Anda di halaman 1dari 10

PROTOZOA DARAH

(Plasmodium vivax)
A. Tanggal Praktikum : 30 September 2014
B. Tujuan Praktikum :
Mengenal morfologi plasmodium vivax dalam berbagai stadium (stadium
tropozoit muda/ stadium cincin, stadium sskizon muda, skizon tua, stadium
gametosit jantan, dan gametosit betina).
C. Prinsip

Presipitasi hitam yang terbentuk dari penambahan larutan


metilen

biru

dan

eosin

yang

dilarutkan

di

dalam

metanol.

Pewarnaan giemsa digunakan untuk membedakan inti sel dan


morfologi sitoplasma dari sel darah merah, sel darah putih,
trombosit dan parasit yang ada di dalam darah. Pewarnaan giemsa
adalah teknik pewarnaan yang paling bagus digunakan untuk
identifikasi parasit yang ada di dalam darah.

D. Dasar Teori
:
Plasmodium vivax adalah protozoa parasit yang pathogen yang sering
dan didistribusikan secara luas sebagian besar menyebabkan malaria.
Plasmodium vivax merupakan salah satu dari enam jenis parasit malaria yang
sering menginfeksi manusia.
Plasmodium Vivax termasuk ke dalam anggota filum Sporozoa yang
tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh terbentuk bulat atau bulat
panjang.
Taksonomi :
Domain
: Eukaryota
Kingdom
: Chromalveolata
Superphylum : Alveolata
Phylum
: Apicomplexa
Class
: Aconoidasida
Ordo
: Haemosporida
Family
: Plasmodiidae
Genus
: Plasmodium
Morfologi
Eritrosit yang terinfeksi oleh parasit ini mengalami pembesaran dan
pucat karena kekurangan haemoglobin.
o Tropozoit muda tampak sebagai cincin dengan inti pada satu sisi.

o Tropozoid tua tampak sebagai cincin amuboid akibat penebalan


sitoplasma yang tidak merata
o Dalam waktu 36 jam parasit akan mengisi lebih dari setengah sel
eritrosit yang membesar.
o Proses selanjutnya inti sel parasit akan mengalami pembelahan dan
menjadi bentuk schizont yang berisi merozoit berjumlah antara 16
18 buah.
o Gametosit mengisi hampir seluruh eritrosit.
o Mikrogametosit berinti besar dalam pewarnaan Giemsa akan
berwarna merah muda sedangkan sitoplasma berwarna biru.
o Makrogametosit berinti padat berwarna merah letaknya biasanya di
pinggir.
Reproduksi
Plasmodium vivax dapat mereproduksi baik secara aseksual dan
seksual
tergantung pada tahap siklus hidupnya.
Secara Aseksual :

Tanaman belum trofozoit (Ring atau cincin meterai-berbentuk),

sekitar 1 / 3 dari diameter dari sel darah merah.


trofozoit dewasa: Sangat tidak teratur dan halus (digambarkan sebagai
amoeboid); pseudopodial banyak proses terlihat. Kehadiran butiran
halus pigmen coklat (pigmen malaria) atau hematin mungkin berasal

dari hemoglobin dari sel darah merah yang terinfeksi.


Schizonts (juga disebut meronts): Sebagai besar sebagai sel darah
merah yang normal, sehingga sel terparasit menjadi buncit dan lebih
besar dari biasanya. Ada merozoit sekitar enam belas.
Secara Seksual :

Tahap seksual Plasmodium vivax sebagai berikut :


1. Transfer ke nyamuk
2. Gametogenesis Mikrogamet dan Makrogamet
3. Pembuahan
4. Ookinite
5. Oocyst
6. Sporogony

Siklus Hidup
Siklus hidup Plasmodiun Vivax

a. Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia


kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.
b. Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama 3 hari.
c. Sporozoit membelah menjadi 8 32 merozoit, keluar dari hati
kemudian menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru.
Akibatnya sel hati banyak yang rusak.
d. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah
dalam jumlah banyak.
e. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah
dalam jumlah banyak.
f. Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap
darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit
akan ikut terhisap dan masuk ke dalam usus nyamuk. Di dalam
usus nyamuk makrogametosit danmikrogametosit berkembang
menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya
dinamakan gametogonia atau gametogenesis. Fertilisasi terjadi di
dalam usus sehingga terbentuklah zigot (ookinet).
g. Zigot (ookinet) selanjutnya akan menembus dinding usus dan
untuk sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut
nyamuk (ookista)
h. Di dalam ookista, zigot akan membelah berulang kali sehingga
terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.

i. Jika ookista telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit


tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam
j.

kelenjar ludah.
Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu

nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.


k. Plasmodium pada manusia : aseksual (Fase gametofit dan
vegetatif)
l. Plasmodium pada nyamuk : seksual (Fase sporofit dan generatif )
Hospes dan Nama Penyakit
Manusia merupakan hospes perantara parasit ini , sedangkan hospes
definitifnya adalah nyamuk Anopheles betina.
Plasmodium vivax menyebabkan penyakit malaria vivaks, dapat juga
disebut malaria tersiana.
Patologi dan Gejala Klinis
Serangan pertama dimulai dengan sindrom prodromal: sakit kepala,
sakit punggung, mual dan malaise umum. Demam tidak teratur pada 2-4
hari pertama ,tetapi kemudian menjadi intermiten dengan perbedaan
yang nyata pada pagi dan sore hari, suhu meninggi dan kemudian turun
menjadi normal. Malaria vivax penting bukan karena angka kematiannya
tetapi karena kelemahan penderita yang disebabkan oleh relapsnya.
Limpa pada serangan pertama mulai membesar, dengan konsistensi
lembek dan mulai teraba pada minggu kedua. Pada malaria menahun
menjadi sangat besar ,keras dan kenyal. Pada permulaan serangan
pertama , jumlah parasit Plasmodium vivax kecil dalam peredaran darah
tepi, tetapi bila demam tersian telah berlangsung, jumlahnya bertambah
besar. Kirakira satu minggu setelah serangan pertama , stadium
gametosit tampak dalam darah.
Epidemiologi
pesies ini terdapat di daerah subtropik, dapat juga ditemukan di
daerah dingin (Rusia), di daerah tropic Afrika, terutama di Afrika Barat.
Di Indonesia spesies tersebut tersebar di seluruh kepulauan dan pada
umumnya di daerah endemic mempunyai frekuensi tertinggi diantara
spesies yang lain.
Diagnosa Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa pasti penyakit


malaria adalah dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis untuk
menemukan parasit Plasmodium dalam sediaan darah. Sediaan darah
tipis akan memberikan gambaran bentuk parasit yang lebih baik dan
sempurna morfologinya, namun perlu ketelitian dan kesabaran dalam
melakukan

pemeriksaan.

Sedangkan

sediaan

darah

tebal

akan

mempercepat proses identifikasi Plasmodiun walaupun morfologi parasit


tidak sebaik bila dibuat sediaan apus.
Tes serologi untuk malaria bisa dilakukan dengan IHA ( Indirect
Hemaglutination Test ) dan ELISA ( Enzym Linked Immuno Sobent
Assay ).
I.

Pencegahan perkembangan Plasmodium sp :


1. Pencegahan perusakan hutan agar habitat nyanuk Anopheles sp.
tidak rusak, karena bila rusak, maka nyamuk penghisap hewan
(zoophilik) akan berubah menjadi nyamuk pemakan manusia
(anthropofilik).
2. Pemakaian bubuk Abate pada air untuk membunuh jentik-jentik
nyamuk.
3. Meningkatkan level sanitasi agar jentik-jentik nyamuk dapat
berkurang
4. Pada daerah pedalaman biasanya akan dibiakkan jentik nyamuk
pemakan Plasmodium sp. & pemindahan hewan-hewan ternak ke
daerah pedalaman agar nyamuk Anopheles sp. menggigit hewan
tersebut.(Plasmodium sp. tidak berbahaya bagi hewan).
5. Penyemperotan secara berkala.

E. Alat dan Bahan


:
- Mikroskop
- Preparat awetan
- Oil Imersi
F. Cara Kerja
:
1. Alat dan bahan yang digunakan disediakan
2. Preparat awetan di tetesi oleh oil imersi
3. Diamati di mikroskop dengan pembesaran 100x.

G. Hasil Pengamatan

plasmodium vivax tropozoit

Ket. gambar

Ciri khas
1. Sitoplasma tidak teratur
(amuboid).
2. Eritrosit terinfeksi
membelah inti menjadi
besar dan tidak teratur

bentuknya.

Ket. gambar

plasmodium vivax skizon

Ciri khas
1. Merozoit telah memenuhi
eritrosit
2. Terdiri dari 12-18 merozoit
3. Inti sudah membelah
4. Eritrosit yang terinfeksi
membesar

Ket. gambar

plasmodium vivax makrogametosit


Ciri khas
1. Bentuk lonjong atau bulat
mengisi hampir semua eritrosit
2. Plasma biru, inti kecil, padat,
biasanya letaknya ekstrensik,
pigmen melebar

Ket. gambar

plasmodium vivax mikrogametosit


Ciri khas
1. Bentuk bulat lebih kecil dari
makro
2. Plasma lebih pucat
3. Inti besar pucat
4. Pigmen tersebar

H. Bahan Diskusi
:
1. Sebutkan bahan pemeriksaan yang digunakan untuk pemeriksaan
penyakit malaria
Jawaban :
Darah darah apus tips dan darah apus tebal
2. Jelaskan gejala klinik penyakit malaria tertiana yang disebabkan oleh
p.vivax
Jawaban :
Penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga
3. Jelaskan beberapa cara penularan penyakit malaria
Jawaban :
a. Penularan secara alamiah (natural infection)
Penularan ini terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles
b. Penularan yang tidak alamiah
- malaria bawaan (congetinal)
- secara mekanik
- secara oral (melalui mulut)
4. Jelaskan 2 alasan plasmodium dimasukan kedalam kelas sporozoa
Jawaban :
a. Karena tidak mempunyai alat gerak khusus seperti halnya
protozoa kelas yang lain
b. Karena bersel satu (berukuran mikroskopis)
5. Dalam daur hidupnya :
a. Plasmodium memerlukan berapa hospes ?
Jawaban : dua
b. Sebutkan hospes yang diperlukan oleh parasit malaria ?
Jawaban : hospes prantara dan hospes vektor

c. Pada masing-masing hospes terjadi reproduksi apa?


Jawaban :
hospes perantara aseksual
hospes vektor seksual

I. Pembahasan :
Pemeriksaan bentuk Plasmodium memerlukan ketelitian karena
bentuknya yang hampir mirip .Selain itu, sampel preparat juga lumayan
sulit digambar karena kecilnya gambar hasil yang dapat dilihat dari
mikroskop.
Pada preparat plasmodium vivax tropozoit : Sitoplasma tidak
teratur (amuboid), eritrosit terinfeksi membelah inti menjadi

besar dan tidak teratur bentuknya.


Pada preparat plasmodium vivax skizon : Merozoit telah
memenuhi eritrosit, terdiri dari 12-18 merozoit, inti sudah

membelah, eritrosit yang terinfeksi membesar.


Pada preparat plasmodium vivax makrogametosit : Bentuk
lonjong atau bulat mengisi hampir semua eritrosit, plasma biru,

inti kecil, padat, biasanya letaknya ekstrensik, pigmen melebar.


Pada preparat plasmodium vivax mikrogametosit : Bentuk bulat
lebih kecil dari makro, plasma lebih pucat, inti besar pucat,
pigmen tersebar.

J. Kesimpulan :
Pada praktikum kali ini mahasiswa dapat melihat morfologi, mampu
mebedakan perbandingan morfologi serta dapat mengindentifikasi dalam
berbagai stadium pada Plasmodium vivax.

Daftar Pustaka
Depkes.1991.Parasitologi Medik.Jilid 1. Jakarta: Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan
Departemen Kesehatan RI.
Madigan MT, Martinko JM, Brock TD. 2009. Brock Biology of Microorganisms Twelfth
Edition. hlm. 403-404.New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Gandahusada, T. dkk. 1997.Parasitologi Kedokteran. Jakarta:Fak. Kedokteran UI.