Anda di halaman 1dari 26

PEMERIKSAAN MATA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan


Bagian Ilmu Penyakit Mata

Pembimbing :
Awan Buana, dr., SpM., M.Kes

Disusun oleh :
Asep Dudi Sumhudi S
41101046

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
C I M AH I
2012

ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA

Kelopak Mata
Kelopak atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta
mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan komea.
Palpebra merupakan alat menutup mata yang berguna untuk melindungi bola mata
terhadap trauma, trauma sinar dan pengeringan bola mata.1,2
Dapat membuka diri untuk memberi jalan masuk sinar ke dalam bola mata
yang dibutuhkan untuk penglihatan.2
Pembasahan dan. pelicinan seluruh permukaan bola mata terjadi karena
pemerataan air mata dan sekresi berbagai kelenjar sebagai akibat gerakan buka tutup
kelopak mata. Kedipan kelopak mata sekaligus menyingkirkan debu yang masuk.2
Kelopak mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian depan sedang di
bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal.1
Gangguan penutupan kelopak akan mengakibatkan keringnya permukaan mata
sehingga terjadi keratitis et lagoftalmos.1
Pada kelopak terdapat bagian-bagian :1
-

Kelenjar seperti : kelenjar sebasea, kelenjar Moll atau kelenjar keringat, kelenjar

Zeis pada pangkal rambut, dan kelenjar Meibom pada tarsus.


Otot seperti : M. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas
dan bawah, dan terletak di bawah kulit kelopak. Pada dekat tepi margo palpebra
terdapat otot orbikularis okuli yang disebut sebagai M. Rioland. M.

orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N. facial M. levator


palpebra, yang berorigo pada anulus foramen orbita dan berinsersi pada tarsus
atas dengan sebagian menembus M. orbikularis okuli menuju kulit kelopak bagian
tengah. Bagian kulit tempat insersi M. levator palpebra terlihat sebagai sulkus
(lipatan)

palpebra.

Otot

ini

dipersarafi

oleh

n.

III,

yang

berfungsi

untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata.


Di dalam kelopak terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar

didalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra.


Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita

merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan.


Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh
lingkaran pembukaan rongga orbita. Tarsus (terdiri atas jaringan ikat yang
merupakan jaringan penyokong kelopak dengan kelenjar Meibom (40 bush di

kelopak atas dan 20 pada kelopak bawah).


Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a. palpebra.
Persarafan sensorik kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal N.V, sedang
kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V.Konjungtiva tarsal yang terletak di
belakang kelopak hanya dapat dilihat dengan melakukan eversi kelopak.
Konjungtiva tarsal melalui forniks menutup bulbus okuli. Konjungtiva merupakan
membran mukosa yang mempunyai sel Goblet yang menghasilkan musin.1

Gambar kelopak mata atas

Sistem Lakrimal
Sistem sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola mata.
Sistem ekskresi mulai pada pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal,
duktus nasolakrimal, meatus inferior.1,2
Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian, yaitu :1,2
-

Sistem produksi atau glandula lakrimal. Glandula lakrimal terletak di temporo

anterosuperior rongga orbita.


Sistem ekskresi, yang terdiri atas pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus
lakrimal dan duktus nasolakrimal. Sakus lakrimal terletak dibagian depan

ronggaorbita. Air mata dari duktus lakrimal akan mengalir ke dalam rongga
hidung di dalam meatus inferior.
Film air mata sangat berguna untuk kesehatan mata. Air mata akan masuk ke
dalam sakus lakrimal melalui pungtum lakrimal. Bila pungtum lakrimal tidak
menyinggung bola mata, maka air mata akan keluar melalui margo palpebra yang
disebut epifora. Epifora juga akan terjadi akibat pengeluaran air mata yang berlebihan
dari kelenjar lakrimal.1
Untuk melihat adanya sumbatan pada duktus nasolakrimal, maka sebaiknya
dilakukan penekanan pada sakus lakrimal. Bila terdapat penyumbatan yang disertai
dakriosistitis, maka cairan berlendir kental akan keluar melalui pungtum lakrimal.1

Gambar Sistem Saluran air mata


Konjungtiva

Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak


bagian belakang. 3
Bermacam-macam obat mata dapat diserap melalui konjungtiva ini. Konjungtiva
mengandung kelenjar musin yang dihasilkan oleh sel Goblet. Musin bersifat
membasahi bola mata terutama kornea.1
Selaput ini mencegah benda-benda asing di dalam mata seperti bulu mata atau
lensakontak (contact lens), agar tidak tergelincir ke belakang mata. Bersama-sama
dengan kelenjar lacrimal yang memproduksi air mata, selaput ini turut menjaga agar
cornea tidak kering.3
Konjungtiva terdiri atas tiga bagian, yaitu :1
-

Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus, konjungtiva tarsal sukar digerakkan dari

tarsus.
Konjungtiva bulbi menutupi sklera dan mudah digerakkan dari sklera di

bawahnya.
Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan tempat peralihan
konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi. Konjungtiva bulbi dan forniks
berhubungan dengan sangat longgar dengan jaringan di bawahnya sehingga bola
mata mudah bergerak.1

Bola Mata
Bola mata terdiri atas :2

dinding bola mata


isi bola mata.
Dinding bola mata terdiri atas :2
sclera
kornea.
Isi bola mata terdiri atas uvea, retina, badan kaca dan lensa.2
Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Bola mata di

bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat
bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. Bola mata dibungkus oleh 3 lapis
jaringan, yaitu :1
1. Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata,
merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. Bagian terdepan sklera
disebut kornea yang bersifat transparan yang memudahkan sinar masuk ke dalam
bola mata.Kelengkungan kornea lebih besar dibanding sklera.
2. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. Jaringan sklera dan uvea dibatasi
oleh ruangyang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi perdarahan pada ruda
paksa yang disebut perdarahan suprakoroid.Jaringan uvea ini terdiri atas iris,
badan siliar, dan koroid. Pada iris didapatkan pupil yang oleh 3 susunan otot dapat
mengatur jumlah sinar masuk ke dalam bola mata. Otot dilatator dipersarafi oleh
parasimpatis, sedang sfingter iris dan otot siliar di persarafi oleh parasimpatis.
Otot siliar yang terletak di badan siliar mengatur bentuk lensa untuk kebutuhan
akomodasi. Badan siliar yang terletak di belakang iris menghasilkan cairan bilik
mata (akuoshumor), yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada
pangkal iris di batas kornea dan sklera.

3. Lapis ketiga bola mata adalah retina yang terletak paling dalam dan mempunyai
susunan lapis sebanyak 10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris
yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke
otak. Terdapat rongga yang potensial antara retina dan koroid sehingga retina
dapat terlepas dari koroidyang disebut ablasi retina. Badan kaca mengisi rongga
di dalam bola mata dan bersifat gelatin yang hanyamenempel pupil saraf optik,
makula dan pars plans. Bila terdapat jaringan ikat di dalam badan kaca disertai
dengan tarikan pada retina, maka akan robek dan terjadi ablasi retina.Lensa
terletak di belakang pupil yang dipegang di daerah ekuatornya pada badan
siliar melalui Zonula Zinn. Lensa mata mempunyai peranan pada akomodasi atau
melihat dekat sehingga sinar dapat difokuskan di daerah makula lutea.Terdapat 6
otot penggerak bola mata, dan terdapat kelenjar lakrimal yang terletak didaerah
temporal atas di dalam rongga orbita.

Gambar 3. Penampang horizontal mata

Sklera
Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan
pembungkus dan pelindung isi bola mata. Sklera berjalan dari papil saraf optik
sampai kornea.1 Sklera sebagai dinding bola mata merupakan jaringan yang kuat,
tidak bening, tidak kenyal dan tebalnya kira-kira 1 mm.2 Sklera anterior ditutupi oleh
3 lapis jaringan ikat vaskular. Sklera mempunyai kekakuan tertentu sehingga
mempengaruhi pengukuran tekanan bola mata.1
Di bagian belakang saraf optik menembus sklera dan tempat tersebut disebut
kribosa. Bagian luar sklera berwarna putih dan halus dilapisi oleh kapsul Tenon dan
dibagian depan oleh konjungtiva. Diantara stroma sklera dan kapsul Tenon terdapat

episklera. Bagian dalamnya berwarna coklat dan kasar dan dihubungkan dengan
koroid oleh filamen-filamen jaringan ikat yang berpigmen, yang merupakan dinding
luar ruangan suprakoroid.2
Kekakuan sklera dapat meninggi pada pasien diabetes melitus, atau merendah
padaeksoftalmos goiter, miotika, dan meminum air banyak.1

Kornea
Kornea (Latin cornum = seperti tanduk) adalah selaput bening mata, bagian
selaput mata yang tembus cahaya, merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata
sebelah depan dan terdiri atas lapis :1,2
1. Epitel
- Tebalnya 50 m, terdiri atas 5 lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling
-

tumpang tindih; satu lapis sel basal, sel poligonal dan sel gepeng.
Pada sel basal sering terlihat mitosis sel, dan sel muds ini terdorong ke depan
menjadi lapis sel sayap dan semakin maju ke depan menjadi sel gepeng, sel
basal berikatan erat dengan sel basal di sampingnya dan sel poligonal di
depannya melalui desmosom dan makula okluden; ikatan ini menghambat

pengaliran air, elektrolit, dan glukosa yang merupakan barrier.


Sel basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. Bila

terjadi gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren.


- Epitel berasal dari ektoderm permukaan.
2. Membran Bowman
- Terletak di bawah membran basal epitel komea yang merupakan kolagen yang
tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma.
- Lapis ini tidak mempunyai daya regenerasi
3. Stroma

Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan
lainnya, pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedang di bagian
perifer serat kolagen ini bercabang; terbentuknya kembali serat kolagen
memakan waktu lama yang kadang-kadang sampai 15 bulan. Keratosit
merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblas terletak di antara
serat kolagen stroma. Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat

kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma.


4. Membran Descement
- Merupakan membran aselular dan merupakan batas belakang stroma komea
-

dihasilkan sel endotel dan merupakan membran basalnya.


Bersifat sangat elastik dan berkembang terus seumur hidup, mempunyai tebal

40 m.
5. Endotel
- Berasal dari mesotelium, berlapis satu, bentuk heksagonal, besar 20-40 m.
Endotel melekat pada membran descement melalui hemidesmosom dan
zonula okluden.
Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar
longus, saraf nasosiliar, saraf ke V saraf siliar longus berjalan suprakoroid, masuk ke
dalam stroma kornea, menembus membran Bowman melepaskan selubung
Schwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi sampai pada kedua lapis terdepan tanpa
ada akhir saraf. Bulbul Krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah limbus.
Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3
bulan.1

Trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem


pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea.
Endotel tidak mempunyai daya regenerasi.1
Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata
disebelah depan. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea, dimana 40 dioptri
dari 50 dioptri pembiasan sinar masuk kornea dilakukan oleh kornea.1

Gambar 4. Penampang melintang kornea


Uvea
Walaupun dibicarakan sebagai isi, sesungguhnya uvea merupakan dinding
kedua bola mata yang lunak, terdiri atas 3 bagian, yaitu iris, badan siliar, dan
koroid.1,2

Pendarahan uvea dibedakan antara bagian anterior yang diperdarahi oleh 2


buah arteri siliar posterior longus yang masuk menembus sklera di temporal dan nasal
dekat tempat masuk saraf optik dan 7 buah arteri siliar anterior, yang terdapat 2 pada
setiap otot superior,medial inferior, satu pada otot rektus lateral. Arteri siliar anterior
dan posterior ini bergabung menjadi satu membentuk arteri sirkularis mayor pada
badan siliar. Uvae posterior mendapat perdarahan dari 15 - 20 buah arteri siliar
posterior brevis yang menembus sklera di sekitar tempat masuk saraf optik.1
Persarafan uvea didapatkan dari ganglion siliar yang terletak antara bola mata
dengan otot rektus lateral, 1 cm di depan foramen optik, yang menerima 3 akar saraf
di bagian posterior yaitu :1
1. Saraf sensoris, yang berasal dari saraf nasosiliar yang mengandung serabut
sensoris untuk kornea, iris, dan badan siliar.
2. Saraf simpatis yang membuat pupil berdilatasi, yang berasal dari saraf simpatis
yang melingkari arteri karotis; mempersarafi pembuluh darah uvea dan untuk
dilatasi pupil.
3. Akar saraf motor yang akan memberikan saraf parasimpatis untuk mengecilkan
pupil. Pada ganglion siliar hanya saraf parasimpatis yang melakukan sinaps. Iris
terdiri atas bagian pupil dan bagian tepi siliar, dan badan siliar terletak antara iris
dan koroid. Batas antara korneosklera dengan badan siliar belakang adalah 8 mm
temporal dan 7 mm nasal. Didalam badan siliar terdapat 3 otot akomodasi yaitu
longitudinal, radiar, dan sirkular.1
Ditengah iris terdapat lubang yang dinamakan pupil, yang mengatur
banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata. Iris berpangkal pada badan

siliar dan memisahkan bilik mata depan dengan bilik mata belakang. Permukaan
depan iris warnanya sangat bervariasi dan mempunyai lekukan-lekukan kecil
terutama sekitar pupil yang disebut kripti.2
Badan siliar dimulai dari basis iris kebelakang sampai koroid, yang terdiri atas
otot-otot siliar dan proses siliar.2
Otot-otot siliar berfungsi untuk akomodasi. Jika otot-otot ini berkontraksi ia
menarik proses siliar dan koroid ke depan dan kedalam, mengendorkan zonula Zinn
sehingga lensa menjadi lebih cembung.2
Fungsi proses siliar adalah memproduksi Humor Akuos.2
Koroid adalah suatu membran yang berwarna coklat tua, yang letaknya
diantara sclera dan retina terbentang dari ora serata sampai kepapil saraf optik.
Koroid kaya pembuluh darah dan berfungsi terutama memberi nutrisi kepada retina.2

Pupil
Pupil merupakan lubang ditengah iris yang mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang masuk.2
Pupil anak-anak berukuran kecil akibat belum berkembangnya saraf simpatis.
Orang dewasa ukuran pupil adalah sedang, dan orang tua pupil mengecil akibat rasa
silau yang dibangkitkan oleh lensa yang sklerosis.1
Pupil waktu tidur kecil, hal ini dipakai sebagai ukuran tidur, simulasi, koma
dan tidur sesungguhnya. Pupil kecil waktu tidur akibat dari :1
1. Berkurangnya rangsangan simpatis

2. Kurang rangsangan hambatan miosis


Bila subkorteks bekerja sempurna maka terjadi miosis. Di waktu bangun
korteks menghambat pusat subkorteks sehingga terjadi midriasis. Waktu tidur
hambatan subkorteks hilang sehingga terjadi kerja subkorteks yang sempurna yang
akan menjadikan miosis.1
Fungsi mengecilnya pupil untuk mencegah aberasi kromatis pada akomodasi
dan untuk memperdalam fokus seperti pada kamera foto yang difragmanya
dikecilkan.1

Sudut bilik mata depan


Sudut bilik mata yang dibentuk jaringan korneosklera dengan pangkal iris.
Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata. Bila terdapat hambatan
pengaliran keluar cairan mata akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam
bola mata sehingga tekanan bola mata meninggi atau glaukoma. Berdekatan dengan
sudut ini didapatkan jaringan trabekulum, kanal Schelmm, baji sklera, garis Schwalbe
dan jonjot iris.1
Sudut filtrasi berbatas dengan akar berhubungan dengan sklera kornea dan
disini ditemukan sklera spur yang membuat cincin melingkar 360 derajat dan
merupakan batas belakang sudut filtrasi serta tempat insersi otot siliar longitudinal.
Anyaman trabekula mengisi kelengkungan sudut filtrasi yang mempunyai dua
komponen yaitu badan siliar dan uvea.1

Pada sudut fitrasi terdapat garis Schwalbe yang merupakan akhir perifer
endotel dan membran descement, dan kanal Schlemm yang menampung cairan mata
keluar kesalurannya.1
Sudut bilik mata depan sempit terdapat pada mata berbakat glaukoma sudut
tertutup, hipermetropia, blokade pupil, katarak intumesen, dan sinekia posterior
perifer.1

Retina
Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran
daripada serabut-serabut saraf optik. Letaknya antara badan kaca dan koroid.1,2
Bagian anterior berakhir pada ora serata. Dibagian retina yang letaknya
sesuai dengan sumbu penglihatan terdapat makula lutea (bintik kuning) kira-kira
berdiameter 1 - 2 mm yang berperan penting untuk tajam penglihatan. Ditengah
makula lutea terdapat bercak mengkilat yang merupakan reflek fovea.2
Kira-kira 3 mm ke arah nasal kutub belakang bola mata terdapat daerah bulat
putih kemerah-merahan, disebut papil saraf optik, yang ditengahnya agak melekuk
dinamakan ekskavasi faali. Arteri retina sentral bersama venanya masuk kedalam bola
mata ditengah papil saraf optik. Arteri retina merupakan pembuluh darah terminal.2
Retina terdiri atas lapisan:1
1. Lapisan epitel, pada lapisan ini berisi pigmen
2. Lapis fotoreseptor, merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang yang
mempunyai bentuk ramping, dan sel kerucut.
3. Membran limitan eksterna yang merupakan membran ilusi.

4. Lapis nukleus luar, merupakan susunan lapis nukleus sel kerucut dan batang.
Ketiga lapis di atas avaskular dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid.
5. Lapis pleksiform luar, merupakan lapis aselular dan merupakan tempat sinapsis
selfotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal
6. Lapis nukleus dalam, merupakan tubuh sel bipolar, sel horizontal dan sel Muller
Lapisini mendapat metabolisme dari arteri retina sentral
7. Lapis pleksiform dalam, merupakan lapis aselular merupakan tempat sinaps sel
bipolar,sel amakrin dengan sel ganglion
8. Lapis sel ganglion yang merupakan lapis badan sel daripada neuron kedua.
9. Lapis serabut saraf, merupakan lapis akson sel ganglion menuju ke arah saraf
optik. Didalam lapisan-lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina.
10. Membran limitan interna, merupakan membran hialin antara retina dan badan
kaca.Lapisan luar retina atau sel kerucut dan batang mendapat nutrisi dari
koroid.1

Gambar Lapisan Pada Retina

Batang lebih banyak daripada kerucut, kecuali di daerah makula, dimana


kerucut lebih banyak. Daerah papil saraf optik terutama terdiri atas serabut saraf optik
dan tidak mempunyai daya penglihatan (bintik buta).2

Badan kaca
Badan kaca merupakan suatu jaringan seperti kaca bening yang terletak antara
lensadengan retina. Badan kaca bersifat semi cair di dalam bola mata. Mengandung
air sebanyak 90% sehingga tidak dapat lagi menyerap air. Sesungguhnya fungsi
badan kaca sama denganfungsi cairan mata, yaitu mempertahankan bola mata agar
tetap bulat. Peranannya mengisi ruang untuk meneruskan sinar dari lensa ke retina.
Badan kaca melekat pada bagian tertentu jaringan bola mata. Perlekatan itu terdapat
pada bagian yang disebut ora serata, pars plana,dan papil saraf optik. Kebeningan
badan kaca disebabkan tidak terdapatnya pembuluh darahdan sel. Pada pemeriksaan
tidak terdapatnya kekeruhan badan kaca akan memudahkan melihat bagian retina
pada pemeriksaan oftalmoskopi.1
Struktur badan kaca merupakan anyaman yang bening dengan diantaranya
cairan bening. Badan kaca tidak mempunyai pembuluh darah dan menerima
nutrisinya dari jaringan sekitarnya: koroid, badan siliar dan retina.2

Lensa mata
Lensa merupakan badan yang bening, bikonveks 5 mm tebalnya dan
berdiameter 9mm pada orang dewasa. Permukaan lensa bagian posterior lebih

melengkung daripada bagian anterior. Kedua permukaan tersebut bertemu pada tepi
lensa yang dinamakan ekuator. Lensa mempunyai kapsul yang bening dan pada
ekuator difiksasi oleh zonula Zinn pada badan siliar. Lensa pada orang dewasa terdiri
atas bagian inti (nukleus) dan bagian tepi (korteks). Nukleus lebih keras daripada
korteks.2
Dengan bertambahnya umur, nukleus makin membesar sedang korteks makin
menipis, sehingga akhirnya seluruh lensa mempunyai konsistensi nukleus.2
Secara fisiologik lensa mempunyai sifat tertentu, yaitu :1
-

Kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi

untuk menjadi cembung


Jernih atau transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan,
Terletak di tempatnya.

Keadaan patologik lensa ini dapat berupa :1


-

Tidak kenyal pada orang dewasa yang akan mengakibatkan presbiopia,


Keruh atau spa yang disebut katarak,
Tidak berada di tempat atau subluksasi dan dislokasi.
Lensa orang dewasa di dalam perjalanan hidupnya akan menjadi bertambah

besar dan berat. Fungsi lensa adalah untuk membias cahaya, sehingga difokuskan
pada retina.Peningkatan kekuatan pembiasan lensa disebut akomodasi.2

Rongga Orbita

Rongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat 7 tulang yang
membentuk dinding orbita yaitu : lakrimal, etmoid, sfenoid, frontal, dan dasar orbita
yang terutama terdiri atas tulang maksila, bersama-sama tulang palatinum dan
zigomatikus.1
Rongga orbita yang berbentuk piramid ini terletak pada kedua sisi rongga
hidung. Dinding lateral orbita membentuk sudut 45 derajat dengan dinding
medialnya.1
Dinding orbita terdiri atas tulang :1
1.
2.
3.
4.

Atap atau superior : os.frontal


Lateral : os.frontal. os. zigomatik, ala magna os. Fenoid
Inferior : os. zigomatik, os. maksila, os. Palatine
Nasal : os. maksila, os. lakrimal, os. Etmoid
Foramen optik terletak pada apeks rongga orbita, dilalui oleh saraf optik,

arteri, vena, dan saraf simpatik yang berasal dari pleksus karotid.1
Fisura orbita superior di sudut orbita atas temporal dilalui oleh saraf lakrimal
(V),saraf frontal (V), saraf troklear (IV), saraf okulomotor (III), saraf nasosiliar (V),
abdusen(VI), dan arteri vena oftalmik.1
Fisura orbita inferior terletak di dasar tengah temporal orbita dilalui oleh saraf
infra-orbita dan zigomatik dan arteri infra orbita.1
Fosa lakrimal terletak di sebelah temporal atas tempat duduknya kelenjar
lakrimal.1 Rongga orbita tidak mengandung pembuluh atau kelenjar limfa.2

PEMERIKSAAN MATA
Seperti pemeriksaan yang lain, pemeriksaan mata pun dimulai dari :
1. Keluhan utama
2. Anamnesa : Riwayat perjalanan penyakit a.l. keluhan utama,sejak
kapan, bagaimana, dimana dan riwayat pengobatan sebelumnya
3. Pemeriksaan Umum Mata :Keadaan umum dan pemeriksaan dasar mata
Pemeriksaan dasar :
Alat pemeriksaan : Snellen Chart,E Chart
Lampu senter Loupe (Magnifier loupe atau Loupe Monokuler)Funduskopi
direk (Diagnostik set)Pemeriksaan Visus :Membandingkan ketajaman penglihatan
penderita (yg diperiksa) dgn ketajaman penglihatan orang normal, cara pemeriksaan
sebagai berikut :Penderita duduk 5 m atau 6 m atau 20 feet di depan E Chart/Snellen
Chart yg diletakkansejajar mata dan mendapat penerangan yg cukuplPemeriksaan
dilakukan pada masing-masing mata (mata kanan kemudian kiri), menutupmata

jangan ditekan.Orang normal 6/6 atau 5/5Bila tidak bisa melihat Chart :Hitung jari,
Lambaian tangan atau Cahaya
Pemeriksaan Fisik pada Mata
A. Pemeriksaan Tajam Penglihatan (VISUS)
Media refraksi adalah media dalam mata yang mempengerahui atau merubah
arah sinar yang masuk ke dalam mata, yaitu kornea dan lensa. Media optik adalah
media yang dilalui oleh sinar dari luar untuk sampai ke retina, yaitu kornea, bilik
mata depan, pupil, lensa, dan badan kaca.
Jarak pemeriksaan antara pasien dengan kartu Snellen pada refraksi adalah
refraksi : 6 meter atau 20 kaki pada pemeriksaan ini yang digunakan adalah
penglihatan jauh.
Alat-alat yang dibutuhkan adalah :
a. Kartu Snellen, bisa berupa Echart, Alphabet, dan gambar binatang.
b. Lensa coba (Trial Lens Set)
c. Gagang coba Trial (Frame)

Gambar snellen chart

Untuk pemeriksaan visus bila penderita tidak bisa membaca kartu Snellen
maka dilakukan dengan :
a. hitung jari
Cara pemeriksaan ini dilakukan apabila pasien tidak dapat mengenal huruf
terbesar pada kartu Snellen. Jari dapat dilihat terpisah oleh orang normal
pada jarak 60 meter. Bila pasien hanya dapat menentukan jumlah jari
diperlihatkan pada jarak 3 meter maka penilaian tajam penglihatannya
adalah 3/60
b. Goyangan atau lambaian tangan
Dengan uji ini, maka dapat dinyatakan tajam penglihatan pasien lebih
buruk daripada 1/60 meter. Orang normal dapat melihat gerakan atau
lambaian tangan pada jarak 300 meter.
c. Cahaya gelap / terang
Orang normal dapat melihat adanya sinar pada jarak tidak berhingga
tajam penglihatan 1/~. Apabila penglihatan sama tidak mengenal adanya
sinar maka dikatakan penglihatannya adalah nol atau buta total
B. Pemeriksaan Kelopak Mata
- Ketebalan, warna, dan posisi
- Kondisi dari margo, apakah terdapat pembengkakkan, krusta atau ulserasi
- Periksa kekuatan menutup mata dan membuka mata
- Periksa ukuran dari aperture palpebra
- Periksa kondisi, posisi dan arah dari bulu mata
- Periksa posisi dari punctum lakrimal
- Pada daerah saccus lakrimal apakah ada pembengkakkan dan apakah
dengan tekanan pada ujung jari akn menyebabkan keluarnya secret dari
punctum lakrimalis (refluks)
C. Pemeriksaan Conjuntiva

Pada pemeriksaan conjunctiva sangat penting membuka conjunctiva


palpebran dan forniks. Forniks inferior lebih mudah terbuka dengan menggerakkan
palpebra inferior ke bawah, semertara pasien melihat ke arah atas. Sedangkan untuk
conjunctiva palpebra superior dibuka dengan mengangkat palpebra bagian atas.
-

Apabila terjadi bendungan pada pembuluh conjunctiva akan meninggalkan


zona putih disekitar kornea dan ditandai dengan adanya sekresi mucous

atau mukopurulen yang mengidikasikan conjunctivitis


- Jika terdapat banyak iritasi dan fotophobia dengan
D. Kornea
Normalnya mata cukup dalam dan jernih.
E. Bilik
mata
depan

(BMD)

mata

Normalnya pupil mata kiri dan kanan sama lebarnya dan Iris dan pupil letaknya
simetris di tengah. Lebar pupil + 3 mm. Pemeriksaan ada 2 cara :
Disinari dengan sinar langsung, dan diamati mata yang disinari LANGSUNG
TIDAK

Disinari mata kanan, yang dilihat mata kiri. Pada orang

butaLANGSUNG tanpa kelainan syaraf, langsung -, tidak langsung +


F. Lensamata Normalnya jernih. Kekeruhan lensa mata disebut katarak, kelainan
lensa mata bisa terjadi Luksasio atau Subluksasio lensa.
G. Penilaian segmen posterior mata. Untuk melihat segmen posterior mata bisa
memakai alat yang disebut Oftalmoskop langsung (direct) atau tak langsung
(indirect)
H. Pemeriksaan

tambahan

1. Tekanan bola mata (tonometri)


- Digital (dengan jari) Shiotz
- Aplanasi (dgn fluorescen)
- Non kontak tonometri

mata

adalah

3. Pemeriksaan lensa mata dalam keadaan pupil lebar


4. Pemeriksaan fundus refleks.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2009. h:1-12.
2. Radjiman T, dkk. Ilmu Penyakit Mata, Penerbit Airlangga, Surabaya, 1984.
h:1-8.
3. Mason H. Anatomy and Physiology of the Eye, in Mason, H. & McCall, S.
Visual Impairment: Access to Education for Children and Young People,
David Fulton Publishers, London, 1999. p:30-38.