Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

PENENTUAN MASSA MOLEKUL RELATIF (Mr) ZAT TERLARUT


BERDASAR KENAIKAN TITIK DIDIH LARUTAN

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Praktikum Kimia


yang dibina oleh H. Dr. Sutrisno, M.Si.

oleh :
DWI ERNAWATI
120331521752

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Mei 2014

I.JUDUL

Penentuan Massa Molekul Relatif (Mr) Zat Terlarut Berdasar Kenaikan


Titik Didih Larutan
II.

LATAR BELAKANG
Sifat koligatif adalah sifat fisika yang hanya bergantung pada
jumlah partikel zat terlarut bukan pada macam zat pelarut. Meskipun
sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada
interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergatung pada
jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan. Larutan yang
memiliki sifat koligatif harus memenuhi dua asumsi yaitu zat terlarut
tidak mudah menguap sehingga tidak memeberikan kontibusi pada
uapnya. Asumsi yang kedua adalah zat terlarut tidak larut dalam
pelarut padat.
Sifat koligatif larutan meliputi :
a. Penurunan tekanan uap (P)
b. Kenaikan titik didih (Tb)
c. Penurunan titik beku (Tf )
d. Tekanan osmosis ()
Salah satu kegunaan dari sifat koligatif larutan adalah dapat
menentukan massa molekul (Mr) suatu zat terlarut berdasarkan
kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik
larutannya. Pada praktikum ini akan kita pelajari penentuan massa
rumus suatu molekul zat melalui pengukuran titik didih larutan.
a. Kenaikan titik didih larutan non elektrolit
Tb = m. Kb
= m.

g 1000
x
Mr
p

b. Kenaikan titik didih larutan elektrolit


Tb = m. Kb. i
= m.

g 1000
x
Mr
p

xi

Keterangan:
Tb = (titik didih larutan-titik didih pelarut)
m = molalitas larutan
Kb = konstanta kenaikan titik didih pelarut (untuk etanol = 1,22
o
C/molal)
g = massa zat terlarut (gram)
p = massa pelarut (gram)
i = faktor vant Hof
Data sifat fisik atanol dan air
Etanol
Air
Rumus
C2H5OH
H2O
molekul
Massa molar
46,07
18
wujud
Cairan tak berwarna
Cairan tak
berwarna
Densitas
0,789 g/cm3
1 g/L

Titik didh
78,4 0C
100 0C
Kb
1,22
0,52
Berdasarkan konsep sifat koligati di atas maka dilakukan
praktikum dengan judul Penentuan Massa Molekul Relatif (Mr)
Zat Terlarut Berdasar Kenaikan Titik Didih Larutan sebagai
perluasan konsep siat koligatif larutan.
III.
RUMUSAN MASALAH
a. Berapakah massa molekul Mr senyawa x berdasarkan kenaikan titik
didih larutan senyawa x dalam etanol?
b. Berapakah massa molekul Mr senyawa y berdasarkan kenaikan titik
didih larutan senyawa y dalam air?
IV.
TUJUAN PEMECAHAN MASALAH
Menentukan Mr senyawa x dan senyawa y dari pengukuran titik didih
larutannya.
V.
a.

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini meliputi :
1. 1 buah neraca analitik
2. 1 buah piknometer
3. 1 buah
4. 1 buah beker gelas 500 mL
5. 2 buah tabung reaksi 20 mL
6. 1 buah gelas ukur 10 mL
7. 2 buah termometer
8. 1 buah pipa kapiler dan sumbat gabus
9. 2 buah penjepit tabung reaksi
10.1 buah kaki tiga + kasa
11.1 buah pembakar spiritus

b.
1.
2.
3.
4.

Bahan
Bahan-bahan yang diperlukan pada percobaan ini meliputi :
Etanol
Senyawa x (non elektrolit)
Senyawa y (elektrolit)
Akuades

VI.
METODE DAN LANGKAH PERCOBAAN
a. Penentuan Mr senyawa nonelektrolit berdasarkan kenaikan
titik didih.
1. Menentukan massa jenis etanol menggunakan piknometer
2. Dimasukkan masing-masing 20 mL etanol dalam 2 tabung reaksi.
3. Di timbang 2 gram senyawa x
4. Ditambahkan 2 g senyawa x dalam salah-satu tabung reaksi
tersebut, kemudian aduk hingga larut membentuk larutan
homogen.
5. Dididihkan kedua tabung reaksi tersebut dalam penangas air dan
catat masing-masing suhunya.

6. Diulangi langkah 2 sampai 4 sekali lagi.


7. Ditentukan massa molekul relatif senyawa x
b. Penentuan Mr senyawa elektrolit berdasarkan kenaikan titik
didih.
1. Dimasukkan masing-masing 10 mL air dalam 2 tabung reaksi.
2. Ditimbang 2 gram senyawa y
3. Ditambahkan 2 g senyawa y dalam salah-satu tabung reaksi
tersebut, kemudian aduk hingga larut membentuk larutan
homogen.
4. Dididihkan kedua tabung reaksi tersebut dalam penangas air dan
catat masing-masing suhunya.
5. Diulangi langkah 2 sampai 4 sekali lagi.
6. Ditentukan massa molekul relatif senyawa y
(diketahui faktor vant Hof = 2)
VII. HASIL, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN HIPOTESIS
1. Data Hasil pengamatan
a. Penentuan Mr senyawa nonelektrolit berdasarkan kenaikan
titik didih.
No Langkah Kerja
Hasil Pengamatan
.
1
Menentukan massa jenis etanol Massa piknometer kosong =
menggunakan piknometer
30,929 gram
Massa piknometer + etanol 2
mL= 32,453 gram
etanol= 1,524/2 = 0,762
g/mL
2

Dimasukkan masing-masing 10
mL etanol dalam 2 tabung
reaksi.

Etanol berwarna jernih

Di timbang 2 gram senyawa x

4.

Ditambahkan 2 g senyawa x
dalam salah-satu tabung reaksi
tersebut,
kemudian
aduk
hingga
larut
membentuk
larutan homogen.
Dididihkan kedua tabung reaksi
tersebut dalam penangas air
dan
catat
masing-masing
suhunya.

Senyawa x berwujud padat


berwarna putih
Larutan yang terbentuk
berwarna jernih

5.

Titik didih
etanol

69 0C

Titik didih
senyawa x
dalam
etanol
710C

6.

Diulangi langkah 2 sampai 4


sekali lagi.

7.

Ditentukan
massa
relatif senyawa x

molekul

Titik didih
etanol

Titik didih
senyawa x
dalam
etanol
69 0C
720C
Rata-rata titik didih etanol:
71,50C
Rata-rata kenaikan titik didih
senyawa x dalam etanol:
Tb : 2,5
Tb = m. Kb
= K b.

g 1000
x
Mr
p
2

2,5 = 1,22. Mr

1000
15,24

38,1 Mr = 2,44.1000
Mr = 64,04
b. Penentuan Mr senyawa elektrolit berdasarkan kenaikan titik
didih.
No Langkah Kerja
Hasil Pengamatan
.
1
Dimasukkan masing-masing 10 Air berwarna jernih
mL etanol dalam 2 tabung
reaksi.
2

Di timbang 2 gram senyawa y

3.

Ditambahkan 2 g senyawa y
dalam salah-satu tabung reaksi
tersebut,
kemudian
aduk
hingga
larut
membentuk
larutan homogen.
Dididihkan kedua tabung reaksi
tersebut dalam penangas air
dan
catat
masing-masing

4.

Senyawa x berwujud kristal


berwarna putih
Larutan yang terbentuk
berwarna jernih

Titik didih air


950C

Titik didih
larutan y
990C

5.

6.

suhunya.
Diulangi langkah 2 sampai 4
sekali lagi.

Ditentukan
massa
relatif senyawa x

molekul

Titik didih air

Titik didih
larutan y
950C
980C
Rata-rata titik didih air =
950C
Rata-rata titik didih larutan y
= 98,5 0C
Tb : 3,50C

Tb = Kb. m. i
= Kb .

g 1000
x
x2
Mr
p

3,5= 0,52 .

1000
10

2
Mr

x2

35 Mr= 2080
Mr=59,4 = 59

2. Analisis Data dan Pembahasan


Suatu zat yang tidak mudah menguap bila dilarutkan dalam
suatu pelarut akan menyebabkan kenaikan titik didih dibandingkan
pelarut murninya. Hal ini disebabkankarena zat terlarut yang tidak
mudah menguap tidak memberi kontribusi pada uapnya, sehingga
susunan uap berbeda dengan susunan larutannya. Sehingga
menyebabkan tekanan uap larutan akan lebih rendah dibandingkan
tekanan uap pelarut murni. Sifat ini disebut sebagai sifat koligatif
larutan. Jika zat terlarut tersebut mudah menguap maka tidak
termasuk dalam konsep sifat koligatif larutan.
Antaraksi antara molekul zat terlarut dan pelarut menyebabkan
energi yang dibutuhkan untuk mendidihkan larutan lebih besar
dibandingkan dengan pelarut murninya. Hal ini akan menyebabkan
terjadinya kenaikan titik didih larutan, yang dapat dinyatakan dengan
rumus :
Tb = m. Kb
= m.

g 1000
x
Mr
p

Rumus tersebut merupakan sifat koligatif untuk larutan non


elektrolit. Untuk larutan elektrolit, seperti yang kita ketahui jumlah zat

yang terion tergantung dari derajat ionisasi sehingga kenaikan titik


didih harus dikalikan dengan suatu faktor vant Hof (i) sesuai dengan
rumus:
Tb = m. Kb. i
= m.

g 1000
x
Mr
p

xi

i = (1+(n-1))
Keterangan:
Tb = (titik didih larutan-titik didih pelarut)
m = molalitas larutan
Kb = konstanta kenaikan titik didih pelarut
g = massa zat terlarut (gram)
p = massa pelarut (gram)
i = faktor vant Hof
= derajat ionisasi
Sifat koligatif larutan dapat digunakan untuk menentukan massa
molekul suatu zat terlarut dalam pelarut tertentu. Dengan mengukur
titik didih pelarut dan titik didih larutan serta menentukan selisih
kenaikan titik didihnya dapat digunakan untuk menghitung massa
molekul suatu zat yang belum diketahui. Pada praktikum yang telah
dilakukan zat non elektrolit x berwujud padat berwarna putih sebesar 2
gram dimasukkan dalam 20 mL pelarut etanol yang telah ditimbang
massanya dengan piknometer. Massa jenis etanol berdasarkan
percobaan adalah 0,762g/mL sedangkan sesuai literatur massa etanol
adalah 0,789 g/mL. Ketidaksamaan data praktikum dengan literatur
disebabkan karena etanol yang ditimbang tidak murni. Titik didih
pelarut etanol saat pengukuran adalah 690C sedangkan rata-rata titik
didih larutan x dalam atanol adalah 71,50C. dari data ini dapat
diketahui Tb = 2,5 0C. dengan data ini dapat digunakan untuk
menentukan massa molekul relatif zat x dengan rumus sebagai
berikut:
Tb = m. Kb
= Kb.

g 1000
x
Mr
p

Kb untuk etanol adalah 1,220C/molal

2,5 = 1,22. Mr

1000
15,24

38,1 Mr = 2,44.1000
Mr = 64,04
Dari percobaan dan hasil hitungan di atas dapat diketahui bahwa
Mr zat x adalah 64,04 64.
Untuk larutan elektrolit dalam menghitung Tb diperlukan suatu
faktor Vant Hof. Diketahui faktor Vant Hof dalam percobaan ini
adalah 2. Suatu senyawa elektrolit y dilarutkan dalam 10 mL air
berwarna jernih. Titik didih air dalam percobaan adalah 95 0C
sedangkan rata-rata titik didih larutan y dalam air adalah 98,5.

Kenaikan titik didih larutan y dalam air adalah 3,5. Dari data ini dapat
digunakan untuk menghitung Mr senyawa y dengan hitungan sebagai
berikut:
Tb = Kb. m. i
= Kb .

g 1000
x
x2
Mr
p

3,5= 0,52 .

2
Mr

1000
10

x2

35 Mr= 2080
Mr=59,4
Berdasarkan hitungan dapat diketahui Mr zat y adalah 59,4 59
Massa molekul zat x suatu zat nonelektrolit dan zat y suatu zat
elektrolit dapat ditentukan dengan melarutkan zat tersebut dalam
suatu zat pelarut kemudian ditentukan titik didih pelarut dan
larutannya serta kenaikan titik didihnya. Massa molekul dari percobaan
ini berbeda berbeda dengan teoritis karena ketelitian alat dan
kemurnian bahan.
Dengan percobaan menetukan Mr suatu zat elektrolit dan
nonelektrolit zat x dan y berdasar sifat koligatif larutan ini diharapkan
siswa telah memahami konsep titik didih yang tergantung dari tekanan
udara saat pengukuran, menentukan titik didih zat pelarut, titik didih
larutan yang selalu lebih besar dari pelarut murninya, dan aplikasinya
dalam menentukan Kb zat pelarut jika zat terlarut diketahui.
VIII. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
a. Konsep sifat koligatif larutan dapat ditentukan dan diajarkan
kepada siswa melalui praktikum sederhana sehingga siswa lebih
memahami konsep tersebut.
b. Salah satu pengembangan konsep sifat koligatif larutan adalah
menentukan Mr zat terlarut dalam suatu larutan dengan
menghitung kenaikan titik didih larutan tersebut dibanding titik
didih pelarut murninya. Pada praktikum kali ini Mr zat x suatu
nonelektrolit adalah 64 sedangkan zat y suatu senyawa elektrolit
adalah 59.
2. Saran
Dalam mengajarkan konsep sifat koligatif larutan dapat digunakan
praktikum sederhana dengan menentukan kenaikan titik didih dan
penurunan konsepnya dengan menentukan Mr zat terlarut dan Kb suatu
pelarut.
IX.

DAFTAR PUSTAKA

Bird, T. 1987. Penuntun Praktikum Kimia Fisik untuk Universitas.


Jakarta: PT Gramedia.
Efendy. 2012. A-Level Chemisty for Senior High School Students
Volume 3A. Malang: Indonesian Academic Publishing.
Widjajanti, E & Suwardi. 2007. Modul Pengayaan Praktikum Proyek
Pendamping SMA Kimia Fisik. Yogyakarata: F-MIPA UNY.
X.

LAMPIRAN
1. Jurnal Praktikum penentuan massa molekul relatif (Mr) zat
terlarut berdasar kenaikan titik didih larutan
No.
1.

Tanggal
10 April 2014

2.

17 April 2014

3.

24 April 2014

Kegiatan
Pengajuan rancangan praktikum
penentuan massa molekul relatif (Mr)
zat terlarut berdasar kenaikan titik
didih larutan
Revis +ACC rancangan praktikum
penentuan massa molekul relatif (Mr)
zat terlarut berdasar kenaikan titik
didih larutan
Pelaksanaan praktikum penentuan
massa molekul relatif (Mr) zat
terlarut berdasar kenaikan titik didih
larutan

2. Diagram Alir Langkah Kerja.


Penentuan Mr senyawa nonelektrolit berdasarkan kenaikan
titik didih.
Etanol
Ditentukan massa jenisnya
Di ambil masing-masing 10 mL

Di masukkan ke dalam 2 tabung reaksi


Tabung
reaksi 1:
etanol 10 mL

Tabung reaksi
2: etanol 10
mL
Di timbang 2 gram senyawa x
Ditambahkan 2 g senyawa x
Diaduk hingga larut homogen.
Larutan
senyawa x
dalam etanol
Dididihkan
Di catat suhunya
Dilakukan percobaan 2 kali
Ditentukan massa molekul
relatif senyawa x

Penentuan Mr senyawa nonelektrolit berdasarkan kenaikan


titik didih.
Air
Di ambil masing-masing 10 mL
Di masukkan ke dalam 2 tabung reaksi
Tabung
reaksi 1:
air10 mL

Tabung reaksi
2: air 10 mL
Di timbang 2 gram senyawa y
Ditambahkan 2 g senyawa y
Diaduk hingga larut homogen.
Larutan senyawa
y
Dididihkan
Di catat suhunya
Dilakukan percobaan 2 kali
Ditentukan massa molekul
relatif senyawa y

Anda mungkin juga menyukai