Anda di halaman 1dari 16

i

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
kepada penulis, sehingga makalah Gelombang dan Optik dapat diselesaikan dengan judul
Side Scan Sonar Sebagai Pendeteksi Dan Interpretasi Target Di Dasar Laut.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas individu
mata kuliah Gelombang dan Optik. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak menemui
kesulitan. Namun berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka makalah ini
dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen
Pembimbing dan pihak-pihak lainnya.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengalaman penulis. Untuk itu, penulis
mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari pembaca untuk dapat
penulis perbaiki dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita
semua.

Padang, 02 Desember 2014


Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ i


BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
A.

Latar Belakang ........................................................................................................................ 1

B.

Rumusan Masalah .................................................................................................................. 2

C.

Tujuan Penulisan .................................................................................................................... 2

D.

Manfaat Penulisan ................................................................................................................. 2

BAB II SIDE SCAN SONAR SEBAGAI PENDETEKSI DAN INTERPRETASI TARGET DI


DASAR LAUT................................................................................................................................... 4
A.

Pengertian Side Scan Sonar .................................................................................................... 4

B.

Sejarah ditemukannya Sonar dan Side Scan Sonar ................................................................ 5

C.

Prinsip Kerja Side Scan Sonar Sebagai Pendeteksi Dan Interpretasi Target Di Dasar Laut .... 6

D. Kelebihan dan kekurangan Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan interpretasi target di
dasar laut. ..................................................................................................................................... 11
BAB III PENUTUP......................................................................................................................... 12
A. Kesimpulan............................................................................................................................... 12
B. Saran ........................................................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 14

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia sebagai Negara maritim memiliki luas wilayah perairan sekitar 3,1
juta km2 atau sekitar 70% dari seluruh wilayah Nusantara. Hal ini tentu menjadi
kondisi yang sangat menguntungkan bagi rakyat Indonesia, karena laut memiliki
Sumber Daya Alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kekayaan dan
keanekaragam hayati laut Indonesia menyediakan sumber bahan baku makanan
yang sangat penting seperti berbagai jenis ikan, udang, kerang dan rumput laut. Di
samping itu, minyak, gas bumi dan mineral lepas pantai di Indonesia juga
merupakan sumber daya yang menjanjikan bagi perekonomian Indonesia.
Disamping sebagai tempat sumber daya yang dapat diperbaharui maupun yang tidak
dapat diperbaharui laut Indonesia juga mempenuyai banyak fungsi seperti jalur lalu
lintas antar pulau, pelayaran nasional dan internasional, komunikasi, rekreasi dan
turisme.
Alam bawah laut Indonesia menghadirkan topografi yang sangat kompleks.
Tidak ada Negara lain yang memiliki topografi dasar laut yang begitu beragam
seperti Indonesia. Hampir segala bentuk topografi dasar laut dapat dijumpai, seperti
paparan dangkal, terumbu karang, lereng curam maupun landai, gunung api bawah
laut, palung laut dalam, basin atau pasu yang terkurung dan sebagainya.
Karakteristik ini menjadikan Lautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega Biodiversity terbesar di dunia, memiliki 8.500 species ikan, 555 spesies rumput laut
dan 950 spesies biota terumbu karang. Namun terlepas dari kekayaan lautnya,
Indonesia hingga saat ini belum memiliki kepastian data dan informasi tentang
nama dan batas rupa morfologi dasar laut (submarine features) yang dimilikinya
sebagai teritorial NKRI. Pemetaan dasar laut Indonesia yang begitu luas tidak
mungkin dilakukan dengan waktu cepat tanpa menggunakan peralatan survey
dengan teknologi tinggi dan biaya yang memadai.
Peralatan yang digunakan untuk memetakan dasar laut dan sekaligus di
gunakan untuk mempelajari kehidupan dasar laut adalah Side Scan Sonar (SSS),
yang metupakan sebuah sistem peralatan survey kelautan yang menggunakan

teknologi akustik. Sistem peralatan ini merupakan strategi penginderaan untuk


merekam kondisi dasar laut dengan memanfaatkan sifat media dasar laut yang
mampu

memancarkan,

memantulkan

dan/atau

menyerap

gelombang

suara. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk membahas
prinsip kerja dari Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan interpretasi target di dasar
laut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah adalah sebagai
berikut:
1. Apa itu Side Scan Sonar?
2. Bagaimana Sejarah ditemukannya Side Scan Sonar?
3. Bagaimana prinsip kerja Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan interpretasi
target di dasar laut?
4. Apa kelebihan dan kekurangan Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan
interpretasi target di dasar laut?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui
1. Pengertian Side Scan Sonar
2. Sejarah ditemukannya Side Scan Sonar
3. Prinsip kerja Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan interpretasi target di dasar
laut
4. Kelebihan dan kekurangan Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan interpretasi
target di dasar laut.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Bagi penulis, menambah ilmu pengetahuan tentang Side Scan Sonar Sebagai
Pendeteksi Dan Interpretasi Target Di Dasar Laut.

2. Bagi pembaca, menambah pengetahuan tentang Side Scan Sonar Sebagai


Pendeteksi Dan Interpretasi Target Di Dasar Laut.

BAB II
SIDE SCAN SONAR SEBAGAI PENDETEKSI DAN INTERPRETASI
TARGET DI DASAR LAUT
A. Pengertian Side Scan Sonar
Sonar (Sound Navigation and Ranging) merupakan suatu teknik penyebaran
bunyi ( biasanya di dalam air) untuk navigasi, berkomunikasi atau mendeteksi
kapal-kapal lainnya di lautan.

Gambar 1. Sonar
Sumber: http://kreasidedi.wordpress.com
Para ahli terus malakukan pengembangan terhadap penggunaan sonar, salah satunya
yaitu Side Scan Sonar (SSS). Side Scan Sonar merupakan pengembangan sonar
yang mampu menunjukkan gambar dalam dua dimensional permukaan dasar laut
dengan kondisi kontur, topografi, dan target secara bersamaan. Side Scan Sonar
mampu membedakan besar kecilnya partikel penyususn permukaan dasar laut,
seperti batuan, lumpur, pasir, kerikil, atau tipe-tipe dasar perairan lainnya.
Instrument ini mampu menangkap gelombang pasir atau riak-riak kecil yang
tingginya beberapa sentimeter serta mampu memberikan informasi secara rinci
tentang topografi dasar laut.
Soetjie, dkk (2009)

B. Sejarah ditemukannya Sonar dan Side Scan Sonar


Berdasarkan catatan harian Leonardo da vinci diketahui bahwa sinyal suara
sudah mulai digunakan sekitar tahun 1490, Ia menuliskan : Dengan menempatkan
ujung pipa yang panjang didalam laut dan ujung lainnya di telinga anda, dapat
mendengarkan kapal-kapal laut dari kejauhan. Hal ini mengidentifikasikan bahwa
suara dapat berpropagasi di dalam air. Penelitian tentang perambatan suara dalam
air merupakan prinsip dasar sonar dilakukan oleh Daniel Colloden pada tahun 1822,
Ia menggunakan sebuah lonceng bawah air untuk menghitung kecepatan
perambatan suara di dalam air. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Lewis Nixon,
percobaannya pada tahun 1906 yang bertujuan mengukur puncak sebuah gunung es.
Pada tahun-tahun berikutnya penelitian tentang sonar semakin berkembang
pesat. Terutama untuk tujuan kepentingan pihak militer, yaitu ketika kapal selam
mulai banyak digunakan dalam pertempuran di laut. Di bidang militer, peralatan
sonar yang berfungsi sebagai pendeteksi keberadaan sebuah kapal selam dibuat oleh
Paul Langevin pada tahun 1915. Penggunaan teknologi sonar untuk kepentingan
sipil mulai terlihat perkembangannya pada era 1970an. Pada waktu itu mulai
diadakan pembuatan sistem sonar yang disebut Analog Echo Integrator, dan Echo
Counter. Tidak lama kemudian beberapa negara seperti Amerika, Jepang, Norwegia,
dan Jerman mulai mengembangkan peralatan Digital Echo Integrator Dual Beam
Acoustyc System, Quasy Ideal Beam System, dan Split Beam Acoustic Sistem.
Johan (2008)
Side Scan Sonar ditemukan oleh ilmuwan Jerman, Dr Julius Hagemann,
yang dibawa ke Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan bekerja di US Navy
Mine Defense Laboratory, Panama City, FL dari tahun 1947 sampai kematiannya
pada tahun 1964. Selanjutnya teknologi Side Scan Sonar dikembangkan oleh
Dr.Harold Edgerton dari Massachusetts Institute of Technology pada awal tahun
1960.

Gambar 2. Side Scan Sonar


Sumber: http:// dimazoceanscience.blogspot.com
C. Prinsip Kerja Side Scan Sonar Sebagai Pendeteksi Dan Interpretasi Target Di
Dasar Laut
Prinsip kerja Side Scan Sonar pada dasarnya menggunakan gelombang
akustik, mirip dengan prinsip kerja echosounder. Namun pada peralatan ini
ditekankan pada penyapuan pada permukaan dari obyek baik ke kanan ataupun ke
kiri, sehingga peralatan side scan sonar mempunyai kemampuan untuk mendeteksi
obyek yang berada dipermukaan dasar laut baik itu yang berada di kiri kapal survei
maupun di sebelah kanannya. Biasanya peralatan ini menggunakan frekuensi
100KHz (Low) dan 500 Khz (High). Secara umum peralatan ini terdiri dari
transducer yang berupa towfish yang ditarik dibelakang kapal, trans-receiver dan
recorder seperi terlihat pada Gambar

Gambar 3. Prinsip Dasar Side Scan Sonar


Transducer berfungsi memantulkan gelombang akustik yang akan dikirim
ke permukaan dasar laut kemudian hasil pantulan dari gelombang akustik yang

mengenai objek atau dasar laut akan diterima oleh receiver yang kemudian akan
ditampilkan oleh recorder dalam bentuk citra yang menggambarkan kondisi
permukaan dasar laut.

Gambar 4. Sistem Peralatan Side Scan Sonar


Survei side scan sonar ini akan menghasilkan peta yang berisi gambaran atau citra
dasar laut yang akan menampilkan objek-objek dasar laut yang berhasil dideteksi.
Objek-objek tersebut berupa benda-benda yang terdapat di permukaan dasar laut,
seperti pipa, batu-batu karang, kapal karam, bekas garukan jaring nelayan, dll.

Gambar 5. Ilustrasi Survei Side Scan Sonar


Towfish side scan sonar (SSS) dapat dipasang pada badan kapal atau ditarik di
belakang kapal. Ilustrasi pemasangan SSS menggunakan towed body dapat dilihat
pada Gambar 5 di atas. Dalam pengambilan data, ada kemungkinan terjadi distorsi,
baik distorsi geometrik maupun distorsi akibat deviasi dari hubungan linear antara

intensitas citra dan kekuatan pantulan objek dasar laut. Oleh karena itu, beberapa
hal yang harus diperhatikan pada saat pengambilan data untuk mengurangi distorsi
adalah sebagai berikut:
a. Layback
Panjang Layback atau stepback adalah jarak horizontal antara antena receiver
GPS dengan titik penghela ditambah jarak horisontal antara titik penghela
dengan fish. Pada saat kabel penghela digunakan untuk menarik fish di dalam
air, kabel penghela tidak akan terentang lurus, tetapi membentuk suatu
lengkungan (gambar 6)

Gambar 6. Layback dan Kelengkungan Kabel Towing


Maka panjang layback diperoleh dari persamaan berikut :

Secara geometris, besarnya harga K dapat dilihat pada gambar diatas, secara
pendekatan nilai K adalah:

Dari persamaan di atas, maka panjang layback diperoleh:

dengan:
Lb = panjang layback (m)
a = jarak horizontal dari antena receiver GPS ke titik penghela (m)
X= jarak horizontal antara titik pengjhela dengan fish (m)
L = panjang kabel penghela (m)
d = kedalaman fish (m)
b. Jarak Objek terhadap fish

Gambar 7. Jarak objek terhadap fish


Semakin jauh jarak yang ditempuh oleh pulsa gelombang akustik pada arah x
dalam perambatannya di medium air laut, maka ukuran cakupan pulsa
bertambah besar, sehingga objek-objek yang tersaji pada citra seolah-olah
diregangkan dalam arah penyapuan. Dengan besar peregangan semakin besar
kearah tepi citra.
c. Tinggi fish dari dasar laut
Hasil panjang suatu ukuran pada citra akan selalu lebih pendek dari ukuran
sebenarnya di lapangan. Sehingga penampakannya pada citra seolah-olah

10

ditekan sejajar arah lintasan fish. Besarnya derajat penekanan semakin kecil
dengan semakin rendahnya tinggi fish dasi dasar laut.
Tabel 1. Hubungan antara jangkauan pencitraan sonar dengan tinggi towfish
Jangkauan pencitraan

Tinggi fish (m)

teoritis di lapangan (m)

Jangkauan pencitraan
pada citra (m)

75

7.5

74..5

100

10

99.5

150

15

149.5

200

20

199

300

30

298.5

Oleh karena itu agar diperoleh hasil pencitraan yang relatif baik, towfish ditarik
dengan ketinggian 1/10 dari jangkauan pencitraan di lapangan.
d. Heading lintasan
Bentuk lintasan survei yang tidak lurus mengakibatkan tidak sejajarnya sumbu
pancar pulsa yang dipancarkan. Hal ini menyebabkan objek yang terekam pada
citra seolah-olah diregangkan pada sisi pemancaran yang memusat dan terjadi
penekanan pada sisi pemancaran yang menyebar.

Gambar 8. Arah kapal yang tidak tepat lurus


e. Arah fish yang tidak mendatar (pitch) dan fish yang berotasi terhadap sumbunya
(roll).
Arah fish yang tidak mendatar (pitch) terjadi pada saat pengambilan data akan
menyebabkan citra seolah-olah diregangkan pada arah lintasan survey. Dengan

11

demikian akan terjadi perubahan letak dan pereseran dalam arah lintasan fish
dari objek-objek yang terekam pada citra.

Gambar 9. Pitch Pada Fish

Gambar 10. Roll Pada Fish


Kurniawan (2011)
D. Kelebihan dan kekurangan Side Scan Sonar sebagai pendeteksi dan
interpretasi target di dasar laut.
1. Kelebihan Side Scan Sonar
Side scan sonar mampu membuat liputan perekaman dasar laut dari kedua sisi
lintasan survey. Dalam kondisi laut yang tenang dan haluan kapal yang lurus,
sonogram dapat memberikan gambar atau image yang sangat tajam dan rinci
seperti layaknya sebuah foto.
2. Kelemahan Side Scan Sonar
Penggunaan atau survey dengan side scan Sonar hanya dapat dilakukan
diperairan kategori dangkal. Tiap pancaran pulsa, satu lajur kecil (sekitar 100
sampai 200 m ke tiap sisi). Dibandingkan alat lain yang memakai prinsip akustik
seperti echosounder, Sub Bottom Profilier jangkauan pemerumannya SSS lebih
kecil.

12

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Side Scan Sonar (SSS) merupakan pengembangan sonar yang mampu
menunjukkan gambar dalam dua dimensional permukaan dasar laut dengan kondisi
kontur, topografi, dan target secara bersamaan. Side Scan Sonar pertama kali ditemukan
oleh Dr Julius Hagemann, dan kemudian dikembangkan oleh Dr.Harold Edgerton dari
Massachusetts Institute of Technology pada awal tahun 1960. Prinsip kerja dari Side
Scan Sonar ini yaitu dengan menggunakan gelombang akustik untuk menyapu
permukaan laut dengan arah ke kiri ataupun ke kanan. Peralatan ini menggunkan
frekuensi 100kHz dan 500 kHz. Peralatan ini terdiri dari transducer yang berupa
towfish, trans-receiver dan recorder. Survey SSS ini akan menghasilkan peta yang
berisi gambaran/ citra dasar laut yang akan menampilkan objek-objek dasar laut yang
berhasil di deteksi. Dalam pengambilan data menggunakan SSS ada beberapa hal yang
harus diperhatikan untuk mengurangi terjadinya distorsi yaitu: Layback, Jarak Objek
terhadap fish, Tinggi fish dari dasar laut, Heading lintasan dan Arah fish yang tidak
mendatar (pitch) dan fish yang berotasi terhadap sumbunya (roll). Penggunaan SSS
sebagai pendeteksi dan interpretasi target di dasar laut ini memiliki kelebihan dimana
Side Scan Sonar mampu membuat liputan perekaman dasar laut dari kedua sisi lintasan
survey. Dalam kondisi laut yang tenang dan haluan kapal yang lurus, sonogram dapat
memberikan gambar atau image yang sangat tajam dan rinci seperti layaknya sebuah
foto. Sedangkan kelemahannya adalah penggunaan atau survey dengan Side Scan Sonar
hanya dapat dilakukan diperairan kategori dangkal. Tiap pancaran pulsa, satu lajur kecil
(sekitar 100 sampai 200 m ke tiap sisi). Dibandingkan alat lain yang memakai prinsip
akustik seperti echosounder, Sub Bottom Profilier jangkauan pemerumannya SSS lebih
kecil.
B. Saran
1. Bagi pemerintah agar dapat mengambangkan dan memberdayakan Teknologi SSS di
Indonesia sehingga menghasilkan manfaat bagi kepentingan militer dan kebutuhan
masyarakat.

13

2. Bagi pembaca umum dan pelajar agar dapat dijadikan sebagai ilmu pengetahuan,
sumber referensi dan dikembangkan dalam bentuk perwujudan teknologi
pengindraan bawah laut secara nyata.

14

DAFTAR PUSTAKA
Dedi. 2012. Sonar. Diakses pada 2 Desember 2014 dari http:// kreasidedi.wordpress.com
Kurniawan, Indra. 2011. Survey Side Scan Sonar. Diakses pada 2 Desember 2014 dari
http:// identitasku.wordpress.com.
Setiya, Dimas G. 2010. Side Scan Sonar. Diakses pada 2 Desember 2014 dari http://
dimazoceanscience.blogspot.com.
Soetdjie, dkk. 2009. Deteksi Dan Iterpretasi Target di Dasar Laut menggunakan Instrumen
Side Scan Sonar. Bandung: Senta 2009.
Suryantoro, Johan. 2008. Sonar. Diakses pada 2 Desember 2014 dari http:// johansuryantoro.com.