Anda di halaman 1dari 29

LBM 5

TUMBUH KEMBANG ANAK DAN GERIATRI


Skenario
Seorang laki laki 65 tahun merasa badan mudah capek, dibandingkan
saat usia 40 tahun, walaupun saat ini bisa melakukan aktifitas sehari hari
namun sudah tidak cekatan sperti dulu lagi, kaki sudah sering bengkak
bila duduk lama atau bila kaki ditekuk, penglihatan sudah mulai kabur
baik untuk membaca maupun melihat jauh, kencing sudah mulai
mengejan walaupun masih bisa keluar, sendi lutut juga sering sakit
terutama bila bangun tidur, kulit sudah mulai terasa kering dan keriput,
gampang lupa dan sulit untuk mengingat masa lalu. Pasien seorang
pensiunan PNS, tidak memiliki penghasilan lain. Pembiayaan kesehatan
menggunakan asuransi kesehatan BPJS. Pasien tinggal dirumah hanya
dengan pembantu sejak istrinya meninggal 5tahun yang lalu. Anaknya 2
sudah berkeluarga semua, sering merasa kesepian karena anak cucunya
jarang menengoknya sehingga tidak ada orang yang bisa diajak bicara
dan merasa di akhir hidupnya ini tidak berguna.
Step 1
Step 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bagaimana fisiologi penuaan ?


Apa saja Faktor yang mempengaruhi penuaan ?
Apa yang dimaksud dengan penuaan ?
Mengapa pasien sering merasa mudah capek ?
Mengapa pasien gampang lupa dan sulit mengingat masa lalu ?
Mengapa pasien sudah tidak cekatan seperti dulu lagi ?
Mengapa saat kencing pasien harus mengejan ?
Mengapa sendi lutu sering sakit bila bangun tidur dan kulit menjadi
keriput?
9. Mengapa pada pasien penglihatannya kabur ?
10.
Mengapa pada pasien didapatkan bengkak bila duduk lama /
ditekuk ?
11.
Apa hubungan pasien merasa kesepian dengan skenario ?
12.
Bagaimana gaya hidup sehat untuk geriatri ? beserta gizi ?
13.
Apa saja perubahan perubahan pada geriatri ?
14.
Apa saja teori penuaan / aging ?
15.
Bagaimana tanda tanda aging proses ?
16.
Bagaimana perubahan fisik dan psikologi yang terjadia pd
geriatri ?
17.
Bagaimana tipe psikologi pada geriatri ?
18.
Permasalahan sosial apa yang terjadi pada geriatri ?

19.

Penyakit apa saja yang termasuk akibat proses penuaan ?

Step 3
1. Apa yang dimaksud dengan penuaan ?
Proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk
memperbaki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur
dan fungsi normalnya sehingga terjadi perubahan.
2. Apa saja teori penuaan / aging ?
Ada banyak teori penuaan tp beberapa ada yang ditolak
Yang diterima
- Teori radikal bebas : produk dari radikal bebas bereaksi dg dna
protein lipid menggangu dr masing masing fungsi fungsi tdk
maksimal aging
- Teori glikosilasi : proses glikosilasi menghasilkan advance
glycation endproduct penumpukan protein disfungsi
aging
- Teori DNA repair : perubahan pd pola laju repair pd usia muda
proses repair cepat namun pada geriatri proses repair lama
aging, kerusakan dna yang diinduksi oleh UV
Sampah metabolik penumpukan Kerusakan pd sintesis dna
tdk maksimal repairnya lambat Kerusakan jaringan
3. Bagaimana fisiologi penuaan ?
Lahir sel cadanagn tetap dipakai terus diganti semakin
tua semakin sedikit kerusakan terus menerus penuaan.
Orang tua kalo luka sembuhnya lama krn faktor cadangan fisiologis
nya berkurang / semakin sedikit.
4. Bagaimana tanda tanda aging proses ?
- Rambut mulai memutih / alopesia
- Kulit keriput, kendor kering, hiperpigmen,
- Badan mulai bungkuk, osteoporosis
- Gigi tanggal
- Penglihatan berkurang
- Pendengaran berkurang
- Konsentrasi menurun
- Reproduksi menurun
- Inkontensia uri
5. Bagaimana perubahan fisik dan psikologi yang terjadia pd geriatri ?
FISIK

Sel : lebih sedikit jumlahnya, terganggu proses perbaikannya,


jumlah sel diotak nya menurun
Saraf ; berat otak menurun 10-20%, kurang sensitif terhadap
rangsangan sentuhan ,
Sistem
pendengaran
:
gangguang
pendengaran
/
presbiakusis , otosklerosis (gangguan membran dalam timpani
), penumpukan serumen yg dpat mengeras keratinisasi.
Sistem penglihatan : kornea berbentuk seperti bola ,
hilangnya daya akomodasi, peningkatan amabnag penglihatan
terhadap sianar.
Sistem perkemihan : inkontinensia uri otot-otot VU
melemah.
Sistem GIT : peristaltik melemah , timbul konstipasi
Kulit : keratinisasi gatal gatal
Sistem cardio : elastisitas pembuluh darah berkurang
ateroslerosis
Suhu : hipotermi metabolisme menurun
PSIKOLOGIS
Tipe kepribadaian
konstruktif : mengalami gejolak gejolak
Mandiri : geriatri tdk pernah diajak ngobrol kesepian
Tergantung : kehilangan istri tercinta
Bermusuhan : terjdai pd masalah ekonomi
Kritik diri : butuh bantuan tp anak cucu tdk mengerti
apa yg diinginkan. Suka ngambek.

6. Apa saja Faktor yang mempengaruhi penuaan ?


Faktor intrinsik : genetika, ras,
Ekstrinsik : UV merusak protein dan asam amino, dimana
sbg unsur utama kolagen dan elastin yang dpt menyebabkan
kerusakan pigmentasi kulit, ROS, kelembaban udara, stress,
kebiasaan gaya hidup ( perawatan kulit yang salah, berAC)
Faktor yg meningkatan degenerasi : penyakit metabolik dan
menahun
Faktor endogenik : seluler
Faktor eksogenik : lingkungan dan gaya hidup
7. Mengapa pasien sering merasa mudah capek ?
Penuaan : gangguan GIT mukosa usus atrofi vili vili
berkurang absorbsi berkurang duodenum dan empedu
kerjanya menurun cadanagn energi berkurang capek, lelah
Penurun otot Atrofi mudah kram, capek,
Gangguan saraf mempengaruhi pergerakan otot

Cardio mikardium atrofi suplay darah berkuarang capek,


8. Mengapa pasien gampang lupa dan sulit mengingat masa lalu ?
Proses degeneratif pd otak tempat penyimpanan memori
penurunan fungsi lupa.
Lansia : kecepatan perambatan saraf menurun 20-30 msec
Respon sensorik dan motoorik menurun
9. Mengapa pasien sudah tidak cekatan seperti dulu lagi ?
Gerakan tdk aktif
Caadangan energi berkurang waktu kontraksi dan relaksasi
(butuh energi) memanjang kaku.
Sistem saraf perifer Kontraksi berkurang yg menggerakan
Tambahi lagi ya :D
10.
Mengapa saat kencing pasien harus mengejan ?
Terjadi atrofi pd nefron
Otot vesika melemah frekuensi air encing melemah mengejan
retensi urin
Gangguan pd prostat BPH,
11.
Mengapa sendi lutu sering sakit bila bangun tidur dan kulit
menjadi keriput?
Kulit keriput : akibat kehilangan jaringan adiposa
Penuaan kulit kasar, bersisik proses keratinisasi
Keriput Perubahan bentuk dan ukuran sel epidermis
Berkurangnya elastisitas kulit
Keriput : lapisan kulit --. Penipisan mudah keriput, kendor
dibawah lapisan kulit terdapat jarinagn lemak menipis kendor /
longgar, kering berkurangnya produksi kolagen.
Sendi lutut : produksi kolagen berkurang memberi kekuatan pd
tendon, sendi, tulang
Penurunan jumlah fibroblas
Tulang otot ?
Kontraksi otot wajah nya gimana ?
12.
Mengapa pada pasien penglihatannya kabur ?
m.siliaris yg berfungsi sbg akomodasi mata. Pd penuaan terjadia
atrofi, penebalan, pengerutan mengurangi amplitudo untuk
akomodasi yg disebabkan juga oleh serabut lensa yg padat dan
kurang elastis.
Semakin meningkatnya usia pelebaran dan penebalan lensa
kurang elastis denaturasi protein lensa kaku perubahan
bentuk lensa berkurang
Lengkapi yaa
Proses degenerasi pd jariangan mata, media refrakta(apa saja)

Pasien sepuh katarak krn lensanya ada nya cairan di OP


cairannya diganti normal lagi
13.
Mengapa pada pasien didapatkan bengkak bila duduk lama /
ditekuk ?
Terkait aliran cairannya
Bengkak kembalinya cairan yg dipengaruhi oleh kontraksi otot,
katup-katup, otot abdomen Atrofi mudah keluar dr salurannya
bengkak.
Denaturasi protein bengkak
Baca lagi ...
Kembalinya Pembuluh darah dan limfe lambat kaku
14.
Apa hubungan pasien merasa kesepian dengan skenario ?
Terkait dg prubahan psikologis.
15.

Bagaimana gaya hidup sehat untuk geriatri ? beserta gizi ?


Makanan yang sehat dan cukup
Pakaian dan perlengkapan harus baik
Tempat tinggal sehat
Perawatan dan pengawasan kesehatan
Bantuan tekhnis sehari-hari
Transportasi
Hiburan
Rasa aman dan tentram
Bantuan alat-alat panca indra.

GIZI
- Gizi cukup
- Mudah dicerna
- Tinggi protein dan rendah lemak
Cari lagi yaa.
16.

Bagaimana tipe psikologi pada geriatri ?


Tipe kepribadaian
konstruktif : mengalami gejolak gejolak
Mandiri : geriatri tdk pernah diajak ngobrol kesepian
Tergantung : kehilangan istri tercinta
Bermusuhan : terjdai pd masalah ekonomi
Kritik diri : butuh bantuan tp anak cucu tdk mengerti
apa yg diinginkan. Suka ngambek.

17.
Permasalahan sosial apa yang terjadi pada geriatri ?
Berkaitan dg pekerjaan : tdk bekerja kesepian
peran sosial masyarakat : merasa diasingkan krn terjadi perubahan
fisiologisnya.

18.
Penyakit apa saja yang termasuk akibat proses penuaan ?
Otot : OA penurunan sinovial peradangan kaku
Osteoporosis tulang rapuh penurunan osteosit nya

Step 4

Laki-laki 65 tahun

Proses penuanan

Faktor intrinsik &


ekstrinsik

Perubahan anatomi dan fisiologis

Teori penuaan

Peruabahan fisik dan psikologis

Tanda tanda penuaan :


Mudah capek, tungkai bengkak,
penglihatan kabur, sendi lutu sakit,
keriput, pelupa

Step 7
1. Apa yang dimaksud dengan penuaan ?
Penuaan (Inggris:Aging) adalah hasil akumulasi dari perubahan
organisme atau objek karena waktu. Penuaan pada manusia
berkaitan dengan proses multidimensional fisik, psikologis dan
perubahan sosial.
2. Apa saja teori penuaan / aging ?
a. Teori Genetic clock

Menurut teori ini, menua telah terprogram secara genetik untuk


spesies-spesies tertentu. Jam ini akan menghitung mitosis dan
menghentikan replikasi sel bila tidak diputar, jadi menurut
konsep ini bila jam kita itu berhenti akan meninggal dunia, meskipun
tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit akhir yang
katastrofal. Penelitian Hayflick (1980) menunjukkan bahwa ada
hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan
umur spesies pengontrolan genetik umur, rupanya dikontrol dalam
tingkat seluler.
b. Mutasi somatik (teori Error Catasthrope)
Menurut teori ini, terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel
somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan
fungsional sel tersebut. Hipotesis yang berhubungan adalah hipotesis
Error Catasthrope yang menyebutkan bahwa menua disebabkan
oleh

kesalahan-kesalahan

yang

beruntun

sepanjang

kehidupan

setelah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kesalahan dalam


proses transkripsi (DNA RNA) maupun proses translasi (RNA
protein/enzim)

terbentuknya

enzim

yang

salah

reaksi

metabolisme salah mengurangi fungsional sel (dalam batas


tertentu, kesalahan dalam pembentukan RNA dapat diperbaiki, tetapi
kemampuan untuk perbaikan itu sangat terbatas) kesalahan
sintesis protein/enzim metabolit yang berbahaya. Kesalahan pada
proses

translasi

(pembuatan

protein)

menyebabkan

terjadinya

kesalahan yang semakin banyak, sehingga terjadilah katastrop.


c. Rusaknya sistem imun tubuh
Mutasi yang berulang atau perubahan protein pascatranslasi, dapat
menyebabkan

berkurangnya

kemampuan

sistem

imun

tubih

mengenali dirinya sendiri (self recognition). Jika mutasi somatik


menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka
hal ini dapat menyebabkan sistem imun tubuh menganggap sel yang
mengalami

perubahan

tersebut

sebagai

se

lasing

dan

menghancurkannya. Perubahan inilah yang menjadi dasar terjadinya


autoimun.
d. Teori menua akibat metabolisme

McKay et al. memperlihatkan bahwa pengurangan intake kalori


pada

rodentia

muda

akan

menghambat

pertumbuhan

dan

memperpanjang umur. Perpanjangan umur karena penurunan jumlah


kalori tersebut, antara lain disebabkan karena menurunnya salah
satu

atau

beberapa

proses

metabolisme.

Terjadi

penurunan

pengeluaran hormone yang merangsang proliferasi sel, misalnya


insulin dan hormon pertumbuhan.
e. Kerusakan akibat radikal bebas
Waktu terjadi proses respirasi, oksigen dilibatkan dalam mengubah
bahan bakar menjadi ATP, melalui enzim-enzim respirasi di dalam
mitokondria, maka radikal bebas (RB) akan dihasilkan sebagai zat
antara. RB yang terbentu tersebut adalah: superoksida (O 2), radikal
hidroksil (OH) dan juga peroksida hidrogen (H 202). RB bersifat
merusak, karena sangat reaktif, sehingga dapat bereaksi
dengan DNA, protein, asam lemak tak jenuh, seperti dalam
membran sel dan dengan gugus SH. Tubuh sendiri sebenarnya
mempunyai kemampuan untuk menangkal RB, dalam bentuk enzim
seperti:
Superoxide dismutase (SOD), yang berunsur Zn, Cu dan juga Mn.
Enzim ini dapat merubah superoxide menjadi 2O2;
Enzim katalase yang berunsur Fe dalam bentuk haem, dapat
menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen;
Enzim glutation peroksodasi, berunsur selenium (Se),

juga

menguraikan hidrogen peroksida.


Disamping itu, RB juga dapat dinetralkan menggunakan senyawa non
enzimatik,

seperti:

vitamin

(asam

askorbat)berfungsi

mengaktifkan enzim prolil hidroksilase dlm pmbntkn hidroksiprolin


yaitu suatu unsur integral kolagen dan membantu oasteoblas
membentuk

matriks

tulang

yg

baru,

provitamin

(Beta

Karoten)pembentukan pigmen retina yg baru dan vitamin E


(Tocopherol)mencegah oksidasi lemak tak jenuh.
(Geriatri, Ilmu Kesehatan Usia Lanjut III, FKUI)

3. Bagaimana fisiologi penuaan ?


Proses penuaan ditandai penurunan energi seluler yang menurunkan

kemampuan sel untuk memperbaiki diri. Terjadi dua fenomena, yaitu


penurunan
fisiologik (kehilangan fungsi tubuh dan sistem organnya) dan peningkatan
penyakit (Fowler, 2003).
Menurut Fowler (2003), aging adalah suatu penyakit dengan karakteristik
yang terbagi menjadi 3 fase yaitu :
1) Fase subklinik (usia 25-35 tahun)
Kebanyakan hormon mulai menurun : testosteron, growth
hormone (GH), dan
estrogen. Pembentukan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan
DNA mulai
mempengaruhi tubuh, seperti diet yang buruk, stress, polusi, paparan
berlebihan
radiasi ultraviolet dari matahari. Kerusakan ini biasanya tidak tampak dari
luar.
Individu akan tampak dan merasa normal tanpa tanda dan gejala dari
aging atau
penyakit. Bahkan, pada umumnya rentang usia ini dianggap usia muda
dan normal.
2) Fase transisi (usia 35-45 tahun)
Selama tahap ini kadar hormon menurun sampai 25 persen. Kehilangan
massa
otot yang mengakibatkan kehilangan kekuatan dan energi serta komposisi
lemak
tubuh yang meninggi. Keadaan ini menyebabkan resistensi insulin,
meningkatnya
resiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan obesitas. Pada tahap ini
mulai mncul
gejala klinis, seperti penurunan ketajaman penglihatan- pendengaran,
rambut putih
mulai tumbuh, elastisitan dan pigmentasi kulit menurun, dorongan
seksual dan
bangkitan seksual menurun. Tergantung dari gaya hidup, radikal bebas
merusak sel
dengan cepat sehingga individu mulai merasa dan tampak tua. Radikal
bebas mulai
mempengaruhi ekspresi gen, yang menjadi penyebab dari banyak
penyakit aging, termasuk kanker, arthritis, kehilangan daya ingat,
penyakit arteri koronaria dan
diabetes.
3) Fase Klinik (usia 45 tahun keatas)
Orang mengalami penurunan hormon yang berlanjut, termasuk DHEA
(dehydroepiandrosterone), melatonin, GH, testosteron, estrogen, dan
hormon tiroid.
Terdapat juga kehilangan kemampuan penyerapan nutrisi, vitamin, dan
mineral sehingga terjadi penurunan densitas tulang, kehilangan massa
otot sekitar 1kilogram

setiap 3 tahun, peningkatan lemak tubuh dan berat badan. Di antara usia
40 tahun dan 70 tahun, seorang pria kemungkinan dapat kehilangan 20
pon ototnya, yang
mengakibatkan ketidakmampuan untuk membakar 800-1.000 kalori
perhari. Penyakit kronis menjadi sangat jelas terlihat, akibat sistem organ
yang mengalami kegagalan. Ketidakmampuan menjadi faktor utama
untuk menikmati tahun emas dan seringkali adanya ketidakmampuan
untuk melakukan aktivitas sederhana dalam
kehidupan sehari-harinya. Prevalensi penyakit kronis akan meningkat
secara dramatik sebagai akibat peningkatan usia (Fowler, 2007).
4. Bagaimana tanda tanda aging proses ?
- penurunan ketajaman penglihatan
- penurunan pendengaran
- rambut putih mulai tumbuh
- elastisitan dan pigmentasi kulit menurun
- dorongan seksual dan bangkitan seksual menurun.
(Fowler, 2007).
1. Perubahan pigmen kulit
Perubahan pigmen atau warna kulit bisa menjadi salah satu tanda umum
terjadinya penuaan dini pada kulit. Jadi jika warna kulit kamu tiba-tiba
berubah menjadi pucat, menghitam, kusam dan muncul flek atau bintik
hitam, bisa jadi itu merupakan tanda penuaan dini. Sangat penting bagi
kamu untuk menjaga kulit dari paparan sinar matahari dan memakai
pelindung untuk meminimalisir dampak paparan sinar matahari secara
langsung.
2. Lingkaran hitam dan kantung mata
Lingkaran hitam dan kantung mata dapat disebabkan oleh berbagai hal,
seperti kelelahan, kurangnya waktu tidur, infeksi, hingga dehidrasi.
Selama ini mungkin kamu cenderung mengabaikan lingkaran mata dan
kantung hitam yang sering muncul saat kelelahan dan kurang tidur.
Namun jika dibiarkan secara terus-menerus, hal ini juga akan membuat
penampilan wajah kamu terlihat lebih tua dan tidak fresh.
3. Kulit kering dan kendur

Kamu selalu rutin menggunakan pelembab kulit? Apakah pelembab


tersebut membuat kulit kamu menjadi lembab dan tetap elastis? Jika
pemakaian pelembab tidak lagi bisa melembabkan dan menjaga
elastisitas kulit kamu, kamu harus mewaspadainya karena hal tersebut
bisa menjadi salah satu tanda awal dari penuaan dini.
4. Penumpukan lemak
Penuaan dini juga membuat proses metabolisme pada tubuh menjadi
lebih lamban. Hal tersebut kemudian akan berdampak pada menurunnya
proses pembakaran lemak yang akhirnya memunculkan tumpukantumpukan lemak pada bagian perut dan lengan.
5. Pori-pori membesar
Semakin bertambah tua, maka pori-pori kulit kita akan semakin
membesar akibat terjadinya penumpukkan sel kulit mati. Pembesaran
pori-pori kulit ini juga sering dianggap sebagai tanda-tanda kalau kulit
kamu mengalami penuaan dini.
6. Sering lupa dan mudah lelah
Apakah akhir-akhir ini kamu lebih mudah lelah, sering lupa, dan waktu
tidur kamu menjadi tidak teratur? Hal-hal tersebut dapat menjadi penanda
utama dari menurunnya kinerja otak yang menjadi salah satu tanda
penuaan dini. Hal ini dapat terjadi karena berbagai hal seperti merokok,
konsumsi junk food berlebihan, otak kekurangan oksigen dan sebagainya.
7. Kerutan pada dahi dan kelopak mata
Dahi dan ujung kelopak mata berkerut saat tertawa dan cemberut adalah
hal yang wajah. Tapi jika muncul kerutan pada dahi dan ujung kelopak
mata saat kamu sedang dalam kondisi diam, itu bisa menjadi salah satu
penuaan dini yang timbul pada wajah. Selain itu, jika riasan eye
shadow dan eye liner yang kamu gunakan terlihat pecah-pecah dan

tidak mulus, itu juga merupakan pertanda bahwa area sekitar mata
sedang kekurangan kelembabannya.
5. Bagaimana perubahan fisik dan psikologi yang terjadia pd geriatri ?
Fisik
Perubahan-perubahan Fisik
1. Sel.

Lebih sedikit jumlahnya.

Lebih besar ukurannya.

Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan


intraseluler.

Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.

Jumlah sel otak menurun.

Terganggunya mekanisme perbaikan sel.

Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.

2. Sistem Persarafan.

Berat otak menurun 10-20%. (Setiap orang berkurang sel saraf


otaknya dalam setiap harinya).

Cepatnya menurun hubungan persarafan.

Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya


dengan stres.

Mengecilnya

saraf

panca

indra.Berkurangnya

penglihatan,

hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf penciumdan perasa,


lebih

sensitif

terhadap

perubahan

suhu

dengan

rendahnya

ketahanan terhadap dingin.

Kurang sensitif terhadap sentuhan.

3. Sistem Pendengaran.

Presbiakusis

gangguan

dalam

pendengaran

).

Hilangnya

kemampuan pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap


bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas,

sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi pada usia diatas umur 65


tahun.

Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .

Terjadinya

pengumpulan

serumen

dapat

mengeras

menurun

pada

lanjut

karena

meningkatnya keratin.

Pendengaran

bertambah

usia

yang

mengalami ketegangan jiwa/stres.


4. Sistem Penglihatan.

Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.

Kornea lebih berbentuk sferis (bola).

Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.

Meningkatnya

ambang,

pengamatan

sinar,

daya

adaptasi

terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam


cahaya gelap.

Hilangnya daya akomodasi.

Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.

Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.

5. Sistem Kardiovaskuler.

Elastisitas dinding aorta menurun.

Katup jantung menebal dan menjadi kaku.

Kemampuan

jantung

memompa

darah

menurun,

hal

ini

menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.

Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas


pembuluh darah perifer untuk oksigenisasi,. Perubahan posisi
dari tidur ke duduk atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan
tekanan darah menurun, mengakibatkan pusing mendadak.

Tekanan

darah

pembuluh darah
perifer.

meninggi

akibat

meningkatnya

resistensi

6. Sistem Pengaturan Temperatur Tubuh.

Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara fisiologis akibat


metabolisme yang menurun.

Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi


panas akibatnya aktivitas otot menurun.

7. Sistem Respirasi

Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.

Menurunnya aktivitas dari silia.

Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat,


kapasitas pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman
bernafas menurun.

Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.

Kemampuan untuk batuk berkurang.

Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring


dengan pertambahan usia.

8. Sistem Gastrointestinal.

Kehilangan gigi akibat Periodontal disease, kesehatan gigi yang


buruk dan gizi yang buruk.

Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas saraf pengecap


di lidah terhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.

Eosephagus melebar.

Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.

Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.

Daya absorbsi melemah.

9. Sistem Reproduksi.

Menciutnya ovari dan uterus.

Atrofi payudara.

Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa


meskipun adanya penurunan secara berangsur-angsur.

Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia


asal kondisi kesehatan baik.

Selaput lendir vagina menurun.

10. Sistem Perkemihan.

Ginjal

Merupakan alat untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh melalui


urin,
darah yang masuk ke ginjal disaring di glomerulus (nefron). Nefron
menjadi

Atrofi dan aliran darah ke ginjal menurun sampai 50%.

Otot-otot vesika urinaria menjadi lemah, frekuensi buang air kecil


meningkat dan terkadang menyebabkan retensi urin pada pria.

11. Sistem Endokrin.

Produksi semua hormon menurun.

Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR (Basal Metabolic


Rate), dan menurunnya daya pertukaran zat.

Menurunnya produksi aldosteron.

Menurunya

sekresi

hormon

kelamin

misalnya,

progesteron,

estrogen, dan testosteron.


12. Sistem Kulit ( Sistem Integumen )

Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak.

Permukaan kulit kasar dan bersisik karena kehilangan proses


keratinisasi,

serta

perubahan

ukuran

dan

bentuk-bentuk

sel

epidermis.

Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.

Rambut dalam hidung dan telinga menebal.

Berkurangnya

elastisitas

akibat

vaskularisasi.

Pertumbuhan kuku lebih lambat.

dari

menurunya

cairan

dan

Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan kurang bercahaya.

Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.

13. Sistem Muskuloskletal

Tulang kehilangan density ( cairan ) dan makin rapuh.

Kifosis

Pergerakan pinggang, lutut, dan jari-jari terbatas.

Persendiaan membesar dan menjadi kaku.

Tendon mengerut dan mengalami skelerosis.

Atrofi serabut otot ( otot-otot serabut mengecil ).Otot-otot serabut


mengecil sehingga
seseorang bergerak menjadi lamban, otot-otot kram dan menjadi
tremor.

Otot-otot polos tidak begitu berpengaruh.


6. Apa saja Faktor yang mempengaruhi penuaan ?
FAKTOR YANG DAPAT MEMPERCEPAT PENUAAN
1) Faktor lingkungan
a. Pencemaran linkungan yang berwujud bahan-bahan polutan dan kimia
sebagai
hasil pembakaran pabrik, otomotif, dan rumah tangga) akan
mempercepat
penuaan.
b. Pencemaran lingkungan berwujud suara bising. Dari berbagai penelitian
ternyata suara bising akan mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin
dan
mampu menyebabkan apoptosis di berbagai jaringan tubuh.
c. Kondisi lingkungan hidup kumuh serta kurangnya penyediaan air bersih
akan
meningkatkan pemakaian energi tubuh untuk meningkatkan kekebalan.
d. Pemakaian obat-obat/jamu yang tidak terkontrol pemakaiannnya
sehingga
menyebabkan turunnya hormon tubuh secara langsung atau tidak
langsung
melalui mekanisme umpan balik (hormonal feedback mechanism).
e. Sinar matahari secara langsung yang dapat mempercepat penuaan
kulit
dengan hilangnya elastisitas dan rusaknya kolagen kulit.
2) Faktor diet/makanan. Jumlah nutrisi yang cukup, jenis, dan kualitas
makanan

yang tidak menggunakan pengawet, pewarna, perasa dari bahan kimia


terlarang.
Zat beracun dalam makanan dapat menimbulkan kerusakan berbagai
organ tubuh,
antara lain organ hati.
3) Faktor genetik
Genetik seseorang sangat ditentukan oleh genetik orang tuanya. Tetapi
faktor
genetik ternyata dapat berubah karena infeksi virus, radiasi, dan zat racun
dalam
makanan/minuman/kulit yang diserap oleh tubuh.
4) Faktor psikik
Faktor stres ini ternyata mampu memacu proses apoptosis di berbagai
organ/jaringan tubuh.
5) Faktor organik
Secara umum, faktor organik adalah : rendahnya kebugaran/fitness, pola
makan
kurang sehat, penurunan GH dan IGF-I, penurunan testosteron, penurunan
melatonin secara konstan setelah usia 30 tahun dan menyebabkan
gangguan
circandian clock (ritme harian) selanjutnya kulit dan rambut akan
berkurang
pigmentasinya dan terjadi pula gangguan tidur, peningkatan prolaktin
yang
sejalan dengan perubahan emosi dan stress, perubahan Follicle
Stimulating
Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).
7. Mengapa pasien sering merasa mudah capek ?

konsentrasi testosterone mengalami penurunan secara bertahap


sepanjang proses penuaan (Lamberts dkk, 1997). Karena testosterone
meningkatkan sintesis protein, massa dan strength otot , terdapat
pandangan bahwa penurunan testosterone bisa menyebabkan penurunan
sintesis protein otot dan menyebabkan hilangnya massa otot.
Atrofi serabut otot ( otot-otot serabut mengecil ) dan penurunan fungsi
saraf terutama pada neuromuscular junction menyebabkan Otot-otot
serabut mengecil sehingga seseorang bergerak menjadi lamban, otot-otot
kram dan menjadi tremor.

Perubahan metabolik terjadi penurunan dalam proses metabolisme


terjadi penurunan produksi energi mudah lelah dalam melakukan
bermacam macam aktivitas

8. Mengapa pasien gampang lupa dan sulit mengingat masa lalu ?


9. Mengapa pasien sudah tidak cekatan seperti dulu lagi ?
Penurunan massa otot juga disertai peningkatan progresif massa lemak
dan karenanya perubahan komposisi tubuh, serta dikaitkan dengan
peningkatan insidensi resistensi terhadap insulin pada manula (Evans,
1995). Selanjutnya, densitas tulang menurun, kekakuan sendi meningkat,
dan terjadi sedikit reduksi tinggi badan (kyphosis). Semua perubahan ini
yang menyebabkan para manula memiliki problem pada aktivitasnya
terutama kehilangan dalam kelincahan.
PDF UNUD
10.
Mengapa saat kencing pasien harus mengejan ?
Kemungkinan BPH
Adanya obstruksi infravesicapeningkatan tekanan pengosongan
kandung kemih hipersensitivitas otot detrusor otot detrusor
menjadi lebih tebal karena ada fase kompensasi dari otot dinding
detrusor (Normal Kontraksi otot P iv 20-40 cmH20 Obstruksi
Hipertrofi otot Kontraksi otot P iv 50-100 cmH20 Untuk mengatasi
hambatan) otot detrusor gagal berkontraksi cukup lama kontraksi
otot detrusor putus-putus menyebabkan hesitansi/ awal keluarnya
urin menjadi lebih lama dan mengejan untuk memulai miksi
11.
Mengapa sendi lutut sering sakit bila bangun tidur dan kulit
menjadi keriput?
Sendi Kaku
Karena terjaid penurunan minyak sinovial pada sendi terjadi
kekakuan pada sendi menyebabkan gesekan antar sendi lama
kelamaan akan terjadi perdangann pada jaringan ikat sendi nyeri.
Sering mengeluh kaku dan nyeri pada pagi hari lamanya tidak
digunakan dalam aktivitas karena tidur, dan suhu yang dingin juga
mempengaruhi rasa nyeri yang timbul.
Kulit keriput terjadi penurunan elastine dan kolagen kegagalan
dalam mempertahankan kelenturan dan ketegangan kulit kulit
menjadi kendor dan keriput.
12.
Mengapa pada pasien penglihatannya kabur ?
Penurunan fungsi lensa cahaya jatuh tidak tepat pada retina
pandangan kabur.
Dengan meningkatnya usia,lensa semakin besar&menebal serta
menjadi kurang elastik sebagian disebabka oleh denaturasi protein
lensa yg progresif.Kemampuan lensa untuk berubah bentuk akan
berkurang seiring bertambahnya usia.

Daya akomodasi berkurang dari 14 dioptri pd usia anak2 menjadi


kurang dari 2 dioptri pd saat usia kita mencapai 45-50
tahun,kemudian daya akomodasi akan berkurang menjadi 0 dioptri
pada usia 70 tahun.Sesudah itu dpt dikatakan lensa hampir sama
sekali tidak dapat berakomodasi yg disebut presbiopia
Guyton&Hall.Buku Ajar Fisiologi.2007.EGC:Jakarta

Kemungkinan katarak Lensa terdiri dari air dan serat


protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata
mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami
penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan
menyebabkan noda pada lensa mata dan gejala yang
dirasakan biasanya pasien mengeluh penglihatannya kabur
dan sulit melihat pada malam hari
Sumber : dr. Dadan harjana
13.
Mengapa pada pasien didapatkan bengkak bila duduk lama /
ditekuk ?
-

14.
Apa hubungan pasien merasa kesepian dengan skenario ?
Karena Pasien tinggal dirumah hanya dengan pembantu sejak
istrinya meninggal 5tahun yang lalu. Anaknya 2 sudah berkeluarga
semua, anak cucunya jarang menengoknya sehingga tidak ada
orang yang bisa diajak bicara dan merasa di akhir hidupnya ini tidak
berguna.
15.
Bagaimana gaya hidup sehat untuk geriatri ? beserta gizi ?
1.
Selalu aktif. Dalam hal ini usahakan untuk tidak sering duduk terlalu
lama baik itu di depan komputer atau menonton acara televisi yang anda
sukai. Anda dapat memulainya dengan mengurangi waktu untuk berlamalama di depan komputer atau televisi dengan melakukan aktivitas lainnya
yang membuat anda tetap bergerak dan aktif.
2.
Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh anda. Ini
dikarenakan, dengan terpapar sinar matahari pagi, maka tubuh akan
terpacu untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D pada tubuh memiliki
fungsi untuk menangkal penyakit jantung, aneka jenis kanker dan juga
mencegah pengeroposan tulang dini.
3.
Menambah atau memperbanyak untuk mengkonsumsi buah-buahan
dan sayur-sayuran sangat baik untuk menutrisi tubuh anda. Berbagai
buah-buahan seperti jeruk, semangka, pepaya, apel dan lain-lain serta
aneka sayuran seperti bayam, sawi dan lain-lain merupakan buah-buahan
dan sayur-sayuran yang dimaksud.

4.
Rutin berolahraga merupakan salah satu faktor yang dapat
membuat badan anda lebih sehat dan fit sepanjang hari. Anda dapat
memulainya, dengan menyisihkan waktu pagi untuk berolahraga pagi
seperti berjalan, berlari maupun bersepeda santai.
5.
Stop merokok. Ini merupakan salah gaya hidup sehat yang sulit di
lakukan bagi mereka yang menjadikan kebiasaan merokok sebagai
kebutuhan. Tapi tahukah anda, kandungan rokok sangat tidak bersahabat
untuk kesehatan tubuh anda.
6.
Mulai hari anda dengan tertawa atau tersenyum. Karena aktivitas
tersenyum maupun tertawa berdampak sangat baik untuk meningkatkan
daya tahan tubuh serta kesehatan tubuh itu sendiri. Anda dapat
memulainya dengan sering bercanda dengan teman atau menonton
berbagai acara komedi di televisi.
7.
Usahakan
untuk
membatasi,
mengurangi
atau
bahkan
menghilangkan untuk mengkonsumsi aneka makanan siap saji. Dengan
mulai memasak makanan sendiri, anda akan lebih mengetahui, apakah
makanan yang anda masak baik untuk kesehatan tubuh anda atau malah
berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anda.
1. Gaya hidup sehat
2. Menu makanan mengandung zat gizi seimbang & bervariasi
3. Hindari paparan toxic prooksidan ( radikal bebas )
4. Suplemen antioksidan :

Vit. B12 : sistim syaraf & otak

Asam folat : merangsang metabolisme homosistein agar tdk mjd


plak di arteri

Betakaroten : sel kekebalan ( sel T, limfosit ), mencegah oksidasi


LDL kolesterol, mencegah penyakit jantung & stroke

Vit. E : mencegah oksidasi LDL kolesterol, menurunkan


aterosklerosis

Vit. C : menghambat sel kanker, meningkatkan HDL kolesterol,


menurunkan tekanan darah, memperkuat pembuluh darah,
meremajakan sel darah putih, membentuk antioksidan endogen
glutation

Ca : mencegah oksidasi LDL kolesterol & menurunkan tekanan


darah

Mg : sistesis ATP, stabilisisasi DNA, RNA, menurunkan tekanan


darah, mencegah resistensi insulin, mencegah cardiac arrest

Se : Zat kemopreventif, pembetuk antioksidan endogen enzim


peroksidase glutation

Cr : meningkatkan kerja insulin, mencegah DM

Zn : mengaktifkan kelenjar thimus untuk produksi antibodi,


pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD
)

Mn : pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase


( SOD )

Cu : pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase


( SOD )

Koenzim Q- 10 : mencegah oksidasi LDL kolesterol

16.

Bagaimana tipe psikologi pada geriatri ?

MASALAH PSIKOLOGI PADA LANSIA


a. Depresi
Gangguan depresi merupakan hal yang terpenting dalam problem lansia.
Usia bukan merupakan faktor untuk menjadi depresi tetapi suatu keadaan
penyakit medis kronis dan masalah-masalah yang dihadapi lansia yang
membuat mereka depresi. Gejala depresi pada lansia dengan orang
dewasa muda berbeda dimana pada lansia terdapat keluhan somatik.
Gejala depresi pada lansia, yaitu :
1. Gejala utama :
Afek depresi
Kehilangan minat
Berkurangnya energi (mudah lelah)
2. Gejala lain:
Konsentrasi dan perhatian berkurang
Kurang percaya diri
Sering merasa bersalah
Pesimis
Ide bunuh diri
Gangguan pada tidur
Gangguan nafsu makan
Berdasarkan gejala di atas, depresi pada lansia dapat dibedakan beberapa
bentuk berdasarkan berat ringannya :
Depresi ringan : 2 gejala utama + 2 gejala lain+ aktivitas tidak
terganggu.
Depresi sedang : 2 gejala utama + 3 gejala lain+ aktivitas agak

terganggu.
Depresi berat : 3 gejala utama + 4 gejala lain+ aktivitas sangat
terganggu.
Penyebab terjadinya depresi merupakan gabungan antara faktor-faktor
psikologik, sosial dan biologik.
Biologik : sel saraf yang rusak, faktor genetik, penyakit kronis seperti
hipertensi, DM, stroke,
keterbatasan gerak, gangguan pendengaran / penglihatan.
Sosial
: kurang interaksi sosial, kemiskinan, kesedihan, kesepian,
isolasi sosial.
Psikologis : kurang percaya diri, gaul, akrab, konflik yang tidak
terselesai.
b. Skizofrenia
Skizofrenia biasanya dimulai pada masa remaja akhir / dewasa muda dan
menetap seumur hidup. Wanita lebih sering menderita skizofrenia lambat
dibanding pria. Perbedaan onset lambat dengan awal adalah adanya
skizofrenia paranoid pada tipe onset lambat.
Paling sedikit 2 gejala berikut :
Halusinasi panca indera yang menetap
Arus pikir yang terputus
Perilaku katatonik
Gejala negatif
Katatonik
a. Stupor katatonik yaitu aktivitas motorik yang melambat secara nyata,
seringkali hingga mencapai suatu titik imobilitas dan tampak tak sadar
akan sekitar.
b. Atau mungkin mucul sebagai aktivitas motorik yang berlebihan
(eksitasi katatonik), sebuah keadaan ekstrim yang mungkin berbahaya
bagi pasien dan orang lain. Eksitasi katatonik adalah aktivitas motorik
yang tak bertujuan dan teragitasi, tidak dipengaruhi oleh stimulus
eksternal.
c. Sebuah gejala penting dari katatonia adalah katalepsia, di mana
postur tidak nyaman dan aneh dipertahankan melawan gravitasi atau
gaya lainnya. Katalepsi merupakan istilah umum untuk posisi tidak
bergerak yang dipertahankan secara konstan. Katatonia dan abnormalitas
postur ditemukan pada skizofrenia katatonik
Adanya gejala-gejala khas tersebut di atas berlangsung selama kurun
waktu satu bulan atau lebih. Terapi dapat diberikan obat anti psikotik
seperti haloperidol, chlorpromazine, dengan pemberian dosis yang lebih
kecil.

c. Gangguan Delusi
Onset usia pada gangguan delusi adalah 40 55 tahun, tetapi dapat
terjadi kapan saja.
Pencetus terjadinya gangguan delusi adalah :
Kematian pasangan
Isolasi sosial
Finansial yang tidak baik
Penyakit medis
Kecacatan
Gangguan pengelihatan / pendengaran
Pada gangguan delusi terdapat jenis lain yang onset lambat yang dikenal
sebagai parafrenia yang timbul selama beberapa tahun dan tidak disertai
demensia. Terapi yang dapat diberikan yaitu : psikoterapi yang
dikombinasi dengan farmakoterapi.
d. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah berupa gangguan panik, fobia, gangguan
obsesif konfulsif, gangguan kecemasan umum, gangguan stres akut,
gangguan stres pasca traumatik. Tanda dan gejala fobia pada lansia
kurang serius daripada dewasa muda, tetapi efeknya sama, jika tidak
lebih, menimbulkan debilitasi pada pasien lanjut usia. Teori eksistensial
menjelaskan kecemasan tidak terdapat stimulus yang dapat diidentifikasi
secara spesifik bagi perasaan yang cemas secara kronis.
Kecemasan yang tersering pada lansia adalah tentang kematiannya.
Orang mungkin menghadapi pikiran kematian dengan rasa putus asa dan
kecemasan, bukan dengan ketenangan hati dan rasa integritas (Erik
Erikson).
Gangguan stres lebih sering pada lansia terutama jenis stres pasca
traumatik karena pada lansia akan mudah terbentuk suatu cacat fisik.
Terapi dapat disesuaikan secara individu tergantung beratnya dan dapat
diberikan obat anti anxietas seperti : hydroxyzine, Buspirone.
e. Gangguan penggunaan Alkohol dan Zat lain
Riwayat minum / ketergantungan alkohol biasanya memberikan riwayat
minum berlebihan yang dimulai pada masa remaja / dewasa. Mereka
biasanya memiliki penyakit hati. Sejumlah besar lansia dengan riwayat
penggunaan alkohol terdapat penyakit demensia yang kronis.
Presentasi klinis pada lansia termasuk terjatuh, konfusi, higienis pribadi
yang buruk, malnutrisi dan efek pemaparan. Zat yang dijual bebas seperti
kafein dan nikotin sering disalah gunakan. Di sini harus diperhatikan

adanya gangguan gastrointestiral kronis pada lansia pengguna alkohol


maupun tidak obat-obat sehingga tidak terjadi suatu penyakit medik.
f. Gangguan Tidur
Usia lanjut adalah faktor tunggal yang paling sering berhubungan dengan
peningkatan prevalensi gangguan tidur. Fenomena yang sering dikeluhkan
lansia dari pada usia dewasa muda adalah :
Gangguan tidur
Ngantuk siang hari
Tidur sejenak di siang hari
Pemakaian obat hipnotik.
Secara klinis, lansia memiliki gangguan pernafasan yang berhubungan
dengan tidur dan gangguan pergerakan akibat medikasi yang lebih tinggi
dibanding dewasa muda. Disamping perubahan sistem regulasi dan
fisiologis, penyebab gangguan tidur primer pada lansia adalah insomnia.
Selain itu gangguan mental lain, kondisi medis umum, faktor sosial dan
lingkungan. Ganguan tersering pada lansia pria adalah gangguan rapid
eye movement (REM). Hal yang menyebabkan gangguan tidur juga
termasuk adanya gejala nyeri, nokturia, sesak napas, nyeri perut.
Keluhan utama pada lansia sebenarnya adalah lebih banyak terbangun
pada dini hari dibandingkan dengan gangguan dalam tidur. Perburukan
yang terjadi adalah perubahan waktu dan konsolidasi yang menyebabkan
gangguan pada kualitas tidur pada lansia.
Terapi dapat diberikan obat hipnotik sedatif dengan dosis yang sesuai
dengan kondisi masing-masing lansia dengan tidak lupa untuk memantau
adanya gejala fungsi kognitif, perilaku, psikomotor, gangguan daya ingat,
insomnia rebound dan gaya jalan.
17.

Permasalahan sosial apa yang terjadi pada geriatri ?

MASALAH SOSIAL PADA LANSIA


Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran, penglihatan, gerak fisik
dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan
kecacatan pada lansia. Misalnya badannya menjadi bungkuk,
pendengaran sangat berkurang, penglihatan kabur dan sebagainya
sehingga sering menimbulkan keterasingan. Hal itu sebaiknya dicegah
dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas, selama yang
bersangkutan masih sanggup, agar tidak merasa terasing atau
diasingkan. Karena jika keterasingan terjadi akan semakin menolak untuk
berkomunikasi dengan orang lain dan kdang-kadang terus muncul
perilaku regresi seperti mudah menangis, mengurung diri, mengumpulkan
barang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan menangis bila

ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak kecil.


Dalam menghadapi berbagai permasalahan di atas pada umumnya lansia
yang memiliki keluarga bagi orang-orang kita (budaya ketimuran) masih
sangat beruntung karena anggota keluarga seperti anak, cucu, cicit, sanak
saudara bahkan kerabat umumnya ikut membantu memelihara (care)
dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. Namun bagi mereka yang
tidak punya keluarga atau sanak saudara karena hidup membujang, atau
punya pasangan hidup namun tidak punya anak dan pasangannya sudah
meninggal, apalagi hidup dalam perantauan sendiri, seringkali menjadi
terlantar.
18.

Penyakit apa saja yang termasuk akibat proses penuaan ?

1. Kencing manis (Diabetes Melitus)


a. Tipe I : IDDM (Insulin dependent Diabetes melitus)
Cirinya :
- Banyak menyerang orang muda
- Disebabkan penghacuran total sel-sel beta pankreas
- Sangat mutlak tergantung pada terapi insulin
b. Tipe II : NIDDM (Non insulin dependent diabetes melitus)
Cirinya:
- Paling banyak menyerang orang tua
- Sel beta pankreas tidak dirusak tidak cukup memproduksi insulin
- Sehingga hati, otot serta sel lemak tidak beraksi secara wajar
Gejala DM adalah: polipagia, poliuria, polidipsia diikuti tubuh yang cepat
lelah, kurang tenaga,badan kurus, gatal-gatal, kesemutan dan luka yang
sukar sembuh.
2. Osteoporosis
Pada wanita, kekurangan hormon estrogen dapat menyebabkan khilangan
masa tulang dampak terhadap metabolisme kalsium akhirnya membuat
tulang patah.
Pada pria, karena defisiensi testosteron, alkohol, penggunaan
kortikosteroid, dan faktor penuaan.
3. Dementia type Alzheimer
Dipengaruhi oleh hormon juga, pada wanita estrogen dapat meningkatkan
produksi zat dan aktifitas neorotransmeter, penurunan testoteron pada
laki-laki akan berpengaruh penurunan fungsi memori dan fungsi kognitif.
Kondisi yang sangat berat akan menyebabkan terjadinya penimbunan
protein amiloid di darah otak sehingga terjadi sindroma alzeimer.
Gejala-gejala Demensia Alzheimer sendiri meliputi gejala yang ringan

sampai berat. Sepuluh tanda-tanda adanya Demensia Alzheimer adalah :


Gangguan memori yang memengaruhi keterampilan pekerjaan,
seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor
telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula
dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air.
Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti; tidak
mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
Kesulitan bicara dan berbahasa
Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti; keliru dengan keadaan
sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali
rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
Kesulitan berpikir abstrak, seperti; orang yang sakit juga mendengar
suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
Salah meletakkan barang
Perubahan mood dan perilaku, seperti; menjadi agresif, cepat marah
dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah
diminatinya.
Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan
mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
Hilangnya minat dan inisiatif
4. Penyakit Jantung
Penyakit jantung yang dijumpai pada orang-orang lanjut usia ada
beberapa macam, yaitu :
a. Penyakit Jantung Koroner.
Akibat yang besar dari penyakit jantung koroner adalah kehilangan
oksigen dan makanan ke jantung karena aliran darah ke jantung melalui
arteri koroner berkurang. Penyakit jantung koroner lebih banyak
menyerang pria daripada wanita, orang kulit putih dan separoh baya
sampai dengan lanjut usia. Penyebab dari penyakit jantung koroner ini
adalah aterosklerosis, pada aterosklerosis terjadi plak lemak dan jaringan
serat sehingga menyempitkan bagian dalam arteri jantung. Penyebab
lainnya adalah faktor keturunan, hipertensi, kegemukan, merokok,
diabetes, stress, kurang olahraga dan kolesterol tinggi.
Gejala yang muncul pada penyakit jantung koroner ini adalah angina,
yaitu ketidakcukupan aliran oksigen ke jantung. Perasaan sakit angina
terjadi seperti: terbakar, tertekan, dan tekanan berat di dada kiri yang
dapat meluas ke lengan kiri, leher, dagu dan bahu. Tanda yang khas saat
penyerangan adalah timbulnya rasa mual, muntah, pusing, keringat
dingin dan tungkai serta lengan menjadi dingin.

b. Serangan Jantung.
Serangan jantung terjadi apabila salah satu arteri jantung tidak sanggup
lagi mensuplai darah ke bagian otot jantung yang dialirinya. Apabila
terjadi keterlambatan dalam pengobatan akan mengakibatkan kematian.
Hampir separoh dari kematian mendadak karena serangan jantung terjadi
sebelum pasein tiba di rumah sakit. Penyebab dari serangan jantung ini
adalah karena pembentukan arterisklerosis (pengerasan arteri jantung)
yang berakibat pada penurunan aliran darah. Faktor resikonya meliputi:
faktor keturunan, tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol tinggi,
diabetes, kegemukan, kurang olahraga, pemakaian obat-obatan (terutama
kokain), umur dan stres.
Gejala utama serangan jantung ini adalah rasa sakit seperti menusuknusuk dan bersifat persisten pada dada kiri, menyebar ke lengan, rahang,
leher, dan bahu sampai 12 jam lamanya atau bahkan lebih. Tanda lain
adalah perasaan seperti bingung (bodoh), lelah, mual, muntah, sesak
napas, dingin di lengan dan tungkai, keringat dingin, cemas dan gelisah.
c. Penyakit jantung hipertensi.
Kebanyakan dengan bertambahnya usia seseorang, maka tensi atau
tekanan darahnya akan mengalami kenaikan. Berbagai penelitian telah
dilakukan dan disimpulkan bahwa di Indonesia rata-rata hipertensi
(kanaikan tekanan darah) berkisar 5 - 10% dan menjadi lebih dari 20% jika
sudah memasuki usia 50 tahun keatas. Hipertensi sistolik pada mulanya
dianggap suatu gangguan kecil, akan tetapi sekarang ini telah diakui
sebagai pemegang peranan yang besar sebagai faktor resiko serangan
jantung. Pada usia lanjut tekanan darah cenderung mengalami labilitas
dan mudah mengalami hipotensi (tekanan darah rendah). Untuk itu
dianjurkan selalu mengukur tekanan darah pada waktu periksa maupun
saat kontrol pengobatan. Apabila tidak dilakukan kontrol rutin terhadap
tekanan darah, akan memperbesar terjadinya penyakit jantung hipertensi.

Apa itu penyakit degeneratif? Penyakit degeneratif adalah penyakit akibat


penurunan fungsi organ / alat tubuh. Tubuh mengalami defisiensi produksi
enzim & hormon, imunodefisiensi, peroksida lipid, kerusakan sel ( DNA ),
pembuluh darah, jaringan protein & kulit ( ketuaan ).
Jenis Penyakit Degeneratif

Hipertensi

Hiperlipidemia

Hipercholesterolemia

Stroke

Jantung Koroner

Kerusakan Syaraf Otak ( pikun )

Artritis Rematoid

Deabetes Mellitus Tipe 2 ( lipotoxic pankreas, insulin resistence )

Penuaan Kulit, dll

Faktor Penyebab
1. Gaya hidup tidak sehat :
o Kurang olah raga
o Merokok
o Alkoholic ( pecandu alkohol )
o Narkoba
o Workaholic ( gila kerja )
o Stres psikologis ( tekanan batin )
2. Konsumsi lemak jenuh ( kolesterol ), gula murni berlebihan & kurang
serat
3. Obesitas / Kegemukan
4. Paparan zat kimia ( plastik, Pb, Ar, Hg, zat warna pakaian, asam
borak, formalin, dll )
5. Makanan teroksidasi ( minyak jlantah, pemanasan minyak dg suhu
tinggi, daging bakar / panggang )
6. Makanan kaleng, penambah rasa ( MSG )
7. Radikal bebas ( polusi udara dari asap motor/mobil, asap pabrik,
asap rokok )
8. Sinar matahari ( jam 09.00 15.00 WIB ), pengobatan dg sinar
ultra violet jangka panjang

Anda mungkin juga menyukai