Anda di halaman 1dari 7

LIPOMA

Lipoma merupakan tumor jinak jaringan lunak yang paling sering ditemukan pada
orang dewasa dengan tumbuh di daerah subkutan pada segala lokasi kendati paling sering di
daerah punggung, bahu serta leher. Tumor ini dapat pula timbul dalam otot rangka,
mediastinum, retroperitonium, atau dinding usus.
Patofisiologi
Patofisiologi dari lipoma belum cukup diketahui , namun diketahui bahwa lipoma
merupakan susunan dari sel adipose yang sudah matur. Lipoma dapat ditemukan di seluruh
tubuh yang memiliki lemak.
Gejala
Gejala dari lipoma ,antara lain:

Berukuran 1-3cm dan terasa di bawah kulit


Dapat digerakkan dan memiliki konsistensi yang lembut dan kenyal
Tidak terasa nyeri
Pertumbuhannya sangat lambat sehingga ukurannya terlihat sama
selama bertahun-tahun

Gejala yang paling sering dapat mengganggu pasien adalah lokasi lipoma dan ketika
lipoma telah berukuran besar sehingga dapat dilihat oleh orang lain.
Penatalaksanaan
Umumnya lipoma tidak memerlukan pengobatan, karena bukan merupakan
pertumbuhan kanker dan tidak dapat menjadi kanker , sehingga tidak perlu di hilangkan.
Tidak ada pengobatan yang diketahui dapat mencegah lipoma atau mempengaruhi
pertumbuhan mereka.
Lipoma dapat diangkat dengan cara operasi apabila telah timbul gejala sebagai
berikut:

Prognosis

Menjadi menyakitkan
Menjadi terinfeksi atau meradang berulang kali
Berbau busuk
Mengganggu gerakan atau fungsi tubuh
Peningkatan ukuran.
Menyakitkan atau mengganggu fungsi mata

Lipoma memiliki prognosis yang cukup baik , karena umumnya bukan merupakan
keganasan sehingga apabila dilakukan pengangkatan akan cukup besar kemungkinan
keberhasilannya.

SISTEM MUSKULOSKELETAL
Penyakit sistem musculoskeletal menduduki tempat pertama di antara penyakitpenyakit yang mengubah kualitas hidup. Keadaan ini berkaitan dengan keterbatasan
aktivitas,disabilitas dan gangguan.
Penyakit sistem musculoskeletal dapat dibagi menjadi dua golongan: penyakit
sistemik dan penyakit local. Pasien dengan penyakit sistemik, seperti artritis rheumatoid,
lupus eritematosus sistemik, dan polimiositis, dapat terlihat sakit kronis dengan kelemahan
umum, nyeri dan kaku sendi secara berkala. Pasien dengan penyakit local pada dasarnya
merupakan individu sehat yang menderita keterbatasan gerakan dan nyeri pada satu daerha
tertentu. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah pasien yang menderita nyeri
punggung, tennis elbow, artritis atau bursitis. Meskipun pasien-pasien ini hanya mempunyai
gejala-gejala local, disabilitas yang dideritanya dapat sangat membatasi kemampuan kerja
mereka, dan penyakit ini dapat mempunyai dampak yang besar sekali.
STRUKTUR DAN FISIOLOGI
Fungsi utama sistem musculoskeletal adalah memberikan sokongan dan perlindungan
kepada tubuh, dan menimbulkan pergerakan pada anggota tubuh untuk bergerakdan untuk
melakukan tugas.
Bagian-bagian sistem musculoskeletal terdiri dari berbagai bentuk jaringan ikat padat,
yang mencakup :

Tulang
Otot rangka
Ligamentum dan tendon
Kartilago

Tulang tersusun oleh matriks organic yang terdiri dari serat-serat kolagen yang
tertanam di dalam gel perekat yang terbuat dari kalsium dan dosfat. Tulang adalah suatu
jaringan yang berubah secara aktif dan terus menerus mengalami perubahan bentuk
sementara menyesuaikan kembali kandungan mineral dan matriksnya menurut stress mekanis
yang dialaminya. Tulang normal terdiri dari serat kolagen yang tersusun sejajar dengan stress
tegangan yang dialami tulang itu. Tulang panjang pada orang dewasa terdiri dari tabung
tulang kompak atau korteks yang mengelilingi rongga medulla yang mengandung tulang
spongiosa atau kanselosa. Tulang kortikal ditemukan di daerah-daerah yang memerlukan
sokongan, sedangkan tulang spongiosa ditemukan di daerah-daerah di mana terjadi
hematopoiesis atau pembentukan tulang. Pada tulang kortikal sel-sel tulang, atau osteosit
tertutup di dalam lacuna, yang merupakan ruang-ruang di dalam lembaran jaringan tulang

yang disebut suatu kanalis havers. Pada tulang spongiosa, lamellae tidak tersusun dalam
sistem havers, tetapi tersusun menjadi berongga-rongga yang disebut trabekula. Trabekulatrabekula ini tersusun sepanjang garis-garis stress.
Otot rangka adalah suatu organ yang kontraksinya menghasilkan pergerakan.
Ligamentum melekatkan tulang dengan tulang, sedangkan tendon melekatkan otot dengan
tulang. Keduanya merupakan jaringan ikat padat yang memberikan resistensi besar terhadap
daya tarik.
Kartilago atau tulang rawan adalah jenis jaringan ikat dengan daya kenyal yang besar.
Kartilago memegang peranan penting dalam fungsi sendi dan dalam menentukan panjang
tulang.
Unit fungsional dasar pada sistem musculoskeletal adalah sendi. Sendi adalah
persatuan dua tulang atau lebih. Ada beberapa macam sendi di dalam tubuh, yang mencakup
sendi yang tidak dapat digerakkan, sedikit dapat digerakkan, dapat digerakkan.
Sendi yang tidak dapat digerakkan adalah sendi yang terfiksasi karena pengikatan
oleh jaringan fibrosa. Contoh : sutura tulang kepala. Sendi yang sedikit dapat digerakkan
disebut simfisis. Contoh : simfisis pubis. Sendi yang dapat digerakkan diekenal sebagai
bagian sendi synovial. Pada sendi synovial, struktur tulang saling bersentuhan dan dilapisi
kartilago sendi hialin. Suatu kapsul mengelilingi sendi itu dengan melekat ke tulang pada
kedua sisi sendi itu. Di dalam kapsul ditemukan sejumlah kecil cairan synovial, yang
berperan dalam lubrikasi dan pemberian nutrient kepada tulang rawan sendi. Sendi synovial
diklasifikasikan menurut jenis gerakan yang dapat dilakukan oleh struktur itu. Klasifikasinya
mencakup :
Sendi engsel : memungkinkan gerakan satu sumbu transversal, yaitu fleksi atau
ekstensi.
Sendi poros : memungkinkan gerakan satu sumbu longitudinal sepanjang batang
tulang, contoh: sendi radiulnar proksimal
Sendi kondiloid : memungkinkan gerakan dalam dua sumbu, contoh : pergelangan
tangan
Sendi pelana : memungkinkan gerakan dua sumbu, contoh : sendi karpal dan
metakarpal
Sendi peluru : sendi bersumbu banyak , scontoh : sendi pinggul dan bahu
Sendi datar : sendi bersumbu banyak, contoh : sendi patelofemoral.
Terdapat 6 macam gerakan dari sendi, yaitu :

Fleksi dan ekstensi


Drsifleksi dan plantar fleksi
Aduksi dan abduksi
Inversi dan eversi
Rotasi internal dan eksternal
Pronasi dan supinasi

Sendi bahu yang merupakan sendi peluru memiliki gerakan abduksi dan aduksi,fleksi
dan ekstensi, dan rotasi internal dan eksternal. Sendi bahu ini terdiri dari sendi
akromioklavikular, sendi glenohumeral, sendi aternoklavikula, dan sendi torakoskapular.

Gambar1.1 anatomi sendi bahu

Anatomi sendi siku terdiri dari beberapa tulang yang dapat dilihat dari gambar di
bawah. Gerakan- gerakan sendi siku adalah fleksi dan ekstensi, serta supinasi dan pronasi.

Gambar 1.2 sendi siku

Anatomi pergelangan tangan dan jari tangan dapat di lihat pada gambar di bawah.
Gerakan sendi ergelangan tangan adalah dorsifleksi (atau ekstensi) dan fleksi palmar, serta
supinasi dan pronasi. Gerakan sendi jari tangan adalah abduksi dan aduksi, serta fleksi.
Gerakan sendi ibu jari adalah fleksi dan ekstensi, serta aposisi.

Gambar 1.3 sendi pergelangan tangan dan


jari tangan

Anatomi pinggul dapat dilihat


pada gambar 1.4. Gerakan sendi
pinggul adalah fleksi dan ekstensi;
abduksi dan aduksi; serta rotasi
internal dan eksternal. Anatomi lutut
dapat dilihat pada gambar 1.5.
Gerakan sendi lutu adalah fleksi dan
hiperekstensi. Anatomi pergelangan
kaki dan kai dapat dilihat pada
gambar 1.6. Gerakana-gerakan sendi pergelangan kaki adalah dorsifleksi dan fleksi plantar,
serta eversi dan inversi

Gambar 1.4 anatomi


pinggul

Gambar 1.5 sendi lutut

Gambar
anatomi
pergelangan
dan kaki

1.6
kaki

Anatomi
vertebra servikalis dapat dilihat dalam gambar 1.7. Gerakan-gerakan sendi leher adalah fleksi
dan ekstensi; rotasi, dan fleksi lateral. Anatomi vertebra lumbalis dapat dilihat pada gambar
1.8. gerakan sendi ini adlah fleksi dan ekstensi; rotasi; dan ekstensi latera.

Gambar 1.7 anatomi vertebra servikalis

Gambar 1.8 anatomi vertebra lumbalis

DAFTAR PUSTAKA
Robbins, & Cotran. (2009). Dasar Patologis Penyakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.

Mark.H.S. (2010). Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal
: 301-321
Mohammad. I. Z. & Mir M. (2011) Giant Lipoma : A Case Report. India : JIMA. Hal 77-79
http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tc/lipoma-topic-overview
pada tanggal 17 Juni 2013, pukul 7.20 pm

diakses