Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN

Tegangan permukaan adalah gaya atau tarikan kebawah yang menyebabkan permukaan cairan
berkontraksi den benda dalam keadaan tegang. Hal ini disebabkan oleh gaya-gaya tarik yang tidak seimbang
pada antar muka cairan. Gaya ini biasa segera diketahui pada kenaikan cairan biasa dalam pipa kapilerdan
bentuk suatu tetesan kecil cairan. tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat
cair (fluida) yang berada dalam keadaan diam (statis).
Besarnya tegangan permukaan diperngaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis cairan, suhu, dan,
tekanan, massa jenis, konsentrasi zat terlarut, dan kerapatan. Jika cairan memiliki molekul besar seperti air,
maka tegangan permukaannya juga besar. salah satu factor yang mempengaruhi besarnya tegangan
permukaan adalah massa jenis/ densitas (D), semakin besar densitas berarti semakin rapat muatan muatan
atau partikel-partiekl dari cairan tersebut. Kerapatan partikel ini menyebabkan makin besarnya gaya yang
diperlukan untuk memecahkan permukaan cairan tersebut. Hal ini karena partikel yang rapat mempunyai
gaya tarik menarik antar partikel yang kuat. Sebaliknya caiarn yang mempunyai densitas kecil akan
mempunyai tegangan permukaan yang kecil pula.
Ada beberapa metoda penentuan tegangan muka, dalam praktikum ini digunakan metoda pipa
kapiler, yaitu mengukur tegangan permukaan zat cair dan sudut kelengkungannya dengan memakai pipa
berdiameter. Salah satu ujung pipa dicelupkan kedalam permukaan zat cair maka zat cair tersebut
permukaannya akan naik sampai ketinggian tertentu.
Pada percobaan kali ini, zat uji yang digunakan adalah sodium lauril sulfat dengan bebebrapa variasi
konsentrasi, yaitu 0, 5 %, dan 1 %. Aquadest digunakan sebagai pembanding. Sebelum pipa kapiler
dimasukan, larutan tersebut terlebih dahulu pipa kapiler dicuci sehingga kotoran yang menempel pada pipa
kapiler dapat dikeluarkan. Setelah itu barulah pipa kapiler dicelupkan dalam tiga jenis larutan tersebut.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah diperolah, tegangan permukaan air adalah dyne/cm,
tegangan permukaan Natrium lauril sulfat 1 % adalah dyne/cm, dan tegangan permukaan Natrium lauril
sulfat 0.5 % adalah dyne/cm. dari data tersebut diketahui, tegangan permukaan zat cair yang
diamati memiliki hasil yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena molekul memiliki daya tarik menarik
antara molekul sejenis yang disebut dengan daya kohesi. Daya kohesi suatu zat selalu sama, sehingga pada
permukaan suatu zat cair akan terjadi perbedaan tegangan karena tidak adanya keseimbangan daya kohesi.
Semakin tinggi perbedaan tegangan yang terjadi pada bidang mengakibatkan kedua zat cair itu susah
bercampur.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa percobaan yang telah dilakukan ternyata mengalami sedikit
penyimpangan dengan data pada literatur. Hal ini mungkin disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah
kurang telitian praktikan dalam membaca skala pada pipa kapiler dan kurang tepatnya konsentrasi larutan
yang dibuat.