Anda di halaman 1dari 3

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN TERMINAL

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TERMINAL


Penyakit terminal adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan lagi, sehingga berpeluang besar
mendekati tahap akhir kehidupan/kematian. Contoh penyakit terminal :
1.
Karsinoma/Kanker
2.
Penyakit Gagal ginjal kronik
3.
Penyakit Gagal Jantung.
A. PENGKAJIAN
1) Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Dikaji mengenai penyakit yang diderita klien pada saat ini.
b. Riwayat kesehatan dahulu
Dikaji mengenai riwayat kondisi kesehatan pasien, apakah pernah dirawat dirumah sakit, pernah
menderita penyakit apa saja.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Adakah anggota keluarga pernah menderita penyakit yang sama dengan klien, penyakit menular dan
penyakit keturunan.
2) Pengkajian sistem tubuh ( sistem respirasi, pencernaan, kardiovaskuler dll)
FOKUS INTERVENSI
I. Cemas (pada pasien/ keluarga ) yang berhubungan dengan kondisi yang tidak dapat
diperkirakan takut akan kematian dan efek negatif pada pada gaya hidup
Tujuan dan kriteria hasil :
Kecemasan pasien dan atau keluarga akan berkurang/hilang.
Intervensi:
1 . Observasi tingkat kecemasan pasien dan keluarga.
2. Berikan suport mental
3. Tunjukkan perasaan tentang pemahman dan empati, dan jalin hubungan saling percaya.
4. Beri pasien dan keluarga kesempatan dan penguatan koping positif yang dimiliki
II. Berduka berhubungan dengan penyakit terminal dan kematian yang akan dihadapi
penurunan fungsi, perubahan konsep diri dan menark diri dari orang lain
Tujuan dan Kreteria hasil :
Pasien dan keluarga siap secara mental menghadapi kondisi dan kenyataan yang akan terjadi

Intervensi :
1. Beri kesempatan pada pasien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaan,
didiskusikan kehilangan secara terbuka , dan gali makna pribadi dari kehilangan.
2. Motivasi penggunaan strategi koping positif .
3. Bantu klien mengatakan dan menerima kematian yang akan terjadi, jawab semua pertanyaan dengan
jujur .
4. Tingkatkan harapan dengan perawatan penuh perhatian dan menghilangkan ketidak nyamanan
III. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan gangguan kehidupan takut akan hasil (
kematian ) dan lingkungannya penuh stres ( tempat perawatan )
Tujuan dan Kriteria hasil :
Fungsi keluarga tidak berubah selama perawatan pasien.
Intervensi :
1. Luangkan waktu bersama keluarga atau orang terdekat klien dan tunjukkan pengertian yang empati.
2. Izinkan keluarga klien atau orang terdekat untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan dan
kekawatiran.
3. Jelaskan lingkungan dan peralatan yang digunakan untuk merawat pasien.
4. Jelaskan tindakan keperawatan dan kemajuan postoperasi yang dipikirkan dan berikan informasi
spesifik tentang kemajuan klien
5. Libatkan keluarga dalam perawatan pasien.
6. Sediakan konsultan pada Keluarga untuk mengatasi masalah kebutuhan financial , koping yang
tidak berhasil atau konflik yang tidak selesai dan untuk membantu mempertahankankan fungsi
keluarga
IV. Resiko tinggi distres spiritual berhubungan dengan perpisahan dari sistem pendukung
keagamaan, kurang pripasi atau ketidak mampuan diri dalam menghadapi ancaman
kematian
Tujuan dan kreteria hasil :
Tidak terjadi distres spiritual pada pasien dan keluarga
Intervensi :
1. Observasi kebutuhan dan pelaksanaan ibadah pasien dan keluarga.
2. Bantu mengurangi kesulitan pasien dan keluarga dalam mengekspresikan keyakinan dan
prakteknya
3. Beri privasi dan ketenangan untuk menjalankan ritual spiritual
4. Tawarkan untuk berdoa bersama pasien dan keluarga atau membaca buku ke agamaan
5. Kolaborasi dengan rokhaniawan yang sesuai dengan agama pasien dan keluarga.
EVALUASI
1. Pasien dan keluarga merasa nyaman dan mengekpresikan perasaannya pada perawat

2. Pasien dan keluarga tidak merasa sedih dan siap menerima kenyataan
3. Pasien dan keluarga selalu ingat kepada Tuhan dan tidak berputus asa
4. Pasien dan keluarga sadar bahwa setiap apa yang diciptakan Tuhan, pasti akan kembali
kepada-Nya
Diposkan oleh Kukuh Rahardjo di 11.18