Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pulau Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah Indonesia yang cukup rawan
gempa. Gempa

mengakibatkan terjadinya percepatan tanah dengan parameter

tertentu. Hal ini terjadi karena adanya suatu kenyataan bahwa suatu gaya akan
terjadi pada suatu masa yang bergerak yang mempunyai percepatan padahal gaya
merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam mekanika rekayasa baik yang
bersifat stastik maupun dinamik. Dengan mengingat pentingnya peran gaya tersebut
maka percepatan menjadi suatu yang sangat penting termasuk didalamnya percepatan
tanah akibat gempa.
Dalam membandingkan percepatan tanah ini dengan menggunakan dua
rumus empiris terdapat dua kegiatan yaitu pengambilan data dan pengolahan data.
Kemajuan teknologi telah menghasilkan data data bawah permukaan yang dapat
menampilkan gambaran bawah permukaan dengan keakurasian yang tinggi berupa
data-data seismisitas salah satuya sehingga dengan adanya data ini maka dapat
digunakan untuk mencari nilai percepatan tanah maksimum
Percepatan tanah maksimum adalah nilai terbesar percepatan tanah pada
suatu tempat akibat getaran gempa bumi dalam periode waktu tertentu. Percepatan
tanah maksimum merupakan salah satu parameter yang sering digunakan dalam
mengestimasi tingkat kerusakan tanah akibat goncangan gempa. Percepatan tanah di
suatu daerah dapat diukur langsung dengan accelerograf atau strongmotion
seismograf yang dipasang pada tempat tersebut atau dengan pendekatan formula
empiris. Terbatasnya peralatan jaringan accelerograf yang tidak lengkap dari segi
periode waktu maupun tempatnya menyebabkan penentuan nilai percepatan tanah
maksimum lebih banyak menggunakan pendekatan formula empiris,rumus empiris
yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu dengan menggunakan Metode
Mc. Guire dan Metode Donovan.

1.2 Rumusan masalah


Pulau Nusa Tenggara Timur merupakan bagian dari satuan seismoteknik aktif
dan terletak dijalur subduksi sehingga sangat berpotensi untuk terjadinya gempa
bumi. Oleh karena itu, dalam makalah ini rumusan masalah yang dibahas adalah
perbandingan perhitungan nilai percepatan tanah maksimum daerah pulau jawa
dengan

menggunakan

metode

MC.

Guire

dan

Metode

Donovan

dalam

perhitungannya berdasarkan parameter gempa bumi berupa episenter, hiposenter dan


magnitude.

1.3 Batasan masalah


Dalam penelitian ini dilakukan beberapa batasan masalah, yaitu :
1. Perhitungan PGA bersifat matematis dengan asumsi bahwa sumber gempa bumi
berupa point source, serta asumsi bahwa kondisi tanah adalah bersifat homogen.
2. Model berdasarkan katalog gempa bumi dari USGS data gempa bumi 50 tahun
terakhir, yaitu dari tahun 1964 sampai dengan tahun 2014 yang meliputi wilayah
Pulau Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya, dengan magnitudo lebih besar dan sama
dengan 4.0 SR, dengan kedalaman kurang dari 70 km serta dibatasi lintang koordinat
11 LS sd -8 LS dan 118 Bt sd 126 BT Dengan menggunakan metode MG
Guire dan metode Donovan.
3. Membandingkan nilai percepatan tanah maksimum dengan intensitas pada skala
MMI (Modified Mercalli Intensity) dengan pendekatan menggunakan rumus empiris
yaitu Metode Mc. Guire dan Metode Donovan

1.4 Tujuan penelitian


1. Tujuan penelitian ini untuk mencari nilai percepatan tanah maksimum dengan
menggunakan metode MC. Guire dan metode Donovan.
2. Membandingkan perhitungan nilai percepatan tanah maksimum daerah pulau Nusa
Tengara Timur setelah mencari nilai percepatan tanah maksimum dengan
menggunakan metode MC. Guire dan metode Donovan.

1.5 Manfaat Penelitian


Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi kepada
Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat serta masyarakat sebagai studi awal
dalam masalah mitigasi bencana gempa bumi di daerah Nusa Tenggara Timur dan
sekitarnya, sehingga diharapkan dapat mewaspadai dan meminimalisir tingkat
kerusakan akibat gempa bumi.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Gempa bumi
Setiap tahun planet bumi digoyang oleh lebih dari 10 gempa bumi besar yang
membunuh ribuan manusia, merusak bangunan dan infra struktur serta menjadi
bencana alam yang menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian dan sosial
pada daerah di sekitar yang diakibatkannya. Pada masyarakat tradisional dan awam
gempabumi disebabkan oleh bermacam-macam hal sesuai dengan kepercayaan
masyarakat setempat.
Sebagian masyarakat Jawa tradisional mempercayai bahwa gempa bumi
disebabkan karena suatu mahluk besar yang membebani bumi sedang bergerak.
Masyarakat Jepang kuno mempercayai gempa bumi disebabkan oleh semacam ikan
lele (cat fish) yang sedang bergerak, dan banyak kepercayaan lain yang disebabkan
karena hal-hal yang misterius
Menurut teori tektonik lempeng, bagian luar bumi merupakan kulit yang
tersusun oleh lempeng-lempeng tektonik yang saling bergerak. Di bagian atas
disebut lapisan litosfir merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari material
yang kaku. Lapisan ini mempunyai ketebalan sampai 80 km di daratan dan sekitar
15 km di bawah samudra. Lapisan di bawahnya disebut astenosfir yang berbentuk
padat dan materinya dapat bergerak karena perbedaan tekanan.
Litosfir adalah suatu lapisan kulit bumi yang kaku, lapisan ini mengapung di
atas astenosfir. Litosfir bukan merupakan satu kesatuan tetapi terpisah-pisah dalam
beberapa lempeng yang masing-masing bergerak dengan arah dan kecepatan yang
berbeda-beda. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya arus konveksi yang
terjadi di dalam bumi.

Bila dua buah lempeng bertumbukan maka pada daerah batas antara dua
lempeng akan terjadi tegangan. Salah satu lempeng akan menyusup ke bawah
lempeng yang lain, masuk ke bawah lapisan astenosfir. Pada umumnya lempeng
samudra akan menyusup ke bawah lempeng benua, hal ini disebabkan lempeng
samudra mempunyai densitas yang lebih besar dibandingkan dengan lempeng
benua.
Apabila tegangan tersebut telah sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan
kulit bumi, maka akan terjadi patahan pada kulit bumi tersebut di daerah terlemah.
Kulit bumi yang patah tersebut akan melepaskan energi atau tegangan sebagian
atau seluruhnya untuk kembali ke keadaan semula. Peristiwa pelepasan energi ini
disebut gempa bumi.
Gempabumi

terjadi di sepanjang batas atau berasosiasi dengan batas

pertemuan lempeng tektonik. Pada kenyataannya pergerakan relatif dari lempeng


berjalan sangat lambat, hampir sama dengan

kecepatan pertumbuahan kuku

manusia (0-20 cm pertahun). Hal ini menimbulkan adanya friksi pada pertemuan
lempeng, yang mengakibatkan energi terakumulasi sebelum terjadinya gempa
bumi. Kekuatan gempa bumi bervariasi dari tempat ke tempat sejalan dengan
perubahan waktu.
Batas lempeng tektonik dapat dibedakan atas tiga bentuk utama, konvergen,
divergen, dan sesar mendatar. Bentuk yang lainnya merupakan kombinasi dari tiga
bentuk batas lempeng ini.
Pada bentuk konvergen lempeng yang satu relatif bergerak menyusup di
bawah lempeng yang lain. Zona tumbukan ini diindikasikan dengan adanya palung
laut (trench), dan sering disebut juga dengan zona subduksi atau zona WadatiBenioff. Zona penunjaman ini menyusup sampai kedalaman 700 km dibawah
permukaan bumi di lapisan astenosfir. Bentuk konvergen berasosiasi terhadap
sumber gempa dalam dan juga gunung api.

Pada bentuk divergen kedua lempeng saling menjauh sehingga selalu


terbentuk material baru dari dalam bumi yang menyebabkan munculnya
pegunungan di dasar laut yang disebut punggung t
engah samudra (mid oceanic ridge).
Sedang pada tipe jenis sesar mendatar kedua lempeng saling bergerak
mendatar. Sketsa jenis pertemuan lempeng tektonik dapat dilihat pada gambar
berikut.

Gambar 2.1: Sketsa jenis pertemuan lempeng tektonik


Akibat pergerakan lempeng tektonik, maka di sekitar perbatasan lempeng akan
terjadi akumulasi energi yang disebabkan baik karena tekanan, regangan ataupun
gesekan. Energi yang terakumulasi ini jika melewati batas kemampuan atau
ketahanan batuan akan menyebabkan patahnya lapisan batuan tersebut.
Jadi gempa bumi tidak lain merupakan manifestasi dari getaran lapisan
batuan yang patah yang energinya menjalar melalui badan dan permukaan bumi
berupa gelombang seismik.
Energi yang dilepaskan pada saat terjadinya patahan tersebut dapat berupa
energi deformasi, energi gelombang dan lain-lain. Energi deformasi ini dapat
terlihat pada perubahan bentuk sesudah terjadinya patahan, misalnya pergeseran.
Sedang energi gelombang menjalar melalui medium elastis yang dilewatinya dan
dapat dirasakan sangat kuat di daerah terjadinya gempabumi tersebut .

Pusat patahan didalam bumi dimana gempa bumi terjadi disebut fokus atau
hiposenter, sedang proyeksi fokus yang berada di permukaan bumi disebut
episenter.Gempa bumi selain terjadi pada perbatasan lempeng juga terjadi pada
patahan-patahan lokal yang pada dasarnya merupakan akibat dari pergerakan
lempeng juga.
Gempa bumi yang terjadi di sekitar perbatasan lempeng biasa disebut gempa
interplate, sedang yang terjadi pada patahan lokal yang berada pada satu lempeng
disebut gempa intraplate. Karena bentuk pertemuan lempeng ada tiga macam,
dengan demikian gempa interplate juga bisa terjadi tiga macam, yaitu:
o Gempa bumi yang terjadi di sepanjang sistem rift dimana lempeng samudra
terbentuk.
o Gempa bumi yang terjadi di sepanjang sistem subduksi dimana lempeng samudra
menyusup di bawah lempeng kontinen.
o Gempa bumi yang terjadi di sepanjang patahan transform atau sesar geser dimana
pertemuan lempeng tektonik saling menggeser secara horizontal.

Di Indonesia gempa bumi interplate banyak terjadi di laut dengan


kedalaman dangkal dan yang terjadi di daratan kedalaman fokusnya menengah
sampai dalam dan bisa mencapai kedalaman 700 km. Sedangkan gempa bumi
intraplate di Indonesia mempunyai kedalaman sumber gempa relatif dangkal dan
bisa terjadi di darat dan laut.
Gempabumi yang besar selalu menimbulkan deretan gempa susulan yang
biasa disebut dengan aftershocks. Kekuatan aftershock selalu lebih kecil dari gempa
utama dan waktu berhentinya aftershock bisa mencapai mingguan sampai bulanan
tergantung letak, jenis dan besarnya magnitude gempa utama.
2.2. Jenis-jenis Gempa bumi
Gempabumi yang merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan
menimbulkan bencana dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

a. Gempa bumi Vulkanik ( Gunung Api )


Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum
gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan
timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi.
Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
b. Gempa bumi Tektonik
Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran
lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan
kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
menjalar keseluruh bagian bumi.
c. Gempa bumi Runtuhan
Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah
pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
d. Gempabumi Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari
manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke
permukaan bumi.
Berdasarkan kekuatannya atau magnitude (M), gempabumi dapat dibedakan atas :
a. Gempabumi sangat besar dengan magnitude lebih besar dari 8 SR.
b. Gempabumi besar magnitude antara 7 hingga 8 SR.
c. Gempabumi merusak magnitude antara 5 hingga 6 SR.
d. Gempabumi sedang magnitude antara 4 hingga 5 SR.
e. Gempabumi kecil dengan magnitude antara 3 hingga 4 SR .
f. Gempabumi mikro magnitude antara 1 hingga 3 SR .
g. Gempabumi ultra mikro dengan magnitude lebih kecil dari 1 SR .

Berdasarkan kedalaman sumber (h), gempabumi digolongkan atas :


8

a. Gempabumi dalam h > 300 Km .


b. Gempabumi menengah 80 < h < 300 Km .
c. Gempabumi dangkal h < 80 Km .

2.3 Geologi Pulau NTT


Nusa tenggara berada diantara bagian timur pulau Jawa dan kepulauan Banda
tediri dari pulau-pulalu kecil dan lembah sungai. Secara fisik, dibagian utara
berbatasan dengan pulau Jawa, bagian timur dibatasi oleh kepulauan Banda, bagian
utara dibatasi oleh laut Flores dan bagian selatan dibatasi oleh Samudra Hindia.
Secara geologi nusa tenggara berada pada busur Banda. Rangkaian pulau ini
dibentuk oleh pegunungan vulkanik muda. Pada teori lempeng tektonik, deretan
pegunungan di nusa tenggara dibangun tepat di zona subduksi indo-australia pada
kerak samudra dan dapat di interpretasikan kedalaman magmanya kira-kira mencapai
165-200 km sesuai dengan peta tektonik Hamilton (1979). Lempeng tektonik
kepulauan Indonesia terletak di penggabungan tiga lempeng utama diantaranya
lempeng indo-australia, Eurasia dan pasifik. Interaksi dari ke tiga lempeng tersebut
menimbulkan kompleks tektonik khususnya di perbatasan lempeng yang terletak di
timurIndonesia.
Sebagian besar busur dari kepulauan Nusa Tenggara dibentuk oleh zona
subduksi dari lempeng Indo-australia yang berada tepat dibawah busur Sunda-Banda
selama diatas kurun waktu tertier yang mana subduksi ini dibentuk didalam busur
volcanik kepulauan Nusa Tenggara. Bagaimanapun juga ada perbedaan-perbedaan
hubungan dari anlisis kimia diantara batuan volkanik pada kepulauan Nusa
Tenggara. Busur volkanik pada bagian timur wilayah sunda secara langsung dibatasi
oleh

kerak

samudra

yang

keduanya

memiliki

karakteristik

kimia

yang

membedakanya dari lava pada bagian barat busur Nusa Tenggara.

2.4 Nilai percepatan tanah


Percepatan tanah adalah parameter yang menyatakan perubahan kecepatan
mulai dari keadaan diam sampai dengan kecepatan tertentu. Menurut Widodo
Prawirodikromo, 2012,hal 340. Menyakan bahwa Percepatan tanah merupakan
parameter gerakan tanah akibat gempa yang paling sering digunakan . Hal ini terjadi
karena adanya suatu kenyataan bahwa suatu gaya akan terjadi pada suatu massa yang
bergerak yang mepunyai percepatan. Padahal gaya yang merupakan suatu hal yang
sangan Penting didalam mekanika rekayasa baik, yang bersifat statik maupun
dinamik.
Dengan mengingat pentingnya peran gaya tersebut, maka percepatan menjadi
suatu yang sangat penting termasuk didalamnya percepatan tanah akibat gempa.
Dengan adanya percepatan tanah maka terjadilah nilai percepatan tanah
maksimum.Nilai percepatan tanah maksimum adalah suatu parameter yang
digunakan untuk menyatakan kekuatan suatu gempa oleh sebab itu nilai percepatan
tanah maksimum berperan penting sebab dijadikan parameter untuk menyatakan
kekuatan suatu gempa. Seperti yang dikatakan olehWerner dalam buku
Prawirodikromo, 2012 Sudah sejak lama nilai percepatan tanah maksimum
dijadikan salah satu parameter untuk menyatakan kekuatan suatu gempa.( 1991 hal
252)
10

2.4.1 karakter umum rekaman percepatan tanah akibat gempa


Khususnya untuk keperluan teknik, percepatan tanah akibat gempa
merupakan data yang sangat penting. Karakter yang dimaksud dikelompokan dalam
6 hal utama :
1.

Karakter yang didasarkan atas nilai-nilai maksimum (percepatan-percepatan,


simpangan)

2.

Karakter yang digunakan berdasarkan durasi gempa (durasi total, durasi efektif)

3.

Karakter yang ditentukan berdasarkan respons spektrum

4.

Karakter yang ditentukan berdasarkan kandungan frekuensi

5.

Karakter yang ditentukan berdasarkan energi gempa

6.

Karakter

yang

ditentukan

berdasarkan

daya

rusak

(damage

potential)

Gambar 2.4.1 Bagian bagian penting rekaman gempa.

Secara umum riwayat percepatan tersebut daat dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
Tahap initial weak part, Tahap Strong part, Tahap Final weak part. Suatu hal yang
menjadi perhatian adalah tahap ke-2 yaitu strong part. Tahap Stong part ini ada yang
relatif singkat durasinya, namun ada juga yang relatif panjang.
2.4.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi atenuasi gerakan tanah
Terdapat beberapa faktor/parameter yang secara dominan maupun kurang
dominan akan mempengaruhi atenuasi gerakan tanah. Dibeberapa atenuasi ada yang
11

meperhitungkan parameter-parameter tersebut secara lengkap, namun demikian ada


yang disajikan secara sederhana. Formulasi atenuasi yang relatif sederhana akan
mudah dipakai tetapi kurang akurat, sedangkan formulasi yang lengkap hasilnya
akurat tetapi harus hati-hati memakainya. Parameter-parameter yang dimksud adalah
seperti yang dibahas berikut.lihat gambar 2.4.2

Gambar 2.4.2 Sebaran Data Rekaman Gempa Di Sallow Crustal


2.4.3 Magnitudo Gempa (Eartthquake Magnitude)
Pada bab terdahulu telah disampaikan bahwa magnitudo gempa dapat diketahui
melalui dua metode pokok, yaitu:
a.

Berdasarkan karakteristik batuan dan dimensi patahan

b.

Melalui amplitudo rekaman gempa

Mengingat berdasarkan amplitudo rekaman gempa akan berbeda dari tempat yang
satu dengan tempat yang laindan cenderung mengecil pada jarak yang semakin jauh
dengan sumber gempa (peristiwa atenuasi), maka atenuasirespon tanah akibat gempa
yang mempunyai jarak tertentu dari sumber gempa akan dipengaruhi oleh magnitudo
gempa.

12

Gambar 2.6.1 Pengaruh Magnitude Gempa Terhadap Atenuasi


( Abrahamson dan Silva, 1997 )
Gambar 2.6. adalah contoh atenuasi peak ground acceleration (PHA) dan spectral
acceleration (SA) untuk periode getar T = 3 dt, oleh Abrahamson dan Silva ( 1997 ).
Pada gambar tersebut tampak bahwa atenuasi akan berlangsung secara efektif pada
jarak >5 km, artiny respon tanah akibat gempa pada jarak <5 km akan relatif sama.
2.4.4 Jarak ke situs
Situs yang dimaksud pada umumnya adalah tempat dimana gempa
direkap/dicatat. Oleh karena itu jarak ke situs yang dimaksud adalah jarak dari situs
referensi yang ditinjau sampai ke situs. Titik referensi yang dimaksud dapat
bermacam-macam ( Abrahamson dan Shedlock,1997 ), ada yang memakai titik
efisenter ( jarak = R ), titik fokus gempa ( jarak = Rh ), titik terdekat dengan situs (
jarak = Rc ) dan titik tertentu. Agar dapat dimengerti secara baikmaka jarak-jarak
yang dimaksud dengan gambar 2.4.4

13

Gambar 2.4.4 Macam-macam jarak ke situs


( Abrahamson dan Shedlock,1997 )
Pada gambar 2.4.4 tersebut tampak banyak istilah yang perlu diketahui.
Secara umum patahan/fault dapat kelihatan ( sampai dipermukaan tanah ) tetapi ada
juga yang tidak kelihatan ( didalam tanah ). Masing-masing notasi tersebut adalah :
1. R = adalah jarak horisontal dari situs sampai episenter. Episenter adalah proyeksi
vertikal fokus di/rata permukaan tanah,
2. Rj = adalah jarak dari situs sampai proyeksi vertikal tepi fault. Pada gambar 2.6.2.a
nilai Rj =R. apabila situs berada situs berada di fault maka Rj = 0,
3. Rc = adalah jarak terdekat dari situs sampai ermukaan bidang fault, karena itulah
jarak yang paling dekat, Rh = adalah jarak hypocenter yaitu jarak miring dari situs
sampai fokus.
Pemakaian jarak hanya jarak episenter R didalam atenuasi tentu saja sangat
sederhana, tetapi hal ini telah mengabaikan pengaruh kedalaman gempa. Selanjutnya
pemakaian jarak Rh, Rc dan Rj masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangannya.
2.4.5 Atenuasi percepatan tanah maksimum
Percepatan tanah merupakan parameter gerakan tanah akbat gempa yang paling
sering digunakan.Hal ini terjadi karena adanya suatu kenyataan bahwa suatu
14

gayaakan terjadi pada suatu masa yang bergerak yang mempunyai percepatan.
Padahal gaya merupakan suatu hal yang sangat penting didalam mekanika rekayasa
baik yang bersifat stastik maupun dinamik.dengan mengungat pentingnyaperan gaya
tersebut. Maka percepatan menjadi suatu yang sangat penting, termasuk didalamnya
percepatan tanah akibat gempa.
Sebagaimana parameter gempa yang lain, percepatan tanah juga akan
mengalami atenuasi(yaitu berkurangnya nilai parameter gempa misalnya percepatan
tanah karena jarak).penelitian tentang atenuasi percepatan tanah yang dilakukan
kemudian dikelomokan menjadi.
1. Atenuasi Worlwide
Maksudnya adalah atenuasi percepatan tanah dengan menggunakan data campuran
dari berbagai tempat, berbagai variabel dan atenuasinya dimaksudkan bersifat umum
2. Atenuasi spesifik
Maksudnya adalah atenuasi untuk tempat, mekanisme kejadin gempa, jenis tanah dan
keaktifan gerakan tektonik tertentu.
2.4.6 Hal-hal yang berpengaruh terhadap bentuk umum respons spektrum
Dalam buku Widodo (2012) hal. 405 bahwa Hu, Wu dan dong (1996)
mengatakan Ada beberapa hal yang akan berpengaruh terhadap karakter/bentuk
responspektrum. Pengaruh pengaruh tersebut ada yang secaralangsung atau tidak
langsung. Hal-hal yang akan mempengaruhi respon spektrum diantaranyaadalah
sebagai berikut:
a. Pengaruh magnitudo gempa
Pada saat gempa terjadi maka terdapat sejumlah energi yang dilepaskan,
kemudian ditransfer menjadi energi gelombang yang merambat kesegala arah.
Sebagaimana dibahas pada bab bab sebelumnya, pengaruh magnitudogempa pada
percepatan tanah akan bergantung pada jarak dari fokus kesitus. Kedalaman fokus,
mekanisme kejadian gempa, jenis tanah/kondisi geologi pada saat gelombang gempa
mermbat dan jenis tanah dimana gempa direkam.
b. Pengaruh jarak episenter

15

Jarak episenter dan magnitudo gempa meruakan dua hal yang mempunyai
pengaruh yang berlawanan. Pada jarak episenter yang pendek, percepatan tanah
akibat gempa umumnya masih cukup besar, sangat fluktuatif, mempunyai kandungan
frekuensi tinggi, rentang kandunganfrekuensi sempit, durasi gempa yang relatif
pendek. Pada jarak episenter yang jauh pada sifat sifat rekaman percepatan tanahnya
berlawanan. Yaitu percepatan tanah

sudah relatif kecil, cenderung bersifat

harmonik( selama gelombang gempa menjalar, frekuensi tinggi dieliminasi oleh


media tanah). Kandungan frekuensi medium sampai rendah dan durasi gempa
menjadi cukup lama. Degan kondisi seperti itu maka akan berpengaruh terhadap
bentuk/ karakter amplikasi respon spektrum.
Hubungan antara jarak episenter R lawan spektrum faktor amplifikasi
didiskusikan oleh wang dan law, 1994. Pada gempa gempa yang mempunyai jarak
episenter yang pendek dan tanah keras/berbatu( T relatif kecil) faktor amplikasinya
cenderung lebih kecil dari pada gempa jarak jauh. Hal ini terjadi karena gempa dekat
cenderung mempunyai percepatan tanah yang rlatif tinggi, fluktuatif dan tanah
berkemungkinan sudah berprilku non linier inelastik dan mempunyai redaman
matrial yang besar. Pada kondisitersebut respon tanah cenderung lebih kecil karena
begitu efektifnya redaman material
c. Pengaruh kondisi tanah
Banyak penelitian yang mngadakan studi tentang pengaruh kondisi tanah
terhadap bentuk/karakter respon spektrum. Kondisi tanah yang dimaksud mungkin
ketebalan

lapisan

tanah

maupun

properti

tanah

misalnya

jenis

tanah

kekuatan/kepadatan tanah.
2.4.7 Magnitude
Magnitude adalah suatu besaran gempa bumi yang menyatakan besarnya
energi yang dilepas suatu gempa di pusatnya. Dalam proses perhitungan percepatan
tanah, magnitude yang biasa digunakan adalah magnitude permukaan. Hal ini
dikarenakan percepatan tanah yang dihasilkan dari rekaman accelerograph, biasanya
diakibatkan adanya dominasi dari gelombang permukaan.

16

Di indonesia sendiri, khususnya BMG dalam melakukan perhitungan


magnitude, biasanya menngunakan perhitungan magnitude lokal dan body. Sehingga
diperlukan adanya konversi magnitude, baik dari magnitude lokal atau pun body ke
permukaan. Hubungan ketiga magnitude ini telah dibuat oleh Gutenberg, yaitu:
Mb =

Ms 3.97
menjadi Ms = 1,59Mb 3,97
1,59

2.4.8 Macam- macam metode Empiris


Metode empiris adalah metode yang dilakukan untuk menhitung percepatan
tanah dengan rumus sederhana. Dimana perhitungan percepatan tanah metode
empiris ini hanya dihubungkan dengan magnitude dan jarak.
Macam- macam metode empiris yang digunakan dalam perhitungan percepatan
tanah:

Rumus Empiris Donovan:


=

Rumus Empiris Mc. Guirre:


=

1080 * Exp (0.5Ms )


( R 25 )1.32

472.3 *100.278Ms
( R 25)1.301

Rumus Empiris Esteva

17

5600 * Exp (0.5Ms )


( R 40 ) 2

Rumus Empiris Katayama:


Log = 2.306 1.637*log(R + 30) + 0.411Ms

Rumus Empiris Oliviera:


=

1230 * Exp (0.8Mb)


( R 25 ) 2

Rumus Empiris M.V Mickey:


=

0.304 * 10 0.7 Mb
R 1.4

Dimana:
= Percepatan tanah
R = Jarak hiposenter
Ms = Magnitude surface
Mb = magnitude body
Dari rumus rumus diatas, maka bentuk bentuk rumus empiris yaitu:
1. Bentuk umum dari model rumus empiris Donovan, Oliviera dan Esteva, yaitu:
=

* Exp (bMs )
( R n) c

2. Bentuk umum dari model rumus empiris Mc. Guirre, MV. Mickey dan Katayama,
yaitu:

*10bMs
( R n) c

Keterangan:

= Percepatan tanah
a,b,c,n = Konstanta
Ms = Magnitude Surface
R = jarak Hiposenter
Dari kedua bentuk umum model rumus empiris diatas, penulis menggunakan bentuk
umum yang pertama penulis menggunakan rumus empiris Donovan dan bentuk
18

umum yang kedua menggunakan rumus empiris Mc. Guire. Hal ini dikarenakan
untuk membandingkan menghitung percepatan tanah dengan menggunakan dua
metode empiris.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di pusat laboratorium terpadu UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta. Data penelitian yang digunakan adalah data gempa bumi 01 januari 1964
sampai 1 januari 2014 dengan magnitude 4 SR dan kedalaman (h) 70 Km
merupakan kedalaman yang dangkal yang berpotensi besar mengakibatkan resiko
kerusakan yang tinggi. Data yang diambil dari data USGS,. Penelitian ini di fokuskan
pada titik koordinat Daerah Pulau Nusa Tenggara Timur pada -110 LS 80 LU dan
1180 1260 BT. Pada gambar 3.1

19

Gambar 3.1 Pulau Nusa Tenggara Timur

Gambar 3.1 (Peta daerah penelitian)


3.2 Pengumpulan Data
Data gempa bumi periode tahun 1964 s/d 2014 diperoleh dengan mendownload
data dari USGS. Data diperoleh dengan studi pustaka dan literatur yang ada,
kemudian penyajian datanya dalam bentuk tabel, grafik dan peta dengan
menggunakan aplikasi Arcview GIS 3.3.

3.3 Pengolahan Data


Data yang yang digunakan dalam menentukan terdiri dari magnitude,
hiposenter, LS dan BT frekuensi gempa bumi tahun 1964 s/d 2014. Dalam
pengolahan data ini. Maka, dapat mencari episenter untuk mengetahui nilai (R) atau
hiposenter dalam bentuk KM dan mengubah Mb ( magnitude body) menjadi MS
(magnitude surface) untuk menentukan nilai percepatan tanah dengan menggunakan
metode Mg Guire dan metode Donovan.
Pengolahan data dilakukan secara manual yaitu dengan cara memasukkan
kedalam rumus yang telah ada. Analisa semua diperoleh dari hasil perhitungan
rumus, sedangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat resiko gempa bumi
seperti kondisi geologis, kualitas infra struktur, kepadatan penduduk dan sebagainya

20

diabaikan. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan datanya adalah sebagai


berikut :
1. Data magnitude dan frekuensi gempa bumi yang terjadi pada lokasi penelitian
dimasukkan dalam komputer sesuai dengan urutan tahunnya dan koordinat lintang
dan bujurnya.
2. Mencari epicenter (), untuk mencari nilai (R) hiposenter.
3. Mengubah nilai Mb menjadi Ms dengan persamaan Ms = 1,59Mb 3,97.
4. Cari nilai PGA ( ) dengan menggunakan perhitungan percepatan tanah dengan
metode empiris yaitu : Mc. Guirre dan Donovan.
3.4 Perhitungan Data
3.4.1 Download Data ( Web)
Dalam Mendownload data Web dibawah ini akan dijelaskan langkah-langkahnya:
Dengan Web : Earthquake.usgs.gov/earthquakes/search
a) Pertama data Gempa akan di Download di USGS
b) Setelah itu, Menentukan data (Date dan Time) yang akan diambil sesuai kebutuhan
c) Kemudian, Menentukan Depth ( Kedalaman) KM sesuai dengan kebutuhan
d) Menentukan Magnitude
e) Menentukan North, South, West, East (LS dan BT) sesuai dengan kebutuhan
f) Memilih format yaitu : Map dan List
g) Kemudian klik Search, lalu download dalam bentuk file CSV
h) Dari file CSV, kemudian membuka Ms. Excel
i) Klik Open, klik folder Download kemudian buka all file, plih file name query
j) Kemudian Klik Open,
k) Klik yes,
l) Klik next,
m) Kemudian klik comma
n) Setelah itu klik next
o) Dan finish
3.4.2

Mencari epicenter ()

21

Dalam Menghitung jarak Episenter yaitu dengan cara menentukan titik acuan
terlebih dahulu (LS dan BT). Dibawah ini akan di jelaskan cara menghitung
Episenter yaitu:
a) Pertama menentukan titik acuan
b) Kemudian, menghitung dalam bentuk derajat
(LS1 - LS2) + (BT1 - BT2)
c) Kemudian merubah rumus derajat diatas ke dalam bentuk KM yaitu sebagai berikut:
(LS1 - LS2) + (BT1 - BT2) x 111
3.4.3 Menghitug Jarak hiposenter dalam KM (R)
Dengan Rumus Sebagai berikut: R =
Di bawah ini akan dijelaskan cara menghitung Hiposenter yaitu:
a) Pertama , Memasukan nilai kedalaman (h) kerumus Hiposenter, Nilai h didapat dari
data USGS yang sudah ada
b) Setelah itu, memasukan nilai Episenter () kedalam rumus Hiposenter
c) Nilai h di kuadratkan di jumlah dengan nilai episenter dikuadratkan, setelah itu
hasilnya di akarin agar mendapatkan nilai Hiposenter.
3.4.4

Menghitung Magnitude Surface (MS)

Dalam Menghitung Magnitude Surface membutuhkan Mb, Mb didapat dari data


USGS yang telah ada. Cara menghitungnya dengan persamaan sebagai berikut:
Sebelum menghitung Ms maka terlebih dahulu mengubah Mb dengan persamaan
Mb =

Ms 3.97
menjadi Ms = 1,59Mb 3,97. Jadi dalam menghitug Magnitude
1,59

Surface yaitu dengan memasukan nilai Mb yang sudah ada ke rumus Ms agar
mendapatkan nilai Ms.

3.4.5

Menghitung Percepatan

a) Rumus Empiris Donovan:


Dalam menghitung percepatan dengan rumus empiris Donovan, maka menggunakan
rumus dibawah ini.
22

1080 * Exp (0.5Ms )


( R 25 )1.32

Nilai Ms dan R yang sudah ada dimasukan ke rumus empiris, hal ini dimaksudkan
agar mendapatkan nilai percepatan dari rumujs Donovan.
b) Rumus Empiris Mc. Guire:
Dalam menghitung percepatan dengan rumus empiris Donovan, maka menggunakan
rumus dibawah ini.
Rumus Empiris Mc. Guirre:
=

472.3 *100.278Ms
( R 25)1.301

Nilai Ms dan R yang sudah ada dimasukan ke rumus empiris, hal ini dimaksudkan
agar mendapatkan nilai percepatan dari rumus Mc. Guirre.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan Pembahasan Donovan dan Mc Guire


Banyaknya data yang diperoleh dari Pusat Gempa USGS yaitu 1678 event
gempa dengan magnitude 4 SR, serta kedalaman h 70 km. Dalam perhitungannya
peneliti membagi wilayah penelitian menjadi beberapa wilayah, hal itu dilakukan
agar lebih teliti dan dapat mempermudah dalam proses penelitian serta sebagai data
yang lebih refresentatif untuk kepentingan masyarakat.
23

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan didapat nilai untuk


gempa dangkal dari 1678 event dengan kedalaman 70 km dari beberapa titik acuan
koordinat / wilayah, nilai data penelitian berkisar antara 35.113 170.858 dengan
metode Mc Guire dan 25.485 148.859 dengan metode Donovan antara -11 Ls dan
126 Bt di daerah Nusa Tenggara Timur nilai percepatan tanah terbesar adalah
170.858 gal (Mc Guire), 148.859 gal (Donovan).
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian mempunyai
keaktifan gempa yang cukup tinggi dengan aktivitas gempa yang terjadi 1678 kali
selama 50 tahun terakhir
Langkah langkah dalam memproses data menggunakan Arcview gis 3.3
Pada tahap proses awal adalah mengubah file penyimpanan analisis dalam Microsoft
Excel menjadi .TXT. Setelah data diconvert dalam bentuk .TXT, langkah selanjutnya
membuka program Arcview GIS 3.3 . langkah selanjutnya adalah membuka peta
dasar yang kita butuhkan Nusa Tenggara Timur.

24

Setelah peta dasar yang dibutuhkan sudah terbuka langkah selanjutnya adalah
membuka table data .TXT hasil yang sudah diconvert dari Microsoft Excel. Klik table
> Add > File table .TXT.

25

Tahap selanjutnya adalah menampilkan grid grid tersebut dalam layer tampilan klik
view > Add Event Theme kemudian memasukkan X field adalah bujur (longitude)
dan Y field adalah lintang (latitude).

26

Setelah memunculkan grid grid langkah selanjutnya adalah menginterpolasikan


data dengan cara Klik Surface > Interpolate Grid dan mengubah Z value dengan nilai
percepatan pilih OK dan mencentang interpolasi supaya bias tampil. Selanjutnya
mengubah warna pada bagian legend editor dengan cara klik dua kali interpolasi klik
pada bagian color ramps.

27

28

Langkah selanjutnya adalah memunculkan kontur dengan cara Klik surface > Create
Countur > Pilih counter interval sesuai dengan yang kita inginkan.

29

Tahap selanjutnya adalah membuat layout pada peta dengan cara Klik view > Layout
> landskap.

30

BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Hasil Perbandingan nilai percepatan tanah data dengan menggunakan metode
Donovan dan Mc. Guirre untuk daerah Pulau Nusa Tenggara Timur dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1.

Hasil perhitungan dari nilai percepatan tanah maksimum metode donovan terletak
diantara -11 Ls -8 Lu dan 118 - 126 Bt pulau Nusa Tenggara Timur dengan nilai
percepatan tanah terbesar adalah (148.859 gal).

2.

Hasil perhitungan dari nilai percepatan tanah maksimum metode Mg Guirre terletak
diantara -11 Ls -8 Lu dan 118 -126 Bt pulau Nusa Tenggara Timur dengan nilai
percepatan tanah terbesar adalah (194.577 gal).

3.

Jika dilihat dari nilai percepatan tanah maksimum metode donovan dan Mc. Guirre,
keduanya menghasilkan percepatan tanah maksimum yang berbeda dan wilayah
gempa maksimum yang berbeda pula, meskipun masih satu data sumber gempa.

4.

Nilai percepatan tanah maksimum metode donovan dan Mc. Guirre ini mewakili
nilai percepatan tanah permukaan dalam mitigasi gempa bumi.

DAFTAR PUSTAKA

http://dediirawan66.blogspot.com/2012/12/sejarah-geologi-pulau-balintt-lombok

Sejarah Pulau NTT id.images.search.yahoo.com

USGS/earthquake/search.gov

Nusa Tenggara Timur - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas id.wikipedia.org

Agung-sabtaji blogspot.com

31

32