persentasi tersebut adalah:
a. Perkantoran 4% x jumlah penghuni gedung
b. Flat 3% x jumlah penghuni gedung
c. Hotel 5% x jumlah penghuni gedung

Data-data untuk penaksiran jumlah penghuni gedung:


a.

Perkantoran ............. 4 m2 / orang

b.

Flat 3 m2 / orang

c.

Hotel ....4 m2 / orang

d.
4. Efisiensi Bangunan (building efficiensi)
Effisiiensi lantai adalah presentasi luas lantai yang dapat dihuni atau disewakan terhadap
luas lantai kotor

Untuk proyek perkantoran adalah:


10 lantai

85%

20 lantai: 1-10 lantai ............

80%

11-20 lantai ..........

85%

30 lantai: 1-10 lantai ............

75%

11-20 lantai ............

75%

21-30 lantai ............

85%

40 lantai: 1-10 lantai ............

75%

11-20 lantai ............

80%

21-30 lantai ............

85%

31-40 lantai ............

90%

Data-data ini hanyalah untuk keperluan perhitungan lift saja

Effisiensi bangunan sangat tergantung luas lantai yang dipakai oleh inti gedung dimana
tabung lift ada di dalamnya.besarnya rongga yang dipakai oleh tabung lift tergantung tinggi
gedung.
Secara empiris luas inti gedung adalah sekitar 5-10 x luas tabung lift. Proyek
perkantoran memerlukan luas inti yang besar daripada proyek flat.

5.

Perhitungan jumlah lift jumlah lift dalam 1 zone


Jika beban lift dalam suatu gedung diperhitungkan sebesar P% x jumlah penghuni
gedung atas dasar a m2 per orang luas lantai netto, maka beban puncak lift:

P = persentasi empiris beban puncak lift (%) A


=luas lantai kotor per tingkat (%)
N = jumlah lantai
K = luas inti gedung (m2)
a = luas lantai netto per orang (m2)

sedangkan : k = 5 x N x m x 0,3 = 1,5 mN


maka

daya angkut 1 lift dalam 5 menit


M=

Daya angkut lift dalam 5 menit


MN =

Persamaan L=MN =

Dimana =
N =jumlah lift dalam 1 zone
a = luas lantai kotor pertingkat.
P = persentasi jumlah penghuni gedung yang duperhitungkan sebagai beban puncak
lift.
T = waktu perjalanan bolak-balik lift.
M = kapasitas lift
a = luas lantai netto per orang.
N = jumlah lantai dalam satu zone.

6. Korelasi Jumlah Lantai dalam 1 zone


Kapasitas lift dan jumlah lift Daya
angkut lift dalam 5 menit:

M=

Beban puncak lift : L=P %


=

Dimana n a adalah luas lantai netto dalam 1 zone.


Persamaan : M = L,
=

Maka :
] &[

7. System zone banyak (multi zone system)

Untuk meningkatkan efisiensi bangunan, orang berusaha memperkecil volume gedung


yang dipergunakan untuk sirkulasi vertical, terutama dalam bangunan tinggi (lebih dari 20
lantai)
Juga untuk memperpendek waktu perjalanan bolak-balik lift yang memperpendek waktu
menunggu lift terutama di lantai dasar. Untuk tujuan orang melakukan zoning lift artinya
pembagian kerja kelompok lift, misalnya 4 lift melayani lantai 1-15, 4 lift melayani lantai
16- 30, jadi tidak berhenti di lantai 1-15.
Karena ada kelompok 4 lift yang tidak berhenti di lantai 1-15 maka dalam tabungtabungnya tidak diadakan lubang pintu ke luar; ini merupakan penghematan biaya sirkulasi
vertical.
Dalam hal zoning lift maka perhitung jumlah lift diadakan untuk setiap zone, yang
mempunyai waktu perjalanan bolak-balik lift masing-masing.
Contoh perhitungan
Suatu gedung 30 lantai dengan dengan luas rata-rata a = 1200 m2, tinggi lantai sampai
dengan lantai h = 3.60 meter dibagi dibagi dalam 2 zone; zone bawah 15 lantai, dan atas 15
lantai.
Gedung tersebut direncanakan untuk dilayani oleh lift-lift berkecepatan rata-rata 4m/detik
dan kapasitas m = 20 orang/lift.

Perhitungan zone 2
Waktu perjalanan bolak-balik lift antara lantai (1-15 non-stop) dengan kecepatan rata-rata S2
= 5 m/detik

Untuk : h = 3,60 m
N1 = 15
N2 = 15
S1 = 3 m/detik
S2 = 5 m/detik
M = 20 orqng/lift
Maka : T2 = 160,32 detik
Beban puncak lift untuk zone 2:

Daya angkut lift dalam 5 menit untuk zone - 2

Persamaan L2 = M2

Maka: [ N2 =

Untuk: a = 1200 m2
n2 = 15
T2 = 160.32 detik
P =4%
a = 4 m2/orang
Maka:

N2 = 4lift @ 20 orang w2

= 40.08 detik > w min = 30 detik


< w max = 45 detik
Perhitungan Zone 1
Beban puncak lift untuk zone 1
L1 =
N2 = 4
Daya angkut lift dalam zone 1 sebanyak N1 buah selama 5 menit:
M1 =
Sedangkan T1 =
Persamaan: L1 = M1

[ N1 =
Untuk: a = 1200 m2

n1 = 15
m = 20
h = 3.60 m
s1 = 3 m/detik a = 4 m2/detik
P = 4%
T1 = 153.6 detik
Maka: N1 = 4 lift @ 20 orang
w1 = 38.4 detik > w min = 30 detik< w max = 45 detik
Jadi: Zone 1 dan Zone 2 masing-masing dilayanii 4 lift @20 orang dengan
kecepatan rata-rata 3 m/detik dan 5 m/detik

8. Sistem Zone Banyak Dengan Skylobby


Untuk bangunan yang sangat tinggi dengan jumlah puluhan lantai mendekati 100
lantai atau lebih perlu diadakan penghematan volume inti dengan mengadakan zoning
pelayanan elevator ditambah lobby-lobby antara (skylobby) yang dapat dicapai dari lantai
dasar dengan lift-lift ekspres yang langsung menuju skylobby-skylobby tersebut.
Skylobby berfungsi untuk:
1. Lantai perpindahan untuk menuju lift-lift lokal dalam zone di atasnya.
2. Tempat berkumpul sementara (mengungsi) pada waktu keadaan darurat
(kebakaran, gempa bumi) sambil menunggu pertolongan.
3. Karena lift-lift lokal yang melayani zone-zone, maka diperlukan ruang
mesin lift langsung di atasnya

Kebutuhan ruang mesin lift disatukan pula dengan kebutuhan ruang mesin AC,
ruang mesin-mesin pompa air, reservoir antara untuk persediaan air bersih dan lain-lain.

Ruang mesin tersebut berupa beton tulang yang padat dan kokoh yang berfungsi pula
sebagai penghadang menjalarnya kebakaran ke atas. Sedangkan skylobby-skylobby
tersebut terletak di atas ruang-ruang mesin yang kokoh tersebut.
Adanya ruang-ruang mesin antara tersebut juga sangat menghemat energi listrik
untuk pemompaan air bersih, penghawaan mekanis dan AC dan penghematan ronggarongga untuk tabung-tabung instalasi listrik, AC maupun pemipaan.
Secara struktural, ruang mesin yang kokoh tersebut, pasti dapat menambah ketahanan
gedung terhadap gaya-gaya horizontal akibat gempa ataupun angin.

9. Perhitungan Jumlah Lift


Suatu gedung dengan luas lantai rata-rata 2190 m2 dan jumlah lantai 63 dibagi dalam
5 zone dengan 5 skylobby.

1. Perhitungan lift lokal

Jumlah lantai

a = 2190 m2
n = 10 (tidak termasuk skylobby)

Waktu menunggu

w = 30 detik

Luas lantai netto

a = 1814

Luas lantai netto per orang

m2

Luas lantai rata-rata

a = 4 m2/orang
Persentasi penghuni untuk beban puncak lift

P = 4%

Tinggi lantai s/d lantai

h = 3.60 m

Kapasitas lift

m=

Kecepatan rata-rata lift

s = 2m/detik

= 18 orang/lift

Waktu perjalanan bolak-balik lift:


T=

T = 126.4 detik Jumlah

lift lokal:

N=

w=

= 5 lift @ 18 orang

= 25.28 detik < w min = 1.5 m = 27 detik Dicoba

dengan lift lokal kapasitas 20 orang/lift maka T = 132.4


detik
N = 4 lift @ 20 orang
w = 33 detik >w min = 30 detik

Jadi setiap zone dilayani lift lokal sebanyak 4 buah dengan kapasitas 20 orang/lift dan
kecepatan rata-rata 2 m/detik.

2. Perhitungan lift ekspres


a. Untuk mencapai skylobby di atas zone 1
n = 14
s = 2 m/detik
h = 3.60 m
w minimum = 24 detik
w maksimum = 45 detik
kapasitas lift = 20 orang/lift
Waktu perjalanan bolak-balik lift:

Pintu lift membuka di lantai dasar

= 2 detik

Penumpang masuk lift @ 1.5 detik/orang = 20 x 1.5

= 30 detik

Pintu lift menutup kembali di lantai dasar

= 2 detik

Pintu lift membuka dan menutup di skylobby

= 4 detik

Penumpang keluar lift di skylobby @ 1.5 detik/orang

= 30 detik

Perjalanan bolak-balik lift

= 46.8 detik
T

Beban puncak lift ekspres di atas zone 1


= Beban puncak lift local
Jumlah lift: N

Waktu menunggu w = 28.7 detik


Jadi skylobby di atas zone 1 dilayani 4 lift @ 20 orang
Untuk mencapai skylobby di atas zone 2
n = 26
s = 3.5 m/detik h= 3.60
m
m = 20 orang/lift w min
=24.3detik w max = 45
detik

= 114.8 detik

waktu perjalanan bolak balik T :

Pintu lift membuka dan menutup di lantai dasar

= 4detik

Pintu lift membuka dan menutup di skylobby

= 4detik

Penumpang masuk di lantai dasar

= 20 x 1.5 detik

= 30detik

Penumpang keluar di skylobby

= 20 x 1.5 detik

= 30detik

Perjalanan bolak balik lift

=51.43detik

T = 119.43 detik
N =
menunggu w =

= 4 lift @ 20 orang Waktu


=29.86 detik

Untuk mencapai skylobby diatas zone 3


n = 38
s = 5 m/detik h =
2,60 m
m = 20 orang/lift w
min = 24 detik w max
= 45 detik

Waktu perjalanan bolak balik lift :

Pintu lift membuka dan menutup di lantai dasar

= 4detik

Pintu lift membuka dan menutup di skylobby

= 4detik

Penumpang masuk di lantai dasar= 20 x 1.5detik

= 30detik

Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1.5 detik

= 30detik

Perjalanan bolak balik lift

= 53.28detik

T = 121.28 detik
N=
menunggu w =

= 4 lift @ 20 orang Waktu


=30.32 detik

Untuk mencapai skylobby diatas zone 4


n = 50
s = 7 m/detik h =
3,60 m
m = 20 orang/lift
w min = 24 detik w
max = 45 detik m = 20
orang/lift
Waktu perjalanan bolak balik lift :

Pintu lift membuka dan menutup di lantai dasar

= 4detik

Pintu lift membuka dan menutup di skylobby

= 4detik

Penumpang masuk di lantai dasar= 20 x 1.5 detik

= 30detik

Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1.5 detik

= 30detik

Perjalanan bolak balik lift

detik
T = 118.4 detik

=50.4

N=
menunggu w =

= 4 lift @ 20 orang Waktu


=29.60 detik

Untuk mencapai skylobby diatas zone 5


n = 62
s = 8.5 m/detik h =
3,60 m
m = 20 orang/lift w
min = 24 detik
w max = 45 detik

Waktu perjalanan bolak balik lift :


-

Pintu lift membuka dan menutup di lantai dasar

= 4detik

Pintu lift membuka dan menutup di skylobby

= 4detik

Penumpang masuk di lantai dasar = 20 x 1.5 detik

= 30detik

Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1.5 detik

= 30detik

Perjalanan bolak balik lift

T = 119.67 detik

N=
Waktu menunggu w =

= 4 lift @ 20 orang
=29.92 detik

= 51.67detik

10. Daya Listrik Untuk Lift


Daya listrik yang diperlukan untuk satu kelompok lift sangat tergantung kapasitas,
kecepatan dan jumlah lift.
Suatu lift dengan kapasitas m dan kecepatan s m/detik memerlukan daya :
[E=

HP] = 0,75 ms kw.

Sedangkan factor kebutuhan daya untuk suatu kelompok lift adalah :

Jumlah 2

10

15

20

25

lift
Factor 0.85

0.77

0.72

0.67

0.63

0.59

0.52

0.44

0.40

0.35

daya

Contoh :

Lift dengan kapasitas 3500 lb = 1587.6 kg dan kecepatan 3 m/detik memerlukan daya
listrik

HP = 48 HP

Untuk 5 lift = 0.67 x 5 x 48 HP = 160 HP Catatan :


1 orang diperhitungkan 75 kg
Penggunaan daya listrik oleh lift (10 jam/hari): Kwh = 0.20 x 160 HP x
= 240 kwh

x 10 jam

11. Beban Panas Ruang Mesin Lift

Beban panas ruang mesin lift maksimum diperhitungkan 1/3 x jumlahHP dimana satu HP
= 2500 Btu ( 1 Btu = 0.25 kalori )
Temperature ruang mesin lift harus dipertahankan antara 60-900 F.
Suatu lift dengan kapasitas 2000 lb dan kecepatan 2.5 m/detik memerlukan daya listrik :

HP = 23 HP

( 1 pound = 0.4536 kg : 1 HP = 75 m/detik

: 1 HP = 0.746 KVA )

Beban panas = 1/3 x 23 x 2500 Btu = 19.167 Btu

12. Lift Barang

Setiap gedung bertingkat banyak baik dalam bentuk perkantoran, flat, atau penggunaan
campuran dengan gedung komersiil pasti memerlukan sarana sirkulasi vertical untuk
barang di samping untuk orang.
Kriteria untuk lift barang yang penting ialah ukuran dan berat barang yang harus
diangkut. Dalam gedung- gedung dengan penggunaan campuran (mixed use) seringkali lift
barang juga harus dapat melayani angkutan orang terutama pada jam-jam sibuk.
Perkiraan yang dapat digunakan dalam perencanca ialah untuk setiap 5 lift diperlukan 1
lift barang.
Kapasitas lift barang berkisar antara 1-5 ton dengan ukuran dalam antara 1.60 x 2.10 m
sampai 3.10 x 4.20 m dan kecepatan bergerak 1.5 2 m/detik maximum atau rata-rata 0.25
1 m/detik.

Diket :
-

Jumlah lantai = 21 lantai (termasuk basement)

Tinggi tiap lantai = rata-rata 4,5 m

PHC standar = 5-13 %

Kecepatan kereta = 240 m/ menit

a = luas luas perlantai = 2886 m2

c = 5x N x P x 0,3 = 1,5NP

N = jumlah kereta dalam bangunan = 7

n = jumlah lantai bangunan = 21

b = luas lantai bersih per-orang = 8

RT = (21 lantai x 4,5 m x 2) : 240 m/menit = 47,25

Ditanya : kapasitas orang per-lift ?


Jawab :
1. Beban puncak lift
L

= PHC (a-c)n

= 13% (2886 1,5.N.P)21

= 13% ( 2886- 1,5.7.P)21

= (13% x 2886 x 21) (13% x1,5x 7P x21)

6L

= 1313 4,8P

2. Daya angkut satu kereta dalam 5 menit


hN

= 5 x 60 detik x P x N

hN

= 44,4P

Persamaan :
L

= h

1313 4,8P

= 44,4P

= 26,6

27 orang
Jadi kapasitas per-lift adalah 27 orang. Dengan jumlah lift 7 buah berkecepatan 240
m/menit