Anda di halaman 1dari 44

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Kerja Praktek


Kerja Praktek merupakan salah satu program pembelajaran dan
pelatihan dalam bentuk satu mata kuliah yang diwajibkan bagi mahasiswa
tingkat akhir sebelum mahasiswa tersebut menyelesaikan program
pendidikan S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Dalam kerja praktek, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan
wawasan, pengalaman dan pengetahuan terhadap materi pembelajaran
yang diperoleh selama perkuliahan. Kerja Praktek ini secara teoritis
bertujuan untuk membandingkan teori teori dalam perkuliahan dengan
praktek nyata di lapangan. Secara praktis bertujuan untuk melihat bentuk
peralatan dan mengetahui pekerjaan yang sebenarnya dari sistem
kelistrikan di lapangan dan sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan
program pendidikan S1.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) merupakan suatu
perusahaan yang bergerak di bidang peleburan aluminium dan memiliki
pembangkit listrik tersendiri. Daya listrik untuk peleburan aluminium di
Kuala Tanjung berasal dari pembangkit listrik tenaga air yang ada di
Paritohan. Dalam proses peleburan aluminium diperlukan daya listrik yang
kontinu, baik dan memiliki sistim yang handal.
PLTA Siguragura dan Tangga memiliki kapasitas yang cukup besar
yaitu sekitar 513 MW pada beban puncak yang disalurkan kepada
peleburan alumunium dan didukung dengan fasilitas pendukung seperti
gardu induk pada kedua pembangkit.
Melihat keadaan yang demikian maka kami selaku mahasiswa
yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik elektro arus kuat
1

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


ingin melaksanakan kerja praktek di PT Indonesia Asahan Alumunium ini.
Diawali dengan proses pengajuan izin yang kami laksanakan dengan pihak
universitas dan pihak perusahaan, maka kami secara resmi disetujui untuk
mengadakan kerja praktek di PT Indonesia Asahan Alumunium. Materi
pokok yang kami dalami adalah bidang sistem peralatan tegangan tinggi,
sistem pembangkitan dan transmisi daya listrik secara umum.
1.2

Tujuan Kerja Praktek


Adapun tujuan dari Kerja Praktek ini adalah :

1.2.1

Untuk Mahasiswa
a. Secara teoritis bertujuan untuk membandingkan teori teori dalam
perkuliahan dengan praktek nyata di lapangan.
b. Secara praktis bertujuan untuk melihat bentuk sebenarnya dari
peralatan peralatan dan sistem kelistrikan yang ada.
c. Secara

akademis

bertujuan

sebagai

salah

satu

syarat

untuk

menyelesaikan program S1.


d. Menambah keterampilan dan mendapatkan pengalaman bekerja secara
langsung di PT Indonesia Asahan Aluminium
e. Melatih diri untuk bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab
terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan selama Kerja Praktek.
f. Mahasiswa dapat memiliki sikap yang kreatif dan berinisiatif untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari perkuliahan
dan Kerja Praktek

1.2.2

Untuk Perusahaan
2

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


a. Hasil

Kerja

Praktek

mahasiswa

dapat

digunakan

untuk

menggambarkan teknologi sistem ketenagalistrikan yang ada pada


perusahaan dari sudut pandang akademis dan membandingkannya
dengan perkembangan pada saat ini.
b. Menjalin kerja sama yang baik dengan dunia akademis, khususnya
Universitas Sriwijaya.
1.3

Ruang Lingkup Kerja Praktek


Ruang lingkup kerja praktek antara lain meliputi :
a. Kerja Praktek harus dilakukan oleh setiap mahasiswa yang telah
memenuhi persyaratan.
b. Kerja Praktek dilakukan pada perusahaan atau lembaga dalam hal ini
adalah PT Indonesia Asahan Aluminium.
c. Kerja Praktek harus bersifat :
-

Latihan Bekerja dengan disiplin dan bertanggung jawab

Mengajukan usul usul perbaikan seperlunya dari sistem kerja


atau proses yang ada.

d. Membuat Laporan Kerja Praktek yang harus dilegalisir oleh


perusahaan atau lembaga yang bersangkutan
1.4

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek


Pelaksanaan Kerja Praktek ini dimulai sejak tanggal 26 Mei 2014 sampai
dengan 20 Juni 2014 bertempat di PT INDONESIA ASAHAN
ALUMINIUM (Persero) POWER PLANT dengan alamat Paritohan,
Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera
Utara, Indonesia.

1.5

Metodologi Kerja Praktek


3

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Dalam rangka melaksanakan Kerja Praktek, dilakukan kegiatan yang
meliputi:
1.5.1

Tahap Persiapan
Tahap persiapan adalah tahap dimana kami mempersiapkan hal hal yang
diperlukan seperti pengenalan perusahaan, membuat permohonan Kerja
Praktek, konsultasi pada jurusan dan membuat proposal Kerja Praktek.

1.5.2

Studi Literatur
Mempelajari buku buku yang berhubungan dengan maslah yang akan
dipelajari di lapangan.

1.5.3

Survey
Pada tahap ini diadakan peninjauan langsung ke lapangan yang
berhubungan dengan tugas / kegiatan Kerja Praktek dan menyusunnya
dalam bentuk laporan.

1.5.4

Diskusi
Melakukan diskusi dengan pembimbing / mentor / petugas / operator di
lapangan serta sesama mahasiswa yang sedang Kerja Praktek dan OJT
( On The Job Training ) di PT Indonesia Asahan Alumunium.

1.6

Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang penulisan, tujuan, waktu dan
tempat, ruang lingkup, manfaat, metode yang digunakan dalam

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


pelaksanaan dan penulisan, serta sistematika penulisan laporan Kerja
Praktek
BAB IITINJAUAN UMUM PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM
Bab ini membicarakan tentang sejarah berdirinya PT Indonesia Asahan
Aluminium, lokasi perusahaan dan struktur organisasi perusahaan.
BAB III

SISTEM BENDUNGAN DAN TURBIN PADA PEMBANGKIT

PT INALUM
Bab ini membahas tentang sistem pembangkitan listrik PT Inalum,
mencakup konstruksi dam, lokasi dam dan sistem dan sistem penyaluran
daya.
BAB IV

SISTEM PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK PT INALUM

Bab ini membahas penjelasan umum generator, main transformator, switch


yard, sistem transmisi daya listrik.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil Kerja
Praktek dan saran saran yang diajukan penulis.

BAB II
TINJAUAN UMUM
PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM
5

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


2.1

Sejarah Berdirinya PT. INALUM


Usaha untuk mendayagunakan Sungai Asahan satu satunya sungai yang

mengalir dari Danau Toba dan bermuara ke Selat Malaka, sudah dilakukan
berulang ulang sejak era pendudukan Hindia Belanda. Kemudian dilanjutkan
pada masa pendudukan Jepang dan menjadi kenyataan setelah Indonesia Merdeka.
Studi kelayakan paling awal dilakukan pada tahun 1919 oleh pemerintah
Hindia Belanda dan pada tahun 1939 Maatschappij Tot Exploitatie Van de
Waterkracht in the Asahan Rivier (MEWA) mulai merintis pembangunan PLTA
( Pembangkit Listrik Tenaga Air ) Siguragura. Tetapi pecahnya Perang Dunia II
membuyarkan rencana tersebut. Selanjutnya pada tahun 1962, Pemerintah
Indonesia dan Rusia menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengadakan
studi kelayakan pembangunan Proyek Asahan. Tetapi, kondisi politik serta
ekonomi yang tidak menguntungkan pada tahun 1965 juga telah menggagalkan
usaha ini.
Nippon Koei, perusahaan konsultan Jepang pada tahun 1968 menyerahkan
laporan kelayakan tentang Proyek aluminium Asahan yang kemudian disusul
dengan laporan mengenai Powewr Development Project Tahun 1970 dilakukan
penandatanganan perjanjian antara Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga
Listrik dan Nippon dan penyelidikan secara rinci Proyek PLTA 2 dari
pengembangan pembangunan Asahan dan laporan akhirnya diserahkan tahun
1972. Laporan tersebut menyatakan bahwa PLTA layak untuk dibangun dengan
sebuah peleburan Aluminium sebagai pemakai utama dari listrik yang
dihasilkannya.
Pada tanggal 7 juli 1975 di Tokyo, setelah melalui perundingan
perundingan yang panjang dan dengan bantuan ekonomi dari pemerintahan
Jepang untuk proyek ini, Pemerintahan Republik Indonesia dan 12 perusahaan
Penanam Modal Jepang menandatangani Perjanjian Induk untuk PLTA dan Pabrik
Peleburan Aluminium Asahan yang kemudian dikenal dengan sebutan Proyek

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Asahan. Kedua belas Perusahaan Penanam Modal Jepang tersebut adalah
SUMITOMO CHEMICAL COMPANY Ltd, SUMITOMO SHOJIKAISHA Ltd,
NIPPOM LIGHT METALCOMPANY Ltd, C. ITOH & CO., Ltd, NISSHO IWAI
CO.,Ltd, NICHIMEN CO., Ltd., SHOWA DENKO K.K., MARUBENI
CORPORATION,

MITSHUBISHI

CHEMICAL

INDUSTRIES

Ltd,

MITSHUBISHI CORPORATION, MITSUI ALUMINIUM CO., Ltd., MITSUI &


CO., Ltd.
Selanjutnya, untuk penyertaan modal pada perusahaan yang akan didirikan
di Jakarta keduabelas Perusahaan Penanam Modal tersebut bersama Pemerintah
Jepang membentuk sebuah perusahaan dengan nama Nippon Asaha Aluminium
Co., Ltd (NAA) yang berkedudukan di Tokyo pada tanggal 25 november 1975.
Pada tanggal 06 Januari 1976, PT. Indonesia Asahan Aluminium
(INALUM), sebuah perusahaan patungan antara pemerintahan Indonesia dan
Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd didirikan di Jakarta. INALUM adalah
perusahaan yang membangun dan mengoperasikan proyek Asahan, sesuai dengan
perjanjian induk. Perbandingan saham antara pemerintah Indonesia dan Nippon
Asahan Aluminium Co., Ltd. Pada waktu perusahaan didirikan adalah 10 %
dengan 90%. Pada 29 September 1979 perbandingan tersebut berubah menjadi 25
% dengan 75% dan sejak tanggal 24 juni 1987 menjadi 41,13% dengan 58,87 %
dan sekarang mencapai 41,12% dengan 59,88% dan akhirnya telah mencapai
100% kepemilikan Indonesia sejak oktober 2014.
Untuk melaksanakan ketentuan dalam Perjanjian Induk, Pemerintah
Indonesia kemudian mengeluarkan SK Presiden No. 5 tahun 1976 yang melandasi
terbentuknya Otorita Pengembangan Proyek Asahan sebagai wakil Pemerintah
yang bertanggung jawab atas lancarnya pengembanagan Proyek Asahan.
INALUM dapat dicatat sebagai pelopor dan perusahaan pertama di
Indonesia yang bergerak dalam industri peleburan aluminium dengan investasi
sebesar 411 Miliar Yen.

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

2.2

Struktur Organisasi
Bagan Struktur Organisasi PT Inalum secara umum

Struktur organisasi PT. Inalum Power Plant terdiri dari tiga departement,
yaitu Power Administrasi Departement (PAD), Power Operational Departement
( POD ) dan Power Maintenance Departement ( PMD ).
Power Operational Departement ( POD ) dan Power Maintenance
Departement ( PMD ) dibagi menjadi beberapa seksi, yaitu sebagai berikut :

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


1.

Power Operational Departement (POD)


Power Operational Departement (POD) memiliki 2 seksi yaitu :
a. Power Technical Development and Engineering (PTE)
Seksi ini menangani perencanaan operasi turbin dan generator listrik
dengan menganalisis pengembangan sistemnya. Seksi ini bertugas
sebagai perencana dalam hal hal teknis.
b. Power Operational (POP)
Seksi ini menangani pengoperasian bendungan air (DAM), mesin
mesin turbin, generator di pembangkit listrik perusahaan.

2.

Power Maintenance Departement (PMD)


Power Maintenance Departement (PMD) membawahi 2 seksi yaitu sebagai
berikut:
a. Power Maintenance (PMN)
Seksi ini melaksanakan program dan pekerjaan pemeliharaan terhadap
peralatan pembangkit listrik ( Main and Auxilary Machine ), sistem
SCADA

(Supervisory

Control

and

Acquisition)

dan

sistem

telekomunikasi milik PT. INALUM Power Plant.


b. Power Civil Transmission (PCT)
Seksi ini terdiri dari atas dua sub seksi yaitu :

Power Civil Transmission Civil Work (PCT-CW) yang bertugas

menangani pekerjaan

konstruksi dan pemeliharaan gedung,

bendungan, jalan, dan pemeliharaan sepanjang jalur sungai Asahan.


Power Civil Transmission Transmission Line (PCT TL) yang
berfungsi menangani pemeliharaan jaringan tegangan tinggi transmisi
9

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


listrik dari pembangkit hingga ke pabrik peleburan dan pemeliharaan
jalur distribusi tegangan rendah seluruh lokasi kerja.
Selain kedua Departemen diatas ada beberapa divisi di Kuala
Tanjung yang memiliki PT. INALUM Power Plant antara lain:
1. INALUM General Affairs and Human Resource (IGH)
Divisi ini memiliki dua departemen yang berada di PT.
INALUM Power Plant yaitu Power Administration (PAD) dan
INALUM Public Relation (IPR) serta subseksi klinik (SOH).
(PAD) terbagi atas dua seksi yaitu :
a. Power Administration Section (PAS)
Seksi ini bertugas antara lain:
Merekrut dan memberhentikan karyawan
Mengatur segala sesuatu yang menyangkut segala hak
dan

kewajiban

karyawan,

termasuk

fasilitas

dan

kesejahteraan karyawan
Bertanggung jawab atas pendidikan dan pelatihan
karyawan
Penyediaan fasilitas kantor
Bidang atau hal hal umum seperti kesekretariatan ,
transportasi, bantuan bantuan dan publikasi.
b. Power Security Section (PSC)
Seksi ini bertugas menangani masalah keamanan di sekitar
pembangkit dan di sekitar areal perumahan karyawan.
2. INALUM Business Division (IBS)
10

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Divisi ini memiliki satu departemen bisnis (Business
Departement,SBS) yang berada di PT. INALUM Power Plant
dan hanya memiliki satu seksi saja yaitu seksi Procurement
Section (PPM) yang secara umum bertugas untuk memenuhi
pembelian dan pengadaan material dan jasa di perusahaan.
3. INALUM Planning and Finance (IPF)
Divisi ini membawahi seksi Power Budgeting dan Finance
(PBF). Seksi ini erat hubungannya dengan permasalahan
keuangan dan anggaran dalam perusahaan, serta berfungsi
sebagai pembukuuan atas kas masuk dan kas keluar di
INALUM Power Plant.
Departement hubungan masyarakat (INALUM Public
Relation, IPR) memiliki satu seksi di PT INALUM Power Plant
yaitu Power Public Relation (PPR) yang bertugas sebagai
jendela bagi PT INALUM Power Plant dalam hubungannya
dengan masyarakat dan pemerintah.
Sub seksi klinik (Paritohan Clinic) merupakan satu sub
seksi sebagai perpanjangan tangan dari seksi Hospital (Smelter
Occupational and Hospital, SOH). Sub seksi ini bertugas
menangani masalah kesehatan karyawan dan para keluarganya.

BAB III
SISTEM BENDUNGAN DAN TURBIN PADA PEMBANGKIT
PT INALUM
3.1 PLTA
PLTA INALUM merupakan suatu pembangkit energi listrik yang
memanfaatkan aliran air danau Toba melalui sungai Asahan, aliran air
11

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


dibendung sedemikian rupa kemudian air bendungan dibelokkan melalui
terowongan bawah tanah menuju turbin generator. Prinsip nya adalah
mengubah energi dari energi potensial dari DAM (bendungan) atau dari
ketinggian tertentu menjadi energi mekanik dengan bantuan turbin air dan
dari energi mekanik menjadi energi listrik.

Gambar 3.1 Water sistem Pembangkitan PT INALUM

Ditinjau dari cara membendung air PLTA dapat dibagi menjadi dua kategori:
a. PLTA run off river
b. PLTA dengan kolam tendo (reservoir)

PLTA run off river, air sungai dialihkan dengan menggunakan Dam yang
dibendung membendung aliran sungai. Aliran sungai ini kemudian disalurkan ke
bangunan air PLTA. PLTA dengan kolam tendo (reservoir) air sungai dibendung

12

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


dengan bendungan besar agar terjadi penimbunan air sehingga terjadi kolam
tendo, selanjutnya air tersebut dialirkan ke bangunan air PLTA.
Dengan adanya penimbunan air terlebih dahulu di kolam tendo, maka pada
musim hujan dimana debit air sungai besar melebihi kapasitas penyaluran air
yang diinginkan, air dapat ditampung dalam kolam tendo. Pada musim kemarau
dimana debit air kecil dari pada kapasitas penyaluran air bangunan PLTA,
kekurangan air ini dapat diatasi dengan mengambil air di kolam tendo tersebut.
Inilah kuntungan menggunakan kolam tendo pada PLTA, hal ini tidak dapat
dilakukan pada PLTA run off river, pada PLTA run off river biaya pembangunan
lebih murah dari pada PLTA kolam tendo. Karna kolam tendo memerlukan
bendungan yang besar, jika ada sungai yang mengalir keluar dari danau maka
dapat dibangun PLTA dengan menggunakan danau tersebut sebagai kolam tendo.
Contoh dalam hal ini adalah PLTA ASAHAN yang menggunakan danau toba
sebagai kolam tendo.
3.2 Bendungan
Bendungan merupaka suatu bangunan yang sangat penting dalam
membangun sebuah PLTA. Semakin tinggi suatu bendungan maka eneergi yang
dihasilkan semakin besar yang secara matematis dapat ditulis:
Ep

m . g. h

Ep

Energi (joule)

M =

Massa benda (Kg)

H = Tinggi relatif terhadap permukaan (Meter)


Kemudian daya yang dihasilkan dapat dihitung dengan rumus:

P = 9,81 . Q . h

13

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

PLTA INALUM membendung sungai asahan yang merupakan satu


satunya sungai tempat keluar air Danau Toba. PT INALUM memiliki 3 buah
bendungan yaitu bendungan Pengatur (Regulaiting Dam), bendungan Siguragura
dan bendungan Tangga. Dimana tipe bendungan yang digunakan untuk Regulating
Dam dan Siguragura Dam adalah bentuk grafitasi, sedangkan bendungan tangga
menggunakan bendungan tipe busur yang pertama di Indonesia.
Bendungan juga dapat dikatakan berfungsi sebagai menampung air dalam
jumlah besar Untuk menciptakan tinggi jatuh air agar tenaga yang dihasilkan juga
besar. Selain itu juga bendungan berfungsi untuk pengendalian banjir.
3.2.1 Bendungan Pengatur (Regulating Dam)
Bendungan

ini terletak di desa siruar 14,6 km mulut danau Toba.

Bendungan ini dibangun dengan tipe grafitasi dengan tinggi 39 meter dan panjang
71 meter, seperti terlihat pada gambar 3.2.
High water level

= 905,0 Meter

Low Water Level

= 902,4 Meter

Base

= 897,0 Meter

Flood Water Level

= 905,5 Meter

14

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

Gambar 3.2 Regulating DAM

3.2.2 Bendungan Penadah Air Siguragura


Bendungan ini terletak di Simorea, 9 Km dari bendungan pengatur.
Bendungan ini berfungsi sebagai sumber air yang stabil unutk stasiun pembangkit
listrik Siguragura. Bendungan ini dibangun dengan tipe beton grafity dengan
tinggi 46 meter dan panjang 173 meter. Seperti gambar 3.3.
High water level

= 735,4 Meter

Low Water Level

= 732,6 Meter

Base

= 726 Meter

15

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

Gambar 3.3 Bendungan Siguragura

3.2.3 Bendungan Tangga


Bendungan ini terletak di Tangga 4 Km dari stasiun pembagkit Siguragura.
Bendungan ini berfungsi unutk memanfaatkankembali air dari stasiun pembangkit
Siguragura dan menyuplai air ke stasiun Tangga. Seperti gambar 3.4.
High water level

= 506 Meter

Low Water Level

= 502 Meter

Base

= 498 Meter

16

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

Gambar 3.4 Bendungan Tangga

3.3 Fasilitas Pendukung Bendungan


a. Saluran Curah Air Banjir (Flood Chlute)
Saluran ini dibangun pada bendungan guna untuk mengalirkan air berlebih
pada saat banjir. Bendungan ini harus dibangun sedemikian rupa sehingga debit
air yang berlebih yang fatal dapat disalurkan dengan baik. Hal ini dapat dibut
apabila diketahui keadaan air masuk maksimum ke bendungan tersebut, baik
melalui anak anak sungai maupun melalui hujan. Demikian pula juga halnya
dengan bendungan PLTA Asahan. Saluran limpah ini dibangun setelah mengetahui
air masuk danau Toba dan anak anak sungai Asahan. Hal ini dapat diketahui
melalui penelitian penelitian yang cukup lama sebelum pembangunan PLTA.
b. Pintu Air
Pintu merupakan pelengkap pada suatu bendungan dibagi dalam beberapa pintu,
antara lain :
1. Blok Tahan (Flash Board)
17

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


2. Pintu air gesek tegak
3. Pintu air stoncy
4. Pintu air tummer
5. Pintu air gerigi
Pintu air yang digunakan pada PLTA Asahan adalah pintu geser tegak dan
pintu geser silendrik. Pintu air geser tegak dipakai apabila tekanan air relatif kecil.
Badan pintu naik-turun sepanjang alur pintu (guide gate). Pintu air limpah
silindrik atau roller gate dipasang pada bendungan untuk mengalirkan air pasang.
Roda atau roller dipasang pada badan pintu untuk mengurangi gaya gesekan pada
alur pintu. Pintu jenis ini sangat cocok untuk sungai yang besar atau bila pintu
cukup sering dibuka dan ditutup.
c.

Terowongan Saluran Atas (Head Race Tunnel)


Head Race Tunnel adalah saluran air dari bendungan pengambilan air

menuju tangki peredam dari bendungan pengambilan air menuju tangki peredam
(surge tank). Data data dari Head race Tunnel pada PLTA Asahan adalah :
Head Race Tunnel

: PLTA Siguragura

: PLTA tangga

Jumlah jalur

:1

:1

Panjang
d.

: 983 m

: 1618 m

Tanki Peredam (Surge Tank)


Dari Head Race Tunnel air diteruskan ke surge tank sebelum diteruskan ke

pipa pesat atau (penstock). Surge Tank ini berfungsi untuk membuang gelembung
gelembung udara dari air, sekaligus menenangkan air sebelum masuk ke pipa
pesat. Hal ini unutk menghindari kavitasi dan water hammer pada sudu sudu
turbin.
e.

Pipa Pesat (Penstock)


18

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Penstock adalah pipa tekan yang digunakan untuk mengalirkan air dari
tanki air (Head Tunnel) atau langsung dari bangunan pengembalian ke turbin.
Fungsi penstock didesain untuk menahan tekanan pukulan air (Water Hammer).
Di Siguragura dan Tangga Penstock dipasang di bawah tanah dengan jenis pipa
baja dibungkus dengan beton. Masing masing 2 (dua) jalur, tiap jalur dibagi 2
(dua) sehingga tiap tiap turbin dilayani oleh 1 (satu) saluran.
Data data Penstock sebagai berikut :
Penstock

Siguragura

Tangga

Tipe

: Terowongan Vertikal : Terowongan Miring

Jumlah Jalur

: 2-4 jalur

: 2-4 jalur

Panjang

: 261 m

: 481 m & 465 m

Diameter

: 4,0 & 2,4 m

: 4,3 & 2,6 m

f. Sistem Pengaturan Air ( Water System )


Sesuai dengan perjanjian PT inalum dengan pemerintah indonesia
mengenai batas kegiatan PLTA Asahan adalah ketinggian danau Toba antara 902,4
905,0 m dari permukaan laut. Hal ini adalah untuk menjaga operasi jangka
panjang PLTA itu sendiri.
3.4 Turbin
Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah didapat.
Pemanfaatan energi air banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau
turbin air. Sejak awal abad 18 kincir air banyak dimanfaatkan sebagai penggerak
penggilingan gandum, memasuki abad 19 turbin air mulai banyak dikembangkan.
Turbin air mengubah energi potensial menjadi energi mekanik, kemudian
energi mekanik tersebut diubah oelh generator menjadi energi listrik. Pada
generator, turbin inilah yang digunakan sebagai penggerak mula (prime over).
19

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Putaran turbin akan memutar rotor pada generator turbin dibedakan menjadi dua
kelompok yaitu : turbin impuls dan turbin reaksi. Turbin impuls terdiri atas turbin
pelton, turbin turgo, turbin cross-flow, turbin multi jet pelton, sedangkan turbin
reaksi terdiri atas turbin francis, turbin propeller dan turbin kaplan. Pada PT
Inalum turbin yang digunakan adalah tipe francis, dengan efisiensi hampir 95%.
3.5 Bagian Bagian Turbin
a. Runner
Runner adalah bagian dari turbin yang memutar shaft pada generator
sehingga bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam
pembangkitan. Hal yang tidak boleh terjadi pada bagian ini adalah proses kavitasi,
dimana proses ini dapat menyebabkan adanya gelembung gelembung udara
pada sisi runner yang dapat mengakibatkan terjadinya proses korosi pada runner
dan membuat runner tidak dapat bekerja secara maksimal sehingga kemampuan
mengubah energi potensial menjadi berkurang. Oleh sebab itu pada runner dibuat
dengan permukaan yang rata dan licin. Adapun runner sendiri terbuat dari baja
tuang.
b. Rumah keong (Spiral Case)
Rumah keong terbuat dari lapisan dengan kualitas tinggi, dibagi menjadi 4
bagian, karena ukuran yang besar dan juga karena proses pengangkutan tekanan
maksimum pada rumah keong adalah 37,2 kg/cm.

c. Stay Ring
Bagian ini terbuat dari plat baja berkualitas tinggi dan berfungsi untuk
menahan beban berat dari bagian yang berputar. Stay Ring dirancang untuk
menahan tekanan pada spiral case pada tekanan 32,7 kg/cm.
d. Bantalan Turbin
20

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Fungsi dari bantalan turbin adalah supaya tidak terjadi gesekan langsung
antara bagian yang berputar dan bagian yang diam juga menjaga agar tidak terjadi
adanya vibrasi pada turbin shaft. Pada bantalan ini diberi minyak oli supaya
mengurangi gaya gesekan yang selalu dihindari. Ada tiga bantalan turbin yaitu
upper bearing, lower bearing dan turbine guide bearing. Prinsip yang digunakan
adalah dengan prinsip tekanan minyak.
e. Katup Pintu Masuk (Inlet Valve)
Dalam keadaan beroperasi katup pintu masuk dalam keadaan terbuka.
Namun jika adanya pemeliharaan pada generator maka katup akan ditutup. Inilah
pintu utama air masuk ke dalam sistem turbin. Sistem penutupan ini juga masing
masing berkooordinasi dengan governoor. Pengoperasian dari katup pintu masuk
dibuat berdasarkan tekanan oli yang digerakkan oleh motor yang juga
berkoordinasi dengan governoor.
f.Turbin Shaft
Bagian ini terbuat dari campuran karbon dan tembaga yang ditempatkan
pada pinggiran roda generator, turbin shaft memiliki diameter 620 mm yang dapat
beroperasi dengan aman pada kecepatan maksimum 580 rpm tanpa menghasilkan
vibrasi dan distorsi.
g.Sudu sudu Turbin (Stay Vane)
Fungsi dari sudu turbin adalah untuk mengatur kecepatan turbin. Sudu ini
mengatur dengan cara memperbesar atau memperkecil antara posisi sudu itu
sendiri sehingga jumlah air yang masuk pun dapat diatur. Peralatan ini bekerja
sama dengan governoor dimana sistem operasinya sudah otomatis. Jika terjadi
penambahan beban yang cukup besar amak governoor akan memrintahkan pada
sudu sudu agar membuka lebih besar sehingga masukan air lebih besar pula dan
kecepatan dapat dijaga pada putaran 333 rpm.

21

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

BAB IV
SISTEM PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK
PT. INALUM
IV.1.Generator
IV.1.1 Umum

22

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Listrik merupakan suatu energi yang sangat berperan besar dalam
kehidupan. Untuk menghasilkan energi, dalam hal ini adalah energi listrik PT.
INALUM menggunakan pembangkit listrik tenaga air, dimana PT. INALUM
memiliki 4 generator di Siguragura dengan merek TOSHIBA dan 4 generator di
Tangga dengan merek MITSHUBISHI electric. Adapun spesifikasi generator pada
PT. INALUM adalah :
GENERATOR SIGURAGURA
Tipe

: Konvensial

Kapasitas

: 79,4 MVA

Jumlah Kutub : 18
Frekuensi

: 4167 A

Tegangan

: 10,5 KV

Faktor Daya

: 0,9 lagging

GENERATOR TANGGA
Unit No.1
Manufacture
Unit electrical output
(kW)
Output Capacity
(kVA)
Phasa
Frequency (Hz)
Rated Voltage (kV)
Rated Current (A)
Power Factor
Rated Speed (rpm)
Exitation Voltage (V)
Pole
Rating Insulation
Class

Remarks

Unit No.2

Unit No.3

Unit No.4

Mitsubishi

Mitsubishi

Mitsubishi

Mitsubishi

79,200

79,200

79,200

79,200

88,000
3
50
11
4619
0.9 (Lagging)
333
180
18 Pole

88,000
3
50
11
4619
0.9 (Lagging)
333
180
18 Pole

88,000
3
50
11
4619
0.9 (Lagging)
333
180
18 Pole

88,000
3
50
11
4619
0.9 (Lagging)
333
180
18 Pole

Upgrading

Upgrading

Upgrading

Upgrading

IV.1.2 Prinsip Kerja Generator

23

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Generator adalah suatu mesin listrik yang berfungsi mengubah energi
mekanik menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan pada PT Inalum
adalah generator sinkron. Disebut sinkron atau berputar dengan kecepatan yang
sama dengan kecepatan medan putar.
Secara teori prinsip kerja suatu generator adalah :
1. Memenuhi hukum lenz yaitu Arus yang diberikan pada penghantar
rotor akan menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat
melawan putaran rotor dan seterusnya melawan putaran rotor.
2. GGL yang dihasilkan akan menghasilkan arus jangkar.

Gbr 4.1. Generator di Power Station Tangga


Pada proses penghasilan listrik mula-mula arus DC dialirkan ke kumparan
rotor, yang bertujuan untuk menghasilkan medan magnet di sekitar rotor. Rotor
dari generator akan diputar oleh prime over (dalam hal ini adalah air) guna
menghasilkan medan magnet putar di dalam mesin.
Sebagaimana kita ketahui pada stator suatu generator juga terdapat
kumparan/belitan. Sehingga medan magnet putar dapat menyebabkan medan
magnet yang melingkupi kumparan stator bertambah secara kontinu. Perubahan

24

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


medan magnet secara kontinu dapat menginduksikan tegangan pada kumparan
stator.
IV.1.3 Sistem Eksitasi Pada Generator
Sistem eksitasi pada PLTA termasuk eksitasi statis dan menggunakan
thyristor. Kelebihan sistem eksitasi ini adalah :
1.

Mempunyai respon yang cepat seiring kemampuan governor turbin.

2.

Memiliki batas arus eksitasi yang tinggi

3.

Sumber arus eksitasi diambil langsung dari generator.


Adapun fungsi eksitasi pada generator adalah :

1. Menimbulkan tegangan stator pada waktu yang sangat singkat menuju


sinkronisasi.
2. Menstabilkan suplay daya listrik MW dan MVAR ke sistem.
3. Menjaga tegangan generator tetap berada pada batasan tegangan nominal
yang diizinkan (5%tegangan nominal yang diizikan).
IV.1.4 Bagian bagian Generator
a. Rangka Stator
Rangka stator dibuat dari elemen-elemen baja yang kuat pada
pondasi rumah pembangkit. Pasangan tersebut bertujuan untuk menjaga
kondisi agar tidak bergeser jika terjadi getaran/gangguan.
b. Inti Stator
Inti stator terbuat dari pelat-pelat baja yang disusun secara
berlapis-lapis dengan ketebalan lebih kurang dari 0,35 mm kedua sisi pelat
tersebut diisolasi dengan vermis tahan panas dan diikat kuat pada rangka
stator. Tujuan dari pelat baja berlapis-lapis adalah untuk mengurangi rugi25

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


rugi histerisis akibat panas dan arus eddy. Pada sekeliling ini stator bagian
dalamnya

dilengkapi

dengan

alur

sebagai

tempat

kedudukan

hantaran/belitan stator.
c. Kumparan Stator
Kumparan stator dipasang dalam gabungan batang dan disusun
pada slot terbuka dengan dua sisi kumparan terletak pada alur slot.
d. Rotor
Rotor tersusun atas lempengan pelat baja dengan ketebalan pejal kurang
lebih 3,2 6,0 mm. Penyusunannya dilakukan secara berlapis-lapis seperti
halnya dengan lempengan stator, yang juga bertujuan untuk mengurangi rugi-rugi
inti akibat arus eddy. Lingkaran rotor merupakan bentuk yang diatur sedemikian
rupa sehingga dari setiap satu per satu membentuk sebuah jaringan yang
berkeliling. Inti rotor dilengkapi dengan kutub masing-masing dilekatkan
kumparan medan. Laporan kumparan disebut dengan isolasi kelas F yang tahan
terhadap panas tinggi.

f. Pendingin Generator
Sistem pendingin untuk generator menggunakan air cooler dengan cara
sirkulasi udara yaitu menghembuskan udara panas dari dalam generator
akan keluar dan menjadi dingin udara tersebut di dalam ruangan generator.
Alat untuk mendinginkan udara tersebut adalah air cooler yang mirip seperti
radiator dan memiliki saluran pipa untuk air masuk (inlet). Sumber air dingin ini
dipompakan oleh Main Water Supply Pump berkapasitas 90 KW, 1500 rpm, 380
V, dan 3 fasa. Outlet dari air cooler adalah pipa yang membawa air panas menuju
ke sumpit untuk kemudian dibuang ke saluran bawah (tail race).
26

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Pada masing-masing alat pendingin tersebut juga dilengkapi termometer
pada inlet dan outletnya yang berfungsi untuk mengetahui perbedaan temperatur
dari air yang masuk dan keluar.
IV.2 Rem (Brake) dan Pengangkat (Jack)
Untuk sistem pengereman pada generator dilengkapi dengan rem hidrolik
yang beroperasi berdasarkan tekanan udara. Brake pada generator digunakan
untuk mengerem bagian yang berputar pada generator, dalam hal ini rotor dan
turbin pada 20% kecepatan nominal atau putaran 66 rpm.
Pada setiap unit generator dilengkapi dengan 6 sepatu rem yang mana
beroperasi berdasarkan tekanan udara. Sepatu rem digunakan untuk mengerem
cincin dari bangian yang terendah dari rotor. Sepatu rem ini dirancang dalam
kapasitas yang cukup untuk menghentikan dan mengangkat bagian yang berputar
dari generator dan turbin, supaya thrust bearing dapat digerakkan atau diatur atau
yang disebut hydraulik pump, minyak yang bertekanan untuk operasi pengankatan
dikerjakan oleh portable type operational pump. Operasi pengangkatan harus
dilakukan sebelum generator di start yaitu setelah lebih dari satu minggu selesai
dikerjakan.
IV 3. Penyearah Thyristor
Generator sinkron arus searah dijalankan dengan cara membangkitka
medan magnet pada kumparan medan. Sistem penguat generator digunakan untuk
membangkitkan dan mengontrol supaya arus medan yang mengalir diusahakan
selalu konstan untuk beberapa perubahan keadaan. Nilai yang diharapkan adalah
sebesar 10,5 kV dengan cara memberikan supply tegangan searah pada kumparan
medan sebesar 110 V dan arus medan yang bervariasi untuk memperahatikan
output generator 10,5.

Untuk membangkitkan digunakan penyearah tyristor

dimana arus searah didapat dari eksitasi transformator yang mengubah tegangan
generator dari 11 kV menjadi 580 V.
IV 4. Proteksi Generator
27

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Peralatan proteksi pada generator dilengkapi dengan surge absorber yang
terdiri dari lightning arrester dan condensornya

yang dihubungkan secara

parallel. Surge absorber berguna untuk mengamankan gangguan surja lebih dari
transmisi karena isolasi yang digunakan adalah kelas B, kapasitas dari surge
absorber adalah 14 kV dengan kapasitas 0,3 F.
Adapun proteksi yang digunakan pada generator adalah :
- Differensial Relay
- Over Current Relay
- Ground Over Current Relay
- Kegagalan eksitasi atau medan
- Speed Relay
IV.5. Mengoperasikan Generator
Pengoperasian awal generator

harus melalui beberapa langkah, langkah-

langkah tersebut adalah:


1. Melalui intake dam air dialirkan ke turbin, inlet valve dibuka sebagai
jalannya air ke turbin.
2. Pengoperasian tidak dilakukan secara serempak keempat generator,
generator 1 diputar oleh turbin 1, sampai putaran mencapai 333 rpm dan
diberi tegangan eksitasi sebesar 110 V DC.
3. Setelah tegangan keluaran generator 1 mencapai 10,5 KV, tegangan
tersebut dinaikkan menjadi 275 KV oleh Main Transformer 1 .
4. Tegangan 275 KV keluaran transformator dihubungkan ke Gardu Induk
(Switchyard), Kemudian tegangan dari Generator 2, Generator 3,
Generator 4 dihubungkan di Gardu Induk.
Penggabungan tegangan keluaran dari keempat Generator harus dilakukan
satu persatu, dan keempat generator tersebut harus diparalelkan satu dengan yang
lainnya. Syarat-syarat memaparlelkan generator adalah sebagai berikut:
1. Tegangan harus sama antara G1, G2, G3, G4
2. Frekuensi Generator yang diparalelkan harus sama
28

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


3. Urutan fasa harus sama
4. Karakteristik Generator harus sama
Sistem yang memparalelkan semua generator ini secara otomatis diatur oleh
synchronizer.
PT Inalum mempunyai empat generator di PLTA Sigura-gura dan empat
generator di PLTA Tangga. Setelah keempat generator di PLTA Sigura-gura
diparalelkan di gardu induk Sigura-gura , Energi listrik ini dihubungkan langsung
ke Gardu Induk Tangga dengan jalur transmisi 275 KV dan selanjutnya
ditransmisikan ke Gardu Substation di Kuala Tanjung.
IV.6. Main Transformator
Transformator berfungsi untuk mengubah daya listrik dari suatu besaran
(tegangan atau arus) ke besaran tersebut, menjadi lebih tinggi atau menjadi lebih
rendah dengan daya yang sama. Prinsip suatu transformator menggunakan prinsip
induktansi bersama. Besaran suatu transformator bergantung pada jumlah
lilitannya.

Gambar 4.2 Main Transformator Sigura-gura Power Station


29

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Transformator terdiri dari dua kumparan yaitu kumparan primer dan
kumparan sekunder. Untuk konstruksi
dipergunakan

untuk

yang lebih sempurna misalnya yang

transformator-transformator

daya,

bagian-bagiannya

dilengkapi dengan beberapa peralatan lainnya seperti bushing, minyak trafo, alatalat pengaman dan lain-lain.
Untuk beberapa tipe dari transformator intinya terdiri dari lempenganlempengan baja yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu
batangan besi yang membuat celah-celah udara yang sangat kecil antara
lempengan yang satu dengan yang lainnya dan diberi isolasi lapisan mikha yang
tahan panas. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memperkecil rugi-rugi daya.
Pembagian transformator berdasarkan penggunaannya:
1. Dilihat dari tegangannya, transformator terbagi dua:
a. Transformator Step up
b. Transformator Step down
2. Transformator untuk keperluan pengukuran terbagi dua:
a. Transformator Arus
b. Transformator Tegangan
3. Transformator untuk penyaluran tenaga listrik terbagi dua:
a. Transformator Distribusi
b. Tansformator Daya
Kerja transformator berdasarkan induksi elektromagnetik menghendaki
adanya gandengan magnet antara rangkaian primer dan sekunder . Gandengan
magnet ini berupa inti besi tempat melakukan fluks bersama.
Pada main tranformator yang digunakan PT Inalum adalah trafo step-up.
Trafo ini digunakan untuk mengubah tegangan yang keluar dari generator 11 kV
menjadi 275 kV. Trafo yang digunakan di Sigura-gura terletak 200 m di bawah
tanah, sedangkan di Tangga ditempatkan di luar gedung. Transformator di
Sigura-gura menggunakan pendingin air, sedangkan Transformator di Tangga

30

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


menggunakan pendingin udara. Transformator ini menaikkan tegangan menjadi
275 kV yang akan ditransmisikan sepanjang 120 km ke Kuala Tanjung.
IV.7 Tipe dan Rating Main Transformator
Transformator yang digunakan di Sigura-gura Power Station adalah tipe
belalai gajah dengan pendingin minyak yang didinginkan air, dipakai di ruangan
tertutup (bawah tanah). Sedangkan untuk Transformator untuk Power Station
Tangga minyak didinginkan oleh udara, Transformator ini terletak di luar ruangan.
Rating Main Transformer Sigura-gura Power Station sbb:
- Kapasitas

: 79.400 kVA

- Frekwensi

: 50 Hz

- Tegangan
Sisi tegangan tinggi

: 275 kV

Sisi tegangan rendah

: 10,5 kV

- Tap
sisi tegangan tinggi

: 287,5 kV, 281,25 kV, dan 275 kV

sisi tegangan rendah

:-

- Basic insulation level (untuk gelombang penuh)


sisi tegangan tinggi

: 1050 kV

sisi tegangan rendah

: 90 kV

sisi netral

:200 kV

Rating Main Transformer Tangga Power Station sbb:


- Kapasitas

: 88.000 kVA

- Frekwensi

: 50 Hz

- Tegangan
Sisi tegangan tinggi

: 275 kV

Sisi tegangan rendah

: 10,5 kV

- Tap
sisi tegangan tinggi

: 287,5 kV, 281,25 kV, dan 275 kV

31

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


sisi tegangan rendah

:-

- Basic insulation level (untuk gelombang penuh)


sisi tegangan tinggi

: 1050 kV

sisi tegangan rendah

: 90 kV

sisi netral

:200 kV

Gambar 4.3 Main Transformer Tangga Power Station


Transformator pada sisi tegangan rendah merupakan hubung delta () dan
disisi tegangan tinggi hubungan menjadi bintang (). Netral pada sisi tegangan
tinggi ditanahkan secara solid. Trafo-trafo utama dirancang untuk bekerja terus
menerus pada rated outputnya tanpa melewati temperature maksimum yaitu 55 C
pada lilitan dan intinya.
IV.8 Konstruksi Transformator
Inti Transformator utama menggunakan jenis shell form. Inti ini disusun
dengan lapisan baja berkualitas tinggi. Inti disusun secara horizontal dan terbuat
dari silicon yang dilapisi pelat baja. Inti disusun sedemikian rupa sehingga terletak
pada bagian bawah tank dan benar-benar diapit pada semua bagian keliling
dengan tekanan pada tiap sis piringan, untuk mengurangi tingkat gangguan dan
32

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


menghilangkan rugi-rugi selama operasi. Tiadak ada suatu ketentuan yang
mengatur tentang pendinginan pada inti transformator ini.
Belitan terdiri dari susunan yang sangat konsentris, yang terdiri dari
beberapa lapis. Lilitan konduktor dibelit secara rectangular dengan isolasi. Isolasi
yang dirancang pada main transformer ini dibuat bukan hanya melindungi pada
keadaan normal saja tetapi juga dirancang dengan pertimbangan khusus dengan
memperhatikan tegangan dan batas aman pada saat pemeliharaan. Jenis isolasi
yang digunakan merupakan jenis surge-proof constructon yang dapat melindungi
transformator dari tegangan impuls yang disebabkan oleh surja petir pada
transmisi listrik dan tegangan impuls saat terjadinya pertukaran (switching) oleh
peralatan seperti disconnecting switch, circuit breaker dan peralatan lainnya yang
menyebabkan adanya tegangan impuls. Rancangan umum dari trafo dan belitan
dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak ada pergerakan mekanik di dalam
transformator tersebut (yang mengakibatkan adanya hubung singkat di dalam
transformator).
Main Transformer adalah jenis trafo tiga fasa, dimana bagian tengah dan
bagian bawah terpisah sedangkan bagian atas tersambung secara elktrik. Tangki
semuanya ditutup, dan dilas dengan plat baja yang digunakan untukmenahan inti
yang dibatasi dengan isolasi minyak. Bentuk tangki adalah bentuk gajah, yang
dirancang mampu melindungi transformator dari debu. Tangki transformator dapat
menahan tekanan minyak sampai 4 kg/cm2.
Bushing adalah tempat pemisah/ keluaran arus dari badan trafo, bushing
biasanya terbuat dari bahan isolator. Bushing untuk terminal jaringan sisi 275 kV
adalah jenis oil condenser type. Sedangkan bushing untuk sis 11 kV menggunakan
oil filled porcelain type.
Sistem pendingin pada transformator menggunakan minyak yang
disirkulasikan melewati kipas pendingin yang terletak di bagian luar tangki trafo.
Pada transformator utama Sigura-gura Power Station, pendingin minyak trafo

33

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


menggunakan air, hal ini dipilih, karena transformator ini terletak di bawah tanah
sekitar 200 m ke dalam perut bumi. Sedangkan untuk PLTA Tangga main
transformernya memiliki system pendingin yang terdiri dari radiator, pompa
minyak, dan kipas angin atau secara sederhananya pendingin minyak trafo ini
meggunakan udara. Radiator dirancang bekerja pada tekanan minyak sebesar 2,0
kg/cm2. Pompa minyak terletak pada bagian bawah radiator sehingga dapat
mensirkulasikan minyak dari bawah ke atas. Pompa minyak dan cooling fans
secara otomatis bekerja sama ketika sudah mencapai 80% dari tegangan nominal.
Trafo utama ini dilengkapi dengan bucholz relay untuk mengetahui inernal
fault trafo yang mengidentifikasikan gas ke dalam minyak trafo yang dapat
mengurangi tahanan isolasi minyak trafo. Buchholz relay bekerja berdasarkan
tekanan minyak yang ada pada transformator. Tekanan minyak akan berubah jika
terjadi gangguan pada trafo. Gangguan tersebut mengakibatkan minyak naik dan
bertekanan yang membuat relay bekerja. Relay ini diletakkan pada bagian atas
trafo. Pada trasformator juga dilengkapi dengan system pemadam api yang
bekerja secara otomatis jika ditemukan indikasi akan terjadi kebakaran pada
transformator.
Transfomator juga memiliki tap changer dengan besaran pada sekunder
275 kV, 281,25 kV, dan 287,5 kV. Diamana saat ini PLTA milik PT Inalum ini
menggunakan tap 287,5 kV di masing-masing Power Station, baik di Sigura-gura
dan Di Tangga. Hal ini dilakukan karena PT Inalum sudah sepenuhnya menjadi
milik BUMN, bukan milik dua negara lagi yaitu Indonesia dan Jepang. Tap 287,5
kV ini dipilih untuk memenuhi pengiriman daya ke PLN di daerah SUMBAGUT.
IV.9 Switchyard (Gardu Induk)
Gardu Induk pada sistem tenaga listrik merupakan tempat pengaturan
pengiriman transmisi tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator. Gardu induk
terdiri dari bangunan yang merupakan ruang control tempat instalasi serta
banguna luar gedung yang berisi peralatan-peralatan tegangan tinggi. Tenaga

34

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


listrik yang dihasilkan oleh masing-masing generator disalurkan melalui trafo
utama untuk menaikkan tegangan dari 11 kV menjadi 275 kV dan dihubungkan
oleh kabel berkapasitas 275 kV ke bus yang terdapat di Gardu Induk. Gardu Induk
ini berfungsi juga sebagai gardu pengatur arus dan tegangan dan biasanya terletak
di alam terbuka.
Gardu Induk Sigura-gura mengirim energy listrik melalui transmisi ke
Gardu Induk (switchyard) Tangga dan kemudian diinterkoneksikan, lalu
dikirimkan ke pabrik peleburan aluminum di Kuala Tanjung. Swithcyard Siguragura dan Tangga memakai system double bus 275 kV. Sirkuit gardu induk ini
menggunakan sirkuit utama, dan pada sirkuit terdapat disconnecting switch yang
berfungsi sebagai pengatur tegangan yang keluar dari generator. Dimana dalam
switchyard Inalum Power Station ini keluaran dari generator ganjil yaitu generaor
1 dan generator 3 masuk ke bus A serta keluaran dari generator 2 dan 4 masuk ke
bus B pada switchyard yang diatur oleh Disconecting Switch.
Keuntungan penggunaan double bus pada Gardu Induk adalah:
1. Fleksibel, karena dalam operasinya dapat dipakai system dua bus atau satu
bus saja.
2. Salah satu bus dapat di off kan untuk perawatan, dimana saat perawatan
salah satu bus, energy listrik dapat disalurakan pada bus yang lain.
3. Sirkuit dapat dipindahkan secara langsung dari satu bus ke bus yang
lainnya

dengan

menggunakan

CB

Tie

(Tie

breaker).

Dalam keadaan normal kedua bus digunakan dan tie breaker dalam
keadaan tertutup.
Untuk keandalan system bus, maka proteksinya dibuat sangat selektif, sehingga
bila ada gangguan pada salah satu bus, maka penyaluran daya tidak terputus total.
Gardu induk dibagun diluar ruangan, gardu induk dirancang dengan
perhitungan yang tepat pada bagian isolasinya untuk menghindari korona, flash
dan partial discharge yang diakibatkan kerusakan isolator. Gardu Induk dibangun
dengan menggunakan batu-batu kerikil sebagai bagian bawah yang berfungsi
35

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


untuk mengurangi kelembaban udara sekitar dan pengaman terhadap arus induksi
yang ada disekitar gardu induk.
IV.10. Peralatan-Peralatan pada Gardu Induk
a. Circuit Breaker (Pemutus Daya)

Circuit Breaker merupakan pemutus daya pada gardu induk yang berfungsi
untuk memutuskan daya dari transformator ke bus di gardu induk saat circuit
sedang berbeban. Dalam pengoperasian CB (Circuit breaker), biasanya timbul
busur api saat CB sedang memutus atau menyambung daya. Oleh karena itu, di
dalam CB dilengkapi dengan pemutus busur api. Pemutus busur api dalam CB
bisa berupa semprotan gas bertekanan tinggi atau menggunakan ruang vakum.
Pada Gardu Induk milik PT Inalum, sebanyak 17 unit Circuit Breaker pemutus
daya 300 kV dipasang dari keluaran main transformator di masing-masing gardu
induk Tangga dan gardu induk Sigura-gura. Masing-masing Gardu induk Tangga
dan Sigura-gura menggunakan empat buah CB untuk pemutus system transmisi,
satu buah untuk tiap bus tie dan 12 unit untuk pemutus daya keluaran dari main
transformator. Setiap pemutus daya diisi dengan gas SF6, mempunyai tekanan yang
sangat tinggi, dan dioperasikan secara pneumatic dan pada bushingnya dilengkapi
dengan trafo arus. Sistem pemutus daya dioperasikan dengan menggunakan udara
bertekanan yang disuplai dari tempat air compressor yang terletak dibagian bawah
dari pemutus daya. Pemutus daya trip dengan tekanan udara dan kembali ditutup
dengan spring force.
Spesifikasi pemutus daya yang digunakan PT Inalum adalah sebagai berikut:
Rated tegangan

300 KV

frekuensi

50 Hz

Basic insulation impuls level

1.050 kV

Rated insulation current


Untuk transmisi

2.000 A

Untuk bus tie

2.000 A
36

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Untuk main transformator

1.200 A

Rated interrupting capacity

20 kA

Rated short time current

20 kA untuk dua detik

Rated Interrupting time

3 Cycle

Rated SF6 gas pressure

5 kg/cm2

Rated control voltage

110 V DC

Rated operating air pressure

15 kg/cm2

Circuit Breaker bias ditripkan dalam keadaan semua posisi dan dapat
secara normal ditutup dan dibuka untuk pengujian dan perbaikan.
b. Disconnechting Switch
Disconnecting swich digunakan untuk memutuskan daya pada saat tidak
bertegangan. Lain halnya dengan circuit breaker, disconnecting switch bekerja
memutuskan circuit pada saat semua system berhenti. Ada sebanyak 22 unit
Disconnecting switch (DS) 300 kV digunakan di masing-masing gardu induk
Sigura-gura dan Tangga, 12 diantaranya digunakan untuk system transmisi, 2
digunakan untuk bus tie sirkuit dan 8 digunakan untuk main transformator. Sistem
operasi DS dioperasikan secara pneumatic. Sistem operasi DS juga menggunakan
tekanan udara yang disuplai dari air compressor.
Spesifikasi Disconnecting Switch yang digunakan PT Inalum adalah:
Rated voltage

300 kV

Rated frequency

50 Hz

Basic insulation input level

1050 kV

- for transmission line circuit

2.000 A

- for bs tie circuit

2.000 A

- for transformator circuit

1.200 A

Rated short time current

20 kA untuk 2 detik

Rated control voltage

100 V DC

37

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Disconnecting Switch (DS) dapat dioperasikan secara local (langsung) ataupun di
remot jarak jauh dari Master

Control

Room (MCR). Operasi secara local

bertujuan untuk menutup atau membuka secara manual pada saat pengujian dan
pemeliharaan.
c. Trafo Arus
Setiap trafo arus dibuat pada bushing di circuit breaker. Tidak ada trafo
arus yang secara khusus atau tersendiri dalam gardu induk. Adapun rating dari
trafo arus adalah:
1. Rated Current Ratio
i.
ii.

iii.
iv.

Transmission Line Circuit USE (Siguragura Tangga Line)


For line protection
1200/800/400/1 A
For bus protection
2000/1 A
Transmission Line Circuit USE (Tangga-Kuala Tanjung Line)
For line protection
2000/1200/800/1
For bus protection
2000/1 A
For matering
2000/1 A
Bus TIE Circuit USE
For bus protection
2000/1 A
For matering
2000/1 A
Main Transformator
For bus protection
2000/1 A
For matering
1200/1 A
For transformator protective relaying
1200/1 A

2. Rated Burden
For line protection
100 VA
For bus protection
60 VA
For matering
25 VA
i.
Bus TIE
For bus protection
60 VA
For bus protection
25 VA
ii.
Main Transformator
For bus protection
60 VA
For bus metering
15 VA
For main transormator protective relaying
30 VA
iii.
Rated Over Current Strength
For each core
20 KA for two second

38

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


Perbandingan arus pada trafo ini digunakan untuk mengatur proteksi relay
yang digunakan pada saluran transmisi.pen-settingan ini dilakukan melihat pada
besar impedansi suatu saluran transmisi. Kesalahan sedikit dalam menyetting arus
relay dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal.
d. Lightening Arrester
peralatan ini berfungsi untuk membuang tegangan lebih yang diakibatkan
oleh surja petir. Ada dua jenis arrester yang sering digunakan, yaitu jenis ekspulsi
dan jenis katup. Tipe katup yang digunakan adalah jenis katup:
Rating dari lightening arrester
Rated voltage

266 KV

Nominal discharge current

10 KV

Power frekuensi

460 KV

Impuls

1050 KV

Power frekuensi starting voltage

> 366KV

Discharge voltage

< 851 KV

e. Capasitance Potencial Device


Peralatan ini dipasang pada tiap fasa bus 275 KV untuk mengubah
tegangan bus untuk mengubah tegangan bus untuk keperluan pengukuran dan
relay proteksi. Potencial device menggunakan minyak dan ddibuat di luar
ruangan.
Adapun rating dari peralatan ini adalah:
a. Rated primary voltage

275/ 3 KV

b. Rated secondary voltage

110/ 3KV

c. Rated burden

500 VA
39

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


d. Accuracy classification class 1.0 according to JECv 190-1977.
f. line Trap
peralatan ini dipasang pada fasa (fasa R dan S untuk saluran 1 dan pada
fasa S dan T untuk saluran 2) saluran transmisi 275 kV. Line Traps beerfungsi
sebagai filter untuk keperluan PLC (power line carrier). line traps terdiri dari coil
induktansi

(juga dilengkapi dengan lightening arrester) dan dirancang untuk

memisahkan frekuensi carrier dengan impedansi yang tinggi tetapi melewatkan


frekuensi daya dengan rugi yang kecil. Terbuat dari aluminium dan dihubungkan
secara langsung dengan saluran transmisi.
g. Copling Capasitor
Empat buah Copling Capasitor dipasang pada saluran transmisi (fasa R
pada saluran no.1 dan fasa T pada saluran no.2) yang berfungsi untuk sistem
komunikasi power line carrier
Rating Copling Capasitor adalah:
a.
b.
c.
d.

Rated voltage
Power frekwensi
Capacitance
Carrier frekwensi

275 KV
50 Hz
2.000 Pf
10-450 kHz

h. Sistem Grounding
system grounding pada gardu induk menggunak Grounding Mesh dan
knduktor yang digunakan pada Grounding adalah jenis baja dengan luas
penampang 50

, dan pada saa direncanakan besar tahanan ground 0.22 ohm.

Semua sistem grounding terhubung dari Siguragura maupun Tangga.

40

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab terakhir dari laporan kerja praktik ini, kami mengambil
kesimpulan dari semua informasi yang telah kami dapat selama melaksanakan
kegiatan kerja praktik di PT Inalum Power Plant. Serta beberapa saran yang
mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Kesimpulan.
1. PLTA Inalum adalah penyuplai daya utama bagi pabrik peleburan
aluminium di Kuala Tanjung sekaligus untuk kebutuhan daya di daerah
inalum Power Plant.
2. PLTA Inalum memiliki dua pusat pembangkitan, yakni di Sigura dan
Tangga.

41

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM


3. PLTA Inalum memiliki tiga bendungan, Siruar Dam sebagai regulating
dam, Sigura Dam serta Tangga Dam sebagai bendungan utama untuk
pembangkitan.
4. Kapasitas pembangkitan generator Sigura Power adalah 4 x 79,4 MVA,
dan kapasitas pembangkitan Tangga Power adalah 4 x 88 MWA. Dengan
putaran generator 333 rpm, arus eksitasi 550 A, dan 18 buah kutub serta
dengan tegangan keluaran 10,5 kV.
5. Distribusi Listrik PT Inalum menggunakan transmisi 275 KV dengan
jumlah tower 271 buah yang terdiri dari empat jenis tower dan double
line.

Saran.
a. Meskipun system kelistrikan PT. INALUM telah cukup baik, kami
sebagai pelaksana kerja peraktik menyarankan agar rugi-rugi daya
dalam sistem transmisi terus diminimalisir dengan melakukan study
b.

serta pemeliharaan peralatan.


Pengoperasian seluruh unit agar dikoreksi lebih lanjut

dan

menyiapkan satu unit untuk selalu stand-by agar memudahkan


perawatan atau pun sebagai cadangan jika salah satu unit down.
c. Agar melakukan peremajaan ataupun penggantian peralatan-peralan
operasi, agar efisiensi peralatan tetap terjaga mengingat banyak
peralatan yang sudah termasuk tua.

42

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

DAFTAR PUSTAKA
Marsudi,Djiteng. 2005.Pembangkit Energi Listrik,Erlangga:Jakarta.
Tim Penyusun Buku INALUM. 2001. Sejarah 25 Tahun PT. Inalum (19762001): Jakarta.
Tim Penyusun Buku INALUM.1984.PT. Inalum, Asahan Hidroelectric and
Aluminium Project Nippon Koei.Co.LTD : Tokyo.
Toshiba Corp.1980. Main Equipment: Tokyo.
Toshiba Corp.1980. Secondary Equipment: Tokyo

43

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PT INALUM

44