Anda di halaman 1dari 4

6. Sebutkan penyakit-penyakit dengan gejala muntah darah?

- Varises esofagus
Varises esofagus adalah kondisi medis yang ditandai dengan penonjolan dan
pelebaran abnormal dari vena-vena di dasar esophagus. Hal ini seringkali
berhubungan dengan penderita penyakit hati yang menyebabkan perlambatan atau
obstruksi aliran darah ke dalam hati. Oleh karena itu, terkumpulnya darah secara
berlebihan di dalam vena-vena kecil di dekat hati, seperti di dekat esofagus,
menyebabkan pembengkakan. Penderita varises esofagus secara normal tidak
menunjukkan gejala kecuali vena-vena tersebut pecah dan menyebabkan perdarahan.
Gejala-gejala dapat mengancam jiwa, seperti buang air besar berdarah, muntah darah
merah kehitaman dengan onset tiba-tiba dan tidak nyeri dan juga dapat terjadi syok,
sebagai akibatnya. Penanganan biasanya termasuk perlambatan aliran darah pada hati,
yang sebagai akibatnya menyebabkan berkurangnya darah yang terkumpul pada venavena di dekat esofagus. Ketika terjadi perdarahan, penanganan medis segera
dibutuhkan untuk mencegah komplikasi perdarahan yang mengancam jiwa, seperti
syok (kegagalan sistem sirkulasi untuk mensuplai darah ke tubuh).

- Penyakit refluks gastroesofageal/GERD


Penyakit refluks gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD)
didefinisikan sebagai suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan
lambung ke dalam esofagus yang menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu di
esofagus maupun ekstra-esofagus dan/atau komplikasi. Komplikasi berat yang dapat
timbul diantaranya adalah Barrets esophagus, striktur, adenokarsinoma di kardia dan
esophagus. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya GERD diantaranya
adalah terjadi kontak dalam waktu yang cukup lama antara bahan refluksat dengan
mukosa esophagus dan terjadi penurunan resistensi jaringan mukosa esophagus.
Esofagus dan gaster dipisahkan oleh suatu zona tekanan tinggi (high pressure zone)
yang dihasilkan oleh kontraksi lower esophageal sphincter (LES). Pada individu
normal, pemisah ini akan dipertahankan kecuali pada saat sendawa atau muntah.
Aliran balik dari gaster ke esofagus melalui LES hanya terjadi apabila tonus LES
tidak ada atau sangat rendah. Refluks gastroesofageal pada pasien GERD terjadi
melalui 3 mekanisme : 1). Refleks spontan pada saat relaksasi LES tidak adekuat, 2).
Aliran retrograd yang mendahului kembalinya tonus LES setelah menelan, 3).
Meningkatnya tekanan intra abdomen. Gejala klinik yang khas dari GERD adalah
nyeri/rasa tidak enak di epigastrium atau retrosternal bagian bawah. Rasa nyeri
dideskripsikan sebagai rasa terbakar (heartburn), kadang-kadang bercampur dengan
gejala disfagia (kesulitan menelan makanan), mual atau regurgitasi dan rasa pahit di
lidah. Gejala tidak khas ataupun gejala ekstra esofagus juga bisa timbul yang meliputi
nyeri dada non kardiak (non cardiac chest pain/NCCP), hematemesis, suara serak,
laringitis, batuk, asma, bronkiektasis, gangguan tidur, dan lain-lain

- Sindrom Mallory-Weiss
Sindrom Mallory-Weiss, dikenal juga sebagai robekan Mallory Weiss, adalah sebuah
kondisi yang antara lain berhubungan dengan alkoholisme dan hernia hiatal di mana
lapisan mukosa di ujung bawah esofagus atau di atas lambung robek (mengalami

laserasi), menyebabkan muntah darah berwarna merah terang dan biasanya didahului
episode muntah yang normal tetapi kuat. Sindrom Mallory-Weiss biasanya sekunder
terhadap peningkatan mendadak tekanan intraabdominal. Faktor-faktor pencetus
diantaranya adalah muntah, mengedan saat buang air besar, mengangkat beban, batuk,
kejang epilepsi, cegukan di bawah anestesi, dada tertekan, trauma abdomen, preparat
kolonoskopi dan gastroskopi.

-Karsinoma esofagus
Kanker esofagus adalah kanker yang terjadi di esofagus. Kanker esofagus bisanya
dimulai pada sel di dalam jaringan esofagus. Kanker esofagus dapat terjadi di
manapun sepanjang esofagus. Tetapi umumnya terjadi di bagian bawah esofagus.
Ada dua tipe histologis yang berbeda pada kanker esophagus:
1. Karsinoma sel skuamosa paling sering terjadi pada sepertiga tengah esofagus.
Terdapat hubungan erat dengan merokok.
2. Adenokarsinoma paling sering mengenai sepertiga bawah esophagus dan
secara patologis menyatu dengan kanker pada kardia gaster. Teori yang paling
berhubungan dengan penyebab adenokarsinoma esophagus distal ini adalah
GERDS kronis baik asam maupun empedu.
Tanda dan gejala kanker esofagus antara lain: sulit menelan, hilang berat badan secara
tiba-tiba, nyeri pada dada, dan lelah. Pada tahap awal, kanker ini sering tanpa tanda
atau gejala. Anda dapat mengambil langkah mencegah kanker esophagus seperti:
berhenti merokok atau mengunyah tembakau, hindari meminum alkohol, makan lebih
banyak buah dan sayur

- Tukak lambung
Tukak lambung didefinisikan sebagai kerusakan integritas mukosa lambung yang
menyebabkan terjadinya inflamasi lokal. Disebut tukak apabila robekan mukosa
berdiameter 5 mm kedalaman sampai submukosa dan muskularis mukosa. Robekan
mukosa < 5 mm disebut erosi dimana nekrosis tidak sampai ke muskularis mukosa
dan submukosa. Etiologi terjadinya tukak gaster yaitu infeksi Helicobacter pylori,
penggunaan NSAID, merokok, dan kebiasaan makanan. Secara umum pasien tukak
gaster biasanya mengeluh dyspepsia. Nyeri pada tukak lambung terjadi setelah
makan, berbeda dengan tukak duodenum yang merasa enak setelah makan. Selain itu,
rasa sakit tukak lambung berada di sebelah kiri dan rasa sakit tukak duodeni di
sebelah kanan garis tengah perut. Walapun demikian, rasa sakit saja tidak dapat
menegakkan diagnosis tukak lambung karena dyspepsia nontukak juga bisa
menimbulkan rasa sakit yang sama, juga tidapat digunakan lokasi sakit di sebelah
kanan atau kiri tengah perut. Adapun tukak akibat OAINS dan tukak pada usia lanjut
biasanya tidak menimbulkan keluhan, hanya diketahui melalui komplikasinya berupa
perdarahan dan perforasi.

- Gastritis
Gastritis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada lapisan
lambung. Penyebab gastritis yang paling umum adalah infeksi Helicobacter pylori
yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi lapisan lambung. Bakteri-bakteri ini
terutama ditularkan dari orang ke orang dan juga melalui makananan atau air yang
terkontaminasi. Penyabab lain yang lebih jarang adalah gangguan autoimun (seperti
anemia pernisiosa), arus balik dari empedu ke dalam lambung (refluks empedu), dan
makan atau minum zat kaustik/korosif (seperti racun), stress ekstrim, infeksi virus,
trauma atau penyakit yang parah tiba-tiba seperti operasi besar, gagal ginjal, atau
ditempatkan pada mesin pernapasan. Kebanyakan gastritis tanpa gejala. Keluhan
biasanya tidak khas namun tanda dan gejala yang dapat timbul antara lain: nyeri di ulu
hati, mual dan muntah, perut kembung, nyeri dada, hematemesis, melena, dan lainlain.

-Karsinoma gaster
Karsinoma gaster merupakan suatu tumor epitel pada mukosa gaster yang bersifat
malignan dengan diferensiasi kelenjar. Secara anatomi, kelenjar pada gaster
mempunyai dua komponen, yaitu : foveola (crypt , pit ) dan komponen sekretori
(adenomere ). Bagian foveola ini merupakan daerah yang penting untuk pertumbuhan
karsinoma lambung, terutama lapisan sel generatif yang terletak pada bagian basal.
Beberapa ahli meneliti bahwa karsinoma gaster merupakan proses yang berlanjut
yang dimulai dari gastritis kronik atrofi gastritis kronis metaplasia intestinal
displasia dan akhirnya menjadi karsinoma lambung. Faktor faktor lain yang berperan
terhadap timbulnya karsinoma lambung: infeksi Helicobacter pylori, diet, dan refluks
empedu. Karsinoma dini pada lambung sering tidak menimbulkan gejala , meskipun
50 % penderita merasakan keluhan yang tidak khas pada daerah abdomen , seperti
dyspepsia , rasa panas pada perut ( heart burn ) dan hilangnya selera makan

- Tukak duodenum
Etiologinya antara lain infeksi Helicobacter pylori, obat anti inflamasi non-steroid,
asam lambung/pepsin, dan faktor-faktor lingkungan seperti merokok dan stress serta
kelainan satu atau beberapa faktor pertahanan mukosa. Gejala klinis berupa nyeri
pada epigastrium dengan rasa seperti terbakar dan juga kadang-kadang terdapat nyeri
punggung. Nyeri ini biasanya terjadi pada waktu pasien merasa lapar dan juga tengah
malam sehingga dapat membangunkan pasien. Nyeri ini dapat hilang jika pasien
makan dan minum obat antasida. Sekitar 10% pasien yang memakai OAINS memiliki
komplikasi berupa perdarahan/perforasi tanpa adanya keluhan nyeri sebelumnya.
Tinja berwarna teer (melena) harus diwaspadai sebagai suatu perdarahan tukak.

Nama : Hila Amalia Mantika


NIM : 2012730132

Daftar Pustaka:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/2048/1/09E01464.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31753/4/Chapter%20II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31871/4/Chapter%20II.pdf
At A Glance: Medicine oleh Patrick Davey
At A Glance: Ilmu Bedah Edisi Ketiga oleh Pierce A.Grace & Neil R. Borley
doktersehat.com
kamuskesehatan.com
persify.com