Anda di halaman 1dari 14

Lukman

240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum roti, kue, cokelat dan kembang gula kali ini akan
mempelajari mengenai pengenalan bahan setengah jadi dan bahan jadi yang
biasanya digunakan sebagai bahan untuk pemuatan roti dan kue. Bahan yang
digunakan dalam praktikum kali ini adalah produk gula dan sirup gula, produk
cokelat, produk tepung-tepungan, jenis-jenis ragi, produk olahan lemak dan susu.
4.1 Pengamatan Jenis Gula dan Sirup Gula
Gula adalah suatu istilah umum yang sering diartikan bagi setiap
karbohidrat yang digunakan sebagai pemanis, tetapi dalam industri pangan
biasanya digunakan untuk menyatakan sukrosa, gula yang diperoleh dari bit atau
tebu (Buckle, dkk. 1985).
Prosedur yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah mengamati
warna aroma, dan citarasa pada berbagai jenis gula padat dan sirup gula.
Pengamatan ukuran kristal gula hanya dilakukan pada gula padat.
Jenis-jenis gula padat yang akan diamati yaitu gula batu, gula kubus, gula
pasir, dan gula tepung. Sedangkan untuk sirup gula, sampel yang diamati yaitu
sukrosa dan fruktosa.
Tabel 1. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Gula Padat

No
.

Karakteristik

Warna

2
3
4

Aroma
Citarasa
Ukuran Kristal

Gambar

Gula Batu
Putih
kusam
Gula +1
Manis +2
-

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Jenis Gula
Gula
Gula Pasir
Kubus
Putih kusam Putih kusam
+1
+2
Manis
Manis +1
Kecil

Gula
Tepung
Putih bersih
Manis +3
-

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
Berdasarkan hasil pengamatan pada gula batu memiliki warna putih
kusam, aroma gula yang tercium cukup tajam, memiliki citarasa yang manis dan
ukuran kristal dari gula batu besar. Ukuran kristal ini sangat mempengaruhi kesan
tekstur dalam mulut dan rasa manis. Gula batu terbuat dari larutan jenuh gula
murni yang dimasukkan ke dalam cetakan.
Pada gula kubus atau cube sugar memiliki warna yang lebih kusam dari
gula batu, tidak beraroma, rasanya tidak terlalu manis dibanding jenis gula
lainnya., dan ukuran kristalnya lebih kecil dari gula batu. Gula kubus terbuat dari
bit atau tebu dan berbentuk kristal seperti gula batu pada umumnya, namun gula
ini dijual dalam bentuk gula yang dicetak berbentuk kubus.
Pada gula pasir memiliki warna yang paling kusam diantara jenis-jenis
gula yang diamati, tidak beraroma, rasanya kurang manis jika dibandingkan
dengan gula batu, dan ukuran kristal gulanya kecil. Gula pasir terbuat dari batang
tebu, berwarna putih dengan butiran kasar. Proses pembuatan gula pasir yaitu
pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas, lalu sarinya dikumpulkan
dan disaring. Cairan ini lalu ditambahkan kalsium oksida, lalu dimurnikan dengan
belerang dioksida. Campuran ini lalu dididihkan. Endapan dan sampah yang
mengambang dipisahkan. Setelah cukup murni, cairan gula didinginkan lalu
dikristalkan, sambil terus diaduk. Pada proses kristalisasi, digunakan mesin
sentrifugal agar bisa menjadi butiran seperti pasir.
Pada gula tepung dikenal dengan istilah icing sugar atau confectioner
sugar. Dibuat dari gula pasir yang dihaluskan dengan menambahkan sedikit
tepung maizena supaya gula bubuk tidak menggumpal. Dapat dipakai untuk
mempercantik kue, membuat maringue (kue dari putih telur dan gula).
Berdasarkan pengamatan pada gula tepung ini memiliki warna putih bersih, tidak
beraroma dan rasanya paling manis diantara keempat gula yang diamati.
Tabel 2. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Sirup Gula

No
.
1
2
3

Karakteristik
Warna
Aroma
Citarasa

Jenis Sirup Gula


Sukrosa
Fruktosa
Bening transparan
Bening
Manis
Manis madu

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
4

Gambar

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Berdasarkan hasil pengamatan, baik pada fruktosa maupun sukrosa tidak


ada aroma yang tercium. Warna pada sukrosa bening transparan, sedangkan pada
fruktosa berwarna bening saja. Citarasa pada sukrosa yaitu manis, sedangkan
fruktosa seperti manis madu. Sirup fruktosa memiliki tingkat kemanisan yang
paling tinggi.
4.2 Pengamatan Jenis Cokelat
Coklat merupakan produk dari biji kakao melalui proses yang cukup
panjang mulai dari pohon kakao sampai menjadi coklat batang. Biji kakao
mengalami pemanggangan, penghancuran, dan membentuk fatty acid yang
dikenal dengan chocolate liquor. Proses selanjutnya digiling sampai terbentuk
cocoa butter dan cocoa cake yang menjadi bahan dasar bubuk cocoa. Semakin
lama coklat digiling, semakin baik dan lembut citarasanya.
Pengamatan yang dilakukan pada jenis cokelat dalam praktikum ini
menggunakan sampel dark chocolate, white chocolate, dan milk chocolate.
Tabel 3. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Cokelat

No
.
1

Karakteristi
k
Warna

Rasa

3
4

Aroma
Tekstur

Gambar

Dark Chocolate
Coklat tua
Manis, sedikit
pahit
Khas cokelat +2
Keras +3

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Jenis Cokelat
White Chocolate
Putih
Manis susu
Khas susu
Keras +2

Milk Chocolate
Cokelat muda
Manis susu,
gurih
Khas cokelat
Keras

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
Berdasarkan hasil pengamatan pada dark chocolate memiliki warna coklat
tua dan jika dibandingkan dengan cokelat yang diamati, warna dark chocolate
paling gelap. Rasanya manis dan sedikit ada rasa pahit, aroma yang tercium yaitu
bau cokelat yang agak tajam dan teksturnya paling keras diantara cokelat lain
yang diamati.
Pada white chocolate memiliki warna putih, rasanya manis berupa vanilla
susu, aroma yang tercium yaitu aroma susu dan teksturnya kurang keras jika
dibandingkan dengan dark chocolate.
Pada milk chocolate mempunyai komposisi yang sama dengan dark
chocolate tetapi dengan tambahan padatan susu. Warna pada milk chocolate yaitu
coklat lebih muda jika dibandingkan dengan dark chocolate, rasanya manis,
aroma yang tercium yaitu khas cokelat dan juga khas susu, serta teksturnya agak
keras jika dibandingkan dengan dark chocolate dan white chocolate.
4.3 Pengamatan Jenis Tepung
Tepung adalah partikel padat yang berbentuk butiran halus atau sangat
halus tergantung pemakaiannya. Biasanya digunakan untuk keperluan rumah
tangga dan bahan baku industri. Tepung bisa berasal dari bahan nabati misalnya
tepung terigu dari gandum, tapioka dari singkong, maizena dari jagung atau
hewani misalnya tepung tulang dan tepung ikan. Tepung memiliki sifat gluten,
dimana yang dimaksud dengan gluten yaitu suatu senyawa protein yang bersifat
kenyal dan elastis yang diperlukan dalam pembuatan roti agar dapat mengembang
dengan sempurna. Umumnya kandungan gluten menentukan kadar protein tepung
terigu. Semakin tinggi kandungan gluten, semakin tinggi kadar protein tepung
terigu. Gluten juga mempunyai sifat menyerap air, elastis, dan plastis.
Pengamatan jenis tepung dilakukan dengan menggunakan 8 sampel, yaitu
tepung terigu protein rendah, tepung terigu protein sedang, tepung terigu protein
tinggi, tepung gandum, tepung mocaf, tepung beras, tepung tapioka, dan tepung
ketan.

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1

Tabel 4. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Tepung-Tepungan

Sampel
Tepung

Karakteristik
Aroma
Tekstur

Warna

Teringu
protein tinggi

Putih tulang
+1

Khas terigu
+1

Halus

Teringu
protein sedang

Putih tulang
+2

Khas terigu

Halus

Teringu
protein rendah

Putih tulang
+2

Khas terigu
+2

Halus

Tepung
Gandum

Coklat
muda

Khas gabah

Kasar

Tepung Mocaf

Putih tulang

Asam

Halus

Tepung Beras

Putih

Aroma beras

Halus

Tapioka

Putih cerah

Sedikit asam

Halus

Tepung Ketan

Putih kusam

Aroma beras
+1

Halus

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Gambar

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
Berdasarkan hasil pengamatan pada sampel tepung terigu protein tinggi
memiliki warna putih tulang yang lebih terang jika dibandingkan dengan tepung
terigu protein sedang dan rendah, aroma dari terigu protein tinggi lebih tajam
dibandingkan dengan terigu protein sedang dan rendah. Sedangkan pada terigu
protein sedang dan rendah memiliki warna putih tulang yang lebih gelap dari
terigu protein tinggi serta aromanya kurang kuat. Tepung terigu yang mengandung
kadar protein tinggi, antara 11%-13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi,
pasta, donat. Tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour) adalah
tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang, sekitar 8%-10%,
digunakan sebagai bahan pembuat kue cake. Tepung berprotein rendah (pastry
flour): mengandung protein sekitar 6%-8%, umumnya digunakan untuk membuat
kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan.
Pada tepung tapioka memiliki warna putih cerah, teksturnya halus, dan
aroma yang tercium sedikit asam. Tapioka biasanya digunakan sebagai bahan
pengental kuah. Tapioka bersifat larut di dalam air, sedangkan tepung singkong
tidak larut. Bahan pangan ini merupakan pati yang diekstrak dengan air dari umbi
singkong (ketela pohon). Setelah disaring, bagian cairan dipisahkan dengan
ampasnya. Cairan hasil saringan kemudian diendapkan. Bagian yang mengendap
tersebut selanjutnya dikeringkan dan digiling hingga diperoleh butiran-butiran pati
halus berwarna putih, yang disebut tapioka.
Pada tepung beras memiliki warna putih yang kurang cerah jika
dibandingkan dengan tepung tapioka, teksturnya halus, dan aroma yang tercium
yaitu aroma khas beras. Tepung ini sering digunakan dalam Kue-kue tradisional
Indonesia, malaysia, Thailand dan negara asia tenggara umumnya, sebagai
pengental atau makanan penutup dan makanan yang dipanggang. Ada dua jenis
tepung beras putih. Tepung beras normal adalah kering dan sedikit agak kasar,
Tepung beras ketan, tepung beras ketan dapat ditambahkan ke tepung beras untuk
tekstur normal.
Pada tepung ketan memiliki warna putih kusam, teksturnya halus, dan
aroma khas beras yang tercium lebih tajam jika dibandingkan dengan tepung
beras. Beras ketan (Oryza sativa qlutinous) mengandung karbohidrat yang cukup
tinggi,yaitu sekitar 80%. Selain karbohidrat, kandungan dalam beras ketan adalah

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
lemak sekitar 4%, protein 6%, dan air 10%. Karbohidrat di dalam tepung ketan
terdapat dua senyawa, yaitu amilosa dan amilopektin dengan kadar masingmasing sebesar 1% dan 99%. Pati merupakan komponen kimiawi penyusun utama
beras ketan. Beras ketan putih berdasarkan pada berat keringnya mengandung
senyawa pati sebanyak 90 %, berupa amilosa 1-2 % dan amilopektin 88-89%
(Juliano, 1972) dalam (Koswara, 2006). Dengan demikian, amilopektin
merupakan penyusun terbanyak dalam beras ketan. Kadar amilosa mempunyai
korelasi negatif terhadap kelunakan dan kelengketan nasi. Sifat kelunakan tersebut
dipengaruhi oleh suhu gelatenisasinya dan konsistensi gel beras. Beras ketan
memiliki kandungan amilosa rendah sehingga bila diolah hasilnya sangat lekat
dan basah.
Pada tepung mocaf memiliki warna putih tulang, teksturnya halus, dan
aroma yang tercium yaitu bau asam. Mocaf adalah produk tepung dari ubi kayu
(manihod esculenta crantz) yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel
ubi kayu secara fermentasi. Microba yang tumbuh menyebabkan perubahan
karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan
gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Mikroba juga menghasilkan asamasam organik, terutama asam laktat yang akan terimbibisi dalam bahan, dan ketika
bahan tersebut di olah akan dapat menghasilkan aroma dan citra rasa khas yang
dapat menutupi aroma dan citra rasa ubi kayu yang cenderung tidak
menyenangkan konsumen.
Pada tepung gandum memiliki warna coklat muda, teksturnya kasar, dan
aroma yang tercium yaitu khas gabah. Mengonsumsi gandum bisa mengecilkan
munculnya efek beragam penyakit dikarenakan kaya serat serta vit. yang
menyehatkan. Menjadikannya sarapan supaya lebih sehat, kita dapat ganti roti
yang awal mulanya datang dari bahan protein tepung biasa menjadi protein dari
bahan tepung gandum. yang di ketahui dapat menolong sistem metabolisme
didalam tubuh.
4.4 Pengamatan Jenis Ragi
Ragi merupakan golongan khamir, yaitu Saccaromyces cerevisiae.
Mikroorganisme bersel satu inilah yang selama proses fermentasi pada adonan

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
roti mengubah karbohidrat menjadi gas karbondioksida. Zat ini yang membuat
adonan roti, donat, atau bakpau menjadi mengembang. Hanya dapat digunakan
untuk adonan roti, bukan cake, atau kue kering. Dijual dengan merek dagang,
salah satunya Fermipan. Agar ragi dapat beraktivitas baik perlu diatur pH (2-4,5)
oksigen cukup dan suhu pengolahan sekitar 30oC.
Tabel 5. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Ragi

No
.
1
2
3

Karakteristi
k
Warna
Aroma
Tekstur

Gambar

Jenis Ragi
Ragi Basah
Putih
Asam, khas tape
Padat, menggumpal

Ragi Instan
Putih Kecoklatan
Asam, khas roti
Halus berbutir

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat dilihat bahwa warna ragi instan


adalah putih kecoklatan. Aroma yang tercium dari ragi ini aroma asam yang cukup
kuat dan teksturnya berbutir. Selain sebagai bahan pengembang adonan, ragi ini
juga berfungsi sebagai pelunak gluten dengan asam yang dihasilkan serta pemberi
rasa dan aroma.
Pada ragi basah memiliki warna putih, aroma yang tercium yaitu aroma
asam khas tape, serta teksturnya padat menggumpal. Ragi jenis ini memiliki kadar
air sekitar 70%, sehingga harus disimpan pada suhu 20 50 OC untuk mencegah
hilangnya daya pembentuk gas. Setelah kemasan dibuka, umumnya ragi jenis ini
tidak akan bertahan lama, hanya sekitar 2-3 hari dengan catatan tetap disimpan
dalam suhu rendah. Ragi ini juga lebih sensitif terhadap garam sehingga harus
dipisahkan selama pengadukan. Keunggulan fresh yeast adalah lebih toleran
terhadap air dingin/es, lebih mudah larut, terutama dalam proses pengadukan
singkat, serta memiliki aroma khas yang tidak bisa didapatkan pada ragi jenis lain.
4.5 Pengamatan Jenis Lemak

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
Produk olahan lemak dan minyak memiliki ciri khasnya masing-masing.
Salah satu alasan perbedaan dari produk-produk tersebut adalah karena sumber
yang digunakan untuk pembuatan yang berbeda. Seperti mentega dan margarin,
dimana mentega kebanyakan berasal dari lemak hewan sedangkan margarin
berasal dari lemak tumbuh-tumbuhan. Umumnya produk olahan minyak dan
lemak ditambahkan dalam pembuatan kue atau aneka makanan untuk membentuk
tekstur. Mentega dapat memberikan kesan empuk pada kue yang diberikan
mentega. Lebih baik memilih mentega yang padat lalu dikocok dibandingkan
dengan mentega cair karena kemampuan mengembangnya telah berbeda. Selain
itu, penambahan lemak dan minyak dan olahannya dapat meningkatkan kalori
pada makanan tersebut dan menambahkan kesan gurih pada makanan.
Pengamatan jenis lemak dilakukan dengan menggunakan sampel berbagai
jenis yaitu mentega, mentega putih, margarin, korsvet, dan lemak nabati.
Tabel 6. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Lemak

Sampel

Warna

Karakteristik
Aroma
Tekstur

Mentega

Kuning
pucat +1

Khas susu,
minyak
kelapa

Kenal,
berminyak +3

Mentega putih

Putih

Lengket,
berminyak +1

Margarin

Kuning

Khas
margarin

Berminyak +2

Korsvet

Kuning
pucat

Berminyak

Lemak Nabati

Kuning
bening

Cair

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Gambar

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
Berdasarkan hasil pengamatan pada mentega memiliki warna kuning
pucat, aroma yang tercium yaitu khas susu dan minyak kelapa, dan tekstur dari
mentega yang diamati yaitu kental dan paling berminyak diantara jenis lemak
yang lain. Mentega adalah ialah produk makanan susu, dibuat dengan mengaduk
krim yang didapat dari susu. Biasanya digunakan sebagai olesan roti dan biskuit,
sebagai perantara lemak di beberapa resep roti dan masakan, dan kadang-kadang
bahan untuk menggoreng. Mentega hampir sama dengan roombutter tetapi
roombutter adalah mentega yang wanginya tajam dan berwarna putih. Pada
pembuatan roti atau kue mentega berfungsi sebagai perekat dan penambah cita
rasa.
Pada mentega putih memiliki warna putih, tidak memiliki aroma, dan
teksturnya lengket serta berminyak. Mentega putih atau vegetable shortening
adalah lemak tumbuhan yang sudah melalui proses hidrogenisasi, sehingga
berbentuk padat. Mentega putih jauh lebih padat/keras dibanding mentega biasa,
karena kadar airnya jauh lebih sedikit dibanding mentega, rasanya pun tidak gurih
seperti mentega yang terbuat dari susu. Umumnya digunakan untuk membuat
biskuit, pastry, dan merupakan bahan dasar pembuatan buttercream.
Pada margarin memiliki warna kuning, aromanya cukup tajam, dan
teksturnya berminyak. Margarin adalah mentega buatan yang terbuat dari minyak
nabati atau tumbuh-tumbuhan serta mengandung air dan garam. Margarin
mengandung lemak lebih sedikit daripada mentega sehingga margarin seringkali
digunakan sebagai pengganti mentega.Pada margarin, sedikitnya terkandung
lemak sebanyak 80% dari total beratnya. Sisanya (kurang lebih 17-18%) terdiri
dari turunan susu skim, air, atau protein kedelai cair sementara sisanya (1-3%)
merupakan garam yang ditambahkan sebagai flavor. Pada lemak nabati memiliki
warna kuning bening, tidak beraroma, dan teksturnya cair serta agak sedikit kental
jika dibandingkan dengan air.
Pada korsvet memiliki warna kuning yang lebih pucat dari margarin, tidak
beraroma, dan teksturnya agak berminyak. Korsvet adalah sejenis lemak padat,
khusus untuk bikin adonan pastry, kegunaan penggunaan korsvet adalah untuk
menghasilkan produk yang tampak berlapis-lapis atau dengan kata lain Korsvet
adalah lemak yang berfungsi untuk memberikan lapisan (layer) pada pastry

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
tersebut. Secara industri, disebut juga dengan istilah pastry margarine. Jenis
pastry margarine sendiri terbagi dua, short pastry margarine dan puff pastry
margarine.
4.6 Pengamatan Jenis Susu
Susu merupakan bahan pangan yang dapat diperoleh dari sapi, kambing,
bahkan sekarang telah berkembang produksi susu dari tumbuhan, yaitu kacang
kedelai. Susu yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya di
Indonesia adalah susu yang berasal dari sapi. Selain itu, susu juga dapat
dikonsumsi dengan diolah terlebih dahulu baik itu yang berbentuk cair maupun
bubuk.
Pengamatan yang dilakukan pada jenis cokelat dalam praktikum ini
menggunakan sampel susu cair dan susu bubuk.
Tabel 7. Hasil Pengamatan Karakteristik Jenis Susu

Karakteristik
Warna
Aroma
Citarasa
Tekstur

Jenis Susu
Susu Cair
Putih susu
Khas susu
Gurih susu +1
Cair

Susu Bubuk
Putih kekuningan
Khas susu +3
Gurih susu
Kasar, lengket, padat

Gambar
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

Berdasarkan hasil pemngamatan pada susu cair memiliki warna putih susu
yang disebabkan penyebaran dispersi koloid lemak, kalsium kaseinat dan kalsium
fosfat. Aroma yang tercium yaitu khas susu, citarasa yang ditimbulkan yaitu lebih
gurih dari susu bubuk, dan teksturnya cair. Susu segar atau susu rekonstitusi atau
susu rekombinasi yang disterilkan pada suhu tidak kurang dari 135 oC selama 2
detik dan segera dikemas dalam kemasan steril. Pemanasan dengan suhu
mencapai 135oC sudah mampu membunuh bakteri yang ada. Namun, citarasa
susunya sudah tidak terlalu bagus karena telah melalui proses pemanasan dengan
suhu tinggi. Kegunaan dari susu cair ini adalah sebagai pengempuk, sumber

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1
protein hewani, penambah rasa dan sebagai pelarut berbagai jenis bahan
tambahan.
Pada susu bubuk memiliki warna putih kekuningan yang disebabkan
terdapat kandungan karoten yang tinggi yang menyebabkan timbulnya warna
kekuningan. Aroma yang tercium lebih tajam daripada susu cair, citarasanya
kurang gurih jika dibandingkan dengan susu cair. Tekstur dari susu bubuk yaitu
kasar, lengket, serta padat. Keunggulan dari susu bubuk adalah daya tahan
simpannya yang relatif lama dibandingkan dengan susu cair, tetapi, susu ini tidak
dapat disimpan pada sembarang tempat karena sifat bubuknya yang higroskopis
yaitu mudah menyerap air dari lingkungan yang menyebabkan bubuknya
menggumpal. Dengan keadaan menggumpal tersebut, mengurangi kemampuan
basah (Wetabillity) dari bubuk tersebut sehingga susah mengemulsi.

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1

V. KESIMPULAN

Pada pengamatan jenis gula padat, untuk gula tepung memiliki rasa yang

paling manis.
Pada pengamatan sirup gula, untuk fruktosa memiliki rasa yang paling

manis.
Pada pengamatan jenis cokelat, untuk aroma dark chocolate paling kuat.
Pada pengamatan jenis tepung-tepungan, untuk aroma terigu protein
rendah lebih kuat dibandingkan tepung terigu protein sedang dan tinggi.
Pada aroma tepung mocaf lebih asam dibandingkan dengan tapioka. Pada

aroma tepung ketan lebih kuat dibandingkan dengan tepung beras.


Pada pengamatan jenis ragi, untuk ragi instan paling sering digunakan

dalam pembuatan roti.


Pada pengamatan jenis lemak, untuk aroma mentega paling tajam serta

teksturnya lebih berminyak.


Pada pengamatan jenis susu, untuk aroma susu bubuk lebih tajam jika
dibandingkan dengan susu cair.

Lukman
240210110088
Kelompok 3 / TIP B1

DAFTAR PUSTAKA
Alikonis, J.J. 1979. Candy Technology. AVI Publishing Co, Westport, CT.
Buckle, K.A., dkk. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press : Jakarta.
Herudiyanto, Marleen S. 2008. Praktikum Pengolahan Pangan 2. Widya
Padjadjaran : Universitas Padjadjaran.
Tjahjadi,Carmencita,dkk.2008.Teknologi Pengolahan Cokelat Dan Kembang
Gula. FTIP : Universitas Padjadjaran.
Tull, Anita. 1987. Food and Nutrition. Oxford University Press, Oxford.
Winarno,F.G.1997. Kimia Pangan dan Gizi. Pt. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Haryadi, Prof. Dr. Ir. M. AppSc. 2005. Teknologi Cokelat. Universitas Gajah
Mada. Yogyakarta.