Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Obat adalah unsur aktif secara fisiologis dipakai dalam diagnosis,
pencegahan, pengobatan atau penyembuhan suatu penyakit pada manusia atau
hewan. Obat dapat berasal dari alam dapat diperoleh dari sumber mineral,
tumbuh-tumbuhan, hewan, atau dapat juga dihasilkan dari sintesis kimia organic
atau biosintesis (Ansel, 1989). Meskipun obat dapat menyembuhkan penyakit,
tetapi masih banyak juga orang yang menderita akibat keracunan obat. Oleh
karena itu dapat di katakan bahwa obat dapat bersifat sebagai obat dan dapat juga
bersifat sebagai racun. Obat itu akan bersifat secara obat apabila tepat digunakan
dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Jadi,
apabila obat salah digunakan dalam pengobatan atau dengan dosis yang
berlebihan, maka akan menimbulkan keracunan. Dan bila dosisnya kecil, maka
kita tidak akan memperoleh penyembuhan (Anief, 1991).

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian asam mefenamat?
2. Bagaimana farmakologi asam mefenamat?
3. Bagaimana Farmakokinetik Asam Mefenamat?
4. Apa saja efek samping dari asam mefenamat?
5. Apa saja Indikasi / Kegunaan Asam Mefenamat?
6. Bagaimana dosis, cara pemberian dan lama pemberian asam mefenamat?
7. Apa saja Informasi yang bisa pasien dapatkan dari obat asam mefenamat?
8. Bagaimana stabilitas penyimpanan asam mefenamat?
9. Bagaimana interaksi asam mefenamat?
10. Apa saja peringatan yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi asam
mefenamat?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penuisan makalah ini adalah untuk mengetahui:
1. Pengertian asam mefenamat.
2. Farmakologi asam mefenamat.
3. Farmakokinetik Asam Mefenamat.
4. Efek samping dari asam mefenamat.
5. Indikasi / Kegunaan Asam Mefenamat.
6. Dosis, cara pemberian dan lama pemberian asam mefenamat.
7. Informasi yang bisa pasien dapatkan dari obat asam mefenamat.
8. Stabilitas penyimpanan asam mefenamat.
9. Interaksi asam mefenamat.
10. Peringatan yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi asam
mefenamat.

BAB II
PEMBAHASAN
Gangguan muskuloskeletal adalah gangguan pada bagian bagian otot
skeletel yang disebabakan oleh karena otot menerima beban statis secara
berulang dan terus menerus dalam waktu yang lama dan akan dapat
menyebabkan keluhan pada sendi,ligamen dan tendon.
Perubahan perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan
makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan
hingga

usia

lanjut

pada

semua

organ

dan

jaringan

tubuh.

Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan
jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya gangguan
muskuloskeletal. Adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal dapat
mengakibatkan perubahan otot, hingga fungsinya dapat menurun bila otot pada
bagian yang menderita tidak dilatih guna mengaktifkan fungsi otot.
Berikut nama-nama dagang obat yang sering digunakan dalam mengatasi
gangguan sistem muskuloskeletal:
-

Analspec - Asam Mefenamat - Asimat - Benostan

Cetalmic - Corstanal - Dolfenal - Dolodon

Dolos - Dystan - Fargetix - Gitaramin

Lapistan - Licostan - Mectan - Mefast

Mefinter - Mefix - Molasic - Nichostan

Opistan - Pehastan - Ponalar - Poncofen

Pondex - Ponsamic - Ponstan - Ponstelax

Solasic - Stanalin - Stelpon - Topgesic

Ponstel
Dari sekian banyak nama dagang tersebut, kami akan membahas salah

satu jenis obat yang paling sering digunakan dimasyarakat, yaitu Asam
Mefenamat.

A. Pengertian Asam Mefenamat


Asam mefenamat merupakan derivat asam antranilat dan termasuk
kedalam golongan obat Anti Inflamasi Nonsteroid (AINS). Dalam pengobatan,
asam mefenamat digunakan untuk meredakan nyeri dan rematik. Obat ini
cukup toksik terutama untuk anak-anak dan janin, karena sifat toksiknya, Asam
mefenamat tidak boleh dipakai selama lebih dari 1 minggu dan sebaiknya
jangan digunakan untuk anak-anak yang usianya di bawah 14 tahun
(Munaf,1994).

Pemberian : serbuk hablur putih atau hampir putih. Melebur


Pada suhu lebih kurang 2300C disertai peruraian.
Kelarutan : larut dalam alkali hidroksida, agak sukar larut dalam klorofom,
sukar larut dalam etanol dan methanol, praktis tidak larut dalam air.
Persyaratan Kadar : mengandung asam mefenamat tidak kurang dari
90.0% dan tidak lebih dari 110% dari jumlah yang tertera pada etiket.
Deskripsi

Nama & Struktur Kimia : N-(2,3-Xylyl) antranilic acid

Sifat Fisikokimia : Berbentuk serbuk putih keabuan. Tidak larut dalam Keterangan : pKa : 4.2.

Bentuk Sediaan

Asam Mefenamat 250 mg, kotak, 10 strip x 10 tablet.

Asam Mefenamat 500 mg, kotak, 10 strip x 10 tablet.

B. Farmakologi Asam Mefenamat


Cara Kerja Asam mefenamat adalah seperti OAINS (Obat Anti-Inflamasi
Non-Steroid atau NSAID) lain yaitu menghambat sintesa prostaglandin
dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX-1 & COX-2). Asam
mefenamat mempunyai efek antiinflamasi, analgetik (antinyeri) dan antipiretik
Asam mefenamat mempunyai khasiat sebagai analgetik dan anti
inflamasi.

Asam

mefenamat

merupakan

satu-satunya

fenamat

yang

menunjukkan kerja pusat dan juga kerja perifer. Mekanisme kerja asam
mefenamat

adalah

dengan

menghambat kerja enzim

sikloogsigenase

(Goodman, 2007).
C. Farmakokinetik Asam Mefenamat
Tablet asam mefenamat diberikan secara oral. Diberikan melalui mulut
dan diabsorbsi pertama kali dari lambung dan usus selanjutnya obat akan
melalui hati diserap darah dan dibawa oleh darah sampai ke tempat kerjanya.
konsentrasi puncak asam mefenamat dalam plasma tercapai dalam 2 sampai 4
jam. Pada manusia, sekitar 50% dosis asam mefenamat diekskresikan dalam
urin sebagai metabolit 3-hidroksimetil terkonjugasi. dan 20% obat ini
ditemukan dalam feses sebagai metabolit 3-karboksil yang tidak terkonjugasi
(Goodman, 2007).
D. Efek Samping Asam Mefenamat
Efek samping dari asam mefenamat terhadap saluran cerna yang sering
timbul adalah diare, diare sampai berdarah dan gejala iritasi terhadap mukosa
lambung, selain itu dapat juga menyebabkan eritema kulit, memperhebat gejala
asma dan kemungkinan gangguan ginjal (Setiabudy, 2009). Ciri-cirinya yakni:

1) Gangguan lambung : tidak nafsu makan, sakit abdomen, sembelit, diare,


dispepsi, kembung, rasa terbakar, mual, tukak lambung, muntah, mulut
kering hingga pendarahan lambung.
2) Efek pada darah : penurunan hematokrit (pemakaian jangka lama), anemia,
memperpanjang waktu pendarahan, eusinopili, epstaxis,

leucopenia,

thrombo, cytopenia, trombositopenia, menghambat agregasi platelet.


3) Efek pada sistem syaraf : pusing, sakit kepala, ketakutan, bingung, depresi,
bermimpi, sulit tidur, cemas, gemetaran, berputar, halusinasi.
4) Efek pada mata/pendengaran : tinitus, gangguan penglihatan, gangguan
pendengaran, sembab mata.
5) Efek pada ginjal : abnormalitas fungsi ginjal, disuria,
hiperkalemia, cystitis, nephrotic sindrom,

hematouria,

oligouria/poliuria, proteinuria

sampai gagal ginjal.


6) Effek pada hati : peningkatan hasil test fungsi hati (SGOT, SGPT) sekitar
>3 kali nilai normal. Hepatitis, jaundice, kerusakan hati, kolik.
7) Efek samping lain : gatal, bentol, kemerahan, fotosensitif,
anafilaksis,

Stevens-Johnson

sindrome,

bengkak,

CHF,

reaksi

hipertensi,

takikardi, aritmia, hypotensi, miocardial infark, demam, infeksi,

sepsis,

perubahan berat badan, asma, hipergikemi, pankreatitis, pneumonia, depresi


pernafasan.

E. Indikasi / Kegunaan Asam Mefenamat


Indikasi Asam Mefenamat adalah untuk menghilangkan nyeri akut dan
kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi,
dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri
sehabis operasi, dan nyeri pada persalinan.

F. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Asam Mefenamat


1)

Dewasa dan anak di atas 14 tahun : Dosis awal yang dianjurkan 500 mg
kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam.

2)

Dismenore : Asam Mefenamat 500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat


mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari.

3)

Menoragia : Asam Mefenamat 500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat


mulai menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau sampai perdarahan
berhenti.

G. Informasi Pasien
1) Minum setelah makan untuk mengurangi efek iritasi langsung

pada

lambung.
2) Mekanisme Aksi.
3) Menghambat sintesa prostaglandin dengan menghambat kerja isoenzim
COX-1 & COX-2.
4) Monitoring Penggunaan Obat.
5) Munculnya efek samping.
H. Stabilitas Penyimpanan
Disimpan dalam wadah tertutup rapat, pada suhu antara 15-30C.
I. Interaksi Asam Mefenamat
1) Dengan Obat Lain :
a. Obat yang terikat pada protein plasma : Menggeser ikatan

dengan

protein plasma, sehingga dapat meningkatkan efek samping (contoh :


hidantoin, sulfonylurea).
b. Obat antikoagulan & antitrombosis : Sedikit

memperpanjang waktu

prothrombin & Waktu thromboplastin parsial. Jika Pasien menggunakan


antikoagulan (warfarin) atau zat thrombolitik

(streptokinase), waktu

prothrombin harus dimonitor.


c. Lithium : Meningkatkan toksisitas Lithium dengan
eliminasi lithium di ginjal.

menurunkan

d. Obat lain yang juga memiliki efek samping pada lambung :


Kemungkinan dapat meningkatkan efek samping terhadap lambung.
2) Dengan Makanan : Makanan mengurangi kecepatan absorpsi tetapi tidak
mengurangi jumlah yang diabsorpsi
J. Peringatan Dan Perhatian
1)

Terhadap Kehamilan : Tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh


wanita hamil. Terutama pada akhir masa kehamilan atau saat melahirkan
karena efeknya pada sistem kardiovaskular fetus (penutupan prematur
duktus arteriosus) & kontraksi uterus.

2)

Terhadap Ibu Menyusui : Didistribusikan melalui air susu ibu, sehingga


tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh ibu yg sedang menyusui.

3)

Terhadap Anak-anak : Belum ada studi ttg keamanan & efikasi penggunaan
asam mefenamat pada pasien anak dibawah 14 tahun. Belum ada studi
tentang keamanan untuk anak

4)

Terhadap Hasil Laboratorium : Dapat menyebabkan reaksi false-positif tes


urin menggunakan tes tablet diazo.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Asam mefenamat merupakan derivat asam antranilat dan termasuk
kedalam golongan obat Anti Inflamasi Nonsteroid (AINS). Dalam pengobatan,
asam mefenamat digunakan untuk meredakan nyeri dan rematik.
Cara Kerja Asam mefenamat adalah seperti OAINS (Obat Anti-Inflamasi
Non-Steroid atau NSAID) lain yaitu menghambat sintesa prostaglandin
dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase.
Asam mefenamat mempunyai khasiat sebagai analgetik dan anti
inflamasi. Tablet asam mefenamat diberikan secara oral. Efek samping dari
asam mefenamat terhadap saluran cerna yang sering timbul adalah diare, diare
sampai berdarah dan gejala iritasi terhadap mukosa lambung.

DAFTAR PUSTAKA
http://klinikobatparamedik.blogspot.com/2011/02/asam-mefenamat.html.
Diunduh tanggal 30 Mei 2013.
http://klinikmedika.com/manfaat-dan-efek-samping-asam-mefenamat.html.
Diunduh tanggal 2 Juni 2013.
http://bukusakudokter.wordpress.com/2012/11/07/asam-mefenamat.html.
Diunduh tanggal 2 Juni 2013.

10