Anda di halaman 1dari 36

IRISAN KERUCUT

Materi Pembelajaran
A. Macam-macam Irisan Kerucut
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai benda-benda yang
cukup besar kegunaannya bagi perkembangan kemajuan peradaban
manusia. Benda-benda itu misalnya antena yang berbentuk parabola
(antena

parabola)

untuk

menangkap

siaran

televisi

lewat

satelit

komunikasi, sarana atau lapangan olah raga berbentuk elips, serta paling
banyak kita jumpai adalah benda-benda dengan bangun lingkaran seperti
roda maupun ban kendaraan, baik kendaraan bermotor maupun yang
tidak bermotor. Hiperbola adalah seperti bangun dua buah parabola yang
sama saling berhadapan. Bangun-bangun di atas dapat digolongkan ke
dalam bangun irisan kerucut.
Dalam bahasan berikut, kita akan mempelajari irisan kerucut antara
lain pengertian tentang parabola, lingkaran, elips dan hiperbola.
1. Pengertian Irisan Kerucut
Perhatikan definisi berikut ini.
Definisi 2.1 :
Irisan kerucut adalah himpunan (tempat kedudukan) dari semua titik
pada bidang datar yang perbandingan jaraknya terhadap suatu titik
tertentu mempunyai nilai yang tetap.
Titik tertentu itu disebut fokus dan garis tertentu ini disebut
direktriks. Sedangkan nilai perbandingan yang tetap itu dinamakan
eksentrisitas disingkat e.

Secara geometris bentuk irisan kerucut dapat diperoleh dengan


cara mengiriskan sebuah bidang datar terhadap kerucut lingkaran tegak
berselimut ganda. Jika bidang pengirisnya tidak melalui puncak kerucut,
ada empat kemungkinan irisan kerucut, seperti diperhatikan pada
gambar 2.1

Gambar 2.1 (a) adalah irisan kerucut berbentuk lingkaran. Terlihat bahwa
bidang datarmya mengiris seluruh bagian dari salah satu selimut dan
tegak lurus sumbu kerucut.
Gambar 2.1 (b) adalah irisan kerucut bentuk elips. Terlihat bidang
datarmya mengiris seluruh bagian dari salah satu selimut kerucut dan
tegak lurus sumbu kerucut.
Gambar 2.1 (c) adalah irisan kerucut berbentuk Parabola. Terlihat bidang
datarmya sejajar dengan salah satu garis pelukis.
Gambar 2.1 (d) adalah irisan kerucut berbentuk hiperbola. Terlihat bidang
datarmya memotong kedua selimut kerucut.
2. Rumus Jarak di antara Dua Titik
Gambar 2.2 memperlihatkan jarak di antara dua titik P 1 dan P2 yang
dihitung dari koordinat-koordinatnya

Jika d adalah jarak antara titik P 1


(x1,

y1)

dan

berdasarkan
dapat

P2(x2,y2)

Gambar

mendefinisikan

maka

2.2
jarak

kita
di

antara titik P1(x1,y1) dan P2(x2,y2)


adalah
d= ( x2 x1 )2+( y 2 y 1 )2
Contoh 1
Tentukan jarak antara titik A(2,3) dan B(5,0).
Jawab
|=d =( x x )2 + ( y y ) 2
|ab
2
1
2
1

(52 ) + ( 03 )
2

Jadi, jarak titik A dan B adalah

3 2

9+9= 18=3 2

B. Parabola
Perhatikan definisi berikut ini
Definisi 2.3 :
Parabola tempat kedudukan titik titik di dalam bidang yang jaraknya ke
sebuah titik tertentu sama dengan jaraknya ke sebuah garis tertentu
dalam bidang tersebut.
Titik tertentu itu dinamakan fokus parabola dan garis tertentu dinamakan
direktriks.
1. Parabola yang terbuka ke atas
Kita misalnya garis g sebagai garis tetap (garis direktriks) dan titik F
sebagai titik F sebagai titik tetap (fokus) atau titik api. Jika F tidak
terletak pada g, maka kita dapat memilih sebuah sistem koordinat

yang

menghasilkan

sebuah

persamaan

yang

sederhana

untuk

parabola dengan mengambil sumbu Y melalui F dan tegak lurus garis


g, dan dengan mengambil titik asalnya di titik tengah antara F dan g.
Lihat Gambar 2.15
Jika titik F dan garis g adalah 2p,
maka

kita

dapat

menetapkan

koordinat titik F, yakni (0, p).


Dengan demikian persamaan garis
g

menjadi

y=-p.

Titik

P(x,y)

terletak pada parabola jika dan


hanya jika pF=PQ
.(16)
Dengan rumus jarak, persamaan
(16) menjadi
x2 +( y p )2= ( y+ p )2

x 2+ ( y p ) =( y p )

x 2+ y 22 py + p2= y 2+2 py+ p 2

x =4 py

(17)

Jadi, persamaan parabola dengan titik puncak di (0,0) dan fokus di F(0,p)
didefinisikan dengan persamaan
2

x =4 py
a. Sumbu dan Puncak Parabola
Karena p merupakan bilangan bulat positif dalam persamaan (17), maka y
tidak mungkin negative. Ini artinya parabola tersebut akan terletak pada

atau di atas sumbu X. Parabola tersebut akan simetris terhadpa sumbu


Ykarena x berderajat dua dalam persamaan (17).
Selanjutnya sumbu simetri parabola itu dinamakan sumbu parabola.
Sumbu parabola pada persamaan (17) adalah garis x = 0 (lihat gambar
2.15). Titik pada sumbu ini yang berada di tengah-tengah antara focus
dan direktriks akan berbeda pada parabola tersebut, karena titik itu
berjarak sama dari focus dan dari direktriks. Titik itu dinamakan puncak
(vertex) p arabola. Dalam persamaan (17) titik puncaknya adalah titik O
(0,0) lihat gambar 2.15.
Ruas garis CC yang melalui titik focus F dan tegak lurus sumbu simetri
dinamakan latus rectum (lihat gambar 2.15). Panjang latus rectum untuk
parabola dengan persamaan (17) adalah 4p.
Contoh 18.
Carilah focus dan direktris dari parabola x2 = 8y
Pandang persamaan x2 = 8y dan x2
= 4py, maka didapat p = 2.
Fokusnya berada pada sumbu Y
yang jauhnya p = 2 satuan dari
puncak, yakni F(0,p) = F(0,2).
Direktriksnya y = -p adalah garus y
= -2.
Gambar

2.16

memperlihatkan

parabola x2 = 8y.
Tentukan persamaan parabola yang mempunyai titik focus di (0,3) dan
persamaan direktrisnya y = -3
Jawab :
Titik fokusnya di F(0,3), maka p = 3
4p = 12
Persamaan parabolanya

x2 = 4py

X2 = 12y

2. Parabola yang terbuka ke bawah


Jika gambar parabola itu terbuka ke bawah seperti dalam gambar 2.17,
dengan fokusnya di F(0,p) dan direktriksnya adalah garis y = p maka
persamaan parabolanya adalah
X2 = -4py.

Gambar 2.17
3. Parabola yang terbuka ke kanan
Jika parwabola tersebut terbuka ke kanan, seperti di dalam gambar 2.19
dengan fokusnya di F (p,0) dan dengan persamaan direktrisnya x = -p,
maka persamaan parabolanya adalah
y2 = 4px

Gambar 2.19
Contoh 21.
Tentukanlah koordinat titik puncak, persamaan sumbu simetri, koordinat
focus, persamaan direktrisnya, serta panjang latus rectum parabola y 2, =
12x. Kemudian gambarkanlah sketsa grafiknya.
Jawab :
Pandang y2 = 12x dan y2 = 4px, maka p = 3. Koordinat puncak adalah
(0,0) Persamaan sumbu simetrinya adalah garis y = 0
Koordinat focus F(p,0) adalah F(3,0).
Persamaan direktriksnya x = -p adalah x = -3 atau x + 3 = 0
Panjang latus rectum 4p = 12.
Sketsa grafiknya dapat dilihat dalam gambar 2.20

Gambar 2.20
4. Parabola yang terbuka ke kiri
Jika parabola tersebut terbuka ke kiri, seperti di dalam gambar 2.21,
dengan fokusnya di F)-p,0) dan dengan persamaan direktriksnya x = p,
maka persamaan parabolanya adalah y2 = -4px
Contoh 22
Tentukanlah titik focus dan persamaan direktriks parabola y 2 = -12x,
kemudian gambarlah sketsa grafiknya!
Jawab :
Pandang y2 = -4px dan y2 = -12x, maka p = 3, Koordinat focus F(-p,0)
adalah F(-3,0).
Persamaan direktriksnya x = p adalah x = 3 atau x -3 =0
Sketsa grafiknya dapat dilihat dalam Gambar 2.22

Gambar 2.22
5. Translasi Sumbu-Sumbu
Bila puncak parabola berada di titik V (a,b), maka kita dapat menentukan
persamaan parabola dengan memperkenalkan sebuah system koordinat
baru, dengan titik asal O yang berada di titik V (a,b). Sistem koordinat
baru ini kita namakan system koorinat XOY. Sumbu X sejajar dengan
sumbu X dan sumbu Y sejajar dengan sumbu Y.
Perhatikan Gambar 2.23 di bawah ini.

Gambar 2.23
Titik P mempunyai koordinat (x, y) di dalam system semula (XOY) dan (x,
y) system baru (XOY). Untuk bergerak dari O ke P, kita mempunyai
pergeseran hborisontal x dan pergeseran vertical y.
NIlai x akan didapatkan dari dua pergeseran horizontal, yakni a dari O ke
O dan x dari O ke P. Demikian pula, y akan didapatkan dari dua

pergeseran vertical, yakni b dari O ke O dan y dari O ke P. Sehingga


kedua koordinat tersebut akan dihubungkan sebagai berikut.
x=x ' + a
x ' =x + a ( 18 b )
(
18
a
)
atau
y= y ' + b
y ' = y+ b
Persamaan (18) dinamakan persamaan-persamaan untuk

translasi

sumbu-sumbu
Selanjutnya pandang sebuah parabola dengan puncaknya di V(a,b) dan
yang membuka ke atas, seperti diperlihatkan di dalam Gambar 2.24. Bila
kita menyatakan persamaan parabolanya dalam system koordinat XOY,
maka persamaannya adalah
(x)2 = 4py
..(19)

Gambar 2.24
Dengan mensubtitusikan persamaan (18a) ke dalam persamaan (19), kita
dapat menyatakan persamaan parabola di dalam system koordinat XOY,
yakni
(x a)2 = 4p (y b) .. (20a)
Sehingga persamaan parabola dengan puncak di V(a,b), focus F (a, b + p)
dan dengan persamaan direktriksnya y = b p didefinisikan dengan
persamaan.
(x a)2 = 4p (y b)
Grafik dari persamaan (20a) simetri terhadap garis x = a.
Bentuk-bentuk lain dari persamaan parabola dengan puncak di V (a,b)
adalah
(x a)2 = -4p (y b)
(y b)2 = 4p(x a)
(y b)2 = -4p (x-a)

.. (20b)
.. (20c)
.. (20d)

Persamaan (20b) mempunyai sebuah grafik yang simetris terhadap garis


x = a, dan yang membuka ke bawah
Perhatikan gambar 2.25
Fokusnya F(a, b p) dan garis direktrisknya

y=b+p

Gambar 2.25
Persamaan (20c) mempunyai sebuah grafik yang simetris terhadap garis
y = b dan yang membuka ke kanan.
Perhatikan gambar 2.26.
Fokus F(a + p, b) direktriksnya garis x = a p

Gambar 2.26
Persamaan (20d) mempunyai sebuah grafik yang simetris terhadap y = b,
dan yang membuka ke kiri.
Perhatikan gambar 2.27. Fokusnya f( a-p, b).
Persamaan direktrisknya adalah x = a + p.
Contoh 23.
Tentukan persamaan parabola dengan titik focus (5,4) dan titik puncaknya
di

(2,4).

Kemudian

gambarkanlah

sketsa

grafiknya

dan

tentukan

persamaan direktriksnya !
Jawab :
Puncak (a,b) adalah (2,4).
Fokus F(a+p, b) adalah F( 2+ 3, 4) = F (5,4).
Sehingga parabola terbuka ke kanan. Bentuk baku persamaan parabola
ini adlaha
(y-b)2 = 4px (x a)

(y-4)2 = 4 (3) ( x 2)

(y-4)2
= 12 ( x 2)
2

y 8y + 16
= 12x 24

y2 8y 12x + 40
=0
Sketsa grafiknya tampak di dalam Gambar 2.28.
Persamaan direktrisknya adalah
X=ap
x=23
x=-1
x+1=0

Gambar 2.28
Contoh 24
Tentukan persamaan parabola dengan titik puncak (1, -3) dan titik
fokusnya (0,30. Selanjutnya tentukan persamaan direktriksnya dan
gambarkan sketsa grafiknya!
Jawab :
Puncak (a, b) adalah (1, -3)
Fokus F(a-p, b) adalah F(1 1, -3) = F(0,-3)
Sehingga parabola terbuka ke kiri. Bentuk persamaan parabola ini adalah
(y-b)2 = -4px (x a)
(y-(-3))2
= -4 (1) ( x 1)
2

(y+ 3)
= -4 ( x 1)

y2 6y + 9
= -4x 4
2

y 6y 4x + 5
=0
Sketsa grafiknya tampak di dalam Gambar 2.29.
Persamaan direktrisknya adalah
X=a+p
x=1+1
x=2
COntoh 25
Suatu parabola mempunyai persamaan x2 + 6x 8y 31 = 0. Tentukan :
a. Koordinat titik puncaknya
b. Koordinat titik fokusnya
c. Persamaan direktriksnya
d. Gambarkan sketsa grafiknya
Jawab :
x2 + 6x 8y 31 = 0

x2 + 6x

x2 + 6y + 9 = 8y + 31 + 9

(x + 3)2

= 8y + 31

=8(y+5)

Persamaan di atas merupakan persamaan parabola yang terbuka ke atas


dengan a = -3, b = -5, dan 4p = 8 sehingga p = 2
a. Koordinat titik puncaknya (a, b) adalah (-3, -5)
b. Koordinat titik fokusnya F (a, b + p) adalah F (-3, -5 +2), sehingga F (3, -3).

c. Persamaan direktriksnya y = b p adalah y = -5-2, sehingga y = -7.


d. Sketsa grafiknya tampak dalam gambar 2.30.

Gambar 2.30

6. Perpotongan antara Garis dengan Parabola


Pandang parabola dengan persamaan
Y2 = 4px
Dan garis h dengan persamaan
(21)
y = mx + n
(22)
Bila persamaan (22) disubtitusikan ke dalam persamaan (21), diperoleh
(mx + n)2 = 4px
m2x2 2mnx + n2 4px = 0
m2x2 + (2mn 4p) x + n2 = 0
(23)
Persamaan (23) merupakan persamaan kuadrat dalam x.
Diskriminan dari persamaan ini adalah
D = (2mn 4p)2 4m2n2
D = 4m2n2 16mnp + 16p2 4m2n2
D = 26p (p-mn)
(24)
Kedudukan garis h terhadap parabola ditentukan oleh nilai D di atas,
sehingga ada tiga kemungkinan hubungan antara garis dan parabola,
seperti diperlihatkan di dalam Gambar 2.31
Gambar 2.31
Gambar 31 (a) menunjukkan bahwa garis h tidak memotong maupun
menyinggung parabola. Hal ini terjadi bila D < 0.
Gambar 31 (b) menunjukkan bahwa garis h menyinggung parabola. Hal
ini terjadi bila D = 0
Gambar 31 menunjukkan bahwa garis h memotong parabola di dua
titik yang berlainan. Hal ini terjadi bila D > 0.
Contoh 26
Tentukan kedudukan garis y = x + 2 terhadap parabola y2 = 8x
Jawab :
Y=x+2

Y2 = 8x
Dari persamaan (a) dan (b), diperoleh
(x + 2)2 = 8x
x2 + 4x + 4 8x = 0
x2 4x + 4 = 0
D = (-4)2 4.1.4 = 16 16 = 0
Ternyata D = 0, sehingg dapat disimpulkan bahwa garis y = x + 2
merupakan garis singgung parabola y2 = 8x.
7. Persamaan Garis Singgung dengan Gradien m pada Parabola
Syarat garis menyinggung parabola adalah D = 0. Sehingga dari
persamaan (24), kita dapat menuliskan persamaan
16p (p mn) = 0
16p2 16 pmn = 0
16 pmn = 16 p2
16 p 2
n=
16 pm
p
n=
m
Jadi, persamaan garis singgung pada parabola y2 = 4px didefinisikan
dengan persamaan
p
Y = mx +
m
Contoh 27
Tentukan persamaan garis singgung pada parabola y 2 =
gradient sama dengan 2.
4
4
x , maka 4 p =
y2 =
, sehingga p =
3
3
Gradien = 2, maka m = 2
Persamaan garis singgungnya adalah
p
y= mx +
m
1
y = 2x + 3
2
1
y = 2x +
6

4
x
3

1
3

8. Persamaan Garis Singgung melalaui sebuah titik pada parabola

dengan

Perhatikan gambar 2.32 yang memperlihatkan sebuah garis h yang


menyinggung parabola y2 = 4px di titik P (x1, y1).
Garis h yang melalui titik P (x1, y1), sehingga persamaan garis h adalah
y-y1 = m (x x1)
(25)
Secara geometri gradient garis singgung di titik (x 1, y1) pada kurva (dalam
hal ini parabola) didefinisikan dengan persamaan
dy
m=
dx ( x 1, y 1)
Selanjutnya pandang parabola
y2
y2 = 4px

x=
4p
dx 2 y
y
dx 2 p
=
=
, maka
=

dy 4 p 2 p
dy y
Sehingga gradient garis singgung pada parabola y2 = 4px di titik (x1, y1)

adalah
dy
2p
m=
=
dx ( x 1, y 1)
y1
Dari persamaan (25) dan (26), diperoleh
2p
Y y1 =
(x x1)
y1
yy1 y1 = 2p(x x1)
Titik P (x1, y1) terletak pada parabola y2 = 4px, maka
y12 = 4px
Dari persamaan (27) dan (28), diperoleh
Yy1 4px1 = 2px 2px1
yy1 = 2px + 2px1
yy1 = 2p (x + x1)
Jadi, persamaan garis singgung parabola y 2 = 4px di titik (x1, y1)

didefinisikan dengan
Yy1 = 2p (x + x1)
Contoh 28
Tentukan persamaan garis singgung parabola y2 = 8x di titik (18,12).
Jawab :
Y2 = 8x, maka 4p = 8, sehingga [ = 2.
(x1, y1) adalah (18, 12).
Persamaan garis singgungnya adalah
Yy1 = 2p (x + x1)
y (12) = 2.2 (x + 18)
12y = 4 (x + 18)
1
y=
x + 6.
3
Contoh 29

Tentukanlah persamaan garis singgung yang melalui titik potong antara


garis x y = 3 dan parabola y2 =4x.
Jawab :
Xy=3y=x3
y2 = 4x
Dari persamaan (a) dan (b), diperoleh
(x 3)2 =4x
x2 6x + 9 4x
=0
x2 10x + 9 = 0
(x 9) (x 1) = 0
X = 9 atau x = 1
Untuk x = 9, maka y = 9 3 = 6
Untuk x = 1, maka y = 1 3 = -2
Sehingga titik potongnya adalah (9,6) dan (1, -2).
y2 = 4x, maka 4p = 4, sehingga p = 1
Persamaan garis singgung parabola y2 = 4x di titik (9, 60 adalah
Yy1 = 2p (x + x1)
6y = 2(x + 9)
1
y=
x+3
3
Sedangkan di titik (1, -2) adalah
-2y = 2 (x + 1) y = -x -1
9. Persamaan Garis Singgung melalui sebuah titik di luar parabola
Contoh 30
Buktikan bahwa titik P (4, 3) terletak di luar parabola y2 = 2x. Kemudian
tentukan persamaan garis singgung parabola itu yang melalui titik P.
Jawab :
Subtitusikan P (4, 3) pada parabola y 2 = 2x. Ternyata 32 > 2(4), ini artinya
titik P (4,3) terletak di luar parabola y2 = 2x.
Karena

y2 = 4px dan y2 = 2x, maka


2 = 4p, maka p =

1
2

Persamaan garis singgung dengan gradient m pada y 2 = 4px adalah y =

mx +

p
m

..(a)

Garis singgung tersebut melalui titik P( 4,3) pada parabola y 2 = 2x, maka
persamaan (a) menjadi :
3 = 4m +

1
2
m
1
11 x 2m
2m

3 = 4m +

6m = 8m2 + 1
8m2 6m + 1 = 0
(2m 1) (4m 1) = 0
M=

1
,m=
2

Untuk m =

1
4

y3=

1
4

g1 : y =

1
x +2
4

1
4
maka persamaan garis singgungnya adalah
1
x +2
4

(x 4) y =

Sedangkan untuk m =
y3=

1
1
( x4 ) > y =
2
2

g2 : y =

1
x +1
2

1
2

persamaan garis singgungnya adalah

x+1

LATIHAN
1. Tentukan kedudukan garis berikut terhadap parabola y2 = 5x
2. Garis y = x + c menyinggung parabola y2 = 8x di titik P. TEntukan
3. Suatu garis dengan gradient I menyinggung parabola y 2 = 4x di titik P,
tentukan
4. Titik P yang berkoordinat 4 terletak pada parabola y2 = -8x. Tentukan

5. Tentukan

persamaan

garis

singgung

parabola

y2

8x

yang

membentuk sudut 450 terhadap sumbu X.


6. Titik A dan B masing-masing berabsis 4 dan 1 terletak pada parabola y 2
= 9x, tentukan :
7. Tentukan persamaan garis singgung pada parabola y 2 = 4x yang tegak

lurus dengan garis y =

1
3 x + 5.
3

C. ELIPS
1. Persamaan Elips yang pusatnya di O (0,0)
Perhatikan gambar 2.34 (a) yang memperlihatkan sebuah elips yang
berpusat di titik O (0,0).

Gambar 2.34
Titik P (x, y) terletak pada elips. Jika kedua titik tertentu tersebut, yang
dinamakan focus-fokus adalah F1(-c, 0) dan F2(c, 0), maka berdasarkan
definisi PF1 + PF2, adalah tetap, misalkan 2a.
Jadi, dapat ditulis
PF1 + PF2 = 2a
(29)
Berdasarkan rumus jarak dua titik, persamaan (29) menjadi
2
2
x+ c 2+ y 2
xc + y

= 2a

2
2
2
2
x+ c + y
xc + y

=2a

x+ c 2+ y 2
xc 2 + y 2
2

= 4a 4 a
+ (x c)2 + y2

2
2
xc + y
2
2
2
2
x + 2cx + c + y
= 4a 4a
+ x2-2cx + c2 + y2

2
2
xc + y
4a
= 4a2 4vx

2
2
xc + y
a
= a2 cx

a2 ((x c)2 + y2)


= (a2 cx)2
a2x2 -2a2 cx + a2c2 + a2y2
= a4 2a2 cx + c2x2
2
2
2
2 2
(a c )x + a y
= a2 (a2 c2)
y2
x2
=1

+
(a2 c 2)
a2
Dari gambar 2.34 (b) diperoleh hubungan a2 = b2 + c2 atau a2 c2 = b2
Dari persamaan (30) dan (31), diperoleh persamaan elips dengan
pusat O(0,0), yakni :
x2 y2
+ 2 =1
2
a b
Sifat-sifat elips
1) Elips mempunyai sumbu mayor (sumbu panjang) dan sumbu minor
(sumber pendek). Dalam gambar 2.34 (a), yang merupakan sumbu
mayor adalah AA dan sumbu minor adalah BB
x2 y2
+
2) Elips
=1 memotong sumbu X di titik (a, 0) dan (-a, 0), dan
a2 b2
memotong sumbu Y di titik (0, b) dan (0, -b). Sehingga panjang
sumbu mayor = 2a dan panjang sumbu minor = 2b.
3) Sumbu simetri elips adalha sumbu mayor dan sumbu minor. Sumbu
mayor dan sumbu minor berpotongan di titik pusat elips.
4) Sumbu mayor dan sumbu minor berpotongan dengan elips di
puncak-puncak elips. Dalam gambar 2.34 (a), yang merupakan
puncak elips adalah titik A (a,0), A(-a, 0), B(0, b), dan B(0, -b).
5) Perbandingan jarak dari suatu titik pada elips ke titik focus dengan
garis direktriks disebut eksentrisitas, disingkat e.
Besarnya eksentrisitas (e) adalah
c
e=
dengan 0 < e < 1.
a
a 2b2
Karena c = a2b 2 , maka e =
a

Contoh 31

Diketahui persamaan elips adalah 9x2 + 25 y2 = 225


Tentukan titik-titik puncak elips, dan titik-titik fokusnya, kemudian
sketsalah elips tersebut!
Jawab :
9x2 + 25y2 = 225
2

9x
225

x
25

25 y
225
2

y
9

=1

=1

Sehingga diperoleh
a2 = 25 a = 5
b2 = 9 b = 3
Jadi puncak-puncak elips adalah A (5, 0),
A (-5, 0), B(0,3), dan B (0, -3).
Pada elips berlaku hubungan c2 = a2 b2, sehingga
c2 =25- 9 =16 c = 4
Jadi, focus elips adalah F1 (-4, 0) dan F2 (4,0).
Sketsa elipsnya tampak dalam gambar 2.35

Gambar 2.35

2. Persamaan Elips yang Pusatnya di (p, q)


Perhatikan gambar 2.39 yang memperlihatkan sebuah elips dengan
pusat di (p, q). F1 dan F2 merupakan focus dengan koordinat (p + c, q)
dan (p c, q).
Titik-titik A, A, B, dan B merupakan puncak-puncak elips dengan
koordinat A (p + a, q)
A (p a, q), B (p, q + b), dan B (p, q b).
Persamaan elips pada gambar 2.39 adalah
p
q
x
y

+
=1
2
2

Contoh 35
Diketahui elips dengan persamaan x2 + 4y2 -2x 16y + 13 = 0
Tentukanlah
a. Pusat elips
b. Sumbu mayor dan sumbu minor
c. Koordinat titik focus
d. Koordinat titik puncak
e. Sketsa grafiknya
Jawab :
Ubahlah persamaan x2 + 4 y2 2x 16y + 13 = 0 ke dalam bentuk
p
q
x
y

+
=1, sebagai berikut :
2
2

x2 + 4y2 2x 16y + 13 = 0
x2 2x + 1 + 4y2 16y + 16 4 = 0
(x2 2x + 1) + (4y2 16y + 16) =4
( x 22 x +1)
4( y 24 y+ 4)

+
=1
4
4
2
2
x1
y2

+
=1

Dari persamaan terakhir, diperoleh a = 2, b = 1, p = 1 dan q = 2.


Sehingga dpaat ditentukan
a. Pusat elips di (p, q) adalah (1, 2)
b. Sumbu mayor 2 a adalah 4 dan sumbu minor 2 b adalah 2
c. C = a2b 2 , = 2212 , = 3

Koordinat F

(p + c, q) dan F 2 (p c, q) adalah F 1 (1 +

3, 3 dan

F2 (1 - 3, 2)
d. Koordinat titik puncaknya A (p + a, q), A(p-a, qA), B(p, q+ b), dan
B(p, q-b) adalah A(3,2), A(-1,2), B(1,3) dan B(1,1).
e. Sketsa grafiknya tampak pada gambar 2.40

Gambar 2.40
Persamaan elips dengan pusat di (p, q) yang lalin diperlihatkan di
dalam gambar 2.41.

Gambar 2.41
Koordinat titik fokusnya F1 (p, q + c) dan F2 (p, q c). Koordinat titik
puncaknya A (p, q + a), A(p, q a), B(p + b, q) dan B(p-b, q).
Persamaan elips ini adalah.
x p 2
y p 2

+
=1

Diketahui elips dengan persamaan 4x2 + y2 -8x 4y + 4 = 0


Tentukanlah :
a. Pusat elips
b. Sumbu mayor dan sumbu minor
c. Koordinat titik fokus
d. Koordinat titik puncak
e. Sketsa grafiknya
Jawab :
4x2 + y2 -8x 4y + 4

=0

4x2 8x + 4 + y2 4y + 4 4

=0

(4x2 8x + 4) + (y2 4y + 4)

=0

4( x22 x +1)
4

x1

( y 24 y +4 )
4

+
y2

=1

=1

Dari persamaan terakhir , diperoleh b = 1, a = 2, p = 1 dan q = 2


Sehingg adapat ditentukan:
a. Pusat elips di (p, q) adalah (1,2).
b. Sumbu mayor 2 a adalah 4 dan sumbu minor 2b adalah 2.
c. c = a2b 2 =
2212 = 3 , koordinat titik fokusnya F1 (1, 2
+ 3 ) dan F2 (1, 2 - 3 ).
d. Koordinat titik puncaknya A (p, q + a), A (p, q a), B(p + b, q), dan
B (p b, q) adalah A (1, 4), A (1, 0), B (2,2) dan B (0, 2).
e. Sketsa grafiknya tampak di dalam gambar 2.42

Gambar 2.42
3. Perpotongan antara Garis dengan Elips
Perhatikan gambar 2.43 yang memperlihatkan kedudukan sebuah garis
lurus terhadap elips.

Gambar 2.43

Bila persamaan garis h adalah y

adalah

= mx + n dan persamaan elips

x2 y2
+
=1, maka dari kedua persamaan tersebut
a2 b2

diperoleh
2
x 2 (mx+n)
=1
+
a2
b2
b2x2 + a2 (m2x2 + 2mx + n2 )
=a2b2
2
2
2
2
2
2
2 2
(b + a m )x + 2mna x + (a n a b ) = 0
(b2 + a2m2)x2 + 2a2mnx + a2 (n2 b2) = 0
Persamaan terakhir merupakan persamaan

kuadrat

dalam

x.

Diskriminan persamaan ini adalah :


D = (2a2mn2) 4 (b2 + a2m2)a2 (n2 b2)
D = 4a4m2n2 4a2 (b2 n2 b4 + a2m2n2 a2b2m2)
D = 4a4m2n2 4a2 b2 n2 + 4a2m2n2 4a2b2m2 + 4a2b2m2
D = 4a2 b2 (n2 b2 + a2m2)
Kedudukan garis h terhadpa elips ditentukan oleh nilai diskriminan di
atas, sebagai berikut.
a.
Jika D < 0, maka garis h tidak memotong maupun menyijnggung
b.
c.

elips (lihat gambar 2.43(a)).


Jika D = 0, maka garis h menyinggung elips (lihat gambar 2.43 (b)).
Jika D > 0, maka garis h memotong elips di dua titik yang berbeda

(lihat gambar 2.43 (c)).


4. Persamaan Garis Singgung dengan gradient m pada Elips
x2 y2
+ 2 =1, maka
Jika garis h : y = mx + n menyinggung elips
2
a b
besarnya

diskriminan

0.

Kita

sudah

mengetahui

bahwa

diskriminan dari persamaan kuadrat yang dihasilkan oleh kedua


persamaan di atas adalah D = -4a 2b2 (n2-b2 a2m2), sehingga diperoleh
-4a2b22 (n2-b2 a2m2) = 0
n2 - b2 a2m2 = 0
n2 = b2 + a2m2
n = a2 m2 +b 2

Jadi, persamaan garis singgung pada elips

x2 y2
+
=1 dengan gradient
a2 b2

m didefinisikan dengan persamaan :


y = mx a2 m2 +b 2
5. Persamaan Garis singgung melalui sebuah titik pada elips
Perhatikan gambar 2.44 yang memperlihatkan sebuah garis h yang

x2 y2
+
=1 di titik P (x1, y1).
a2 b2
Karena garis h melalui titik P (x1, y1), maka persamaan garis h adalah
y y1 = m (x x1)
(32)
Secara geometri gradient garis singgung di titik P (x 1, y1) pada elips
menyinggung elips

didefinisikan dengan persamaan


dy
m=
dx ( x 1, y 1)

Dengan mengambil diferensial pada elips


d

x2 y 2
+
a2 b 2

= d (1)

( )
x
a2

x2 y2
+
=1
a2 b2

+d

( )

y
b2

=0

2x
2y
dx +
=0
2
2
a
b
2y
2x
dy = dx
2
b
a2
2x
dy
b2
=dx
a2
2y
2
dy
x
b
=
2
dx
y
a

Diperoleh gradient garis singgung pada elips


adalah
2
dy
x
b
m=
=
2
dx ( x 1, y 1)
y
a
dari persamaan (32) dan (33), diperoleh
x
b2
y y1 = (x x1)
2
y
a
a2yy1 a2y12 = -b2xx1 + b2 x12

x2 y2
+ 2 =1 di titik (x1, y1
2
a b

a2yy1 + b2xx1 = a2y12 + b2x12


2
2
xx 1
yy 1
y1
x1

+
=
+
2
2
a2
b2
b
a
2
2
xx 1
yy 1
x1
y1

+
= 2 +
2
2
2
a
b
a
b
Titik P (x1, y1) terletak pada elips
2

x1
a

(34)
x2 y2
+
=1, maka berlaku
a2 b2

y1
b

=1

(35)

Dari persamaan (34) dan (35) diperoleh


xx 1
a2

yy 1
b2

Jadi, persamaan garis singgung elips

x2 y2
+
=1 di titik P (x1, y1)
a2 b2

didefinisikan dengan persamaan.


xx 1
yy 1
+
2
a
b2

D. HIPERBOLA
1. Persamaan Hiperbola dengan Pusat di O(0,0)
Perhatikan gambar 2.45, yakni sebuah hiperbola yang berpusat di O (0,
0).
Gambar 2.45
Jika kita menentukan dua titik tertentu, yang dinamakan fokus, di F 1 (c, 0) dan F2 (c, 0) dan jika konstanta tersebut sama dengan 2a, maka
sebuah titik P (x, y) terletak pada hiperbola itu jika dan hanya jika
x+ c 2+ y 2
x+ c 2+ y 2
= 2a +

2
2
2
2
x+ c + y
x+ c + y

2 a+

x+ c + y
(x + c) + y
= 4a + 4a
+ (x c)2 + y2

2
2
x+ c + y
2
2
2
2
x + 2cx + c + y = 4a + 4a
+ x2 2xc + c2 + y2

2
2
x+ c + y
4a
= -4a2 + 4cx

2
2
x+ c + y
a
= -a2 + cx

2
2
x+ c + y
2
(a
= (a2 + cx)2
()

a2 ((x c)2 + y2 ) = a4 2a2cx + c2x2


a2 (x2 2cx + c2+ y2) = a4 2a2cx + c2x2
2

a2x2 2a2cx + a2c2+ a2y2 = a4 2a2cx + c2x2


(a2 c2)x2 + a2y2 = a4 a2c2
(c2 a2) x2 a2 y2 = a2(c2 a2)

c
( 2a2)
=1
(36)
y2

Karena c > 0, maka c 2 > a2 , sehingga c2 a2 > 0 . Misalkan kita


2

x
2
a

tentukan c2 a2 = b2, sehingga persamaan (36) menjadi


x2 y2
+
=1
(37)
a2 b2
Persamaan di atas adalah persamaan hiperbola
Sifat-sifat hiperbola:
a. Perpotongan antara sumbu koordinat dengan hiperbola disebut
puncak. Koordinat-koordinat puncak persamaan hiperbola (37)
adalah (-a, 0) dan (a, 0).
b. Ruas garis yang menghubungkan kedua fokus disebut sumbu
mayor. Pada gambar 2.45 sumbu mayornya adalah AA, yang
panjangnya 2a.
c. Ruas garis yang melalui titik pusat hiperbola dan memotong tegak
lurus sumbu mayor disebut sumbu minor. Pada gambar 2.45 sumbu
minornya adalah BB yang panjangnya 2b.

d. Sumbu simetri persamaan hiperbola (37) adalah sumbu X dan


sumbu Y. Sumbu simetri yang melalui F 1 dan F2 disebut sumbu
utama atau sumbu nyata. Sumbu simetri yang melalui titik tengah
F1 dan F2 serta tegak lurus sumbu mayor disebut sumbu sekawan
atau sumbu imajiner
e. Persamaan hiperbola (37) mempunyai asimtot :
b
b
y=
x dan y = x
a
a
Perhatikan gambar 2.46.
Garis g dan h adalah garis asimtot
b
g:y=x
a
b
h:y=
x
a
terlihat bahwa garis g dan h membatasi daerah grafik dari masingmasing cabang hiperbola.
2. Persamaan Hiperbola dengan Pusat di (p,q)
Perhatikan gambar 2.51 yakni sebuah hiperbola dengan pusat di (p,q)
Persamaan hiperbola dalam Gambar 2.51 adalah
x p

yq

Hiperbola ini mempunyai sifat:


a. Koordinat titik puncaknya A(p +a, q) dan A(p a,q)
b. Koordinat fokusnya F1 (p + c, q) dan F2 (p c,q)
c. Koordinat titik ujung sumbu minor (p, q + b) dan (p, q b)
d. Persamaan asimtotnya adalah
b
b
( x p ) +q dan h : y ( x p ) +q
g:y=
a
a
Contoh 44

Diketahui hiperbola dengan persamaan

x3

y2

Tentukan :
a. Koordinat titik pusat
b. Koordinat titik puncak
c. Koordinat titik focus
d. Koordinat ujung sumbu minor
e. Persamaan asimtot
f. Sketsalah Grafiknya
3. Perpotongan antara garis dengan hiperbola
Diketahui hiperbola dengan persamaan
x2 y2
2 =1
(38)
2
a b
Dan garis h dengan persamaan
y = mx + n
(39)
Jika persamaan (39) disubtitusikan ke dalam persamaan (38), diperoleh
mx+n

x2

2
a

b2x2 a2 (m2x2 + 2mnx + n2) a2 b2


=0
2
2
2
2
2
2
2
2

(b a m )x 2a mnx a (n + b )
=0
Persamaan yang terkahir merupakan persamaan kuadrat dalam x.
Diskriminan dari persamaan ini adalah
D = (-2a2mn)2 4 (b2 a2m2) (-a2 (n2 + b2))

D = 4a4 m2n2 + 4a2 (b2n2 + b4 a2 m2n2 a2b2m2)

D = 4a2b2 (n2 + b2 a2m2)


Kedudukan garis h terhadap hiperbola ditentukan oleh nilai D di atas,
sehingga ada tiga kemungkinan hubungan antara garis h dengan
hiperbola, seperti diperlihatkan dalam Gambar 2.55

Gambar 2.55
Gambar 2.55 (a)

menunjukkan bahwa garis h tidak memotong

maupun menyinggung hiperbola. Hal ini terjadi bila D < 0/


Gambar 2.55 (b) menunjukkan bahwa garis h menyinggung hiperbola.
Hal ini terjadi bila D = 0.
Gambar 2.55 (c) menunjukkan bahwa garis h memotong hiperbola di
dua titik yang berbeda. Hal ini terjadi bila D > 0.
4. Persamaan Garis singgung dengan gradient m pada Hiperbola
Jika garis h menyinggung hiperbola, maka diskriminan D = 0, sehingga
4a2b2 (n2 + b2 a2m2) = 0

n2 + b2 a2m2
=0
2
2
2
2

n =am n

n = a2 m2 b2
Jadi persamaan garis singgung dengan gradient m pada hiperbola

x2 y2
=1
didefinisikan dengan persamaan
a2 b 2
Y = mx a2 m2 b2
Contoh 47
Tentukan persamaan garis singgung dengan gradient 1 pada hiperbola
x2
y2
=1
100 64
Jawab :
2
2
x
y
, maka a2 = 100, b2 = 64
=1
100 64
Gradien m = 1
Persamaan garis singgungnya adalah :
Y = mx a2 m2 b2

y = x 100.164

y = x 36

Y=X6
5. Persamaan Garis singgung melalui sebuah titik pada hiperbola
Dari gambar 2.56 tampak sebuah garis h yang menyinggung hiperbola
x2 y2
=1 di titik P (x1, y1)
a2 b 2
Garis h melalui titik (x1, y1) sehingga persamaan garis h adalah

y - y1 = m (x x1)

(40)

dy
dx ( x 1, y 1)
Diferensialkan persamaan hiperbola sebagai berikut :
Kita mengetahui bahwa m =

Gambar 2.56
2
2
x y
2 =d (1)
d
2
a b

x2

a2

( )

2x
dx a2
2y
dy
2
b
dy
dx
dy
dx

( )

2y
dy
b2
=
=
=

y2
=0
b2
=0
2x
dx
2
a
2x
b2
2
a
2y
2
b x
a2 y

Sehingga gradient garis singgung pada hiperbola


(x1, y1) adalah
b2 x 1
m=
a2 y 1
dari persamaan (4) dan (41), diperoleh
b2 x 1
y y1 =
(x x1)
a2 y 1

a2yy1 a2y12
= b2xx1 b2 x12

a2yy1 b2xx1
= a2y1 b2 x12
2
2
yy 1 xx 1
y1 x1

=
2
2
2
2
b
a
b a
2
2
xx 1 yy 1
x1 y1

2
2
b
a2
a b
Titik P (x1, y1) terletak pada hiperbola

x2 y2
2
2
a b

= 1 di titik

(41)

(42)
x2 y2

a2 b 2

x 21 y 21
=1

a2 b 2
Dari persamaan (42) dan (43), diperoleh

= 1, maka berlaku
(43)

xx 1 yy 1
2
2
a
b

=1

Jadi persamaan garis singgung hiperbola

x2 y2

a2 b 2

= 1 di titik (x1, y1)

di definisikan dengan persamaan


xx 1 yy 1
2
=1
2
a
b
6. Persamaan Garis singgung melalui sebuah titik di luar hiperbola
Contoh 49
2
2
x
y
Tunjukkan bahwa titik P(0,0) terletak di luar hiperbola
=1
9 4
Tentukan persamaan garis singgung pada hiperbola tersebut yang
melalui titik P.
Jawab:
Subtitusikan titik P (0,0) pada hiperbola

x
y
=1 , di dapat
9 4

02 0 2
<1 . Ini artinya titik P terletak di luar hiperbola.
9 4
Misalkan persamaan garis singgung yang melalui titik P(0,)) dengan
gradien m, adalah y 0 = m (x 0)
y = mx
(a)
Persamaan hiperbolanya
x2 y2
=1
9 4
4x2 9y2 36 = 0

(b)

Subtitusikan persamaan (a) ke (b), diperoleh


4x2 9y2 36 = 0

4x2 9m2x2 36 = 0

(4-9m2) x2 36 = 0

Diskriminan dari persamaan terakhir di atas adalah


D = 02 4 (4 9m2) (-36) = 576 1296 m2
Karena garis menyinggung hiperbola, haruslah D = 0, sehingga
576 1296 m2 = 0

1296 m2 = 576

m=

576
24
2
= =
1296
36
3
2
3

Persamaan garis singgung untuk m =

sedangkan untuk m = -

2
3

adalah y = -

2
3

adalah y =

2
3

LATIHAN ULANGAN BAB 2


A. Pilihlah satu jawaban yang benar!
1. Persamaan lingkaran yang titik pusatnya P(-5, 4) dan melalui titik Q (2,
-3) adalah..
a. x2 +y2 + 5x 4y + 57 = 0
b. x2 + y2 10x + 8y + 9 = 0
c. x2 + y2 -10x + 8y -9 =0
d. x2 + y2 + 10x 8y -57 = 0
e. x2 + y2 + 10x 8y + 57 = 0
2. Lingkaran yang titik pusatnya P (-3, 4) dan menyinggung garis 6x 8y
+ 25 = 0 mempunyai jari-jari r = ..satuan.
1
a.
10
1
b. 2
2
c. 5
3
d. 7
10
e. 10
3. Diketahui titik A(1, 1) dan B (5, 7). Persamaan lingkaran yang
diameternya AB adalah .
a. x2 + y2 6x 8y 27 = 0
b. x2 + y2
4. Diketahui garis g dengan persamaan 2x + y = 2. Persamaan lingkaran
yang menyinggung garis g di titik (1, 0) dan berjari jari 25 adalah .

a. x2 + y2 + 10x + 4y + 9 = 0

d. x2 + y2 + 10x +4y

9=0
b. x2 + y2 10x -4y + 9 = 0

e. x2 + y2 4x 10y +9

=0
c. x2 + y2 10x 4y 9 = 0
5. Persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 4x +6 45 = 0
a.
b.
c.
6.

melalui titik P (_1, 4) adalah .


3x 7y 31 = 0
d. 7x 3y 31 = 0
3x 7y + 31 = 0
e. 7x 3y + 31 = 0
7x + 3y 31 = 0
Persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 + 8x + 6y = 0

melalui titik (0, 0) adalah .


a. 4x 3y = 0
d. 2x 3y = 0
b. 3x 4y = 0
e. 3x +4y = 0
c. 4x +3y = 0
7. Persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 = 24 yang di tarik
dari titik P pada lingkaran itu dengan ordinat 4 di daerah kuadran III
adalah .
a. x 2 + 2y + 12 = 0
d. x + y 2 6 = 0
b. x2 + 2y 12 = 0
e. 2x + y2 + 12 = 0
c. x + y 2 + 6 = 0
8. persamaan parabola dengan titik puncak ( 2,-3) melalui titik (4,1) dan
sumbu simetrinya sejajar sumbu x adalah
a. y 2 + 6y 8x 25 = 0
b.

=0
y 2 + 6y 8x + 25 = 0

d.

y 2 + 6y 2x + 13

e.

y 2 + 6y 2x + 13

=0
c. y 2 - 6y 2x + 13 = 0
9. Koordinat titik fokus parabola (2x 3)2 = 16 (y 2) adalah.
1
1
a. ( , 1)
d. (1 , 1)
2
2
1
1
b. ( , 3)
e. (1 , 4)
2
2
1
c. (1 , 3)
2

10.

Parabola dibawah ini titik fokusnya di (0,3). Persamaannya

adalah
Gambar parabola
a. (y + 3)2 = -8(x +2)
b. (y 3)2 = 8(x 2)
c. (y 3)2 = -8(x 2)
d. (x 2)2 = -8 (y 3)
e. (x + )2 = 8 (y + 3)
11.
Persamaan parabola

yang titik

puncaknya

(6,0) dan titik

fokusnya (0,0) adalah


a. y2 = -24 x + 144
d. y2 = 36 x - 216
b. y2 = 24x 144
e. y2 = 4x - 24
2
c. y = -36x + 216
12.
Titik fokus parabola y2 -12 x 4y + 16 = 0 adalah
a. (5,1)
b. (4,2)
c. (-1,1)
d. (-2,2)
e. (1,2)
13.
Bentuk umum persamaan irisan kerucut Ax 2 + Bxy + Cy2 + Dx +
Ey + F = 0 akan berbentuk persamaan parabola yang menghadap ke
kiri apabila
a. A = 0 dan B = 0
b. A = B = 0, C > 0 dan D > 0, atau C < 0 dan D < 0
c. A = 0, C > 0, D < 0
d. B = C = 0, A > 0 dan E > 0 atau A < 0 dan E < 0
e. B = C = 0, A > 0 dan E < 0
14.
Persamaan garis singgung pada parabola y 2 8x 4y + 12 = 0 di
titik (3, 6) adalah
a. X y + 3 = 0
b. 2x y = 0
c. X 2y + 9 = 0
d. X + y 9 = 0
e. 3x + y 15 = 0
15.
Persamaan garis singgung pada parabola y2 8x 6y + 1 = 0
yang tegak lurus pada garis x + 2y = 0 adalah
a. 4x 2y + 10 = 0
b. 6x 3y + 2 = 0

c. 2x y + 8 = 0
d. 2x y + 6 = 0
e. 8x 4y + 5 = 0
16.
Elips dengan titik titik puncak (27,2), (-23,2), (2,9) dan (2,-5)
persamaannya adalah
2
2
x
y
+
a.
=1
2
2

2
2
x
y

b.
+
=1
2
2

2
2
x
y

c.
+
=1
2
2

2
2
x
y

d.
+
=1
2
2

2
2
x+
y +

e.
+
=1
2
2

17.
Persamaan garis singgung pada elips x 2 + 9y2 = 9 di titik (2,
1
5
3
a. 2x
b. 2
c. 2x
d. 2x
e. 3

) adalah
+2
5 y
+4
+3
5 y

5 y = 9

+ 2y = 9
5
y =9
5 y = 9
+ 2y = 9

18.

Persamaan irisan kerucut Ax2 +Bxy + Cy2 + Dx + Ey + F = 0,

akan berupa persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu x


atau y jika
a. A = C, B = 0
b. A = B = 0
c. A > 0, C > 0, A > C, B = 0
d. A > 0, C < 0, B = 0
e. A C , B 0.
19.

Persamaan hiperbola dengan pusat (0,0) asimtotnya Y =

dan Y =-

3
4

3
4

x. Panjang sumbu imajiner = 9 dan fokusnya pada

sumbu x adalah
a. X2 y2 =81
b. 100x2 81y2 = 8100
c. 81 x2 100y2 = 8100
d. 144x2 -81y2 = 1166y
e. 81x2 144y2
20.
Persamaan garis singgung hiperbola x2 y2 = 9 di titik (5,4)
adalah
a. 2 x y = 6
b. 3x 2y = 7
c. X y = 7
d. 5x 4y = 9
e. X 24 = -3
B. Kerjakan dengan singkat dan tepat!

1. Jika garis y =

4
x+
3

p menyinggung lingkaran x2 + y2 8x 9 = 0 .

Tentukanlah nili-nilai p yang mungkin!


2. Tentukanlah persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 6x
36 = 0 yang tegak lurus pada garis 2x 3y + 10 = 0.
3. Tentukanlah koordinat titik focus parabola (2x + 3)2 = 16 (y + 2)
4. Tentukanlah koordinat titik titik fokus elips 25x 2 + 9y2+ 100x 72y +
19 = 0

5. Tentukan persamaan asimtot hiperbola 9x2 16 y2 + 18x + 64 y 199


= 0.