Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Keperawatan Jiwa merupakan suatu keadaan yang memungkinkan untuk
terjadinya perkembangan fisik, intelektual, dan emosional individu secara
optimal, sejauh perkembangan tersebut sesuai dengan perkembangan optimal
individu-individu lain.
Sementara itu, Gangguan Jiwa adalah suatu keadaan dengan adanya
gejala klinis yang bermakna, berupa sindrom pola perilaku dan pola
psikologik, yang berkaitan dengan adanya distress (tidak nyaman, tidak
tentram, rasa nyeri), distabilitas (tidak mampu mengerjakan pekerjaan seharihari), atau meningkatkan resiko kematian, kesakitan, dan distabilitas.
Gangguan jiwa terdiri dari beberapa macam termasuk diantaranya
adalah Gangguan Jiwa Pada Anak dan Remaja.
Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan, remaja adalah usia yang
rentan, konsep diri nya belum matang, masih terlalu mudah meniru perilaku
dari idolanya, kemampuan analisisnya masih rendah, kemampuan kontrol
emosi juga masih rendah.
Gangguan Jiwa pada anak-anak merupakan hal yang banyak terjadi,
yang umumnya tidak terdiagnosis dan pengobatannya kurang adekuat.
Masalah kesehatan jiwa terjadi pada 15% sampai 22% anak-anak dan remaja,
namun yang mendapatkan pengobatan jumlahnya kurang dari 20% (Keys,
1998). Gangguan hiperaktivitas-defisit perhatian (ADHD/ Attention DeficitHyperactivity Disorder) adalah gangguan kesehatan jiwa yang paling banyak
terjadi pada anak-anak, dimana insidensinya diperkirakan antara 6% sampai
9%.
Gangguan Jiwa pada Anak dan Remaja adalah perilaku yang tidak sesuai
dengan tingkat usianya, menyimpang bila dibandingkan dengan norma
budaya, yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi
(Townsend, 1999). Dasar untuk memahami gangguan yang terjadi pada bayi,

anak-anak, dan remaja adalah dengan menggunakan teori perkembangan.


Penyimpangan dari norma-norma perkembangan merupakan tanda bahaya
penting adanya suatu masalah.
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak
dan masa dewasa, berlangsung antara usia 10 sampai 19 tahun. Masa remaja
terdiri dari masa remaja awal ( 10-14 tahun ), masa remaja penengahan ( 1417 tahun ) dan masa remaja akhir ( 17-19 tahun ).
1.2

Perumusan Masalah

Dalam penyusunan makalah ini, kami merumuskan masalah pada asuhan


keperawatan jiwa.
1.3

Tujuan Penyusunan

Tujuan umum : Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang kesehatan jiwa


remaja sehingga dapat menciptakan lingkuangan yang kondusif untuk
perkembangan anak.
Tujuan khusus :
1. Memberikan

pembekalan

kepada

tenaga

kesehatan

untuk

dapat

menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kesehatan jiwa


remaja.
2. Meningkatkan

peran

serta

mahasiswa

dalam

menangani

remaja

bermasalah dan upaya pencegahannya.


3. Meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa remaja.
1.4

Manfaat Penyusunan

Untuk mengetahui proses asuhan keperawatan jiwa terutama gangguan jiwa pada
anak dan remaja.
1.5

Metode Penyusunan
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menggambar metode deskriptif

(mula-mula data/fakta dikumpulkan, dianalisa, kemudian disimpulkan).


Adapun teknik pengumpulan

datanya

dengan studi kepustakaan

yaitu

mempelajari dan menganalisa bahan bacaan dari berbagai referensi dengan


masalah yang dibahas.

BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 KONSEP MEDIS
2.1.1

Defenisi

Kemampuan mental yang tidak mencukupi (WHO)


Suatu keadaanyang ditandai dengan fungsi intelektual berada di bawah
normal, timbul pada masa perkembangan/dibawah usia 18tahun berakibat
lemahnya proses belajar dan adaptasi sosial (D.S.M/Budiman M, 1991)
Kelemahan / ketidakmampuan kogitif muncul pada masa anak-anak
(sebelum usia 18tahun) ditandai dengan fungsi kecerdasan dibawah
normal (IQ 70-75 atau kurang), dan disertai keterbatasan lain pada
sedikitnya dua area berikut: berbicara dan berbahasa; ketrampilan
merawat diri, ADL; ketrampilan sosil; penggunaan sarana masyarakat;
kesehatan dan keamanan; akademik fungsional; bekerja dan rileks, dll
( AAMR, 1992).
Gangguan Jiwa pada Anak dan Remaja adalah perilaku yang tidak sesuai
dengan tingkat usianya, menyimpang bila dibandingkan dengan norma
budaya, yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi
adaptasi (Townsend, 1999). Dasar untuk memahami gangguan yang
terjadi pada anak dan remaja adalah dengan menggunakan teori
perkembangan.

Penyimpangan

dari

norma-norma

perkembangan

merupakan tanda bahaya penting adanya suatu masalah. Berdasarkan


pertumbuhan dan perkembangan, remaja adalah usia yang rentan, konsep
diri nya belum matang, masih terlalu mudah meniru perilaku dari
idolanya, kemampuan analisisnya masih rendah, kemampuan kontrol
emosi juga masih rendah.
Retardasi mental adalah bentuk gangguan atau kekacauan fungsi mental
atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya
mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus

eksteren dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi


atau gangguan struktur dari suatu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan
mental.
2.1.2

Klasifikasi
Retardasi mental menurut America Psychiatric Association, 1994 dibagi
menjadi:
Retardasi mental ringan: tingkat IQ 50-55 sampai kira-kira 70
Retardasi mental sedang: tingkat IQ 35-40 sampai 50-55
Retardasi mental berat: tingkat IQ 20-25 sampai 35-40
Retardasi mental yang amat sangat berat : tingkat IQ dibawah 20-25
Retardas mental dengan keparahan yang disebutkan: jika terdapat
dugaan kuat adanya retardasi menta tetapi emintelingence orang
tersebut tidak dapat diuji dengan tes standart.

2.1.3

Etiologi
a. Organik
Faktor prekonsepsi: kelainan kromosom (trisomi 21 / down
sindrom)
Faktor prenatal: kelainan pertumbuhan otak selama kehamilan
(infeksi, zat toksin, disfungsi plasenta)
Faktor

perinatal

prematuris,

perdarahan

intra

kranial,

neonatorum.
Faktor post natal : infeksi, trauma, gangguan metabolik/
hipoglikemia, malnutrisi
b. Anorgenik
Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis
Sosial kultural
Interaksi anak kurang
Penelantaran anak
c. Faktor-faktor lain: keturunan, pengaruh lingkungan dan kelainan
mental lainnya.

2.1.4

Patofisiologiai
Retarasi mental termasuk kelemahan atau ketidak mampuan ognitif yang
muncul pada masa anak-anak dan remaja (sebelum usia 18tahun) yang
ditandai dengan fungsi kecerdasan dibawah normal (IQ 70-75 atau
kurang) dan disertai engan ketebasan-keterbasan laon sedikitnya dua area
fungsi adaptif: berbahasa dan berbicara, ketrampilan merawat diri,
ketrampilan sosial, penggunaan sarana komunitas, pengarahan diri,
kesehatan dan keamanan, akademik fungsional, bersantai dan bekerja.
Penyebab retardasi mental dapat digolongkan menjadi penyebab prenatal
yaitu penyakit kromosom dan gangguan metabolisme sejak lahir,
munculnya masalah seperti paralisis serebral, defisit sensori, dan kejang
berhubungan retardasi mental berat ditetapkan secara dini pada masa
anak-anak, prognosi jangka panjang ditentukan seberapa jauh penderita
dapat berfungsi mandiri dalam masyarakat.

2.1.5

Rentang Respon
Adaptif

Retardasi Mental

ketrampilan adaptif:
komunikasi,
perawatan diri,
interaksi sosial

Maladaptif
Maladaptif:
Gangguankomunkasi
Defisit perawatan diri
Menarik diri

penggunaan sarana prasarana dimasyarakat,


pengarahan dri,
pemeliharaan kesehatan dan keamanan,
akademik fungsional,
pembentukan ketrampilan rekreasi, dan
ketenangan dan bekerja.
Rentang respon neurobiologis di atas dapat dijelaskan bila individu
merespon secara adaptif maka individu akan bertindak secara logis.
Apabila individu berada pada keadaan diantara adaptif dan maladaptif
kadang-kadang tindakan menyimpang atau terganggu. Bila individu tidak

mampu bertindak secara logis dan pikiran individu mulai menyimpang


maka ia akan berespon secara maladaptif dan ia akan mengalami gangguan
mental.
2.1.6

Manifestasi Klinik
Gangguan kognitif
Lambatnya ketrampilan ekspresi dan resepsi bahasa
Gagal melewati tahap perkembangan yang utama
Lingkar kepala diatas atau dibawah normal
Lambatnya pertumbuhan
Tonus otot abnormal
Terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar

2.1.7

Uji Laboratorium dan Diagnostik


Uji inteligensia standar
Uji perkembangan seperti Denver II
Pengukuran fungsi adaptif
Kromosom kariotipe
EEG (Elektro Ensefalogram)
CT (Cranial Computed Tomography) atau MRI (Magnetic Resonance
Imaging)

2.1.8

Komplikasi
Serebral palsi
Gangguan kejang
Gangguan kejiwaan
Gangguan konsentrasi / hiperaktif
Defisit komunikasi

2.1.9

Penatalaksanaan Medis
Obat

psikotropika,

untuk

membahayakan diri sendiri.

remaja

yang

mempunyai

perilaku

Psikostimulan

yang

remaja

yang

mengalami

gangguan

konsentrasi/hiperaktif
Antidepresan
Karbamazepin
2.2 KONSEP KEPERAWATAN
2.2.1

Pengkajian
Pengkajian terutama ditunjukan untuk menilai secara komprehensif
mengenai kekurangan dan kekuatan yang berhubungan dengan
ketrampilan adaptif: komunikasi, perawatan
penggunaan

sarana

pemeliharaan

prasarana

kesehatan,

dan

diri, interaksi sosial,

dimasyarakat,
keamanan,

pengarahan

akademik

dri,

fungsional,

pembentukan ketrampilan rekreasi, dan ketenangan dan bekerja.


Lakukan pemeriksaan fisik pada anak atau remaja
Kaji respon perilaku yang dapat mengidentifikasi gangguan pada anakanak dan remaja.
2.2.2

Pohon Masalah
Retardasi mental

Ketidakmampuan kognitif

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan

2.2.3

Masalah yang bisa muncul


a. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
b. Gangguan Komunikasi Verbal
c. Gangguan Interaksi Sosial
d. Perubahan Koping Keluarga
e. Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain

2.2.4

Daftar Diagnosa Keperawatan


a. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b/d kelainan fungsi
kognitif

2.2.5

Rencana Tindakan Keperawatan


a. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan
kerusakan fungsi kognitf.
Kriteria Hasil:
a. Anak dan keluarga aktif terlibat dalam program stimulai.
b. Keluarga menerapkan konsep-konsep dan melanjutkan aktivitas
perawatan anak di rumah.
c. Anak melakukan aktivitas hidup sehari-hari pada kapasitas optimal
d.

Keluarga mencari tahu tentang program

pendidikan.
Strategi Pelaksanaan
SP 1
Pasien:
1. Bina hubungan saling percaya
2. Libatkan anak dan keluarga dalam program stimulasi dini pada
anak dan remaja.
3. Kaji kemajuan perkembangan anak dengan interval regular, buat
catatan yang terperinci untuk membedakan perubahan fungsi samar
4. Bantu keluarga menyusun tujuan yang realitas untuk anak,
5. Berikan penguatan positif / tugas-tugas khusus untuk perilaku anak
6. Berikan pada remaja informasi praktik sosial dan kode prilaku
yang kongkrit dan terdefinisi dengan baik,
Keluarga:
1. Berikan informasi pada keluarga sesegera mungkin bagaimana
merawat pasien retardasi mental.
2. Ajak kedua orang tua untuk hadir pada konferensi pemberian
informasi.

3. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang manfaat dari


perawatan dirumah,
4. Beri kesempatan pada mereka untuk menyelidiki semua alternatif
residensial sebelum membuat keputusan.
2.2.6 Evaluasi
Pasien mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Retardasi mental adalah bentuk gangguan atau kekacauan fungsi mental atau
kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme
adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus eksteren dan
ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan
struktur dari suatu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan mental.
Retardasi mental bisa saja terjadi pada setiap individu / manusia karena
adanya faktor-faktor dari dalam maupun dari luar, gejala yang ditimbulkan
pada penderita retardasi mental umumnya rasa cemas, takut, halusinasi serta
delusi yang besar.
3.2 Saran
a) Disarankan kepada para ibu agar memperhatikan kesehatan dirinya seperti
memperhatikan gizi, hati-hati mengkonsumsi obat-obatan dan mengurangi
kebiasaan buruk seperti: minum-minuman keras dan merokok.
b) Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan perlu melakukan
langkah prepentif guna menanggulangi gangguan mental yang dapat
membahayakan kesehatan anak dan remaja caranya yaitu dengan
menggalakkan penyuluhan tentang retardasi mental kepada masyarakat.

Daftar Pustaka
Cecily L. Bets & Linda A, Sowden, 2001. Buku saku keperawatan
pediatric, EGC. Jakarta
McCloskey J.C, Bulechek G.M, 1996. Nursing Intervesition Classification
(NIC), Mosby, St. Louis.
Nanda, 2001, Nursing Diagnoses : Definition and Classification 20012002, Philadelphia