Anda di halaman 1dari 7

1.

Teori Behavioristik
Teori behavioristik mengatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku.
Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah
laku. Pandangan behavioristik mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus
dan keluaran atau output yang berupa respons. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus
dan respons dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati dan diukur. Yang
bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons. Penguatan (reinforcement) adalah
faktor penting dalam belajar. Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya
respons. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin
kuat. Demikian juga jika penguatan dikurangi (negative reinforcement) maka respons juga
akan menguat. Tokoh-tokoh penting teori behavioristik antara lain Thorndike, Watson, Skiner,
Hull dan Guthrie.
Aplikasi teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai
aktifitas mimetic yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang
sudah dipelajari. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian ke
keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satu
jawaban benar. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas
belajarnya.
Jadi menurut saya teori belajar model behavioristik lebih mengedepankan perubahan
tingkah laku pada siswa ( melalui pengalaman siswa itu sendiri ), dengan cara ( diantaranya )
seorang guru memberikan sesuatu atau yang sering kita sebut sebagai stimulus. Dan siswa
tersebut tentunya akan bertingkah laku sesuai respon yang diberikan kepadanya. Jika respon
yang diberikan baik, maka siswa juga akan berperilaku baik ataupun sebaliknya. Terus
bagaimana para ahli dapat mengetahui ini semua ?, karena sebelum model pembelajaran ini
diterapkan pada manusia, terlebih dahulu para ahli menerapkan pada hewan seperti kucing,
dan anjing ( sebagai bahan percobaan ).
Misalnya yang terjadi pada manusia, seorang siswa bernama Hanif pertama kali masuk
sekolah guru menerimanya dengan penuh senyuman dan pujian ( stimulus terkondisi ). Belum
dua minggu berlalu , Hanif minta diantarkan ke sekolah lebih pagi dan berkata pada ibunya
bahwa kelak ia akan menjadi guru jika sudah besar nanti. Jadi kata-kata saya akan menjadi
guru jika sudah besar nanti, merupakan respon tak terkondisi.

Dari kesemua pendapat ahli teori behavioristik pada prinsipnya sama yaitu respon yang
diberikan suatu obyek akan mempengaruhi perilaku obyek tersebut ( baik secara langsung atau
tidak langsung ). Maka suatu pengalaman dapat berpengaruh pada perilaku seseorang. Jadi
seorang pendidik tentunya harus memberikan suatu hal yang positif kepada muridnya, dengan
catatan tidak berlebih-lebihan. Model teori ini sangat cocok bila diterapkan dalam proses
pembelajaran.
2.

Karakter yang Muncul pada saat pembelajaran


a. Menerima (receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang
diberikan (objek).
b. Merespon(responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang
diberikan adalah suatu indikasi sikap karena dengan suatu usaha untuk menjawab
pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan. Lepas pekerjaan itu benar atau
salah adalah berarti orang itu menerima ide tersebut.
c. Menghargai (valuing)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain
terhadap suatu masalah.
d. Bertanggung jawab (responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko
adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.

3.

Syntax atau langkah-langkah pembelajaran

Pembukaan dari pengajar (dosen)

Mahasiswa di minta membuat sebuah pertanyaaan yang ditulis pada selembar kertas,
kemudian guru menerangkan atau menjelaskan peraturan model pembelajaran yang
akan di terapkan.

Setelah membuat pertanyaan mahasiswa diminta berkumpul di tengah ruangan


membentuk shap sengkan sisi sebelah kanan yaitu komentator dan sebelah kiri
kelompok penyaji.

Mahasiswa diminta membuat bola kertas yg berisi soal, kemudian bola tersebut di
lempar ke penyaji atau kepada komentator, membentuk gerak parabola

Bagi kelompok yang tidak mengikuti peraturan yang ada dengan baik maka akan
dikenai hukuman.

4.

Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang menggunakan pendekatan mengajar yang dapat membantu
siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh pengetahuan langkah demi langkah
adalah model pengajaran langsung (direct intruction). Menurut Arends (2001):A teaching
model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge that can be taught in a
step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction
model. Artinya: Sebuah model pengajaran yang bertujuan untuk membantu siswa
mempelajari keterampilan dasar dan pengetahuan yang dapat diajarkan langkah-demi-langkah.
Untuk tujuan tersebut, model yang digunakan dinamakan modelpengajaran langsung.
Model pengajaran langsung (direct instruction) dilandasi oleh teori belajar perilaku yang
berpandangan bahwa belajar bergantung pada pengalaman termasuk pemberian umpan balik.
Satu penerapan teori perilaku dalam belajar adalah pemberian penguatan. Umpan balik kepada
siswa dalam pembelajaran merupakan penguatan yang merupakan penerapan teori perilaku
tersebut. Arends (1997) menyatakan: The direct instruction model was specifically designed
to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well
structured and can be taught in a step-by-step fashion.
Artinya: Model pengajaranlangsung secara khusus dirancang untuk mempromosikan belajar
siswa denganpengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan
baik dan dapatdiajarkan secara langkah-demi-langkah. Lebih lanjut Arends (2001)
menyatakan: Direct instruction is a teacher-centered model that has five steps: establishing
set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended practice a
direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher and a learning

environment that businesslike and task-oriented.


Artinya: Pengajaran langsung adalah model berpusat pada
guru yang memiliki lima langkah: menetapkan tujuan, penjelasan dan/atau demonstrasi,
panduan praktek, umpan balik, dan perluasan praktek. Pelajaran dalam pengajaran
langsungmemerlukan perencanaanyang hati-hati oleh guru dan lingkungan belajar yan
gmenyenangkan dan berorientasi tugas.
Model pengajaran langsung memberikan kesempatan siswa belajar dengan mengamati
secara selektif, mengingat dan menirukan apa yang dimodelkan gurunya. Oleh karena itu hal
penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan model pengajaran langsung adalah
menghindari menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di samping itu, model
pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik berat pada proses
belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang
lebih terstruktur. Guru yang menggunakan model pengajaran langsung tersebut bertanggung
jawab dalam mengidentifikasi tujuan pembelajaran, struktur materi, dan keterampilan dasar
yang akan diajarkan. Kemudian menyampaikan pengetahuan kepada siswa, memberikan
pemodelan/demonstrasi, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan
konsep/keterampilan yang telah dipelajari, dan memberikan umpan balik.Ciri-ciri pengajaran
langsung adalah :
1. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar.
2. Sintak atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung belangsung dan
berhasilnya pengajaran
Metode-metode yang ada didalamnya
Adapun metode-metode dari Strategi Pembelajaran Langsung adalah sebagai
berikut :
1. Metode Ceramah

Ceramah merupakan metode pembelajaran yang konvensional. Ceramah jika terlalu


sering digunakan tidak akan efektif. Menurut Suprayekti (2003: 32) metode ceramah
perlu diperbaiki dalam penerapannya dengan cara :
a) Membangun daya tarik,
b) Memaksimalkan pengertian dan ingatan
c) Melibatkan siswa
d) Memberikan penguatan.
Cara untuk membangun minat siswa pada saat guru menerapkan metode ceramah, yaitu:
a) Guru mengemukakan cerita atau visual yang menarik, seperti : anekdot, cerita fiksi,
kartun, atau media visual yang menarik siswa
b) Kemukakan suatu masalah
c) Kemukakan nilai positif dan manfaat
d) Berikan pertanyaan yang memotivasi siswa untuk memiliki rasa ingin tahu.
Metode ceramah dalam penerapannya perlu memaksimalkan pemahaman dan ingatan.
Adapun cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan pemahaman dan ingatan,
yaitu :
a) Memberikan headlines dan kata kunci
b) Kemukakan contoh dan analogi
c) Gunakan media pembelajaran atau minimal alat bantu visual. Agar siswa tidak
pasif, maka penerapan metode ceramah perlu melibatkan peserta didik.
Hal tersebut salah satunya dapat ditempuh dengan memberikan tantangan spot.
Tantangan spot

adalah

penghentian ceramah

secara

periodik

disertai

dengan

memberikan tantangan kepada siswa untuk memberikan contoh dari konsep yang
disajikan. Selain penggunaan tantangan spot, pemberian latihan-latihan juga dapat

melibatkan siswa dalam ceramah. Latihan-latihan yang diberikan diarahkan untuk


memperjelas point-point yang telah disampaikan dalam cermah.
Materi yang disampaikan melalu metode ceramah mudah terlupakan. Kondisi tersebut
perlu diatasi dengan memberikan daya penguat ceramah. Adapun cara

untuk

memberikan daya penguat dalam metode ceramah, yaitu : aplikasi masalah dan
review. Aplikasi masalah adalah pemberian masalah atau pertanyaan pada siswa untuk
diselesaikan dengan memanfaatkan informasi yang diberikan pada saat ceramah.
Selain itu, penguatan dapat diberikan dengan memberikan review. Review dalam hal
ini siswa diminta mengulas ceramah yang telah disampaikan.
2. Metode Resitasi
Metode resitasi biasanya digunakan untuk mendiagnosis kemajuan belajar peserta didik.
Resitasi diterapkan dengan menggunakan pola yaitu guru bertanya, peserta didik
memberikan respon, lalu guru memberikan reaksi. Resitasi menurut Gage dan Berliner
(melalui Mulyatiningsih, 2011: 225) umumnya digunakan dalam review, pengantar materi
baru, mengecek jawaban, praktik, dan mengecek pemahaman peserta didik terhadap materi
pelajaran dan ide-idenya.
3. Metode Praktik dan Drill
Metode praktik dilakukan setelah materi dipelajari atau guru memberikan demonstrasi.
Metode drill digunakan ketika peserta didik diminta mengulang informasi pada
topik-topik khusus sampai dapat menguasai topik-topik yang diajarkan. Metode
praktik dan drill disebut juga metode praktik dan latihan. Metode tersebut diarahkan
pada pengulangan (repitisi) untuk membantu peserta didik memiliki pemahaman
yang lebih baik dan mudah mengingat kembali informasi yang sudah disampaikan.
4. Team- Game- Tournament (TGT)
Metode TGT memiliki yang hampir sama dengan STAD. Metode TGT menurut
Mulyatiningsih (2011: 229) melibatkan aktivitas peserta didik tanpa perbedaan status,

dengan tutor teman sebaya, dan mengandung unsur permainan dan penguatan. Adapun
langkah- langkah TGT, yaitu :
a) Guru menyajikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
b) Pembentukkan kelompok dengan anggota 4-5

siswa

yang

heterogen;

guru

memberikan tugas untuk belajar bersama dalam kelompok


c) Guru memberikan permainan berupa pertanyaan dimana siswa dapat memilih
sesuai dengan nomor yang dikehendaki
d) Guru memberikan kompetisi atau turnamen setiap selesai satu materi ajar
e) Guru memberikan penghargaan pada kinerja kelompok yang paling baik.