Anda di halaman 1dari 48

Laporan Kerja Praktek I

Pengamatan pengerjaan Plafond


Proyek PD. Kijang Mas

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Kerja Praktek I


Kerja praktek I merupakan salah satu bagian dari proses praktikan
melaksanakan Kerja Praktek I. Dalam Kerja Praktek I praktikan mengamati
proses pemasangan Plafon pada proyek PD. Kijang Mas. Selama proses
melaksanakan Kerja praktek I ini, praktikan melakukan pengamatan mengenai
tahap-tahap pemasangan plafon mulai dari persiapan, finishing pangka plafon
hingga finishing pengerjaan pemasangan plafon pada proyek PD. Kijang Mas.

1.2

Maksud dan Tujuan Kerja Praktek I


Maksud dari kegiatan kerja praktek I ini ialah :

Agar praktikan dapat mengamati bagaimana tukang mengerjakan


pemasangan Plafon, dalam proyek.

Agar praktikan dapat mengetahui bagaimana tahapan-tahapan yang


dilakukan ketika proses pekerjaan pemasangan plafon.

Mata kuliah kerja praktek ini juga bertujuan sebagai berikut:

Memberikan gambaran kepada praktikan tentang tahapan-tahapan


pekerjaan pemasangan plafon berlangsung.

Menambah wawasan praktikan tentang pekerjaan pemasangan plafon.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

1.3

Metoda Penyusunan Laporan Kerja Praktek I


Dalam proses penyusunan laporan kerja praktek I ini praktikan menerapkan
beberapa metoda untuk mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan,
yaitu :

Metoda Pengamatan
Yaitu metoda yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan serta
mengetahui data dan informasi yang dibutuhkan melalui proses
pengamatan dalam pekerjaan pemasangan plafon.

Metoda Wawancara
Yaitu salah satu metoda pengumpulan data dengan cara melakukan
wawancara terhadap narasumber terkait.

Metoda Foto
Yaitu metoda pengumpulan data melalui foto yang dilakukan ketika
proses pekerjaan pemasangan plafon berlangsung.

Setelah mendapatkan data beserta informasi yang diperlukan kemudian


praktikan menyusun dan merangkainya dalam bentuk suatu karya tulis yang
berisi penjelasan tentang hasil pengamatan praktikan sebagai praktikan pada
proyek Pembangunan.
1.4

Batasan Waktu dan Ruang Lingkup Pekerjaan


Berdasarkan aturan yang berlaku di Universitas Komputer Indonesia terkait
dengan mata kuliah kerja praktek, praktikan diwajibkan untuk menempuh
pelaksanaan kerja praktek selama lebih dari 2 bulan atau dengan perhitungan
selama 60 hari.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Ruang lingkup ketika melakukan kerja praktek I di proyek lapangan adalah,


ikut serta dalam mengawasi proses pemasangan plafon, serta melakukan
pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan terkait dan sewaktu waktu turut serta
dalam membuat shopdrawing yang dibutuhkan selama menjalani pelaksanaan
pada proyek terkait.
1.5

Sistematika Penyusunan Laporan Kerja Praktek


Berikut adalah sistematika yang praktikan terapkan dalam penyusunan karya
tulis laporan kerja praktek I
BAB I

Pendahuluan
Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang beserta maksud dan
tujuan dilakukannya kerja praktek, metoda penyusunan yang
diterapkan praktikan dalam pembuatan laporan kerja praktek,
batasan dan ruang lingkup kerja praktek, dan sistematika yang
diterapkan praktikan dalam penyusunan karya tulis laporan kerja
praktek.

BAB II

Studi Literatur
Bab ini berisi uraian tentang literaturliteratur terkait mengenai
pekerjaan yang diamati ketika melakukan kerja praktek I.

BAB III Pembahasan Pekerjaan Lapangan


Bab ini berisi uraian tentang laporan tahapan - tahapan pekerjaan dan
hasil pengamatan terhadap pekerjaan yang praktikan amati ketika
menjalani kegiatan kerja praktek I dilapangan.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

BAB IV Kesimpulan
Bab ini berisi kesimpulan dibuat oleh praktikan tentang apa yang
telah didapatkan ketika melakukan kerja praktek. Selain itu bab ini
pun berisi saran-saran yang diberikan oleh praktikan ketika
melaksanakan kegiatan kerja praktek.
Lampiran Lampiran
Berisikan data-data dan laporan harian pekerjaan yang praktikan
lakukan ketika sedang melakukan kegiatan kerja praktek.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

BAB II
STUDI LITERATUR PLAFON
2.1

Definisi Plafon

Dalam buku Panduan Lengkap Membangun Rumah disebutkan bahwa Plafon yang
juga sering disebut langit-langit merupakan komponen bangunan yang berfungsi
sebagai lapisan yang membatasi tinggi suatu ruangan dan dapat berfungsi sebagai
keamanan, kenyamanan serta keindahan ruangan tersebut.
Tinggi rendahnya Plafon sangat menentukan kenyamanan dan keindahan suuatu
ruangan. Tinggi plafon diukur mulai dari permukaan lantai sampai dengan sisi bawah
bidang plafon tersebut. Tinggi plafon juga ditentukan berdasarkan fungsi bangunan,
misalkan saja untuk rumah tinggal, sebaiknya digunakan ukuran sedang, yaitu antara
3-3,5 m, sedangkan untuk bangunan bertingkat, ketinggian plafon maksimal 2,5 m. Ini
disebabkan dari ketinggian setiap lantai yang 3 m masih dikurangi dengan balok dan
ducting AC.
2.2

Fungsi Plafon

Berdasarkan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah, disebutkan secara umum


plafon berfungsi sebagai pembatas tinggi suatu ruangan, keamanan, kenyamanan dan
keindahan. Namun, secara terperinci fungsi plafon adalah
1. Batas tinggi suatu ruangan sehingga ruangan tidak kelihatan melompong.
2. Penahan berbagai kotoran kerukuran kecil yang jatuh dari celah-celah genteng.
3. Penahan percikan air hujan yang jatuh melalui celah genteng.
4. Isolator atau pengatur rasa panas dan dingin yang berasal dari atap.
5. Penutup rangka atap agar ruangan terlihat lebih rapi dan bersih.
6. Peredam suara, baik yang ditimbulkan oleh air hujan maupun suara lainnya.
7. Tempat menggantung komponen penerangan.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Dalam buku Kreatif Menata Hunian Mungil ditambahkan bahwa fungsi plafon adalah
sebagai
1. Pembatas antara ruang atap dan ruang bawahnya.
2. Penutup ruang atap agar konstruksi , kabel-kabel, serta pipa mechanical tidak
terlihat.
3. Penahan panas dari atap agar tidak jatuh langsung kebawah ruangannya.
4. Pelindung aktivitas.
5. Pembentuk ruang.
Ketentuan utama plafon adalah keselamatan penghuni dengan pertimbangan unsur
material dan konstruksi plafon yang memadai, yaitu kuat dan tidak mudah runtuh.
2.3

Jenis-Jenis Plafon

Berdasarkan buku Kreatif Menata Hunian Mungil dan buku Panduan Lengkap
Membangun Rumah terdapat beberapa jenis plafon yang dapat dipergunakan
berdasarkan kebutuhan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan dari
plafon tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Plafon Tripleks
Plafon Tripek merupak pilihan paling umum digunakan sebelum orang
mengenal gypsum. Bahan utama untuk membuat plafon ini adalah kayu kaso
ukuran 4x6 sebagai rangkanya. Sedangkan untuk plafonnya sendiri umumnya
menggunakan triplek ukuran 3mm atau 4mm.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 1. Plafon Tripleks


Sumber : rumahbangun.com
Ukuran triplek yang tersedia dipasaran untuk plafon adalah 122 cm x 244 cm
dengan ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm. Untuk memasangnya, Triplek dapat
dibelah menjadi empat bagian dengan ukuran 61 cm x 122 cm. Dapat juga
triplek dipasang berupa lembaran utuh tanpa dipotong-potong. Rangka plafon
menggunakan kaso 4/6 atau 5/7 degan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.
Kebutuhan bahan atau material untuk pemasangan 1 m palfon triplek adalah
sebagai berikut.

Triplek sebanyak 0,347 lembar

Kaso 5/7 atau 4/6 dengan panjang 4 m sebanyak 1,5 batang.

Paku sebanyak 0,220 kg.

Kelebihan menggunakan triplek sebagai bahan plafon antara lain

Mudah pengerjaannya.

Mudah diperoleh.

Harga murah.

Mudah diperbaiki atau diganti.

Ringan.
7

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Kekurangan menggunakan triplek sebagai bahan plafon antara lain

Cepat rusak bila kena air.

Tidak tahan api.

Gambar 2. Contoh Aplikasi Plafon Tripleks.


Sumber : rumahbangun.com
Berdasarkan rumahbangun.com salah satu metode pemasangan plafond triplek
dapat kita lakukan dengan langkah kerja sebagai berikut
1. persiapan bahan bahan yang akan dipakai untuk pembuatan plafond
triplek seperti trplek, kayu rangka plafond, paku, cat dll.
2. Penyiapan perlatan kerja pembuatan plafond triplek seperti benang
ukur, palu, gergaji dll.
3. Pertama kali cek terlebih dahulu apakah dinding yang akan dipasang
triplek sudah benar-benar rapi dan siap untuk dipasang plafond triplek,
pastikan atap rumah dalam kondisi aman dari bahaya kebocoran air
hujan yang dapat merusak plafond triplek nantinya.
4. Dengan menggunakan benang dan selang air kita ukur kedataran lokasi
pemasangan plafond serta penentuan batasan titil-titik yang akan
dipasang rangka plafond.
8

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

5. Selanjutnya pemasangan rangka plafond diatur sedemikian rupa


sehingga benar-benar sesuai dengan ukuran triplek yang direncanakan,
dengan

posisi

rapi

dan

datar

tidak

bergelombang.

potongan triplek yang baik adalah simetris dalam satu ruangan serta
perlu diperhatikan untuk lokasi pemasangan titik lampu sebaiknya
dalam posisi ditengah ruangan atau pada titik-titik yang sudah
direncanakan dengan baik sehingga plafond nantinya terlihat indah.
6. Pemasangan triplek bisa dimulai setelah rangka plafond selesai dan
benar-benar kuat.
7. Pekerjaan compound dilakukan untuk menutup cacat kayu pada tyriplek
atau pada nut jika pemasangan plafond triplek dilakukan dengan rapat
tanpa celah antar sambungan.
8. Pekerjaan pengecatan plafond dilakukan sehingga plafond triplek yang
sudah terpasang terlihat rapi dan indah.
2. Plafon Eternit atau Asbes
Asbestos atau panggilan akrabnya asbes, merupakan gabungan enam mineral
silikat alam. Asbes biasa digunakan sebagai atap rumah karena memiliki beberapa
keuntungan, diantaranya: harga yang murah, ringan, pengerjaan mudah, tahan
terhadap panas, kedap suara,dan rumah beratap asbes pun akan terasa sejuk.
Sebenarnya, asbes membahayakan tubuh, bila ada bagian yang rusak. Bagian yang
rusak ini akan menyebabkan serat yang menyusun asbes terlepas ke udara. Serat
tipis yang beterbangan di udara dan terhirup manusia itulah yang membahayakan.
Plafon asbes sedapat mungkin dihindarkan, karena berisiko tinggi terhadap
penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila
terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis, Mesothelioma,
hingga Kanker.

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Dalam pasaran ukuran plafon eternit adalah 1.00 m x 1.00 m dan 0.50 m x 1.00 m.
Cara pemasangan pun sama dengan plafon tripleks. Anda dapat menggunakan
kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm untuk rangka plafon.
Keunggulannya selain mudah didapat dipasaran, proses pengerjaan pun mudah
sehingga tidak menemui kendala. Bahannya yang ringan memudahkan pengguna
untuk dapat mengganti apabila terjadi kerusakan.

Gambar 3. Contoh Aplikasi Plafon Asbes


Sumber : rumahbangun.com
Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan
benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafon supaya tidak
patah atau retak.
3. Plafon Fiber
Saat ini plafon fiber sudah banyak digunakan. Dalam aplikasi untuk plafon rumah
menggunakan papan GRC (Glassfiber Reinforced Cement Board). Harganya relatif
murah dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120
cm dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafon dapat mengunakan kasau 4/6
atau 5/7 maupun besi hollow 40 mm x 40 mm.
10

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Keunggulan plafon GRC tahan terhadap api dan air, lebih kuat, ringan dan luwes.
Proses pengerjaanya cukup mudah.

Gambar 4. Papan GRC ( Glass-fibre Reinforced Cement Board)


Sumber : rumahbangun.com
Kelemahan sama dengan plafon eternit atau asbes tak tahan benturan. Material
GRC di beberapa daerah masih jarang di jumpai.
Berdasarkan www.grcboard.com Secara keseluruhan dalam teknis pemasangan
Fiber semen untuk plafon tidak jauh berbeda dengan material lain seperti triplek
atau gypsum. Di bawah ini ada beberapa informasi penting yang perlu diketahui
dalam pemasangannya agar didapat hasil yang maksimal, antara lain:
1.

Ukuran tebal dan dimensi, ukuran dimensi GRCboard sama dengan


triplek berbeda dengan gypsum yang ukurannya 2-4 Cm pada panjang
dan lebarnya. Ketebalan yang dapat dipakai untuk plafon adalah 4, 5
dan 6mm sedangkan untuk gypsum 9mm yang umum untuk plafon.

2.

Rangka, untuk rangka kita dapat menggunakan rangka kayu dan jenis
metal seperti Hollow dan furring ini sama dengan material lainnya.

11

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Yang perlu diingat yaitu pada setiap pertemuan sambungan pada Fiber
semen harus bertemu dengan rangka sebagai perkuatan pada
sambungan.
3.

Paku dan sekrup, jika menggunakan rangka kayu anda bisa


menggunakan paku yang jenis kepalanya lebih lebar sehingga dapat
menahan beban sendiri dari panel Fiber semen tersebut. Sedangkan
penggunaan sekrup digunakan jika rangka yang dipilih adalah jenis
metal seperti Hollow atau Furring.

4.

Nat, nat atau jarak antar panel wajib diberikan pada saat pemasangan
GRCboard pada rangkanya. Jarak nat atau celah yang diberikan
minimal 2mm fungsinya adalah sebagai celah untuk compound agar
dapat masuk kedalam nat tersebut sehingga memiliki perkutan yang
lebih baik untuk sambungan.

5.

Sistem sambungan, Untuk aplikasi Flush joint (nat tertutup) prosesnya


hampir sama dengan yang dilakukan pada gypsum yaitu sama-sama
menggunakan compound jenis cornice adhesive dan tape untuk
menutup sambungan antar panel. Bedanya adalah pada nut (celah) tadi
diisi dengan menggunakan compound yang jenisnya khusus.

4. Plafon Gypsum
Gypsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi
pada mineralnya. Gypsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat
kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Gypsum adalah salah satu dari
beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah
karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini diendapkan di laut, danau,
gua dan di lapian garam karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. Ketika air
panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit
(CaSO4.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang,

12

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

gypsum yang berada di atas suhu 108 F atau 42 C dalam air murni akan berubah
menjadi.anhidrit.

Gambar 5. Plafon Gypsum


Sumber : http://plafondpartisigipsum.com
Berdasarkan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah, ukuran gypsum
dipasaran 122 cm x 244 cm. Pada prinsipnya, kebutuhan bahan untuk pemasangan
plafon gypsum sama dengan plafon GRC Board. Hanya saja selain sekrup, untuk
pemasangan gypsum digunakan jenis gypsum bubuk atau coumpound. Gypsum
bubuk berfungsi sebagai lem ditempat sambungan atau list dan ornamen.
Pemasangan sambungan gypsum umumnya dilakukan dengan diplester terlebih
dahulu sebelum di coumpound.
Seperti halnya pemasangan GRC Board, untuk pemasangan gypsum pun dapat
menggunakan rangka besi hollow. Pemasangan pada besi hollow dengan
menggunakan sekrup atau rivet/viser, bukan paku. Pemasangan penggantungnya
pun menggunakan dinabolt/dinaset bila dilakukan pada tembok.

13

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 6. Contoh Plafon gypsum


Sumber : http://plafondpartisigipsum.com
Kelebihan menggunakan gypsum sebagai penutup plafon antara lain

Pengerjaannya cepat.

Mudah diperoleh dikota-kota besar.

Mudah diperbaiki atau diganti.

Permukaan plafon tampak tanpa sambungan.

Kekurangan menggunakan gypsum sebagai penutup plafon antara lain

Cepat rusak bila kena air.

Tidak semua orang mengerti cara pemasangannya.

Sulit diperoleh didaerah-daerah.

Metode pemasangan plafon Gypsum adalah sebagai berikut

14

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

1. Tentukan Marking Elevasi Plafon dan buat garis sipatan serta titik-titik paku kait.
2. Pasang Paku Kait.

Gambar 7. Menentukan Elevasi Plafon dan Memasang Paku Kait


Sumber : http://wm-site.com
3. Pasang Penggantung Rangka Plafon ( Hanger dan Clip Adjuster) dengan posisi
tegak lurus.
4. Pasang Rangka Tepi Plafon ( Steel Hollow dan Wall Angle Profil) sebagai list tepi
pada garis sipatan

Gambar 8. Memasang penggantung rangka Plafon dan rangka Tepi Plafon


Sumber : http://wm-site.com
15

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

5. Tentukan jarak penempatan Kait Penggantung.


6. Pasang tarikan benang sebagai pedoman penentu kelurusan dan ketinggian rangka
plafon.

Gambar 9. Menentukan jarak kait penggantung dan pemasangan tarikan benang.


Sumber : http://wm-site.com
7. Pasang Rangka Utama (Top Cross Rail)
8. Pasang Rangka Pembagi ( Furing Channel) dengan menggunakan Locking Clip

Gambar 10. Pemasangan Rangka utama dan rangka pembagi.


Sumber : http://wm-site.com

16

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

9. Pasang dan kencangkan Clip /Rod.


10. Pasang Panel Gypsum pada rangka plafon dengan Sekrup Ceiling menggunakan
Screw Driver dan setiap sambungan harus tepat pada rangka.

Gambar 11. Pemasangan clip/rod dan panel gypsum.


Sumber : http://wm-site.com
5. Plafon PVC (Poly Vinyl Chloride)
Berdasarkan www.Suplierbahanbangunan.com, Plafon pvc adalah jenis plafon
yang terbuat dari bahan PVC atau Polycynil chloride yang biasa digunakan sebagai
bahan pipa air. Sehingga plafon PVC menjadi sangat dibutuhkan masyarakat
medern

sekarang

ini.

Karenanya

pemilihan

plafon

yang

mudah

pengaplikasiannyamenjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Plafon PVC


menjawab tantangan akan kebutuhan tersebut dengan meluncurkan produk-produk
yang telah teruji sangat cepat dan mudah dalam pengaplikasiannya.

17

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 12. Contoh Aplikasi Plafon PVC


Sumber : www.Suplierbahanbangunan.com

Keunggulan plafon PVC

Sangat ringan.

Kuat dan tahan lama.

Kedap suara.

Tidak merambat api.

Anti rayap dan anti karat.

Tahan air dan tidak rentan udara lembab.

Cepat dan mudah pemasangannya.

Motif bervariasi.

Hemat biaya.

Tidak perlu finishing (dempul dan cat).

18

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

2.4

Kontruksi Plafon
1.

Tahap perencanaan.

Konstruksi Plafon yang baik dan kuat memerlukan perencanaan yang matang
didasari pengenalan pengenalan karakter bahan, pengetahuan komponen
plafon, dan syarat-syarat teknis konstruksi. Jika sedang mendesain sebuah
ruangan tentunya sudah dapat membayangkan jenis bahan yang akan
diterapkan diruangan tersebut, salah satunya adalah bahan untuk plafon, apa
satu jenis bahan yang akan dipakai atau kombinasi. Berikut adalah hal yang
perlu diperhatikan dalam perencanaan dan konstruksi plafon.
1. Memprogram bahan, peralatan, dan waktu kerja.
Langkah cermat yang pertama kali dikerjakan ketika akan membangun plafon
adalah menyiapkan bahan, peralatan, dan waktu kerja. Ketiga syarat tersebut
sangat berpengaruh terhadap biaya. Jika salah satu dari tiga unsur tersebut tidak
cermat diperhitungkan maka dapat menghambat proses pekerjaan dan hasil
pekerjaan merugikan.
2. Menghitung kebutuhan bahan untuk plafon
Untuk menghitung kebutuhan bahan plafon suatu bangunan rumah, terlebih
dahulu harus ditetapkan jenis-jenis bahan plafon yang akan dipasang pada
seluruh bangian rumah tersebut. Selanjutnya diproyeksikan rencana bahan lis
plafon yang nantinya akan dipasang pada masing-masing bagian rumah
sehingga menghasilkan data tipe profil, jenis bahan, dan volume lis-lis tersebut.
3. Tips pemasangan plafon agar tidak boros
Untuk meminimalisir sisa bahan terbuang diperlukan kecermatan menghitung
perbandingan antara ukuran bersih ruangan dengan ukuran keping plafonnya.
Dengan diketahui perbandingan ukuran antara dua meteri tersebut, dapat
19

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

diproyeksikan penghematan seoptimal mungkin. Untuk menghemat jumlah


plafon, sebaiknya panjang plafon dipasang searah panjang ruangan.
2. Tahap pemasangan
Plafon digunakan sebagai penutup langit langit atap sehingga memberikan
keindahan dan menimbulkan rasa aman ketika melintas dibawahnya. untuk
mendapat hasil pekerjaan plafon yang maksimal, diperlukan metode kerja
pemasangan plafon yang tepat diantaranya sebagai berikut:
Peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan plafon yaitu:

Stager sebagai tangga untuk bekerja di ketinggian.

Mesin Bor

Benang Ukur

Water Pass

Rambu Ukur

Kemudian dilanjutkan dengan tahapan kerja pemasangan plafon sebagai


berikut :
Membersihkan langit langit yang akan dipasang plafon. material yang tidak
terpakai seperti multriplek bekas bekisting lantai beton ada kemungkinan suatu
saat dapat terlepas dan merusak plafon dibawahnya, selain itu pembersihan
lokasi juga dapat mempermudah proses pemasangan plafon.

20

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 13. Penentuan titik gantungan plafon


Sumber : http://www.ilmusipil.com
Memasang penggantung plafon. Pengecekan harus terus dilakukan untuk memastikan
setiap penggantung terikat kuat dan berada pada posisi yang aman karena plafon harus
terpasang dalam keadaan kuat tanpa mengalami kerobohan sehingga membahayakan
aktifitas didalam sebuah ruangan, goyangan pada plafon yang seharusnya terpasang
diam juga dapat menyebabkan rasa was-was sehingga muncul rasa takut untuk berada
didalam ruangan tersebut

21

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 14. Memasang Penggantung Plafon


Sumber : http://www.ilmusipil.com
Tes beban gantung menggunakan beban pemberat. sebelum material plafon
diikat pada penggantung perlu di lakukan tes pembebanan terlebih dahulu untuk
memastikan material penggantung yang digunakan kuat untuk menahan beban
plafon secara keseluruhan.

Gambar 15. Memastikan beban dengan menggantungkan pemberat


Sumber : http://www.ilmusipil.com

22

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Mengukur kedataran tiang penggantung dengan waterpass dan rambu ukur.


Posisi yang datar diperlukan agar hasil akhir pemasangan plafon rapi tidak
bergelombang. Menentukan batas- batas pemasangan dengan bantuan benang
ukur.

Gambar 16. Mengukur kedataran tiang penggantung


Sumber : http://www.ilmusipil.com
Memasang rangka plafon untuk rang kayu. contoh pemasangan rangka plafon
yang menggunakan rangka kayu dapat dilihat pada gambar dibawah.

23

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 17. Memasang rangka kayu.


Sumber : http://www.ilmusipil.com
Pemasangan rangka plafon untuk rangka baja. penggunaan baja sebagai rangka
plafon dapat dilihat pada gambar ini

Gambar 18. Pemasangan rangka baja


Sumber : http://www.ilmusipil.com

24

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Tahap berikutnya yaitu pemasangan triplek plafond yang sudah dipabrikasi


sebelumnya.

Gambar 19. Pemasangan Plafon


Sumber : http://www.ilmusipil.com
Kemudian dilakukan pengecekan kembali kedataran plafon yang sudah di
pasang.

Gambar 20. Pengecekan kembali kedataran plafon


Sumber : http://www.ilmusipil.com

25

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Syarat yang harus diperhatikan dalam pemasangan plafond yang baik adalah:

Nut plafon rapi

Plafon Datar

Warna plafon sejenis

Plafon tidak bergelombang

Penggantung plafon kuat.

Kemudian juga harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari Pemasangan,


sebagai berikut
1. Batang-batang dipasang rata dengan bagian bawah balok-ikat kudakuda. Jika jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda dalam
ruangan kurang dari jarak antara kuda-kuda, maka batang-batang
gantung plafon induk dipasang tegak lurus arah dinding dan masuk
dalam pasangan dinding. Namun, jika jarak antara kuda-kuda kurang
dari jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda, maka
batangbatang gantung plafon induk dipasang tegak lurus pada balok
ikat dari kuda-kuda.
2. Pada prinsipnya pemasangan batang penggantung plafon adalah sama,
tetapi jaraknya tidak sama tergantung dari bahan plafon yang
digunakan. Pada bangunan perumahan dalam pemasangan plafond,
ketentuan untuk tinggi ruang/kamar minimal sekurang-kurangnya 2,40
m kecuali kalau kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya dari
luas ruang mempunyai tinggi ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya
pada titik terendah tidak kurang dari 1,75 m. Pada ruang cuci dan
kamar mandi diperbolehkan sampai sekurang-kurangnya 2,10 m.
Selanjutnya yaitu Penutup Plafon, Bahan plafon sangat banyak ragamnya, dari
kayu, multiplek, lembar semen asbes, hardbord, softboard, acoustic tile, particle
board, aluminimum, sampai gypsum.
26

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

3. Tahap finishing
Unsur-unsur finishing pada pekerjaan plafon meliputi teknik penyelesaian
hubungan antar modul plafon, lis-lis plafon, instalasi (fixtures), dan pengecatan.
Celah atau nat plafon gypsum yang telah dilapisi pasta terlihat rapi tanpa nat>>>
pemberian kompon pada pertemuan papan gypsum>>> pemasangan list plafon
dilakukan pada tahap finishing. Untuk pemasang disudut dilakukan dengan
hati-hati agar dihasilkan pertemuan yang presisi.

27

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

BAB III
PEMBAHASAN PEKERJAAN PEMASANGAN PLAFON DILAPANGAN
Proyek Pembangunan PD. Kijang Mas adalah sebuah proyek pembangunan gedung 5
lantai bangunan dengan fungsi sebagai toko roti dari PD. Kijang Mas. Proyek ini
dikerjakan oleh PT. Rakta Studio dan PD. Kijang Mas sebagai pemilik proyek.

Gambar 21. Proyek PD. Kijang Mas


Selama melakukan kegiatan Kerja Praktek I pada proyek pembangunan PD. Kijang
Mas, Praktikan mengamati proses pekerjaan pemasangan plafon dari lantai 1 sampai
dengan lantai 5 bangunan, yang dilakukan dari mulai tahap persiapan sampai dengan
tahap finishing pekerjaan pemasangan plafon dilakukan.
28

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 22. Area yang Praktikan amati pada denah lantai 1.

29

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 23. Area yang Praktikan amati pada denah lantai 2-5.

Pada proyek pembangunan PD. Kijang Mas, jenis plafon yang digunakan adalah plafon
gypsum, proses pengerjaannya memakan waktu hampir 4 bulan dengan waktu
pengerjaan dari hari senin sampai sabtu, dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 17.00 sore.

30

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Jumlah pekerja yang melakukan pekerjaan pemasangan plafon pada awalnya


berjumlah 7 orang, akan tetapi pada bulan ke 2 pengerjaan, jumlah pekerja hanya
tinggal 5 orang.
Proses pengerjaan pemasangan plafon dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap
persiapan yaitu dimana memastikan bahwa langit-langit yang akan dipasangi plafon
dipastikan sudah selesai dengan pekerjaan lain, seperti mecanical electrical, maupun
plumbing, agar tidak mengganggu ketika nanti pekerjaan pemasangan plafon dimulai.
Kemudian pekerjaan pemasangan plafon memasuki tahap pemasangan rangka palfon,
yang nantinya akan menjadi tumpuan untuk pemasangan panel-panel plafon. Setelah
pengerjaan pemasangan rangka plafon selesai, barulah dimulai tahap pemasangan
panel gypsum dan yang terakhir yaitu tahap finishing, yaitu penyelesaian tahap
pemasangan plafon, seperti mendempul bagian sambungan antar modul panel plafon,
pemasangan list plafon hingga pengecetan.
3.1

Tahap Persiapan

Awal pengerjaan pemasangan plafon dimulai dengan tahap persiapan. Pada tahap ini
pertama-tama yaitu memastikan bahwa semua pekerjaan lain yang berhubungan
dengan langit-langit yang nantinya akan menghambat pengerjaan pemasangan plafon
sudah selesai dikerjakan, misalnya seperti pekerjaan mecanical electrical dan plumbing
yang memasang instalasinya pada langit-langit bangunan.
Gambar 24. Dan gambar 25. Menunjukan bahwa tahap pemasangan mecanical
electrical dan plumbing sudah selesai dilakukan sehingga untuk tahap berikutnya sudah
siap untuk dikerjakan.

31

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 24. Pengecekan pekerjaan plumbing.

Gambar 25. Pengecekan pekerjaan Mecanical electrical


Setelah itu, kemudian persiapan pengerjaan pemasangan plafon pun dimulai. Tahap
persiapan untuk pekerjaan pemasangan plafon yaitu menyediakan rangka besi hollow
yang nantinya akan dipasang sebagai rangka plafon. Pada tahap ini pertama-tama
dilakukan pengecekan terhadap rangka yang sudah dipesan yang nantinya akan
disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Besi hollow yang dipakai disini
adalah besi hollow 4x4 putih dengan spesifikasi 3.5 cm x 3.5 cm x 6 m x 1.6 mm.
Dimana tinggi dan lebar besi hollow 3.5 cm dan panjang 6 m dengan ketebalan 1.6
mm.

32

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Spesifikasi tersebut berdasarkan tabel spesifikasi dari www.tbraissa.com yang


menjelaskan tentang spesifikasi dan harga besi hollow (lihat tabel 2).

Tabel 1. Spesifikasi Besi Hollow

Gambar 26. Pengecekan spesifikasi besi Hollow

33

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

3.2

Tahap Pemasangan rangka Plafon

Setelah tahap persiapan selesai dilakukan, seperti pengadaan bahan-bahan kontruksi


untuk pemasangan plafon seperti, besi hollow dan panel plafon. Tahap selanjutnya
yaitu tahap pemasangan rangka plafon. Hal-hal atau peralatan yang dipersiapkan
pertama kali adalah mesin bor, Stager sebagai tangga untuk bekerja di ketinggian,
benang ukur sebagai alat bantu untuk memasang penggantung dan water pass sebagai
alat untuk mengukur kedataran ketika nanti memasang penggantung dan rangka plafon.
Water pass juga nanti digunakan untuk mengukur kedataran ketika panel plafon
dipasang.

Gambar 27. Peralatan untuk memasang plafon


Tahap selanjutnya yaitu membuat modul untuk menentukan jarak letak penggantung,
baru kemudian setelah itu penggantung dipasang berdasarkan modul yang telah
ditetapkan (lihat gambar 28).

34

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 28. Pemasangan penggantung rangka


Kemudian dipasang rangka pada bagian paling pinggir sebagai bingkai yang nantinya
akan ikut menyangga rangka plafon (lihat gambar 29). Pada proyek PD. Kijang Mas,
penggantung yang digunakan adalah besi hollow dengan spesifikasi 2 cm x 4 cm yang
pada plat lantai.

Gambar 29. Pemasangan rangka pinggir


Kemudian setelah penggantung selesai dipasang, tahap selanjutnya yaitu persiapan
untuk memasang rangka plafon, yang dimulai dengan pemotongan rangka plafon
sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan (lihat gambar 30).

35

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 30. Pemotongan rangka plafon.


Setelah itu, kemudian barulah rangka plafon dipasang berdasarkan ukuran modul
yang ditetapkan. Pertama-tama dipasang rangka utama plafon yaitu sebagai penopang
utama ketika nanti panel plafon dipasang (gambar 31).

Gambar 31. Pemasangan penggantung dan rangka utama


Barulah kemudian dilanjutkan dengan pemasangan rangka pembagi atau pendukung
(lihat gambar 32). Ini adalah hal yang terakhir dilakukan pada tahap pemasangan ranga
plafon ini. Setelah pemasangan rangka pembagi selesai dikerjakan berarti tahap
pengerjaan pemasangan plafon sudah siap untuk menuju ketahap berikutnya, yaitu
tahap pemasangan panel plafon.

36

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 32. Pemasangan rangka pembagi


Gambar 33. Menunjukkan detail sambungan antara penggantung dengan plat lantai.
Pada proyek PD. Kijang Mas, untuk tiang penggantung tidak menggunakan hanger
maupun bracket. Penggantung yang digunakan adalah besi hollow dengan spesifikasi
ukuran 2 cm x 4 cm yang dibengkokan dan dipaku pada bagian plat lantai.

Gambar 33. Detail sambungan plat lantai dengan penggantung plafon


Sedangkan gambar 34. Menunjukkan detail dari sambungan antara penggantung
dengan rangka plafon. Besi hollow yang menjadi penggantung, dipotong sedemikian
rupa yang ditempelkan pada besi rangka plafon dan kemudian dibaut agar kuat dan
tidak telepas.

37

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 34. Detail sambungan penggantung dengan rangka plafon


3.3

Tahap Pemasangan Panel Plafon

Untuk tahap berikutnya dari proses pemasangan plafon, yaitu tahap pemasangan
panel plafon yang dilakukan setelah semua tahap berikutnya selesai dikerjakan,
yaitu tahap persiapan dan tahap pemasangan rangka plafon sebagai penyangga atau
dudukan dari panel plafon.
Ukuran Standar
Tebal(mm)

Lebar(mm)

Panjang(mm)

9.0

1200

2400

12.0

1200

2400

Tabel 2. Spesifikasi gypsum


Sumber : http://www.medangypsum.com
Plafon yang digunakan pada proyek PD. Kijang Mas adalah gypsum dengan p x l
= 1200 mm x 2400 mm dengan ketebalan 9.0 mm.

38

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Proses pemasangan panel gypsum dilakukan dengan pemasangan bagianbagianyang pas dengan modul ukuran gypsum yaitu 1200 mm x 2400 mm agar
pengerjaan yang dilakukan tidak membuang banyak waktu.

Gambar 35. Proses pemasangan gypsum


Baru kemudian dilanjutkan dengan bagian-bagian yang tidak sesuai dengan ukuran
modul gypsum yang memerlukan gypsum untuk dipotong. (lihat gambar 36) Hal
ini biasanya terjadi untuk pemasangan pada bagian sudut bangunan, bagian plafon
yang terdapat kolom, bagian plumbing ataupun bagian lainnya yang tidak sesuia
dengan modul plafon sehingga diperlukan pemotongan terhadap gypsum (lihat
gambar 37).

Gambar 36. Proses pemotongan gypsum


39

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 37. Bagian plafon yang dipotong


Gambar 38. Menunjukkan plafon lantai dasar. Proyek pembangunan PD. Kijang
Mas terdiri dari 6 lantai bangunan. Pada proyek ini ada dua tipe plafon yang
digunakan, tipe pertama yaitu pada bagian lantai dasar dan tipe kedua untuk lantai
berikutnya.

Gambar 38. Plafon lantai dasar


Setelah pemasangan panel dilakukan, maka dimulailah tahap terakhir dari proses
pemasangan plafon, yaitu tahap finishing.
40

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

3.4

Tahap Finishing

Tahap Finishing adalah tahapan terakhir dari proses pemasangan plafon, pada tahap
ini meliputi proses pemasangan list plafon, pendempulan, pengecetan, hingga
pengecekan kembali kedataran plafon.
Setelah semua panel plafon selesai dipasang, selanjutnya dilakukan tahap finishing,
dimulai dengan pendempulan pada bagian sambungan-sambungan panel plafon
agar terlihat lebih rapi. Salah satu keunggulan dari plafon gypsum adalah
sambungan-sambungan antar panel bisa didempul untuk menyamarkan celah
sambungan tersebut (lihat gambar 39).

Gambar 39. Proses Pendempulan


Untuk tahap selanjutnya yaitu proses pengecatan panel-panel plafon, pekerjaan ini
dilakukan oleh beberapa tukang. Pekerjaan ini difokuskan untuk dapat diselesaikan
dengan cepat (lihat gambar 40).

41

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Gambar 40. Proses pengecatan.


Gambar 41. Menunjukan proses pemasangan list plafon yang dilakukan oleh
seorang tukang untuk bagian tertentu. Pengerjaan pemasangan list plafon dilakukan
oleh lebih kurang 3 orang tukang pada bagian yang berbeda.

Gambar 41. Pemasangan list plafon

42

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Setelah selesai pemasangan list plafon, tahap pengerjaan pemasangan sudah dapat
dikatakan selesai, hanya perlu beberapa finishing agar pengerjaan plafon dapat
dikatakan selesai sepenuhnya misalnya pengecekan ulang kedataran plafon,
kerataan pengecatan dan pembersihan seluruh pekerjaan.
Gambar 40. Menunjukkan plafon pada lantai dasar yang masih dalam proses
finishing, gambar tersebut masih dalam proses pengecatan. Sedangkan gambar 41.
Yaitu plafon yang dipasang pada lantai 2 yang sudah selesai dikerjakan. Pada tahap
ini sudah terlihat dengan jelas bahwa pengecatan dan beberapa finishing lainnya
sudah selesai dilakukan.

Gambar 42. Plafon lantai dasar dalam proses finishing

Gambar 43. Plafon lantai 2 yang sudah selesai


43

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan

Setelah mengikuti kerja praktek I pada proyek pembangunan PD. Kijang Mas selama
kurang lebih 60 hari, banyak pengalaman dan ilmu yang praktikan dapatkan, terutama
mengenai plafon, proses pengerjaan plafon dari awal sampai dengan finshing
dilakukan. Selama mengikuti proses pengerjaan pemasangan plafon, praktikan
mengambil beberapa kesimpulan berdasarkan dari apa yang praktikan alami selama
mengikuti proses kerja praktek I pada proyek PD. Kijang Mas.
4.1.1

Kesimpulan Mengenai Pekerjaan Pemasangan Plafon

Pada Proyek PD. Kijang Mas, proses pemasangan plafon dikerjakan selama
hampir 4 bulan untuk 6 lantai bangunan, dengan 7 orang tukang yang bekerja
pada 2 bulan awal dan 5 tukang yang mengerjakan sampai proses finishing
dilakukan. Durasi waktu yang dihabiskan dalam pengerjaan proyek dalam satu
minggu yaitu 6 hari, yakni hari senin-sabtu dari pukul 09.00 pagi sampai 17.00
sore.
Untuk tahap persiapan biasanya durasi yang dibutuhkan bisa sampai 1 minggu,
tergantung dari kesiapan bahan yang yang dipesan. Namun pada proses
pengerjaannya tidak selalu harus bertahap, kadangkala ketika pada beberapa
bagian siap untuk tahapan berikutnya, maka akan langsung dilanjutkan tanpa
harus menunggu bagian yang lain. Proses pengerjaan bersifat fleksibel tanpa
harus berpaku pada satu pekerjaan. Misalnya saja pada pengerjaan pemasangan
plafon pada lantai dasar dan lantai dua, terjadi perbedaan durasi yang
dikerjakan, dikarenakan pada lantai dasar sering adanya hambatan pengerjaan
dikarenakan banyaknya aktivitas yang dilakukan sehingga seringkali
pengerjaannya tertunda.

44

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

Tahap Pemasangan Rangka Plafon memakan waktu yang cukup lama untuk
pemasangannya. Terdapat hal yang menarik menurut praktikan, yaitu
penggunaan material penggantung rangka plafon. Pemakaian besi hollow
sebagai penggantung untuk rangka plafon serta tidak menggunakan brakcet
sebagai sambungan antara plat lantai dengan penggantung. Malahan
penggantung hanya dibengkokan dan dipaku pada plat lantai. Pemakaian besi
hollow sebagai penggantung ini cukup mengurangi durasi pemakaian waktu
pemasangan plafon, karena pemasangannya cukup gampang dan tidak ribet,
yang dapat dilakukan hampir semua tukang. Tukang hanya perlu mengikuti
modul yang sudah ditetapkan untuk peletakan setiap penggantung. Material
yang digunakan untuk pemasangan plafon tidak harus selalu material yang
konvensional, terbukti dengan pemasangan besi hollow sebagai penggantung
dapat menghemat biaya dan waktu pengerjaan secara drastis.
Tahap Pemasangan panel plafon. Untuk bagian ini hanya dilakukan oleh tukang
tertentu, karena tidak semua tukang bisa mengerjakannya. Dibutuhkan keahlian
khusus untuk melakukan pengerjaan pemasangan panel plafon, mulai dari
pemasangan panel-panel harus memperhatikan presisi agar tidak terlihat
sambungan antara panel plafon.

Dalam pengerjaannya dikerjakan oleh 2

tukang ahli dan dibantu oleh 2 tukang biasa.


4.1.2

Kesimpulan Mengenai Praktikan

Setelah mengikuti proses pengamatan pekerjaan pemasangan plafon dalam


proyek PD. Kijang Mas, banyak pengalaman-pengalaman yang praktikan
dapatkan, seperti lebih memahami mengenai teknis pemasangan plafon yang
dikerjakan dalam sebuah proyek. Kemudian beberapa kali praktikan
menanyakan secara langsung proses pekerjaan kepada tukang yang
mengerjakan pemasangan plafon mengenai cara pemasangan yang dilakukan,
misalnya pada saat pemasangan penggantung, praktikanmenanyakan alasan

45

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

tidak menggunakan hanger dan bracket. Karena penggunaan besi hollow lebih
praktis dan juga dari segi harga dan waktu pengerjaan yang dapat dipangkas
sehingga pengerjaannya lebih cepat dan murah.
4.2

Saran

Setelah mengikuti proses kerja praktek I, yaitu pengamatan pekerjaan pemasangan


plafon pada proyek PD. Kijang Mas ada beberapa saran yang dapat praktikan berikan
menurut ilmu dan pegalaman praktikan selama mengikuti proses kerja praktek. Semoga
dapat dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan dikemudian hari.
4.2.1

Terhadap Pekerjaan Pemasangan Plafon.

Selama mengikuti proses pengerjaan pemasangan plafon, beberapa kali terjadi


penundaan pekerjaan dikarenakan barang yang dipesan tidak datang sesuai
dengan waktunya. Hal tersebut tentu saja sangat mengganggu proses pekerjaan,
hal tersebut tentu saja harus menjadi pertimbangan di lain waktu supaya dapat
di atur supaya barang datang dengan tepat waktu. Menjalin komunikasi yang
lebih baik dengan pengada barang agar semua berjalan dengan lancar.
Tingkat keselamatan pekerja harus diperhatikan dengan baik. Sering kali
tukang melakukan hal yang cukup nekat karena merasa sudah biasa tanpa
memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini kiranya
menjadi bahan evaluasi agar kesalamatan tukang terjaga sampai dengan proyek
selesai dikerjakan.
4.2.2

Terhadap praktikan

Selama praktikan melakukan kerja praktek di proyek PD. Kijang Mas,


mungkin banyak kesalahan-kesalahan yang praktikan lakukan baik itu
secara sengaja maupun tidak. Misalnya saja terlambat ketika datang
kelokasi proyek. Kemudian ketika praktikan melakukan wawancara
mungkin menggangu pekerjaan tukang, beberapa kali praktikan absen dan
46

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

terganggunya proses pengamatan dikarenakan adanya jadwal kuliah.


Praktikan terus berusaha untuk giat serta disiplin agar kelak dikemudian
hari bisa menjadi manfaat bagi praktikan sendiri.

47

Laporan Kerja Praktek I


Pengamatan pengerjaan Plafond
Proyek PD. Kijang Mas

DAFTAR PUSTAKA
Prihanto, Teguh. Kreatif Menata Hunian Mungil. Penerbit PT. Kawan Pustaka.
Jakarta. 2011.
Sutansa, Gatut. Panduan Lengkap Membangun Rumah. Penerbit Penebar Swadaya.
Jakarta. 2007
http://www.grcboard.com/. Diakses pada tanggal 21 November 2014. Pukul 13.00
http://www.rumahbangun.com/. Diakses pada tanggal 21 November 2014. Pukul
13.45.
http://wm-site.com/civil-eng/metode-pemasangan-plafon-gypsum. Diakses pada
tanggal 21 November 2014. Pukul 13.58
http://www.supplierbahanbangunan.com/plafon-pvc-2/plafon-pvc. Diakses pada
tanggal 21 November 2014. Pukul 14.20
http://www.ilmusipil.com/metode-kerja-pemasangan-plafond. Diakses pada tanggal
21 November 2014. Pukul 14.35.
http://www.tbraissa.com/Hollow.html. Diakses pada tanggal 21 November 2014.
Pukul 15.00.
http://www.medangypsum.com/products/detail/?id=2. Diakses pada tanggal 21
November 2014. Pukul 15.15.
http://bakrie-building.com/. Diakses pada tanggal 21 November 2014. Pukul 12.43.
http://plafondpartisigipsum.com/wp-content/uploads/2011/05/gambar-plafondgypsum-gipsum.jpg. Diakses pada tanggal 21 November 2014. Pukul 14.28.

48