Anda di halaman 1dari 14

A.

JUDUL

: Sistem Sirkulasi Darah pada Mus musculus

B. TUJUAN : Menganalisis sistem sirkulasi darah pada M. musculus


C. TEORI
1. Pengertian sistem sirkulasi darah
Sistem sirkulasi darah adalah suatu system tertutup yang mengatur
dan mengalirkan darah di dalam tubuh dikatakan tertutup karena pada
keadaan normal tidak ada darah yang berada di luar wadah aliran darah.
Wadah itu biasa berupa pembuluh nadi, pembuuh balik, kapiler atau
rongga (sinus) di organ tertentu. System ini perlu dibedakan dengan
system aliran getah bening yang merupakan aliran terbuka. (Daniel S
wibowo: 2005).
Getah bening (lymph) terdapat di sela-sela sel diseluruh tubuh, lalu
mengalir masuk kedalam pembuluh getah bening. Di tempat-tempat
tertentu pembuluh getah bening ini bermuara pada kelenjar getah bening
(lymph node ), dan setelah itu melanjutkan diri menuju muaranya masingmasing. Untuk seperempat tubuh bagian kanan cairan itu pada akhirnya
memasuki pembuluh darah balik tanpa saluran khusus. Untuk tiga
perempat bagian tubuh yang lain cairan lymph dialirkan melalui pembuluh
khusus yang dinamakan ductus thoracisus yang juga berakhir pada
pembuluh darah balik di sekitar pundak kiri (Daniel S wibowo: 2005 )
Cairan lymph mengandung banyak sel darah putih limfosit dan
monosit yang sebagian reproduksi di kelenjar getah bening yang di
laluinya. System aliran lymph ini, karena berhubungan langsung dengan
sel-sel tubuh, dapat membawa sel-sel yang tak di ingini. Bakteri
menginfeksi kulit kaki, misalnya dapat dialirkan sehingga menimbulkan
getah bening dilipat (lympha denitis), dan melalui sisitem ini pula dapat
dialirkan sel kanker ke selalu di cari kemungkinan penjalaran sel ke
kelenjar sekitarnya. Pada kasus lain parasite filaria dapat menyumat
pembuluh lymph sehingga menimbulkan penyakit elephantias atau kaki
gajah. (Daniel S wibowo: 2005 )

2. Darah
Darah adalah plasma (cairan darah) beserta butir-butir (a) eritrosit
(darah merah), (b) lekosit, limfosit, monosit (darah putih), dan

(c)

trombosit. Plasma darah adalah cairan darah yang berwarna kekuningan.


Lebih kurang 92% dari plasma adalah air, sedangkan sisanya berupa
garam dan molekul. (Arif Priadi : 2009).
Tabel dibawah ini menunjukkan tentang apa saja yang menjadi
kompenen penyusun darah.
Bahan Terlarut plasma darah
Protein plasma

Albumin, globulin, dan fibrinogen

Garam-garam dalam SO42-

Na+, Ca2+, K+, Mg2+, Cl-, HCO3-,HPO42dan bentuk ion anorganik

Gas-gas

O2 dan CO2

Bahan makanan

Glokosa, lemak, fosfolipid, asm amino,


dan vitamin

Garam mineral

NaCl, KCI,
bikarbonat

Produk limbah

Urea, amonia, dan asam urat nitrogen

Bahan pengatur

Hormo dan enzim

fosfat,

dan

sulfat

Tabel 1.1 : penyusun darah


(Arif Priadi : 2009)
Serum adalah cairan yang didapat jika darah dibiarkan membeku,
merupakan plasma yang telah kehilangan fibrinogen (unsur pembeku
darah ). Serum juga merupakan bagian darah yang mengandung zat anti
( antibody ) terhadap macam-macam racun (toxin) yang dikeluarkan oleh
bakteri atau virus. Oleh karena itu, imunisasi melalui suntikan biasanya
dilakukan dengan penyuntikan suatu zat yang dinamakan antiserum .
Antiserum ini sebenarnya adalah serum yang diambil dari makhluk lain
yang sengaja disuntikkan suatu bakteri atau virus sehingga memproduksi
zat anti yang tersimpan di dalam serumnya. Dengan kemajuan teknologi
antiserum ini dapat diganti dengan materi lain melalui rekayasa genetic. .
(Daniel S wibowo: 2005 )
2

Sel darah merah ( eritrosit ) adalah bagian utama dari sel-sel darah.
Ciri-ciri sel darah merah antara lain bentuknya melingkar, pipih, dan
cakram bikonkaf, sel yang telah matang tidak mempunyai nucleus,
berdiameter kurang dari 0,01 mm dan elastis. Setiap mm 3 darah manusia
mengandung kira-kira 4-6 juta sel darah merah. Masing-masing sel darah
merah mengandung 200 juta molekul hemoglobin (Hb). Dengan adanya
Hb , sel darah merah dapat berfungsi untuk mengangkut O 2 dan berwarna
merah. Umur sel darah merah lebih kurang 120 hari. Setelah sel darah
merah usang/mati, kemudian di hancurkan didalam organ hati/ limpa dan
di telan oleh makrofag. Pada saat di hancurkan , sel darah merah
membebaskan Hb. ( arif priadi,2009)
Gambar di bawah ini adalah bentuk dari sel darah merah atau (
eritrosit ).

Gambar 1.1 : sel darah merah


(Arif Priadi, 2009)
Sel-sel darah putih ( leukosit ) tidak berwarna, mempunyai
nucleus, kehilangan Hb, bentuknya tidak beraturan, dapat bergerak , dan
dapat berubah bentuk. Perbandingan jumlah sel darah putih dengan sel
darah merah adalah 1: 700. Dalam setiap millimeters kubik darah terdapat
5-11 ribu sel darah putih. Fungsi utama sel darah putih adalah memakan
kuman penyakit atau benda asing lain yang masuk ke dalam tubuh. Selain
itu, sel darah putih berfungsi sebagai pengangkut lemak. Sel-sel darah
putih dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu granulosit dan

agranulosit. Sebenarnya kedua jenis sel darah putih tersebut memepunyai


granula yang mngelilingi nucleus, tetapi lebih jelas terlihat pada
granulosit. Granula mengandung beragam enzim dan protein yang
membantu sel darah putih dalam melindungi tubuh. Granulosit
mempunyai nucleus yang banyak dan bersifat fagositosit. Macam-macam
granulosit adalah neutrofil, eosinofil, dan bisofil. Agranulosit hanya
mempunyai sebuah nukleus dan tidak seluruhnya bersifat fagosit. Macammacam agranulosit yaitu monosit dan limfosit (Arif Pribadi : 2009).

Gambar 1.2 : sel darah putih


(Arif Priadi, 2009)
Keping Darah ( trombosit ) berasal dari hasil fragmentasi sel
megakariosit di sumsung tulang merah. Bentuknya tidak teratur, berukuran
kecil, tidak berwarna, dan tidak berinti. Setiap hari tubuh memproduksi
rata-rata 200 miliar keping darah. Dalam darah kita terkandung 150-300
ribu per mm3 (Arif Priadi : 2009).
3.

Jantung
Jantung mamalia terdapat di dalam rongga dada ( thorax), terbaring

miring di atas sekat rongga dada ( diafragma ) dalam keadaan terbungkus


oleh selaput yang di namakan pericardium ( pericardium ). Bagian jantug
yang terbaring di atas diafragma adalah bilik kanan, sedangkan bilik kiri
terdapat di bagian atasnya. Pembuluh balik dari perut ( inferior vena cava )
segera bermuara pada serambi kanan setelah ia mencapai rongga dada
bersama dengan pembuluh balik besar yang datang membawa darah dari
kepala, leher, dan anggota gerak atas ( superior vena cava ). Pericardium
yang menutup jantug terdiri dari dua lapisan, yang melekat pada otot
jantung di sebut pericardium viscerale dan yang luar pericardium
4

parietale. Pericardium parietale mempunyai pernafasan sadar sehingga


pada keadaan terkena radang penderita akan merasa sakit di dada. Rasa
nyri ini biasanya besifat menusuk dan tidak sama dengan nyeri dada akibat
gangguan pembuluh darah coroner yang disertai sesak nafas (Daniel S
Wibowo : 2005).
Darah yang telah mencapai serambi kanan di alirkan ke bilik kanan
( right ventricle) melalui katub berdaun tiga ( tricuspidal value). Bilik
kanan jantung mempunyai dinding yang relative lebih tipis dibanding bilik
kiri karena darah yang di pompa dari sini lebih kecil tekananya. Darah
tersebut di pompa melewati katup lain yang juga berdaun tiga ( semi-lunar
valve ) ke pembuluh nadi paru-paru (Arif Priadi : 2005).
Gambar dibawah ini merupakan gambar dari struktur anatomi
jantung.

Gambar 1.3 : struktur anatomi jantung


(sumber : arif priadi, 2009)

a. Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah organ yang berfungsi untuk mengangkut
darah yang keluar ataupun menuju jantung. Manusia mempunyai 3 jenis
pembuluh darah, yaitu arteri ( pembuluh nadi ), kapiler ( pembuluh
halus ), dan vena ( pembuluh balik ). Arteri berfungsi untuk membawa
darah yang keluar dari jantung , kapiler merupakan tempat pertukaran zat
5

antara darah dengan cairan jaringan, sedangkan vena berfungsi untuk


mengembalikan darah ke jantung.
Arteri memiliki dinding yang tebal. Arteri besar yang dekat jantung
di namakan aorta. Arteri akan bercabang menjadi arteri akan bercabang
menjadi arteriola akan bercabang lagi membentuk kapiler arteri. Kapiler
arteri akan berhubungandengan kapiler arteri. Kapiler arteri akan
berhubungan dengan kapiler vena di jaringan. Pada kapiler terjadi
transport bahan nutrisi O2, CO2, zat eksresi , obat, dan bahan imunitas
antara darah dengan jaringan. Kapiler-kapiler vena akan bergabung
membentuk venula, kemudian beberapa venula akan menuju ke saluran
lebih besar yang di sebabkan beberapa venula akan menuju ke saluran
lebih besar yang di sebabkan vena. Vena akan bermuara ke serambi kiri
dan kanan jantung. Di bawah kulit , darah di dalam vena tampak berwarna
kebiruan (Arif priadi : 2009).
Tabel dibawah ini adalah tabel perbedaan antara arteri, vena dan
kapiler.
Sifat

Arteri ( nadi )

Vena

Kapiler

Dinding

Tebal, elastis

Tipis dan kurang Tipis


elastis
permeabel

dan

Arah Aliran

Meninggalkan
jantung

Menuju ke jantung Berawal


arteriol

dari

Tekanan

Kuat,
terpotong
memancar

Darah

Banyak
Banyak
Banyak
mengandung
O2 mengandung CO2, mengandung O2
kecuali nadi paru- kecuali vena paruparu
paru

Letak

Lebih ke dalam

Klep

Hanya satu pada Banyak


pangkal nadi
disepanjang
pembuluh

kalau Lemah , kalu Peralihan antara


darah terpotong
darah sisitem
tekanan
menetes
tinggi dan sisitem
tekanan rendah

Dekat permukaan Antara arteri dan


tubuh
vena

Tidak memiliki

Tabel 1.2 : perbedaan ateri, vena dan kapiler


(Arif priadi, 2009)
b. Jalur peredaran darah
Sistem kardiovaskuler manusia merupakan sisitem peredaran darah
ganda yang melibatkan dua jalur peredaran utama, yaitu (a) peredaran
pulmonari dan ( b ) peredaran sistematik. Peredaran pulmonari yaitu darah
miskin O2 dari seluruh

bagian tubuh terkumpul di serambi kanan,

kemudian dialirkan ke bilik kanan. Bilik kanan akan memompa darah ke


dalam batang paru-paru. Saat darah mengalir melalui kapiler paru-paru,
CO2 di ikat. Darah kaya O2 kembali ke serambi kiri melalui venula paruparu yang bergabung membentuk vena paru-paru.
Peredaran sistematik yaitu kaya O2 dari serambi kiri masuk ke bilik
kiri.saat bilik kontraksi, darah menuju aorta. Perjalanan darah kemudian
adalah aorta-cabang , aorta-jaringan vena- vena kava- kembali ke jantung
( serambi kanan ) (Arif priadi : 2009).
Gambar dibawah ini adalah gambar jalur peredaran darah pada
mamalia khususnya manusia.

Gambar 1.4 : jalur peredaran darah (a) peredaran pulmonari, (b) peredaran
sistemik.
(sumber : Arif priadi, 2009)

c. Fungsi Darah
Fungsi utama darah adalah sebagai media pengangkut beragam
substansi dari satu bagian tubuh kebagian tubuh yang lain dan sebagai alat
pertahanan tubuh terhadap serangan organisme patogen. Darah sebagai
alat pertahanan tubuh mempunyai tiga fungsi utama diantaranya yaitu :
1.
Fagositosis
Proses penelanan dan pencernaan partikel asing oleh sel darah
putih.
2.

3.

Produksi antibodi
Antibodi berperan sebagai antitoksin untuk menetralisir efek racun
dari toksin, antibodi juga membunuh bakteri didalam darah.
Pembekuan darah
Berikut ini adalah proses pembekuan darah

Trombosit
pecah

Tromboplastin/tromb
okinase (enzim)

Ca2

Trombin
(aktif)

Ca2
+

Fibrinogen
3

D. HASIL PENGAMATAN
Berikut adalah hasil pengamatan yang telah kami lakukan

Trache
a

Tymus

Jantung

Tulang
rusuk
yang
dipotong

Bilik kiri
Paru-paru

Bilik kanan

Gambar 2.1 : letak jantung pada Mus musculus


(sumber : pribadi, 2014)

Arteri

Vena

Gambar : pembuluh darah pada Mus musculus


(sumber : pribadi, 2014)

E. PEMBAHASAN
Sistem sirkulasi darah pada Mus musculus terdiri dari jantung,
pembuluh darah dan darah.
1. Jantung
Jantung mamalia terdapat di dalam rongga dada ( thorax), terbaring
miring di atas sekat rongga dada ( diafragma ) dalam keadaan
terbungkus oleh selaput yang di namakan pericardium ( pericardium ).
Jantung Mus musculus mempunyai 4 ruang yaitu : bilik kanan, bilik kiri
serambi kanan, dan serambi kiri. Jantung pada bagian kiri menerima
darah bersih yang rendah kadar CO 2, tetapi kaya O2 dan kaya bahan
makanan dari pembuluh balik paru yang bermuara diserambi kiri. Darah
yang telah mencapai serambi kanan di alirkan ke bilik kanan ( right
ventricle) melalui katub berdaun tiga ( tricuspidal value). Bilik kanan
jantung mempunyai dinding yang relative lebih tipis disbanding bilik
kiri karena darah yang di pompa dari sini lebih kecil tekananya. Darah

10

tersebut di pompa melewati katup lain yang juga berdaun tiga ( semilunar valve ) ke pembuluh nadi paru-paru (Arif Priadi : 2005).

Dibawah ini adalah gambar jantug Mus musculus apabila dipotong


secara longitudinal.

Gambar 3.1 : struktur anatomi jantung


(sumber : Allison, Kimberly H, dkk. 2012)
Di bawah ini adalah gambar anatomi jantung pada Mus musculus ataupun
mamalia.

Gambar 3.2 : struktur anatomi jantung


11

(sumber : arif priadi, 2009)

2. Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah organ yang berfungsi untuk mengangkut darah
yang keluar ataupun menuju jantung. Sama halnya pada manusia, Mus
musculus juga mempunyai 3 jenis pembuluh darah, yaitu arteri
( pembuluh nadi ), kapiler ( pembuluh halus ), dan vena ( pembuluh
balik ). Arteri berfungsi untuk membawa darah yang keluar dari jantung
, kapiler merupakan tempat pertukaran zat antara darah dengan cairan
jaringan, sedangkan vena berfungsi untuk mengembalikan darah ke
jantung. Arteri memiliki dinding yang tebal. Arteri besar yang dekat
jantung di namakan aorta. Arteri akan bercabang menjadi arteri akan
bercabang menjadi arteriola akan bercabang lagi membentuk kapiler
arteri. Kapiler arteri akan berhubungandengan kapiler arteri. Kapiler
arteri akan berhubungan dengan kapiler vena di jaringan. Pada kapiler
terjadi transport bahan nutrisi O2, CO2, zat eksresi , obat, dan bahan
imunitas antara darah dengan jaringan. Kapiler-kapiler vena akan
bergabung membentuk venula, kemudian beberapa venula akan menuju
ke saluran lebih besar yang di sebabkan beberapa venula akan menuju
ke saluran lebih besar yang di sebabkan vena. Vena akan bermuara ke
serambi kiri dan kanan jantung. Di bawah kulit , darah di dalam vena
tampak berwarna kebiruan.
Di bawah ini adalah gambar anatomi pembuluh darah pada Mus
musculus ataupun mamalia.

12

. Gambar 3.3 : struktur anatomi pembuluh darah


(sumber : Allison, Kimberly H, dkk. 2012)

F. KESIMPULAN
1. Sistem sirkulasi darah adalah suatu system tertutup yang mengatur dan
mengalirkan darah di dalam tubuh dikatakan tertutup karena pada
keadaan normal tidak ada darah yang berada di luar wadah aliran
darah.
2. Sistem sirkulasi pada Mus musculus terdiri dari organ jantung,
pembuluh darah dan darah.
3. Jantung Mus musculus mempunyai 4 ruang diantaranya yaitu bilik
kanan, bilik kiri, serambi kanan dan serambi kiri.
4. Pembuluh darah yang ada pada Mus musculus diantaranya yaitu
pembuluh arteri, vena dan kapiler yang masing-masing mempunyai
perbedaan.
5. Darah pada mamalia umumnya memiliki golongan yang berbeda-beda
hal tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetika.

13

14