Anda di halaman 1dari 14

Tugas Makalah

PENGANTAR
MANAJEMEN

KELOMPOK 2

OKTA WAHYUDI
WAHYU SUSENO
M. IQBAL
M. LUTFI
PUTRI A.F
ROHMAWATI
SEFI RAHAYU

MENGELOLA BUDAYA
DAN ETIKA DALAM
ORGANISASI

STIE BINA BANGSA BANTEN


2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas ridha dan inayahnya sehingga saya
dapat menyelesaikan Tugas Makalah ini, shalawat beriringkan salam semoga tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya para sahabatnya dan kita sebagai
pengikutnya illa yaumil Qiyamah. Amin
Makalah penelitian ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas ujian tengah
semester mata kuliah Pengantar Manajemen. Kami juga berharap tulisan ini dapat
memberikan manfaat dan sumbangan pemikiran bagi semua pihak yang terkait dalam
pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan
dan dukungan banyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berupa
kritik, saran, dan sebagainya. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terimakasih yang
tulus kepada :
1. Allah Yang Maha Esa, yang telah mengijinkan kami menyelesaikan tugas ini.
2. Bapak H. Ubay Haki, S.Ag, MM. Selaku Dosen Pengantar Manajemen
yang senantiasa memberikan dan meluangkan waktunya untuk mengajar dan
memberikan ilmunya kepada kami.
3. Ayah, ibu yang senantiasa memberikan dukungan dan doanya kepada saya
4. Teman-teman Manajemen, atas kebersamaannya dan motivasinya
5. Seluruh pihak yang mendukung penyusunan makalah penelitian ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang menbangun demi kesempurnaan karya tulis ini, akan saya terima dengan
senang hati.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.


Serang, 05 Januari 2015

Penyusun,

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... 1
DAFTAR ISI .................................................................................................... 2

BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 3


BAB 2 PEMBAHASAN ....................................................................................... 4
A.
B.
C.
D.
E.

Pengertian dan Manfaat Budaya ...................................................... 4


Unsur-Unsur dan Karakteristik Budaya Organisasi ............................ 5
Etika dalam Organisasi ................................................................... 7
Manfaat dan Pentingnya Etika dalam Organisasi............................... 9
Bagaimana mengelola budaya dan etika dalam perusahaan .............. 11

BAB 3 KESIMPULAN ........................................................................................ 12

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

BAB 1
Pendahuluan
Budaya merupakan cara kita melakukan sesuatu di sekitar kita. Budaya
Organisasi diartikan sebagai sejumlah asumsi penting yang dipegang oleh anggotaanggota perusahaan, yaitu berupa suatu sistem dari nilai-nilai yang dipegang bersama
tentang apa yang penting, serta kayakinan tentang bagaimana dunia itu berjalan
(Sathe -Vibizmanagement Culture-, 1982)
Budaya organisasi juga dapat diartikan sebagai representasi tentang interaksi dan
harapan suatu kelompok.
Budaya organisasi dapat dikatakan juga sebagai kombinasi ide, adat istiadat, praktek
tradisional, nilai-nilai perusahaan, yang mendefinisikan perilaku normal bagi setiap
orang yang bekerja di suatu organisasi atau perusahaan.
Budaya perusahaan mencakup semua kebijakan, prosedur, tujuan, strategi, dan
tindakan manajemen.
Faktor penting budaya organisasi atau perusahaan mencakup norma, keyakinan, nilainilai standar, ritual, struktur, penghargaan, iklim, dan jenis interaksi yang dapat
diharapkan dalam sebuah perusahaan.
Budaya perusahaan dapat mempengaruhi nilai-nilai dan karakter pribadi.
Nilai-nilai pribadi dan karakter moral mempunyai peranan yang sangat penting dalam
meningkatkan kinerja etis suatu perusahaan (Frederick, Post, Davis, 1992).
Etika bisnis merupakan output pendidikan seseorang pada masa kecil yang juga
dipengaruhi oleh lingkungan (sosial budaya sekitarnya).
Budaya merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan
dilakukan dengan para pegawai berperilaku. (Chursway dan Ledge : 1993)
Ilustrasi :
Orang bisa saja sangat mampu tanpa tergantung pada orang lain, tetapi perilakunya
tidak sesuai dengan budaya organisasi, misalnya cara berpakaian, maka ia tak akan
berhasil dalam organisasi.
Organisasi tidak hanya sebagai alat untuk mengkordinasikan dan mengendalikan
sekelompok orang. Organisasi layaknya manusia yang memiliki kepribadian yang bisa
saja flexibel , tidak ramah, inovatif, dan bahkan konservatif
Budaya organisasi dianggap sebagai Variable Independent yang mempengaruhi
perilaku anggota di dalam organisasi

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

BAB 2
PEMBAHASAN
A.

Pengertian dan Manfaat Budaya


Budaya Organisasi (Organizational Culture) dapat diartikan sebagai suatu
persepsi umum yang diterima oleh seluruh anggota organisasi dalam
memandang sesuatu.
Organisasi dapat dipandang sebagai karakteristik yang memberikan nilai pada
organisasi.
Melalui Budaya Organisasi, organisasi memiliki identitas yang membedakannya
dengan organisasi lain.
1. Menurut Wilkins (1998)
Budaya Organisasi sebagai suatu yang dianggap biasa dan dapat dibagi
bersama yang diberikan orang terhadap lingkungan sosialnya.
Contoh : Slogan, Legenda, Arsitek, Simbolis
2. Schein (1992)
Budaya adalah sebagai asumsi-asumsi dan keyakinan-keyakinan dasar yang
dilakukan bersama oleh para anggota dari sebuah kelompok atau organisasi.
3. Robbins (1990)
Budaya sebagai nilai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi. Pengertian
ini merujuk pada sebuah sistem pengertian yang diterima secara bersama.
Robbins percaya bahwa ada hal mitos dalam organisasi yang telah berkembang
sejak beberapa lama.
4. Schiffman dan Kanuk (2000 : 322)
Budaya adalah sejumlah nilai, kepercayaan dan kebiasaan yang digunakan
untuk menunjukan perilaku konsumen langsung dari kelompok masyarakat
tertentu. Dalam hal ini budaya menunjukkan adanya sekelompok masyarakat
yang memiliki karakteristik yang membatasi mereka untuk bertindak.

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

Kesimpulan dari pernyataan diatas:


Budaya Organisasi adalah wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara
implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan,
pikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam.

Manfaat Budaya Organisasi :


1. Budaya memiliki peran dalam menetapkan tapal batas yang artinya bahwa
budaya organisasi menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi
dengan organisasi lainnya.
2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas dari
pada kepentingan individual seseorang.
4. Budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial
5. Budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang
memandu dan membentuk sikap serta perilaku para anggotanya.

B.Unsur-Unsur dan Karakteristik Budaya Organisasi


Deal & Kennedy (1982) membagi lima unsur pembentuk budaya yaitu :
1. Panutan / Pahlawan: adalah tokoh yg dipandang berhasil mewujudkan nilainilai budaya dalam kehidupan nyata. Bisa dr pendiri perusahaan,para manajer,
kelompk organisasi atau peroeangan yg berhasil menciptakan nilai-nilai
organisasi.
2. Lingkungan usaha: kelangsungan hidup organisasi ditentukan oleh
kemampuan organisasi memberi tanggapan yg tepat thd peluang & tantangan
lingkungan. Lingkungan usaha merupakan unsur yg menentukan thd apa yg
harus dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan, yang berpengaruh antara
lain: produk yg dihasilkan, pesaing, pelanggan, tehnologi, pemasok, kebijakan
pemerintah dsb.
3. Nilai-nilai : adalah keyakinan dasar yg dianut oleh organisasi sebagai pedoman
pola pikir & bertindak bagi semua anggota untuk mencapai tujuan/misi
organisasi. Bentuknya dapat berupa slogan atau moto yg dapat berfungsi sebagai
jati diri, harapan konsumen,dsb
4. Ritual: yaitu sederetan kegiatan yg mengungkapkan & memperkuat nilai-nilai
utama organisasi, tujuan apa yg paling penting, orang mana yg paling penting &

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

mana yg dapat dikorbankan. Misal, karyawan berprestasi diberi penghargaan yg


dilaksanakan secara ritual; yaitu mereka yg tidak perbah absen, pemberi saran
yg membangun, penjual terbanyak, pelayan terbaik dsb
5. Jaringan budaya: adalah jaringan komunikasi informal yg pada dasarnya sgb
saluran komunikasi primer yg berfunsi untuk menyalurkan informasi & memberi
intepretasi dari informasi.

Stephen Robbins (2006) ia mengajukan beberapa hal yang menjadi karakteristik


budaya organisasi, diantaranya:
1. Budaya organisasi bisa menjadi pembeda yang jelas antara satu organisasi
dengan organisasi lainnya.
2. Budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota
organisasi/perusahaan.
3. Budaya organisasi mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang
lebih luas daripada kepentingan individual seseorang.
4. Budaya orgnisasi merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan
organisasi/perusahaan itu dengan memberikan standa-standar yang tepat
untuk dilakukan oleh karyawan.
5. Budaya organisasi menjadi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali
yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para karyawan sebagai
anggota organisasi.

Selain memberikan identitas pada organisasi,


Budaya Organisasi pun
menumbuhkan komitmen bagi para karyawan untuk mencapai tujuan organisasi
Budaya Organisasi tidak saja secara kebetulan terbentuk, beberapa contoh
diantaranya :
1. Sopir Taxy Selalu melaporkan adanya barang semahal apapun yang tercecer
2. Wal Mart Perlakuan karyawan dari atasan seperti Mitra, mendorong dan
melakukan inovasi bersama.
3. Nasional Panasonic : Terkenal dengan prinsip Senioritas untuk peningkatan
karir.
4. Birokrasi : Staff yang malas, tidak cekatan, kurang ramah, korupsi, membuat
SIM
harus
bayar.
Itu adalah contoh-contoh budaya organisasi. Sekali semua telah menjadi budaya,
akan sulit sekali mengubahnya. Seperti kata Kaidah Ushul Fiqh Al adat al
Muhakkamah (artinya adat dapat menjadi hukum)

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

C.

Etika dalam Organisasi

Istilah etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti watak atau
kebiasaan. Dalam bahasa sehari-hari kita sering menyebutnya dengan etiket yang berarti cara
bergaul atau berperilaku yang baik yang sering juga disebut sebagai sopan santun. Istilah
etika banyak dikembangkan dalam organisasi sebagai norma-norma yang mengatur dan
mengukur perilaku profesional seseorang. Kita mengenal saat ini banyak dikembangkan etika
yang berkaitan dengan profesi yang disebut sebagai etika profesi seperti etika kedokteran,
etika hukum, etika jurnalistik, etika guru, dan sebagainya.
Etika Organisasi
Etika berkaitan dengan baik dan buruk, benar dan salah, betul dan tidak, bohong
dan jujur. Dalam berinteraksi dengan lingkungannya orang-orang dapat menunjukkan perilaku yang
dinilai baik atau buruk,benar atau salah ketika melakukan suatu tindakan. Hal tersebut
sangatbergantung kepada nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungan di manaorang-orang
berfungsi. Tidak jarang terdapat penilaian yang berbedaterhadap suatu perilaku dalam
lingkungan yang berbeda. Etika menggambarkan suatu kode perilaku yang berkaitan dengannilai
tentang mana yang benar dan mana yang salah yang berlaku secara obyektif dalam masyarakat.
Dengan demikian, etika dapat diartikan sebagai : Perilaku individu dalam berinteraksi dengan
lingkungannya. Secara lengkap etika diartikan sebagai nilai-nilainormatif atau pola
perilaku seseorang atau badan/lembaga/organisasisebagai suatu kelaziman yang dapat
diterima umum dalam interaksidengan lingkungannya
Prinsip-prinsip Etika
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para
pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup
bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung
(great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam
prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan,
keadilan, kebebasan,dan kebenaran
1. Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap
keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusiamemperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin
menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan
ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2. Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga
muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan,

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi
perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3. Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam
berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai
kemanusiaan seperti hormat-menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan
sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena denganberbuat baik
dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan
kebaikan bagimasyarakat.
4. Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap
orang apa yang semestinya merekaperoleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang
untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yangmenjadi hak orang
lain
5. Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak
sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap
manusiamempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknyasendiri
sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak oranglain. Oleh karena itu, setiap
kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan
tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan
sebagai:
kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut
kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6. Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang
logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat
diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu
kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilainilai etika atau kode etik dalam hubungan antar individu-individu dengan masyarakat, dengan
pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan
mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benarbenar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan,
kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

D. Manfaat dan Pentingnya Etika dalam Organisasi


Etika merupakan suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan
kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma
kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi,
Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan ssetiap
orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya
bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan dan
bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan
dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.
Dalam kehidupan organisasi terdapat berbagai permasalahan yang pemecahannya
mengandung implikasi moral dan etika, ada cara pemecahan yang secara moral dan
etika diterima tetapi ada juga yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam praktek kehidupan organisasi tidak ada tolok ukur yang mutlak tentang yang
benar dan yang salah, ini tidak terlepas dari berbagai faktor seperti agama, budaya
dan sosial.
Beberapa alasan mengapa norma moral dan etika itu diperlukan dalam
organisasi :

Karena etika berkaitan dengan perilaku manusia.

Agar bisa mengikuti kehidupan sosial yang tertib manusia memerlukan


kesepakatan, pemahaman, prinsip dan ketentuan lain yang menyangkut pola
perilaku

Karena dinamika manusia dengan segala konsekuensinya baik bersifat norma


moral maupun etika perlu dianalisa dan dikaji ulang.

Karena Etika menunjukkan kepada manusia nilai hakiki dari kehidupan sesuai
dengan keyakinan agama, pandangan hidup dan sosial.

Manfaat Etika dalam Organisasi:


1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang ambing oleh
pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Dapat menciptakan persaingan yang sehat antar perusahaan maupun
organisasi
5. Menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

6. Guna menghindari sifat KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) yang dapat
merusak tatanan moral
7. Dapat mampu menyatakan hal benar itu adlah benar
8. Membentuk sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dengan
golongan pengusaha lemah
9. Dapat konsekuen dan konsisten dengan aturan-aturan yang telah disepakati
bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah
dimiliki.

Seperti Contoh Seorang PNS,


Dalam lingkungan organisasi pemerintahan seorang aparatur dituntut untuk bekerja
sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. secara etis seseorang aparatur merasa
terpanggil untuk melayani kepentingan publik secara adil tanpa membedakan
kelompok, golongan, suku, agama serta status sosial.
seharusnya seorang aparatur harus dapat menjadikan dirinya sebagai panutan
tentang kebaikan dan moralitas pemerintahan terutama yang berkenaan dengan
pelayanan kepada publik. Dia senantiasa menjaga kewibawaan dan citra
pemerintahan melalui kinerja dan perilaku sehari-hari dengan menghindarkan diri dari
perbuatan yang tercela yang dapat merugikan masyarakat dan negara.
Jadi Etika pada dasarnya merupakan upaya menjadikan moralitas sebagai landasan
bertindak dan berperilaku dalam kehidupan bersama termasuk di lingkungan profesi
administrasi (Ryass Rasyid, 1996,43-44)
Profesi dimaksudkan sebagai pekerjaan untuk mecari nafkah hidup dengan
mengandalkan keahlian dan keterampilan sesuai dengan tuntutan dan persyaratan
organisasi pemerintahan, dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang
mendalam atas pekerjaannya itu, ia melibatkan seluruh kepribadiannya sehingga
mendorong untuk menjalankan tugasnya dnegan tekun, giat, serius untuk melayani
kepentingan publik. ia tidak mengerjakan pekerjaannnya sekedar sebagai hoby,
sebagai sambilan apalagi asal-asalan. Komitmen pribadi inilah yang melahirkan
tanggungjawab yang besar atas tugas yang diembannya.
Intinya bahwa seorang PNS, Seorang aparatur haruslah memiliki persyaratan seorang
profesional yang mendapat kepercayaan publik atau masyarakat yang dilayani. dia
dipercayai dan diandalkan memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan
masyarakat. lebih dari itu seorang aparatur yang profesional dipercaya masyarakat
karena mempunyai komitmen moral,/etis, serta bertanggungjawab penuh atas
pekerjaannya kepada publik (Public Accountability).

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

10

E. Bagaimana mengelola budaya dan etika dalam


perusahaan

Mengelola budaya dan etika dalam perusahaan tidak lah mudah, dibutuhkan kerja
sama dan kerja keras yang mantap. Berikut dibawah ini hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam mengelola budaya dan etika dalam perusahaan:

1. Pemimpin / Panutan
Dalam sebuah organisasi sangat diperlukannya seorang pemimpin yang
dapat menjadi panutan bagi anggota dan bawahanya. Yaitu pemimpin
yang bijaksana, cerdas, berfikir krisis, tanggung jawab dan
berkharismatik. Bukan seorang pemimpin yang ingin ditakui melainkan
dihormati, bukan seorang pemimpin yang memperkaya diri melainkan
saling berbagi, bagaimana bisa seorang pemimpin menjadi panutan
apabila anggotanya atau bawahanya merasa takut dengan
keberadaanya. Yang akan terjadi adalah anggota dan bawahanya akan
menghindar dan sangat gembira dengan ketidakhadirannya.
2. Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial yang kreatif dan membangung motivasi bagi anggota
dan bawahanya dapat meningkatkan nilai budaya dan etika dalam suatu
organisasi. Misalnya seperti diadakanya Hari Jumat bersih, dimana
seluruh anggota pada pagi hari berkeliling wilayahnya untuk melakukan
kebersihan setelah berolahraga senam pagi. Dengan tugas masingmasing tanggung jawab setiap departemen. Dengan demikian akan
timbul rasa tanggung jawab dan disiplin.
3. Peraturan dan slogan
Yang membuat aturan haruslah seorang yang menjadi panutan, bisa
sorang pemimpin. Karena apabila yang membuat aturan adalah orangorang yang tidak menjadi panutan biasanya kebanyakan seorang
pemimpin seperti itu melanggar aturan yang ia buat sendiri. Sehingga
anggota akan malas untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan
memasang slogan-slogan peraturan pada ruangan-ruangan tertentu,
bisa di area luar ataupun area dalam. Dapat memberikan informasi
kepada anggota tentang aturan-aturan yang berlaku, dan akan menjadi
nilai positif di mata masyarakat. Peraturan juga haruslah sewajarnya

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

11

tidak berlebihan yang dapat membuat anggota merasa tidak nyaman


dan kesiksa.
4. Kesadaran dan kerja sama
Tanpa ada kesadaran diri akan budaya dan norma yang baik maka
sangat mustahil budaya dan norma dapat berjalan dengan baik. Perlu
kerja sama yang baik antar anggota maupun anggota dengan
pemimpinya. Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri, dan memulainya
dari yang terkecil sepeti menghargai waktu, bersifat ramah tamah, saling
menolong anggotanya dan lain-lain. Untuk poin ini diperlukanya kembali
pada poin pertama yaitu pemimpin. Haruslah pemimpin mampu
memimpin dan membangun semangat akan kesadaran pentingnya
menjaga budaya dan etika dalam organisasi.
5. Komitmen
Semua anggota harus berkomitmen untuk menjaga budaya dan etika
dalam suatu organisainya dan ikut serta mensukseskan organisasi.

BAB 3
KESIMPULAN
Budaya merupakan cara melakuakan sesuatu sedangkan Etika merupakan kebiasaan
dalam melakukan sesuatu. Keduanya saling berhubungan karena budaya yang baik
akan membuat etika seseorang menjadi lebih baik. Dan budaya tanpa ada etika pun
tidak akan terlaksana.
Mengelola budaya dan etika dalam organisasi sangat lah penting. Karena dapat
mempengaruhi kelangsungan dan berjalanya suatu organisasi. Apabila budaya dan
etika dalam suatu organisasi itu di jaga dengan baik maka organisasi itu akan dapat
menggapai suatu misi dan visinya dengan lancar dan sangat baik, sebaliknya apabila
budaya dan etika dalam suatu organisasi tidak dijaga maka organisasi itu akan
kesulitan dalam menggapai misi dan visinya, bahkan bisa berujung kehancuran.

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

12

DAFTAR PUSTAKA

1. Arijanto, Agus. Etika Bisnis bagi Pelaku Bisnis. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada,
2011.
2. Bartens, K. Pengantar Etika Bisnis. Yogyakarta: Kanisius, 2000
3. http://dyaeducationblog.blogspot.com/2011/11/budaya-organisasi-dan-unsurpembentuk.html
4. http://www.lspr.edu/pritakemalgani/pentingnya-nilai-budaya-bagi-organisasi/
5. http://sandipondaag14.blogspot.com/2012/10/etika-dalam-organisasi.html
6. http://riezkagunawan.wordpress.com/2011/10/08/manfaat-penerapan-etikabisnis-pada-perusahaan/
7. http://kepegawaianur.blogspot.com/2012/07/arti-pentingnya-etika-dalamorganisasi.html

STIE BINA BANGSA BANTEN 2015 MENGELOLA BUDAYA DAN ETIKA DALAM ORGANISASI

13