Anda di halaman 1dari 16

MOTOR DC SERI

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Mesin Arus Searah

oleh :

LUCKY GENNO SATRIO 1101024013


AYUTIA DWI PUTRI - 1101024014

Dosen pembimbing
ROSWALDI SK,Drs.,SST., M.Kom

PRODI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI PADANG
2012

KATA PENGANTAR

Pertama sekali, kami mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang


Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya jugalah, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Dan selanjutnya,
ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing, teman-teman, dan seluruh
pihak yang ikut terlibat dalam pembuatan makalah ini,
Makalah ini membahas tentang motor dc seri. Yang mana pada
makalah ini akan diuraikan definisi generator dc seri, prinsip kerja,
karakteristik, rumus/formula yang berlaku, hingga aplikasinya pada
kehidupan sehari-hari. Kami selaku penulis berharap, semoga makalah ini
dapat menambah wawasan bagi siapapun yang membacanya.
Akhir kata, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya.

Padang, 19 November 2012


TTD

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG


Seriring

perkembangan

zaman,

kemajuan

teknologi

telah

berkembang desat pesat. Manusia telah mengembangkan berbagai cara


pemanfaatan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka. Dasar
semua itu tidak lepas dari pemanfaatan energi listrik.
Motor arus searah pada zaman dahulu sebelum dikenal motor arus
bolak-balik , banyak digunakan untuk menghasilkan tenaga mekanik berupa
kecepatan atau perputaran, baik untuk mesin-mesin produksi di pabrik dan
di industry sampai sekaran masih banya mempergunakan motor arus searah,
demikian pula untuk start awal dari mobil dan rangkaian peralatan
elektronik.
Berdasarkan

karakteristiknya,

maka

motor

arus

searah

ini

mempunyai daerah pengaturan putaran yang luas dibandingkan dengan


motor arus bolak-balik, sehingga sampai sekarang masih banyak
dipergunakan pada pabrik dan industri seperti pabrik kertas, tekstil, dan
pabrik-pabrik yang mesin produksinya memerlukan pengaturan putaran
yang luas. Konstruksi motor arus searah, yakni sama dengan konstruksi
generator generator arus searah, hanya perbedaannya pada prinsip kerjanya,
sehingga satu perangkat mesin arus searah dapat berfungsi sebagai generator
maupun sebagai motor.
Pada kesempatan ini kami akan mencoba membahas tentang Motor
DC seri yang mana Motor DC banyak membantu kita pada kehidupan kita
sehari-hari. Terutama pada dunia perindustrian.

Motor arus searah (DC) sebagaimana namanya, menggunakan arus


langsung yang tidak langsung atau direct-unidirectional. Motor DC
digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque
yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.
Semoga makalah ini dapat membantu para mahasiswa yang lain
untuk mendapatkan informasi yang cukup dari kegunaan dan pengaplikasian
generator.
I.2. Tujuan
- Mahasiswa dapat lebih memahami tentang generator dc seri, mulai dari
prinsip kerja, karakteristik, rumus-rumus yang berlaku, hingga aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
ISI

MOTOR DC SERI
Motor dc seri merupakan motor arus searah yang mempunyai
putaran kecepatan yang tidak konstan, jika beban tinggi maka putaran akan
lambat.

Gambar Rangkaian Motor Seri


Motor ini terdiri dari medan seri dibuat dari sedikit lilitan kawat
besar yang dihubungkan seri dengan jangkar. Jenis motor dc ini mempunyai
karakteristik torsi start dan kecepatan variable yang tinggi. Ini berarti bahwa
motor dapat start atau menggerakkan beban yang sangat berat, tetapi
kecepatan akan bertambah kalau beban turun. Motor dc seri dapat
membangkitkan torsi starting yang besar karena arus yang sama yang
melewati jangkar juga melewati medan. Jadi, jika jangkar memerlukan arus

lebih banyak, arus ini juga melewati medan, menambah kekuatan medan.
Oleh karena itu, motor seri berputar cepat dengan beban ringan dan berputar
lambat saat beban ditambahkan.
Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan
secara seri dengan gulungan dinamo (A). Oleh karena itu, arus medan sama
dengan arus dinamo.
Kelebihan dari Motor DC seri yaitu :
- Daya output yang dihasilkan besar.
- Hanya memerlukan satu sumber DC
- Rangkaian eksitasinya sederhana
- Torsia yang dihasilkan berbanding kuadrat dengan arus sumber
motor DC
Kelemahan dari Motor DCseri yaitu :
-

Arus beban yang diminta sangatlah besar, sesuai dengan beban


yang dipikulnya, jika tegangan inputnya tidak stabil maka flux
magnit yang dihasilkan oleh kumparan seri tidak stabil pula,
sehingga daya output yang dihasilkan tidak stabil.

Kecepatan motor bervariasi dan sensitif terhadap perubahan torsi


beban

Arus eksitasinya sebanding dengan arus jangkar, sehingga


membutuhkan kawat medan yang cukup besar

Motor seri harus selalu dalam kondisi diberikan beban, karena saat
tidak berbeban dan arus eksitasinya kecil yang terjadi putaran motor akan
sangat tinggi sehingga motor akan terbang, dan sangat berbahaya. Motor
seri banyak dipakai pada beban awal yang berat

PRINSIP KERJA
Prinsip kerja motor dc didasarkan pada prinsip bahwa jika sebuah
konduktor yang dialiri arus listrik diletakkan dalam medan magnit, maka
tercipta gaya pada konduktor tersebut yang cenderung membuat konduktor
berotasi seperti gambar berikut.

Gaya Medan Magnet Pada Konduktor Yang Dialiri Arus Listrik


Dalam gambar terlihat sebuah kumparan yang dialiri arus listrik
diletakkan dalam medan magnet

tetap. Akibatnya tercipta gaya pada

kumparan baik pada sisi A maupun pada sisi B. Dengan aturan tangan kiri
Fleming dapat ditentukan bahwa kumparan berputar berlawanan arah jarum
jam. Gaya ini akan berlangsung terus sampai konduktor meninggalkan
medan magnet. Karena itu untuk mendapatkan putaran yang terus menerus
maka digunakan banyak konduktor, sehingga jika sebuah konduktor
meninggalkan medan magnet pada saat itu juga terdapat konduktor lain
yang memasuki medan magnet. Setelah kumparan berputar 180 derajat,
maka arah arus listrik pada sisi A dan B akan berubah arah. Untuk itu
digunakan sebuah komutator yang berfungsi untuk membalik arah arus
dalam kumparan.

Pada motor yang mempunyai hubungan seri jumlah arus yang


melewati angker dinamo sama besar dengan yang melewati kumparan. Jika
beban naik motor berputar makin pelan. Jika kecepatan motor berkurang
maka medan magnet yang terpotong juga makin kecil, sehingga terjadi
penurunan EMF. kembali dan peningkatan arus catu daya pada kumparan
dan angker dinamo selama ada beban. Arus lebih ini mengakibatkan
peningkatan torsi yang sangat besar.
Contoh keadaan adalah pada motor starter yang mengalami poling
(angker dynamo menyentuh kutub karena kurang lurus atau ring yang aus).
Arus yang tinggi akan mengalir melalui kumparan dan anker dinamo karena
kecepatan angker dynamo menurun dan menyebabkan turunnya EMF
kembali.

Gambar Motor dengan kumparan seri.


EMF kembali mencapai maksimum jika kecepatan angker dinamo
maksimum. Arus yang disedot dari catu daya menurun saat motor makin
cepat, karena EMF kembali yang terjadi melawan arus catu daya.
EMF kembali tidak bisa sama besar dengan arus EMF. yang
diberikan pada motor d.c., sehingga akan mengalir searah dengan EMF yang
diberikan.
Karena ada dua EMF. yang saling berlawanan EMF kembali
menghapuskan EMF. Yang diberikan, maka arus yang mengalir pada angker
dinamo menjadi jauh lebih kecil jika ada EMF kembali.

Karena EMF kembali melawan tegangan yang diberikan maka


resistansi angker dynamo akan tetap kecil sementara arus angker dinamo
dibatasi pada nilai yang aman.

RUMUS-RUMUS/ FORMULA

Vt = Ea+ Ia(Ra + Rs) Vs


Karena drop tegangan pada sikat diabaikan, maka :
Vt= Ea+ Ia(Ra + Rs)
IL = Ia = Is
Pin = Vt x Ia
Pout = Pin + rugi
T = (Pout x 9,55)/n (N-m)
n = Vt Ia.Ra/ C. o

Keterangan :
Vt = tegangan terminal (volt)
Ea = gaya gerak listrik induksi (volt)
IL = arus beban (ampere)
Is = arus medan seri (ampere)
Ia = arus jangkar (ampere)
Rs = Resistansi medan seri (ohm)
n = kecepatan putar rotor (rpm)

= fluksi kutub (weber)


C = p.z/60a = konstanta

KARAKTERISTIK
Motor jenis ini mempunyai karakteristik bahwa saat tanpa beban,
kecepatan akan terus naik sampai batas yang dapat menimbulkan kerusakan
terhadap dirinya. Untuk menghindari kecepatan yang berlebih tersebut
motor ini harus selalu disambungkan dengan beban.
Karakteristik dari motor DC seri, motor jenis ini menghasilkan torsi
awal yang besar. Tetapi, motor jenis ini mempunyai variasi kecepatan yang
lebar antara saat tanpa beban dan saat beban penuh. Motor seri tidak sesuai
jika digunakan untuk membawa beban dengan kecepatan konstan, motor ini
diperlukan untuk membawa muatan yang bervariasi.
a. Karakteristik putaran
n = f (Ia)
Dengan pertambahan arus jangkar (Ia), fluks juga akan bertambah dan Vt
akan berkurang, sehingga akan kecepatan putaran akan berkurang.

Gambar karakteristik putaran

b.

Karakteristik torsi atau momen kopel putaran (torque)


T = f(Ia)
Dengan pertambahan arus jangkar (Ia) sehingga fluks bertambah dan
torsi juga besar.

Arus jangkar (Ia)


Gambar karakteristik torsi atau momen kopel putaran (torque)

c.

Karakteristik mekanis
N = f (T), dengan E = konstan
Ini merupakan kurva antara kecepatan dan torsi dari motor DC seri, jika
torsi bertambah, maka nilai (Ia) bertambah, sedangkan fluks tetap.

Karakteristik putaran motor DC Seri dengan menggunakan beban yang


berbeda :

Gambar Karakteristik putaran motor DC Seri


APLIKASI
Contoh yang nyata, dapat kita temui pada mesin mobil. Pada mesin
mobil, ketika pada saat pertama kali dihidupkan, mobil memerlukan tenaga
putaran yang kuat untuk membuat mesin dalam mobil hidup. Pada starter
mobil beban awal yang berat dengan momen gaya yang tinggi, putaran
motor akan rendah.

Dalam industry, motor ini digunakan sebagai electric traction,


elevator, kompresor udara, penyedot debu, dan pengering rambut.
1. Electric traction
Motor ini dipasang secara seri dengan kumparan armature. Motor
ini, kurang stabil. Pada torsi yang tinggi kecepatannya menurun dan
sebaliknya. Namun, pada saat tidak terdapat beban motor ini akan
cenderung menghasilkan kecepatan yang sangat tinggi. Tenaga putaran yang
Besar ini dibutuhkan pada elevator dan Electric Traction. Berikut adalah
gambar electric traction yang digunakan pada industri.

Gambar Electric traction


2. Elevator

Gambar Elevator

3. Kompresor Udara

Gambar Kompresor udara


4. Pengering rambut

Gambar Pengering rambut

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
-

Motor dc seri merupakan motor arus searah yang mempunyai


putaran kecepatan yang tidak konstan, jika beban tinggi maka
putaran akan lambat.

Prinsip kerja motor dc didasarkan pada prinsip bahwa jika sebuah


konduktor yang dialiri arus listrik diletakkan dalam medan magnit,
maka tercipta gaya pada konduktor tersebut yang cenderung
membuat konduktor berotasi

Pada motor dc seri berlaku Vt= Ea+ Ia(Ra + Rs)

Pada motor seri mempunyai kecepatan yang tidak tetap dan akan
sangat berbahaya jika motor ini dibiarkan tanpa beban sebab akan
mengalami

overspeed.

Motor

ini

cocok

digunakan

untuk

memindahkan sesuatu yang sifatnya variasi dan memiliki awalan


yang besar..