Anda di halaman 1dari 15

EKSPLORASI KO SEP

ARSITEKTUR ORGA IK FRA K LLOYD WRIGHT


PADA TAMA WISATA ALAM CA GAR

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun oleh :
Diaz Dwi Yusanto
0410650027-65

DEPARTEME PE DIDIKA ASIO AL


FAKULTAS TEK IK JURUSA ARSITEKTUR
U IVERSITAS BRAWIJAYA
MALA G
2009

LEMBAR PE GESAHA DOSE PEMBIMBI G

EKSPLORASI KO SEP
ARSITEKTUR ORGA IK FRA K LLOYD WRIGHT
PADA TAMA WISATA ALAM CA GAR
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun Oleh :
Diaz Dwi Yusanto
0410650027-65

Malang, 8 Januari 2009

Pembimbing I

Pembimbing II

Herry Santosa, ST.,MT


NIP. 132262266

Ir. Rr, Haru Agus Razziati, MT


NIP. 131276248

ii

LEMBAR PE GESAHA DOSE PE GUJI

EKSPLORASI KO SEP
ARSITEKTUR ORGA IK FRA K LLOYD WRIGHT
PADA TAMA WISATA ALAM CA GAR
Disusun Oleh :
Diaz Dwi Yusanto
0410650027-65

Skripsi ini telah diuji dan dinyatakan lulus pada tanggal 8 Januari 2009

DOSEN PENGUJI

Penguji I

Penguji II

Ir. Rusdi Tjahjono, MSA


NIP. 131653471

Tito Haripradianto, ST., MT


NIP. 132310280

Mengetahui,
Ketua Jurusan Arsitektur

Ir. Sigmawan Tri Pamungkas, MT


IP. 131 837 967

iii

SURAT PER YATAA


ORISI ALITAS SKRIPSI
Saya, yang tersebut di bawah ini :
Nama

: Diaz Dwi Yusanto

NIM

: 0410650027-65
Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fafkultas Teknik,
Universitas Brawijaya, Malang

Judul Skripsi-Desain : EKSPLORASI

KO SEP

ARSITEKTUR

ORGA IK

FRA K LLOYD WRIGHT PADA TAMA WISATA


ALAM CA GAR
Menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahwa di dalam hasil karya skripsi saya, baik
berupa naskah maupun gambar tidak terdapat unsur-unsur penjiplakan karya skripsi yang
pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu perguruan
tinggi, serta tidak terdapat karya atau pendapat orang lain yang pernah ditulis atau
diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan
disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.
Apabila ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur
penjiplakan, saya bersedia skripsi dan gelar Sarjana Teknik yang telah diperoleh dibatalkan
serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (UU No. 20
Tahun 2003 Pasal 25 Ayat 2 dan Pasal 70).

Malang, Maret 2009


Yang membuat pernyataan,
Materai
Rp.6000

Diaz Dwi Yusanto


NIM. 0410650027-65
Tembusan :
1.

Kepala Laboratorium Studio Tugas Akhir Jurusan Arsitektur FTUB

2.

Dosen pembimbing Skripsi Program yang bersangkutan

3.

Dosen penasihat akademik yang bersangkutan

iv

RI GKASA
DIAZ DWI YUSA TO, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya,
Maret 2009, Eksplorasi Konsep Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright pada Taman
Wisata Alam Cangar, Dosen Pembimbing : H e r r y S a n t o s a , S T . , M T . dan Ir. Haru A.
Razziati, MT.

Perkembangan industri pariwisata menjadi salah satu industri yang akan tumbuh
dan dominan di berbagai belahan dunia. Orientasi pengembangan wisata alam mulai
mengarah bagaimana mengembangkan pariwisata tanpa mengubah dan merusak alam.
Langkah pemeliharaan dan pelestarian alam antara lain dalam bentuk greenspeak dan back
to nature.
Indonesia memiliki sekian banyak kekayaan alam beserta panoramanya. Namun
secara umum pemanfaatan wisata alam sebagai bagian kekayaan alam di Indonesia belum
banyak dilakukan secara optimal yang mengakibatkan kerusakan alam. Studi kasus yang
diambil adalah Taman Wisata Alam Cangar, Batu. Taman Wisata Alam Cangar memiliki
potensi-potensi yang cukup banyak sebagai taman wisata alam. Namun pada
pelaksanaannya pembangunan Cangar sebagai taman wisata alam, kurang memperhatikan
fungsi utama bahwa Cangar berada pada kawasan konservatif. Yang terjadi adalah
pembangunan lingkungan binaan yang tidak selaras dengan lingkungan alam sekitar
sehingga sedikit banyak telah mengubah keasrian alam Cangar.
Dari fenomena tersebut maka perlu adanya perancangan wisata alam yang berbasis
alam. Konsep perancangan yang digunakan adalah Konsep Arsitektur Organik Frank
Lloyd Wright. Konsep arsitektur organik Frank Lloyd Wright digunakan dalam proses
perancangan ini karena merepresentasikan prinsip-prinsip alam yang dipadukan dengan
kemampuan manusia sehingga didapat bentuk bangunan (lingkungan binaan) alami. Secara
garis besar prinsip-prinsip dan karakter arsitektur organik yang akan diterapkan adalah
unity, simplicity, harmon, continuity, plasticity,

integrity, character, discipline, dan

tenuity.
Dengan mengaplikasikan konsep arsitektur organik Frank Lloyd Wright yang
menerapkan prinsip-prinsip alam, diharapkan tercipta suatu tempat wisata yang selaras
dengan kondisi lingkungan alam sekitar sehingga fungsi rekreasi dan konservasi dapat
terakomodasi pada Taman Wisata Alam Cangar.
v

SUMMARY
DIAZ DWI YUSA TO, Architecture Departement, Engineering Faculty of Brawijaya
University, Maret 2009, Exploration Concept of Frank Lloyd Wrights Organic
Architecture in Taman Wisata Alam Cangar, By Guidance of : H e r r y S a n t o s a ,
S T . , M T . dan Ir. Haru A. Razziati, MT.

The development of the tourism industry became one of the industries that will
grow and dominant in the world. The orientation of the nature visit development began to
tent to how to develope the tourism without changing and damaging nature. The step about
the maintenance and nature perpetuation such as based on the form of greenspeak and the
back to nature.
Indonesia had however many nature wealth as well as his panorama. However
generally the utilisation of the nature tour as the part of the nature wealth in Indonesia
often was not yet carried out optimally that resulted in nature damage. The case study
which was taken was the Cangar National Recreation Park, Batu. The Cangar national
recreation park had the potentials that enough as the national recreation park. However in
his implementation the Cangar development as the national recreation park, not all that
paid attention to the main function that Cangar was into the conservative region. That
happened was the development of the cultivation environment which was not suitable with
the surrounding nature environment so as more or less had changed beauty of Cangar
nature.
From the phenomenon then needed the nature visit designing of based on nature.
The concept of designing which used was the Frank Lloyd Wrights Organic Architecture
concept. Frank Lloyd Wrights Organic Architecture concept was used in the designing
process because it representated the principles of nature which combined with the human
capabiliity so as to be gotten by the shape of the building (the cultivation environment)
natural. In outline, the character and principles of organic architecture which will be
applied were unity, simplicity, harmon, continuity, plasticity, integrity, character,
discipline, and tenuity.
By applying Frank Lloyd Wrights Organic Architecture concept which applied
principles of nature, it was hoped created a tourist attraction which is suitable with the
surrounding nature environment condition so as the function of conservation and recreation
could accommodated to the Cangar National Recreation Park.
vi

KATA PE GA TAR
Alhamdulillahhirabbilaalamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat
rahmat dan hidayah-Nya maka penyusunan Skripsi dengan judul Eksplorasi Konsep
Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright pada Taman Wisata Alam Cangar ini dapat
terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini dapat terwujud karena adanya bantuan dari
beberapa pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati saya sampaikan
penghargaan, rasa hormat, dan terima kasih kepada :
1. Kedua orangtua dan keluarga yang selama ini telah memberikan doa dan
dukungan yang tak terhingga.
2. Ir. Rinawati PH,. MT. dan Ir. Damayanti Asikin,. MT selaku dosen staf pengelola
Skripsi.
3. Bapak Herry Santosa, ST., MT

dan Ibu Haru AR. Ir., MT selaku dosen

pembimbing, yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan


skripsi ini.
4. Bapak Ir. Rusdi Tjahjono, MSA dan Bapak Tito Haripradianto, ST., MT selaku
dosen penguji, yang telah memberikan banyak masukan.
5. Nino arsita, atas segala bantuan dan dorongan semangat sehingga skripsi ini dapat
terselesaikan.
6. Sahabat dan teman-teman yang telah membantu dan selalu memberikan dukungan
dalam penyusunan skripsi ini.
7. Seluruh pihak yang telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis juga menyadari bahwa dalam skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh
karena itu pada kesempatan kali ini kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
guna melengkapi dan menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.

Malang, 26 Maret 2009

Penyusun
vii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...........................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING ........................................
LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI..................................................
LEMBAR ORISINALITAS ................................................................................
RINGKASAN ......................................................................................................
SUMMARY.........................................................................................................
KATA PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................
DAFTAR TABEL DAN DIAGRAM..................................................................
DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................

BAB I PE DAHULUA
1.1. Latar Belakang
1.1.1. Kebutuhan Rekreasi Bagi Manusia
dan Hubungannya dengan Lingkungan
1.1.2. Gambaran Umum Kondisi Alam Indonesia
1.1.3. Perkembangan Wisata Alam Indonesia
1.1.4. Potensi Alam Kepariwisataan Kota Batu
1.1.5. Potensi dan Permasalahan Wisata Alam Cangar
1.2. Identifikasi dan Batasan Masalah
1.2.1. Identifikasi Masalah
1.2.2. Batasan Masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan dan Kegunaan Kajian
1.4.1. Tujuan Kajian
1.4.2. Kegunaan Kajian
1.5. Kerangka Pemikiran
BAB II TI JAUA PUSTAKA
2.1. Tinjauan Pariwisata
2.1.1. Pengertian Pariwisata
2.1.2 Jenis Wisata
2.1.3. Wisata Alam
2.1.4. Wisata Alam Cangar
2.1.5. Tinjauan Fasilitas Wisata
2.2. Arsitektur Organik dan Frank Lloyd Wright
2.2.1. Perkembangan Arsitektur Organik Frank Llyod Wright
2.2.2. Prinsipprinsip Desain dan Karakter Arsitektur Frank
Lloyd Wright
2.2.3. Aspek Fisik Bangunan
2.2.3.1. Space Building
2.2.3.2. Site Building
2.2.3.3. Form-Function-Construction
2.2.3.4. Material Building
2.2.3.5. Scale Building
2.3. Pengolahan Massa Pada Lahan Berkontur
2.4. Tinjauan Sirkulasi
viii

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
xii
xiii

1
1
2
2
3
5
8
8
8
9
9
9
9
11

12
13
13
13
14
18
19
19
22
29
29
32
34
34
35
37
39

2.4.1. Tinjauan Sirkulasi Taman Wisata Alam


2.5. Arsitektur Bentang Alam
2.5.1 Pengertian Arsitektur Bentang Alam
2.5.2 Elemen-elemen Bentang Alam
2.5.2.1. Tanah
2.5.2.2. Batu
2.5.2.3. Air
2.5.2.4. Tanaman
2.6. Bangunan Ekologis Iklim Tropis
2.6.1. Pengaruh iklim terhadap lingkungan, manusia, dan bangunan
2.6.2. Kenyamanan ruang
2.6.3. Fisika bangunan
2.6.4. Metodologi desain
2.7 Kerangka Teori
BAB III METODE KAJIA
3.1. Metode Umum Dan Tahapan Kajian
3.1.1. Metode Umum
3.1.2. Tahapan Kajian
3.1.2.1. Perumusan Gagasan
3.1.2.2. Pengumpulan dan Pengolahan Data
3.1.2.3. Analisa dan Sintesa
3.1.2.4. Evaluasi
3.2. Metode Pengumpulan Data
3.2.1. Data Primer
3.2.1.1 Survei lapangan
3.2.1.2 Wawancara
3.2.2. Data Sekunder
3.2.2.1. Studi Pustaka
3.2.2.2. Studi Komparasi
3.3. Metode Analisa-Sintesa
3.3.1. Analisa
3.3.1.1. Analisa Manusia, Fungsi dan Ruang
3.3.1.2. Analisa lingkungan
3.3.1.3. Analisa Bangunan (Bentuk dan Tampilan)
3.3.2. Sintesa
3.4 Kerangka Penelitian

41
42
42
43
43
43
43
44
46
46
49
50
50
54

55
55
55
55
56
56
56
56
56
56
57
57
57
57
57
58
58
59
59
59
60

BAB IV HASIL DA PEMBAHASA


4.1. Gambaran Umum Taman Wisata Alam Cangar

61

4.1.1. Sejarah dan Perkembangan Taman Wisata Alam Cangar

61

4.1.2. Tinjauan Umum Taman Wisata Alam Cangar

61

4.1.3. Tinjauan Lokasi Tapak (Topografi)

62

4.1.4. Tinjauan Pencapaian

65

4.1.5. Tinjauan Geologi

65
ix

4.1.6. Tinjauan Hidrologi

66

4.1.7. Tinjauan Klimatologi

67

4.1.8. Tinjauan View dan Orientasi

68

4.2. Pendekatan Desain

69

4.3. Analisa Lingkungan

70

4.3.1. Analisa Pencapaian dan Sirkulasi

70

4.3.2. Analisa Tata Massa

72

4.3.3. Analisa Flora dan Fauna

73

4.4. Analisa Fungsi, Bentuk, dan Tampilan Bangunan Pada Taman


Wisata Alam Cangar

74

4.4.1. Gapura

76

4.4.2. Area Parkir Mobil dan Motor

76

4.4.3. Loket

77

4.4.4. Taman

77

4.4.5. Mushola

78

4.4.6. Kolam Air Panas

79

4.4.7. Area Ganti dan KM/WC

79

4.4.8. Playground

80

4.4.9. Rumah Makan atau Kantin

80

4.4.10. Shelter

81

4.4.11. Plasa dan Pendopo

82

4.4.12. Green House

82

4.4.13. Pondok Wisata dan Pondok Kerja

83

4.4.14. Pusat Informasi

83

4.4.15. Jogging Track

84

4.5. Studi Komparasi

86

4.5.1. PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Seloliman,


Mojokerto Konsep Dasar

86

4.6.2. Wisata Air Panas dan Resort Ciater


4.6. Studi Desain

94
96

4.6.1. Konsep Dasar

96

4.6.2. Konsep Fungsi

99

4.6.3. Konsep Pelaku, Aktivitas, dan Ruang

100

4.6.4. Konsep Besaran Ruang

104

4.6.5. Konsep Organisasi Ruang

113
x

4.6.6. Konsep Lingkungan (Tapak)

118

4.6.6.1. Konsep Pencapaian dan Sirkulasi

118

4.6.6.2. Konsep Tata Massa

119

4.6.6.3. Vegetasi

120

4.6.6.4. Konsep Ruang Luar

121

4.6.7. Konsep Bentuk dan Tampilan Bangunan

122

4.6.8. Konsep Utilitas

126

4.6.8.1. Distribusi Air Bersih

126

4.6.8.2. Pembuangan Air Kotor dan Limbah

126

4.6.8.3. Jaringan Listrik

126

4.6.8.4. Pembuangan Sampah

127

4.6.8.5. Sisitem Pencegah Kebakaran

127

4.7. Pembahasan

128

4.7.1. Form-Function-Construction

128

4.7.2. Space Building

131

4.7.3. Material Building

134

4.7.4. Scale Building

136

4.7.5. Site Building

137

BAB V KESIMPULA DA SARA


5.1. Kesimpulan

140

5.2. Saran

141

142

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRA

xi

DAFTAR TABEL DA DIAGRAM


Tabel
Tabel 2.1 Hasil Analisis Kimia Air Panas
Tabel 4.1 Jenis Satwa
Tabel 4.2 Tabulasi Hasil Evaluasi Fasilitas Taman Wisata Alam Cangar
Tabel 4.3 Penerapan Konsep Arsitektur Organik Pada Desain
Tabel 4.4 Konsep Pelaku, Aktivitas, dan Ruang
Tabel 4.5 Besaran Ruang
Tabel 4.6 Luasan Total Keseluruhan

16
74
84
97
100
104
112

Diagram
Diagram 1.1 Kerangka Pemikiran
Diagram 2.1 Kerangka Teori
Diagram 3.1 Kerangka Penelitian

11
54
60

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Fasilitas yang tidak terawat pada Taman Wisata Alam Cangar
6
Gambar 2.1 The J. L. Cochrane House
19
Gambar 2.2 Froebel Blocks
21
Gambar 2.3. Konstruksi Froebel di Wrights George Blossom House
21
Gambar 2.4. Husser House Plan, Chicago, 1899
24
Gambar 2.5. System in the Husser House
24
Gambar 2.6. Kent House, New York, 1885-86
24
Gambar 2.7. Grid Structure dalam Barton House, Buffalo, New York
25
Gambar 2.8. David Wright House (Phoenix, Ariz. 1952)
25
Gambar 2.9. Demonstrasi tangan Wright hubungan balok dan langit - langit
26
Gambar 2.10. Sturges House, Los Angeles, California, USA, 1939
26
Gambar 2.11. Robie House, Chicago, Illinois, 1906-1909
27
Gambar 2.12. Denah Robie House dan Interior
27
Gambar 2.13. Robert Evan House, Longwood, Illinois, 1908
28
Gambar 2.14. Pope-Leighey House, Virginia, 1939
29
Gambar 2.15. Cantilever
29
Gambar 2.16. Transformasi konsep ruang pada arsitektur modern
31
Gambar 2.17. Jendela Sudut pada Kaufmann House
32
Gambar 2.18. Bradley House, S. Harrison, Kankakee, 1900
33
Gambar 2.19. Taliesi West, Spring Green, 1910-1920
33
Gambar 2.20. Robie House, Chicago, Illinois
34
Gambar 2.21. Edgar J. Kaufmann House (Falling Water), Bear Run Pennsylvania,
1935-39
35
Gambar 2.22. The William Winslow House, River Forest, Illinois, 1893
36
Gambar 2.23. Goetsch Winkler House, Okemos, Michigan, 1939
36
Gambar 2.24. Pengolahan Massa di Lahan Datar dan Berkontur
37
Gambar 2.25. Teknik Panggung
37
Gambar 2.26. Teknik cut (a), teknik fill (b)
38
Gambar 2.27. Teknik freestanding, platform, cantilevered, dan cut and fill
38
Gambar 2.28. Penggunaan Teknik Split Level
38
Gambar 2.29. Penggunaan Teknik Split Level dan Sengkedan
39
Gambar 2.30. Penggunaan Sengkedan berdiri sendiri dan tersusun
39
Gambar 2.31. Bentuk Lintasan Dalam Grafik
40
Gambar 2.32. Tanaman sebagai pengatur pandangan
45
Gambar 2.33. Pencahayaan Matahari
46
Gambar 2.34. Pertukaran Kalor
47
Gambar 2.35. Perletakan Bangunan
48
Gambar 2.36. Perletakan Bangunan dan Pohon sebagai peneduh
48
Gambar 2.37. Sistem Drainase
48
Gambar 2.38. Kesan Cahaya
49
Gambar 2.39. Efek Psikologi Warna
49
Gambar 2.40. Pertukaran Panas antar bidang
50
Gambar 2.41. Struktur dan Konstruksi
51
Gamabr 2.42. Pengudaraan udara melalui genteng dan celah pada bubungan
51
Gambar 2.43. Rumah yang diteduhi oleh pohon
52
Gambar 2.44. Penggunaan sirip pada jendela
52

xiii

Gambar 4.1 Peta Lokasi Taman Wisata Alam Cangar


Gambar 4.2 Peta Lokasi Tapak Terpilih
Gambar 4.3 Topografi Tapak
Gambar 4.4 Peta Analisa Pencapaian
Gambar 4.5 Zonifikasi Kandungan Tanah
Gambar 4.6 Peta Lokasi Tapak Terpilih
Gambar 4.7 Analisa Matahari Dan Angin
Gambar 4.8 View ke Arah Utara
Gambar 4.9 View ke Arah Timur
Gambar 4.10 View ke Arah Barat
Gambar 4.11 View ke Arah Selatan
Gambar 4.12 Pola Sirkulasi dan Tata Massa
Gambar 4.13 Kondisi Sirkulasi pada Entrance dan Jogging Track
Gambar 4.14 Kondisi Sirkulasi Camping Ground
Gambar 4.15 Salah Satu Bangunan Yang Tidak Terawat
Gambar 4.16 Layout Plan Taman Wisata Alam Cangar
Gambar 4.17 Gapura
Gambar 4.18 Area Parkir
Gambar 4.19 Loket
Gambar 4.20 Taman pada Taman Wisata Alam Cangar
Gambar 4.21 Mushola
Gambar 4.22 Kolam Air Panas
Gambar 4.23 Playground
Gambar 4.24 Kantin di Luar Area Wisata
Gambar 4.25 Kantin di Dalam Area Wisata
Gambar 4.26 Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Area Wisata
Gambar 4.27 Peletakan Shelter yang Kurang Tepat
Gambar 4.28 Kondisi Plasa dan Pendopo
Gambar 4.29 Kondisi Greehouse
Gambar 4.30 Pondok Wisata dan Pondok Kerja
Gambar 4.31 Pusat Informasi
Gambar 4.32 Jogging Track
Gambar 4.33 Lokasi PPLH Seloliman Di Kabupaten Mojokerto
Gambar 4.34 Jalan Setapak PPLH Seloliman
Gambar 4.35 Tangga
Gambar 4.36 Stepping Stone
Gambar 4.37 Sirkulasi Pintu Masuk
Gambar 4.38 Area Parkir
Gambar 4.39 Bungalow
Gambar 4.40 Gedung Pertanian PPLH
Gambar 4.41 Ruang Terbuka Hijau
Gambar 4.42 Supply Makanan
Gambar 4.43 Sumber Daya Energi
Gambar 4.44 Drainase Tapak
Gambar 4.45 Wisata Air Panas Ciater
Gambar 4.46 Kolam Air Panas
Gambar 4.47 Fasilitas Permainan
Gambar 4.48 Terapi Air Panas
Gambar 4.49 Organisasi Ruang
Gambar 4.50 Pola Sirkulasi
xiv

63
64
64
65
66
67
68
69
69
69
69
71
71
72
72
75
76
76
77
78
78
79
80
80
80
81
81
82
82
83
83
84
86
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
93
94
94
95
96
117
118

Gambar 4.51 Sirkulasi Pejalan Kaki


Gambar 4.52 Pola Sirkulasi Yang Menyesuaikan Dengan Vegetasi
Gambar 4.53 View ke Arah Timur
Gambar 4.54 Kondisi Eksisting Vegetasi
Gambar 4.55 Analisa Matahari
Gambar 4.56 Analisa Angin dan Air Hujan
Gambar 4.57 Transformasi Pengolahan Dinding
Gambar 4.58 Konsep Transformasi Ruang
Gambar 4.59 Transformasi Konsep Scale Building
Gambar 4.60 Konsep Sistem Penyediaan Air Bersih
Gambar 4.61 Konsep Sistem Jaringan Listrik
Gambar 4.62 Konsep Pembuangan Sampah
Gambar 4.63 Persegi sebagai Geometry Bentuk Dasar Bangunan
Gambar 4.64 Transformasi Ruang yang dipusatkan pada R. Bersama
Gambar 4.65 Konsep Penataan Massa
Gambar 4.66 Bentuk Tampilan Bangunan
Gambar 4.67 Transformasi Ruang Pondok Wisata
Gambar 4.68 Interior Bangunan Penerima
Gambar 4.69 Transformasi Ruang Pondok Wisata
Gambar 4.70 Interior Pondok Wisata
Gambar 4.71 Plasticity pada Bangunan
Gambar 4.72 Material pada Bangunan
Gambar 4.73 Material pada Bangunan (interior dan eksterior)
Gambar 4.74 Horizontal Line pada Bangunan
Gambar 4.75 Bentuk Adaptasi Sirkulasi pada Tapak
Gambar 4.76 Adaptasi Sistem Bangunan terhadap Iklim Setempat
Gambar. 4.77 Penggunaan Bukaan untuk Pencahayaan alami
Gambar. 4.78 Karakteristik Material Pada Eksterior Dan Interior Bangunan

xv

119
119
120
121
122
123
124
125
125
126
127
127
128
129
129
130
131
132
132
133
133
134
135
136
137
138
139
132