Anda di halaman 1dari 6

TRADISI SILAT HARIMAU

(disalin ulang dari website resmi hanya untuk sekedar menyebar luaskan tradisi tanpa
bermaksud plagiat). Sumber : http://silek-harimauminangkabau.blogspot.com/2012/01/tradisi-silat-harimau-filosofi-islam.html

Tradisi Silat Harimau, Filosofi Islam, dan Kepunahan Kemajemukan negara yang
disimbolkan "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tapi satu jua kerap
mengundang decak kagum dalam berbagai acara budaya internasional. Namun malangnya
karena kurang pemeliharaan, budaya itu tak hanya dicaplok negeri serumpun, tapi juga
terancam punah. Salah satu budaya yang berpotensi terancam adalah Pencak Silat, sebuah
seni beladiri asli Indonesia. Silat dipengaruhi keragaman budaya yang terdapat di tanah air
maka tak mengherankan begitu banyak aliran pencak silat di Indonesia. Kekayaan filofosi,
ritme gerak dan sinergi dengan musik tradisional menjadiknnya begitu berbeda. Apa yang
membuatnya terancam? Jika menengok kebelakang,Indonesia selalu dominan terhadap
pencak silat. Di setiap penyelenggaraan pesta olahraga Asia Tenggara (SEA GAMES),
Indonesia selalu menjadi jawara. Namun, layaknya cabang lain seperti bulu tangkis, pencak

silat lantas seolah mengalami kemunduran. Fakta kemudian berbicara, Vietnam lantas muncul
sebagai negara yang mengkilap prestasinya melalui silat. Belakangan, negara komunis
tersebut tak lagi menjadi penggembira di cabang pencak silat bahkan bisa dikatakan calon
penggusur Indonesia di pentas pencak silat. Bukan tak mungkin kekhawatiran nantinya
pesilat Indonesia akan belajar disana bakal terwujud. Silat Harimau Begitu banyak jenis silat
yang terdapat di nusantara menyulitkan untuk mengetahui asal muasal darimana pencak silat
berasal. Praktisi dan Pemerhati Pencak Silat ssekaligus Sekjen Ikatan Pencak Silat Indonesia
(IPSI), Hariadi Anwar menyatakan selama ini belum bisa diketahui darimana pertama kali
pencak silat berasal. Namun, hanya bisa diketahui jenis aliran pencak silat di Indonesia yang
berjumlah ribuan. Belum lagi, setiap daerah memiliki jenis Pencak Silat. sebut saja, Silat
Betawi, silat Sunda dan silat Jawa. Satu dari sekian banyak, silat nusantara yang terancam
punah adalah silat harimau. Konon silat yang berasal dari warisan kerajaan Minangkabau kini
tak banyak yang menguasai. Bahkan untuk orang minang sendiri tak banyak mengetahui.
Persoalan yang terjadi begitu klasik. Hal-hal berbau tradisional dianggap ketinggalan jaman
alias "ga lagi canggih". Kenyataan tersebut diakui Hariadi. "Dulu, orang yang berlatih silat itu
malu-malu menenteng baju latihan. Dikatakan silat kalah tenar dari seni bela diri impor
macam karate dan taekwondo," ujarnya. Selain kalah tenar dengan seni bela diri Impor,
proses mewarisi juga mandek. Hal itu yang kemudian menjadi masalah pada pelestarian
warisan budaya Indonesia. Silat Harimau tidak begitu mudah diturunkan ke sembarang orang.
Pakem ini kemudian berakibat tidak terjadinya regenerasi pesilat Harimau. Hingga pada
akhirnya, silat Harimau keluar dari pakem yang bisa membahayakan keberadaannya.
Kompromi dan "panggilan nurani" yang kemudian membuat Guru Besar Silat Harimau
Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam atau yang akrab dipangil pak Datuk kemudian
memperbolehkan silat Harimau untuk disebar luaskan. Keputusan tersebut memang
membutuhkan waktu panjang karena amanat leluhur yang diemban Pak Datuk untuk tidak

sembarang mengajarkan silat Harimau begitu berat untuk dilepaskan. Bebicara tentang silat
Harimau, singkat cerita belumlah dikenal sebagai silat Harimau seperti sekarang. "Dulu
belum dinamakan silat Harimau, namun kemudian ketika saya mewariskan dan berguru
dengan ahli silat lain, lantas dinamakan silat Harimau," cerita Pak Datuk Saat ditemui
Republika Online awal pekan lalu. Setidaknya ada aliran-aliran silat di Minang yang lebih
dahulu ada seperti Kuciang Siam, Anjiang Mualim ,dan Harimau Champa. Dari nama aliran
terakhir kemudian Pak Datuk mengembangkan silat Harimau. Sebelum itu, dia berguru
dengan berbagai ahli silat yang ada. Kemudian dikembangkan dan lantas diberi nama silat
Harimau. Terkait tahun berapa nama tersebut muncul, Pak datuk mengaku tidak bisa
menyebutkan lantaran segala hal yang terkait asal muasal silat diwariskan secara lisan bukan
tertulis. Intisari silat Harimau terinspirasi dari gerak-gerakan Harimau. Kuda-kuda dan sikap
waspada persis menyerupai Harimau. Maka tak heran, jika mitos yang berkembang
mengatakan jika pesilat yang menguasai silat Harimau maka dirinya kelak akan berubah
wujud menjadi Harimau. Meski mitos yang berkembang seputar silat Harimau begitu kental.
Seperti pencak silat lain, nuansa islami juga dominan dalam filosofi yang terkandung
didalamnya. Untuk belajar silat, guru memperkenalkan nilai-nilai agama lebih dulu kepada
murid. Seperti pada tradisi Minang, silat zahir bertujuan mencari silaturahmi, batin silat untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan jika ingin berniat jahat maka terlebih dahulu telah
disingkirkan. Filosofi tersebut tertuang dalam ungkapan," Awas rasa jangan hilang, berlantai
sebelum roboh, bersiang menebas sebelum tumbuh." Ungkapan lantas terimplementasi
melalui gerakan kuda-kuda yang berdiri dengan huruf alif yang bermakna pesilat berdiri
beserta Allah, berdiri dua kali menyerupai huruf lam dan berdiri dengan menyerupai huruf
hijaiyah 'Kha'. Karakter keras, bukan basa-basi dan tegas menjadi ciri utama ajaran silat
harimau. Karena memang didesain untuk mematikan lawan dengan jurus-jurus berbahaya
dengan menyerang langsung daerah vital musuh, baik dengan gaya lenting atau terkam

Harimau. Oleh karena itu, silat Harimau kemudian dikenal dengan silat beraliran keras.
Demikian keras, hingga potensi penyalahgunaan ilmu begitu besar. Pak Datuk sendiri
terbebani jikalau ada anak muridnya yang telah diajarkan kemudian menyalahgunakan.
Untuk mengatasinya, Pak Datuk kerap memberikan pendalaman agama disetiap sesi latihan
guna memperkuat iman dan mental anak didiknya. Upacara Penerimaan Murid Untuk
mengikat anak muridnya dengan tanggung jawab sebagai pesilat Harimau, Pak Datuk selalu
mengadakan upacara tradisional sebagai simbol pembaiatan terhadap anggota keluarga baru
silat Harimau. Upacara dilakukan ketika murid sudah siap secara lahir dan batin untuk
menerima ilmu. Proses penerimaan itu pun tidak main-main karena didasarkan dengan
"penerawangan" pak Datuk terhadap calon anak didiknya. Pada prosesi upacara, calon murid
akan diberikan pisau, yang memiliki makna semakin diasah semakin tajam. Artinya, anak
murid harus melalui proses latihan panjang guna mahir menjadi pesilat Harimau. Kemudian
dilanjutkan, pemberian kain putih, hal ini dimaksudkan ketika sang murid berlatih silat maka
harus memiliki hati yang bersih dan semua pasti akan berakhir atau mati. Pemberian beras
oleh murid kepada guru yang diartikan sebagai murid jangan pernah menyusahkan gurunya.
Pemberian buah jeruk kuku Harimau, buah yang konon sudah langka di Minangkabau
diartikan sebagai simbol kelurga silat Harimau. Sirih lengkap, dimaksudkan untuk
menandakan hubungan antara guru dan saudara lain memiliki satu rasa layaknya sirih yang
berasa asam, asin, manis dan pahit dan terakhir, ayam jantan, dimaksudkan untuk
mengingatkan pesilat harus mengingatkan orang lain atas kewajiban layaknya ayam yang
membangunkan orang ketika azan subuh tiba. Keunikan lain yang dimilik Silat Harimau
antara lain dengan filosofi "langkah Ampe" yang begitu tertanam di orang-orang Minang.
Jika tidak mengetahui keempat langkah dimaksud maka bukan orang Minang melainkan
orang "kabau". Tradisi tersebut kemudian tertanam dalam pesilat Harimau. Pertama yang
harus diketahui pesilat Harimau, dirinya harus mengetahui dasar kata mendaki yakni

menghormati orang yang lebih tua. Tahu sikap mendatar, yakni harus mengetahui bagaimana
dengan bersikap dengan teman sebaya. Harus tahu dasar kata menurun, yakni berlakukan
seseorang dengan kasih sayang dan Melereng, harus mengetahui berbicara pada iparnya. Usai
lepas dari pakem yang menghambat perkembangan silat Harimau, kini keberadaan silat
Harimau jauh lebih baik. Meski tak ingat jumlah murid yang diajarkan, tapi Pak Datuk
mengaku puas. Paling tidak, silat Harimau bisa diturunkan walau belum banyak yang benarbenar menguasai. Apresiasi Asing Terhadap Silat Harimau Sepanjang ingatan Pak Datuk
hanya ada tiga orang yang menguasai silat Harimau yakni satu orang Indonesia dan dua orang
kebangsaan Inggris. Ditnya mengapa orang asing bisa menguasai, menurut Pak Datuk karena
kebanyakan orang asing yang belajar silat Harimau karena tertarik dengan keunikan filosofi
dan ritme setiap gerakan yang tidak dimiliki seni beladiri lain. "Tak heran, mereka begitu
detail ingin mempelajari silat Harimau," tutur Pak Datuk. Hal mencengangkan lain, ketika
Silat Harimau kemudian didokumentasikan melalui sebuah film berjudul "Merantu",
sutradaranya merupakan kebangsaan Inggris yang begitu tertarik terhadap keberadaan pencak
silat. Diakui Pak Datuk, permasalahan ketidaktertarikan masyarakat Indonesia terhadap
budaya sendiri dikarenakan memang tidak pernah pertunjukan kebudayaan dikemas secara
apik. "Kemasan kurang bagus dan image yang ditumbuhkan cenderung negatif" seperti misal
silat identik dengan dukun dan banyak juga info yang salah terkait silat seperti yang
ditampilkan di televisi menjadi penyebab," ungkapnya. Pak Datuk begitu berharap, keberadan
pencak silat bisa menjadikan kebanggaan seperti yang sekarang terjadi. Namun, silat
dikatakan tidak hanya untuk dipelajari bertujuan kompetisi saja melainkan juga filosofi yang
terkandung didalamnya. Sebab yang kerap terjadi, silat hanya dipelajari untuk mengalahkan
lawan dan mendapat poin bukan untuk mengamalkan filosofinya. Optimisme keberlanjutan
pencak silat dan terutama silat Harimau terus berdengung dihati Pak Datuk. Jika yang ingin
berguru dengan dirinya, dengan tangan terbuka Pak Datuk bersedia mengajarkan.Selama

berniat mengamalkan silat untuk kebaikan tidak menjadi masalah. "Bangsa saya ini dikenal
sebagai bangsa beradab dan berbudaya tinggi. Bila, saya keluar negeri dengan silat, bangsabangsa

lain

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win

bisa

menghormati,"