Anda di halaman 1dari 17

MIA HEDIYANASARI

115020307111048
PRAKTIKUM AUDIT
KASUS 4

KASUS 4
PERTANYAAN DISKUSI:
1.

Dalam SA Seksi 318 (PSA 67), Dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan, auditor
harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis yang cukup untuk memungkinkan auditor
mengidentifikasi dan memahami peristiwa, transaksi, dan praktik, yang, menurut
pertimbangan auditor, kemungkinan berdampak signifikan atas laporan keuangan atau atas
laporan pemeriksaan atau laporan audit. Sebagai contoh, pengetahuan tersebut digunakan
oleh auditor dalam menaksir risiko bawaan dan risiko pengendalian dan dalam menentukan
sifat, saat, dan luasnya prosedur audit. Setelah menerima perikatan, informasi lebih lanjut
dan lebih rinci akan diperoleh. Sepanjang perjalanan pekerjaan audit, informasi tersebut
akan ditentukan dan informasi lebih banyak akan diperoleh.
Informasi yang dibutuhkan pada tahap awal pekerjaan audit adalah :

Entitas bisnis klien itu sendiri misalnya pengelolaan dan kepemilikan atau bisnis entitas
produk seperti sifat bisnis, lokasi bisnis, dsb.

Faktor-faktor ekonomi yang bersifat umum seperti pengendalian mata uang asing,
inflasi atau devaluasi mata uang, dsb.

Kondisi-kondisi penting yang dapat berdampak terhadap bisnis klien misalnya pasar
dan persaingan, resiko bisnis, penurunan dan peningkatan operasi, perubahan dalam
teknologi produk, praktek akuntansi, masalah lingkungan, dsb.

Manfaat dari informasi yang dibutuhkan tersebut adalah dapat membantu menaksir resiko
dan mengidentifikasi masalah, membantu merencanakan pelaksanaan audit secara efektif
dan efisien, dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi bukti audit, dan masih banyak manfaatmanfaat lainnya.
Sumber-sumber yang tersedia bagi auditor untuk memahami pengendalian internal klien
dan menilai resiko pengendalian dapat dilihat dari struktur organisasi, job desk (struktur

tanggung jawab), siklus bisnis perusahaan atau alur bisnis perusahaan (hal ini dapat dilihat
dalam bentuk flowchart), atau auditor dapat memberikan kuesioner kepada klien. Sumbersumber yang dapat digunakan auditor masih dapat bertambah lagi apabila sumber-sumber
di atas masih belum memberikan pemahaman yang memadai bagi auditor terhadap sistem
pengendalian internal klien.
Selain itu dalam SA Seksi 318, Auditor dapat memperoleh pengetahuan tentang industri dan
entitas dari berbagai sumber. Sebagai contoh:
a.

Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya.

b. Diskusi dengan orang dalam entitas (seperti direktur, personel operasi senior)
c.

Diskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan review terhadap laporan
auditor intern.

d. Diskusi dengan auditor lain dan dengan penasihat hukum atau penasihat lain yang
telah memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri.
e.

Diskusi dengan orang yang berpengetahuan di luar entitas (seperti ahli ekonomi industri
badan pengatur industri, customers, pemasok, dan pesaing).

f.

Publikasi yang berkaitan dengan industri (seperti statistik yang diterbitkan oleh
pemerintah survai, teks, jurnal perdagangan, laporan oleh bank, pialang efek, koran
keuangan).

g.

Perundangan dan peraturan yang secara signifikan berdampak terhadap entitas

h. Kunjungan ke tempat atau fasilitas pabrik entitas.


i.

Dokumen yang dihasilkan oleh entitas (seperti, notulen rapat, bahan yang dikirim
kepada pemegang saham dan diserahkan kepada badan pengatur, buku-buku
promosi, Iaporan keuangan dan laporan tahunan tahun sebelumnya, anggaran,
laporan manajemen intern, laporan keuangan interim, panduan kebijakan manajemen,
panduan akuntansi dan sistem pengendalian intern, daftar akun, deskripsi jabatan,
rencana pemasaran dan penjualan).

2.

Jawaban pertanyaan :

1. Kondisi lingkungan bisnis perusahaan kurang memadai agar sesuai dengan standar
pengendalian internal yang kuat. Manajemen belum menyadari pentingnya
pengendalian internal, hal ini tercermin dari kualitas sistem pengendalian yang
diimplementasikan. Manajemen belum melakukan hal yang diperlukan untuk
memastikan pengendalian internal berfungsi
2. Perusahaan telah memiliki kebijakan penilaian risiko. Namun belum terdapat kebijakan
pengelolaan risiko
3. Perusahaan telah memiliki aktivitas pengendalian, kebijakan, dan prosedur untuk
penggunaan dokumen. Sistem otorisasi telah dijabarkan dengan baik dan telah terdapat
pemisahan tugas tiap jabatan
4. Sistem informasi dan komunikasi masih sederhana dan belum cukup memadai jika
dibandingkan antara ukuran perusahaan dengan sistem informasi yang diterapkan
5. Perusahaan tidak memeiliki proses untuk mengawasi kualitas pelaksanaan pengendalian
internal dari waktu ke waktu
Kelebihan yang dimiliki :
1. Struktur organisasi dan pemisahan tugas telah dibentuk dengan memadai
2. Sistem otorisasi yang sangat ketat
3. Deskripsi kerja telah dijelaskan dengan baik
Kelemahan yang ada :
1. Tidak ada bagian akuntansi & keuangan dan SDM
2. Sistem penerimaan pesanan barang yang berisiko pemalsuan data karena dilakukan
melalui telpon
3. Update penjualan dan pembelian tidak dilakukan secara langsung, namun berkala
mingguan
4. Pencatatan persediaan tidak dilakukan di komputer pusat

3.

Menurut PSA No. 69, Setelah memperoleh pemahaman dan menaksir risiko pengendalian,
auditor dapat mencari pengurangan lebih lanjut tingkat risiko pengendalian taksiran untuk
asersi tertentu. Dalam hal seperti ini, auditor mempertimbangkan apakah bukti audit

yang cukup untuk mendukung pengurangan lebih lanjut mungkin tersedia dan apakah
pelaksanaan pengujian pengendalian tambahan untuk memperoleh bukti audit tersebut
akan efisien.
Setelah memperoleh pemahaman atas pengendalian intern, auditor dapat melakukan
penaksiran risiko pengendalian pada tingkat maksimum untuk beberapa atau semua asersi
karena yakin bahwa pengendalian tidak berkaitan dengan suatu asersi, kemungkinan tidak
efektif, atau karena evaluasi terhadap efektivitasnya akan tidak efisien.
Penaksiran pengendalian intern di bawah tingkat maksimum mencakup:
a.

Pengidentifikasian pengendalian khusus yang relevan dengan asersi khusus yang


kemungkinan mencegah atau mendeteksi salah saji material dalam asersi tersebut.

b. Pelaksanaan pengujian pengendalian untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian


tersebut.
Pengujian pengendalian yang diarahkan terhadap efektivitas operasi pengendalian
bersangkutan dengan bagaimana penerapan pengendalian, konsistensi penerapannya
selama periode audit dan siapa yang menerapkannya. Pengujian ini biasanya mencakup
prosedur permintaan keterangan dari pegawai yang semestinya; inspeksi atas
dokumen,laporan, atau electronic files yang menggambarkan kinerja pengendalian;
pengamatan

terhadap

penerapan

pengendalian,

dan

pengulangan

penerapan

pengendalian oleh auditor.


Kesimpulan yang dicapai dari hasil penaksiran risiko pengendalian disebut dengan tingkat
risiko pengendalian taksiran. Untuk menetapkan bukti audit yang diperlukan untuk
mendukung tingkat risiko pengendalian taksiran di bawah tingkat maksimum, auditor harus
mempertimbangkan karakteristik bukti audit tentang risiko pengendalian yang dibahas
pada butir 64 s.d. 78. Auditor harus mendokumentasikan dasar kesimpulannya tentang
tingkat risiko pengendalian taksiran.

4.

Untuk menguji pengendalian maka auditor melakukan:

Mengajukan pertanyaan yang relevan pada personel entitas yang sesuai

Pemeriksaan dokumen, laporan, atau arsip elektronik, yang menuntut pelaksanaan


pengendalian

5.

Pengamatan atas penerapan pengendalian

Pelaksanaan ulang dari penerapan pengendalian oleh auditor

Auditor apabila menemukan kasus seperti pada nomor 5 harus mewaspadai timbulnya
kecurangan (fraud) yang mengakibatkan salah saji yang material akibat adanya hubungan
personal antara Ratih Wulandari (Ratih) dengan Rudi Saputra (Rudi). Apalagi setelah posisi
jabatan keduanya yang dapat memungkinkan kecurangan tersebut terjadi. Rudi selaku
asisten manajer operasional dan logistik yang bertugas untuk menyiapkan bill of lading
yang salah satunya akan diserahkan Ratih selaku asisten controller yang mencatat kuantitas
dan deskripsi persediaan, nomor bill of lading, serta tanggal pengiriman pada jurnal
penjualan dan persediaan dapat saja membuat kecurangan dengan membuat barang yang
dikirim lebih besar dari seharusnya dan Ratih yang memiliki hubungan personal dengan
Rudi percaya-percaya saja. Dan melihat masalah Rudi terkait hutang piutang maka semakin
besar kemungkinan terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh Rudi.

6.

Ruslan Gani harus bersikap skeptis terhadap temuan itu. Ruslan harus mengumpulkan bukti
yang terkait untuk mendukung kecurigaan tersebut seperti kapan hubungan itu terjalin,
dan kapan Rudi Saputra terlilit masalah hutang. Ruslan Gani sebaiknya menggunakan
komponen komponen pengendalian intern yaitu :
a. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan
terhadap pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Ada beberapa
komponen dalam pengendalian lingkungan antara lain :
1. Filosofi manajemen dan gaya operasi
2. Integritas dan nilai-nilai etis
3. Komitmen terhadap kompetensi
b. Penilaian Resiko (Risk Assesment)
Langkah-langkah dalam penaksiran resiko adalah sebagai berikut :

Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi risiko


Menaksir resiko yang berpengaruh cukup signifikan
Menentukan tindakan yang dilakukan untuk me-manage risiko
c. Aktifitas Pengendalian (Control Activities)
Aktivitas pengendalian seharusnya efesien dan efektif untuk mencapai tujuan
pengendalian itu sendiri. Aktivitas pengendalian meliputi:
Pemisahan fungsi/tugas/wewenang yang cukup
Otorisasi traksaksi dan aktivitas lainnya yang sesuai
Pendokumentasiaan dan pencatatan yang cukup
Pengendalian secara fisik terhadap aset dan catatan
Evaluasi secara independen atas kinerja
Pengendalian terhadap pemrosesan informasi
Pembatasan akses terhadap sumberdaya dan catatan
d. Informasi

dan

Komunikasi

(Information

and

Communication)

Informasi dan komunikasi merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian


intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian resiko,
prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago
pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan
peraturan-peraturan

yang

berlaku

pada

perusahaan.

Informasi juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dapat menggunakan
informasi jenis ini untuk menilai standar eksternal. Hukum, peristiwadan kondisi yang
berpengaruh pada pengambilan keputusan dan pelaporan eksternal.
e. Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta
meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat di monitor dengan
baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha
pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara mengamati perilaku karyawan
atau tanda-tanda peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi. Penilaian secara
khusus biasanya dilakukan secara berkala saat terjadi perubahan pokok dalam strategi

manajemen senior, struktur korporasi atau kegiatan usaha. Pada perusahaan besar,
auditor internal adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan sistem
pengendalian intern. Auditor independen juga sering melakukan penilaian atas
pengendalian intern sebagai bagian dari auditor atas laporan keuangan.
Pemantauan seharusnya menilai kualitas kinerja sepanjang waktu dan menyakinkan
bahwa temuan-temuan audit dan reviu lainnya diselesaikan dengan tepat. Hal ini
meliputi:
Mengevaluasi temuan-temuan, review, rekomendasi audit secara tepat.
Menentukan tindakan yang tepat untuk menanggapi temuan dan rekomendasi dari
audit dan reviu.
Menyelesaikan dalam waktu yang telah ditentukan tindakan yang digunakan untuk
menindaklanjuti rekomendasi yang menjadi perhatian manajemen.
Kemudian, tim audit dapat memberikan rekomendasi berupa mutasi ataupun
pemecatan apabila kecurigaan tersebut terbukti.

LATIHAN
1.

a) Diagram Alir
Siklus Pendapatan dan Penerimaan Kas
Penjualan

Operasional & Logistik

MULAI

Menerima
penjualan
melalui
telepon

Formulir 1
permintaan
penjualan

3
Formulir 1
permintaan
penjualan

5
4

Asisten Presiden
2

Formulir 2
permintaan
penjualan

Verifikasi
ketersedia
an barang

Mengecek
umur
saldo
piutang

Ada/tidak

Diterima/tidak

Controller

2
Faktur
Penjualan

Bill of lading

Melakukan
Review
Dicatat dan
dijurnal

Setuju/tidak

ada

tdk

Langsung
dikirim

Menunggu
dari
Samsang

ya

Jurnal
Penjualan
tdk
tdk

ya
4

Mencocok
kan faktur
penjualan

Faktur 5
penjualan
Faktur
4
penjualan
Faktur 3
penjualan
Faktur 2
penjualan
Faktur 1
penjualan

Faktur
2
penjualan
otorisasi

Pelanggan
ditelepon

2
Faktur
Penjualan

4
Mengestima
si tanggal
pengiriman

Faktur
1
penjualan
otorisasi

Menulis
tanggal
pengiraan
pengiriman

Melengkapi
dan
menandatan
gani faktur
penjualan

Menyiapkan
barang &
membuat
Bill of
Lading

3
Faktur
1
penjualan
otorisasi

Langgeng
Santoso

4
Bill of lading
Bill of lading
3
12
Bill of lading
Bill of lading
Bill of lading

6
Dimasukkan
pada barang
yang
dikirimkan

1
Dikirimkan
pada
pelanggan

Prosedur pendapatan dan penerimaan kas (lanjutan)


Penjualan

Asisten Presiden

Bill of lading

Update
buku
besar
4
Buku besar
pembantu
piutang

Pencocok
an

Memberikan
harga

Controller

Faktur 3
penjualan

Faktur 4
penjualan
Faktur 3
penjualan
Faktur 2
penjualan

Faktur 3
penjualan

Mencocok
kan faktur
penjualan
& bill of
lading

Verifikasi
harga

Cek
perhitungan
matematis

Bill of lading

Mengirimk
an faktur
ke
pelanggan

b. Memo tertulis untuk menjelaskan sistem yang ada pada tampilan 4d, yaitu:
Data pelanggan memasuki kantor trasuri langsung dibuatkan faktur pembayaran
dan cek untuk dicatat. Dari hasil catatan lalu dibuat 2 slip deposit 1 cek, dan 4 daftar
pembayaran dan 1 faktur pembayaran. 2 Slip deposit dan 1 cek langsung disetorkan
ke bank untuk diproses menjadi deposit slip dan setelah divalidasi oleh bank

dikirimkan ke asisten sedangkan faktur pembayaran dan 3 daftar pembayran


dikirimkan ke bagian penjualan dan 1 daftar pembayaran sisanya dibuatkan tanggal
lalu diarsip.
Asisten presiden menerima arsip dari bagian trasuri berupa deposit slip yang telah
divalidasi dan menerima dari bagian penjualan berupa daftar pembayaran. Deposit
yang telah divalidasi dan daftar pembayaran

saling dibandingkan untuk

mengupdate piutang buku besar pembantu setelah itu diarsip sementara. File arsip
sementara tersebut direkonsiliasikan dengan rekening koran dari bank. Setalah itu
daftar pembayaran,rekening koran,slip deposit, dan rekonsiliasi bank di arsip
menjadi file sementara.
Bagian penjualan mencocokan 3 daftar pembayaran, faktur pembayaran yang
didapat dari bagian treasuri dengan bill of landing, faktur penjualan untuk
menghitung diskon yang tepat dan lalu dicatat pada setiap lembar pembayaran kas.
Setelah itu dari 3 daftar pembayaran yang 1 untuk dikirim ke penjualan dan yang
kedua dikim ke bagian Controller sedangkan bill of landing, faktur penjualan, dan
daftar pembayaran diarsip menjadi file permanen dan dicantumkan nomer
persediaan.
Kantor Controller menerima daftar pembayaran yagn dikirimkan dari penjualan lalu
daftar pembayaran tersebut digunakan untuk menelusuri kembali kas dan diskon
penjualan dan dicatata pada jurnal penerimaan kas. Setelah itu daftar pembayaran
itu diarsip menjadi arsip permanen.

2. KAP Adi Susilo dan Rekan


Pengendalian Internal-Analisa Awal

Pertanyaan
1) Apakah

Ya
setiap

dokumen

memiliki nomor cetak?

Tidak

Komentar
Semua dokumen memiliki nomor
cetak

2) Apakah

kewenangan

mengisi
telah

setiap

Tidak jelas apakah yang mengisi

dokumen

dijelaskan

dengan

manajer atau staf terkait.

baik?
3) Apakah

semua

direview

dokumen

oleh

pihak

independen

dalam

perusahaan sesudahnya?
4) Apakah

prosedur

mengisi

dan

untuk

Tiap dokumen telah disertai dengan

mereview

prosedur untuk melakukan review.

setiap dokumen dijelaskan


dengan baik?
5) Apakah fungsi pencatatan
terpisah

dari

fungsi

penyimpanan pada semua


poin dalam sistem?
6) Apakah seluruh perhitungan
matematis

diverifikasi

secara independen?
7) Apakah pencatatan dimulai
saat transaksi dilakukan?
8) Apakah

seluruh

diotorisasi?

transaksi

Pencatatan dilakukan pada saat


akhir.
Ada transaksi yang tidak diotorisasi.

9) Tugas per Divisi sudah dijelaskan, dan melalui prosedur yang terinci.
10) Penanggung jawab per transaksi tidak dijelaskan dengan rinci.

3. Perbaikan yang dapat dilakukan terhadap sistem tersebut adalah

Bagian yang menerima pesanan dan mengirim pesanan sebaiknya dipisahkan


untuk mengurangi kesempatan terjadinya penyelewengan atas barang pesanan
yang akan dikirm.

Bagian yang melakukan menerima pesanan dan perhitungan diskon seharusnya


dipisahkan untuk moral hazard yang akan merugikan keuangan perusahaan.

Seharusnya Asisten Presiden hanya melakukan otorisasi atas dokumen-dokumen


yang berhubungan dengan siklus pengakuan pendapat. Yang melakukan
mencatat adalah bagian controller. Selain itu tugas untuk melakukan pengecekan
atas kepatuhan pelanggan sebaiknya bukan Asisten Presiden, tugas tersebut
dapat diberikan kepada controller.

Semua kegiatan yang meliputi pencatatan dan perhitungan diskon penjualan


sebaiknya terpusat pada satu bagian yaitu bagian controller atau bagian tersebut
lebih baik disebut dengan bagian keuangan dan akuntansi, yang memiliki tugas
berbeda, bagian keuangan akan mengurus keuangan perusahaan seperti
perhitungan diskon penjualan, sedangkan bagian akuntansi bertugas untuk
melakukan pencatatan atas transaksi berdasarkan dokumen yang telah
diotorisasi.

Dokumen yang dikeluarkan oleh beberapa bagian terlalu banyak, padahal dalam
siklus hanya dibutuhkan dua atau tiga rangkap, tapi bagian tersebut membuat
lima rangkap. Dan juga dokumen yang dibuat tidak berputar dari satu bagian ke
bagian lain terlalu sering (untuk otorisasi), karena tentu hal ini akan
mengakibatkan kesempatan karyawan untuk melakukan moral hazard lebih
besar. Diusahakan dokumen bersangkutan hanya diotorisasi oleh satu pihak,
setelah diotorisasi lalu diarsip.

Dan dimasing-masing bagian yang berhubungan dengan suatu transaksi tidak


terdapat karyawan yang memiliki hubungan kekerabatan, karena hal itu akan
mempermudah terjadinya penyelewengan.

4. Pertimbangan PT Mau Makmur untuk berubah menjadi perusahaan publik


membutuhkan perubahan signifikan pada fungsi dan struktur organisasi di PT Maju
Makmur, termasuk struktur dan tugas dewan direksi serta kebutuhan menilai fungsi
sistem pengendalian internal perusahaan. Rekomendasi spesifik untuk PT Maju Makmur
adalah perubahan struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk
dilakukan ketikan akan menjadi perusahaan publik. Hal ini merupakan salah satu
kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan. Struktur organisasi harus terdiri dari rapat
umum pemegang saham, dewan komisaris, dan direksi. Di mana masing-masing organ
perusahaan tersebut memiliki kewajiban bagi perusahaan.
Para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan
dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan.
Dalam kaitan dengan tugas tersebut, direksi berwenang untuk mewakili perusahaan,
mengadakan perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat
besar (diatas 50 %), maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang saham dan
pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan.
Komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris
bisa memeriksa pembukuan, menegur direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu
memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan
apakah direksi akan diberhentikan atau tidak.
Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham sebesar/sekecil
apapun sahamnya memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas
masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang
harus

dilaksanakan

segera.

Bila

pemegang

saham

berhalangan,

dia

bisa

melempar suaramiliknya ke pemegang lain yang disebut proxy. Hasil RUPS biasanya
dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan.
Selain itu, struktur organisasi dan fungsi penilaian SPI perusahaan go public juga
menyesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Sarbanes Oxley Act, yaitu:
Harus ada Audit Komite di mana tugasnya adalah membantu Dewan Komisaris dalam
melakukan fungsi pengawasan atas kinerja perusahaan. Hal tersebut terutama berkaitan

dengan review sistem pengendalian intern perusahaan, memastikan kualitas laporan


keuangan, dan meningkatkan efektivitas fungsi audit. Laporan keuangan merupakan
produk dari manajemen yang kemudian diverifikasi oleh eksternal auditor. Dalam pola
hubungan tersebut, dapat dikatakan bahwa komite audit berfungsi sebagai jembatan
penghubung antara perusahaan dengan eksternal auditor. Tugas komite audit juga erat
kaitannya dengan penelaahan terhadap resiko yang dihadapi perusahaan, dan juga
ketaatan terhadap peraturan.
a) Berdasarkan Sarbox Seksi 302 ini manajemen diwajibkan untuk menjamin keandalan
laporan keuangan perusahaan dan memberikan jaminan lebih lanjut bahwa laporan
keuangan perusahaan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum.
b) Berdasarkan Sarbox Seksi 404 ini manajemen perusahaan wajib untuk menilai internal
control yang sudah dilaksanakan atas laporan keuangannya. Perusahaan harus
mengevaluasi internal kontrol atas laporan keuangannya setiap tahun. Manajemen harus
menyimpulkan efektifitas dari internal kontrol setiap akhir tahun. Pihak yang
bertanggungjawab untuk mengevaluasi internal kontrol perusahaan adalah departemen
internal control/audit. Dalam menilai internal control, pihak yang ditunjuk perusahaan
harus selalu memenuhi 5 komponen lingkungan pengendalian internal.
Ditambah lagi, perusahaan yang ingin berubah menjadi perusahaan public atau terbuka
memiliki ketentuan yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM. Adapun aturan tersebut aturan
BAPEPAM IX. I.5, yaitu:
a. Ketentuan Umum
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
- Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan
Komisaris dalam rangka

membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan

Komisaris.
- Komisaris Independen adalah anggota Komisaris yang diantaranya:
berasal dari luar Emiten atau Perusahaan Publik,
bukan merupakan orang yang bekerja pada Emiten dan Perusahaan Publik dan
mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin atau

mengendalikan serta mengawasi kegiatan Emiten atau Perusahaan Publik dalam


waktu 6 (enam) bulan terakhir,
tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Emiten atau
Perusahaan Publik,
tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Emiten atau Perusahaan Publik,
Komisaris, Direksi, atau Pemegang Saham Utama Emiten atau Perusahaan Publik,
tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang
berkaitan dengan kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan Publik, dan tidak
mempunyai hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk
bertindak independen.
- Kebijakan Penyelenggaraan Rapat
- Sistem Pelaporan Kegiatan
- Ketentuan Mengenai Penanganan Pengaduan/Pelaporan Sehubungan Dugaan
Pelanggaran Terkait Pelaporan Keuangan
piagam komite audit sebagaimana angka 1 huruf e wajib disajikan dalam laman
(website) Emiten atau Perusahaan Publik.

b. Struktur dan Keanggotaan Komite Audit


- Komite Audit paling kurang terdiri dari 3 (tiga) anggota. Sebagian besar anggota Komite
Audit adalah Komisaris Independen dan anggota lainnya merupakan pihak luar Emiten
dan Perusahaan Publik.
- Salah satu Komisaris Independen yang menjadi anggota Komite Audit, bertindak
sebagai Ketua Komite Audit.
c. Persyaratan Keanggotaan Komite Audit, yaitu:
Anggota Komite Audit wajib :
- Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang
memadai, serta mampu berkomunikasi dengan baik,

- Memahami laporan keuangan, bisnis perusahaan, proses audit, manajemen risiko,dan


memiliki pengetahuan yang memadai tentang peraturan perundang-undangan di bidang
Pasar Modal serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya.
d. Masa Tugas
Masa tugas anggota Komite Audit tidak boleh lebih lama dari masa jabatan
Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan dapat dipilih
kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya setelah dilakukan reviu secara
berkala oleh Dewan Komisaris.
5. Pengaruh yang akan dirasakan oleh KAP AS&R dalam menilai risiko pengendalian dan
evaluasi pengendalian internal jika PT Maju Makmur menjadi perusahaan publik,
terutama risiko yang akan diterima KAP menjadi lebih besar. Oleh karena itu, auditor
harus berhati-hati dalam melakukan penilaian risiko ataupun materialitas. Auditor
dituntut untuk menjalankan prinsip kehati-hatian dalam hal ini. Karena hal ini juga
terkait dengan tanggung jawab moral dan etika seorang auditor. Selain itu, klien
membutuhkan opini wajar tanpa pengecualian untuk dapat menjual sahamnya pada
publik sehingga auditor harus benar-benar memperluas scope auditnya dan pencarian
bukti yang membutuhkan kecermatan.

RISET KELOMPOK
Resiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam
suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern
entitas. Risiko ini merupakan fungsi efektivitas desain dan operasi pengendalian intern untuk
mencapai tujuan entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan entitas.
Beberapa risiko pengendalian akan selalu ada karena keterbatasan bawaan dalam setiap
pengendalian intern.
Berdasarkan PSA 67 (SA Seksi 318) mengenai pemahaman atas bisinis klien berguna dalam
hal mengidentifikasi dan memahami peristiwa, transaksi, dan praktik, yang, menurut
pertimbangan auditor, kemungkinan berdampak signifikan atas laporan keuangan atau atas

laporan pemeriksaan atau laporan audit. Sebagai contoh, pengetahuan tersebut digunakan
oleh auditor dalam menaksir risiko bawaan dan risiko pengendalian dan dalam menentukan sifat,
saat, dan luasnya prosedur audit.
Dalam keterkaitannya dengan resiko pengendalian ini yaitu lebih pada SPI (Sistem Pengendalian
Intern) klien dalam rangka mengakomodir sistematika akuntansi yang diberlakukan dalam
operasionalya terhadap aspek efektif dan efisiensinya. Dengan kata lain, beberapa faktor yang
mendukung baik atau tidaknya SPI ini antara lain :

Terdapat struktur organisasi yang jelas dan terstruktur dengan baik

Adanya segregation of duty atau pembagian tugas yang sesuai bobot keweangannya

Job description jelas sehingga dimengerti para penggunanya

Alur dokumen maupun otorisasi jelas, terstruktur, dan terintegrasi satu sama lain.

Adanya software atau sistem computer (optional)

Secara tidak langsung faktor-faktor tersebut dapat mendukung penilaian mengenai resiko
pengendalian yang berada di bawah level maksimum. Sehingga pengujian audit, termasuk test of
control dan substantive test tambahan perlu untuk dilakukan dengan lebih detail dan prinsip
kehati-hatian yang lebih tinggi guna memberikan keyakinan memadai jika resiko pengendalian
dapat diminimalisir. Selanjutnya, memeriksa kembali desain dan efektivitas pengendalian yang
mendukung bahwa resiko pengendalian taksiran rendah.
Bukti audit semacam itu dapat diperoleh dari pengujian pengendalian yang direncanakan
atau dilaksanakan bersamaan dengan pemerolehan atau dari prosedur yang dilaksanakan
untuk memperoleh pemahaman yang tidak secara khusus direncanakan sebagai pengujian
pengendalian. Setelah memperoleh pemahaman dan menaksir risiko pengendalian, auditor
dapat mencari pengurangan lebih lanjut tingkat risiko pengendalian taksiran untuk asersi
tertentu setelah melakukan identifikasi atas kebijakan-kebijakan spesifik dan prosedur yang
mampu mencegah terjadinya salah saji metrial klien, seperti pengujian substantif. Hal ini
dikarenakan kurangnya lingkup audit.