Anda di halaman 1dari 8

Modul 8

Pentanahan Peralatan

8.1 Tujuan Pengatanahan Peralatan


Pengetanahan Peralatan, berlainan dengan pengetanahan sistem, ialah pengetanahan bagian
dari peralatan yang pada kerja normal tidak dilalui arus.
Tujuan pengetanahan peralatan itu adalah :
1) Untukmembatasi tegangan antara bagian bagian peralatan yang tidak dilalui arus dan antara
bagian bagian ini dengan tanah sampai pada suatu harga yang aman (tidak membayangkan)
untuk semua kondisi operasi normal atau tidak normal.

Untuk mencapai tujuan ini, suatu sistem pengetanahan peralatan atau instalasi dibutuhkan.
Sistem pengetanahan ini gunanya ialah untuk memperoleh potensial yang merata (uniform)
dalam semua bagian struktur dan peralatan dan juga untuk menjaga agar operator atau orang
yang berada di daerah instalasi itu berada pada potensial yang sama dan tidak berbahaya pada
setiap waktu. Dengan di capainya potensial yang hampir merata pada semua titik dalam
daerah sistem pengetanahan ini, kemungkinan timbulnya perbedaan potensial yang besar pada
jarak yang dapat dicapai oleh manusia sewaktu terjadi hubung singkat kawat ke tanah
menjadi sangat diperkecil.
2) Tujuan kedua dari pengetanahan peralatan ini ialah untuk memperoleh impedansi
yang kecil/rendah dari jalan balik arus hubung singkat ke tanah. Kecelakaan pada
personil timbul pada saat hubung singkat ke tanah terjadi. Jadi bila arus hubung
singkat ke tanah itu dipaksakan mengalir melaui impedansi tanah yang tinggi, ini akan
menimbulkan perbedaan potensial yang besar dan berbahaya. Juga impedansi yang
besar pada sambungan sambungan pada rangkaian pengetanhan dapat menimbulkan
busur listrik dan pemansan yang besarnya cukup menyalakan material yang mudah
terbakar.
Secara singkat tujuan pengetanahan peralatan itu dapat di formulasikan sebagi berikut.
a. Mencegah terjadinya tegangan kejut listrik yang berbahaya untuk orang dalam daerah
itu.

b. Untuk memungkinkan timbulnya arus baik besarnya maupun lamanya dalam keadaan
gangguan tanah tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan pada bagunan atau isinya.
c. Untuk memperbaiki penampilan (performance) dari sistem.
8.2 Eksposur Tegangan (Voltage Exposure)
Apabila ada kontak yang tidak di sengaja antara bagian bagian yang dilalui oleh arus dengan
kerangka metal dari peralatan, kerangka metal itu menjadi bertegangan yang sama dengan tegangan
peralatan. Untuk mencegah terjadimya tegangan kejut yang berbahaya kerangka metal peralatan itu
harus dihubungkan ke tanah melalui impedansi yang rendah. Impedansi pengetanahan itu harus
sedemikian kecilnya sehingga tegangan Iz yang timbul pada kerangka peralatan harus cukup kecil dan
tidak berbahaya.
International Elctrotecnical Commision (IEC) mengusulkan besar tegangan sentuh yang
diizinkan sebagai fungsi dari lama gangguan seperti pada tabel 11.2. tabel 11.2 itu biasanya digunakan
untuk sistem tegangan konsumen. Misalnya untuk sistem pengetanahan pengaman (lihat PUIL pasal
324), jika terjadi kegagalan isolasi pada peralatan, maka besar arus gangguan If dari titik gangguan ke
badan peralatan tersebut, dan dari badan peralatan ke tanah melaui tahanan pengetanahan Re2, maka
timbullah tegangan sentuh pada badan peralatan sebesar If.Re2.
Tabel 8.1 besar dan lama tegangan sentuh maksimum.
Tegangan sentuh Volt (RMS)

Waktu Pemutusan Maksimum

<50

50

5,0

75

1,0

90

0,5

110

0,2

150

0,1

220

0,05

280

0,03

Agar persaratan dalam tabel 8.1 di atas dipenuhi, maka tahanan Re2 diberikan oleh:

Dimana :
In = arus nominal dari alat pengaman lebur atau alat pengaman arus lebih, amper.

K = bilangan yang besarnya tergantung dari karakteristik alat pengaman.


= 2,5 5 untuk pengaman lebur atau sikring.
= 1,25 3,5 pengaman lainya.
Biasanya impedansi trafo kecil terhadap Re1 atau Re2. Maka arus hubung tanah,

Gambar 8.1 Hubung tanah pada peralatan dalam suatu sistem yang netralnya diketanahkan.
Contoh
Suatu peralatan listrik diproteksi/diamankan dengan sikring 6 A.

Misalkan diambil,
= 2,5 Ohm
= 2,0 Ohm
= kecil dan diabaikan

Maka

Tegangan sentuh,

Jadi tegangan sentuh yang timbul 122,25 volt, jadi lebih tinggi dari 50 volt. Tetapi jika sikring
yang dipakai memenuhi persyaratan standar, maka dengan arus 48,9 Amper (8 x In) sikring tersebut
akan putus dalam waktu 0,1 detik, jadi memenuhi persyaratan dalam tabel8.1
Sebagai acuran umum disebutkan bahwa seseorang tidak boleh menyentuh, walau sekejappun,
peralatan dengan tegangan di atas 100 Volt.
Dalam bab bab berikut akan di bahas pengetanahan gardu induk atau gardu hubung dan
pengetanahan menara transmisi tegangan tinggi.

8.3 Bahaya bahaya yang Timbul pada Gardu Induk pada Keadaan Gangguan Tanah.
Secara umum kita tinjau lebih dahulu bahaya bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan oleh
tegangan/arus listrik terhadap manusia mulai dari yang ringan sampai yang paling berat yaitu :
terkejut, pingsan atau mati.
Ringan atau berat bahaya yang timbul, tergantung dari faktor faktor di bawah ini :
1. Tegangan dan kondisi orang terhadap tegangan tersebut.
2. Besarnya arus yang melewati tubuh manusia
3. Jenis arus, searah atau bolak balik.

8.4 Tegangan
Pada sistem tegangan tinggi sering terjadi kecelakan terhadap manusia, dalam hal terjadi
kontak langsung atau dalam hal manusia berada didalam suatu daerah yang mempunyai gradien
tegangan yang tinggi. Tetapi seperti telah disebut dalam bab sebelumnya sebenarnya yang
menyebabkan bahaya tersebut adalah besarnya arus yang mengalir dalam tubuh manusia.

Khususnya pada gardu gardu induk kemungkinan terjadinya bahaya terutama di sebabkan
oleh timbulnya gangguan yang menyebabkan arus mengalir ke tanah. Arus gangguan ini akan
mengalir pada bagian bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah
disekitar gardu induk. Arus gangguan tersebut menimbulkan gradien tegangan di antara peralatan
dengan peralatan, peralatan dengan tanah dan juga gardien tegangan pada permukaan tanah itu sendiri.
Untuk menganalisis lebih lanjut akan ditinjau beberapa kemungkinan terjadinya tegangan dan kondisi
orang sedang berada di dalam dan disekitar gardu induk tersebut.
8.4.1 Macam Tegangan
Sulit untuk menentukan secara tepat mengenai perhitungan tegangan yang mungkin timbul
akibat kesalahan ke tanah terhadap orang yang sedang di dalam atau di sekitar gardu induk, karena
banyaknya factor yang mempengaruhi dan tidak diketahui. Untuk menganalisis keadaan ini maka
diambil beberapa pendekatan sesuai dengan kondisi orang yang sedang berada di dalam atau disekitar
gardu induk tersebut pada saat terjadi kesalahan ke tanah. Pada hakekatnya perbedaan tegangan
selama mengalirnya arus gangguan tanah dapat digambarkan sebagai :
1. Tegangan sentuh,
2. Tegangan langkah dan
3. Tegangan pindah.
8.4.2 Tegangan Sentuh
Tegangan sentuh adalah tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang disentuh dan suatu
titik berjarak 1 meter, dengan asumsi bahwa obyek yang disentuh dihubungkan dengan kisi kisi
pengetanahan yang berada di bawahnya. Besar arus gangguan dibatasi oleh tahanan orang dan tahanan
kontak ke tanah dari kaki orang tersebut.

Penelitian mengenai dampak kejutan listrik/arus melalui tubuh manusia telah


dilakukan oleh C. F. Dalziel di tahun 1960-an. Dari penelitian tersebut,
Dalziel menyimpulkan sebuah persamaan empiris yang menghubungkan durasi
kejut dan arus tubuh dengan kondisi fibrilasi jantung (kontraksi jantung
yang tak terkoordinasi). Fibrilasi ini besar kemungkinan menyebabkan
kematian. Menurut Dalziel, 99.5% arus kejut yang tidak menyebabkan
fibrilasi diistilahkan sebagai arus kejut aman, dihitung sebagai berikut:
Ik = Kt
Dimana Ik = maksimum arus tubuh yang aman (mA)
t = durasi kejut ( 0.0083 < t < 3 detik )
K = Faktor berat tubuh
= 116 untuk berat tubuh 50 kg

= 157 untuk berat tubuh 68 kg


= 165 untuk berat tubuh 75 kg

Dari rangkaian pengganti dapat dilihat hubungan sebagai berikut :

Dimana :
Es = tegangan sentuh (Volt)
Rk= tahanan badan orang ( = 1000 Ohm)
Rf= tahanan kontak ke tanah dari satu kaki pada yang diberi lapisan koral 10 cm (=300 Ohm)
Ik= besarnya arus yang melalui badan (dalam ampere).
Tahanan badan orang telah diselidiki oleh beberapa ahli sebagaimana terdapat dalam tabel 11.4, dan
sebagai harga pendekatan diambil Rk = 1000 Ohm. Tahanan Rf mendekati harga 3 ps adalah tahanan
jenis tanah disekitar permukaan. Arus Ik diambil dari harga dalam persamaan dimana Ik = 0,116/Vt.

Dengan demikian tegangan sentuh menjadi :

Dimana :
Ps = tahanan jenis tanah disekitar permukaan tanah ( Ohm meter )=3000 Ohm meter untuk
permukaan yang dilapisi koral 10 cm.
T = waktu kejut (deti) atau lama gangguan tanah.
Dalam tabel 8.2 diberikan besar tegangan sentuh yang diizinkan dan lama gagguan.
Tabel 8.2 Tegangan sentuh yang diizinkan dan lama gangguan.
Lama Gangguan t ( detik )

Tegangan sentuh yang diizikan ( Volt )

0,1

1.980

0,2

1.400

0,3

1.140

0,4

990

0,5

890

1,0

626

2,0

443

3,0

362

8.4.3 Tegangan Langkah


Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul dinatar dua kaki orang yang sedang berdiri
diatas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah. Dalam hal ini dimisalkan jarak antar
kedua kaki orang adalah 1 meter dan diameter kaki dimisalkan 8 cm dalam keadaan tidak memakai
sepatu

Gambar 8.4.3 tegangan langkah dekat peralatan yang diketanahkan.


Dengan menggunakan rangkaian pengganti dapat ditentukan tegangan langkah sebagi berikut :

Dimana :
Eq = tegangan langkah (Volt)
Rk = tahanan badan orang (dalam Ohm) = 1000 Ohm
Rf = tahanan kontak ke tanah dari satu kaki ( dalam Ohm) = 3 Ps
T = waktu kejut (dalam detik)