Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

KEWIRAUSAHAAN DI UD. KUDI FRUITY MAS KECAMATAN


BATURADEN

Disusun Oleh :
Ira Rindarti
A1C0120
Arista Suryani
A1C012026
Naomi Agustina
A1C0120
Evan Nanditya
A1C012062
Ridwan Yulianto
A1C0120

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015

PRAKTIKUM KEWIRAUSAHAAN DI UD. KUDI FRUITY MAS


KECAMATAN BATURADEN

Disusun Oleh :
Ira Rindarti
A1C0120
Arista Suryani
A1C012026
Naomi Agustina
A1C0120
Evan Nanditya
A1C012062
Ridwan Yulianto
A1C0120

Untuk memenuhi salah satu persyarat memperoleh nilai kelulusan mata kuliah
Kewirausahaan (PNU 312) pada Fakultas Pertanian UNSOED.

Diterima dan disahkan pada tanggal :

Dosen Pembimbing Praktikum

Indah Widyarini, S.P., M.Sc.


NIP. 19800429 200501 2 002

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan
Laporan Hasil Praktikum Kewirausahaan.
Laporan hasil praktikum ini kami susun untuk memenuhi salah satu
prasyarat memperoleh nilai kelulusan mata kuliah Kewirausahaan pada Fakultas
Pertanian UNSOED. Dengan selesainya Laporan Hasil Praktikum ini tidak
terlepas dari bantuan pihak yang terlibat. Untuk itu kami mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Ibu Indah Widyarini, S.P., M.Sc. dan Bapak Ir. Bambang Sumanto,
M.Sc. selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan.
2. Bapak Witam selaku narasumber dan pemilik UD. Kudi Fruty Mas.
3. Asisten praktikum mata kuliah Kewirausahaan.
kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam laporan ini, baik
dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat segala keterbatasan yang ada.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang dapat membangun sangat kami harapkan.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik
mungkin sehingga akan menghasilkan hasil yang memuaskan dan sesuai
keinginan.

Purwokerto, Januari 2015


Penulis

iii

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .................................................................................................... iii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................................ v
BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A. Latar belakang ............................................................................................... 1
B. Tujuan............................................................................................................. 2
BAB II. PROFIL UMKM / UKM .................................................................................. 4
A. Nama dan Tempat Kedudukan Usaha ........................................................ 4
B. Sejarah Singkat Berdirinya UD. Kudi Fruty Mas .................................... 4
C. Spesifikasi Kegiatan Usaha ......................................................................... 5
D. Jumlah Tenaga Kerja .................................................................................... 5
E. Produk yang dihasilkan ................................................................................ 6
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................................... 7
A. Acara 1 : Proses Produksi ............................................................................ 7
B. Acara 2 : Pemasaran Hasil Usaha ............................................................. 11
C. Acara 3 : Analisis Usaha........................................................................... 13
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... 17
A. Kesimpulan .................................................................................................. 18
B. Saran ............................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Neraca UD KUDI FRUTYMAS .............................................................................. 15


2. Laporan laba rugi ....................................................................................................... 15

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Semakin berkembangnya zaman, manusia dituntut serba cepat dan pola
makan makanan mereka pun menjadi serba instan. Hal ini dapat mengganggu
kesehatan karena memakan makanan cepat saji yang kurang bergizi, dimana
makanan cepat saji banyak mengandung lemak, protein dan karbohidrat namum
rendah akan serat. Serat didapatkan dari mengkonsumsi buah namun karena sifat
buah yang tidak lama dan sulit untuk dibawa pergi maka manusia pun menjadi
kurang dalam mengkonsumsinya. Oleh sebab masalah itu terdapatlah peluang
dengan membuat kripik buah.
Keripik buah merupakan produk yang digemari oleh masyarakat karena
enak gurih dan praktis. Kemudian kripik buah merupakan makanan sehat penuh
gizi buah asli, maka kebiasaan memakan kripik buah dapat dijadikan sebagai cara
alternative untuk kebiasaan makan buah secara rutin. Bahkan merupakan
kesempatan bagus untuk anak-anak agar mudah mengkonsumsi buah
Pembuatan kripik buah adalah salah satu cara mengawetkan buah agar tahan
lama, proses secara sederhana yang dilakukan mulai dari mengupas buah dan
mencucinya lalu buah melalui tahap pembekuan di freezer agar buah nanti bersifat
renyah saaat digoreng, setelah dari freezer buah digoreng dengan menggunakan
alat penggorengan yang bernama vacuum frying, alat ini melakukan proses
penggorengan dengan kondisi vakum. Kemudian keripik buah yang sudah
digoreng dikeringkan atau ditiriskan baru selanjutnya dikemas dalam berbagai

ukuran yang mudah dibawa kemana-mana dan penuh warna sehingga menarik
orang yang ingin membelinya.
Ada berbagai buah dan sayur yang bias diolah menjadi makanan ringan nan
sehat seperti keripik buah antara lain buah nangka, buah salak, buah pisang
jagung, dan sayur seperti bayam dan kacang panjang. Buah nangka yang diolah
menjadi keripik buah merupakan favorit karena cita rasa khas dari nangka berpadu
akan kerenyahan keripik buah menjadikannya sebagai primadona. Dan harga yang
di berikan pun bervariasi antar masing-masing keripik buah.
B. Tujuan
1. Mengetahui kiat sukses dalam berwirausaha keripik buah.
2. mengetahui aspek produksi keripik buah.
3. mengetahui aspek pemasaran keripik buah
4. mengetahui analisis usaha keripik buah.
C. Manfaat
1. Bagi praktikan bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai wirausaha
keripik buah.
2. Bagi wirausaha bermanfaat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan usahanya di
kemudian hari.

BAB II. PROFIL UMKM / UKM

A. Nama dan Tempat Kedudukan Usaha

Nama UMKM / UKM yang kami kunjungi dalam kegiatan praktikum


Kewirausahaan pada tanggal 19 Desember 2014 adalah UD Kudi Fruty mas. UD
Kudi Fruty mas beralamatkan di Jalan Raya Baturaden KM 8, Baturaden, Kios
sekaligus tempat produksi Kudi Fruty Mas tidak jauh dari gerbang pintu masuk
lokawisata Baturaden.
B. Sejarah Singkat Berdirinya UD. Kudi Fruty Mas

UD. Kudi Fruty Mas berdiri pada tahun 2003 dengan nama pendirinya yaitu
Bapak Witam. Bapak Witam adalah lulusan Agrobisnis Unsoed. Pak Witam
langsung mendirikan UD. Kudi Fruty Mas setelah lulus. Pada awalnya sebelum
menginjak perguruan tinggi Bapak witam bekerja di suatu perusahaan swasta. Pak
witam merasa saat bekerja di perusahaan terlalu banyak tekanan dan tidak bebas,
hal inilah yang memicu muncul keingunan Pak witam untuk berwirausaha
khususnya di bidang pertanian. Beliau memilih bidang pertanian karena cakupan
yang luas dan dapat dimulai dengan modal sedikit. Pak Witam sering mendapat
julukan sebagai wirausahawan yang bermodalkan dengkul, hal ini karenamodal
awal yang dimiliki Bapak witam saat akan berwirausaha hanyalah niat dan tekad
yang kuat karena Bapak Witam tidak memiliki modal.
Pada tahun 2003 Pak Witam bergabung dengan PIB (Pusat Inkubator Bisnis)
Universitas Jenderal Soedirman sehingga memperoleh bantuan berupa modal

bergulir dari Kementerian Koperasi melalui Civitas Akademik sebesar Rp


35.000.000. Modal bergulir yang diterima pak witam sangat menguntungkan
karena memiliki bunga pinjaman yang rendah. Pak Witam memutuskan untuk
berwirausaha dibidang pengolahan pascapanen buah-buahan dalam bentuk keripik
buah. Pak Witam memutuskan untuk berwirausaha dibidang pengolahan
pascapanen buah-buahan dalam bentuk keripik buah karena dilihat dari segi resiko
yang dapat ditekan kecil mungkin. Keripik buah dapat disimpan lama jika di
packaging dengan benar. Pak Witam memperoleh pengetahuan tentang
pengolahan buah menjadi keripik buah bermula dari praktek kerja lapang
dimalang sehingga membuat beliau semakin tertarik untuk berwirausaha dibidang
ini.
C. Spesifikasi Kegiatan Usaha

Usaha Bapak Witam bergerak di bidang pengolahan pascapanen buahbuahan. Buah-buahan yang biasanya di konsumsi dalam keadaan segar oleh Pak
Witam di olah mejadi makanan ringan yang tahan lama yaitu menjadi keripik
buah. Alasan pemilihan usaha ini karena memiliki segmen pasar yang luas dan
resiko usaha yang rendah.
D. Jumlah Tenaga Kerja

UD. Kudi Fruty Mas tidak memiliki Tenaga Kerja Tetap, hampir seluruh
kegiatan produksi dan pemasaran dilakukan oleh Bapak Witam beserta
keluarganya. Namun jika sedang banyak permintaan maka menggunakan Tenaga
Kerja musiman sebanyak 4 orang untuk kegiatan pengupasan. Namun, Pak Witam

biasanya menganggarkan untuk biaya tenaga kerja perbulan sebesar Rp


1.500.000/orang.
E. Produk yang dihasilkan

Produk yang dihasil oleh UKM Kudi Fruty mas adalaha jenis makanan
ringan yang berupa keripik buah yang masih jarang diproduksi karena mahalnya
peralatan yang dibutuhkan. Keripik buah yang dihasilkan antara lain keripik buah
nangka,buah pisang dan buah salak. Keripik buah hasil produk Pak Witam tidak
menggunakan bahan pemanis tambahan melainkan rasa manis tersebut berasal
dari buah. Namun untuk kedepannya Pak witam berencana membuat keripik tidak
hanya dari buah saja melainkan dari sayuran dan ikan mengingat sudah mulai
bermunculan UKM yang sejenis sehingga pak witam merasa perlu melakukan
inovasi produk.

BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Acara 1 : Proses Produksi

Bahan baku yang digunakan UD. Kudy Fruity berasal dari beberapa orang
yang bertugas mengumpulkan buah-buahan dari masyarakat yang telah bermitra
drai awal perusahaan berdiri sampai sekarang, baik berasal dari dalam maupun
luar daerah, seperti wilayah sekitar Purwokerto, Batang (Pekalongan),
Banjarnegara, Malang,

dan lain-lain. Buha yang digunakan sudah memiliki

tingkat kematangan secara fisiologis, yaitu buah sudah memiliki cita rasa berupa
rasa mais maupun aroma dari buahnya.
Alat produksi yang digunakan dalam proses produksi keripik buah-buahan
adalah vacuum frying, freezer, alat peniris minyak (sentrifuse), mesin pengemas,
plastik untuk kemasan, dan aluminium foil
Kegiatan utama yang bersangkutan dengan manajemen produksi adalah
proses produksi. Proses produksi adalah metode dan teknik untuk menciptakan
atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumbersumber antara lain tenaga kerja, bahan-bahan, dana dan sumberdaya lain yang
dibutuhkan.
Produksi merupakan suatu sistem dan di dalamnya terkandung tiga unsur,
yaitu input, proses, dan output. Input dalam proses produksi terdiri atas bahan
baku atau bahan mentah, energi yang digunakan dan informasi yang diperlukan.
Proses merupakan kegiatan yang mengolah bahan, energi dan informasi

perubahan sehingga menjadi barang jadi. Output merupakan barang jadi sebagai
hasil yang dikehendaki.
Pada UD. Kudy Fruity, tiga unsur yang terkandung adalah untuk input
berupa berbagai macam daging buah-buahan dan untuk outputnya berupa keripik
buah. Dalam proses produksi keripik buah ini, pihak UD. Kudy Fruity hanya
menggunakan bahan baku berupa daging buah-buahan dan minyak goreng saja,
tanpa ada tambahan bahan lainnya karena buah yang digunakan sudah memiliki
cita rasa sendiri, baik dari segi rasa maupun dari segi aroma. Berikut tahapan
dalam proses produksi keripik buah di UD. Kudy Fruity.
Proses

Proses Pencucian

Pembekuan

Pengupasan

Proses

Proses

Proses Pengeringan

Proses
Penggorengan

Pengemasan

Dari bagan proses produksi di atas dapat terlihat proses yang terjadi dalam
memproduksi keripik buah-buahan di UD. Kudy Fruity. Berikut penjelasan dari
bagan :
1.

Proses Pengupasan
Pada proses ini, buah yang sudah matang secara fisiologis dipilih
kemudian buah-buhan tersebut dikupas untuk mendapatkan buahnya. Buah
yang telah dikupas kemudian dipisahkan dari bijinya , sehingga didaptkan
daging buah yang akan digunakan untuk membuat keripik nangka.

2.

Proses Pencucian

Setelah daging buah dipisahkan dari bijinya, daging buah tersebut masuk
ke dalam proses pencucian. Pada tahap pencucian, daging buah di cuci hingga
bersih untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekat maupun
tercampur pada daging buah selama pengupasan.
3.

Proses Pembekuan
Daging buah yang telah dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam
freezer untuk dibekukan. Tujuan dari proses pembekuan tersebut adalah
untuk menambah tingkat kerenyahan dari daging buah. Proses pembekuan
dilakukan kurang lebih selam 6 jam.

4.

Proses Penggorengan
Daging buah yang telah dibekukan selama kurang lebih 6 jam kemudian
langsung digoreng dengan menggunakan vacuum frying kurang lebih selama
2 jam. Untuk mendapatkan tingkat kematangan yang diinginkan perlu dijaga
tingkat suhu yaitu sekitar 85oC-90oC dan tingkat tekanan yaitu sekitar 70
cmhg.

Ketika proses penggorengan masih banyak terdapat buih minyak

goring berarti kandungan air pada daging buah masih banyak. Untuk menjaga
gizi dalam daging buah, pada saat proses penggorengan air yang keluar dari
dafing buah diserap lewat alat kondesor yang menggunakan daya air.
5.

Proses Penirisan
Setelah proses penggorengan, keripik yang sudah matang dimasukkan ke
dalam alat pemutar atau sentrifuse untuk meniriskan minyak yang terdapat
pada buah. Penirisan dilakukan dengan memutar alat peniris, sehingga
minyak yang terdapat pada buah yang sudah digoreng tersebut cepat kering

sehingga buah menjadi lebih renyah. Pemutaran dilakukan 2 kali diselingi


waktu istirahan 2 -3 menit.
6.

Proses Pengemasan
Keripik buah yang sudah ditiriskan minyaknya, dimasukkan ke dalam
kemasan dan dikemas menggunakan mesin pengemas. Pada UD. Kudy Fruity
menggunakan dua macam kemasan, yaitu kemasan plastik dan kemasan
aluminium. Kemasan aluminium digunakan untuk mengemaskan keripik
buah untuk dijadikan oleh-oleh. Aluminium bekerja baik sebagai penghambat
oksigen dan cahaya. Kedua elemen tersebut mampu mengubah tekstur dan
rasa makanan.
Kapasitas produksi dari UD. Kudy Fruity adalah satu mesin dapat memuat

10 kg bahan mentah berupa buah-buahan. Dari 10 kg buah menjadi kurang lebih 2


kg keripik buah. Dalam satu hari kerja yaitu selama kurang lebih 8 jam, hanya
dapat dilakukan 3 kali proses produksi. Dalam sekali proses produksi dibutuhkan
waktu 2 jam untuk proses penggorengan dan setengah jam untuk proses pencucian
dari vacuum frying., yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang
berasal dari gumpalan es. Untuk satu hari kerja UD. Kudy Fruity dapat
menghailkan produk keripik buah kurang lebih sebanyak 6 kg.
Hasil produksi yang dihasilkan UD. Kudy Fruity berupa keripik buahbuahan, seperti nangka, salak, apel, pisang, dan ada juga keripik jagung. UD.
Kudy Fruity hanya fokus pada pembuatan keripik buah-buahan dan akan mulai
mencoba untuk mengembangkan keripik sayur-sayuran.

10

UD. Kudy Fruity hanya melakukan sortasi dari pengolahan hasil dengan
memilih-milih hasil produksi dengan mutu yang baik dan bagus untuk dipasarkan
ke konsumen.
B. Acara 2 :Pemasaran Hasil Usaha

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang


dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba (Swasta dan
Irawan, 2002). Sedangkan menurut Boyd, et al. (2000) pemasaran adalah suatu
social yang melibat kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan
perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaraan.
Tujuan pemasaran (Assauri, 2004) yaitu :
1. Memasarkan hasil produk.
Memasarkan hasil produksi perusahaan kepada konsumen bertujuan
untuk mendapatkan keuntungan dan kontinuitas perusahaan.
2. Mencari pembeli.
Menncari pembeli merupakan kegiatan memasarkan barang agar
konsumen tertarik dan mau membelinya. Dalam mencari pembeli dapat
dilakukan dengan berbagai media, misalnya periklanan.
3. Menetapkan syarat-syarat pembelian atau penjualan.
Perusahaan menawarkan barang kepada konsumen sesuai dengan
pesanan atau barang yang dibutuhkan, baik secara tunai atau kredit

11

dengan menggunakan syarat-syarat tertentu sehingga pihak penjual tidak


merasa dirugikan
4. Menciptakan langganan
Langganan ini dapat diciptakan dengan jalan menjaga kelestarian
hubungan antara produsen dengan konsumen.
terjalin

antara

produsen

dengan

konsumen

Hubungan baik yang


akan

memberikan

keuntungan bagi perusahaan


Kegiatan paling utama pemasaran dalam hal memenuhi kepuasan konsumen
adalah dengan memperhatikan produk, harga, distribusi dan promosi. Apabila
kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produk akan
meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba.
Sebaliknya, apabila kebutuhan konsumen diabaikan dan hanya berfikir dari sudut
pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produk akan menurun,
sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi kerugian.
Wilayah pemasaran UD. Kudy Fruity mencakup wilayah Banyumas yang
paling dominan, Cilacap, Purbalingga, Brebes, Tasikmalaya, dan lain-lain.
Pemasaran yang dilakukan oleh UD. Kudy Fruity lebih dominan pada pusat oleholeh dan untuk segemen pasarnya luas tidak ada batasn tempat, namun
dikarenakan harganya yang lumayan mahal maka sasarannya lebih ke kalangan
menengah dan kalangan atas sistem pembayarannya adalah konsinyasi, yaitu
ketika pegiriman barang untuk pertama kali tidak langsung dibayar namun ketika
pengiriman yang kedua akan diberikan bayaran dari hasil penjualan produk dari
pengiriman pertama dan jika ada sisa produk yang tidak lagu maka akan

12

dikenakan potongan. Untuk sistem pemasarannya, UD. Kudy Fruity bertindak


sebagai supplier, yaitu dari pihak UD. Kudy Fruity mengirimkan produk
keripiknya ke masing-masing outlet yang berada di kota tujuan, kemudian dari
pihak UD. Kudy Fruity melakukan kunjugan setiap minggunya ke outlet-outlet
yang dibagi ke dalam empat jalur. Untuk rencana ke depannya, UD. Kudy Fruity
akan mulai merambah ke swalayan-swalayan dan dikemas dalam ukuran yang
lebih kecil karena disesuaikan untuk keperluan cemilan. Untuk promosi yang
dilakukan UD. Kudy Fruity yaitu secara langsung menggunakan sistem mulut ke
mulut, belum menggunakan media massa.
Dalam berwirausaha tentu saja memiliki beberapa pesaing , seperti halnya
UD. Kudy Fruity memiliki beberapa pesaing, seperti perusahaan besar yang
berasal dari Kota Malang yang mulai merambah wilayah Banyumas dan
sekitarnya. Kemudian bermuculan juga UKM-UKM lainnya yang berada di
wilayah yang sama dan memproduksi produk yang sama. Pihak UD. Kudy Fruity
mengantisispasi pesaing tersebut dari segi harga, dari segi kualitas, maupun dari
segi kemasan.

C. Acara 3 : Analisis Usaha

1. Aspek Yuridis

13

UD Kudi Frutymas telah memiliki legalitas usaha yaitu dengan telah


memiliki surat-surat perijinan yang dibutuhkan oleh suatu usaha, seperti Surat
Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil No : 517/16/MIKRO/BBPPT/VIII/2010,
Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Perorangan No : 10.04.5.52.01418 dan
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pribadi No Reg : 87.374.388.4-404.000.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan Usaha belum dimiliki oleh UD
Kudi Frutymas, sehingga tidak dikenakan pajak penghasilan bagi wajib pajak
badan usaha.
Lahan dan lokasi yang dipergunakan untuk kegiatan produksi oleh UD
Kudi Frutymas telah memiliki legalitas hukum yang jelas. Karena dengan
dimilikinya Surat Izin Pendirian Bangunan, dan telah memiliki surat PBB
(Pajak Bumi dan Bangunan).
2. Aspek Keuangan
Aspek keuangan bertujuan untuk menentukan perkiraan besarnya dana
yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha produksi kripik buah ini. Dana
yang di butuhkan untuk usaha memproduksi kripiki buah digunakan untuk
modal investasi dan modal kerja. Modal yang digunakan berasal dari pinjaman
non perbankan yaitu sebesar Rp. 35.000.000,- dan bamtuan dari kementerian
koperasi berupa 1 unit freezer senilai Rp. 2.500.000,- , 1 unit vacum frying
senilai Rp. 25.000.000,- dan 1 unit jenzet senilai Rp. 11.000.000,-.
Dalam waktu 1 hari UD Kudi Frutymas dapat memproduksi 6 kg
kripik buah dengan berbagai macam buah-buahan yang diproduksi.

14

Pendapatan penjualan dalam satu bulan berkisar Rp. 20.000.000,- hingga Rp.
30.000.000,-. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam neraca di bawah ini :
Tabel 1. Neraca UD KUDI FRUTYMAS
NERACA
UD KUDI FRUTYMAS
TAHUN 2014
ACOUNT
AKTIVA
modal sendiri
modal investasi
1. sepeda motor (2)
2. vacum frying (2)
3. freezer (2)
4. jenzet
sewa lahan
Rp 12.000.000,00
biaya penyusutan
1. vacum frying
Rp
3.000.000,00
2. freezer
Rp
379.992,00
3. genset
Rp
499.992,00
biaya - biaya operasional
1. listrik
Rp
6.000.000,00
2. gas
Rp
7.920.000,00
3. minyak goring
Rp 13.176.000,00
4. tenaga kerja
Rp 54.000.000,00
pajak kendaraan
Rp
448.000,00
beli bahan baku
Rp 29.576.016,00
Jumlah
Rp 127.000.000,00
Sumber: data primer

Tabel 2. Laporan laba rugi


LAPORAN LABA RUGI

15

Rp

PASIVA
35.000.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp

26.000.000,00
50.000.000,00
5.000.000,00
11.000.000,00

Rp 127.000.000,00

UD KUDI FRUTYMAS
pendapatan penjualan
biaya penyusutan
1. vacum frying
2. freezer
3.
jenzet
biaya operasional
1.
listrik
2.
gas
3.
minyak goreng
4.
tenaga kerja
sewa lahan
pajak motor
jumlah
laba

Rp 240.000.000,00
Rp
Rp
Rp

3.000.000,00
379.992,00
499.992,00

Rp 6.000.000,00
Rp 7.920.000,00
Rp 13.176.000,00
Rp 54.000.000,00
Rp 12.000.000,00
Rp
448.000,00
Rp97.423.984,00
Rp 142.576.016,00

Kebutuhan investasi merupakan modal yang dikeluarkan pada awal periode


usaha untuk pembelian sarana dan prasarana yang mendukung berjalannya usaha
tersebut dan digunakan untuk memperoleh manfaat hingga secara ekonomis tidak
dapat digunakan lagi. Jika investasi awal secara ekonomis sudah tidak dapat
digunkan lagi, maka dilakukan investasi kembali atau yang disebut dengan
reinvestasi. Modal investasi pada UKM ini ada sepeda motor, jenset, freezer, dan
vacum frying dengan total biaya sebesar Rp. 92.000.000,-.
Berdasarkan data di atas dapat diperoleh BEP dari UD kudi fruty mas yaitu
sebesar Rp. 29.407.377,78,-. Artinya dalam satu tahun UD kudi frutymas harus
mendapatkan penghasilah diatas Rp. 29.407.377,78, agar perusahaan tersebut
tidak rugi.
R/C ratio UD kudi Frutymas yaitu sebesar 1,88976, artinya R/C ratio > 1 .
hal tersebut menunjukan bahwa usaha tersebut layak di kembangkan untuk

16

kedepannya.Pay back periode yang dihasilkan yaitu sebesar 0,65, artinya besarnya
modal dapat kembali dalam waktu 0,65 tahun atau sekitar 8 bulan

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN

17

A. Kesimpulan

UD. Kudi Fruity Mas merupakan salah satu usaha pengolahan buah segar menjadi
keripik buah yang beralamat di Jl. Baturaden Km 08. Pemilik dari UD. Kudi
Fruity mas adalah Bapak Witam, beliau mendirikan usaha ini pada tahun 2003.
Modal awal beliau sebesar Rp 35.000.000 yang di pinjam dari Kementerian
Koperasi. Pak Witam tidak memiliki karyawan tetap semua kegiatan di
kendalikan dirinya beserta keluarga kecuali ketika pesanan banyak maka beliau
memperkerjakan karyawan tidak tetap untuk kegiatan pengupasa. Buah yang di
jadikan keripik yaitu buah nangka, pisang dan salak. Pemasaran keripik buah
meliputi Sokaraja, Cilacap, Tasikmalaya dan Purwokerto. Sistem penjualannya
dititipkan ke toko pusat oleh-oleh dengan konsiyasi. Produksi per hari sebesar 6
kg keripik jual, pendapatan per

sebesar Rp240.000.000,00 dengan total biaya

operasional sebesar Rp 97.432.984,00 sehingga laba (keuntungan) yang diperoleh


Pak Witam sebesar Rp 142.576.016,00. Nilai BEP (Rp) sebesar Rp 29.407.377
per tahun dan nilai R/C sebesar 1,88976 > 1 yang berarti usaha ini layak untuk di
lanjutkan.
B. Saran
1. Diharapkan usaha keripik buah ini terus di kembangkan dan dipasarkan dengan
cakupan wilayah yang lebih luas mengingat masih jarang makanan ringan yang
berasal dari buah dan mengandung gizi yang lengkap.

18

2. Diharapkan usaha keripik buah ini melakukan inovasi dalam produknya sehingga
tidak akan kehilangan pelanggan karena sudah mulai bermunculan jenis usaha
yang sejenis.

19

DAFTAR PUSTAKA

Boyd, H. W., O. C. Walker dan J.C. Larreche. 2000. Manajemen Pemasaran:


Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global. Erlangga, Jakarta.
Assauri, S. 2004. Manajemen Pemasaran: Dasar Konsep dan Strategi. Rajawali
Press, Jakarta.
Swasta, B dan Irawan.
Yogyakarta

2002.

Manajemen Pemasaran Modern.

Liberty.