Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM PENINGKATAN MUTU

INSTALASI GAWAT DARURAT


RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO
I.

PENDAHULUAN

Peningkatan mutu pelayanan merupakan prioritas utama di semua Rumah Sakit.


Upaya tersebut dilaksanakan melalui pembangunan sarana, prasarana, pengadaan peralatan
dan ketenagaan serta perangkat lunak lainnya, sejalan dengan pembangunan rumah sakit pada
umumnya. Pada era seperti sekarang ini, peningkatan mutu pelayanan adalah isu strategis di
semua penyelenggara jasa dikarenakan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi masayarakat
saat ini yang semakin meningkat. Masyarakat saat ini cenderung menuntut pelayanan yang
lebih baik, profesional, dan lebih bermutu termasuk pula pelayanan kesehatan. Dengan
semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan tadi maka fungsi pelayanan
kesehatan termasuk pelayanan dalam rumah sakit secara bertahap perlu terus ditingkatkan
agar menjadi lebih efektif dan efisien serta memberi kepuasan terhadap pasien, keluarga
maupun masyarakat.
II.

LATAR BELAKANG

Instalasi gawat darurat merupakan unit integral dalam rumah sakit yang memiliki
peranan utama dalam memberikan pelayanan pasien gawat darurat. Pengalaman pasien
terhadap pelayanan yang diberikan di Instalasi Gawat Darurat tentunya akan menjadi
pengaruh yang besar terhadap persepsi umum terhadap pelayanan rumah sakit.
Data kunjungan pasien RSUD Saras Husada Purworejo tahun 2013 menunjukkan
bahwa 67,48% pasien rawat inap masuk melalui Instalasi Gawat Darurat. Dari data tersebut
dapat terlihat keberadaan Instalasi Gawat Darurat sebagai unit integral yang memegang
peranan penting dalam pelayanan rumah sakit pada umumnya. Oleh karena itu tentunya
upaya peningkatan mutu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat merupakan unsur penting dari
keseluruhan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
III.

TUJUAN

Tujuan Umum :
Instalasi Gawat Darurat dapat memberikan pelayanan kegawat daruratan secara optimal
sesuai dengan standar
Tujuan Khusus :
1. Menjamin penanganan gawat darurat dengan response time yang cepat dan
penanganan yang tepat
2. Tercapainya tingkat kepuasan pelanggan Instalasi Gawat Darurat

IV.

3. Terorganisirnya semua unsur di Instalasi Gawat Darurat secara terpadu dalam


memberikan pelayanan gawat darurat yang optimal, bermutu sesuai dengan
standar
4. Terlaksananya program peningkatan mutu pelayanan Instalasi Gawat Darurat
sebagai program yang terpadu dan berkesinambungan
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Memberikan pelayanan penanganan life saving yang optimal sesuai standar untuk
dewasa dan anak
Kegiatan ini terkait dengan fungsi utama Instalasi Gawat Darurat sebagai pemberi
pelayanan gawat darurat. Sebagai standar acuan kegiatan ini adalah prosedur
Bantuan Hidup Dasar dan Lanjut serta prosedur tetap kasus gawat darurat RSUD
Saras Husada Purworejo. Untuk melakukan monitoring dan evaluasi dari kegiatan
ini menggunakan data dari bagian rekam medik IGD yang tertuang dalam resume
pemeriksaan gawat darurat yang diisi oleh petugas medis dan paramedis IGD.
Frekuensi pengumpulan data dilakukan sebulan sekali untuk dianalisa per 3
bulan.
2. Program pendidikan dan keterampilan berkelanjutan bagi petugas medis dan
paramedis di Instalasi Gawat Darurat
Untuk dapat memberikan pelayanan gawat darurat yang optimal sesuai standar
tentunya semua petugas medis dan paramedis di IGD harus selalu terbekali
dengan pengetahuan dan keterampilan terkini terutama yang bersifat wajib seperti
ATLS dan ACLS untuk dokter atau PPGD, BCLS, APN untuk perawat dan bidan.
Team peningkatan mutu pelayanan IGD mendata sertifikat-sertifikat pelatihan
yang telah dimiliki oleh petugas medis dan paramedis IGD dan mengajukan
usulan pelatihan ke bagian diklat RS untuk petugas medis dan paramedis IGD
yang belum memiliki sertifikat standar pelayanan gawat darurat atau yang
sertifikatnya sudah berakhir masa berlakunya.
3. Mencapai waktu tanggap pelayanan di IGD 5 menit
Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal RS dari Kementrian Kesehatan RI
maka waktu tanggap pelayanan di IGD adalah 5 menit. Team peningkatan mutu
pelayanan IGD mengambil data response time dari bagian rekam medis IGD
(form resume pemeriksaan gawat darurat) dan dibuat dalam laporan bulanan yang
dianalisa per 3 bulan. Sample yang diambil setiap bulan minimal 50 pasien.
4. Mencapai tingkat kepuasan pelanggan sesuai Standar Pelayanan Minimal dari
Kemenkes RI yaitu 70%
Team peningkatan mutu pelayanan IGD membuat kusesioner kepuasan pelanggan
dan melakukan survey terhadap minimal 50 pasien setiap bulannya. Analisa
terhadap pencapaian kepuasan pelanggan dilakukan setiap 3 bulan sebagai bahan
evaluasi IGD bersama team mutu pelayanan rumah sakit untuk ditindaklanjuti.

V.

SASARAN
KEGIATAN
Pelayanan life saving pasien
dewasa dan anak-anak
Pendidikan
dan
keterampilan
berkelanjutan bagi petugas medis
dan paramedis IGD
Waktu tanggap pelayanan IGD
Kepuasan pelanggan IGD

VI.

100% petugas medis dan


paramedis IGD memiliki
sertifikat
kegawat
daruratan
5 menit
70%

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


N
O
1
2

VII.

SASARAN
100% tertangani

KEGIATAN
1

BULAN
6
7
8

10

11

12

Pengumpulan
data
Laporan bulanan
(setiap
akhir
bulan)
Evaluasi

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan program peningkatan mutu pelayanan IGD RSUD


Saras Husada Purworejo dilakukan oleh team peningkatan mutu pelayanan IGD RSUD Saras
Husada Purworejo setiap 6 bulan.
Laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan hasil-hasil analisa dari kegiatan yang telah
dilakukan dibuat oleh team peningkatan mutu pelayanan IGD dan diberikan kepada team
peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
VIII.

PENCATATAN, PELAPORAN dan EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dan dokumentasi kegiatan peningkatan mutu pelayanan IGD dilakukan


oleh team peningkatan mutu pelayanan IGD dalam bentuk data tertulis, cetak, dan digital.
Pelaporan program dibuat dalam bentuk laporan bulanan. Laporan bulanan ini akan
dianalisa oleh team peningkatan mutu pelayanan IGD setiap 3 bulan dan kemudian
dilaporkan ke team peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Team peningkatan mutu pelayanan IGD dan rumah sakit berkoordinasi dalam
menindaklanjuti hasil kegiatan peningkatan mutu termasuk dalam menentukan langkahlangkah berikutnya untuk meningkatkan pencapaian sasaran dari waktu ke waktu.