Anda di halaman 1dari 5

Lembar kerja mahasiswa (pedoman diskusi)

Bersama kelompok Anda, diskusikan masalah-masalah berikut:


1. Hubungan antara warna bintang dan temperaturnya
Untuk memahami hubungan antara warna bintang dan temperaturnya, Anda perlu mengingat
kembali karakteristik benda hitam.
1) Apakah yang dimaksud dengan benda hitam sempurna?
2) Apakah radiasi benda hitam sempurna tergantung pada temperatur permukaannya saja?
Apakah sifat-sifat permukaan tidak berpengaruh? Jelaskan!
3) Jelaskan grafik berikut:

4) Berdasarkan hasil eksperimen disimpulkan bahwa pada suhu 5770 K spektrum radiasi
matahari mirip dengan spektrum radiasi benda hitam, apakah kesimpulan yang dapat
Anda kemukakan dari hasil eksperimen ini?
5) Apakah warna bintang dipengaruhi oleh semua semua komponen spektrum warna atau
warna dengan intensitas yang paling tinggi? Jelaskan! ( Anda dapat menggunakan
hukum pergeseran Wien untuk menjawab pertanyaan ini)
2.

Diagram Herzsprung-Russel
Herzsprung dan Russel melakukan study tentang keterkaitan antara magnitudo mutlak dan
kelas spektral bintang-bintang yang dituangkan dalam bentuk diagram HR. Diagram ini
sangat penting dalam mempelajari perkembangan bintang. DiagramHR secara lengkap
disajikan dari gambar berikut:

Berdasarkan gambar di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:


1) Bagaimanakah pengaruh warna bintang dan magnitudo terhadap terang cahaya yang
dipancarkan suatu bintang?
2) Besaran fisis apakah yang digambarkan oleh Diagram HR?
3) Deskripsikan diagram HR di atas!
4) Diagram HR dapat digunakan untuk menunjukkan tahapan evolusi bintang. Kedudukan
bintang dalam diagram HR dari nilai luminositas dan temperatur efektifnya,
bagaimanakah cara mengetahui luminositas dan temperatur bintang?
3.

Efek Doopler dalam gerak bintang


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami hal-hal yang berhubungan dengan
peristiwa yang disebabkan efek Doopler, seperti perubahan lengkingan suara sirene yang
bergerak terhadap pengamat. Berdasarkan kenyataan bahwa bintang selalu bergerak maka
efek Doopler juga terjadi pada bintang. Untuk memahami lebih jauh tentang efek Doopler
pada gerak bintang ini, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Bunyi adalah contoh peristiwa gelombang, bagaimanakah pengaruh nada bunyi
terhadap frekuensi dan panjang gelombangnya?
2) Cahaya merupakan gelombang sehingga cahaya juga akan mengalami efek Doopler,
misalkan sebuah sumber cahaya memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 0
bergerak relatif terhadap pengamat dengan komponen kecepatan radial vr akibat
pergerakan sumber cahaya maka pengamat akan melihat perubahan panjang gelombang
berdasarkan persamaan:

1) Jika nilai vr <<< c bagaimanakah bentuk persamaan di atas?

2) Bagaimanakah cahaya bintang yang akan tampak jika sumber cahaya menjauhi
pengamat?
3) Bagaimanakah cahaya bintang yang akan tampak jika sumber cahaya mendekatii
pengamat?
JAWABAN
1. 1). Benda hitam sempurna adalah benda yang mampu menyerap seluruh energy kalor yang
diterimanya, ataupun yang dapat memancarkan seluruh kalor yang dimiliki
2). Ya, Menurut hukum pergeseran Wien dimana

, bahwa untuk sifat permukaan

benda hitam hanya tergantung temperature pada benda tersebut.


3). Gambar tersebut menunjukkan hasil eksperimen bahwa sebuah benda hitam
memancarkan energinya dalam bentuk radiasi elektromagnetik dan energinya
dipancarkan pada seluruh panjang gelombang. Namun intensitas energi pada setiap
panjang gelombang tidak sama, dan setiap benda hitam yang memiliki temperatur
tertentu memiliki panjang gelombang di mana intensitas energinya paling tinggi.
Semakin tinggi temperatur sebuah benda hitam, semakin pendek panjang gelombang di
mana energi paling tinggi memancar (lihat gambar kurva benda hitam). Dengan
demikian, benda hitam yang memancarkan energinya pada suhu tertentu akan memiliki
kurva intensitas energi yang unik.
4). Bintang (matahari) juga merupakan sebuah benda hitam dan memancarkan radiasi
elektromagnetik. Namun, temperatur permukaan bintang berbeda-beda. Ada yang lebih
panas dari matahari, ada pula yang lebih dingin dari matahari. Walaupun demikian,
semua bintang yang kita amati berlaku seperti sebuah benda hitam. Dari pengamatan
spektrum matahari
5). Spektrum merupakan uraian cahaya. Sebagai contoh cahaya matahari apabila
dilewatkan pada gelas prisma akan terurai warnanya menjadi berbagai warna.Spektrum
bintang sama dengan spektrum pada matahari yakni adanya garis gelap.
Warna bintang ditentukan oleh suhu permukaannya. Bintang berwarna merah
lebih rendah suhunya dari pada bintang berwarna kuning,namun lebih rendah suhunya
dari bintang berwarna biru.Perilaku bintang tersebut memenuhi hukum Wien.
Berdasarkan hukum wien, bintang yang bertemperatur rendah akan mengeluarkan
sebagian energinya dalam spektrum berwarna merah dan infra merah.Bintang yang

lebih panas akan mengeluarkan spektrum berwarna biru. Obyek yang lebih panas akan
mengeluarkan energi dalam semua panjang gelombang karena energi rata-rata foton
cukup tinggi.Jadi warna bintang dipengaruhi oleh semua komponen spectrum warna
bukan warna dengan intensitas yang paling tinggi.
2.

Diagram Hertzsprung-Hessel
a) Magnitudo adalah suatu sistem skala ukuran kecerlangan bintang. Sistem magnitudoini
dibuat pertama kali oleh Hipparchus pada abad 2 sebelum masehi. Dia membagi
terang bintang menjadi 6 kelompok berdasarkan penampakkannya dengan mata telanjang.
Bintang yang paling terang diberi magnitudo 1 sedangkan bintang yang paling lemah
yang bisa diamati olehmata telanjang diberi magnitudo 6. Hal yang perlu diperhatikan
bahwa semakin terang suatu bintang, semakin kecil magnitudonya. Tingkat terang cahaya
yang dipancarkan bintang juga dipengaruhi oleh warna bintang. Urutan warna bintang
dari yang mulai paling redup ke paling terang :
Merah - merah orange orange kuning kuning hijau hijau hijau biru biru biru
ungu- ungu
Hal ini didasarkan pada panjang gelombang dari tiap-tiap warna yang nantinya akan
mempengaruhi suhu bintang. Menurut Hukum Stefan-Boltzman, intensitas pancaran
dipengaruhi oleh suhu diaman hubungannya adalah berbanding lurus.
b) Besaran fisis yang digambarkan oleh diagram HR ; Suhu bintang, Luminositas,
Magnitudo mutlak
c) Diagram HR : (seringkali disebut juga sebagai diagram warna-magnitudo) adalah
diagram

hubungan

antara

magnitudo

mutlak/luminositas

dan

kelas

spektrum

bintang/indeks warna. Diagram Hertzsprung-Russell hasil plot dari 22 000 bintang yang
datanya berasal dari katalog Hipparcos dan 1000 dari katalog Gliese. Tampak bahwa
bintang-bintang cenderung berkelompok di bagian tertentu diagram. Yang paling
dominan adalah kelompok yang membentuk diagonal diagram dari kiri atas (panas dan
cemerlang) hingga kanan bawah (dingin dan kurang cemerlang) yang disebut deret
utama. Matahari terletak di deret utama dengan luminositas 1 (magnitudo sekitar 5), dan
temperatur permukaan sekitar 5400K (kelas spektrum G2). Berdasar konsensus, sumbu x
dari kiri ke kanan menyatakan suhu tinggi ke suhu rendah (tetapi 'warna' dari kecil ke
besar).

d) Di dalam astronomi, luminositas adalah jumlah cahaya atau energi yang dipancarkan oleh
sebuah bintang ke segala arah per satuan waktu. Biasanya satuan luminositas dinyatakan
dalam watt (satuan internasional), erg per detik (satuan cgs) atau luminositas Matahari.
Dengan menganggap bahwa bintang adalah sebuah benda hitam sempurna, maka
luminositasnya adalah,

dimana L adalah luminositas, adalah tetapan Stefan-Boltzmann, R adalah jari-jari


bintang dan Te adalah temperatur efektif bintang.
Temperatur bintang dapat diketahui dari warna pancaran bintang.
a) Nada adalah bunyi yang frekuensinya tetap. Frekuensi yang dihasilkan sumber bunyi
didasarkan pada nada bunyinya. Semakin tinggi nada bunyi, maka semakin tinggi
frekuensi yang dihasilkannya. Sebaliknya, semakin rendah nada bunyi, maka semakin
rendah frekuensi yang dihasilkannya. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap panjang
gelombangnya. Panjang gelombang berbanding terbalik dengan frekuansi. Semakin tinggi
frekuensi yang dihasilkan, maka semakin pendek panjang gelombangnya. Dan
sebaliknya, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan, maka semakin panjang panjang
gelombangnya.
b) Jika vr<<<c maka vr diabaikan. Hal ini berarti vr/c sama dengan nol. Jadi persamaan / 0
=0
- Bila bintang menjauhi pengamat, maka cahaya bintang akan tampak semakin redup.
Dan bila bintang mendekati pengamat, maka cahaya bintang akan tampak semakin
terang.