Anda di halaman 1dari 5

Kumpulan Liturgi

Liturgi I ( Penciptaan)
Kejadian 1: 1 3
Kejadian 1: 4 6
Kejadian 1: 7 9
Kejadian 1: 10 12
Kejadian 1: 13 15

Kejadian 1: 16 18
Kejadian 1: 19 21
Kejadian 1: 22 24
Kejadian 1: 25 27
Kejadian 1: 28 31

Liturgi II
1. Matahari : Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya, Allah. Ia menciptakan aku,
matahari, dengan sinar matahari. Allah yang Mahakuasa, hanya
kepadaNyalah aku tunduk, menyembah Dia yang mahakuasa, Dialah
Matahari yang tidak akan pernah padam, Matahari yang kekal dengan
kehangatan sinar mataharinya, yaitu kasihNya yang tidak berkesudahan.
Terpujilah TUHAN, Allah semesta alam. Terpujilah Engkau TUHAN.
2. Bintang : Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN. Allah yang menciptakan
aku, bintang. Ia memberikan aku cahaya untuk menerangi kegelapan malam
hari dan bertaburan di langit yang biru dan tinggi. Dialah Bintang yang
sesungguhnya, yang kekal. Melalui aku, TUHAN menyatakan keindahan
ciptaan yang dikerjakan oleh tangan-Nya dan menerangi setiap sisi gelap
manusia dan ciptaan lainnya.Aku sujud dan tunduk kepadaMu, ya TUHAN,
Allah semesta alam. Terpujilah Engkau TUHAN
3. Bumi
: Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah yang telah
menjadikan diriku, bumi dan langi. Dengan FirmanNya, Ia telah mencipta.
Aku telah dicipta dengan begitu indah dengan berbagai lapisan-lapisan yang
memberikan kenyaman bagi makhluk ciptaan yang ada di dalamku. Sungguh
aku sangat tunduk dan sujud menyembah Engkau Ya, TUHAN, Allah
semsesta alam. Terpujilah Engkau ya TUHAN
4. Air
: Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah pencipta langit dan
bumi. Pada awalnya bumi masih kosong dan belum berbentuk, dan Roh
Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dengan Firman-Nya ia telah
mengaturku sedemikian rupa. Dengan Firman-Nya yang penuh kuasa, aku
telah dibentuk menjadi ciptaan yang begitu indah, sehingga terciptalah
samudra dan lautan dan terbentuklah daratan. Aku sujud dan tunduk
kepadaMu, Ya TUHAN, Allah Semesta Alam yang adalah Air kehidupan
yang sesungguhnya. Terpujilah Engkau TUHAN.
5. Angin
: Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah pencipta segala
sesuatu yang dahulunya tidak ada kini menjadi ada. Dengan Firmannya aku
dibentuk memberi kesejukan kepada ciptaan yang telah diciptakan. Aku yang
adalah angin dapat memberikan kesejukan dan dapat untuk merobohkan,
tetapi aku tunduk dan sujud menyembah kepada TUHAN, Allah Pencipta.
Dialah Allah yang memberikan kesejukan yang abadi. Terpujilah Engkau
TUHAN.
6. Pohon
: Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah Pencipta yang
begitu hebat. Dengan FirmanNya, Ia telah menjadikan, dan semuanya indah.
Ia menciptakan aku, pohon. Aku dapat merasakan sejuknya embun di pagi
hari, hangatnya sinar mentari, dan indahnya bintang malam hari. Semuanya
itu telah memberikan semua kebutuhanku. Aku sujud dan menyembahMu ya

TUHAN yang penuh dengan keagungan dan Kuasa ada padaMu. Terpujilah
Engkau ya TUHAN.
7. Manusia, Laki-laki
: Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah
Pencipta yang begitu hebat. Dengan FirmanNya, ia
menciptakan dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas
kehidupan kepadaku. Ia menciptakan aku segambar dan
serupa dengan Dia. Dia memberi kuasa kepadaku atas semua
ciptaan lainnya untuk memelihara dan melestarikannya.
Sungguh, aku memuji keagunganMu TUHAN, Sungguh
Ajaibnya KuasaMu TUHAN. Terpujilah Engkau ya TUHAN.
8. Manusia, Perempuan
: Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah
Pencipta yang begitu kuasa. Dengan FirmanNYa, ia telah
menciptakan aku dari tulang rusuk laki-laki. Dia telah
menciptakan aku begitu indah sesuai dengan firmanNya. Aku
sujud dan menyembahMu ya TUHAN yang penuh dengan
kemuliaan dan kuasa. Terpujilah Engkau ya TUHAN.
Liturgi
Mazmur 104: 1 3
Mazmur 104: 4 6
Mazmur 104: 7 9
Mazmur 104: 10 12
Mazmur 104: 13 15

Mazmur 104: 16 18
Mazmur 104: 19 21
Mazmur 104: 22 24
Mazmur 104: 25 27
Mazmur 104: 28 31

Liturgi III
Kejadian 3: 1 2
Kejadian 3: 3 5
Kejadian 3: 6 7
Kejadian 3: 8 10
Kejadian 3: 11 13

Kejadian 3: 14 15
Kejadian 3: 16 17
Kejadian 3: 18 19
Kejadian 3: 20 21
Kejadian 3: 22 24

Liturgi IV (Dosa semakin berkembang)


Jesaya 1: 21 22
Jesaya 1: 23
Jesaya 2: 6 7
Jesaya 2: 8 9
Jeremia 6: 13 14

Amos 4: 1
Amos 4: 2 3
Mikha 7: 2 3
Mikha 7: 4 5
Mikha 7: 6

Liturgi V
Manusia sudah banyak menjadi hamba dosa.
Stage I
Budi : Ibu, mintalah uang, aku mau membeli maninan seperti yang dimuliki temanku itu bu
Ibu
: nak, apalah uang kita lagi untuk membeli beras dan keperluan lainnya. Ingat nak,
kita ini orang yang miskin bukan orang kaya.
Budi : aku tidak mau peduli pokoknya aku minta uang. Tidak perduli bagaimana
kehidupan besok.
Ibu
: nak, kan masih ada mainanmu dan banyak.
Budi : (membentak) Tidak. Aku tidak mau. Kalau ibu tidak mau memberi uang, aku akan
pergi dari rumah ini..ibu pelit...ibu pelit...ibu jahat

Ibu
: (menangis) budi anakku...jangan berkata demikian nak.
Budi : (suara keras) aku pergi sekarang (langsung meninggalkan ibunya)
Ibu
: Budi, anakku. (menangis)
Bapak : (dalam keadaan mabuk), hei...buka dulu pintu, kalau tidak aku akan mendobraknya
Ibu
: Bukalah, pintunya tidak terkunci
Bapak : (dalam keadaan mabuk), hei. Kamu istri yang tidak tau hormat, suami pulang tidak
disambut (langsung memukul istrinya dan meninggalkan istrinya)
Ibu
: (menangis) oh TUHAN, bantulah aku menghadapi semuanya ini. Kuatkanlah aku
TUHAN untuk mengajar anakku sehingga dalam segala hal, aku bisa menjadi contoh dan
teladan yang baik bagi anakku, dan suamiku.
Stage II (orang berbeda di stage I)
Andi : (berjalan dengan tunduk) (Muncullah segerombolan anak-anak lainnya)
Anak I : (membentak) hei....anak ingusan. Minta uangmu, kalau tidak kamu tidak akan
selamat.
Anak II: Ya, kalau kamu tidak memberikan uangmu, kami akan mengambilnya dengan cara
paksa.
Andi : Jangan..aku tidak punya uang.
Anak I : ah. Tidak mungkin, anak sepertimu nggk ada uangnya. Mau memberi dengan baikbaik atau dengan paksaan.
Anak III: hei, jangan bohong. Anak Tuhan kan nggk bisa bohong, jadi jangan bohonglah,
kasih aja uangmu..hahaa...
Andi : benar, ini hanyalah uang Sekolah
Anak I : ah...tidak peduli, mau uang sekolah atau uang lainnya, kami tidak peduli. Okelah
kalau kamu mau meminta kekerasan, oke kami akan lakukan. Ayo kawan, kita ambil
uangnya, kalau perlu bajunya juga kita ambil. Hahahaa....
Seketika anak-anak itu mengeroyok Andi dan bajunya dibuka hanya tinggal celana pendek
tinggal. Lalu Andi ditinggalkan sendirian di jalan.
Andi : (menangis)... ya TUHAN, kuatkan aku ya Allah dalam menghadapi semuanya ini.
Ampunilah mereka ya Bapa sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Amin.
Stage III (orang yang berbeda)
(maju satu-satu orang dengan penampilan mewah)
Lita : Aku Lita, lihat, papaku belikan aku Hp baru merek blackforest,
eh..salah..blackberry, bisa kamera, internetan, dan dari sini kita bisa facebookan.
Papaku sungguh hebat. Siapa dulu?? Papaku..
Mita : Aku Mita, eh...tunggu dulu, papaku belikan aku baju baru dari Australia. Harganya
mahal dan terbuat dari kain yang sangat berkualitas. Papaku hebat dan sangat baik.
Nita : Aku Nita, eh....tunggu dlu, lihat papaku belikan aku boneka yang cantik, harganya
mahal, dan buatan Amerika. Setiap malam aku selalu ditemani oleh bonekaku ini, papaku
sungguh sangat baik..
Sita : Aku Sita, eehhh.....ehee..lihat dlu sepatuku teman-teman.. terbuat dari bahan yang
sangat berkualitas, harganya mahal, dan papaku membeli dari Jerman. Wah..papaku hebat.
Tiba-tiba lewat seorang yang berpenampilan sederhana dengan membawa Alkitab
Lita : hei, anak miskin, papamu bisa belikan apa?? Uang aja nggk ada (Lita, Mita, Nita,
dan Sita langsung tertawa tebahak-bahak)
Angel : Papaku memberikan aku Alkitab, sehingga melalui Alkitab aku mengetahui
kebaikan TUHAN, bahwa TUHAN itu baik, dan Ia melindungiku dan selalu menjaga
hidupku.

Nita : ah....banyak kali cakapmu, lihat bajumu aja sangat buruk, kalau di rumahku, sudah
dijadikan kain lap. Iss..jijiknya (Nita dan teman-temannya tertawa).
Sita : Emangk dirimu mau kemana Angel?
mau ke sekolah minggu. Kalian mau ikut?
Mita : ah...nggk usah..nggk perlu..toh nggk ada yang kami dapat dari situ...buktinya kami
tidak bisa mendapatkan seperti yang ada pada kami sekarang dari Sekolah Minggu itu. Ya,
sudah, kami pergi dulu ya..nggk ada waktu banyak untuk ngomong banyak sama kamu anak
miskin (tiba-tiba menjatuhkan Angel sambil melihat dengan penuh kejijikan)
Angel : (tertunduk) Ya TUHAN, ampunilah mereka ya Bapa.
Liturgi VI
2 Timoteus 3: 1
2 Timoteus 3: 2
2 Timoteus 3: 3
2 Timoteus 3: 4
2 Timoteus 3: 5

2 Timoteus 3: 6
2 Timoteus 3: 7
2 Timoteus 3: 8
2 Timoteus 3: 9
2 Timoteus 4: 3 4

Liturgi VII
Jesaya 7: 14
Jesaya 9: 1
Jesaya 9: 5 6
Jesaya 11: 1 2
Jeremia 23: 5 6

Jeremia 33: 15 16
Sakaria 9: 9
Mikha 5: 1
Lukas 3: 4
Lukas 3: 5 6

Liturgi VIII
Lukas 1: 26 27
Lukas 1: 28 29
Lukas 1: 30 31
Lukas 1: 32 33
Lukas 1: 34 35

Lukas 1: 36 38
Lukas 2: 1 2
Lukas 2: 3 4
Lukas 2: 5 6
Lukas 2: 7 8

Liturgi VIIII
Fragment singkat perjalanan Maria dengan Yusuf menjelang kelahiran Yesus
Kelahiran Yesus tidak ada yang mengetahui karena manusia berada dalam ketakutan yang
besar, berada dalam kesibukan yang luar biasa, dan manusia tidak memiliki persiapan untuk
menyambut Kristus. Apakah kedatangan Kristus pada saat ini sama seperti ketika Ia akan
dilahirkan. Ia mengetuk Pintu hati kita, apakah tidak ada tempat bagiNya di hati kita? Apakah
hati kita telah disibukkan oleh aktivitas kita dan telah ditakutkan akan masa depan kita?
Yusuf : Pak, bolehkah kami menginap malam ini, perjalanan kami masih jauh dan istri
saya sudah letih dan sepertinya akan melahirkan.
Orang I : Maaf pak, di rumah ini tidak ada ruangan yang kosong, sepertinya kalian harus ke
rumah yang lain.
Yusuf : baik pak (berjalan perlahan) (menemui satu rumah) pak, ibu, apakah kami boleh
menginap untuk satu malam ini di rumah ini? Perjalanan kami masih jauh tetapi istri saya
sudah sangat capek dan ingin melahirkan.
Orang II : Tidak ada lagi, pergilah dari sini, kami tidak ada waktu untuk melayani yang
demikian. Pergilah.
Yusuf : baik pak (berjalan perlahan) (menemui satu rumah) permisi pak, apakah kami
boleh menginap untuk satu malam aja di rumah ini? Perjalan kami masih jauh, tetapi istri
saya sudah sangat capek dan ingin melahirkan.

Orang III: Maaf pak, kami tidak ada tempat, tapi kalau bapak dan ibu mau, kami ada
sebuah kandang, dan kalian bisa menginap di tampat itu.
Yusuf : baiklah pak, kami akan tinggal di situ. Terimakasih banyak pak.
(kemudian diantarlah Yusuf dan Maria yang hendak akan melahirkan.
Liturgi X
Lukas 2: 9 10
Lukas 2: 11 12
Lukas 2: 13 14
Johannes 1: 1 3
Johannes 1: 4 5
Liturgi XI
(Liturgi Salib)
Pesan Natal
Matius 5: 3
Matius 5: 4
Matius 5: 5
Matius 5: 6
Matius 5: 7
Matius 5: 8

Johannes 1: 14
Johannes 3: 16
Pilippi 2: 2 4
Psalmen 103: 1 2
Psalmen 103: 8

Matius 5: 9
Matius 5: 10
Matius 5: 11
Matius 5: 12
Matius 5: 13
Matius 5: 14 + 16