Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

Praktikum 1. Penggunaan Mikroskop


1. Buatlah diagram alir prosedur kerja penggunaan mikroskop!
A. Pembuatan Preparat
Satu potongan kertas koran
Diletakkan diatas gelas objek
Ditetesi satu tetes akuades
Ditutup dengan gelas penutup
Preparat huruf
B. Pengamatan Objek Dengan Mikroskop

Preparat huruf

Diletakkan di meja preparat

Diatur hingga tepat pada lingkaran cahaya

Ditentukan perbesaran lensa yang akan digunakan (40x , 100x, 400x)

Obyek yang terlihat pada mikroskop diamati dan digambar

Hasil
2. Jelaskan peranan kertas koran (huruf) pada praktikum penggunaan mikroskop!
Kertas koran ( huruf) pada praktikum penggunaan mikroskop berfungsi sebagai bahan

yang diamati atau obyek yang diamati. Obyek huruf ini digunakan untuk mengetahui
bagaimana bentuk dan posisi atau arah bayangan yang terbentuk dalam pengamatan
menggunakan mikroskop, sehingga dapat diketahui sifat-sifat bayangannya
(Lelono,2005).

3. Mengapa pengamatan obyek dilakukan pada perbesaran terkecil kemudian dilanjutkan ke


perbesaran yang lebih besar?
Pengamatan obyek dilakukan pada perbesaran terkecil kemudian dilanjutkan ke
perbesaran yang lebih besar agar obyek bisa diamati dengan pengaturan fokus yang
kecil hingga ke yang besar. Fungsi dari itu adalah menjamin ketelitian dalam
pengamatan dan fokus terhadap obyek serta memberikan bidang pengamatan yang
lebih luas sebelum mengamati obyek lebih detail lagi. Dengan tujuan mencari
perbesaran yang tepat untuk obyek yang diamati (Wasis,dkk2008).

4. Mengapa permukaan gelas obyek yang sudah bersih tidak boleh disentuh dengan tangan?
Jelaskan!
Permukaan gelas obyek yang sudah bersih tidak boleh disentuh dengan tangan karena
bila disentuh akan menempelnya kotoran baik debu, keringat, dan sidik jari pada gelas
obyek dan akan mempengaruhi dalam pengamatan dan menyebabkan kurang optimal
dan kurang akurat dalam pengamatan karena akan terlihatnnya kotoran yang
menempel tersebut (Rainewati,2010)

5. Selain dengan menggunakan alkohol, apakah gelas obyek dan penutup dapat dibersihkan
dengan bahan lain? Jelaskan!
Selain dengan alhokol bisa membersihkan gelas obyek dan penutup dapat
menggunakan aquades karena aquades bersifat netral dan tidak mengandung mineral
lainnya. Namun untuk pembersihan yang terbaik alkohol 70% yang baik digunakan,
karena bisa membunuh kuman juga.

6. Mengapa pada penyiapan preparat huruf, ditambahkan aquades? Jelaskan!


Penambahan aquades pada penyapan preparat bertujuan untuk membantu melekatkan
gelas obyek, potongan huruf, dan penutup gelas sehingga bisa memepel dengan baik
(Waluyo,2012). Karena bila ada ronnga udara akan mempengarui dalam pengamatan.

7. Jelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan mikroskop cahaya dibandingkan dengan
mikroskop elektron!
Kelebihan mikroskop cahaya dibandingkan mikroskop electron:
- Harga lebih murah dari mikroskop elektron
-Lebih hemat energi
-Lebih sering digunakan dari pada mikroskop electron.
Kekurangan mikroskop cahaya dibandingkan mikroskop electron:
-Keterbatasan dalam melihat obyek yang berukuran kurang dari 0,2 m
-Mikroskop electron bisa perbesaran hingga 2 juta kali
-Obyek harus diiris tipis agar cahaya dapat melalui obyek sehingga dapat dilihat, atau
tidak bisa untuk obyek tebal
-Tampilan gambar lebih baik mikroskop elektron.

8. Jelaskan masing-masing peranan bagian mikroskop!


1. Lensa okuler : lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk
membentuk bayangan
2. Lensa obyektif : lensa yang berada dekat pada objek yang di amati, berfusngsi untuk
membentuk bayangan.
3. Meja mikroskop : tempat meletakkan preparat
4. Penjepit preparat: untuk menjepit kaca preparat agar tidak bergeser ketika diamati
5. Kondensor : untuk mengumpulkan cahaya dan diteruskan ke lubang pada meja benda
6. Pengatur lampu: untuk mengatur intensitas cahaya yang digunakan
7. Sumber cahaya: menerangi obyek yang diamati
8. Pemutar/skrup vertikal: menggeser meja obyek ke arah atas-bawah
9. Pemutar/skrup horizontal: menggeser benda obyek ke arah kanan-kiri
10. Pemutar/skrup kasar: menggerakan (menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap
preparat dengan pergerakan besar
11. Pemutar/skrup halus: menggerakan (menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap
preparat dengan pergerakan halus/pelan

12. Pengatur diafragma: mengatur intensitas cahay yang masuk


13. Tabung mikroskop : menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif
14. Lengan mikroskop : sebagai pegangang pada mikroskop.
15. Kaki mikroskop : penyangga atau menopang mikroskop.

9. Gambarlah hasil pengamatan preparat huruf anda dengan mikroskop pada tiap
perbesaran!

Perbesaran 40x
Sifat: Maya, tegak,
diperbesar

Perbesaran 100x
Sifat: Maya, tegak,
diperbesar

Perbesaran 400x
Sifat: Maya, tegak,
diperbesar

10. Jelaskan sifat bayangan yang dibentuk pada pengamatan preparat huruf! Mengapa
demikian?
Pada data Primer:
Pada percobaan ini yang digunakan pada data primer adalah huruf a
Pada gambar primer sebelum diamati mendapatkan hasil bahwa memiliki bentuk yang sama
pada perbesaran 40x, 100x, dan 400x dengan sifat benda nyata tegak, tetap.
Pada gambar primer sesudah diamati mendapatkan hasil
Pada perbesaran 40x huruf terlihat jelas dan terlihat secara penuh dengan posisi yang terbalik
dari posisi obyek sebelum diamati/posisi awal
Pada perbesaran 100x huruf terlihat lebih jelas dan terlihat secara penuh dengan posisi ang
terbalik dari posisi obyek sebelum diamati/posisi awal
Pada perbesaran 400x huruf hanya terlihat sedikit atau hanya bagian kecil saja yang terlihat
Pada pecobaan sekunder digunakan huruf w sebagai obyek yang diamati
Pada gambar primer sebelum diamati mendapatkan hasil bahwa memiliki bentuk yang sama
pada perbesaran 40x, 100x, dan 400x dengan sifat benda nyata tegak, tetap.
Pada gambar primer sesudah diamati mendapatkan hasil
Pada perbesaran 40x huruf terlihat jelas dan terlihat secara penuh dengan posisi yang terbalik
dari posisi obyek sebelum diamati/posisi awal
Pada perbesaran 100x huruf terlihat lebih jelas dan terlihat hanya sebagian dengan posisi ang

terbalik dari posisi obyek sebelum diamati/posisi awal


Pada perbesaran 400x huruf hanya terlihat sedikit atau hanya bagian kecil saja yang terlihat
Dari data primer dapat disimpulkan bahwa sebelum diamati terbentuk sifat bayangan nyata,
tegak, dan tetap. Sedangkan pada data setelah diamati didapatkan bahwasifat bayangan
adalah terbalik, bersifat maya, dan diperbesar.
Suatu objek jika diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran tertentu maka akan
mengalami sifat maya terbalik dan diperbesar (Wasis,2008).

Kesimpulan
Mikroskop merupakan alat untuk mengamati benda/obyek mikroskopis dengan
memanfatkan sifat optik dari lensa yang digunakan, serta dengan menggunakan perbesaran
tertentu untuk membentuk sifat akhir bayangan.
Kegunaan mikroskop untuk mengamati benda/obyek yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang atau berukuran mikro.
Bayangan akhir yang dihasilkan mikroskop bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.
Daftar Pustaka Tambahan
Lelono, Asmoro , 2005, Petunjuk Praktikum Biologi Dasar,FKIP Unej. Jember:Unej
Rainewati. 2010. Penuntun Praktikum Dasar. Yogyakarta: UGM Press
Wasis,dkk.2008. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Depdiknas

Tanggal

Nilai

Paraf Asisten

LAPORAN PRAKTIKUM
Praktikum 2. Kalibrasi Mikrometer

1. Buatlah diagram alir prosedur/tahapan kerja dalam kalibrasi mikrometer okuler!


A. Persiapan Kalibrasi Mikrometer

Mikrometer Obyektif
Diletakkan di atas meja obyektif
Lensa okuler diambil dari perangkat lensa okuler

Micrometer okuler dimasukkan dalam perangkat


lensa okuler
Micrometer okuler & obyektif siap
B. Kalibrasi Mikrometer Okuler

Mikrometer Okuler dan Mikrometer Obyektif


Dicari bayangan skalanya (perbesaran 400x)
Dicari skala micrometer okuler dan obyektif yang
berhimpitan pertama kali dari sisi kiri
Dicari skala yang berhimpitan kedua kali
Dihitung banyak skala mikrometer obyektif dan
okuler diantara dua micrometer yang saling
berhimpitan
Dihitung nilai kalibrasi micrometer okuler

Hasil

2.

Buatlah diagram alir prosedur kerja pengukuran diameter dan luas bidang pandang obyek
mikroskopis!
Pengukuran Diameter dan Luas Bidang Pandang
Mikrometer Obyektif
Diatur perbesaran 1000x
Dihitung jumlah skala micrometer obyektif dalam satu
bidang pandang
Dihitung panjang diameter bidang pandang (mm)
Dihitung luas bidang pandang (mm2)
Micrometer obyektif diambil dan diganti preparat mikroba
Dihitung jumlah sel dalam satu bidang pandang
Dihitung kerapatan sel
Hasil

3. Mengapa pada proses kalibrasi, skala pada ujung kiri dari mikrometer obyektif harus
berhimpitan dengan mikrometer okuler? Jelaskan!
Tujuan skala pada ujung kiri dari mikrometer objektif harus berhimpitan dengan mikrometer
okuler adalah dimisalkan sebagai satuan standar atau satuan untuk pembuatan nol sehingga
nanti pada proses perhitungan skala lain yang berhimpit itu lebih mudah (Ratnawati, 2010).
Karena untuk memudahkan pengamat dalam menentukan jumlah besaran skala obyektif
dalam skala mikrometer okuler sehingga dapat dilakukan pengkalibrasian skala mikrometer.
Kalibrasi digunakan untuk pengukuran obyek yang diamati. Pengkalibrasian dilakukan
dengan cara :
- Panjang skala total mikrometer obyektif dihitung
- Hitung panjang skala untuk 1 skala mikrometer obyektif
- Hitung jumlah skala mikrometer okuler sepanjang skala mikrometer obyektif
- Hitung panjang 1 skala mikrometer okulelr dengan rumus
Jumlah skala mikrometer obyektif x 0,01
Jumlah skala mikrometer okuler
Maka akan didapat panjang skala mikrometer okuler dengan cara kalibrasi

4. Jika banyaknya anak skala pada mikrometer obyektif 100 skala, sedangkan banyaknya
anak skala pada mikrometer okuler 12 skala. Panjang total skala pada mikrometer
obyektif yaitu 1 mm. Hitunglah hasil kalibrasi mikrometer okuler tersebut!
Kalibrasi mikrometer okuler = A/B x 0,01 mm dengan A yaitu banyaknya skala pada
mikrometer objektif dan B yaitu banyaknya skala mikrometer okuler (Nurcholis, 2014).
Panjang 100 skala mikrometer obyektif : 1 mm
Panjang 1 skala mikrometer okuler : 0,01 mm
12 skala mik okulelr = 100 skala mikrometer obyektif
100
x0,01 0,083mm
12
Kalibrasi:

5. Lengkapilah tabel berikut ini!


Perbesaran
400x

Jumlah skala pada


diameter bidang
pandang

Panjang diameter
bidang pandang (mm)

Luas bidang
pandang (mm2)

1000x
100x

18

0,18

0,025

6. Bahas data yang anda peroleh !


Pada kalibrasi micrometer untuk mendapatkan panjang satu skala mikrometer yaitu dengan
cara mengkalibrasi mikrometer okuler dan mikrometer okuler dengan rumus
Kalibrasi mikrometer =

Atau biasa ditulis

Skalamikrometer obyektif
x 0,01 mm
Skalamikrometer okuler

A
x 0,01 mm
B

Dimana A adalah jumlah skala mikrometer objektif dan B adalah jumlah skala mikrometer
okuler (Waluyo, 2013).
Luas bidang pandang :
1
x3,14 xd 2
4
1
x3,14 x0,18 2
4
1
x3,14 x0,0324
4
0,025mm 2

7. Mengapa dilakukan perhitungan luas bidang pandang dan diameter bidang pandang?
Jelaskan!
Perhitungan laus bidang pandang dan diameter bidang pandang dilakukan untuk menentukan
besar pertumbuhan suatu koloni dan ukuran sebuah mikroorganisme yang kita amati.
Dilakukannya perhitungan bidang pandang dan diameter bidang pandang adalah untuk
memudahkan dalam mengukur objek yang telah ditentukan lebar,panjang dan luasnya pada
mikrometer objektif. Selain itu, perhitungan tersebut dilakukan juga agar mengetahui jumlah
dan kerapatan suatu sel (Suhana,2007).

8. Jelaskan aplikasi pengukuran luas bidang pandang dan diameter bidang pandang pada
ilmu sains!
Pengukuran luas bidang pandang dan diameter bidang pandang pada ilmu sains digunakan
untuk menghitung jumlah koloni mikroorganisme pada luas tertentu. Sehingga bisa diketahui
laju pertumbuhan maupun jumlah mikrobanya. Pengukuran diamaeter juga dapat membantu
mengukur kecepatan suatu sel yang dinyatakan dalam jumlah sel stomata persatuan luas
bidang pandang (Kusumaningrum,2013).

Kesimpulan
Mikrometer merupakan alat (kaca berskala) yang digunakan untuk memperkirakan ukuran
dari objek mikroskopis yang diamati dibawah mikroskop. Mikrometer terbagi menjadi dua
jenis yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada
lensa okuler dan mikrometer obyektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat
mikroskop. Mikrometer berfungsi menentukan ukuran mikroorganisme (mikroba) yang
sangat kecil.
Prinsip kalibrasi mikrometer okuler adalah menghitung jumlah anak skala antara 2 skala
mikrometer okuler dan obyektif yang saling berhimpit sehingga diterntukan berapa nilai 1
skala mikormeter okuler. Dengan cara skala nol/garis pertama kedua mikrometer
disimpulkan menjadi 1 garis kemudia dilihat pada skalabarap kedua jenis mikrometer
tersebut bertemu kembali.
Pada praktikum, didapat data sebagai berikut :
Panjang dan lebar stomata :
p = 2 skala, 2 x 0,01 mm = 0,02 mm
l = 3 skala, 3 x 0,01 mm = 0,03 mm
Luas bidang pandang :
1
x3,14 xd 2
4
1
x3,14 x0,18 2
4
1
x3,14 x0,0324
4
0,025mm 2

Daftar Pustaka Tambahan


Kusumaningrum HD, dkk. 2013. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan. Bogor:
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fateta IPB
Nurcholis, Mochamad., Maligan J.M., Sabrina N. M., dan Widyastuti, Endrika. (2014).
Modul Praktikum Biologi. Malang: UB Press
Rainewati. 2010. Penuntun Praktikum Dasar. Yogyakarta: UGM Press
Suhana, 2007. Tehnik Mikroskopi. Jakarta: Lembaga Penerbit Universitas Indonesia.
Waluyo, Joko. 2013. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar, Jember: FKIP Universitas Jember.

Tanggal

Nilai

Paraf Asisten