Anda di halaman 1dari 17

PERCOBAAN II

GOLONGAN DAN IDENTIFIKASI UNSUR


I. Tujuan
Mengkaji kesamaan sifat unsur-unsur dalam tabel berkala.
Mengamati uji nyala dan reaksi beberapa unsur alkali dan alkali tanah.
Mengenali reaksi air klorin dan halida.
Menganalisis larutan anu yang mengandung unsur alkali atau alkali tanah
dan halida.
II. Landasan Teori
Unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai banyak persamaan sifat
kimianya, sifat-sifat kimia ditentukan oleh elektron valensinya, yaitu elektron
yang terdapat pada kulit lintasan yang terluar. Karena elektron valensi unsur yang
segolongan sama dengan sendirinya sifat kimianya juga sama.unsur golongan
alkali sangat elektropositif dan reaktif. Unsur ini karena reaktifnya tidak terdapat
dalam keadaan bebas di alam. Hanya fransium yang merupakan unsur radioaktif
digolongan IA.
Semua unsur golongan ini merupakan penghantar panas dan listrik yang
baik. Karena logam di golongan ini lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau.
Semua unsur digolongan ini merupakan reduktor yang kuat dan mempunyai panas
jenis yang rendah.
(Sukardjo, 1985 : 373)
Logam-logam golongan I dan II dalam susunan berkala berturut-turut
disebut logam alkali dan alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk
oksida dan hiroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa. Logam
alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu
atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital
s (subkulit s) dan sifat-sifat logam ini seperti energi ionisasi (IE) yang rendah,
detentukan oleh hilangnya elektron s membentuk kation.
(Petrucci, 1985 : 18-19)

1. Golongan IA (Alkali)
Unsur-unsur pada golongan IA dalam tabel periodik dikenal juga dengan
nama unsur alkali, semua anggota bereaksi dengan air membentuk alkali. Semua
logam alkali sangat reaktif sehingga di alam tidak pernah dalam keadaan bebas.
2. Golongan IIA (Alkali Tanah)
Anggota unsur alkali tanah adlah Berilium (Be), Magnesium (Mg),
Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan unsur radioaktif Radium (Ra).
(Sutresna, 2006 : 87)
Logam alkalidan alkali adalah zat pereduksi yang sangat kuat, karena
begitu mudah kehilangan elektron. Mereka mudah bergabung dengan kabanyakan
unsur nonlogam, membentuk senyawa ion seperti halida, hadrida, oksida, dan
sulfida. Logam alkali dalam keluarga IA dari tabel berkala dan logam alkali tanah
dalam keluarga IIA dinamakan demikian karena kebanyakan oksida dan
hidroksidanya termasuk diantara basa (alkali) yang paling kuat yang dikenal.
(Keenan, 1980 : 154)
Golongan Alkali
a) Sifat Periodik
Tidak sulit mengalami oksidasi dan sulit mengalami reduksi.
Termasuk zat pereduksi kuat (memiliki 1 e-)
b) Sifat Fisik
Semua unsur berwujud padat pada suhu ruangan. Khusus Sesium (Cs)
berwujud cair diatas 28O C.
Unsur Li, Na, dan K sangat ringan.
Memiliki warna yang jelas dan khas.
c) Sifat Kimia
Sangat reaktif.
Dapat membentuk senyawa basa kuat.
Mudah larut dalam air (kelarutannya semakin ke bawah semakin besar).
d) Sifat Logam dan Sifat Basa
Dapat bereaksi dengan air membentuk senyawa basa kuat LOH.
Semakin ke bawah sifatnya semakin kuat.

(Sukardi, 1989 : 21-23)


Golongan Alkali Tanah
a) Sifat Periodik
Mudah mengalami oksidasi, namun tidak sekuat golongan IA.
b) Sifat Fisik
Semua unsurnya berwujud padat suhu ruangan.
Kerapatan logam alkali tanahlebih besar, sehingga logam alkali tanah lebih
keras daripada logam alkali.
c) Jika garam-garam dari unsur-unsur logam dibakar, akan memberi warna keras,
seperti :
Kalsium (Ca) = jingga, merah
Barium (Ba) = hijau
d) Sifat Kimia
Mudah bereaksi dengan unsur nonlogam.
Bersifat reaktif.
e) Sifat Logam dan Sifat Basa Alkali Tanah
Semakin ke bawah sifat logam dan sifat basa semakin kuat.
Termasuk zat pereduksi kuat (memiliki 2 e-).
(Anggota IKAPI, 2004 : 70-72)
Halida anhidrat dapat dibuat dengan dehidrasi dari garam hidrat.
Halidahalida magnesium dan kalsium mudah menyerap air. Kemampuan untuk
membentuk hidrat seperti juga kelarutannya dalam air menurun dengan naiknya
ukuran dan halida-halida Sr, Ba, dan Ra biasanya anhidrat. Hal ini melengkapi
kenyataan bahwa energi menurun secara lebih cepat daripada energi kisi dengan
bertambahnya energi kisi dengan bertambahnya ukuran mzt.
(Cotton, 1989 : 87)

III. Prosedur Percobaan


3.1. Alat dan Bahan
3.1.1. Alat
Tabung reaksi
Kawat nikrom
Bunsen
Rak tabung reaksi
Penjepit
3.1.2. Bahan

BaCl2

CaCl2

LiCl
KCl
NaCl
SrCl
NaBr
NaL
Larutan Hcl pekat
Larutan amonium karbonat
Larutan amonium fosfat
Larutan amonium sulfat
Air suling
Air klorin
Karbon tetraklorida
Asam nitrat encer
Larutan anu (X)

Larutan Y

3.2. Skema Kerja


a. Uji nyala untuk unsur alkali dan alkali tanah
BaCl2
Ditambahkan 2 mL ke dalam tabung reaksi
CaCl2
Ditambahkan 2 mL ke dalam tabung reaksi
KCl
Ditambahkan 2 mL ke dalam tabung reaksi
NaCl
Ditambahkan 2 mL ke dalam tabung reaksi
SrCl
Ditambahkan 2 mL ke dalam tabung reaksi
Kawat nikrom
Dipanaskan pada bagian biru nyala bunsen
Dipanaskan terus sampai tidak ada lagi warna yang
timbul pada nyala
Dicelupkan ke dalam tabung reaksi berisi larutan
barium
Dipanaskan ujung kawat pada nyala
Dicatat hasil pengamatan
Dibersihkan kawat dengan larutan HCl pekat

Diulangi uji nyala untuk larutan yang mengandung


kalsium, litium, kalium, natrium, dan stronsium.
Hasil pengamatan

b. Reaksi-Reaksi Unsur Alkali dan Alkali Tanah


Larutan (NH)
CO

Ditambahkan ke dalam setiap tabung


Ditulis EDP jika terbentuk endapan
Ditulis TR jika tidak ada reaksi
Larutan Br , Larutan Ca, Larutan Li, Larutan K, Larutan
Na, Larutan Sr

Dimasukkan di dalam masing-masing tabung reaksi


Ditambah 1 mL larutan (NH) PO di dalam setiap tabung
Dicatat hasil pengamatan
Dibersihkan tabung
Ditambahkan 1 mL larutan (NH) SO ke dalam setiap
tabung
Dicatat hasil pengamatan
Hasil
Pengamatan

c. Reaksi-Reaksi Halida
NaCl, NaBr,
NaI

Dimasukkan ke dalam masing-masing tabung


Ditambahkan 1 mL CCl, 1 mL air Klorin, 5 tetes HNO
encer pada masing-masing tabung
Dikocok setiap tabung
Diamati warna lapisan CCl di bagian bawah
Hasil
Pengamatan

d. Analisis Larutan Anu


Larutan Anu X

Dilakukan uji nyala dan dicatat pengamatan


Dimasukkan 1 mL didalam masing-masing tiga tabung
reaksi
Ditambahkan 1 mL (NH) CO di dalam tabung
pertama, 1 mL (NH) PO, dan 1 mL (NH) SO di
Larutan Anu Y

dalam tabung ketiga

Dimasukkan 1 mL di dalam tabung reaksi


Ditambahkan 1 mL CCl, 1 mL air klorin, dan setetes
HNO

Dikocok tabung reaksi dan dicatat warna


lapisan CCl
Hasil
Pengamatan

IV. Hasil dan Pembahasan


4.1. Data Pengamatan
a. Uji Nyala Unsur Alkali dan Alkali Tanah
No
1
2
3
4
5
6

Zat
CaCl
BaCl
SrCl
KCl
NaCl
LiCl

Warna Nyala
Merah Nyala
Merah Nyala
Merah
Merah Gelap
Merah
Merah

b. Reaksi- Reaksi Unsur Alkali dan Alkali Tanah


No
1
2
3
4
5
6
No
1
2
3
4
5
6

Zat
CaCl
BaCl
SrCl
KCl
NaCl
LiCl
Zat
CaCl
BaCl
SrCl
KCl
NaCl
LiCl

Pereaksi

EDP

(NH) CO

Pereaksi

(NH) PO

TR

EDP

TR

No
1
2
3
4
5
6

Zat
CaCl
BaCl
SrCl
KCl
NaCl
LiCl

c.
No
.
1
2

Pereaksi

EDP

TR

(NH) SO

Reaksi-Reaksi Halida
Zat

Warna

Warna ditambah

NaCl
NaBr

ditambah CCl
Putih
Putih

air klorin
Putih
Putih

Warna ditambah HNO


pekat (6M)
Putih
- Dibawah tabung
warna Jingga
Kekuningan
- Diatas tabung Kuning

NaI

Putih

Kuning

Pekat
- Dibawah tabung
warna Ungu
- Diatas tabunng warna
Merah Kecoklatan

d. Analisis Larutan Anu

No
1
2
3

Larutan
X1
X2
X3

Pereaksi
(NH) CO

Hasil Reaksi
Terdapat gelembung

(NH) PO

Warna putih (tetap)


Tidak bereaksi

(NH) SO

Warna putih (tetap)


Tidak bereaksi
Warna putih (tetap)

Larutan
Y

Pereaksi
CCl + Air Klorin +

Hasil Reaksi
Dibawah tabung bergelembung

HSO

Warna kuning (endapan nitrat)

4.2. Pembahasan
4.2.1. Uji Nyala Alkali dan Alkali Tanah

Dalam percobaan ini, praktikan melaksanakan bagian A yaitu uji nyala


setiap sampel yang dimasukkan ke masing-masing tabung reaksi. Sampel tersebut
adalah CaCl2, BaCl2, SrCl2, KCl, NaCl, dan LiCl. Masing-masing sampel ini
ditetes uji nyala sesuai dengan prosedur kerja bagian A. Dari hasil percobaan
diperoleh hasil warna sampel yang berbeda, yaitu :
CaCl2

Merah nyala

BaCl2

Merah nyala

SrCl2

Merah

KCl

Merah gelap

NaCl

Merah

LiCl

Merah

Hasil tersebut bisa dikatakan gagal karena warna yang seharusnya yang sesuai
dengan literatur, yaitu :
CaCl2

Orange-jingga

BaCl2

Kuning

SrCl2

Ungu

KCl

Kuning-jingga

NaCl

Ungu

LiCl

Merah

Percobaan uji nyala dilakukan menggunakan sampel larutan garam dari unsur
alkali dan alkali tanah, unsur alkali yaitu LiCl, NaCl, dan KCl sedangkan unsur
alkali tanah ialah CaCl2, BaCl2, dan SrCl2. Beberapa sampel tersebut tidak sesuai
dengan yang ada di literatur, sampel tersebut berasal dari unsur alkali tanah, yaitu:
CaCl2 dan BaCl2.

4.2.2. Reasksi-reaksi Unsur Alkali dan Alkali Tanah


Pada pengamatan bagian B dengan menggunakan sampel dari bagian
pertama dicampurkan dengan (NH4)2CO3 yang hasil yang didapat perubahan dari
setiap sampel yang dicampurkan adalah dengan adanya endapan dan adanya
sampel yang tidak bereaksi.
1. CaCl2

adanya endapan

Reaksi : CaCl2 + (NH4)CO3


2. BaCl2

adanya endapan

Reaksi : BaCl2 + (NH4)2CO3


3. SrCl2

CaCO3 + 2NH4Cl

BaCO3 + 2NH4Cl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


4. KCl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


5. NaCl

adanya endapan

Reaksi : NaCl + (NH4)2CO3


6. LiCl

NaCO3 + (NH4)2Cl

adanya endapan

Reaksi : LiCl + (NH4)2CO3

LiCO3 + (NH4)2Cl

Percobaan berikutnya :
Sampel Ca, Ba, Sr, K, Na, Li dimasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi,
setiap sampel ditambahkan (NH4)3PO4 0,5 M , hasilnya :

1. CaCl2

adanya endapan

Reaksi : CaCl2 + (NH4)PO4


2. BaCl2

CaPO4 + 3NH4Cl

adanya endapan

Reaksi : BaCl2 + (NH4)3PO4


3. SrCl2

BaPO4 + 3NH4Cl

adanya endapan

Reaksi : SrCl2 + (NH4)3PO4


4. KCl

SrPO4 + 3NH4Cl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


5. NaCl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


6. LiCl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


Pada percobaan B bagian I , CaCl2, BaCl2, NaCl, dan LiCl mengalami endapan
saat dicampur dengan (NH4)2CO3 yang berarti senyawa tersebut termasuk logam
alkali tanah.

Pada percobaan B bagian II senyawa yang mengalami endapan adalah logam


alkali tanah. Begitupun dengan percobaan B bagian II, yaitu :
1. CaCl2

tidak adanya endapan

Tidak terjadi reaksi


2. BaCl2

adanya endapan

Reaksi : BaCl2 + (NH4)3PO4


3. SrCl2

adanya endapan

BaPO4 + 3NH4Cl

Reaksi : SrCl2 + (NH4)3PO4


4. KCl

SrPO4 + 3NH4Cl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


5. NaCl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi


6. LiCl

tidak ada endapan

Tidak terjadi reaksi

4.2.3. Analisis Larutan Anu


a. Zat X
X + (NH) CO
Tidak terbentuk endapan , warna putih (tetap)
X + (NH) PO
Tidak terbentuk endapan , warna putih (tetap)
X + (NH) SO
Tidak terbentuk endapan , warna putih (tetap)
Sesuai percobaan B bagian I, II, dan III, NaCl tidak mengalami reaksi
ketika dicampurkan dengan (NH) CO, (NH) PO, dan (NH) SO.
b. Zat Y
Zat Y + CCl + HNO
Tidak berwarna
Warna Lapisan Endapan (CCl)
Kuning
Senyawa yang terdapat dalam Zat Y adalah NaBr karena hal ini sesuai
dengan percobaan C yang telah dilakukan.

V. Kesimpulan dan Saran


5.1. Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan, bahwa :
1. Dalam satu golongan, warna yang dihasilkan dari golongan IA dan IIA
berbeda. Golongan IA dapat diketahui apabila dicampur pereaksi yang
telah ditentukan tidak terjadi reaksi. Sedangkan golongan IIA terjadi
endapan.

2. Mengetahui warna-warna yang dihasilkan saat uji nyala pada golongan IA


dan IIA.
3. Saat sampel-sampel dari halida dicampurkan dengan air klorin dan diuji
nyala dengan bunsen menghasilkan warna-warna tertentu.
4. Pada zat X setelah dilakukan uji nyala diketahui mengandung unsur alkali
sedangkan zat Y mengandung unsur alkali dan halida.

5.2. Saran
Saran dari praktikum ini adalah :
Situasi dan kondisi saat praktikum kurang kondusif.
Pipet tetes yang ujungnya pecah diharapkan diganti dan diperbanyak.
Gelas ukur yang kurang agar ditambah untuk praktikum selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Cotton. 1989. Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga.
IKAPI, Anggota. 2004. Bank Soal Kimia. Bandung : IMA.
Keenan. 1980. Kimia untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
Petrucci, Ralph. 1985. Kimia Dasar. Jakarta : Mediatama.
Sukardi. 1989. Kimia Dasar 1. Jakarta : Erlangga.
Sukardjo. 1985. Kimia Fisika. Yogyakarta : Bina Aksara.

Sutresna, Nana. 2006. Cerdas Belajar Kimia. Jakarta : Mediatama.

LAMPIRAN
A.

Pertanyaan Pra Praktek

1. Tuliskan unsur-unsur yang termasuk golongan IA (alkali) dan golongan IIA (alkali
tanah) !
Jawab :
Golongan IA : H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr
Golongan IIA : Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra

2. Selesaikan persamaan reaksi berikut !


Jawab :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
3.

CaCl2 + (NH4)2CO3
CaCO3 + 2NH4Cl
BaCl2 + (NH4)2CO3
BaCO3 + 2NH4Cl
NaCl + (NH4)2CO3
NaCO3 + (NH4)2Cl
NaCl + Cl
NaCl2
NaBr + Cl2
NaCl2 + Br
NaI + Cl2
NaCl2 + I
Apakah fungsi penambahan CCl4 dalam percobaan C !
Jawab :
Agar terjadi pengendapan. Untuk Mengidentifikasi unsur halogen dalam suatu
senyawa halida. CCl merupakan senyawa non polar dimana unsure halogen
mudah larut didalamnya.

B.

Pertanyaan Pascapraktek
1. Apakah reaksi nyala saja dapat digunakan untuk mengidentifikasi unsur ?
Jelaskan jawaban Anda !
Jawab :
Tidak, bukan hanya reaksi nyala saja untuk mengidentifikasi unsur tetapi juga
dapat ditambahkan reagen-reagen tertentu.
2. Mengapa reaksi air klorin dengan NaCl, NaBr, dan NaI memberikan hasil yang
berbeda ?
Jawab :
Karena perbedaan tingkat kereaktifannya yaitu dari Cl ke I makin reaktif,
walaupun dalam satu golongan tetapi kereaktifannya dan energi ionisasinya
berbeda.
3. Mengapa unsur golongan IA memberikan hasil yang berbeda dengan golongan
IIA pada percobaan B1, 2, dan 3 !
Jawab :
Karena tingkat kereaktifan antara alkali dan alkali tanah berbeda. Alkali lebih
reaktif daripada alkali tanah sehingga pada percobaan B1, 2, dan 3 tidak terdapat
endapan sedangkan unsur alkali tanah terbentuk endapan.

Anda mungkin juga menyukai