Anda di halaman 1dari 2

STIKES

Nahdlatul Ulama
Tuban

STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP)


CARA MENYUSUI YANG BENAR

No. Dokumen:

PROTAP
Membimbing Ibu
Cara Menyusui Yang
Baik
Pengertian

Indikasi
Tujuan
Petugas

Tanggal Terbit:
Minggu, 01
September 2013

No. Revisi: -

Halaman:

Ditetapkan
Ketua STIKES NU TUBAN

( H. Miftahul Munir, SKM. M.KES)


NIP. 1971041219973031004
Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil
dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan
refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu.
Semua pasien post partum yang menyusui
Sebagai acuan dalam membimbing ibu melakukan cara menyusui
yang baik
Bidan

Pengkajian

Kaji kesiapan ibu dan bayi:


Ibu siap menyusui
Bayi dalam kondisi hangat

Persiapan Klien
Persiapan alat

Klien diminta untuk membuka baju bagian dada


1.Kursi yang rendah agar kaki tidak menggantung dan punggung
bersandar pada kursi
2. Bahan
3. Lap bersih / tissue
1. Beritahu ibu untuk cuci tangan dahulu.
2. Keluarkan ASI sedikit lalu oleskan pada puting susu dan
areola sekitarnya.
3. Ibu duduk dengan santai menggunakan kursi yang rendah.
4. Punggung bersandar dengan santai pada kursi.
5. Pegang bayi dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada
lengkung siku ibu dan
bokong bayi terletak pada lengan ibu. Kepala bayi tidak boleh
terngadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
6. Satu tangan bayi pada arah badan ibu sebaiknya diletakkan
dibelakang badan ibu.
7. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap

Prosedur

payudara ibu.
8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
9. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
10. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas payudara dan
jari lain menopang dibawah payudara, jangan menekan puting
susu / areolanya saja.
11. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara
menyentuh pipi / sisi mulut
bayi dengan putting susu.
12. Setelah bayi membuka mulut dengan cepat punggung bayi
didekatkan kepayudara ibu dengan puting susu dan areola
dimasukkan kedalam mulut bayi. Usahakan sebagian besar
areola masuk kedalam mulut bayi sehingga puting berada
dilangit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar.
13. Sebaiknya bayi menyusu pada satu payudara sampai payudara
terasa kosong.
14. Lanjutkan dengan menyusui pada payudara yang satu lagi.
15. Cara melepaskan isapan bayi
15.1. Masukkan jari kelingking ibu kemulut bayi melalui
sudut mulutnya.
15.2. Tekan dagu bayi kebawah
16. Setelah selesai menyusui, keluarkan ASI sedikit dan oleskan
pada putting susu serta
areola sekitarnya dan biarkan kering sendiri.
17. Jangan lupa menyendawakan setelah menyusui dengan cara.
17.1. Bayi di gendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu
dan tepuk punggungnya berlahan.
17.2. Bayi tidur terlungkup dipangkuan ibu dan tepuk
punggungnya berlahan.
Referensi

Buku Kesehatan Maternal dan Neonatus, Yayasan Bina Pustaka,


Sarwono Prawiroharjo, Jakarta, 2002.