Anda di halaman 1dari 31

1

PETA KONSEP
KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

Belum
Jenuh
Jenuh
Kelarut
an

Kelarutan
Kelarutan
dan
Hasil
dan
KaliHasil
Kali
Kelarutan
Kelarutan

Terdiri dari

Lewat

Tetapan
Hasil Kali
Kelarutan

AxBy(s) xAy+(aq) +
Bx(aq)
s
ys

Terdiri
dari

Hubungan
Hasil Kali
Kelarutan
Hasil
Kali
Kelaruta

Ksp =
[Ay+]x[Bx-]y
=
(xs)x(ys)y
= xxyys(x+y)
Jenis

Terdiri
dari

pelarut
Faktor yang
Mempengaruhi
Hasil Kali
Kelarutan

Terdapat

Qc = Ksp
(tepat
mengendap)

maka

Lewat
Jenuh

maka

Tepat
Jenuh

Suhu
Pengaruh
pH
Pengaruh
Ion Senama

Reaksi
Pengendapan

Qc >Ksp
(mengenda
p)

xs

Qc < Ksp
(tidak
mengenda
p)
maka

Belum
Jenuh

PENDAHULUAN

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Kata Kunci :
Kelarutan
Hasil Kali
Kelarutan

Pernahkah kalian berwisata ke gua kapur? Disana


terdapat fenomena alam indah yang biasa disebut
dengan stalagtit dan stalagmit. Keindahan itu terukir
secara alami beratus-ratus tahun. Lantas bagaimana
proses terbentuknya stalagtit dan stalagmit?
Mulanya gas karbon dioksida (CO2) di atmosfer
dapat terlarut dalam air (H2O)
karbonat. Air

permukaan

membentuk asam

yang

mengalir

dan

mengandung asam tersebut mengikis bebatuan kapur


yang dilewatinya dan melarutkan kalsium karbonat
(CaCO3)

serta senyawa karbonat lainnya. Pada saat

meresap ke dalam batuan kapur, air yang telah jenuh


dengan senyawa-senyawa karbonat menetes melalui
langit-langit gua dan meninggalkan endapan terutama
kalsium karbonat yang terus menerus menumpuk
menjadi ukiran batu alami yang menakjubkan.
Proses

terbentuknya

stalaktit

ini

merupakan

contoh konsep kelarutan di alam. Pada bab ini kalian


akan belajar apa yang dimaksud dengan kelarutan dan
memperkirakan terjadinya endapan dari suatu reaksi.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Materi
Prasyarat :
Persamaan
reaksi
Konsep Mol
Pergeseran
kesetimban
gan

A. KELARUTAN

Dalam kehidupan sehari- hari kita sering


melarutkan suatu zat dalam pelarut
tertentu. Misalnya ketika melarutkan
garam dalam air. Tapi sebenarnya apakah
pengertian kelarutan itu ? Mari kita
pelajari dalam bab ini.

1.

Pengertian larutan dan jenis- jenis larutan


berdasarkan kelarutannya
Larutan merupakan campuran homogen yang

terdiri dari zat pelarut dan zat terlarut. Misalnya


ketika memasukkan 10 gram garam dapur dalam
satu

gelas

berisi

100

mL

air

kemudian

mengaduknya. Suhu air sebelumnya diukur dengan


termometer dan menunjukkan 20o C. Garam dapur
yang mempunyai rumus kimia NaCl tersebut lama
kelamaan

akan

larut

dalam

air.

Apabila

ditambahkan lagi hingga mencapai 30 gram, garam


dapur tersebut masih dapat larut. Ke dalam gelas
kemudian ditambahkan garam dapur lagi hingga

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

mencapai 40 gram ,ternyata hanya 36 gram NaCl


yang larut dan sisanya sebanyak 4 gram tertinggal
di dasar gelas. Mengapa demikian?

10 g NaCl

+
100 mL air

(a)

Larut sempurna

10 gram NaCl dilarutkan dalam air

+
30 g NaCl
100 mL air

(b)

Larut sempurna

30 gram NaCl dilarutkan dalam air

+
40 g NaCl
100 mL air

Larut sempurna

(c)40 gram NaCl dilarutkan dalam air

Jika ke dalam air terus menerus ditambahkan


garam dapur (NaCl), ternyata ada suatu titik
dimana tidak ada lagi NaCl yang dapat larut. Pada
keadaan (c) larutan tersebut disebut mencapai
keadaan jenuh. Larutan jenuh adalah larutan

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut pada


suatu kondisi (temperatur dan tekanan) tertentu.
Dalam hal ini, kelarutan dari Natrium klorida dalam
air

pada

20o

adalah

36

gram/100

mL.

Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan


bahwa kelarutan merupakan jumlah maksimum
zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah
tertentu zat pelarut pada temperatur tertentu
untuk membentuk larutan jenuh.
Sementara itu, Larutan belum jenuh adalah
larutan yang mengandung zat terlarut kurang dari
jumlah yang dibutuhkan untuk menjadi jenuh pada
kondisi tertentu. Contohnya adalah gambar (a)
larutan yang terbentuk dari 10 gram Natrium
klorida dalam air pada suhu 20o C dan gambar (b)
larutan yang terbentuk dari 30 gram Natrium
klorida dalam air pada suhu 20o C merupakan
larutan belum jenuh.
Jika larutan jenuh Natrium klorida pada suhu
20o C dipanaskan hingga mencapai 50o C, zat
terlarut yang semula tertinggal di dasar gelas
beaker

menjadi

larut.

Ketika

larutan

tersebut

didinginkan kembali pada suhu 20o C, zat terlarut


(NaCl) tidak terkristalisasi dan tetap larut seperti
ditunjukkan pada gambar berikut :
Larutan

seperti

kondisi

diatas

termasuk

larutan super jenuh. Larutan super jenuh


adalah

larutan

yang

mengandung

jumlah

zat

terlarut lebih banyak dibandingkan zat terlarut


pada larutan jenuh dalam kondisi yang sudah
diatur.

Beberapa

macam

larutan

superjenuh

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

bersifat relatif stabil. Contohnya adalah larutan


superjenuh

gula

dalam

superjenuh

bersifat

air.

tidak

Banyak

stabil.

larutan

Penambahan

sejumlah kecil zat padat dapat menyebabkan


terjadinya

kristalisasi.

Kristalisasi

dari

larutan

superjenuh berlangsung sangat cepat. Sebagai


contohnya

adalah

kristalisasi

dari

larutan

superjenuh CH3COONa (Natrium asetat)

2. Kelarutan dan Kelarutan Molar


Kelarutan

seperti

yang

dijelaskan

pada

subbab diatas berbeda dengan kelarutan molar.


Kelarutan

suatu

senyawa

merupakan

jumlah

maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam


sejumlah tertentu zat pelarut pada temperatur
tertentu untuk membentuk larutan jenuh. Kelarutan
umumnya dinyatakan dalam gram per liter atau
gram per 100 mL. Sementara kelarutan molar
suatu senyawa merupakan jumlah mol zat terlarut
yang terkandung dalam satu liter larutan jenuh.
Kelarutan molar dinyatakan dalam mol per liter.
Dalam bab ini umumnya yang berkaitan dengan
Ksp

(dibahas

pada

subbab

berikut)

adalah

kelarutan molar. Contohnya dapat dilihat dari tabel


berikut :
Senyawa

Kelarutan molar

Ksp

BaSO4

1,1 x 10-5 mol/L

[Ba2+] [SO42-] = 1,1

1,3 x 10-4 mol/L

x 10-10
[Ag+] [CrO42-] = 9,0

Ag2CrO4

x 10-12

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

Tetapan Hasil Kali Kelarutan(Ksp)


Perak klorida (AgCl) merupakan contoh garam
yang sukar larut

dalam air. Jika kita memasukkan

sedikit saja kristal garam tersebut ke dalam segelas


air kemudian diaduk, kita akan melihat sebagian
besar dari garam tersebut tidak larut (terdapat pada
dasar gelas). Larutan perak klorida mudah sekali
jenuh. Apakah setelah mencapai keadaan jenuh
proses melarut berhenti? Ternyata tidak. Melalui
percobaan telah diketahui bahwa dalam larutan
jenuh tetap terjadi proses melarut, tetapi pada saat
yang sama terjadi pula proses pengkristalan dengan
laju yang sama. Dengan kata lain, dalam keadaan
jenuh terdapat kesetimbangan antara zat padat tak
larut dengan larutannya. Khusus garam atau basa,
kesetimbangan itu terjadi antara zat padat tak larut
dengan ion-ionnya. Kesetimbangan dalam larutan
jenuh perak klorida adalah sebagai berikut.
AgCl (s)

Ag+ (aq) + Cl- (aq)

Tetapan kesetimbangan dari kesetimbangan


antara garam atau basa yang sedikit larut disebut
tetapan hasil kali kelarutan (solubility product
constant) dan dinyatakan dengan lambang Ksp.
Persamaan tetapan hasil kali kelarutan untuk AgCl,
seperti berikut.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Ksp = [Ag+] [Cl-]


Secara

umum,

persamaan

kesetimbangan

larutan garam AxBy sebagai berikut.


AxBy(s)

Ay+(aq) + yBx-(aq)

Ksp = [Ay+]x [Bx-]y

1.Hubungan Kelarutan (s) dan Tetapan


Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Perhatikan kembali kesetimbangan yang
KEGIATAN
MANDIRI !

terjadi dalam larutan jenuh AgCl.


AgCl (s)

Ag+ (aq) + Cl- (aq)

Konsentrasi kesetimbangan ion Ag + dan ion Cldalam

larutan

kelarutan AgCl

jenuh
,

dapat

dikaitkan

dengan

yaitu sesuai dengan stoikiometri

reaksi (perbandingan reaksi koefisien reaksinya). Jika


kelarutan

AgCldinyatakan

dengan

s,

maka

konsentrasi ion Ag+ dalam larutan itu sama dengan s


dan konsentrasi Cl- sama dengan s.
AgCl (s)

Ag+ (aq) + Cl- (aq)


s

Dengan demikian, nilai tetapan hasil kali


kelarutan

(Ksp)

AgCl

dapat

dikaitkan

dengan

kelarutannya (s) sebagai berikut.


Ksp = [Ag+] [Cl-]
= (s) (s) = s2
Secara umum hubungan antara kelarutan (s)
dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) untuk
elektrolit AxBy dapat dinyatakan sebagai berikut.
AxBy(s)
\

Ay+(aq) + yBx-(aq)
xs

ys

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Diketahui
kelarutan
Ag2CrO4
pada
suhu
298
K
adalah 8,43
105
mol
L 1.
Tentukan
tetapan
hasil

10

Ksp = [Ay+]x [Bx-]y


= (xs)x (ys)y
= xx yy s(x+y)

CONTOH

Diketahui Ksp CaF2= 3,2 . 1011


a. Tentukan kelarutan garam CaF2 dalam air!
b. Tentukan konsentrasi ion Ca2+ dan Fpada keadaan
jenuh!
c. Berapa massa garam CaF2 yang terlarut dalam 100
mL larutan?
(MrCaF2= 78 )
Jawab:
a.

s=

= 2 . 104 mol.L1

Jadi, kelarutan CaF2 dalam air adalah 2 . 104


mol.L1
b.

CaF2(s) Ca2+(aq) + 2F(aq)


kelarutan
s
s
2+
4
1
[Ca ] = s = 2 . 10 mol.L
[F] = 2s = 4 . 104 mol.L1
c. Dalam 1 liter terdapat CaF2 yang terlarut
sebanyak = 2 . 104 mol.L1
Dalam 100 mL =

2s

2 . 104mol

= 2 . 105mol
Massa CaF2
= mol Mr
= 2 . 105 78
= 156 . 105gram = 1,56 mg
Jadi, banyaknya CaF2yang terlarut dalam 100 mL
larutan adalah 1,56 mg
KERJAKAN DI BUKU LATIHAN KALIAN
Perak fosfat digunakan dalam emulsi
fotografi. Tuliskan rumus tetapan hasil
SEBERAPA kali
JAUH
kelarutan dari larutan perak fosfat
PEMAHAMAN
(AgKALIAN
PO4). ?
33
4
Tuliskan persamaan kimia yang
menggambarkan kesetimbangan
kelarutan untuk
40
Hg2(CN)2, Ksp= 5 1040
2
2
22.
Ag3AsO4, Ksp= 1,0 1022
3
4
Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

INGAT
KEMBALI !
- Satuan
kemolaran
adalah molar
dan
disimbolkan
M.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


HARGA HASIL KALI KELARUTAN

11

1.PENGARUH JENIS PELARUT


Zat-zat

dengan

struktur

kimia

yang

mirip

umumnya dapat saling bercampur dengan baik,


sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda
umumnya

kurang

dapat

saling

bercampur (like

dissolves like). Senyawa yang bersifat polar akan


mudah

larut

dalam

pelarut

polar,

sedangkan

senyawa nonpolar akan mudah larut dalam pelarut


nonpolar.
Contohnya alkohol dan semua asam merupakan
senyawa polar sehingga mudah larut dalam air yang
juga merupakan senyawa polar dan lemak mudah
larut

dalam

minyak

karena

keduanya

adalah

senyawa nonpolar. Tetapi lemak tidak dapat larut


dalam air.

2.PENGARUH SUHU
Kelarutan zat padat dalam air akan semakin
tinggi jika suhunya dinaikkan. Hal ini disebabkan
adanya kalor yang akan mengakibatkan semakin
renggangnya jarak antarmolekul pada zat padat
tersebut. Merenggangnya jarak antarmolekul zat
padat mengakibatkan kekuatan gaya antarmolekul
menjadi

lemah

sehingga

mudah

terlepas

oleh

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

12

adanya pengaruh gaya tarik molekul air, sehingga


zat padat lebih mudah larut dalam air.

3.PENGARUH pH
- Pengaruh pH terhadap kelarutan basa yang
sukar larut
Sesuai dengan efek ion senama, suatu basa
akan lebih sukar larut dalam larutan yang bersifat
basa dari pada dalam larutan netral. Basa Mg(OH) 2
misalnya, bila dilarutkan dalam air akan terjadi
reaksi sebagai berikut :
Mg(OH)2 (s) Mg2+ (aq) + 2OH-(aq)
Apabila

pH diperbesar,

maka

konsentrasi

OH- akan bertambah. Hal ini akan mengakibatkan


kesetimbangan

bergeser

kekiri,

kelarutan berkurang.

Apabila

pH diperkecil,

maka

konsentrasi

OH- akan berkurang. Hal ini akan mengakibatkan


kesetimbangan

bergeser

kekanan,

kelarutan bertambah.

- Pengaruh pH terhadap garam yang sukar


larut
Perubahan pH hanya akan berpengaruh apabila
garam sukar larut berasal dari asam lemah atau
garam yang terhidrolisis sebagian dari asam
lemah dan basa kuat. Kalsium karbonat (CaCO3)
misalnya, garam ini sukar larut dalam air, tetapi

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

13

larut

dalam

larutan

HCl.

fakta

ini

dapat

diterangkan sebagai berikut.


Dalam

larutan

jenuh

CaCO3

terdapat

kesetimbangan sebagai berikut:


CaCO3 (s)

Ca2+ (aq) + CO32- (aq)

Dalam larutan asam, ion CO32- akan diikat oleh


ion H+ membentuk HCO3- atau H2CO3. H2CO3
selanjutnya akan terurai membentuk CO2 dan H2O.
Hal

ini

akan

menggeser

kesetimbangan

(persamaan diatas) ke arah kanan. Dengan kata


lain, menyebabkan CaCO3 melarut.
4. PENGARUH ION SENAMA

Pengaruh ion
senama akan
mendesak ion-ion
yang sejenis
untuk
meninggalkan
larutan

Jika dalam larutan jenuh AgCl ditambahka


beberapa tetes larutan NaCl, pengendapan AgCl
akan terjadi. Demikin juga jika ke dalam larutan
AgCl tersebut ditambahkan beberapa tetes larutan
AgNO3.
1. Larutan AgCl, semua AgCl terionisasi menjadi
ion Ag+ dan Cl2. Penambahan larutan yang mengandung ion
Cl- menyebabkan terjadinya endapan AgCl
3. Penambahan larutan yang mengandung ion
Ag+ menyebabkan terjadinya AgCl
Mengapa penambahan NaCl atau
kedalam

AgNO3

larutan

jenuh

AgCl

tersebutmengakibatkan

terjadinya

endapan

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

14

AgCl? untuk menjawabnya, dapat dimulai dengan


mempelajari

reaksi

kesetimbanga

kelarutan

AgCl :
AgCl (s)

Ag+ (aq) + Cl- (aq)

Jika kedalam system kesetimbangan tersebut


ditambahkan

ion

Cl-,

kesetimbangan

akan

bergeser ke kiri sehingga mengakibatkan jumlah


AgCl yang mengendap bertambah. Demikian juga
jika

kedalam

system

kesetimbangan

tersebut

ditambahkan ion Ag+ , sistem kesetimbangan akan


bergeser ke kiri dan berakibat bertambahnya
jumlah AgCl yang mengendap.
SEKILAS KIMIA !

Dalam
memecahkan
suatu kasus kejahatan, pihak kepolisian selalu
mencari bukti di tempat kejadian perkara,
yaitu sidik jari. Tahukah kalian bagaimana
cara polisi mendapatkan sidik jari? Proses
mendapatkan sidik jari menggunakan prinsip
kelarutan. Pada saat pelaku kejahatan
memegang suatu benda, salah satu zat yang
tertinggal adalah NaCl yang berasal dari
keringat.
Polisi
kemudian
menyapukan
AgNO3ke benda tersebut. AgNO3 bereaksi
3
3
dengan NaCl membentuk endapan putih, dan
jika terkena cahaya, maka endapan ini
berubah menjadi hitam. Reaksi yang terjadi
AgNO3(aq) + NaCl(aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)
3
3

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

15
CONTOH
- Diantara garam berikut CaCO3 dan CaSO4 manakah

yang kelarutannya dipengaruhi oleh asam ?


Penyelesaian :
Kalsium

karbonat

membentuk

kesetimbangan

kelarutan sebagai berikut.


CaCO3 (s)

Ca2+ (aq) + CO32- (aq)

Jika asam kuat ditambahkan , ion H+ akan bereaksi


dengan ion karbonat sebab ion merupakan basa
konjugat dari asam lemah (HCO3-)
H+ (aq) + CO32- (aq)

HCO3- (aq)

Oleh karena ion CO32- keluar dari kesetimbangan


maka kelarutan CaCO3 menjadi tinggi. Ion HCO3dapat bereaksi lagi dengan ion H + menghasilaka gas
CO2. Persamaan reaksinya sebagai berikut.
H+ (aq) + SO42- (aq)

H2O(l) + CO2 (g)

Gas CO2 meninggalkan larutan sehingga larutan


CaCO3 semakin tinggi lagi.
Adapun pada garam CaSO4, reaksi kesetimbangan
adalah
CaSO4 (s)

Ca2+ (aq) + SO42- (aq)

Oleh karena ion SO42- adalah basa konjugat dari


asam lemah maka SO42- dapat bereaksi dengan ion
H+ :
H+ (aq) + SO42- (aq)

HSO4- (aq)

Oleh karena ion HSO4- memiliki tingkat keasaman


lebih kuat dari HCO3- maka ion HSO4- tidak bereaksi
lagi dengan ion H+. Akibatnya, kelarutan CaSO4 lebih
rendah dibandingkan CaCO3 di dalam larutan yang
bersifat asam.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

16
- Kelarutan Ag2CrO4 dalam air adalah 104M. Hitunglah

kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan K2CrO4 0,01M!


Penyelesaian :
Ksp Ag2CrO4

= 4s3 = 4 x (104)3= 4 1012

Ksp Ag2CrO4

= [Ag+]2[CrO42]

4 1012 = [Ag+]2 102


[Ag+]

= 2 105M

Ag2CrO4 2 Ag++ CrO42


Kelarutan Ag2CrO4= 2 105= 105M
Jadi, kelarutan Ag2CrO4dalam larutan
K2CrO4adalah 105M

SEBERAPA JAUH
PEMAHAMAN KALIAN ?

KERJAKAN DI BUKU LATIHAN KALIAN


Jelaskan dan berikan contoh
pengaruh suhu terhadap harga
tetapan hasil kali kelarutan suatu
senyawa !
Dalam 100 mL larutan PbCl2 terlarut
2
0,2207 g PbCl2 didalamnya.
2
Apakah larutan tersebut akan
terbentuk endapan? (Diketahui
4, Ar Pb =
Ksp PbCl2= 2,4 104
207 dan Ar Cl = 35,5)

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

17

SEKILAS
KIMIA !

Mengapa Senyawa Fluorida Ditambahkan ke dalam Pasta


Gigi?
Untuk membantu merawat gigi dan menghindarkan gigi dari kerusakan,
maka kita harus menyikat gigi secara rutin dengan pasta gigi. Akan tetapi, tahukah
kalian senyawa apa yang terdapat dalam pasta gigi sehingga dapat menghindarkan
gigi dari kerusakan? Coba perhatikan penjelasan berikut dengan seksama!
Email gigi sebenarnya terdiri dari senyawa hidroksiapatit, Ca5(PO4)3OH.
5
4 3
Senyawa ini sedikit larut dalam asam karena mengalami reaksi berikut :
2+ (aq) + 3HPO 22- (aq) + H O (l)
Ca5(PO4)3OH(s) + 4H++(aq) 5Ca2+
44
22
5
4 3

Jika seseorang tidak membersihkan gigi dengan baik, maka sisa makanan
akan banyak terselip di gigi. Bakteri yang terdapat dalam mulut akan menguraikan
sisa- sisa makanan tersebut dalam suasana asam. Hal inilah yang akan
menyebabkan kerusakan pada email karena terjadinya demineralisasi email. Untuk
mencegahnya, kita dianjurkan untuk menyikat gigi secara teratur, terutama sehabis
makan. Adapun pasta gigi yang dianjurkan yaitu yang mengandung senyawa
Fluorida ( F--). Senyawa tersebut dapat mengubah senyawa hidroksiapatit menjadi
fluoroapatit. Senyawa fluoroapatit lebih sukar larut dalam suasana asam sehingga
dapat membantu menghindarkan gigi dari kerusakan. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut :
Ca5(PO4)3OH(s) + F--(aq) Ca5(PO4)3F (s) + OH-- (aq)
5
4 3
5
4 3
Nah, permasalahan yang telah kalian baca diatas sebenarnya berhubungan dengan
pengaruh pH terhadap kelarutan.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

18

D. REAKSI PENGENDAPAN
Pada umumnya yang sering dilakukan adalah
padatan

dilarutkan

dalam

cairan

atau

larutan.

Sekarang kita akan melakukan proses sebaliknya,


yaitu pembentukan padatan (endapan) dari larutan.
Ketika dua atau lebih larutan dicampur, berbagai
reaksi

dapat

terjadi.

Di

bagian

ini

kita

akan

mempelajari bagaimana untuk memprediksi apakah


endapan akan terbentuk ketika dua larutan dicampur.
Kita dapat memisahkan suatu ion dari larutannya
melalui reaksi pengendapan. Misalnya, ion kalsium
(Ca2+) dalam suatu larutan dapat dikeluarkan dengan
menambahkan larutan Na2CO3. Dalam hal ini, ion Ca2+
akan

bergabung

dengan

ion

karbonat

(CO 32-)

membentuk CaCO3 yang merupakan garam yang sukar


larut, sehingga akan mengendap.
Ca2+(aq) + CO32-(aq) CaCO3(s)
Contoh lainnya adalah pengendapan ion Cl- dari
air laut dengan menambahkan larutan perak nitrat
(AgNO3) sehingga terbentuk AgCl yang sukar

Cl-

(aq) + Ag+(aq) AgCl(s)


Perlu diingat jika AgCl dapat larut dalam air,
meskipun

kelarutannya

sangat

kecil.

Artinya

ion

Ag+dan ion Cl- dapat berada bersama-sama dalam


larutan hingga larutan jenuh, yaitu sampai hasil kali
[Ag+] [Cl-] sama dengan nilai Ksp AgCl. Apabila

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

SEKILAS KIMIA
!
PbCl2 merupakan
zat yang sukar larut
dalam air dengan
harga Ksp = 2,4
104. Jika kita
mencampurkan
larutan NaCl,
berwarna bening,
dan Pb(NO3)2,
berwarna bening,
maka akan
menghasilkan
larutan PbCl2. Jika
larutan dalam

19

penambahan ion Ag+dilanjutkan hingga hasil kali [Ag+]


[Cl-] lebih besar dari Ksp AgCl, maka kelebihan ion
Ag+dan ion Cl- akan bergabung membentuk endapan
AgCl. Jadi, dalam penambahan larutan Ag + kedalam
larutan Cl- dapat terjadi tiga hal sebagai berikut:
Jika [Ag+] [Cl-] < Ksp AgCl, larutan belum jenuh
(larut)
Jika [Ag+][Cl-] = Ksp AgCl, larutan tepat jenuh
(endapan

dan

larutan

berada

dalam

kesetimbangan)
Jika [Ag+] [Cl-] >Ksp AgCl, terjadi endapan (tidak
larut)
Dalam hal ini konsep Ksp dapat digunakan untuk
memprediksikan apakah suatu reaksi menghasilkan
endapan atau tidak. Terbentuk atau tidaknya suatu
endapan

pada

proses

reaksi

tergantung

pada

konsentrasi ion-ionnya. Hasil kali konsentrasi ion mulamula

yang

dipangkatkan

dengan

koefisiennya

disimbolkan dengan Qc.


Jika Qc < Ksp, belum jenuh (larut).
JikaQc = Ksp, tepat jenuh.
JikaQc > Ksp, lewat jenuh (mengendap).

Conto
h
Buktikan dengan perhitungan apakah terjadi endapan
bila 10 mL larutan CaCl2 0,2 M dicampurkan dengan 10
mL larutan NaOH 0,02 M jika diketahui Ksp Ca(OH)2 =
8x10-6
Jawab:
[CaCl2] =

x 0,2 M = 0,1 M
[Ca2+] = 10 -1M

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

20

[NaOH] =

x 0,02 M = 0,01 M

[OH-] = 10-2M
Qc

= [Ca2+] x [OH-]2
= (10-1) x (10-2)2
= 10-5

Dapat disimpulkan bahwa Qc >Ksp , maka larutan


akan mengendap.

Pengendapan Selektif
Campuran ion logam dalam larutan seringkali
dipisahkan

oleh

pengendapan

selektif,

yaitu

menggunakan reagen berisi anion yang membentuk


endapan hanya dengan satu atau beberapa ion logam
dalam campuran. Contohnya larutan yang berisi ion
Ba2+ dan ion Ag+. Jika NaCl ditambahkan dalam larutan
tersebut, AgCl akan mengendap sebagai endapan
putih sedangkan BaCl2 larut, ion Ba2+ tetap dalam
larutan.

Semakin

diperlukan

kecil

untuk

konsentrasi

mengendapkan

anion
garam

yang
maka

endapan akan lebih mudah tebentuk. Jadi konsentrasi


ion Cl- yang diperlukan dalam mengendapkan AgCl
lebih sedikit dibandingkan konsentrasi ion Cl- yang
diperlukan untuk mengendapkan BaCl2, sehingga yang
mengendap

adalah

AgCl

sedangkan

BaCl2

tidak

mengendap.

Conto
h
-3

Suatu larutan berisi Cu+ 1.0 x 10-4 M dan Pb2+ 2 x 10

M. Jika larutan yang mengandung ion I- ditambahkan


dalam larutan tersebut, manakah yang akan

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

21

mengendap terlebih dahulu? PbI2 (Ksp = 1.4 x 10-8)


atau CuI (Ksp = 5.3 x 10-12)? Tentukan konsentrasi Iyang diperlukan untuk pengendapan masing-masing
garam!
Jawab :
Untuk PbI2, Ksp = 1.4 x 10-8
[Pb2+] dalam larutan = 2 x 10-3
[I-]2 =
[I-]2 = 7 x 10-6
[I-] = 2.6 x 10-3 M
Kelebihan I- dalam konsentrasi ini menyebabkan
endapan PbI2 akan terbentuk.
Untuk CuI, Ksp = 5.3 x 10-12
[Cu+] dalam larutan = 1 x 10-4
[I-] =
[I-] = 5.3 x 10-8 M
Konsentrasi I- yang berlebih, 5.3 x 10-8 M akan
menyebabkan terbentuknya endapan CuI.
Jadi, jika I- ditambahkan dalam larutan campuran,
CuI akan mengendap terlebih dahulu karena [I-] yang
diperlukan lebih sedikit dibanding dalam PbI2.
Sehingga Cu+ dapat dipisahkan dengan Pb2+ dengan
menggunakan reagen ini.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

22

SEBERAPA JAUH
PEMAHAMAN KALIAN ?

KERJAKAN DI BUKU LATIHAN KALIAN


Suatu larutan dibuat dengan
menambahkan 750 mL Ce(NO3)3
3 3
4 x 10-3-3 M pada 300 mL KIO3 2 x
3

10-2-2 M. Apakah terbentuk


endapan Ce(IO3)3 (Ksp = 1.9 x 10-3 3
10
10) dalam larutan tersebut?
Suatu larutan berisi 0.25 M
Ni(NO3)2 dan 0.25 M Cu(NO3)2.
3 2
3 2
Dapatkah ion logam dipisahkan
dengan penambahan Na2CO3?
2
3
(Asumsikan bahwa ion logam
tersebut telah terpisah sebanyak
99% sebelum ion logam lain
mulai mengendap, dan
asumsikan tidak ada perubahan
volume pada penambahan
Na2CO3.)
2
3

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

23

AKTIVITAS
KIMIA

Mengamati pengendapan PbCl2


Alat
- tabung reaksi
- gelas ukur
Bahan
- larutan NaCl 0,002 M
- larutan NaCl 0,2 M
- larutan Pb(NO3)20,2 M
Cara kerja
1. Siapkan 2 buah tabung reaksi yang sudah diberi
label Adan B.
2. Masukkan 5 mL larutan NaCl 0,2 M ke dalam tabung
reaksi A dan 5 mL larutan NaCl 0,002 M ke dalam
tabung reaksiB.
3. Tambahkan 5 mL larutan Pb(NO3)20,2 M ke
dalammasing-masing tabung reaksi. Amati yang
terjadi.
Hasil Pengamatan
Buat dan lengkapi tabel berikut pada buku kerja
kalian.
Tabu [Pb2 [Cl-]
Qc=
Bandinglan
Ada
+
2+
ng
]
(mol
[Pb ]
Harga Qc dan tidaknya
Reak (mol ar)
[Cl ]
Ksp (<, = atau endapan
si
ar)
>)
A
Qc . . . Ksp
B
Qc . . . Ksp
Evaluasi dan kesimpulan
Kerjakan di buku kerja kalian.
1. Apakah terjadi reaksi ketika masing-masing larutan
NaCl dalam tabung reaksi ditambah larutan Pb(NO3)2?
Jelaskan.
2. Hitung harga Qc kedua larutan tersebut.
3. Hitung harga Ksp kedua larutan tersebut.
4. Bandingkan harga Qc dan Ksp masing-masing
larutan.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

24

5. Buat kesimpulan dari kegiatan kalian dan diskusikan


dengan teman kalian.

RANGKUMAN

1. Kelarutan merupakan jumlah maksimum zat


terlarut yang dapat larut dalam sejumlah
tertentu zat pelarut pada temperatur tertentu
untuk membentuk larutan jenuh.
2. Tetapan kesetimbangan dari kesetimbangan
antara garam atau basa yang sedikit larut
disebut tetapan hasil kali kelarutan.
3. Terbentuk atau tidaknya endapan dari campuran
larutan elektrolit bergantung pada hasil kali
konsentrasi ion-ionnya.
A+(aq) + B(aq) AB(s)
[A+][B] < Ksp, larutan belum jenuh, tak terjadi
endapan.
[A+][B] = Ksp, larutan tepat jenuh, tepat mulai
terbentuk endapan.
[A+][B] > Ksp, larutan lewat jenuh, endapan
semakin banyak.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

25

EVALUASI
Pilihlah salah satu jawaban yang paling

A.

tepat !
1. Diketahui Ksp AgCl = 1 x 10-10, kelarutan AgCl
dalam larutan NaCl 0,1 M sebesar ....

2.

(A)

10-4 mol/L

(B)

10-5 mol/L

(C)

10-6 mol/L

(D)

10-8 mol/L

(E)

10-9 mol/L

Jika kelarutan garam terner dalam air a mol/L. Maka Ksp dari garam tersebut
adalah....
(A)
(B)
(C)
(D)
(E)

s2
4s3
9s3
27s4
108s5

3. Hasil kali kelarutan (Ksp) dari Mg(OH)2 = 1,2 x 1011

. Bila larutan MgCl2 0,2 M dinaikkan pH- nya

dengan jalan penambahan NaOH, maka endapan


akan
(A)
(B)
(C)
(D)
(E)

mulai terbentuk pada pH kira- kira....


8
9
10
11
12

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

26

4. Pada suatu suhu tertentu, larutan jenuh Mg(OH)2


mempunyai pH sama dengan 10. Hasil kali
kelarutan Mg(OH)2 adalah....
(A) 1 x 10-6
(B) 5 x 10-9
(C) 1 x 10-12
(D) 4 x 10-12
(E) 5 x 10-13
5. Jika larutan MgCl2 dengan konsentrasi 2 x 10-3
mol.Liter-1 ditetesi larutan NaOH, maka endapan
Mg(OH)2 (Ksp = 2 x 10-11) akan terbentuk setelah
pH....
(A) 8
(B) 10
(C) 9
(D) 11
(E) 12
6. Berikut ini data Ksp beberapa senyawa :
-

Mg(OH)2 = 7,2 x 10-11

- Ca(OH)2

= 6,5 x 10-6
-

Mn(OH)2 = 1,6 x 10-13

- Zn(OH)2

= 3,0 x 10-16
-

Cu(OH)2 = 4,8 x 10-20

Ke dalam 5 tabung tabung masing-masing berisi


300 mL larutan yang mengandung ion Mg2+,
Mn2+, Cu2+, Ca2+, dan Zn2+ dengan konsentrasi 2 x
10-4 M dicampur dengan 300 mL larutan NaOH 2
x 10-4.Campuran yang berupa larutan (tidak
menghasilkan endapan adalah)....
(A)

(1) dan (2)

(B)

(1) dan (4)

(C)

(2) dan (3)

(D)

(2) dan (4)

(E)

(3) dan (5)

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

27

7. Ke dalam 100 mL larutan CaCrO4 0,4 M


ditambahkan 100 mL larutan AgNO3 0,4 M. Jika
Ksp Ag2CrO4 = 9 x 10-12, massa zat yang
mengendap adalah.... (Ar O = 1, Ca = 40, Cr =
52, Ag = 108, dan N = 14 )
(A)

3,32 gram

(B)

6, 64 gram

(C)

13,28 gram

(D)

16, 60 gram

(E)

33,20 gram

8. Diketahui Ksp beberapa senyawa :


Mg(OH)2

: 1,8 x 10-11

PbCl2

: 2,4 x 10-4

Ag2CrO4

: 1,1 x 10-12

Jika terdapat ion-ion Mg2+, OH-, Pb2+, Cl-, Ag+ dan


CrO42- masing-masing dengan konsentrasi yang
sama 10-3 M dicampurkan akan terbentuk ....
(A)

Endapan Mg(OH)2

(B)

Endapan PbCl2

(C)

Larutan Ag2CrO4

(D)

Larutan jenuh PbCl2

(E)

Larutan jenuh Mg(OH)2

9. Suatu larutan mengandung garam Pb(NO3)2,


Mn(NO3)2, dan Zn(NO3)2 masing-masing
konsentrasinya 0,01 M. Pada larutan ini
dilarutkan sejumlah NaOH padat hingga pH
larutan menjadi 8. Berdasar data Ksp:
Pb(OH)2 = 2,8 x10-16
Mn(OH)2= 4,5 x 10-14
Zn(OH)2 = 4,5 x 10-17
Hidroksida yang mengendap adalah ....

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

28

(A)
(B)
(C)
(D)
(E)
10.

Mn(OH)2
Zn(OH)2
Pb(OH)2
Zn(OH)2 dan Pb(OH)2
Pb(OH)2, Mn(OH)2, dan Zn(OH)2
Dalam satu larutan terdapat ion ion Ca2+,

Sr2+, Ba2+, dan Pb2+ dengan konsentrasi yang


sama. Apabila larutan itu ditetesi dengan larutan
Na2SO4, maka zat yang mula-mula mengendap
adalah ....
(A) CaSO4 (Ksp = 2,4 x 10-10)
(B) SrSO4 (Ksp = 2,5 x 10-7)
(C) BaSO4 (Ksp = 1,1 x 10-10)
(D) PbSO4 (Ksp = 1,7 x 10-8)
(E) mengendap semua
11.

Data harga Ksp :


Gara

Harga Ksp

m
Li3PO4
PbSO4
CaCO

3,2 x 10-5
16 x 10-9
2,8 x 10-9

BaCO

5 x 10-9

PbI2

7,1 x 10-9

Garam yang sukar larut

adalah
(A)
(B)
(C)
(D)
(E)
12.

BaCO3
CaCO3
PbI2
Li3PO4
PbSO4

Pada suhu tertentu, Ksp Cr(OH)2 = 1,08 x 10-19. Kelarutan Cr(OH)2


dalam air adalah....mol/L
(A) 3 x 10-7
(B) 3,28 x 10-9
(C) 6,56 x 10-11
(D) 1,64 x 10-11
(E) 3,22 x 10-4

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

29

13.
1.
2.
3.
4.
5.

Diketahui harga Ksp dari garam-garan dibawah ini.


CaF2 = 2 x 10-10
PbSO4 = 2 x 10-8
BaCrO4 = 1 x 10-10
Ag2CrO4 = 1 x 10-12
SrCO3 = 7 x 10-10

Dari garam-garam tersebut yang kelarutannya dalam air paling kecil adalah....
(A)
(B)
(C)
(D)
(E)

CaF2
SrCO3
BaCrO4
Ag2CrO4
PbSO4
14.
Garam-garam perak dibawah ini yang memiliki kelarutan terbesar
adalah....
(A) AgCl, Ksp = 1 x 10-10
(B) AgI, Ksp = 1 x 10-16
(C) Ag2CrO4 , Ksp = 3,2 x 10-12
(D) AgS, Ksp = 6 x 10-49
(E) Ag2C2O4 , Ksp = 1,1 x 10-11

15.

Dalam satu liter larutan terdapat campuran

garam-garam CuCl2, MgCl2 dan BaCl2


yangmasing-masing konsentrasinya 0,01 M. jika
ditambahkan 53 mg garam Na2CO3, garamyang
mengendap adalah . (Mr Na2CO3 = 10-6, Ksp
MgCO3 = 4 x 10-5, CuCO3 = 2,5 x 10-10, dan
BaCO3 = 1 x 10-9pada suhu 25oC)
(A) MgCO3
(B) CuCO3
(C) MgCO3 dan CuCO3
(D) CuCO3 dan BaCO3
(E) BaCO3 dan MgCO3

Jawablah Pertanyaan berikut !


1. Kelarutan magnesium fluorida, MgF2 dalam air
adalah 0,0076 g L1. Berapakah kelarutan (dalam
g L1) magnesium fluorida dalam NaF 0,02 M?
2. Ksp hidroksi apatit, Ca5(PO4)3OH adalah 6,8 10
37
.
a. Hitung kelarutan hidroksiapatit dalam air
murni (dalam mol per liter).
b. Bagaimanakah kelarutan hidroksiapatit jika
ipengaruhi oleh sedikit asam?

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

30

c. Jika hidroksiapatit diolah dengan fluorida,


bentuk mineral fluoroapatit, Ca5(PO4)3F (Ksp=
1,0 1060). Hitunglah kelarutan fluoroapatit
dalam air.

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

31

DAFTAR PUSTAKA
Zumdahl,Steven S. and Susan A. Zumdahl. 2010. Chemistry Eighth
Edition. Canada : Brooks/Cole
Whitten, Kenneth W., dkk. 2014.Chemistry, tenth edition. Canada :
Brooks/Cole

Modul Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan