Anda di halaman 1dari 2

BEDAH PREPROSTETIK

(Bedah Persiapan Jaringan Lunak dan Jaringan Keras Penanaman Implan Gigi)
a.

Defininsi Bedah Prepostetik


Bedah preprostetik adalah bagian dari bedah mulut dan maksilofasial yang bertujuan
untuk membentuk jaringan keras dan jaringan lunak yang seoptimal mungkin sebagai dasar
dari suatu prothesa. Meliputi teknik pencabutan sederhana dan persiapan mulut untuk
pembuatan protesa sampai dengan pencangkokan tulang dan implan.
Bedah preprostetik lebih ditujukan untuk modifikasi bedah pada tulang alveolar dan
jaringan sekitarnya untuk memudahkan pembuatan dental prothes yang baik, nyaman dan
estetis. Ketika gigi geligi asli hilang, perubahan akan terjadi pada alveolus dan jaringan lunak
sekitarnya. Beberapa dari perubahan ini akan mengganggu kenyamanan pembuatan gigi
tiruan.
Preprosthetic operasi biasanya melibatkan mempersiapkan rongga mulut untuk
penempatan prosthetics dilepas (gigi tiruan penuh atau sebagian dilepas). Sering kali
rencana perawatan pasien melibatkan gigi tiruan lepasan sebagai restorasi sementara atau
akhir. Tergantung pada keadaan lisan pasien yang mendukung struktur, tulang dan jaringan
gusi, mungkin memerlukan prosedur bedah terlebih dahulu untuk memberikan fungsi, dan
kenyamanan yang dapat diterima gigi tiruan.
Bedah preprostetik yang objektif adalah untuk membentuk jaringan pendukung yang
baik untuk penempatan gigi tiruan. Karakteristik jaringan pendukung yang baik untuk gigi
tiruan (Tucker, 1998) :
1. Tidak ada kondisi patologis pada intra oral dan ekstra oral.
2. Adanya hubungan/relasi rahang yang baik secara antero posterior, transversal dan
dimensi vertikal.
3. Bentuk prosesus alveolar yang baik (bentuk yang ideal dari prosesus alveolar adalah
bentuk daerah U yang luas, dengan komponen vertikal yang sejajar).
4. Tidak ada tonjolan tulang atau jaringan lunak atau undercut.
5. Mukosa yang baik pada daerah dukungan gigi tiruan.
6. Kedalaman vestibular yang cukup.
7. Bentuk alveolar dan jaringan lunak yang cukup untuk penempatan implan.
b. Macam-Macam Bedah Preprostetik Diantaranya:
Alveolektomi adalah suatu tindakan pembedahan yang radikal untuk mengambil
prosessus alveolaris sehingga bisa dilakukan aposisi mukosa untuk mempersiapkan
linggir sebelum dilakukan terapi radiasi. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan
kontur yang tidak diinginkan, pegunungan, maupun tajam untuk memberikan
landasan yang lebih halus yang nyaman untuk gigi tiruan (Pedersen, 1997).
Gingivoplasty dilakukan untuk menghapus atau membentuk kembali jaringan gusi
untuk memberikan permukaan yang lebih dapat diterima untuk gigi tiruan. Kadang-

kadang jaringan lunak kelebihan atau berlebihan dan memerlukan penghapusan


(Fortin, 2000).
Torus removal adalah prosedur pembedahan yang dilakukanuntuk menghilangkan
satu atau lebih tonjolan ekstra tulang baik pada rahang atas maupun rahang
bawah. Meskipun segmen seperti tulang tambahan tidak berbahaya, kehadiran
tulang ini dapat menjadikan masalah bagi pasien yang memerlukan beberapa jenis
protesa gigi, seperti gigi tiruan lengkap ataupun sebagian (Neville, 2002).
Frenektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk menghilangkan
jaringan fibrosa (frenulum). Pembedahan jaringan lunak ini bertujuan untuk
meningkatkan kenyamanan dan kestabilan protesa (Pedersen, 1997).
Vestibuloplasty suatu tindakan memperdalam sulkus vestibulum. Prosedur
memperdalam sulkus untuk rahang atas atau bawah biasanya dibutuhkan oleh
sulkus yang sangat rendah sehinggga protesa tidak stabil.
Implan merupakan prosedur tindakan bedah yang bertujuan untuk pemasangan
akar gigi buatan yang nantinya digunakan untuk menyagga gigi tiruan.

c.

Tujuan Bedah Preprostetik


Tujuan dari bedah preprostetik adalah untuk menyiapkan jaringan lunak dan jaringan
keras dari rahang untuk suatu protesa yang nyaman yang akan mengembalikan fungsi oral,
bentuk wajah dan estetis.
Tujuan dari bedah preprostetik membantu untuk :
1. Mengembalikan fungsi rahang ( seperti fungsi pengunyahan, berbicara, menelan)
2. Memelihara atau memperbaiki struktur rahang
3. Memperbaiki rasa kenyamanan pasien
4. Memperbaiki estetis wajah
5. Mengurangi rasa sakit dan rasa tidak menyenangkan yang timbul dari pemasangan
protesa yang menyakitkan dengan memodifikasi bedah pada daerah yang
mendukung prothesa
6. Memulihkan daerah yang mendukung prothesa pada pasien dimana terdapat
kehilangan tulang alveolar yang banyak.
Pilihan non bedah harus selalu dipertimbangkan (seperti pembuatan ulang gigi tiruan,
penyesuaian tinggi muko oklusal, memperluas pinggiran gigi tiruan) sebelum dilakukan
bedah preprostetik.