Anda di halaman 1dari 28

PENELITIAN

HUBUNGAN BENTUK INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS


HIDUP PADA LANSIA

Di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan

Oleh:
RETNO NOVITA SARI
NIM. 091719

PRODI D III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2012

HUBUNGAN BENTUK INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS


HIDUP PADA LANSIA

Di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan

KARYA ILMIAH
Diajukan kepada Program Studi D III Keperawatan Fakultas Ilmu
Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya keperawatan

Oleh:
RETNO NOVITA SARI
NIM. 091719

PRODI D III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2012

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Karya Tulis oleh : RETNO NOVITA SARI


Judul

: HUBUNGAN BENTUK INTERAKSI SOSIAL DENGAN


KUALITAS HIDUP PADA LANSIA

Telah disetujui untuk diujikan di hadapan Dewan Penguji Karya Tulis Ilmiah pada
Tanggal : 17 September 2012

Oleh:

Pembimbing I

Pembimbing II

SITI MUNAWAROH, S. Kep. Ns. M.Kep


NIDN: 0717107001

HERY ERNAWATI, S. Kep. Ns


NIDN: 0711117901

Mengetahui
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

SITI MUNAWAROH, S. Kep. Ns. M.Kep


NIDN: 0717107001

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Nama Mahasiswa

:Retno Novita Sari

Judul Karya Ilmiah

:Hubungan Bentuk Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup


Pada Lansia

Telah di uji dan disetujui oleh tim penguji pada ujian sidang di Program
Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Ponorogo.
Tanggal: 21 September 2012

Tim Penguji
Tanda Tangan

Ketua

: Yayuk Dwi Rahayu, S.Kep.Ns, M.Kes :............................

Anggota :1. Elmie Muftiana, S.Kep.Ns

:...................................

2. Siti Munawaroh, S.Kep.Ns, M.Kep

:..................................

PRODI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2012

SITI MUNAWAROH, S.Kep.Ners, M.Kep


NIDN: 0717107001

iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama

: RETNO NOVITA SARI

NIM

: 091719

Institusi

: Program Studi D III Keperawatan Fakultas Ilmu


Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang berjudul : Hubungan


Bentuk Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia adalah bukan
Karya Tulis Ilmiah orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam
bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan


apabila pernyataan ini tidak benar, kami bersedia mendapatkan sangsi.

Ponorogo, September 2012


Yang menyatakan

RETNO NOVITA SARI

Mengetahuai

Pembimbing I

Pembimbing II

SITI MUNAWAROH, S. Kep.Ns.M.Kep


NIDN: 0717107001

iv

HERY ERNAWATI, S. Kep. Ns


NIDN: 0711117901

MOTTO
DALAM SETIAP KEHIDUPAN ADA PERJUANGAN
DALAM KEGAGALAN ADA KEBERHASILAN
SELAMA ADA NIAT PASTI ADA JALAN

PERSEMBAHAN
Alhamdulillah ya Allah dengan ridho Mu sebuah karya sederhana ini
terselesaikan dan aku persembahkan untuk ayah , bundaku tercinta yang telah
memberi semangat, dukungan , doa yang tulus hingga meneteskan air mata demi
anakmu. Terima kasih ayah, bunda . Tanpamu hidupku tidak akan berarti apa-apa.
Untuk teman-temanku angkatan 2009 khususnya tingkat 3b persahabatan
kita selama 3 tahun tidak akan terpisahkan oleh apapun . Support yang kita saling
berikan akan menambah semangat dalam menjalani proses kehidupan yang akan
kita jalani selanjutnya. Perjuangan kita belum berhenti sampai di sini kawan.
Dan terima kasihku untuk seseorang yang setia menemaniku di saat aku
jatuh dan terpuruk memberikan warna dalam hidupku dalam menjalani hari hari
yang melelahkan.

ABSTRAK
HUBUNGAN BENTUK INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS
HIDUP PADA LANSIA
Oleh: Retno Novita Sari
Interaksi sosial memainkan peranan amat penting pada kehidupan lansia. Ini
dikarenakan pada usia lanjut, para lansia mengalami penurunan kemampuan tubuh
dan panca indera. Penurunan kemampuan yang berpengaruh dan membatasi
aktivitas dan gerak dalam kehidupannya. Penurunan kemampuan yang membuat
para lansia tidak sanggup lagi bepergian jauh, tidak terlalu peka pada suara yang
pelan, pada tulisan yang tidak terlalu besar, bahkan pada kondisi tertentu sering
lupa dan tidak dapat mengingat hal-hal yang baru saja dialaminya (pikun).
Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan desain penelitian
adalah penelitian korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang
tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mageta sejumlah 87 orang. Besar
sampel pada penelitian ini adalah 71 responden dengan teknik purposive
sampling, yang memenuhi kriteria sampel penelitian hanya 30 responden
Pengumpulan data menggunakan instrument kuisioner untuk variabel bentuk
interaksi sosial dan kualitas hidup lansia. Teknik analisa data menggunakan uji
statistik Fisher exact (P) dengan taraf signifikasi : 0,05.
Dari hasil penelitian terdapat 30 responden, menunjukkan bahwa bentuk
interaksi sosial lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan tergolong
buruk dengan persentase (70%) atau 21 responden, sedangkan kualitas hidup
lansia di UPT Pelayanan Lanjut Usia Magetan cenderung baik dengan presentasi
(66,7%) atau 20 responden yang diuji menggunakan uji statistik Fisher Exsact,
dengan hasil P hitung = 2,3459 dengan taraf signifikasi 0,05. Karena P hitung >
, maka Ho diterima artinya tidak ada hubungan antara bentuk interaksi sosial
dengan kualitas hidup pada lansia.
Dari hasil di atas, di harapkan peningkatan pelayanan panti terhadap para
lansia agar dapat berinteraksi lebih baik dalam bentuk positif dan mempuyai
kualitas hidup yang baik pula sehingga lansia menikmati hidup lebih bermakna.
Dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan lebih meningkatkan kemampuan dalam
pengaplikasian teori penelitian secara menyeluruh khususnya berkaitan dengan
interaksi sosial dan kualitas hidup lansia.

Kata Kunci : Interaksi Sosial, Kualitas Hidup, Lansia

vi

ABSTRACT
RELATION FORM SOCIAL INTERACTION WITH QUALITY OF LIFE
CONTINUE AGE
By: Retno Novita Sari
Social Interaction play role vitally at life of continue age. This because of
at old age, all natural continue age of degradation of ability of the five senses and
body. Degradation of ability having an effect on and limiting motion and activity
in its life. Degradation of ability making all continue age do not ready to again
travel far, do not too sensitive at voice which is slow, at article which do not too
big, even at some stage often forget and cannot remember things which is just
experiencing of (demensia).
This research represent research of correlation with research desain is
research of correlation. Population at this research is entire continue age who
live in UPT Social Services Continue Age of Magetan caunted of 87 people. Big
of sampel at this research is 71 responder with technique of purposive sampling,
fulfilling criterion of sampel research only 30. Data collecting responder use
kuisioner instrument for variable form social interaction and quality of life of
continue age. Technique analyse data use statistical test of Exact Fisher ( P) with
level of signification: = 0,05.
From result of research there are 30 responder, indicating that social
interaction form of continue age in UPT Social Services Continue Age of Magetan
pertained ugly with percentage ( 70%) or 21 responder, while quality of life of
lansia [in] UPT Service Continue Age of Magetan tend to goodness with
presentation ( 66,7%) or 20 examinee responder use statistical test of Fisher
Exsact, with result of P [count] = 2,3459 with level of signification 0,05. Because
P count , hence Ho accepted by its meaning there no relation between social
interaction form with quality of life at continue age.
From result of above, in expecting the make-up of service of placeto all
continue age to be interaction can be better in the form of positive and have of is
quality of good life also so that continue age live it up more is having a meaning
of. And for researcher is hereinafter expected by more is improving of ability in
research theory application by totally specially relate to social interaction and
quality of life of continue age.

Keyword : Social Interaction, Quality of Life, Continue age

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penyusunan Karya Tulis Imiah dengan judul Hubungan
Bentuk Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup Pada Lansia dapat terselesaikan.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas
mata ajar Riset Keperawatan.
Dalam penyusunan penelitian ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan
petunjuk dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih
kepada :
1.

Siti Munawaroh S.Kep.Ns, M.Kep selaku Dekan Fakultas Ilmu


Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo sekaligus sebagai
pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketekunan memberikan
dorongan, bimbingan, arahan, serta saran dalam penyusunan Karya
Tulis Ilmiah ini.

2.

Cholik Harun R. APP, M.Kes. selaku Kaprodi Fakultas Ilmu Kesehatan


Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

3.

Hery Ernawati S.Kep.Ns. selaku Pembimbing II yang telah meluangkan


waktu pemikiran dan saran dalam proses penyusunan Karya Tulis
Ilmiah ini.

4.

Keluarga serta staf perawat yang ada di UPT PSLU Magetan yang
telah membantu dalam penyusunan penelitian ini.

5.

Semua responden yang telah membantu dalam menyeleseikan Karya


Tulis Ilmiah ini.

viii

6.

Orang tua, keluarga dan orang terdekat yang telah memberikan


dukungan berupa moral maupun materiil kepada peneliti dalam
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

7.

Segenap dosen Prodi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan


Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang telah memberikan saran
kepada peneliti dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

8.

Petugas perpustakaan yang telah meminjamkan buku-buku dan


memberi pelayanan yang baik.

9.

Rekan-rekan dan semua pihak yang telah banyak membantu dalam


penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari dalam penyusunan penelitian ini masih jauh dari


sempurna, maka saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan demi
perbaikan penelitianl ini.
Akhirnya penulis berharap semoga penelitian ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Ponorogo, September 2012

Penulis

ix

DAFTAR ISI
Halaman Judul .....................................................................................................
Halaman Persetujuan pembimbing ..................................................................... iii
Halaman Pengesahan .......................................................................................... iv
Halaman Keaslian Penulisan ................................................................................ v
Motto dan Persembahan ...................................................................................... vi
Abstrak .............................................................................................................. vii
Abstrac ............................................................................................................. viii
Kata Pengantar .................................................................................................... ix
Daftar Isi............................................................................................................. xi
Daftar Tabel...................................................................................................... xiv
Daftar Lampiran................................................................................................ xvi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 6
C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian ................................................................................... 7
E. Keaslian Penelitian .................................................................................. 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Interaksi Sosial ...................................................................... 11
1. Pengertian Interaksi Sosial .................................................................... 11
2. Ciri- Ciri Interaksi Sosial ....................................................................... 12
3. Syarat-Syarat Terjadinya Kontak Sosial ................................................. 13
4. Macam-Macam Interaksi Sosial ............................................................. 15
5. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial ............................................................. 15
B. Konsep Dasar Kualitas Hidup ..................................................................... 20
1. Pengertian Kualitas Hidup ...................................................................... 20
2. Komponen Kualitas Hidup .................................................................... 21
C. Konsep Penuaan (Lansia .............................................................................. 25
1. Pengertian Penuaan Lansia .................................................................... 25
2. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penuaan ....................................... 26

3. Teori- Teori Proses Menua .................................................................... 38


4. Perubahan- Perubahan Yang Terjadi Pada Lansia ................................... 32
5. Kerangka Konseptual ............................................................................. 34
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian .......................................................................................... 36
B. Kerangka Kerja ............................................................................................ 38
C. Identifikasi Variabel ..................................................................................... 38
1. Variabel Independent ............................................................................. 38
2. Variabel Dependent ............................................................................... 38
D.

Definisi Operasional .................................................................................. 38

E.

Sampling Desain ....................................................................................... 40


1. Populasi ................................................................................................ 40
2. Besar Sampel............................................................................................. 41
3. Sampling Penelitian................................................................................ 41

F. Pengumpulan Data dan Analisa Data ............................................................ 42


1. Pengumpulan Data ................................................................................. 42
2. Prosedur Pengumpulan Data .................................................................. 42
G. Instrumen Penelitian...................................................................................... 43
H. Waktu dan Lokasi Penelitian ......................................................................... 44
1. Waktu ................................................................................................... 44
2. Lokasi .................................................................................................... 44
I. Analisa Data....................................................................................... .............. 44
J. Etika Penelitian .............................................................................................. 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Karakteristik Lokasi Penelitian ................................................................ 50
B. Keterbatasan penelitian ............................................................................ 51
C. Hasil penelitian ........................................................................................ 51
1.

Data Umum ...................................................................................... 52

2.

Data Khusus ..................................................................................... 54

D. Pembahasan ............................................................................................. 56
1. Bentuk Interaksi Sosial Lansia ........................................................... 56
2. Kualitas Hidup Lansia........................................................................ 61
xi

3. Hubungan Bentuk Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup


pada Lansia ........................................................................................ 66

BAB V SIMPULAN DAN SARAN


1. Simpulan ........................................................................................... 70
2. Saran ................................................................................................. 71
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 72
LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual Hubungan Bentuk Intraksi Sosial


Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia..

34

Gambar 3.1

Definisi Operasional

39

Gambar 3.2

Kontingensi Hubungan Bentuk Interaksi Sosial dengan


Kualitas Hidup Lansia.

48

Gambar 4.1

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia.

52

Gambar 4.2

Distribusi

Frekuensi

Responden

Berdasarkan

Jenis

Kelamin..
Gambar 4.3

Distribusi

Frekuensi

Responden

Berdasarkan

Lama

Tinggal di Panti..
Gambar 4.4

Distribusi

Frekuensi

Responden

Berdasarkan

52

53

Status

Perkawinan

53

Gambar 4.5

Distribusi Frekuensi Bentuk Interaksi Sosial Lansia

54

Gambar 4.6

Distribusi Frekuensi Kualitas Hidup Lansia.

54

Gambar 4.7

Distribusi Frekuensi Hubungan Bentuk Interaksi Sosial


dengan Kualitas Hidup Lansia... 55

xiii

LEMBAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Surat Izin Penelitian .............................................................

74

Lampiran 2

Lembar Permohonan Menjadi Responden ...........................

76

Lampiran 3

Lembar Persetujuan Menjadi Responden .............................

77

Lampiran 4

Kisi- kisi kuesioner peneitian ...............................................

78

Lampiran 5

Kuesioner penelitian.

80

Lampiran 6

Tabulasi Penelitian ...............................................................

83

Lampiran 7

Jadwal Kegiatan ...................................................................

93

Lampiran 8

Rincian Anggaran Biaya ..

94

Lampiran 9

Lembar Konsultasi.........

95

xiv

Selanjutnya, saat ini para lansia diseluruh dunia diperkirakan berjumlah


sekitar 500 juta jiwa dengan usia rata-rata 60 tahun. Untuk tahun 2025 jumlah
para lansia tersebut diperkirakan akan mencapai 1,2 milyar. Di negara maju
seperti Amerika Serikat pertambahan lansia 1000 orang per hari. Di mana
pada tahun 1985 saja, diperkirakan 50% dari penduduk Amerika tersebut
berusia di atas 50 tahun. Peningkatan jumlah lansia tersebut cukup signifikan,
sehingga, istilahBaby Boom (ledakan penduduk karena faktor kelahiran)
pada masa lalu, akan berganti menjadi ledakan penduduk usia lanjut
(Lansia) (Nugroho, 2000).

Sementara itu, Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk


terpadat ke-empat dunia (dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta
jiwa pada tahun 2000 dan sekitar 237 juta pada tahun 2011), 7,5% atau 15-17,5
juta jiwa adalah penduduk lansia. Menurut proyeksi Biro Pusat Statistik (BPS)
pada tahun 2005- 2015diperkirakan jumlah penduduk lanjut usia akan sama
dengan jumlah balita yaitu 8,5 % dari jumlah penduduk atau sekitar 22-25 juta
jiwa. Di perkirakan pada tahun 2020 jumlah lansia di Indonesia akan mencapai
29 juta jiwa atau 11,3% dari total populasi (Supas, 2005). Jumlah yang cukup
besar untuk sebuah interaksi sosial, baik antar individu para lansia, antar lansia
dengan anggota kelompok masyarakat lainnya, ataupun antara kelompok lansia
dengan kelompok lainnya yang ada di tengah masyarakat.

Namun demikian, bertentangan dengan pernyataan di atas, berdasarkan


data studi pendahuluan (terlampir) yang peneliti lakukan terhadap sepuluh
responden lansia yang tinggal di panti jompo, diketahui bahwa ternyata

kualitas hidup para lansia yang bertempat tinggal di panti tersebut tergolong
baik dengan rata-rata persentase di atas lima puluh persen. Yang menarik dikaji
adalah kualitas hidup yang baik tersebut ternyata tidak sejalan dengan interaksi
sosial yang terjadi di antara mereka. Gambaran data pendahuluan dari sepuluh
responden yang ada tersebut, menunjukkan bahwa interaksi yang terjadi antara
para lansia di panti tersebut terhitung sangat buruk, dengan persentase hanya
sebesar 30,7%.

Secara umum interaksi sosial dapat dikategorikan ke dalam 2 bentuk,


yaitu: 1) interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah pada
bentuk-bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti kerja sama,
akomodasi, asimilasi, akulturasi dan 2) interaksi yang bersifat dissosiatif, yakni
yang mengarah pada bentuk-bentuk pertentangan atau konflik seperti
persaingan, kontroversi dan konflik (Soerjono, 2001). Tentu saja interaksi
yang terjadi dan berlangsung di tengah masyarakat (yang di dalamnya terdapat
unsur saling pengaruh-mempengaruhi) diharapkan berlangsung dalam bentuk
asosiatif dan saling menguntungkan. Karena hubungan dalam bentuk asosiatif
akan membuat kualitas hidup menjadi lebih baik.

Menurut WHO kualitas hidup merupakan persepsi individu dari posisi


laki-laki/wanitadalam hidup ditinjau dari konteks budaya dan sistem nilai
ditempat laki-laki/wanitaitu tinggal dan berhubungan dengan standar hidup,
harapanhidup,
secarakompleks

kesenangan
pada

danperhatian

kesehatan

fisik

mereka

yang

terangkum

seseorang,

status

psikologis,

tingkatkebebasan, hubungan sosial dan hubungan mereka denganlingkungan

mereka.Kualitas hidup sebagaimana yang dikemukakan di atas, dipengaruhi


banyak hal, salah satunya adalah tingkat pendidikan. Karena tingkat
pendidikan turut menentukan cara pandang para lansia terhadap kehidupan
yang dijalaninya. Seorang lansia mungkin akan merasa bahagia dan menikmati
hidupnya dengan mengenakan pakaian dan perhiasan tertentu yang mahal,
meski tempat tinggalnya tidak memenuhi syarat kesehatan standar. Atau para
lansia lainnya mungkin akan merasa senang secara psikologis karena tinggal di
antara anak cucunya yang banyak, meski asupan gizinya tidak layak
sehat(WHO, 1996). Hal yang sama juga berlaku pada derajat kesehatan, di
mana kualitas hidup merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan
intervensi pelayanan kesehatan, baik dari segi pencerahan maupun pengobatan
(Suharmiati, dalam Soerjono, 2001).

Selain tinggal bersama keluarga yaitu anak dan cucu, sebagian lansia
menghabiskan masa hidupnya di panti jompo. Di panti jompo ini para lansia
tinggal,saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan saling memberikan
perhatian satu dengan yang lain,sesama lanjut usia. Interaksi tersebut ditata
dalam berbagai bentuk pelatihan dan aktivitas yang bertujuan memberdayakan
para lansia tersebut agar tetap produktif (Putri, 2008). Diharapkan berbagai
pelatihan dan aktivitas tersebut membuat kualitas hidup para lansia menjadi
lebih meningkat.

Meski demikian, kehidupan di panti jompo tetaplah sebuah kehidupan


yang jauh dari keluarga dan anak cucu (walau tidak sendiri karena bergabung
dengan kelompok lansia lainnya). Kehidupan yang butuh perhatian lebih

karena rentan dengan emosi dan gangguan psikis yang disebabkan oleh
perasaan terpinggirkan, tersisih, sepi dan terisolasi. Sebuah kehidupan yang
dalam interaksi sosialnya perlu mendapat perhatian serius dan tanggung jawab
dari setiap warga bangsa. Karena selain kita semua juga akan menjadi tua dan
memiliki kemungkinan tinggal di tempat yang sama, para lansia tersebut juga
adalah bagian dari warga bangsa yang dalam porsi tertentu telah mengabdikan
dirinya untuk kepentingan bangsa.

Selain itu, pada tahap tertentu, penurunan kemampuan tersebut membuat


para lansia tidak selalu dapat mengurus dirinya sendiri, terisolasi secara sosial
dan sering merasa kesepian. Karenanya, para lansia perlu terus terinteraksi
dengan manusia lainnya, agar ia dapat tetap aktif, dapat mengurus dirinya
sendiri (mandiri) dan terutama agar ia tidak merasa kesepian dan terisolasi
secara sosial.

Hal ini perlu mendapat perhatian, karena kondisi kesepian dan terisolasi
secara sosial tersebut akan menjadi faktor yang beresiko bagi kesehatan.
Sebuah studi menemukan bahwa menjadi bagian dari jaringan sosialberdampak
pada lamanya masa hidup, terutama pada laki-laki (House, Landis dan
Umberson dalam Soerjono, 2001).

Namun demikian, jika jaringan sosial yang terjadi di antara para lansia
tersebut tidak seperti yang diharapkan (tidak dilakukan oleh para lansia
sendiri), dapat dicari terobosan dari luar yang dapat menyatukan mereka. Salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi sosial yang buruk
tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan

seluruh lansia yang ada, baik sebagai panitia ataupun peserta. Misalnya dalam
bentuk berbagai lomba ataupun pelatihan keterampilan dan bimbingan
rohanibagi lansia.

Sehubungan dengan berbagai kondisi para lansia tersebut, peneliti tertarik


untuk meninjaunya lebih jauh lagi lewat penelitian yang berjudulhubungan
antara bentuk interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di UPT
Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang diuraikan, maka dirumuskan masalah
sebagai berikutapakah adahubungan antarabentuk interaksi sosial dengan
kualitas hidup pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui hubungan antara bentuk interaksi sosial dengan kualitas


hidup pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi bentuk interaksi sosial lansia yang tinggal di UPT


Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan.

b. Mengidentifikasi kualitas hidup lansia yang tinggal di UPT Pelayanan


Sosial Lanjut Usia Magetan.

c. Menganalisa hubungan antara bentuk interaksi sosial dengan kualitas


hidup lansia di di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

a. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti tentang karya


ilmiah, khususnya yang berkaitan dengan hubungan antara bentuk
interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di UPT Pelayanan
Sosial Lanjut Usia Magetan.

b. Bagi institusi pendidikan

Sebagai tambahan referensi dan kajian pustaka dan bahan masukan


serta acuan dalam proses belajar mengajar khususnya yang berkaitan
dengan hubungan antara bentuk interaksi sosial dengan kualitas hidup
pada lansia.

c. Bagi profesi keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan


pemikiran dalam memperkaya dan memperluas pengetahuan dan
pelayanan para perawat terhadap para lansia.

2. Manfaat praktis

a. BagiUPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Magetan

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk


memperbaiki dan memaksimalkan pelayanan bagi penghuni panti.

b. Bagi peneliti selanjutnya.

Hasil

penelitian

ini

dapat

digunakan

sebagai

masukan

bagipenelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan hubungan interaksi


sosial dan kualitas hidup pada lansia.

E. Keaslian Penelitian.
Penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan sehubungan dengan
penelitian ini adalah:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Oktavia ( 2009 ), dengan judul Hubungan
antara Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup pada Lansia di PSTW
Abiyoso Paken.
Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional,
menggunakanteknik pengambilan sampel random sampling dan metode
kuantitatif secara deskriptif korelasi. Penelitian ini juga menggunakan
instrumen GDS dan kuesioner kualitas hidup.
Adapaun hasil yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara bentuk
interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia.Perbedaan penelitian

inidengan penelitian peneliti, terletak pada tempat penelitian,

variabel

dependen dan tahun penelitian.


2. Penelitian yang dilakukan oleh Zainuddin Pagala (2008) dengan
judulHubungan Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup Anak-anak Panti
Asuhan Muslimat Makassar.
Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional,
menggunakanteknik pengambilan sampel random sampling dan metode
kuantitatif

secara

deskriptif

korelasi.Penelitian

juga

menggunakan

instrumen GDS dan kuesioner kualitas hidup. Penelitian kedua ini


mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara
dengan

Kualitas

Hidup

Anak-anak

Panti

Interaksi Sosial

Asuhan

Muslimat

Makassar.Perbedaan penelitian ini dengan penelitian peneliti, terletak


pada tempat penelitian, variabel dependen dan tahun penelitian.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Ratna Sinaga yang berjudul Hubungan
antara Interaksi sosial dengan TradisiMasyarakat Badui Dalam (2005).
Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional,
menggunakanteknik pengambilan sampel random sampling dan metode
kuantitatif

secara

deskriptif

korelasi.Penelitian

juga

menggunakan

instrumen GDS.Sedangkan hasil yang didapatkan adalah tidak ada


hubungan antara bentuk interaksi sosial dengan tradisi masyarakat Badui
Dalam.
Perbedaan penelitian inidengan penelitian peneliti, terletak pada tempat
penelitian, variabel dependen dan tahun penelitian.

10

4. Penelitian yang dilakukan oleh Lina Dasuki (2007), berjudul Interaksi


sosial dalam hubungan kekerabatan Masyarakat Minang di Kelurahan
Tilatang Kamang.Termasuk jenis penelitian deskriptif, menggunakan
teknik pengambilan sampel total sampling dengan menggunakan kuesioner
sebagai instrumen.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang peneliti lakukan, selain
berbeda tempat penelitian, variabel dan tahun penelitian, perbedaan juga
terletak pada jenis penelitian, teknik pengambilan sampel dan instrumen
yang digunakan.

11

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Zaidin. (2002). Dasar-Dasar Keperawatan Profesional.Jakarta: Widya


Medika.

Alimul Aziz, H. (2003). Riset Keperawatan Dan Teknik Penulisan Ilmiah.


Jakarta. Salemba Medika.
Arikunto,& Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek.Ed. Revisi V. Jakarta: Rineka Cipta
Azizah, Lilik Marifatul. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Edisi 1 Yogyakarta:
Graha Ilmu.

Azrul, Azwar. (2002). Pengantar Administrasi Kesehatan.Jakarta: Binarupa


Aksara.

Azwar, Saifuddin. (2003). Penyusunan Skala Psikologi. Jakarta: Pustaka


Pelajar.

Darmojo & Martono. (2006). Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut).
Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Elvinia. (2006). Quality Of Life Pada Lanjut Usia Studi Perbandingan


Pada Janda Atau Duda Lansia Antara Yang Tinggal Di Rumah Bersama
Keluarga Dengan Yang Tinggal Di Panti Werdha. Jakarta: Unika
Atmaja. (Online) http://lib.atmajaya.ac.id/. Diakses pada 9 Januari 2011

12

Fakultas Ilmu

Kesehatan. (2011).

Panduan Penyusunan

Penelitian.

Ponorogo: Prodi DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah


Ponorogo.

Hurlock, E. (1999). Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.Edisi V.


Jakarta : Erlangga

Hidayat, A. Aziz. (2003). Riset Keperawatan Dan Teknik Penulisan Ilmiah.


Jakarta: Salemba Medika.

Notoadmodjo, S. (2003).Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka


Cipta.

Notoatmojo, Soekidjo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip


Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta :


Rineka Cipta.

Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktek


Keperawatan Profesional.Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu


Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

13

Nursalam,

Pariani.

(2002).Pendekatan

Praktis

Metodologi

Riset

Keperawatan. Jakarta: CV. Info Medika.

Nugroho, Wahyudi. (2000). Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC

PPNI.(2002). Keperawatan dan Praktek Keperawatan.Jakarta: Dewan Pusat


PPNI.

Soekanto, Soerjono. (2001). Sosiologi Suatu Pengantar.Edisi 4.Jakarta; Radjawali


Pers.
Sugiyono.(2002). Statistika Untuk Penelitian.Bandung :Alfabeta.

Suprapto, T. (2004).Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta:


Rineka Cipta.

Wiyono, D. (2002). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: EGC.

Tinambunan, W. (1988). Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22


April 2006

WHO. 1996. The World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL)-BREF.


(Online)http://www.who.int/entity/substance_abuse/research_tools/en/in
donesia_whoqol.pdf.Diakses pada 4 Maret 2010.

Anda mungkin juga menyukai