Anda di halaman 1dari 18

LABORATORIUM PRAKTEK

PENGOLAHAN SINYAL

LAPORAN JOB 4
DIGITAL ANALOG CONVERTER
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Praktek Pengolahan Sinyal
di Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Elektronika

Oleh :

Nama

: KM Chandra Bayu Saputra

NIM

: 0613 3032 0208

Kelas

: 3EA

Kelompok

:I

Dosen Pembimbing : Dewi Permata Sari. S.T., M.Kom.


NIP

: 19761213200032001

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2014-2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulishaturkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek
Pengolahan Sinyal JOB IV mengenai Digital Analog Converter di
laboratorium Elektonika ini tepat pada waktunya.
Pada kesempatan yang baik ini penulis ucapkan terimah kasih kepada Ibu
Evelina selaku dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam
penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari rekan-rekan mahasiswa yang
bersifat membangun agar dalam penyusunan laporan selanjutnya dapat lebih baik
dari sekarang ini.

Hormat kami,

Penulis

ii

DAFTAR ISI
halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Tujuan ................................................................................................... 1
1.2 Teori Dasar............................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 3
2.1 Alat dan Bahan ...................................................................................... 3
2.2 Gambar Rangkaian Percobaan .............................................................. 3
2.3 Langkah Percobaan ............................................................................... 4
2.4 Keselamatan Kerja ................................................................................ 4
2.5 Data Percobaan ..................................................................................... 4
2.5.1
2.5.2
2.5.3
2.5.4

Tabel Pengukuran 1a .................................................................


Tabel Pengukuran 1b.................................................................
Tabel Pengukuran 2a .................................................................
Tabel Pengukuran 2b.................................................................

4
5
5
6

2.6 Analisa Data .......................................................................................... 6


BAB III PENUTUP ........................................................................................... 13
3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 13
3.2 Saran ..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan praktikan mampu :
1. Menjelaskan prinsip kerja digital analog converter, termasuk fungsi dari
masing-masing komponen yang digunakan.
2. Mendemonstrasikan kerja rangkaian Digital Analog Converter.

1.2 TEORI DASAR


Jika kita mempelajari elektronika digital maka kita akan menemui Digital
Analog Converter. DAC (Digital Analog Converter) adalah perangkat untuk
mengkonversi sinyal masukan dalam bentuk digital menjadi sinyal keluaran dalam
bentuk analog (tegangan, arus, muatan elektrik). Tegangan keluaran DAC yang
dihasilkan DAC sebanding dengan nilai digital yang masuk ke dalam rangkaian
DAC. DAC diperlukan untuk sinyal yang dapat diakui oleh indera manusia atau
non-sistem digital. Fungsi DAC adalah pengubah data digital yang masih berbentuk
biner menjadi bentuk data analog. Gambar 1.1 memperlihatkan penggunaan OpAmp dalam membangun sebuah converter DAC (Digital Analog Converter).

Gambar 1.1 Rangkaian Dasar DAC

Pada gambar rangkaian teresebut terdapat empat masukan yang mewakili


bilangan biner. Berkat tahanan masukan itu, maka keluarannya menjadi :
Vout = (

1
)

Vout = (

1
1
1
1
+
+
+ )
1 2 3 4

Tegangan-tegangan masukannya berupa digital, artinya tegangan-tegangan


hanya memiliki dua harga, rendah atau tinggi (1 atau 0). Tegangan keluarannya
merupakan equivalen analog dari tegangan masukannya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DAFTAR ALAT DAN BAHAN


a. Power Supply

2 buah

b. Multimeter

1 buah

c. Protoboard

1 buah

d. IC Op-Amp 741

1 buah

e. Resistor :
-

1K
2K2
4K7
10K

1 buah
2 buah
2 buah
3 buah

f. Jumper

secukupnya

g. Kabel penghubung

secukupnya

2.2 GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN

Gambar 2.1 Rangkaian Percobaan DAC

2.3 LANGKAH PERCOBAAN


1. Buat rangkaian percobaan seperti pada gambar 2.1
2. Vcc = +15V, Vee = - 15V
3. Input sinyal V1 = 1 Volt
4. Tahanan Rf = 10 K
5. Resistansi Rc = 1K
6. Rb = 2K2
7. Ra = 4K7
8. Catat Vo
9. Ganti harga tahanan Ra = 10K, Rb = 4K7, dan Rc = 2K2
10. Catat kembali tegangan Vo
11. Ganti sinyal input dengan Vin = 1,5 Volt
12. Ulangi langkah 4-8

2.4 KESELAMATAN KERJA


1. Sebaiknya menghubungkan / membuat rangkaian satu orang saja sebab jika
terjadi kesalahan mudah diamati
2. Periksalah rangkaian percobaan pada instruksi sebelum memulai
pengukuran
3. Pilihlah posisi pada alat ukur sesuai kebutuhan
4. Selalu ikuti langkah percobaan dengan teliti
5. Setelsh melakukan percobaan matikan semua peralatan ukur dan catu daya
6. Lepaskan rangkaian dan kembalikan alat dan komponen yang digunakan
kelemari.

2.5 DATA PERCOBAAN


2.5.1 Tabel Pengukuran 1a
R1
R2
R3
Vin

= 4K7 = Input biner A


= 2K2 = Input biner B
= 1K = Input biner C
= 1 Volt

Angkah
Desimal
0
1
2
3
4
5
6
7

Input Biner
C
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

A
0
1
0
1
0
1
0
1

Voutput (V) Hasil


Praktikum
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,21
-2,2
-0,45
-4,75
-0,7
-6,8
-1,1
-10
-1,25
-12
-1,45
-12
-1,7
-12

Voutput (V) Secara


Perhitungan
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,213
-2,13
-0,454
-4,54
-0,667
-6,67
-1
-10
-1,213
-12,13
-1,454
-14,54
-1,667
-16,67

2.5.2 Tabel Pengukuran 1b


R1
R2
R3
Vin
Angkah
Desimal
0
1
2
3
4
5
6
7

= 4K7 = Input biner A


= 2K2 = Input biner B
= 1K = Input biner C
= 1,5 Volt

Input Biner
C
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

A
0
1
0
1
0
1
0
1

Voutput (V) Hasil


Praktikum
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,35
-3,4
-0,75
-7
-,1
-10,5
-1,6
-12,5
-1,85
-12,5
-2,25
-12,5
-2,55
-12,5

2.5.3 Tabel Pengukuran 2a


R1
R2
R3
Vin

= 10K = Input biner A


= 4K7 = Input biner B
= 2K2 = Input biner C
= 1 Volt

Voutput (V) Secara


Perhitungan
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,3195
-3,195
-0,681
-6,81
-1,0005
-10,005
-1,5
-15
-1,8195
-18,195
-2,181
-21,81
-2,5005
-25,005

Angkah
Desimal
0
1
2
3
4
5
6
7

Input Biner
C
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

A
0
1
0
1
0
1
0
1

Voutput (V) Hasil


Praktikum
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,11
-1,1
-0,23
-2,3
-,0,35
-3,5
-0,5
-5,1
-0,6
-6,1
-0,75
-7,6
-0,9
-8,5

Voutput (V) Secara


Perhitungan
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,1
-1
-0,212
-2,12
-0,312
-3,12
-0,454
-4,54
-0,554
-5,54
-0,667
-6,67
-0,767
-7,67

2.5.4 Tabel Pengukuran 2b


R1 = 10K = Input biner A
R2 = 4K7 = Input biner B
R3 = 2K2 = Input biner C
Vin = 1,5 Volt
Angkah
Desimal
0
1
2
3
4
5
6
7

Input Biner
C
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

A
0
1
0
1
0
1
0
1

Voutput (V) Hasil


Praktikum
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,15
-1,5
-0,3
-3,4
-,0,5
-4,9
-0,7
-7
-0,85
-8,5
-1,1
-10,2
-1,2
-12

Voutput (V) Secara


Perhitungan
RF = 1K RF = 10K
0
0
-0,15
-1,5
-0,318
-3,18
-0,468
-4,68
-0,681
-6,81
-0,831
-8,31
-1,0005
-10,005
-1,1505
-11,505

2.6 ANALISA DATA


Setelah dilakukannya percobaan di dapatkan bahwa rangkaian DAC yang
dibangun ini adalah pengembangan dari rangkaian summing inverting yang di
lakukan pada percobaan sebelumnya, yaitu dengan menggunakan IC Op-Amp
LM741, namun hanya saja pada kejadian kali ini prosesnya di lakukan digitalisasi
pada rangkaian tersebut. Maksut digitalisasi disini adalah suatu tegangan atau sinyal
yang diubah dan nantinya data yang digunakan adalah berupa data logika 0 (low)
dan 1 (high), pada rangkaian percobaan kali ini, komponen yang akan diubah dalam
bentuk digital atau yang digunakan sebagai input digital adalah switch yang

menyambungkan kemasing-masing resistor R1, R2, dan R3. Jadi switch yang
berfungsi sebagai pembuka dan pemutus aliran listrik ini nantinya akan dianggap
sebagai logika 0 (pada saat OFF) dan 1 (pada saat ON). Karena switch inilah yang
menentukan besarnya tegangan keluaran rangkaian DAC ini karena tegangan yang
nantinya mengalir jika switch on maka akan melewati resistor yang keluarannya
sangat menentukan output selanjutnya, jadi rangkaian ini sangat berpengaruh pada
besarnya nilai resistor yang digunakan sebagai data digitalnya. Resistor yang
digunakan sebagai digitalisasi ini hanya ada 3, maka bilangan biner yang digunakan
pun adalah sebesar 3 bit, yang artinya adalah akan didapatkan 8 nilai variasi yang
berbeda dengan rumus 2n (n = 3) yang nantinya akan di tulis dalam tabel kebenaran.
Setelah di lakukan pengukuran di dapatkan bahwa tegangan output yang
keluar pun akan bervariasi sesuai switch yang kita mainkan dengan aturan pada
table kebenaran logika 3 bit. Karena rangkaian ini sebenarnya adalah rangkaian
summing inverting maka rangkaian tersebut akan mengeluarkan tegangan yang
berkebalikan dengan tegangan inputnya (dalam praktek ini yang digunakan adalah
tegangan DC +1V, maka outputnya akan berpolaritas negative). Pada pengukuran
dengan input digital 0 0 0 (0 dalam bilangan desimal), maka output yang terukur
pada multimeter adalah 0, hal ini terjadi karena tidak ada tegangan input yang
mengalir akibat terputusnya semua aliran listrik oleh switch 1,2 dan 3. Begitupun
juga pada perhitungan dengan rumus

= ( + + ),

didapatkan nilai tegangan juga adalah 0. Namun jika dicoba pada software seperti
live wire atau proteus, maka keluarannya bukanlah 0, melainkan ada nilainya
namun masih sangat kecil yaitu hanya sebesar 1 mv. Hal ini ditunjukan seperti pada
gambar berikut :

Gambar 2.2 Pengujian rangkaian dengan logika biner 0 0 0 pada Livewire

Ini lah yang menyebabkan multimeter analog yang digunakan pada saat
percobaan tidak bisa membacanya, karena batas range terkecil voltmeter pada
multimeter yang digunakan adalah 0,3 V, jadi nilai yang dapat terhitung yang paling
terkecil diawal garis pertama pun hanya sebesar 0,005V atau setara dengan 5mV.
Sedangkan hasil sebenarnya pada live wire sebesar 1mV, sehingga multimeter
analog yang digunakan pun tidak dapat mencapai nilai yang sangat terkecil tersebut.
Nilai tegangan 1 mV itu sebenarnya didapatkan dari inputan Vs +- 15V yang
diberikan pada IC Op-Amp LM741 tersebut dan besar tegangan tersebut tidak akan
berpengaruh pada kinerja rangkaian tersebut
Untuk percobaan pada logika biner selanjutnya didapatkan hasil yang
sedikit berbeda dengan hasil perhitungan. Misalkan pada pecobaan pada saat R1,
R2, R3, dan RF sebesar 4K7, 2K2, 1K, dan 1K dengan Vin sebesar 1 Volt
pada logika biner 0 1 0 (2 dalam bilangan desimal) hasil yang terukur pada
multimeter sedikit mengalami perbedaan dengan hasil perhitungan, pada saat
pengukuran didapatkan tegangan sebesasr -4,75V, sedangkan pada perhitungan
didapatkan hasil tegangan sebesar -4,54. Hal ini didapatkan karena resistor yang
digunakan adalah resistor yang bertoleransi +-5% sehingga teegangan dapat

berbeda sedikit dengan hasil kedua, penyebab lain yang dapat menimbulkan
perbedaan hasil ini adalah alat ukur yang digunakan, yakni multimeter, multimeter
yang (biasa dijual dipasaran) memiliki akurasi sekitar 3-5%, missal pada
multimeter analog yang praktikan gunakan pada saat percobaan adalah multimeter
jenis analog dengan akurasi +- 3 % untuk DC volt dibawah 120V, dan +- 5% untuk
DC volt diatas 120V, yang ditunjukan seperti gambar dibawah ini :

Gambar 2.3 Manual Book Spesifikasi Multimeter


Pada percobaan selanjutnya pada saat R1, R2, R3, dan RF sebesar 4K7,
2K2, 1K, dan 10K dengan Vin sebesar 1 Volt pada logika biner 1 1 1 (7
dalam bilangan desimal) hasil yang terukur pada multimeter hanya sebesar -12V,

padahal pada perhitungan dengan rumus = ( + + ),

10

maka didapatkan tegangan sebesar -16,67V. Namun jika diuji pada livewire, maka
tegangan yang dihasilkan adalah sebesar -14,11V seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.3 Pengujian rangkaian dengan logika biner 1 1 1 pada Livewire

Hal ini terjadi karena hasil tegangan outputnya dipengaruhi atau sangat
tergantung juga dari Vs (tegangan sumber) yang akan di berikan pada IC Op-Amp
LM741. Pada percobaan ini, Tegangan Vs (Voltage Source) yang digunakan adalah
sebesar +15V dan -15V, maka tegangan maksimum yang akan di keluarkan oleh IC
Op-Amp LM741 ini adalah hanya berkisar sebesar 12V-14V baik itu negative
maupun positif, Hal itu dapat diketahui dengan membaca dan melihat langsung
pada datasheet atau databook karakteristik IC Op-Amp LM 741. Karena hasil
tegangan keluaran dari IC ini memang hanya terbatas pada tegangan yang mampu
dikeluarkannya yaitu 12-14V. Jadi kita tidak bisa mendapatkan hasil tegangan yang
besar walupun secara teori tegangan yang dihasilkan oleh Op-Amp IC LM741 ini
lebih besar dari pada kenyataannya. Namun untuk mendapatkan tegangan sedikit
lebih besar dari 12-14V, dapat digunakan beberapa opsi seusai dengan ketentuan
yang sudah tercantum pada datasheet atau databook karakteristik IC Op-Amp LM
741. Untuk lebih jelas dapat dilihat karakteristik IC Op-Amp LM 741 yang terlihat
dibawah ini :

11

Gambar 2.3 Karakteristik IC Op-Amp LM 741


Sesuai dengan karakteristik diatas dapat dilihat jika mengiginkan tegangan
yang lebih besar lagi, maka dapat menggunakan IC Op-Amp LM741A dengan Vs
+- 20V. Pada percobaan selanjutnya tidak jauh berbeda dengan percobaan pertama,
hanya saja perbedaanya terletak pada besar nilai resistor dan Vin yang diubah
menjadi sedikit lebih besar dari percobaan pertama. Namun hasilnya tak jauh
berbeda dan tegangan keluaran maksimumnya masih tetap sama dengan percobaan
pertama, yaitu tegangan maksimum yang mampu dihasilkan rangakain DAC ini
adalah sebesar -12,5V, tidak jauh berbeda dengan percobaan pertama pada job ini

12

dengan hasil tegangan keluaran maksimum sebesar -12V. Yang terpenting adalah
hasil masih sesuai dengan karakteristik datasheet IC Op-Amp LM741.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Setelah dilakukannya percobaan dan telah dilakukan penganalisaan dapat
disimpulkan bahwa rangkaian DAC (Digital Analog Converter) adalah perangkat
untuk mengkonversi sinyal masukan dalam bentuk digital menjadi sinyal keluaran
dalam bentuk analog (tegangan, arus, muatan elektrik). Tegangan keluaran yang
dihasilkan DAC sebanding dengan nilai digital yang masuk ke dalam rangkaian
DAC. DAC diperlukan untuk sinyal yang dapat diakui oleh indera manusia atau
non-sistem digital. Dalam hal ini rangkaian DAC yang digunakan adalah rangkaian
penguat summing inverter, sehingga tegangan keluarannya akan berpolaritas
kebalikan dari polaritas dari inputnya, besaran tegangan keluarannya di dapatkan
dari hasil perkalian antara jumlah arus pada R1, R2, R3, dan seterusnya yang
dipasang secara parallel, terhadap besarnya tahanan RF yang nantinya resistor yang
dipasang paralel tersebut akan dijadikan suatu piranti digital dengan bantuan switch
sebagai logika 0 (OFF) dan 1 (ON). Keluarannya adalah tegangan yang dinyatakan
sebagai data analog. Besarnya nilai keluaran tegangan juga sangat dipengaruhi oleh
besarnya tahanan RF, karena tegangan yang keluar dari resistor yang dipasang
parallel tersebut dipasang seri dengan RF sehingga tahanan Rp pun akan bertambah
dengan Rs.

3.2 SARAN
Sebelum melakukan percobaan, ada baiknya untuk mengecek terlebih
dahulu alat dan komponen yang dipergunakan dalam masa praktikum. Contohnya
seperti power supply, baik itu power supply biasa maupun power supply simetris
(pascal), karena terkadang power supply yang digunakan tidak sesuai dengan
tegangan yang tertera pada penampilnya, jadi ada baiknya untuk diukur terlebih
dahulu outputnya dengan menggunakan multitester. Selain itu adalah resistor,
resistor sangat berpengaruh terhadap hasil dari tegangan keluaran yang akan
13

14

didapatkan nantinya, biasanya resistor memiliki toleransi, jadi ada baiknya


menggunakan resistor yang memiliki toleransi kecil, yaitu sekitar lebih kurang 1%
atau lebih kecil lagi. Multitester juga terkadang berbeda merk menentukan kualitas
dari akurasi pengukurannya. Jika pada merk bagus dan tentunya mahal, maka
akurasinya pun hanya memiliki toleransi dibawah 1 %, sedangkan untuk merk
dengan harga murah toleransi bisa diatas 3-5%. Jadi sebaiknya gunakan multitester
sesuai dengan kebutuhan dan tentunya dengan memperhitungkan costnya. Yang
terkahir, selalu berhati-hati dan selalu dalam ketelitian dalam melakukan segala hal
demi mencapai hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Alfarizal, Niksen. 2010. Praktek Pengolahan Sinyal Teknik Elektronika POLSRI.
Palembang. Politeknik Negri Sriwijaya.
Ahmad, Jayadin. 2007. Elektronika Dasar. Yogyakarta.
-http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/dac-digital-to-analogconvertion/
- http://busabisnis.blogspot.com/2012/10/pengertian-adc-dan-dac.html

15