Anda di halaman 1dari 36

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 

DinaMika Untuk Kemajuan Sivitas Akademika

FOKUS
Selamat Datang
Fakultas Baru
UIN Jakarta mendirikan FISIP. Fakultas baru ini
mengasuh tiga program studi dan tetap berciri-
kan keislaman.
BACA ULASAN LENGKAPNYA di Halaman 3

7 Prof Dr Bahtiar Effendy


Mengharap Demokrasi 32
di Indonesia Ditata Ulang
Demokrasi baru bermakna jika para penyelenggara
negara, yang dipilih melalui pemilu yang demokratis itu,
menghasilkan kebijakan-kebijakan relevan untuk rakyat.

11 Dr Jamhari
FISIP Akan Menjadi Ikon Kajian
Zaskia Adya Mecca
Politik Islam di Tanah Air
FISIP ini penting karena di dunia Islam kajian politik Berpikir Positif
Islam sangat masih rendah bahkan bisa dikatakan
kuliah atau kajian politik Islam di beberapa perguruan
pada Mahasiswa
tinggi Islam belum menyentuh pada kajian empirik.

Indeks Edisi 05/Tahun II/2009

SALAM REDAKSI “FITK Siap Lahirkan Guru Andal Peradilan Agama


1
2 KALAM dan Profesional” 29 SOSOK
FISIP 21 SEPUTAR KAMPUS Dr. Syopyansyah Jaya Saputra
3 FOKUS LPJM Genjot Mutu Universitas Mimpi Mewujudkan Pusat Keunggulan
Selamat Datang Fakultas Baru 23 WACANA ICT di Indonesia
Prof Dr Bahtiar Effendy: Amri Rasyidin: Aspek Penge-
lolaan Keuangan pada PTN 33 APA DAN SIAPA
“FISIP Bisa Jadi Fakultas
Andalan” Berstatus BHP Zaskia Adya Mecca
17 WAWANCARA KHUSUS 28 RESENSI BUKU Faris Kaya
Prof Dr Dede Rosyada: Menyongsong Masa Depan Bassam Tibi

 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


gu

Dari Redaksi

DinaMika
Majalah DinaMika Jumat, 4 September 2009, sore suasana kantor redaksi tak
Untuk Kemajuan Sivitas Akademika
Izin Terbit
seperti biasanya. Selain menggelar rapat rutin, juga sekaligus
SK Rektor No. 031 Tahun 2007 buka puasa bersama ”ala kadarnya”. Meski acara berbuka puasa
Penerbit Ramadhan bukan hal baru, namun suasana sore itu sedikit is-
Bagian Sistem Informasi timewa dengan kehadiran seluruh kru redaksi. Biasanya, di rapat-
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta rapat biasa, tidak semua kru redaksi itu hadir. Selain soal kesibu-
kan pribadi ada kalanya sebagian dari mereka masih berada di
lapangan untuk mengejar narasumber.
Pelindung:
  Maklumlah, di kantor redaksi UIN Net sekarang, kami tak
Prof Dr Komaruddin Hidayat
(Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
hanya menerbitkan DINAMIKA, tapi ada empat media lain yang
Pengarah:
kami garap, yakni Berita UIN, UIN News, Akhbar Al-Jami’ah dan
Dr Jamhari MA
UIN Online. Lima media itu masing-masing terbit dengan berka-
Prof Dr Amsal Bakhtiar MA la yang berbeda. DINAMIKA terbit dua bulanan, Berita UIN, UIN
Prof Dr Ahmad Thib Raya MA News, Akhbar Al-Jami’ah terbit bulanan, dan UIN Online harian. 
Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA Nah, dari kelima media itu, kru redaksi ditangani oleh orang-orang
Drs H Abdul Malik MM yang sama, meliputi 15 tenaga redaksional, seorang sekretaris,
Drs. H Hamid Sholihin MPd tiga distributor, satu desainer, dan satu web master.
Drs H Abd Shomad   Untuk menggarap masing-masing penerbitan itu beberapa
Penanggung Jawab: di antaranya dilakukan oleh orang yang berbeda. Misalnya un-
Drs Nurul Jamali MSi tuk UIN News (edisi bahasa Inggris) atau Akhbar Al-Jami’ah (edisi
Pemimpin Redaksi: bahasa Arab) dikerjakan oleh tenaga khusus yang memiliki ke-
Nanang Syaikhu ahlian dalam bahasa tersebut. Untuk edisi bahasa Inggris mis-
Redaksi Pelaksana: alnya, ada Ulfatussyarifah dan Irma Wahyuni sebagai reporter
Moh Hanifudin Mahfuds serta Elve Octafiyani selaku editor. Sementara edisi bahasa Arab,
Staf Redaksi: ada Mamduh Tirmizi sebagai reporter dan Amany Lubis selaku
Akhwani Subkhi, Elly Afriani, editor.
Luthfi Destianto, Humaidi, Ainurrahman   DINAMIKA sendiri, selain memanfaatkan tenaga organik, kami
Lay Out & Design: juga dibantu oleh beberapa tenaga dari luar, seperti Ainurrahman
Saumiere dan Humadi AS. Meski demikian, keduanya bukan orang asing.
Fotografer: Mereka sebelumnya juga pernah menjadi reporter di UIN Net,
Fuqaha pengelola penerbitan UIN Jakarta.
Sekretaris Redaksi:   Namun, banyaknya tim diakui tak berarti tak ada kendala.
Hery Juliadi Maklum, sebagian besar dari mereka masih berstatus mahasiswa
Tata Usaha: dan dosen alias tenaga ”outsourcing”. Karena itu, wajar jika ada
Evanauli Aprilia beberapa media yang kami terbitkan sering mengalami kendala
Azizah tidak terbit atau terbit tapi terlambat, termasuk DINAMIKA kesay-
Yuyun Yuliana angan Anda.
Distributor:
  Ibarat pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama
Andi Lala
sekali, semoga kehadiran DINAMIKA edisi kali ini bisa menjadi
Alamat Redaksi:
pelipur lara kehausan Anda untuk mendapatkan informasi ke-
Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
giatan di kampus UIN Jakarta. Selamat membaca. []
Jl. Ir. Juanda No. 95 Ciputat 15412,
 
Jakarta Selatan Telp. (021) 7401925
Redaksi
Ext. 1806 Fax: (021) 7402982
Website: www.uinjkt.ac.id
E-Mail: red_din@yahoo.co.id

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 


Kalam

Nanang Syaikhu
Pemred DINAMIKA

FISIP
U
IN Jakarta mendirikan Fakultas Ilmu Sosial di gedung sementara Fakultas Psikologi kampus II
dan Ilmu Politik (FISIP). Fakultas baru ini dilun- Pisangan.
curkan bersamaan dengan pengukuhan Prof Berdirinya FISIP sudah seyogyanya kita sam-
Dr Bahtiar Effendy –yang kemudian menjadi dekan but dengan sukacita sekaligus menaruh harapan.
pertama FISIP—sebagai guru besar bidang ilmu Harapan itu setidaknya kehadiran FISIP akan mem-
politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di Auditorium perteguh cita-cita UIN Jakarta sebagai universitas
Utama pada 27 Juni 2009. FISIP UIN memiliki tiga kelas dunia (world class university). Meski secara
program studi (prodi), yakni Hubungan Internasional, personal FISIP telah memiliki sejumlah sumberdaya
Ilmu Politik, dan Sosiologi. manusia mumpuni dalam bidang ilmu politik, baik
Dari segi nomenklatur, FISIP UIN sebenarnya tak pada tingkat nasional maupun internasional, na-
berbeda jauh dengan FISIP di sejumlah universitas mun secara kelembagaan belum banyak diharap-
ternama. Namun, secara substantif, FISIP UIN me- kan. Hal itu wajar mengingat usia FISIP yang baru
miliki distingsti tersendiri terutama dari segi dasar- seumur jagung jelas masih membutuhkan pembe-
dasar keislaman. Dasar-dasar ini diharapkan akan nahan di sana-sini.
menjadi landasan etik-normatif keilmuan, sehingga Prof Dr Bahtiar Effendy, dekan pertama FISIP
tidak terjadi dikotomi antara ilmu-ilmu umum dan periode 2009-2013 yang dilantik Rektor Prof Dr
ilmu-ilmu agama. Dengan dasar itu pula lulusan FISIP Komaruddin Hidayat pada 27 Agustus 2009 lalu,
UIN akan lebih bertanggung jawab dalam mengem- sempat menyatakan optimis bahwa FISIP akan
ban amanah, baik sebagai sarjana ilmu sosial mau- menjadi fakultas andalan di UIN Jakarta. Sikap
pun ilmu politik, di tengah masyarakat kelak. optimistik Bahtiar didasari oleh setidaknya tiga
Dari sisi historis, kelahiran FISIP memang terbi- alasan. Pertama, FISIP memiliki modal dasar yang
lang ”unik”. Diawali dengan berdirinya sejumlah pro- cukup dari sisi sumberdaya manusia. Kedua, jum-
di serumpun di beberapa fakultas. Prodi Hubungan lah umat Islam yang besar di Indonesia merupakan
Internasional di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial kesempatan emas dan Islam akan menjadi elemen
(kini Fakultas Ekonomi dan Bisnis), sementara pokok dalam perkembangan perpolitikan nasional.
Prodi Ilmu Politik (sebelumnya Pemikiran Politik Kedua, banyaknya partai Islam yang memungkin-
Islam) dan Prodi Sosiologi (sebelumnya Sosiologi kan lulusan FISIP dapat berpartisipasi secara aktif
Agama) berada di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. dalam kehidupan politik praktis.
Dua prodi lain yang disebut-sebut bakal digandeng Ketiga alasan itu memang diyakini sebagai fak-
FISIP, yakni Prodi Ketatanegaraan Islam (Siyasah tor dominan yang akan turut memberi peluang
Syar’iyyah) di Fakultas Syariah dan Hukum serta bagi FISIP sebagai fakultas baru di UIN Jakarta.
Prodi Kesejahteraan Sosial di Fakultas Dakwah dan Apalagi FISIP UIN sangat distingtif sehingga mam-
Komunikasi, tiba-tiba menjadi batal ikut. pu berkompetisi dengan FISIP di universitas lain.
Kini dengan berdirinya FISIP, UIN Jakarta memiliki Namun, harapan dan peluang itu saja tentu tidak
11 fakultas program pendidikan S1, lima fakultas cukup. Yang tak kalah penting bagaimana FISIP dan
umum dan enam fakultas agama. Bersamaan lulusannya diharapkan lebih berperan dalam upaya
dengan fakultas lain, FISIP mulai tahun akademik membangun kehidupan politik nasional yang lebih
2009/2010 ini telah membuka perkuliahan sendiri demokratis, etis, dan berkeadaban. Semoga.[]  
 
 
 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika
Fokus

Selamat Datang
Fakultas Baru
UIN Jakarta mendirikan FISIP. Fakultas baru ini
mengasuh tiga program studi dan tetap bercirikan
keislaman.

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 


Fokus

T
epuk tangan riuh di Audito- luncurkan fakultas baru: Fakultas fakultas yang sebelumnya sudah
rium Utama saat Prof Dr Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tak lama berdiri.
Bahtiar Effendy resmi diku- seperti acara inti pengukuhan, Prodi Hubungan Internasional
kuhkan sebagai guru besar bidang peluncuran FISIP dilakukan se- (HI), berasal dari Fakultas Ekonomi
ilmu politik Fakultas Ushuluddin cara sederhana. Pembantu Rektor dan Ilmu Sosial (kini Fakultas
dan Filsafat (FUF), Sabtu, 27 Bidang Akademik Dr Jamhari mem- Ekonomi dan Bisnis), Prodi
Juni 2009. Acara pengukuhan bacakan Surat Keputusan (SK) Pemikiran Politik Islam (PPI) dan
pria kelahiran Ambarawa, Jawa Rektor bernomor 162 Tahun 2009 Prodi Sosiologi Agama (SA) dari
Tengah, itu dihadiri sejumlah to- tentang pendirian FISIP sekaligus Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
koh politik nasional. Antara lain mengumumkan jumlah program (FUF), Prodi Ketatanegaraan Islam
mantan Ketua DPP Partai Golkar studi (prodi) yang diasuhnya. (KI) atau Siyasah Syar’iyyah dari
Akbar Tanjung, Presiden Partai Dalam SK yang ditandatangani Fakultas Syariah dan Hukum (FSH),
Demokrasi Kebangsaan Ryaas Rektor UIN Prof Dr Komaruddin dan Prodi Kesejahteraan Sosial
Rasyid, Ketua Partai Hanura Fuad Hidayat itu, disebut ada lima (Kessos) dari Fakultas Dakwah dan
Bawazir, dan Menteri Negara prodi yang bakal dibawa ger- Komunikasi (FDK).
BUMN Sofyan Djalil. Juga tampak bong FISIP. Kelima prodi itu Hanya saja, dari lima prodi yang
mantan Ketua PP Muhammadiyah adalah Hubungan Internasional, akan jadi andalan FISIP, dua prodi
Ahmad Syafi’i Maarif dan mantan Sosiologi Agama, Pemikiran Politik tiba-tiba harus batal ikut, yakni
Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Islam, Kesejahteraan Sosial, dan Prodi KI dan Prodi Kessos. Dengan
Ashshiddiqy. Ketatanegaraan Islam (Siyasah demikian, hanya PPI, SA, dan HI
Selain acara pengukuhan, mo- Syar’iyyah). Prodi-prodi itu bukan yang kemudian resmi berpisah dari
men itu juga digunakan untuk me- baru melainkan diambil dari empat induknya dan bergabung ke FISIP.

Prof Dr Bahtiar Effendy saat dikukuhkan menjadi guru besar bidang ilmu politik Fakultas Ushuluddin dan
Filsafat.

 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Fokus

(Lihat: Prodi-prodi FISIP Itu) membicarakan dengan pimpinan


Menurut Jamhari, Prodi KI se- fakultas yang ada prodi ilmu-ilmu
mentara ini tak masuk karena sosial dan ilmu-ilmu politiknya.
secara keilmuan masih ”diperde- Demikian juga dengan sejumlah
batkan”, apakah cenderung lebih guru besar melalui rapat anggota
kuat bidang hukumnya atau poli- senat universitas.
tiknya. Jika kuat di bidang hukum Jamhari juga memaparkan,
ada kemungkinan prodi itu tetap FISIP dibuka selain karena faktor
di FSH. Tetapi jika kuat di bidang adanya beberapa prodi serumpun
politik tawarannya adalah harus di fakultas yang lain, juga memi- Bahtiar tampaknya
masuk FISIP. ”Soal keilmuan prodi liki modal dosen yang mumpuni optimistik FISIP UIN akan
(Ketatanegaraan Islam) ini sudah dalam bidang ilmu politik. Bahkan
menjadi pilihan utama
dibicarakan dengan pihak FSH, modal dosen ilmu politik itu bukan
namun pihak FSH menganggap hanya kuat secara kualitatif teta- bagi calon mahasiswa
bahwa prodi tersebut masih kuat pi juga secara kuantitatif. Sebut baru. Pasalnya, untuk
ilmu hukumnya ketimbang politik,” saja misalnya Bahtiar Effendy,
urainya. Adapun Prodi Kessos, Din Syamsuddin, dan Saiful
konteks Indonesia, FISIP
menurutnya, belum masuk FISIP Mujani, mereka rata-rata memi- UIN sangat diperlukan
karena masih dalam proses penye- liki keahlian yang spesifik yakni mengingat penduduknya
suaian di sana-sini. kemampuan kuantitatif. Dengan
Tak masuknya kedua prodi tadi kata lain, mereka melihat politik yang mayoritas Muslim.
ke dalam FISIP bukan berarti bakal lebih menekankan pada peneli- ”Disukai atau tidak,
tak ada penambahan prodi baru tian kuantitatif dengan survei dan Islam akan menjadi
ilmu serumpun. Malah menurut statistik yang kuat serta pendeka-
Jamhari, ke depan FISIP sudah tan behavior studies lebih me- salah satu elemen pokok
berencana untuk membuka Prodi nonjol. ”Selama ini jika kita lihat dalam perkembangan
Administrasi Publik. ”Namanya beberapa FISIP di kampus lain
perpolitikan di
bukan Administrasi Negara, se- kuantitatifnya tidak begitu kuat,
perti yang banyak dibuka di FISIP sehingga dari sudut itu kita mem- Indonesia,”
lain karena nomenklatur interna- punyai keunggulan, seperti Saiful
sionalnya Public Administration,” Mujani sebagai salah seorang
jelasnya. Lagi pula, jika namanya yang memulai tradisi survei di pe-
Administrasi Negara, seolah- milu,” kata doktor bidang antrop-
olah negara terpisah dengan ologi lulusan Australian National
masyarakat. University ini.
Masih menurut Jamhari, Sementara dalam konteks
pendirian FISIP sudah lama diren- yang lebih luas, jelas Jamhari,
canakan. Hal itu diawali dengan FISIP didirikan karena di dunia
berdirinya sejumlah prodi di be- Islam kajian politik Islam masih seperti demokrasi tidak ada.
berapa fakultas, baik fakultas sangat rendah. Bahkan bisa di- Karena itu, Indonesia sebagai
agama maupun fakultas umum, katakan kuliah atau kajian poli- negara muslim terbesar di dunia
sebagai rintisan. tik Islam di beberapa perguruan perlu mempunyai satu fakultas
”Prodi-prodi sebagai cikal tinggi Islam belum menyentuh yang secara khusus melihat
bakal FISIP itu sudah lama berdiri pada kajian empirik. Kebanyakan perkembangan politik di negara
di beberapa fakultas. Karena studi politik Islam yang ada di Islam. Penegasan ini penting
ilmu itu serumpun, maka perlu dunia Islam lebih merujuk pada agar kelak kehidupan politik di
digabung menjadi satu fakultas,” kajian karya-karya politik Islam negara Islam bisa berkembang
jelasnya. Dia juga mengungkap- klasik seperti al-Ghazali dan al- secara baik. ”Misalnya, sekarang
kan, untuk mendirikan FISIP, Mawardi. Sementara kajian yang di Indonesia sedang terkonsoli-
pimpinan universitas sudah lebih kontemporer atau empirik dasi antara Islam dan demokrasi

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 


Fokus

dan beberapa negara Islam kini di universitas lain seperti UGM


sudah mulai memakai demokrasi atau UI. Sebab, salah satu yang
sebagai landasan negaranya. menjadi ciri dan keunggulan FISIP
Nah, fenomena tersebut me- UIN adalah faktor keislaman yang
merlukan kajian tersendiri yang menjadi dasar pengembangan
komprehensif dan kita melihat keilmuan sosial dan politiknya.
ini sebagai kelebihan FISIP UIN,” Dasar-dasar keislaman ini,
papar Jamhari. Jika nanti FISIP kata-nya, diberikan lebih awal se-
bisa mengembangkan kajian belum kemudian mengembang-
khusus politik di negara Islam, kan pohon-pohon ilmu sosial dan
Bahtiar sekali imbuh dia, diharapkan nanti ilmu politik. Hal ini dilakukan agar
akan menjadi ikon bagi perkem- tidak terjadi pemisahan antara
lagi optimis FISIP bangan politik Islam. ilmu agama dan ilmu sekuler. Ini
UIN akan menjadi Hal senada diungkapkan Dekan pula yang membedakan antara
FISIP Prof Dr Bahtiar Effendy. FISIP UIN dan FISIP di universitas
pilihan utama bagi Seusai pelantikan dirinya sebagai lain.
calon mahasiswa dekan pertama FISIP periode Bahtiar sekali lagi optimis
2009-2013 oleh Rektor Prof Dr FISIP UIN akan menjadi pilihan
baru. Pasalnya, Komaruddin Hidayat di Auditorium utama bagi calon mahasiswa
untuk konteks Utama, Kamis, 27 Agustus 2009,
Bahtiar mengatakan, FISIP UIN
baru. Pasalnya, untuk konteks
Indonesia, FISIP UIN sangat di-
Indonesia, FISIP UIN ke depan akan menjadi fakultas perlukan mengingat penduduk
andalan. Hal itu ia yakini bukan Indonesia mayoritas Muslim.
sangat diperlukan semata soal tersedianya tenaga- ”Disukai atau tidak, Islam akan
mengingat tenaga dosen sebagai modal menjadi salah satu elemen pokok
utama FISIP melainkan juga ke- dalam perkembangan perpoliti-
penduduknya yang sempatan. ”Jumlah umat Islam kan di Indonesia,” ujar pengamat
mayoritas Muslim. Indonesia besar dan banyak par- politik Islam ini.
tai Islam. Jadi, ini kesempatan Mahasiswa FISIP saat ini ber-
”Disukai atau tidak, sekaligus tantangan,” ujarnya. jumlah sekitar 7.000 orang.
Islam akan menjadi Tak hanya itu, adanya sejum- Mereka tersebar di tiga prodi
lah dosen UIN Jakarta yang ter- yang diasuh. Untuk perkuliahan
salah satu elemen libat dalam perpolitikan nasional, sementara, mereka menem-pati
pokok dalam menurut Bahtiar, juga dipandang ruang kelas di gedung Fakultas
sebagai aset tersendiri bagi FISIP Psikologi kampus II. Kepala Bagian
perkembangan ke depan. ”Dalam empat sampai Perencanaan Amri Rasyidin MPd
perpolitikan di lima tahun terakhir ini banyak
sekali persoalan politik yang mel-
mengatakan, gedung baru FISIP
rencananya akan dibangun di la-
Indonesia,” ujar ibatkan orang-orang UIN, seperti han bekas Kantor Penghubung
saya sendiri, Azyumardi Azra, Pemerintah Provinsi Jawa Barat
pengamat politik Komaruddin Hidayat, atau Saiful atau Wisma Kertamukti, tepat
Islam ini. Mujani,” jelas doktor ilmu politik bersebelahan dengan gedung
lulusan Ohio State University, Fakultas Psikologi.
Colombus, AS, ini. ”Gedung FISIP akan dibangun
Karena itu, selaku dekan dan pada pertegahan tahun depan dan
ditambah dengan pengalamannya diharapkan selesai dalam enam
dalam perpolitikan Islam nasional, bulan,” ujarnya. []
Bahtiar akan berusaha membawa
gerbong FISIP untuk berkompeti- Nanang Syaikhu, Akhwani
si secara baik dengan FISIP-FISIP Subkhi, Elly Afriani

 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Fokus

Prof Dr Bahtiar Effendy

Mengharap
Demokrasi
di Indonesia
Ditata Ulang
A
NAMA BAHTIAR nalisanya yang tajam, komprehensif, dan kritis membuat orang tak
mudah melupakannya. Bahkan, dalam diskursus agama (Islam)
EFFENDY, kini tak dan politik (negara) di Indonesia, para akademisi tak bisa alpa
asing lagi bagi dari membaca karyanya yang berjudul Islam dan Negara: Transformasi
Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (Paramadina, 1998).
masyarakat Indonesia. Sabtu, 27 Juni 2009, bertempat di Auditorium Utama, Bahtiar
Sebagai pengamat Effendy resmi dikukuhkan sebagai guru besar ilmu politik Fakultas
politik, ia kerap tampil Ushuluddin dan Filsafat. Pada kesempatan itu pula, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik (FISIP) diluncurkan. Beberapa bulan berselang, tepat-
di televisi, apalagi nya 27 Agustus 2009, suami dari Fardiah ini kemudian dilantik menjadi
di momen pemilu, dekan pada fakultas termuda di UIN Jakarta itu.
beberapa waktu lalu. Dalam pidato pengukuhannya berjudul The State of Our Democracy:
Menata Ulang Gagasan dan Praktik Demokrasi di Indonesia, Bahtiar
Di samping tulisannya mengatakan, keberhasilan demokratisasi di Indonesia pada dasawarsa
sering menghiasi pertama reformasi tampak menonjol apabila dilihat dari sisi prosedur,
surat kabar, tetapi agak menghkhawatirkan jika dilihat dari sudut kualitas, kedalam-
an, dan substansi.
pendapatnya juga tak Pria kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah, 10 Desember 1958, itu
jarang dikutip media menilai, meski Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilu demokratis
pada era reformasi, --yang kemudian mengantarkan negeri ini menjadi
massa. Sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia dan negara Muslim demokra-
intelektual publik, ia tis terbesar di dunia-- namun pada saat yang sama, perjalanan transisi
juga terbiasa mengisi demokrasi itu hingga kini menyisakan sejumlah anomali dan distorsi.
Anomali dan distorsi transisi demokrasi itu antara lain tampak dari
ceramah dalam beberapa gejala berikut. Sebagai penganut sistem pemerintahan pre-
berbagai seminar sidensial, yang mengherankan, Indonesia justru menenggang multipar-
baik di dalam maupun tai. Di sisi lain, ada kesenjangan struktur dan fungsi lembaga negara,
terutama legislatif. Demikian pula hubungan antara pemerintah pusat
di luar negeri. dan daerah, sejak digelarnya Pilkada langsung hingga kini, belum mene-

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 


Fokus

mukan bentuk ideal. tiga kamar di parlemen (DPR, DPD,


Bahtiar mengingatkan, de- dan MPR), dengan fungsi yang tidak
Bahtiar mokrasi hanya alat bukan tujuan. semuanya optimal merupakan in-
Demokrasi baru bermakna jika para efisiensi, baik secara politik maupun
mengingatkan, penyelenggara negara, yang dipilih ekonomi,” tegas Bahtiar. Agar efektif
demokrasi hanya melalui pemilu yang demokratis itu, pilihannya adalah DPD harus diberi
menghasilkan kebijakan-kebijakan fungsi yang sebanding dengan DPR
alat bukan tujuan. relevan untuk rakyat. Karena itu, ia atau meniadakan keberadaan DPD,
Demokrasi baru menegaskan perlunya menata ulang
sistem demokrasi di Indonesia.
karena ketidakmampuan parlemen
untuk menetapkan fungsi dan peran
bermakna jika para “Dasar-dasar kehidupan de- institusi ini secara optimal.
mokrasi itu perlu ditata ulang untuk Ketiga, menata ulang hubungan
penyelenggara menciptakan sistem yang dapat pemerintah pusat dan daerah. Di
negara, yang dipilih membawa kebaikan bagi masyara- era otonomi daerah, di mana ke-
kat luas, bukan aturan yang sema- pala dearah dipilih langsung oleh
melalui pemilu ta-mata ditentukan oleh persaingan rakyat, sudah saatnya hubungan
yang demokratis para pelaku politik,” kata ayah dari pusat dan daerah direvisi. Dilema
Siti Nurul Hapsari, Arina Hayati, dan peran pemerintah provinsi; antara
itu, menghasilkan Atia Adjani itu. sebagai wakil pemerintah pusat
kebijakan-kebijakan Menurut dia, untuk mem- sebagaimana disebut dalam UU
perkokoh dasar-dasar demokrasi No. 32 Tahun 2004, dan sebagai
relevan untuk dan meningkatkan legitimasi sub- representasi dari rakyat provinsi
rakyat. Karena itu, stansialnya di mata publik, yang yang dipimpinnya, karena dipilih
dibutuhkan sekarang adalah lang- langsung oleh rakyat, harus segera
ia menegaskan kah-langkah penguatan dan pendal- diperjelas. “Siapa sesungguhnya
perlunya menata ulang aman demokrasi yang mengarah
pada terwujudnya kehiduan politik
konstituen utama dari pemerintah
provinsi tersebut?” tegasnya.
sistem demokrasi yang bersifat beyond election atau Melalui tiga gagasan di atas,
procedural democracy. Agar hal Bahtiar berharap dapat mengubah
di Indonesia. itu bisa terwujud, ia di antaranya arah demokrasi di Indonesia ke de-
“Dasar-dasar menawarkan tiga gagasan po- pan, dari sekadar prosedural menu-
kok yang menurutnya mendesak ju demokrasi yang lebih substansi-
kehidupan demokrasi dilakukan. al. Demokrasi yang mampu meng-
itu perlu ditata ulang Pertama, menata ulang sistem hasilkan partisipasi publik yang sta-
kepartaian dengan menyederah- bil dan pertumbuhan ekonomi yang
untuk menciptakan anakan jumlah partai politik. Hal itu menyejahterakan semuanya.
sistem yang dapat bisa dilakukan dengan menetapkan Bahtiar merupakan sosok in-
ambang batas yang ketat atau meng- telektual yang khas. Sejak remaja
membawa kebaikan gunakan sistem distrik. Sehingga bakat intelektualnya telah tampak.
bagi masyarakat dapat mengatasi banyak masalah, Belum lagi tamat dari Pondok
seperti mengurangi kompleksitas Pesantren Pabelan, Magelang,
luas, bukan aturan persiapan, penyelenggaraan pemilu, Jawa Tengah, pada 1976, atas
yang semata-mata penghitungan suara, dan peneta-
pan pemenang pemilu. Di samping
beasiswa beasiswa Ameican Field
Service (AFS), ia bertolak ke negeri
ditentukan oleh itu, terkait sistem pemilu, yang juga Paman Sam untuk mencicipi bang-
mendesak yaitu menata ulang waktu ku sekolah di Columbia Falls High
persaingan para pelaksanaan pemilihan kepala daerah School, Columbia Falls, Montana,
pelaku politik,” menjadi serentak. Amerika Serikat, selama satu tahun
Kedua, mengefektifkan fungsi (1976-1977).
kelembagaan parlemen. “Keberadaan Sepulang dari Montana,

 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Fokus

Amerika Serikat, Bahtiar menga- tara sejak sebelum berkembang- sitas Jayabaya, dan IAIN Raden
jar di pesantrennya selama satu nya Islam hingga munculnya tradisi Fatah Palembang. Ia juga per-
tahun. Pada 1976, ia melanjutkan baru pemikiran Islam pada masa nah menjadi senior fellow pada
ke Fakultas Ushuluddin IAIN (kini, Orde Baru. Bahtiar memetakan em- Rajaratnam School of International
UIN.) Jakarta. Selama menjadi ma- pat gerbong pemikiran Islam yang Studies, Nanyang Technological
hasiswa, Bahtiar aktif di Himpunan tengah berkembang kala itu, yakni Universities (NTU), Singapura.
Mahasiswa Islam (HMI) Cabang neo-modernisme Islam, sosialisme Di samping mengajar, Bahtiar
Ciputat. Di organisasi ini pula ia demokrasi Islam, universalisme juga aktif menulis, ceramah, dan
mengenal dan dikader secara in- Islam, dan modernisme Islam. seminar di dalam maupun luar ne-
telektual oleh para seniornya, an- Usai menamatkan program geri, sehingga ia dikenal sebagai
tara lain Fachry Ali, Komaruddin S1 di IAIN (kini, UIN.) Jakarta, pengamat politik. Di luar kampus,
Hidayat, Azyumardi Azra, (alm.) pada 1986, Bahtiar meneruskan Bahtiar pernah bergabung dengan
Iqbal Abdurrauf Saimima, dan (alm.) program S2 pada Southeast Asia Center for Policy and Development
Badri Yatim. Studies Program, Ohio University, Studies (CPDS), menjadi sekre-
Di tengah aktivitasnya sebagai Athens, Ohio hingga lulus pada taris Menteri Agama Dr. Tarmizi
mahasiswa dan aktifis, kesempa- tahun 1988. Di bawah bimbingan Taher selama 10 hari, dan Deputi
tan mengikuti kegiatan berskala Prof. William Frederick dan Prof. Direktur pada Lembaga Studi
internasional datang kembali. Pada Susan Rodgers, Bahtiar menulis dan Pengembangan Etika Usaha,
1981, Bahtiar mengikuti program tesis berjudul The Nine Stars and Anggota MPR-RI, Wartawan Panji
The Ship for Southeast Asian Youth Politics: A Study of the Nahdlatul Masyarakat, dan co-host dalam
and Japan. Selama dua bulan, ia Ulama’s Acceptance of Asas Mimbar Indonesia di TVRI.
bersama dua ratusan pemuda dari Tunggal and Its Withdrawal from Karya intelektualnya antara
Asia Tenggara dan Jepang, berke- Politics. lain Merambah Jalan Baru Islam
liling  Asia Tenggara dan Jepang Pada tahun yang sama, atas (dengan Fachry Ali, Mizan: 1986),
berdialog dengan masyarakat dan anjuran dan bantuan Prof. William Islam dan Negara: Transformasi
pimpinan pemerintahan setempat. Liddle, ia belajar Ilmu Politik di Ohio Pemikiran dan Praktik Politik Islam
Tak berhenti sampai di situ, State University, Columbus, Ohio.  di Indonesia (Paramadina, 1998),
setelah menamatkan sarjana mu- Ia kemudian melanjutkan program Radikalisme Islam (suntingan den-
danya dengan risalah yang ditulis doktor di kampus yang sama dan gan Hendro Prasetyo, PPIM: 1998),
dalam bahasa Inggris berjudul Matin lulus tahun 1994. Disertasinya (Re)Politisasi Islam: Pernahkan
Luther, ia bekerja di Dewan Masjid yang berjudul Islam and the State: Islam Berhenti Berpolitik? (Mizan:
Asia Tenggara dan Lautan Teduh. The Transformation of Islamic 2000), Teologi Baru Politik Islam,
Di lembaga itulah ia berkesempa- Political Ideas and Practices in (Galang: 2001), Masyarakat
tan lebih luas mengunjungi berba- Indonesia diterjemahkan ke dalam Agama dan Pluralisme Keagamaan
gai kota di luar negeri, antara lain bahasa Indonesia oleh penerbit (Galang: 2001), Islam and the State
Colombo di Sri Lanka dan London Paramadina pada 1998. Pada ta- in Indonesia (ISEAS: 2003), Jalan
di Inggris. hun 2003 edisi Inggrisnya diter- Tengah Politik Islam (UshulPress,
Seiring pergaulan dan bacaan- bitkan Institut of Southeast Asian 2005), Gus Dur dan Pupusnya
nya yang makin luas, perjalanan in- Studies, Singapura. Dwi Tunggal (UshulPress, 2005),
telektualnya pun kian matang. Pada Karirnya di bidang akademik Islam in Contemporary Indonesian
1985, untuk keperluan mendapat di tanah air, dimulai tahun 1995. Politics (UshulPress dan Soegeng
gelar sarjana lengkap (Drs), Bahtiar Pada tahun itu ia mulai menga- Sarjadi Syndicate, 2006). Kini, ak-
menulis skripsi yang kemudian jar di Fakultas Ushuluddin dan tivitas Bahtiar selain sebagai guru
dikembangkan menjadi buku bersa- Program Pascasarjana IAIN (kini, besar ilmu politik juga menjabat
ma Fachry Ali berjudul Merambah UIN) Jakarta. Di samping itu ia dekan FISIP UIN Jakarta periode
Jalan Baru Islam (Mizan, 1986). juga tercatat pernah mengajar di 2009-2013. []
Merambah Jalan Baru Islam sejumlah perguruan tinggi, seperti
merupakan analisis sosial-historis Universitas Indonesia, Universitas
perkembangan masyarakat nusan- Muhammadiyah Jakarta, Univer- Hanifudin Mahfuds
             

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 


Fokus

Prodi-prodi FISIP Itu


Ilmu Politik Sosiologi Hubungan Internasional
   
Program Studi Ilmu Politik sebelum- Program Studi Sosilogi se- Program Studi Hubungan
nya bernama Pemikiran Politik Islam belumnya bernama Sosiologi Internasional didirikan pada ta-
(PPI). Prodi ini didirikan di Fakultas Agama yang berdiri di Fakultas hun akademik 2005/2006. Prodi
Ushuluddin dan Filsafat berdasarkan Ushuluddin dan Filsafat. Prodi ini ini bertujuan menyiapkan sarjana
Surat Keputusan Direktur Jenderal memperoleh izin dari Direktorat yang menempatkan dirinya sebagai
Kelembagaan Islam Departemen Jenderal Kelembagaan Islam pembuka wawasan dan cakrawala
Agama Nomor DJ/.II/235/2003. Departemen Agama berdasar- dunia internasional yang diarahkan
Namun, pada tahun pada tahun kan Surat Keputusan Direktur pada terwujudnya tujuan nasional
akademik 1999/2000, PPI sudah Jenderal Kelembagaan Islam berbangsa dan bernegara.
mulai menerima mahasiswa dan Departemen Agama Nomor Kurikulum yang digunakan
melaksanakan perkuliahan angka- DJ/.II/165/2002. Sebagaimana prodi ini mengacu pada Kurikulum
tan pertama. Prodi Ilmu Politik, Prodi Berbasis Kompetensi (KBK).
Prodi Ilmu Politik bertujuan me- Sosiologi sudah menerima ma- Tujuanya untuk memacu ma-
nyiapkan sarjana yang memiliki ke- hasiswa baru angkatan perta- hasiswa supaya tidak hanya
ahlian dalam disiplin ilmu politik dan manya pada tahun akademik mengembangkan pengetahuan
pemikiran politik Islam, khususnya 1999/2000. Prodi ini memiliki dan keilmuan tentang Hubungan
yang berkembang di dunia Islam fokus kajian utama pada analisa Internasional semata, tetapi juga
seperti Timur Tengah, Indonesia, sosial keagamaan dalam pan- memiliki kemampuan dan pengala-
dan negara Muslim lainnya. Lulusan dangan ilmu sosial empirik. man praktis yang siap bekerja di
Ilmu Politik diharapkan dapat beker- Tujuan didirikannya prodi lembaga pemerintah dan non-
ja secara akademik maupun profe- ini untuk menyiapkan sarjana pemerintah baik nasional maupun
sional dalam bidang politik, khusus- yang memiliki keahlian menga- internasional.
nya politik Islam. nalisa berbagai fenomena so- Penyelenggaraan pendidikan
Selain itu, lulusannya juga di- sial keagamaan dalam pers- Prodi Hubungan Internasional ber-
harapkan memiliki pemahaman pektif ilmu-ilmu sosial empiris. orientasi pada tuntutan global, yai-
dan kemampuan analisis perkem- Lulusan Sosiologi diharapkan tu kecenderungan berkembangnya
bangan politik di berbagai kawasan dapat menjadi pengamat politik, hubungan ekonomi politik interna-
Islam dan mampu mengaplikasikan peneliti sosial, aktifis sosial dan sional dan hubungan politik strate-
pendekatan politik dalam melaku- perencanaan dan pengemban- gi internasional. Untuk menjawab
kan penelitian, perencanaan, dan gan masyarakat. tuntutan tersebut, maka prodi ini
pengembangan masyarakat. Prodi Sosiologi mendapat- menyediakan tiga peminatan kuri-
Saat ini, Prodi Ilmu Politik telah kan akreditasi A dengan nilai kulum pendidikan, yaitu ekonomi
memperoleh akreditasi A dengan 364 berdasarkan Keputusan politik internasional, pengkajian
nilai 379 berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional strategi internasional, dan diplo-
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) masi. Kajian strategis ini diperkuat
Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor Nomor 009/BAN-PT/AK-X/S1/ dengan nilai-nilai keislaman sehing-
009/BAN-PT/AK-X/S1/IV/2007. IV/2007. Masa berlaku Prodi ga lulusannya tidak hanya memiliki
Masa berlaku akreditasi tersebut Sosiologi berlangsung hingga skill dan keilmuan, tapi juga spiritu-
berlangsung hingga 27 April 2012. 27 April 2012. alitas yang kuat. []
Akhwani Subkhi
 

10 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Fokus

Dr Jamhari
Pembantu Rektor Bidang Akademik

FISIP Akan Menjadi Ikon Kajian


Politik Islam di Tanah Air
Mulai tahun akademik 2009/2010,
UIN membuka fakultas baru yakni
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
(FISIP). Pendirian FISIP berdasarkan
Keputusan Rektor Nomor 162 Tahun
2009 dan diluncurkan berbarengan
dengan pengukuhan Prof Dr Bahtiar
Effendy sebagai guru besar dalam
bidang ilmu politik Fakultas Ushuluddin
dan Filsafat di Auditorium Utama pada
akhir Juni lalu. Tak lama kemudian,
Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat
melantik Prof Dr Bahtiar Effendy se-
bagai pejabat Dekan FISIP periode
2009-2013 pada 27 Agustus 2009.
Berikut wawancara Akhwani Subkhi
dari DINAMIKA dengan Pembantu
Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari
seusai pelantikan Bahtiar Effendy
mengenai kronologis pendirian FISIP.

Bisa Anda jelaskan bagaimana kronologi pem- secara keilmuan satu rumpun dan harus bergabung
bukaan FISIP? dalam satu fakultas. Sekarang prodi-prodi tersebut
Ada beberapa alasan terkait pembukaan FISIP ini. masih tersebar di beberapa fakultas berbeda yang
Pertama, pembukaan FISIP terkait dengan beberapa secara keilmuan menyulitkan pengembangan prodi
jurusan yang ada di kampus UIN yang dulu memang yang pada dasarnya satu rumpun itu.
sudah dirintis untuk menjadi FISIP. Jadi, pada dasarnya Kedua, pembukaan FISIP terkait proses pengem-
pembukaan FISIP bukan hal baru, tapi sudah lama di- bangan prodi di kampus kita agar sesuai dengan
rintis ketika UIN membuka program studi Hubungan disiplin keilmuan internasional, misalnya, Hubungan
Internasional, Pemikiran Politik Islam, Sosiologi Internasional bergabung dengan politik. Jadi kita ingin
Agama dan Kesejahteraan Sosial yang notabene menyesuaikan nomenklatur prodi agar sesuai dengan

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 11


Fokus

rang di Indonesia sedang terkonsolidasi antara Islam


dengan demokrasi dan beberapa negara Islam kini
sudah mulai memakai demokrasi sebagai landasan
negaranya. Fenoemena tersebut memerlukan kajian
tersendiri yang komprehensif dan kita melihat ini se-
bagai kelebihan FISIP di kampus UIN. Jika nanti FISIP
bisa mengembangkan kajian khusus politik di nega-
ra Islam, diharapkan nanti akan menjadi ikon bagi
perkembangan politik Islam.
 
Soal kajian politik Islam, apakah di kampus lain
FISIP ini penting karena di tidak ada?
dunia Islam kajian politik Memang ada beberapa kampus yang menjadikan
kajian politik Islam sebagai mata kuliah atau konsen-
Islam sangat masih rendah trasi tapi tidak ada yang mengkajinya secara khusus
bahkan bisa dikatakan kuliah tentang wilayah Islam. Misalnya kasus demokrasi, jika
dijadikan tema kajian demokrasi dan Islam di negara
atau kajian politik Islam di Islam seperti Indonesia, Pakistan, Turki,  Irak, dan
lainnya tentu akan menjadi perkembangan menarik
beberapa perguruan tinggi yang selama ini belum banyak terekspose. Coba kita
Islam belum menyentuh lihat saja di televisi ketika pemilu pengamat yang di-
undang banyak dari kampus UIN seperti Azyumardi
pada kajian empirik Azra, Komaruddin Hidayat, Bahtiar Effendy, Saiful
Muzani, dan Burhanuddin.

Dengan kata lain, FISIP UIN bisa menjadi pusat


kajian politik Islam di Tanah Air?
Saya kira kita mempunyai modal karena  bagaima-
na pun di Indonesia memahami politik tidak akan bisa
tanpa memahami sosiologi masyarakat muslimnya.
Misalnya bagaimana politik dan orang Islamnya se-
perti NU atau Muhammadiyah. Selama ini kita sudah
standar internasional. Karena itu, FISIP perlu dibuka mempunyai modal, yakni kita bagian dari sosiologi ma-
untuk mengumpulkan prodi yang memiliki kesamaan syarakat muslim itu, tapi kerangka politiknya belum.
keilmuan. Saya kira modal kita besar dan akan menjadi keung-
Ketiga, FISIP ini penting karena di dunia Islam gulan yang luar biasa. Bahkan dalam beberapa tahun
kajian politik Islam sangat masih rendah bahkan bisa ke depan akan menjadi tempat kajian dan tempat
dikatakan kuliah atau kajian politik Islam di beberapa orang bertanya tentang politik Islam di Indonesia.
perguruan tinggi Islam belum menyentuh pada kajian  
empirik. Kebanyakan studi politik Islam yang ada di Lantas apa diferensiasi dan daya tawar FISIP
dunia Islam lebih merujuk pada kajian karya-karya UIN?
politik Islam klasik seperti al-Ghazali, al-Mawardi dan Sekarang ini sedang dirancang beberapa hal
sebagainya. Sementara kajian yang lebih kontempo- yang akan menjadi keunikan atau distingsi FISIP,
rer atau empirik seperti demokrasi dan lainnya tidak yakni akan menjadi kajian politik Islam di dunia Islam
ada. Karena itu, Indonesia sebagai negara Muslim yang pertama. Kita akan melihat  Arab Saudi dan 
terbesar di dunia perlu mempunyai satu fakultas konflik Palestina bukan sekadar dari sudut pandang
yang secara khusus melihat perkembangan politik di fikih atau agama, melainkan dari sudut pandang poli-
negara Islam agar kelak kehidupan politik di negara tiknya. Selama ini jika ada komentar tentang konflik
Islam bisa berkembang secara baik. Misalnya, seka- Afghanistan, misalnya, kita tidak pernah bersuara

12 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Fokus

karena  tidak ada kajiannya. Saya kira ini akan men- mereka untuk menjadi sarjana hukum daripada sarjana
jadi nilai tambah yang membedakan FISIP UIN dengan politik. Walaupun pada waktu awal saya bilang jika me-
FISIP universitas lain. Itu pertama. mang nanti negosiasi lebih pada hukum, maka harus
Kedua, dari sudut keilmuan kebetulan beberapa tercermin pada kuliahnya karena namanya FSH. Jadi
dosen kita seperti Bahtiar Effendy, Saiful Mujani, Din kalau lebih cenderung politik silakan masuk ke FISIP.
Syamsuddin, dan yang lainnya memiliki keahlian yang  
spesifik  yakni kemampuan kuantitatif. Mereka melihat Apakah jumlah prodi di FISIP akan tetap atau
politik lebih menekankan pada penelitian kuantitatif bertambah di tahun mendatang?
dengan  survei dan statistik yang kuat serta pendeka- Sekarang ini ada empat Prodi yang kita satu-
tan behavior studies lebih menonjol. Namun begitu kan, yaitu Hubungan Internasional, Sosiologi Agama,
tetap saja kualitatifnya juga harus kuat. Selama ini jika Pemikiran Politik Islam, dan Kesejahteraan Sosial.
dilihat beberapa FISIP di kampus lain kuantitatifnya ti- Kita sedang memikirkan untuk membuka satu
dak begitu kuat, maka dari sudut itu kita mempunyai prodi lagi yakni Administrasi Publik karena dosen-
keunggulan. Misalnya, Saiful Mujani adalah salah satu nya juga sudah kuat. Di beberapa universitas na-
orang yang memulai tradisi survei di pemilu. manya Administrasi Negara, tapi kita lebih memilih
Ketiga, bagaimanapun, diakui atau tidak, Indonesia Administrasi Publik karena nomenklatur internasion-
adalah negara muslim terbesar di dunia dan orang in- alnya adalah Public Administration. Pada dasarnya
gin melihat perkembangan politik Islam di Indonesia. mengatur negara adalah mengatur publik. Jadi jika
Seperti yang saya katakan tadi bahwa politik di namanya Administrasi Negara seolah-olah negara ter-
Indonesia tidak bisa dipahami tanpa memahami so- pisah dengan masyarakat.
siologi umat Islamnya, dan kebetulan saja kita sudah  
belajar sosiologi umat sudah lama sekali. Saya kira ini
Bagaimana dengan prospek lulusannya nanti?
akan menjadi keunggulan yang susah ditandingi oleh
Ya lulusannya adalah seorang ilmuan ahli politik
universitas lain.
yang bisa dimanfaatkan ke mana saja. Ahli politik itu
 
tidak mesti menjadi politisi, melainkan bisa menjadi
Bagaimana dengan tenaga pengajarnya? pengamat politik, diplomat atau pengusaha. Jadi me-
Tenaga pengajar juga  sudah kuat , di antara- mang sangat luas sekali prospeknya.
nya ada Bahtiar Effendy, Din Syamsuddin, Masykuri
Abdillah, dan Hendro Prasetyo. Mereka adalah lulusan
Oya, bisa Anda jelaskan pertimbangan penunjuk-
dari perguruan tinggi ternama seperti Ohio University
dan McGill University. Menurut saya, soal tenaga peng- kan Bahtiar Effendy sebagai Dekan FISIP?
ajar tidak akan kekurangan melainkan justru memiliki Pertama, secara keilmuan Bahtiar adalah seorang
basis kuat. Bahkan salah satu latarbelakang pembu- ilmuan politik dan profesor di bidang ilmu politik. Dia
kaan FISIP ini ya karena kesiapan tenaga pengajarnya adalah lulusan dari perguruan tinggi bergengsi di
tadi. Amerika Serikat. Jadi dari sudut pendidikan dan aka-
  demiknya memang dia yang paling layak. Kedua, dari
SK Rektor No 162 Tahun 2009 tentang produktivitas menulis maupun karya-karyanya, Bahtiar
Pembukaan FISIP disebutkan ada lima prodi yang sudah sangat banyak. Buku-buku Bahtiar Effendy ban-
ditawarkan. Tapi nyatanya Prodi Ketatanegaraan yak menjadi rujukan yang selalu dikutip orang ketika
Islam di Fakultas Syariah dan Hukum menolak bicara tentang politik Islam. Melalui karya-karyanya
dia juga bisa menjadi opinion leader  dan saya kira ini
bergabung ke FISIP. Apa komentar Anda?
menambah kualifikasi dia untuk menjadi dekan. Sebab,
Di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) kita berikan
secara keilmuan dia bisa mendorong dan mengarah-
pilihan karena negosiasi pada dasarnya lebih dekat
kan akademik dan produktivitasnya. Ketiga, dia adalah
pada pemikiran politik. Tapi menurut teman-teman di
public figure yang sudah dikenal. Kita berharap melalui
FSH Prodi Siyasah Syariyah lebih dekat pada hukum.
posisi tawar yang baik dari dia bisa menjadi pendorong
Jika mereka merasa lebih dekat pada hukum daripada
FISIP untuk cepat berkembang. Sebab kalau negosiasi,
politik ya silakan. Untuk ke depan nanti kita akan duduk-
berdiskusi atau mencari funding bisa menjadi berbo-
kan, jika spesifikasi seperti itu harus disendirikan, yakni
bot karena orang yang dipilih mempunyai wibawa dan
bahwa Siyasah Syariyyah lebih dekat pada hukum poli-
keilmuan. [] 
tik daripada ilmu politik. Kita bisa memahami pilihan

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 13


Fokus

Dekan FISIP Prof Dr Bahtiar


Effendy optimis FISIP akan Prof Dr Bahtiar Effendy
menjadi fakultas andalan Dekan Fakultas Ilmu Sosial
di UIN. Hal itu selain faktor dan Ilmu Politik
sumberdaya manusia yang
tersedia, juga memiliki ke-
sempatan dengan jumlah
penduduk Indonesia yang
mayoritas Muslim. Untuk
mengetahui lebih banyak ten-
tang prospek FISIP ke depan,
berikut wawancara Nanang
Syaikhu dari DINAMIKA
dengan doktor ilmu politik
lulusan Ohio State University
Colombus itu. Petikannya:

Anda kini menjadi Dekan FISIP.


Apa saja program kerja yang akan
dilakukan dan dikembangkan dalam
waktu dekat ini?
Untuk sementara ini kita tidak ingin
melakukan yang muluk-muluk dahulu.
Yang akan kita lakukan adalah bagaimana
meletakkan dasar-dasar pengembangan
fakultas yang baru berdiri ini. Apalagi kita
juga baru memiliki tiga program studi

FISIP
(prodi), yakni Ilmu Politik, Sosiologi, dan
Hubungan Internasional.
 
Prodi Kesejahteraan Sosial

Bisa Menjadi
bagaimana?
Prodi Kesejahteraan Sosial belum
kita lakukan. Kita akan mantapkan dahulu

Fakultas
baik dari segi kurikulum maupun tenaga-
tenaga pengajarnya serta bagaimana
mata kuliah yang ada dijalankan. Di FISIP

Andalan
ini kan lebih banyak mata kuliah umumnya
sehingga perlu penyesuaian di sana-sini.
Baru setelah itu kita akan melangkah
lebih jauh, apakah akan ada prodi-
prodi lain yang dibuka. Selain itu, juga
bagaimana pembinaan mahasiswanya,

14 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Fokus

insfrastruktur, perpustakaan, laboratorium computer, sudah jelas sehingga tak dipersoalkan lagi.
dan sebagainya. Laboratorium komputer ini penting  
karena dalam ilmu politik dan sosial itu banyak Berarti dengan nomenklatur baru itu isinya pun
berkaitan dengan angka-angka dan statistik. Jadi kita baru?
akan jalan pelan-pelan dengan modal yang ada saat Ketiga prodi yang ada kan sudah berjalan. Yang
ini. Kita jalan dari awal dan dengan prodi-prodi yang penting sekarang kita mengordinasikan tiga prodi
sudah ada sebelumnya di fakultas lain. tersebut dan kemudian mengusahakan asas legal
  hukumnya. Asas legal hukum itu misalnya menegaskan
Sebagaimana fakultas lain di UIN Jakarta, bahwa prodi Pemikiran Politik Islam namanya sekarang
apakah FISIP juga memiliki distingsi tersendiri? Ilmu Politik, prodi Sosiologi Agama sekarang menjadi
Ya, yang membedakan FISIP UIN dengan dengan Sosiologi. Jadi di samping nomenklatur lama akan
FISIP di universitas adalah mengenai dasar-dasar hilang, isinya pun baru.
Islamnya. Pelajaran-pelajaran dasar mengenai
keislaman akan diberikan lebih dahulu dan dengan O ya bagaimana dengan tenaga pengajarnya?
dasar itu kita dikembangkan pohon-pohon ilmu sosial Secara khusus SDM internal kita masih kurang.
dan ilmu politik, sehingga tidak ada pemisahan antara Tapi kita punya modal yang cukup. Banyak juga dari
ilmu agama dan ilmu sekuler. Jadi itu yang menjadi luar yang akan membantu, jadi saya kira akan mudah
salah satu kelebihan FISIP UIN. mengembangkannya. Di samping itu kita punya
  program sendiri, misalnya kita akan mendorong
Apakah secara substanstif FISIP juga akan mereka untuk memperoleh kesempatan melanjutkan
menguatkan segi-segi etika berpolitik? studi program S3 di dalam dan di luar negeri. Orang-
O tidak. Kita kan hanya mengelola program S1, jadi orang lain kita bantu memperoleh beasiswa masak
dalam kurikulum diberikan muatan yang sama seperti orang dalam UIN sendiri tidak bisa. Jadi saya tidak
FISIP di universitas-universitas lain. Ada yang menjadi risau. Meskipun SDM kita belum cukup tapi modal
pelajaran inti dan konsentrasi. Mudah-mudahan hal itu dasarnya sudah ada.
akan membantu mahasiswa dan menjadi pilihannya.  
  Sebagai fakultas yang baru berdiri, FISIP tentu
Termasuk dalam ilmu sosial? masih membutuhkan penopang, misalnya
Ya semua sama saja. Kita akan memberikan fakultas pembina seperti Fakultas Kedokteran
sebuah prodi yang standar dan beberapa mata dan Ilmu Kesehatan (FKIK)?
kuliah yang diperlukan atau relevan. Dengan begitu FISIP UIN sementara ini tak ada fakultas yang
kita berharap lulusan FISIP UIN akan menjadi sarjana menjadi pembina baik dari UI maupun univesitas lain.
politik dan sosial yang bisa dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan FKIK karena modal dasarnya waktu
  itu nggak punya. Artinya FKIK benar-benar dari awal
Dalam FISIP ada ranah politik dan so-sial, sehingga masih membutuhkan fakultas pembina
apakah akan ada penguatan di salah satunya? seperti bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran
Dua-duanya akan menjadi perhatian, karena dua UI. Tapi untuk FISIP tidak ada.
hal itu saling berkaitan. Bahkan cabang-cabang ilmu  
lain seperti antropologi juga mungkin bisa dimasukkan Rencana kerja sama dengan lembaga lain?
ke dalam FISIP. Jadi baik ilmu politik maupun ilmu Banyak. Saya Oktober mendatang mau ke
sosial keduanya akan kita perhatikan bersama dan Amerika atas biaya The Asia Foundation dan Kedubes
tidak ada yang dianakemaskan. AS. Di AS saya akan melihat-lihat kembali prodi politik
  dan sosial di sejumlah universitas yang mengelola
Soal nomenklatur prodi bagaimana, apakah program S1, misalnya mata kuliah apa saja dan buku-
tetap atau akan ada perubahan? buku yang dipakainya apa saja. Setelah itu mungkin
Ya semua akan direncanakan. Prodi Pemikiran ada bentuk kerja sama yang bisa kita bangun.
Politik Islam (PPI) yang semula berada di Fakultas  
Ushuluddin dan Filsafat (FUF) akan menjadi dasar Dalam waktu dekat ada?
prodi Ilmu Politik dan Sosiologi Agama akan menjadi Sementara ini belum ada. Sebab, selama enam
Sosiologi. Tetapi kalau prodi Hubungan Internasional bulan ini saya akan berkonsentrasi lebih dahulu

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 15


Fokus

kepada pembehahan di dalam. Jadi akan memperkuat dengan adanya FISIP sekarang, saya kira ke depan
kelembagaan dahulu. Mungkin setelah berjalan satu orang melihat bukan sekadar alternatif tapi menjadi
atau dua semester baru kita akan mengembangkan pilihan utama. Jadi kita akan berkompetisi secara
kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk baik dengan FISIP lain yang sudah lama berdiri seperti
lembaga-lembaga di luar negeri. di UGM dan UI. Bagi saya, yang menggembirakan
  dengan FISIP UIN adalah dasar-dasar keislamannya
Lantas apa harapan Anda dengan berdirinya itu tadi. Untuk konteks Indonesia saya kira sangat
FISIP di UIN? diperlukan, karena umat Islamnya yang mayoritas.
Mudahan-mudahan FISIP ini bisa menjadi fakultas Jadi, disukai atau tidak disukai, Islam akan menjadi
andalan di UIN. Saya yakin betul itu, apalagi kalu salah satu elemen pokok dalam perkembangan
kita lihat dalam empat sampai lima tahun terakhir perpolitikan di Indonesia.
ini banyak sekali persoalan politik yang melibatkan  
orang-orang UIN, seperti saya sendiri, Azyumardi Apakah karena lebih memperhatikan etika
Azra, Komaruddin Hidayat, atau Saiful Mujani. berpolitik?
  Tak hanya dari segi etika, karena Islam juga memberi
Maksudnya tetap “pede”, begitu? perspektif bagaimana politik harus dikembangkan.
Betul. Kita sudah bisa. Bahkan tanpa FISIP pun Orang-orang Islam dan partai Islam cukup banyak.
kita sudah masuk di ranah politik seperti itu. Apalagi Jadi ada tantangan dan sekaligus kesempatan.[]

16 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Wawancara Khusus (((

FITK Siap Lahirkan Tenaga Guru


Andal dan Profesional
SEBAGAI lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan atau
LPTK, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) hingga kini
terus berbenah diri, baik akademik maupun non-akademik.  Hal
itu dilakukan agar FITK memiliki keunggulan sebagai pencetak
guru andal dan profesional. Untuk mengetahui bagaimana
perkembangan FITK kini, berikut wawancara Humaidi AS dari
DINAMIKA dengan Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada yang ber-
langsung di ruang kerjanya, Selasa, 26 Mei 2009.

Apa yang membedakan antara FITK UIN Jakarta


dengan fakultas kependidikan lain?
Perguruan tinggi itu ada dua macam, pertama,
perguruan tinggi umum seperti Universitas Negeri
Jakarta (UNJ) dan semacamnya. Kedua, fakultas tarbi-
yah atau fakultas agama, baik negeri maupun swasta.
Pada dasarnya, perbedaan antara FITK deng-an, mis-
alnya, UNJ dan semacamnya sangatlah tipis. Kenapa?
Karena, dari sebelas prodi yang ada di FITK, yang
betul-betul ownership-nya Departemen Agama
hanya tiga prodi, yaitu Pendidkan Bahasa
Arab (PBA), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Sedangkan yang lain seperti Pendidikan Bahasa
Indonesia (PBI), Pendidikan Matematika, Pendidikan
Bahasa Inggris (PBI), Biologi, Fisika, Kimia, IPS, dan
Manajemen Pendidikan standarisasi dan induknya ke
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Dalam
penyelenggaraannya pun, prodi umum di bawah
Depag harus mendapat rekomendasi dari Depdiknas.
Namun, ketika standarisasinya adalah Depdiknas
maka keberadaan FITK sama dengan universitas
umum atau LPTK lainnya.
Kendati demikian, ada perbedaan antara
prodi-prodi umum yang ada di FITK deng-
an prodi-prodi yang ada di universitas
umum, yaitu kita masih memiliki celah
untuk memberikan pemahaman
atau ilmu-ilmu keagamaan diband-
ingkan dengan UNJ. Kalau UNJ
atau kita sebut LPTK umum, hanya
memberikan dua sistem kredit se-
mester atau SKS untuk selamanya,
selama mahasiswa belajar di prodi

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 17


))) Wawancara Khusus

tersebut. Sementara di FITK, mahasiswa mendapat-


kan pemahaman keagamaan atau ilmu-ilmu agama
sebanyak minimal delapan SKS bahkan lebih. Tetapi,
bargaining-nya berada pada maksimum SKS yang di-
raih oleh mahasiswa. Sehingga target minimum SKS
untuk keahlian dapat terpenuhi. Jadi, rata-rata di prodi FITK juga menerapkan pembelajaran
umum untuk core keahliannya bisa mencapai antara
56 hingga 60 persen dari kurikulum, rata-rata antara yang berbasis pada ICT. Kenapa
102 hingga 120 sks. Misalnya matematika 102 SKS, saya katakan ICT? Karena semua
biologi 110 SKS ditambah pendidikan 36 SKS, dan
pendidikan agama 8. Dengan demikian, mahasiswa
dosen kami berikan blog untuk
mendapatkan 160 SKS. Jadi rata-rata, mahasiswa bahan ajar. Blog tersebut berada di
mengambil 154-156 SKS. Kenapa sampai 150 ke
atas, karena pendidikan agama mereka mendapat-
website LPTK, www.lptk-uinjkt.ic.id.
kan 8 SKS. Oleh karena, pendidikan agama di FITK Dengan blog tersebut diwajibkan
lebih holistik. Kedua, kelebihan FITK adalah masalah bagi semua untuk memasukkan
culture. Culture di sini lebih monolitik atau homo-
gen. Artinya, semua mahasiswa yang mendaftar di bahan ajar satu minggu sebelum
FITK basis keagamaannya adalah sama, yaitu Islam. perkuliahan dimulai. Jadi, bahan ajar
Walaupun mereka mengambil prodi umum tapi basis
keluarganya minimal memiliki intensitas lebih tinggi satu semester sudah masuk di blog
untuk pengetahuan agama. Oleh karena itu, basic cul- tersebut. Dengan demikian, semua
ture yang ada di sini menjadi distingsif dengan kam-
pus-kampus lain. mahasiswa dapat mengakses,
mem-browsing, dan men-download
Inikah nilai positifnya?
Ya, betul. Itulah kelebihan yang kedua. Sedangkan
semua bahan ajar mata kuliahnya
kelebihan yang pertama tadi adalah agamanya lebih sebelum perkuliahaan dimulai.
kuat. Sedangkan distingsi yang ketiga adalah school
culture-nya, lingkungan kampus atau religiusnya jauh
lebih bisa dimenej oleh fakultas. Keempat, ekspresi-
ekspresi dari kegiatan-kegiatan juga memiliki apresi- but. Dengan demikian, semua mahasiswa dapat men-
asi kepada religiusitas yang kuat. Walaupun fakultas gakses, mem-browsing, dan men-download semua
memberikan kebebasan untuk melakukan ekspresi, bahan ajar mata kuliahnya sebelum perkuliahaan
tapi values yang mereka bawa adalah religious dimulai. Kemudian, mahasiswa dapat meng-explore-
values. nya ditambah dengan informasi-informasi lain dari
sumbei-sumber yang kaya melalui internet dan yang
Adakah kelebihan-kelebihan lain yang di- lainnya. Untuk mendukung hal tersebut, di lingkungan
miliki oleh FITK, soal proses belajar belajar FITK dari lantai satu sampai lantai tujuh ada hotspot
misalnya? internet gratis selama 24 jam bagi mahasiswa. Jadi,
Tentu ada. Selain keunggulan-keunggulan yang fasilitas untuk mahasiswa sangat luar biasa dalam
telah dicapai oleh tarbiyah selama ini, yang bisa dinik- mendukung mereka untuk menjadi mahasiswa yang
mati oleh mahasiswa, FITK juga menerapkan basis kompetitif. Dan ini sesuai dengan moto FITK, ung-
pembelajaran yang berbasis pada ICT. Kenapa saya gul, kompetitif, dan profesional. Mahasiswa FITK ha-
katakan ICT? Karena semua dosen kami berikan blog rus menjadi sarjana yang unggul, yang profesional,
untuk bahan ajar. Blog tersebut berada di website dan mempunyai daya saing yang kuat saat mereka
LPTK, www.lptk-uinjkt.ic.id. Dengan blog tersebut di- sudah masuk pasar. Selain itu, di seluruh kelas, kita
wajibkan bagi semua dosen untuk memasukkan bahan lengkapi dengan fasilitas multimedia, termasuk juga
ajar satu minggu sebelum perkuliahan dimulai. Jadi, laboratorium-laboratorium.
bahan ajar satu semester sudah masuk di blog terse-

18 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Wawancara Khusus (((

Bagaimana dengan metode pengajaran? tesebut?


Sekarang kami sedang mengembangkan sebuah Upaya yang kami lakukan, pertama-tama adalah
metode pembelajaran konstruktivisime. Teori kon- memotivasi, mendorong, dan bahkan kami meng-
struktivisme ini adalah sebuah teori pembelajaran haruskan mereka yang S-2 untuk kuliah S-3, baik di
yang berbasis pada aktivitas mahasiswa. Menurut dalam maupun di luar negeri.
metode ini, mahasiswa lah yang lebih aktif dalam Apakah FITK mengadakan kerjasama dengan
mengembangkan proses pembelajaran. Mahasiswa universitas-universitas lain?
melakukan eksplorasi, mahasiswa mengelabo- Untuk lima tahun pertama ini kami belum melaku-
rasi, baru terakhir dosen melakukan konfirmasi. kan kerjasama. Tentunya, kami ingin melakukan ker-
Dikonfirmasikan antara kesimpulan mahasiswa dan jasama dengan universitas lain, tapi kerjasama yang
kesimpulan dosen. Di sini, mereka ada kontrol agar setara dan ini yang sulit. Kenapa? Karena orang belum
tidak keluar dari yang diinginkan. Karena dalam teori begitu mengenal profil kita dan kita sedang usahakan
konstruktivisme terdapat konstruktivisme yang mo- untuk memperkenalkan profil-profil kita. Problem
derat. Artinya, ketika mereka mengambil kesimpulan, yang lain adalah terdapat beberapa prodi yang be-
maka tidak semua kesimpulan yang didapat harus se- lum memiliki doktor dan profesor. Oleh karena itu,
lalu diakomodasi. Karena kalau kesimpulannya salah, ketika mereka ingin melakukan kerjasama, mereka
maka kesimpulan tersebut harus diperbaiki. Di sinilah masih berfikir ulang. Padahal kita menginginkan ker-
fungsi konfirmasi tersebut. Inilah yang dilakukan di jasama yang equal, dan inilah yang menjadi problem.
FITK. Diharapkan dengan metode ini bisa menjadi joy- Walaupun standar minimum sudah terpenuhi, karena
full bagi mahasiswa, joyfull bagi para dosen, dan juga para dosen kita sudah S-2.
bisa melahirkan mahasiwa yang lebih memiliki keung-
gulan, memiliki daya saing, dan menjadi seorang yang Dari prodi yang ada, apakah semuanya sudah
profesional. terakreditasi?
Semuanya sudah terakreditasi, kecuali yang
Anda menyebutkan bahwa mahasiswa FITK di- baru seperti prodi manajemen pendidikan (MP) yang
cetak untuk menjadi profesional. Strategi apa mendapatkan izin baru tahun lalu, prodi bahasa
yang dilakukan FITK untuk mencapai profesion- Indonesia baru dibuka dua tahun lalu termasuk juga
alitas tersebut? PGMI. Selain dari ketiga prodi tersebut semuanya su-
Untuk mendukung profesionalitas mereka, kami dah terakreditasi.
menerapkan praktikum long term di lapangan. Jadi,
mereka diharuskan berada di sekolah, minimal, em- Ada rencana untuk membuka prodi baru?
pat bulan, full satu semester. Dan dalam satu se- Ya. Ada dua prodi baru yang sedang kita siapkan;
mester itu, empat hari mereka harus di sekolah dan pertama adalah bimbingan konseling, kedua adalah
di kampus hanya satu hari. Di sekolah tidak hanya pendidikan anak usia dini (PAUD). Bimbingan konse-
mengajar, tapi juga mengenal sekolah lebih dalam, di ling sedang kita godok, sedangkan PAUD sudah kita
samping juga mengerjakan tugas-tugas kampus yang usulkan.
lain. Dengan mengajar, mereka mengaplikasikan dan
mengimplimentasikan metode yang mereka pelajari Untuk kedua prodi tersebut, apakah sudah bisa
dan menerapkan metode yang mereka miliki. menerima mahasiswa untuk tahun akademik
2009/2010?
Bagaimana dengan mutu dosen? Apakah semua Tidak, karena kita belum ada izin dari Dirjen. Kita
dosen di sini sudah S-2, atau semuanya sudah bisa membuka atau menerima pendaftaran maha-
S-3? siswa baru jika sudah mendapatkan izin.
Kalau menyangkut dosen, hampir semua dosen di
sini sudah S-2. Dosen yang S-1 hanya tiga orang dan Anda menulis buku dengan judul Paradigma
mereka karena tidak bisa di S-2 kan, tinggal menung- Pendidikan Demokratis, apa maksudnya?
gu pensiun. Sedangkan yang sudah S-3, doktor, se- Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sitem
banyak 22 orang, 16 di antaranya adalah profesor. Pendidikan Nasional (pasal 4) mengatakan, pendidikan
di Indonesia harus demokratis. Berdasarkan undang-
Upaya apa untuk meningkatkan mutu dosen undang tersebut saya kemudian menerjemahkan apa

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 19


))) Wawancara Khusus

yang dimaksud pendidikan demokratis. Pendidikan tidak pada otoritas, seperti di FITK ini.
demokratis, pada intinya, adalah pendidikan yang
melakukan pelibatan semua unsur yang terkait de- Terakhir, apa yang dimaksud dengan unggul,
ngan pendidikan. Contohnya adalah dalam penyusunan profesional, dan kompetitif yang menjadi moto
kurikulum sekolah. Penyusunan kurikulum tersebut ti- FITK?
dak hanya disusun oleh guru dan kepala sekolah, tapi Unggul artinya sarjana yang akan kita cetak
juga melibatkan orang tua dari peserta didik. Karena adalah sarjana yang unggul. Unggul dalam bidang-
orang tua juga punya keinginan untuk menyekolah- nya masing-masing. Kalau dia jurusan matematika,
kan anaknya di sekolah tersebut. Selain itu, menurut maka dia unggul dalam penguasaan matematika
konsep pendidikan demokratis, pelibatan juga terdiri dan juga unggul dalam mengajarkan teknik-teknik
dari para pemakai sekolah atau para pemakai lulusan. mengajarkan  matematika kepada para siswanya.
Pemakai lulusan juga penting karena peserta didik Untuk menjadi mahasiswa yang unggul maka pro-
yang lulus akan bekerja, dan di sinilah peran penting sesnya juga harus unggul. Dan tidak mungkin, proses
dari para pemakai lulusan tersebut sehingga ada re- yang minimal akan menghasilkan lulusan yang ung-
levansi antara pasar kerja dan lulusan sekolah. Inilah gul. Untuk mendapatkan hasil yang unggul maka
ide yang saya kembangkan dengan menyebut demo- prosesnya juga harus unggul dan harus maksimal.
cratic education. Democratic education ini tidak ter- Bagaimana memaksimalkan proses tersebut? Seperti
batas pada kurikulum, tapi juga pembelajaran. Dalam yang telah saya katakan, bahwa seminggu sebelum
pembelajaran yang dilibatkan adalah siswa, jadi pem- proses belajar mengajar dimulai, bahan ajar sudah
belajaran itu adalah siswa. Kalau seorang guru men- masuk di blog. Dengan demikian mahasiswa sudah
gajar di SMP dengan rentang waktu 80 menit, bagi bisa browsing, bisa download dan mahasiswa sudah
seorang guru maksimalnya ha-nya 20 menit. Di awal tahu apa yang akan dipelajari. Sehingga mahasiswa
10 menit, di akhir 10 menit, atau di awal 5 menit dan masuk kelas tidak blankmind, tapi sudah siap dengan
di akhir 15 menit. 5 menit di awal untuk membuka, segala sesuatunya. Sedangkan dosennya harus ma-
lalu men-set ruang kelas untuk siswa belajar, nanti suk minimal 12 kali pertemuan selama satu semes-
setelah mereka melakukan eksplorasi, elaborasi, dan ter. Jika ada dosen tidak mencapai batas minimal,
konklusi, di akhir baru melakukan konfirmasi dengan maka untuk semester depan dia tidak akan diberi
guru selama 15 menit. Itulah yang dimaksud dengan tugas, agar supaya konsisten. Karena kualitas akan
democratic learning, pembelajaran demokratis. Dan ditentukan oleh frekuensi kehadiran seorang dosen
pembelajaran demokratis ini adalah basis metode bukan dengan kebesaran nama dosen. Jadi, ada dua
konstruktivisme yang telah saya sebutkan tadi. faktor yang harus dipenuhi oleh seorang dosen, yai-
tu kapabilitas dan loyalitas. Dengan kapabilitas, dia
Di FITK metode ini sudah diimplementasikan? harus menjadi longlife leaness, belajar sepanjang
Kalau di FITK sudah diimplementasikan. Di hayat, dan loyal, artinya seorang dosen harus loyal
Madrasah Pembangunan juga demikian. Selain masuk kelas. Kalau dia tidak masuk kelas, maka ma-
dalam proses pembelajaran, juga dalam manajemen. hasiswanya tidak akan terpintarkan. Sedangkan kon-
Manajemen demokratis adalah pelibatan seluruh petitif adalah jika dia keluar, dia harus berkompetisi
stakeholders, di FITK misalnya, ada dekan, pudek, dengan alumni-alumni yang lain. Ketika dia menjadi
kajur, TU, dan aparaturnya. Ketika kita akan membuat kompetitor dia harus menjadi the winner. Dia harus
program satu tahun ke depan, mereka diajak bicara siap mental untuk menjadi the winner tersebut, dan
bersama, membuat kesepakatan dan juga keputusan di sinilah mereka sudah dipersiapkan. Adapun yang
bersama. Dengan pelibatan tersebut maka dihasilkan ketiga, dia harus bekerja secara profesional, inilah
sebuah keputusan bersama dan mengambil porsinya arti dari profesional. Mengapa harus profesional,
ma-sing-masing. Inilah yang dimaksud dengan dem- karena alumni kita adalah agensi kita. Pencitraan
ocratic management. Jadi, dalam democratic man- fakultas berada pada alumninya. Oleh karena itu
agement tidak ada instruksi karena semuanya sudah mereka harus bekerja dengan profesional, artinya
di-share, share out of outhority dan share of respon- mereka harus bekerja dengan ilmu dan karakter
sibility. Terdapat share tanggungjawab dan share ke- keilmuannya. Selain itu, dia harus punya komitmen
wenang-an, semuanya sudah diatur menurut sistem. dengan pekerjaannya tersebut. Inilah yang dimaksud
Dan manajemen demokratis berbasis pada sistem dengan profesional. []  

20 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Seputar Kampus

 
 
 

Suasana Kantor LPJM di bawah Auditorium Utama

LPJM Genjot Mutu Universitas


UIN Jakarta bercita-cita ingin menjadi universitas riset (research universi- na, tata pamong, sistem informasi
ty) yang bekelas internasional. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, ber- dan keuangan.
bagai upaya terus dilakukan, di antaranya dengan menguatkan bidang Selain itu, LPJM juga menye-
akademik dan kelembagaan, baik tingkat universitas, fakultas, jurusan, lenggarakan kegiatan pengkajian,
dan tenaga pengajar. evaluasi, audit dan akreditasi pro-
gram studi dan institusi, menyam-
paikan temuan hasil pengkajian
dan evaluasi dan merekomenda-

U
ntuk merealisasikan upa- organisasi pembelajaran, dan me- sikan kebijakan pengembangan
ya tersebut, pada 18 Mei ningkatkan peran perguruan tinggi mutu akademik dan institusi ke-
2004, UIN Jakarta mem- dalam dunia akademik, pemban- pada pihak yang berkepentingan,
bentuk unit peningkatan mutu ber- gunan kualitas masyarakat, mod- dan mengembangkan kerjasama
nama Lembaga Peningkatan dan ernisasi dan demokratisasi. dengan perguruan tinggi dan in-
Jaminan Mutu (LPJM) atau Center ”Visi LPJM adalah sebagai lem- stitusi lain dalam rangka pengua-
for Quality Development and baga akselerasi sistem pening- tan profesionalitas dan pelayanan
Assurance (CeQDA). katan dan penjaminan mutu UIN sosial.
Menurut Ketua LPJM Dr Ahmad Jakarta. LPJM ingin memastikan Ahmad Syahid mengatakan,
Syahid, pendirian LPJM bertujuan kepuasan lulusan dan stakehold- LPJM memiliki enam kegiatan
untuk memastikan kepuasan ma- ers,” katanya. Sedangkan misinya, utama, yaitu pengembangan stan-
hasiswa dan masyarakat terhadap ia melanjutkan, untuk mengem- dar mutu, evaluasi dan audit, pen-
kinerja perguruan tinggi, mening- bangkan standarisasi output, in- ingkatan kualitas pendidikan dan
katkan kualitas pendidikan dan pen- put, dan proses perguruan tinggi pengajaran, perumusan kebijakan
gajaran, meningkatkan kualitas, dalam meningkatkan dan memas- dan perencanaan pengembangan
akuntabilitas, relevansi, dan daya tikan kualitas dosen, mahasiswa, mutu, sosialisasi dan publikasi,
saing perguruan tinggi, mengem- kurikulum, pembelajaran, fasilitas dan kerjamasa.
bangkan perguruan tinggi sebagai belajar, iklim ilmiah, riset, prasara- Pengembangan standar berupa

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 21


Seputar Kampus

pembuatan/perbaikan seperangkat na, dan tim sekretariat. Tim ahli ialah


kebijakan, aturan, kriteria minimal, para pakar yang memiliki pengala-
pedoman, kode etik dan organisasi man, wawasan dan komitmennya
yang bertujuan meningkatkan mutu kepada pengembangan universitas.
lembaga. Di antara bentuk kegiatan Sedangkan tim pelaksana ialah tim
ini adalah pengembangan standar yang memikirkan, merencanakan
kompetensi lulusan, kurikulum, pem- dan melaksanakan rencana kegiatan,
belajaran, tenaga pengajar, layanan adapun tim sekretariat ialah tim
laboratorium, standar sarana dan penunjang yang bertanggung jawab
prasarana. ”Kegiatan pengembangan menyelenggarakan administrasi keg-
standar dilakukan berdasarkan bench- iatan, keuangan, penyiapan akomo-
marking, telaah lapangan, studi kebi- dasi, dan segala sesuatu yang men-
jakan, kajian teori, dan wawancara dukung teknis pelaksanaan kegiatan.
atau survei,” kata mantan Pembantu Tim ahli beranggotakan
Dekan Bidang Kemahasiswaan Azyumardi Azra, MK Tajuddin, Husni
Fakultas Psikologi ini. Rahim, Mastuhu, Suwito, Masykuri
Dr Ahmad Syahid Adapun kegiatan evaluasi dan au- Abdillah, Abuddin Nata, Fuad Jabali,
Direktur LPJM dit, menurutnya, berupa penelitian, dan Jamhari. Sedangkan tim pelak-
pemeriksaan, dan penilaian terhadap sana terdiri dari Didin Syafruddin,
seluruh komponen program studi dan Bambang Suryadi, Awalia Rahma, E
lembaga ini telah institusi universitas untuk memastikan Sunjaya, Jejen Jaenudin, Febrianti, M
melaksanakan berbagai input dan proses pendidikan dan pen- Zaki Mubarok, dan Siti Nurul Azkiyah.
kegiatan yang berkaitan gelolaannya telah memenuhi standar Adapun tim sekretariat beranggot-
dan prosedur mutu yang ditetapkan. akan Asriati dan Joko Sukarno.
dengan visi dan misinya. Di samping itu, LPJM juga concern  Ia mengungkapkan, sejak awal
Di antara kegiatan dengan kegiatan peningkatan kuali- berdirinya hingga 2006 lalu, lemba-
tersebut, misalnya tas pendidikan dan pengajaran yang ga ini telah melaksanakan berbagai
penyusunan pedoman meliputi perbaikan mutu komponen kegiatan yang berkaitan dengan visi
pendidikan dan pengajaran, sep- dan misinya. Di antara kegiatan terse-
penulisan skripsi, tesis erti dosen, mahasiswa, kurikulum, but, misalnya penyusunan pedoman
dan disertasi, penyusunan pembelajaran, fasilitas belajar, dan penulisan skripsi, tesis dan disertasi,
empat pedoman program lainnya. penyusunan empat pedoman pro-
Tindak lanjut dari kegiatan peru- gram akademik, pembuatan stan-
akademik, pembuatan musan kebijakan dan perencanaan dar pembukaan program diploma
standar pembukaan adalah pengkajian, evaluasi, akredita- IV dan guru kelas, penyusunan kuri-
program diploma IV dan si, dan audit. Adapun sosialisasi dan kulum berbasis kompetensi (KBK),
guru kelas, penyusunan publikasi merupakan kegiatan disemi- integrasi keilmuan, penyusunan pe-
nasi informasi reguler hasil pengkaji- doman penyelenggaraan evaluasi
kurikulum berbasis an, evaluasi, dan akreditasi program dosen, akreditasi jurnal, penyusunan
kompetensi (KBK), studi dan institusi universitas melalui modul pengembangan kurikulum
integrasi keilmuan, penerbitan buletin, newsletter, buku, pesantren dan madrasah, workshop
penyusunan pedoman dan kegiatan seminar/workshop. pengembangan mutu akademik, dan
”Sedangkan kegiatan kerjasama di- pembuatan instrumen seleksi CPNS
penyelenggaraan evaluasi lakukan dengan lembaga sejenis di dosen UIN Jakarta. ”Dan ke depan,
dosen, akreditasi jurnal, pelbagai perguruan tinggi baik dalam LPJM akan melaksanakan beberpa
penyusunan modul maupun luar negeri,” tuturnya. kegiatan sesuai dengan visi-misi UIN
Menurut Syahid, untuk bisa mere- Jakarta untuk menjadi universitas ri-
pengembangan kurikulum alisasikan berbagai agenda kegiatan set. []
pesantren dsb. lembaga, LPJM memiliki tiga tim
yang terdiri dari tim ahli, tim pelaksa- Akhwani Subkhi

22 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


>>> Wacana <<<

Oleh Amri Rasyidin MPd

Aspek Pengelolaan Keuangan pada PTN Berstatus BHP


S
etelah tertunda kurang- lembaga pendidikan. ”Ide dasar lebih bersedia menerima resko
lebih empat tahun – antara lahirnya UU BHP tidak terlepas masuk bui daripada melawan ke-
lain karena alotnya pemba- dari kesemrawutan dan prosedur butuhan dosen dan mahasiswa.
hasan di DPR -- akhirnya Presiden penganggaran di perguruan tinggi Tegasnya, penetapan UU ten-
RI mengesahkan UU No. 9 Tahun negeri,” ujang Fasli Jalal (Dirjen tang BHP ini merupakan upaya
2009 tentang Badan Hukum Dikti Depdiknas) dalam diskusi pemerintah mencari dasar hu-
Pendidikan (BHP) pada 16 Januari terbatas di kantor Kompas pada 9 kum sehingga penyelenggaraan
2009 yang lalu. Sejak awal pem- Februari 2009 lalu. pendidikan tidak terjerat jalur
bahasan RUU sampai setelah Sebelum ditetapkannya PP No. birokrasi yang rumit dan berbe-
ditetapkan menjadi UU, bahkan 23 Tahun 2005 tentang BLU, PTN lit-belit. Tetapi secara hukum, ke-
saat ini pun masih ada kelompok dikekang oleh model kerja birokra- harusan membuat BHP ini atas
masyarakat yang menentang UU si. Cara penganggaran terpusat. dasar amanat UU No. 20 Tahun
ini. Pada umumnya masyarakat ”Sederhananya, untuk membeli 2003 tentang Sistem Pendidikan
yang mayoritas diwakili maha- kertas pun yang menentukan ha- Nasional {Pasal 53, ayat (1 )} yang
siswa itu merasa keberatan dalam rus Bappenas dan dana tidak bisa berbunyi, ”Penyelenggara dan/
hal: 1) khawatir lembaga pendidi- dalam bentuk blockgrant. Kalau atau satuan pendidikan formal
kan, terutama perguruan tinggi, mendadak kebutuhan berubah yang didirikan oleh pemerintah
berpotensi menjadi PT (Perseroan karena dinamika perguruan tinggi, atau masyarakat berbentuk badan
Terbatas) yakni badan usaha ber- revisinya berlarut-larut sampai ke hukum pendidikan”.
badan hukum; 2) akan terjadi pusat,” lanjut Dirjen Dikti yang ber- Meski sampai sekarang unjuk
komersialisasi dunia pendidikan penampilan kalem itu. rasa atau protes sebagian ma-
yang berdampak kenaikan biaya Permasalahan lainnya terkait syarakat masih terdengar mem-
pendidikan; dan 3) tujuan lembaga dengan Penerimaan Negara Bukan persoalkan dan bahkan menolak
pendidikan akan m\\enyimpang Pajak (PNBP) yang membuat para UU No. 9 Tahun 2009 tentang
menjadi profit oriented. rektor sakit kepala. Dana PNBP BHP, tapi pemerintah nampaknya
Dari sudut pandang pemer- yang berasal dari mahasiswa, sudah bertekad untuk menjalank-
intah,  keputusan membuat UU harus disetorkan terlebih dulu ke annya. Karena persoalannya se-
tentang BHP ini sebagian karena kas Negara, kemudian perguruan bagian besar mengenai persoalan
desakan pimpinan dan penyeleng- tingi mengajukan permintaan keuangan, terutama di kalangan
gara pendidikan, terutama para kembali sehingga membutuhkan perguruan tinggi, kami mencoba
rektor yang tergabung dalam fo- waktu lama dan proses panjang. mengangkat topik  mengenai “as-
rum rektor PTN, sejak reformasi Pembayaran honor untuk dosen pek tatakelola keuangan” pada
selalu mengeluhkan perihal keru- yang mengajar atau menguji skrip- PTN yang menjadi  Badan Hukum
mitan sistem keuangan  birokrasi, si mahasiswa bisa terlambat tiga Pendidikan milik Pemerintah
keterpasungan dalam manajemen bulan. Bahkan karena persoalan (BHPP). Aspek tatakelola keuan-
pelayanan, dan keterbatasan ru- administrasi PNBP ini sering pula gan meliputi pembahasan tentang
ang gerak dalam menggali potensi menjadi temuan Badan Pemeriksa kekayaan, pendanaan, akuntabili-
sumber daya untuk memajukan Keuangan (BPK) lantaran rektor tas dan pengawasan, serta beber-

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 23


23
>>> Wacana <<<

apa kritik terhadap aspek pengelo- kegiatan yang tidak mencari laba/ berkenaan dengan kewenangan
laan keuangan yang diatur dalam profit, namun jika terjadi sisa hasil audit oleh BPK, BPKP, dan Itjen
UU No. 9 Tahun 2009. kegiatan (saldo) maka harus dita- terhadap dana hibah yang diberi-
  namkan kembali untuk menjalank- kan pemerintah atau pemda ke-
Tujuan dan prinsip an tugas pokok BHP. [Pasal 4, pada BHP [Pasal 52, ayat (3)].
PTN merupakan satuan pendi- ayat (1) dan Pasal 38, ayat (3)].
dikan tinggi BHP milik Pemerintah Sebelum menjadi BHP, PTN Kekayaan
(BHPP) atau milik Pemerintah merupakan instansi pemerintah, Pada Pasal 37 ayat (1) UU
Daerah (BHPPD), yang dalam yang dalam perspektif hukum No.9/2009 ditegaskan bahwa
pembahasan ini akan digunakan merupakan badan hukum  pub- kekayaan awal BHP-PTN berasal
istilah BHP-PTN (Badan Hukum lik (publiekrechtelijk). Sebagai dari kekayaan pendiri yang dip-
Pendidikan-Perguruan Tinggi badan hukum publik  PTN harus isahkan. Ini berarti semua kekay-
Negeri). Dalam konteks perguruan tunduk pada ketentuan tentang aan/aset berupa tanah, bangunan,
tinggi, pembentukan BHP bertu- pengelolaan keuangan negara, kendaraan, dan sarana/prasarana
juan memajukan pendidikan tinggi seperti yang diatur dalam UU No. lainnya yang dapat dinilai dengan
nasional dengan menerapkan 17 Tahun 2003 tentang Keuangan uang, begitu PTN menjadi BHP
otonomi perguruan tinggi (Pasal Negara, UU No. 1 Tahun 2004 maka semua aset tersebut bera-
3). Pengelolaan pendidikan di- tentang Perbendaharaan Negara, lih status kepemilikannya menjadi
dasarkan pada prinsip:  otonomi, UU No. 15 Tahun 2005 tentang kekayaan BHP. Lalu di mana posisi
akuntabiitas, transparansi, penjam- Pemeriksaan, Pengelolaan dan pemerintah dalam hal kepemilikan?
inan mutu, layanan prima, akses Tanggungjawab Keuangan Negara, Pemerintah berada di dalam organ
yang berkeadilan, keberagaman, dan lain-lain ketentuan yang menga- representasi pemangku kepent-
keberlanjutan, dan partisipasi atas tur keuangan negara. Pertanyaan ingan sebagai pendiri BHP yang
tanggungjawab Negara dalam baru muncul: apakah setelah men- salah satu tugasnyanya adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. jadi BHP-PTN sebagai badan hu- melakukan pengawasan umum
[Pasal 4, ayat (2)]. Sedangkan kum privat (Privaatrechtelijk) tidak terhadap pengelolaan BHP (Pasal
pengelolaan keuangan dilakukan terkena peraturan perundang-un- 22, huruf g).
atas dasar  prinsip nirlaba, yakni dangan tentang keuangan negara? Kekayaan dan pendapatan
Jika tidak, BHP-PTN dikelola secara mandiri,
tentu pen- transparan, dan akuntabel [Pasal
gelolaan 37, ayat (4)]. Yang dimaksud
keuangan “mandiri” adalah otonom dalam
d i a t u r menjalankan kegiatan baik dalam
tersendiri bidang akademik maupun non-
di dalam akademik (termasuk keuangan).
Anggaran Pengertian “transparan” adalah
Dasar/ pengelolaan keuangan secara ter-
Anggaran buka yang memungkinkan semua
R u m a h pihak terkait dapat mengontrol
Ta n g g a dan ikut terlibat dalam proses
(AD/ART) manajemen sejak perencanaan,
BHP. Tapi pelaksanaan, hingga pelaporan.
sangat di- Sedangkan pengertian akuntabel
sayangkan adalah kemampuan dan komitmen
hal ini tidak untuk bertanggungjawab atas pen-
diatur se- gelolaan keuangan sesuai keten-
cara jelas tuan yang berlaku.             
dalam UU Seluruh kekayaan dan
BHP ini. pendapat BHP-PTN pada dasarnya
Yang dia- harus digunakan untuk kepentin-
tur hanya gan tridharma perguruan tinggi,

24 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


>>> Wacana <<<
pelayanan pendidikan, dan peng- cara tegas melakukan pelarangan,
gunaan lain yang sesuai dengan ke- karena ada kata “kecuali” yang ma-
tentuan perundang-undangan [Pasal sih membuka kemungkinan jika dibu-
Kekayaan dan 37, ayat (6)].  Ketentuan tentang tuhkan untuk tujuan sesuai Pasal 37
pendapatan BHP- kekayaan dan pendapatan BHP-PTN ayat (6). Karena notabene asetnya 
PTN dikelola secara ini harus diatur secara jelas di dalam dari kekayaan negara yang dipisah-
AD/ART BHP. kan, maka ketidaktegasan dalam
mandiri, transparan, Selain itu pada Pasal 38, ayat (1) pengaturan bisa membuka peluang
dan akuntabel [Pasal dan (2), diatur batasan pendapatan dialihkan ke pihak lain apabila pen-
dan sisa hasil kegiatan BHP yang di- gelola BHP-PTB-nya nakal.
37, ayat (4)]. Yang peroleh dari penggunaan kekayaan  
dimaksud “mandiri” dan tanah negara yang kepemilikan- Pendanaan
nya sudah dipisahkan dan diserah- Sebagaimana disinggung di atas
adalah otonom dalam kan kepada BHP, bukan lagi terma- bahwa gagasan utama yang mendo-
menjalankan kegiatan suk kategori PNBP. Sedangkan sisa rong penyusunan UU tentang BHP ini
hasil kegiatan harus digunakan un- karena keterbatasan dana pendidi-
baik dalam bidang tuk kepentingan pendidikan, tetapi kan dan keruwetan dalam pengelo-
akademik maupun non- jika tidak, maka sisa hasil kegiatan laan keuangan lembaga pendidikan,
dimaksud menjadi objek pajak peng- terutama PTN, yang pada gilirannya
akademik (termasuk hasilan [Pasal 38, ayat (3) dan (4)]. menghambat kreativitas, inovasi,
keuangan). Pengertian Selanjutnya dalam hal pengalihan dan motivasi dalam penyelengga-
“transparan” adalah kekayaannya, pengelola BHP-PTN raan dan pengembangan lembaga
tidak diperkenankan mengalihkan pendidikan nasional. Di samping itu
pengelolaan keuangan kekayaan baik berupa uang, barang, pemerintah sampai saat ini belum
secara terbuka yang atau bentuk lain yang dapat dinilai mampu menanggung biaya pendidi-
dengan uang kepada siapa pun, baik kan sebagaimana diamanatkan oleh
memungkinkan semua langsung maupun tidak langsung, Pasal 31 ayat (4) UUD-1945 (catatan:
pihak terkait dapat kecuali untuk kepentingan seb- kebijakan 20 persen dana pendidi-
agaimana diatur pada Pasal 37, ayat kan dari APBN masih dipertanyakan
mengontrol dan (6) yakni untuk tridhama perguruan nilai riilnya). Karenanya bentuk BHP
ikut terlibat dalam tinggi dan penggunaan lain yang ini merupakan solusi “jalan-tengah”
sesuai dengan ketenuan perundang- bagi persoalan tersebut.
proses manajemen undangan  (Pasal 39). Sebagai solusi “jalan-tengah”
sejak perencanaan, Dalam hal batasan pendapat maka di dalam Pasal 40 ayat (2)
dan sisa hasil kegiatan yang tidak disebutkan pendanaan BHP-PTN
pelaksanaan, hingga termasuk kategori PNBP, konkrit- “menjadi tanggungjawab bersama
pelaporan. Sedangkan nya batasan itu meliputi pendapa- antara Pemerintah, Pemda, dan ma-
pengertian akuntabel tan berupa biaya kuliah dari maha- syarakat sesuai ketentuan peraturan
siswa (seperti SPP, DOP, DM, DP perundang-undangan”. Kemudian
adalah kemampuan dan lain-lain), sewa gedung/tanah, pada ayat (4) disebutkan, pemerin-
dan komitmen untuk pendapatan hasil usaha/kerjasama, tah dan pemda sesuai dengan ke-
hibah dari masyarakat, dan sisa wenangannya bertanggungjawab
bertanggungjawab atas hasil kegiatan. Nah, supaya hal ini dalam penyediaan dana pendidikan
pengelolaan keuangan menjadi lebih jelas, maka perlu dia- – yang penyalurannya dalam bentuk
tur lebih lanjut dengan Peraturan hibah [ayat (5)] .
sesuai ketentuan Menteri Keuangan. (Tapi sayangnya Lalu untuk pendanaan BHP-PTN
yang berlaku. hal ini tidak disebutkan dalam UU disebutkan bahwa pemerintah ber-
No.9/2009 ini). sama-sama BHP-PTN menanggung
Demikian pula dalam pengaturan seluruh biaya investasi, beasiswa,
tentang pelarangan pengalihan dan bantuan biaya pendidikan [Pasal
kekayaan BHP, Pasal 39 tidak se- 41, ayat (5)], serta menanggung

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 25


25
>>> Wacana <<<

paling sedikit setengah dari biaya rarti pendanaan untuk investasi, bea- sar seperdua, berarti manajemen
operasional berdasarkan standar siswa dan bantuan pendidikan dilaku- BHP-PTN harus menanggung seper-
pelayanan minimal  untuk mencapai kan bersama-sama oleh pemerintah tiga biaya operasional. Penulis mem-
Standar Nasional Pendidikan  [Pasal dan BHP-PTN. Sebagaimana diketa- bayangkan PTN yang selama ini ma-
41, ayat (6)]. Dana yang diberikan hui, kondisi hampir di semua PTN sih bergantung sepenuhnya dari dana
oleh pemerindah dan pemda untuk saat ini, jangankan untuk investasi, pemerintah (karena PNBP-nya kecil),
BHP-PTN dalam bentuk hibah [Pasal dana PNBP yang berasal dari ma- tentu mereka akan sangat kesulitan
41, ayat 10)]. Sedangkan mahasiswa syarakat juga tidak mencukupi untuk memperoleh dana untuk menombok
atau peserta didik ikut menanggung dana operasional seperti honor/in- pembiayaan operasionalnya, meski 
biaya pendidikan sesuai dengan ke- sentif, biaya sarana perkantoran, bi- sepertiga saja. Apalagi BHP-PTN
mampuan orangtua/wali [Pasal 41, aya praktikum, seminar, workshop/ diwajibkan pula mengalokasikan
ayat (7)] paling banyak sepertiga pelatihan, biaya kegiatan maha- dana untuk beasiswa atau bantuan
dari biaya operasional [Pasal 41, siswa, dan sejenisnya. Berdasarkan pendidikan kepada WNI yang kurang
ayat (9)]. kenyataan ini, bagaimana mungkin mampu secara ekonomi dan/atau
Nah, yang perlu digarisbawahi biaya untuk investasi, beasiswa peserta didik yang memiliki potensi
dalam ketentuan pendanaan yang dan bantuan pendidikan juga harus akademik tinggi yang besarnya pal-
dilakukan pemerintah terhadap BHP- ditanggung PTN? Semestinya biaya ing sedikit 20 persen dari jumlah
PTN adalah: 1) pemerintah tetap untuk investasi, beasiswa dan ban- peserta didik [Pasal 45, ayat (2)].
bertanggungjawab mendanai BHP- tuan pendidikan ditanggung secara Selanjutnya yang perlu dikritisi
PTN berupa bantuan untuk investasi, penuh oleh pemerintah. lagi adalah tentang biaya opera-
beasiswa dan bantuan pendidikan Apalagi kalau kita lihat pula bahwa sional. Dalam penjelasan Pasal 41
lainnya; 2) pemerintah masih ikut mahasiswa diwajibkan menanggung ayat (4) dan ayat (6) disebutkan, bi-
menanggung biaya operasional ber- biaya pendidikan dibatasi paling ban- aya operasional adalah biaya yang
sama dengan BHP-PTN paling se- yak sepertiga dari biaya operasional. digunakan dalam proses pendidikan
dikit seperdua, dan mahasiswa ikut Berarti Pemerintah dan manajemen sesuai dengan ketentuan yang ber-
menanggung biaya operasional pal- BHP-PTN harus menanggung dua laku. Penjelasan ini sangat kabur.
ing banyak sepertiga; 3) dana yang pertiga biaya operasional. Kalau kita Misalnya, selain dari biaya honor,
diberikan pemerintah bersifat hibah. berandai-andai, pemerintah hanya transport, sarana perkantoran dan
Jika dianalisa lebih jauh, ini be- membantu biaya operasional sebe- pembelajaran/praktikum, apakah
biaya operasional itu juga termasuk
gaji PNS yang selama ini diberikan
oleh pemerintah. Karena itu perlu
ada petunjuk pelaksanaan yang
menjelaskan definisi dan indikator
konkret “biaya operasional”, agar
dalam pelaksanaannya tidak terjadi
persepsi yang keliru.
 
Investasi
Selain keistimewaan seperti
kekayaan awal yang dipisahkan dan
penerimaan yang diperoleh dari hasil
kegiatan  tidak perlu disetorkan ke
kas negara, ada satu lagi privilege
bagi BHP-PTN yaitu dapat melakukan
investasi dalam bentuk portofolio
dan dalam bentuk badan usaha ber-
badan hukum (misalnya: Perseroan
Terbatas). [Pasal 42 ayat (1) dan
Pasal 43 ayat (1)]. Bagaimana pelak-
sanaan hak keistimewaan ini di ke-

26 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


>>> Wacana <<<
mudian hari, tentu masih perlu diatur Akuntabilitas Selain itu laporan keuangan tahunan
lebih lanjut dengan Juklak berupa dan pengawasan tersebut harus diaudit oleh akuntan
Peraturan Menteri yang berwenang. Akuntabilitas atau pertanggung- publik. [Pasal 52, ayat (2)].
Yang pasti dalam Pasal 43 ayat jawaban (accountability) merupakan Dalam hal BHP-PTN menerima
(3) dijelaskan bahwa badan usaha suatu bentuk keharusan seseorang  hibah dari pemerintah/pemda,
sebagaimana dimaksud pada ayat (pimpinan/pejabat/pelaksana) untuk maka dana hibah ini menjadi objek
(1) Pasal 43,  harus dikelola secara menjamin bahwa tugas dan kewa- pemeriksaan BPK/BPKP/Itjen yang
profesional oleh Dewan Komisaris, jiban yang diembannya sudah dilak- memang memiliki kewenangan men-
Dewan Direksi, beserta seluruh ja- sanakan sesuai ketentuan yang ber- gaudit penggunaan dana pemer-
jaran karyawan badan usaha yang laku. Akuntabilitas dapat dilihat me- intah/pemda. [Pasal 52, ayat (3)].
tidak berasal dari unsur manajemen lalui laporan tertulis yang informatif Dengan demikian berarti PTN yang
BHP-PTN. Keuntungan atau profit  dan transparan. Sedangkan penga- berstatus BHP akan diperiksa oleh 
yang dihasilkan oleh  badan usaha wasan (controlling) merupakan suatu BPK/BPKP/Itjen hanya terbatas
ini harus digunakan sesuai ketentuan bentuk pengendalian agar kegiatan pada bagian dana hibah pemerintah/
pada Pasal 37 ayat (6), yakni untuk yang dilakukan dapat dipastikan ses- daerah saja. Sedangkan penerimaan
kepentingan pendidikan. Demikian uai dengan ketentuan yang berlaku. dan penggunaan dana dari masyara-
pula hasil dari investasi dalam ben- Akuntabilitas publik  BHP-PTN ter- kat dan dari hasil kegiatan diperiksa
tuk portofolio, sebagian besar ha- diri atas akuntabilitas akademik dan atau diaudit oleh akuntan publik dan
rus ditanamkan  kembali untuk pe- akuntabilitas non-akademik (manaje- organ audit bidang non-akademik se-
nyelenggaraan pendidikan. Adapun men dan keuangan). Akuntablitas bagaimana dimaksud oleh Pasal  15
Investasi dalam bentuk portofolio keuangan BHP-PTN, baik adminis- ayat (2), Pasal 29  dan 30.
adalah keikutsertaan modal dalam trasi maupun laporan keuangan ta- Jika diperhatikan uraian di atas
bentuk saham di suatu perusahaan, hunan, berada di tangan pemimpin nampaknya ketentuan tentang akunt-
pembelian Sertifikat Bank Indonesia BHP-PTN bersangkutan [Pasal 53, abilitas dan pengawasan yang diatur
(SBI), deposito dan lain sebagainya. ayat (1)]. dalam UU No. 9 Tahun 2009 ten-
Pengawasan BHP-PTN dilaku- tang BHP ini masih sangat umum.
kan melalui sistem laporan tahunan. Misalnya tidak ada penjelasan ten-
Sebagaimana akuntabilitas, laporan tang hibah  dari pemerintah/pemda:
BHP-PTN terdiri atas laporan aka- apakah hibah mengikat atau tidak,
demik dan laporan non-akademik. dan bagaimana metode penggunaan-
Laporan akademik meliputi laporan nya? Bahkan juga tidak ada disebut-
penyelenggaraan pendidikan, peneli- kan tentang  proses pengadaan ba-
tian, dan pengabdian pada masyara- rang dan jasa dengan menggunakan
kat. Laporan bidang non-akademik dana penghasilan BHP-PTN sendiri: 
meluputi laporan manajemen dan apakah harus mengikuti ketentuan
keuangan. Sistem laporan harus dia- dalam Keppres No. 80 Tahun 2003
tur dalam AD/ART. [Pasal 48, ayat serta perubahan-perubahannya?
(1) s.d.(6)].              
Laporan keuangan tahunan BHP- Penutup
PTN merupakan bagian yang tidak Setelah mengikuti uraian aspek
terpisahkan dari laporan tahunan keuangan pada BHP-PTN yang diatur
BHP-PTN dan dibuat sesuai dengan dalam UU No. 9 Tahun 2009 tentang
standar akuntansi, serta harus diu- BHP, dapat disimpulkan bahwa untuk
mumkan kepada publik melalui surat mengimplementasikan UU BHP ini se-
kabar nasional dan papan pengumu- cara efektif dan efisien sangat  diper-
man. Apabila menerima dan meng- lukan dukungan  beberapa kebijakan
gunakan dana dari APBN/APBD, pelaksanaan dalam bentuk Peraturan
maka BHP-PTN harus melaporkan- Menteri berwenang serta harus pula
nya kepada pemerintah dan/atau diatur secara lebih rinci di dalam AD/
pemda sesuai ketentuan yang ber- ART BHP-PTN masing-masing.*
laku. [Pasal 51, ayat (1) s.d. (5)].

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 27


27
RESENSI BUKU <<<
>>> Wacana

Menyongsong Masa Depan


Peradilan Agama
dan rasul-Nya. lan agama di era reformasi, selain su-
Peradilan secara historis sudah dah semakin kuat, ia juga mengalami
ada sejak zaman Rasulullah saw. dan pengembangan kelembagaan, tidak
disempurnakan pada masa-masa sesu- hanya menyangkut pengembangan
dahnya, terutama dinasti Umayyah dan peradilan agama di Nanggroe Aceh
Abbasiah. Pada masa kedua dinasti itu- Darusssalam, tapi juga pengemban-
lah, setiap perkara diselesaikan menu- gan secara struktur seperti yang ter-
rut mazhab yang dianut oleh masyara- tera pada Direktorat Jenderal Badan
kat. Lalu bagaimana eksistensi peradi- Peradilan Agama.
lan agama di Indonesia yang mayoritas Selain itu, secara yuridis formal
Judul Buku penduduknya adalah Muslim? tentang kedudukan peradilan gama
Peradilan Agama dalam Bingkai Keberadaan lembaga peradilan pada era reformaiso disebutkan dalam
Reformasi Hukum di Indonesia agama, sebelum era reformasi, menjadi UU No. 3 Tahun 2006 tentang peruba-
Penulis sebuah lembaga yang sobordinat, sep- han atas UU No. 7 tahun 1989 tentang
Dr. Jaenal Aripin, MA erti dalam istilah wujûduhû ka’adamihî, Peradilan Agama. Dalam UU tersebut
Penerbit keberadaannya sama denga tidak ada. dijelaskan bahwa: “Pengalidalan agama
Kencana Prenada Media Group Karena ia berada di bawah naungan berkedudukan di ibu kota kebupaten/
Tahun Terbit Departemen Agama. Kewenangannya kota dan daerah hukumnya meliputi
September 2008 pun dibatasi hanya kepada bidang-bi- wilayah kabupaten/kota. Dan pengadi-
dang tertentu saja seperti nikah, dan lan tinggi agama berkedudukan di ibu
thalaq. Bahkan, independensi peradilan kota provinsi dan daerah hukumnya me-

D
agama, sebelum era reformasi, meru- liputi wilayh propinsi.”
alam khazanah Islam peradi-
pakan salah satu faktor utama, mengin-  Inilah perubahan signifikan yang ter-
lan agama dikenal dengan is-
gat masih kuatnya intervensi kekuasaan jadi pada peradilan agama di era refor-
tilah wilayat al-qadhâ, hisbah,
lain, yakni eksekutif. masi. Eksistensinya sudah sangat kuat
dan madzâlim. Dalam konteks ini, qa-
Di era reformasi posisi lembaga pera- secara konstitusional, kedudukannya
dhâ adalah lembaga yang bertugas
dilan agama mengalami kemajuan yang sama dengan badan-badan peradilan
memberi penerangan, dan pembi-
sangat berarti. Karena eksistensinya su- lainnya. Dengan demikian, diharapkan,
naan hukum, menyelesaikan perkara
dah sejajar dengan badan-badan peradi- di masa-masa selanjutnya, indepen-
sengketa, perselisihan, dan masalah
lan lainnya di bawah naungan Mahkamah densi dan kemandirian institusionalnya
wakaf. Dari asal kata qadhâ itulah, isti-
Agung. Hal ini terjadi ketika tahun 1999 bisa meningkat dan juga bisa memberi
lah ‘peradilan’ muncul. Qadhâ, bisa be-
lahir Undang-undang Nomor 35 tentang keadilan bagi para pencari keadilan.
rarti memutuskan, melaksanakan, dan
perubahan atas Undang-Undang Nomor  Buku ini dengan judul, Peradilan
menyelesaikan.
14 tahun 1970 tentang pokok-pokok Agama dalam Bingkai Reformasi
Secara etimologis, al-qadhâ juga me-
kekuasaan kehakiman. Hukum di Indonesia, karya Dr. Jaelani
miliki beberapa pengertian. Pertama,
Undang-undang tersebut merupkan Aripin, MA, merupakan karya yang layak
sifat kehakiman yang mewajibkan hu-
tonggak awal dimulainya proses refor- dibaca terutama bagi akademini, ma-
kum syara’ dilaksanakan. Kedua, me-
masi badan peradilan agama beserta hasiswa dan bagi siapa saja yang ingin
nyelesaikan kasus yang timbul dalam
badan peradilan lainnya, yang kemudian tehu tentang Peradilan Agama. Karena
masyarakat dan memutuskan perti-
dikenal dengan istilah “penyatuapatan”. buku ini menyajikan tentang seluk-beluk
kaian dengan adil dan benar. Ketiga,
Yaitu, dialihkannya pembinaan admin- peradilan agama, termasuk juga hara-
menyelesaikan segala perselisihan
strasi dan keuangan dari Depertemen pan-harapan dan masa depan Peradilan
dan pertengkaran yang terjadi dalam
Agama ke Mahkamah Agung. Agama di Indonesia. Selamat membaca!
pergaulan masyarakat dengan hukuk-
 Oleh karena itu, kedudukan peradi- (Khumaidi)
hukum yang telah ditetapkan oleh Allah

28 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Sosok

Dr Syopiansyah Jaya Putra


Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

Mimpi Mewujudkan
Pusat Keunggulan
ICT di Indonesia
Perasaan sedih bercampur bang-
ga menggelayuti Dr Syopiansyah
Jaya Putra ketika mengetahui dirin-
ya terpilih kembali sebagai Dekan
Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
periode 2009-2013. Sedih karena
apa yang disandangnya adalah
sebuah amanah yang harus di-
jalankan dengan baik. Sementara
bangga berarti sebuah prestasi
yang dicapai selama satu periode
sebelumnya.
Pak Syopian, demikian sa-
paan akrab pria kelahiran Tanjung
Karang, Lampung, 17 Januari
1968, ini menilai bahwa jabatan
yang kembali diembannya seka-
rang merupakan tantangan.
Tantangan itu tak lain bagaimana
ia dapat mewujudkan FST sebagai
fakultas terkemuka di tingkat na-
sional maupun internasional, kh-
sususnya dalam pengembangan
sains dan teknologi di Indonesia
sesuai konsep dan nilai ajaran
Islam. “Kalau UIN Jakarta dikenal
sebagai pusat peradaban, kami
memiliki mimpi dan cita-cita untuk
menjadikan FST sebagai pusat
keunggulan ICT di Indonesia atau
ICT Centre of Excellence,” katanya.
Bahkan, FST juga bertekad untuk
menjadi lokomotif dalam pengem-
bangan MIPA dan agribisnis.
Peraih gelar Master of Science
dibidang Sistem Informasi dari

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 29


29
Sosok

University of Colorado – USA melihat seberapa besar masalah


ini, mengaku senang menerima yang menghadang, tapi seberapa
jabatan yang berbeda dari pro- besar kita melihat masalah yang
fesi awalnya sebagai konsultan. dihadapi sebagai peluang.
Sebelum menjabat menjadi Dekan, Dengan prinsip tersebut, akh-
Ia pernah menjadi IT Specialist & irnya Syopian berhasil menyele-
Logistic Supervisor di perusahaan saikan semua masalah yang meng-
multinasional Freeport Mc Moran hadang. Maka dibangunlah gedung
dan IT Consultan di IBM dan PT Fakultas Sains dan Teknologi dan
Mitra Global Solusindo. Pusat Laboratorium Terpadu (PLT)
Secara pribadi, “Saya menyukai tantangan dan yang terdiri dari 33 Laboratorium,
senang bekerja di manajemen yang Studio Multimedia serta Green
Ia memiliki visi berbeda. Dahulu bekerja di manaje- House, termasuk pengemban-
dan misi untuk men perusahaan, sekarang beker- gan ICT di UIN yang seluruhnya
ja di manajeman pendidikan yang terhubungkan serat optic (fiber
mengembangkan merupakan kombinasi antara pen- optic). Dengan berdirinnya ge-
tradisi Research and didikan, birokrasi dan entrepreneur- dung-gedung tersebut merupakan
ship”. ” ujar Ketua Badan Sertifikasi bentuk nyata hasil kerja keras dari
Development (R&D) Asosiasi (BSA) – Persatuan Insinyur rancangan dan pengembangannya
dikalangan sientekers, Profesional Indonesia (PIPI) di-
bidang Manajemen Proyek dan
bersama tim FST yang Ia pimpin
sejak tahun 2002 dan berhasil
mewujudkan FST Manajemen Konstruksi diselesaikan dengan baik pada ta-
Pria berkacamata ini mengaku hun 2004.
sebagai lembaga bahwa awal mula mendapat amanah Kondisi FST saat ini, benar-
terkemuka di ini –menjadi dekan- ketika gedung benar diluar dugaan. “Kerja keras
FST belum berdiri. Saat itu, di ta- membuahkan hasil yang baik”
kancah internasional hun 2002, Syopian beserta dosen ujarnya sembari tersenyum. Kini,
yang integrasi dan mahasiswa masih melakukan FST telah menjadi fakultas yang cu-
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kup diperhitungkan di UIN Jakarta
dengan keislaman, digedung sementara dan bahkan dengan prestasi yang gemilang.
mengembangkan bekerja di perpustakaan. Ia me- “Tentunya, hasil ini berkat kerja
nyayangkan banyaknya mahasiswa keras seluruh civitas akademika
program studi yang berkeluh kesah tentang ke- yang saya sebut mereka sebagai
unggulan, dan adaan saat itu. Proses kegiatan Saintekers” ujarnya merendah.
belajar menagajar saat itu benar- Sekarang, perkembangan FST
program kerja benar tidak maksimal. Mahasiswa sudah cukup baik. Karena, menu-
unggulan dan dosen mengeluhkan fasilitas,
sarana dan prasarana yang sangat
rut Koordinator Bidang Organisasi
dan Informasi Ikatan Cendekiawan
minim, misalnya fasilitas laborato- Muslim (ICMI) ini menjelaskan, di-
rium yang belum lengkap. ”Saat itu bidang akademik, FST telah me-
terus terang Saya sulit menjawab miliki sedikitnya tujuh program
keluhan mahasiswa,” imbuhnya studi yang kesemuanya telah
Kala itu, ujar Pria yang meraih terakreditasi di Badan Akreditasi
doktor dibidang Manajemen Nasional Perguruan Tinggi (BAN-
Sains (Sistem Informasi) dari  PT), dua program reguler, dan
Technological University of the dua program internasional. Selain
Philippines ini, begitu banyak ken- itu, FST menerbitkan delapan jur-
dala yang menghadang. Namun nal ilmiah, rancang bangun Pusat
semuanya bisa terselesaikan. Laboratorium Terpadu, dan meng-
Prinsipnya adalah dengan tidak hasilkan 154 penelitian.

30 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


Sosok

Demikian juga, di bidang admin- bagai Centre of Excellent ICT di mahasiswa baru 7 : 1. Artinya,
istrasi umum, FST berhasil menjadi Indonesia, bekerja sama dengan satu kursi diperebutkan tujuh
fakultas terbersih di lingkungan UIN 16 perusahaan dan lembaga, tu- orang. “Mimpi Saya untuk mewu-
tahun 2008 dan mengimplementa- juh universitas, sembilan pemerin- judkan ICT Centre of Excellence
sikan Sistem Informasi Manajemen tahan, dan dua pondok pesantren pun akan segera terwujud dengan
Perpustakaan (e-library), serta me- untuk pengembangan jaringan beroperasinya NICT-HRD” ungkap-
miliki sarana dan prasaran yang dan penguatan kelembagaan” ujar nya. Namun, tantangan ke depan
memadai (kelas full in focus untuk Koordinator Tim Teknis NICT-HRD untuk mewujudkan internasional-
lantai empat dan lima).  Di bidang Project ini isasi fakultas dengan mencetak
kemahasiswaan, setidaknya FST Walaupun sudah baik, namun mahasiswa yang lebih cerdas, ber-
telah memberikan beasiswa ke- ke depan, lanjut pria yang sudah integritas, dan berkarakter akan
pada 1000 mahasiswa, Juara per- memiliki tiga putri ini, tugas yang di- terasa lebih berat.
tama ajang bergengsi Indonesian emban masih banyak. Secara prib- Beberapa tantangan tersebut
ICT Award 2008 untuk kategori adi, Ia memiliki visi dan misi untuk adalah rasio dosen tetap dengan
Karya Ilmiah Mahasiswa, dan mengembangkan tradisi Research jumlah mahasiswa yang ada masih
Menciptakan Desa Binaan Mandiri and Development (R&D) dikalan- timpang, budaya organisasi dan
gas dan energi. gan sientekers, mewujudkan FST sifat kerja masih perlu diubah, jum-
“Kami juga sebagai lembaga terkemuka di lah penelitian yang masih kurang
berhasil melaku- kancah internasional yang memadai, akses internet yang ma-
kan kerja integrasi dengan keisla- sih terbatas, dan jumlah penulisan
sama dalam man, mengembangkan jurnal secara online yang belum
pengem- program studi ung- memadai perlu segera dibenahi.
bangan gulan, dan program Harapan untuk mewujudkan
National kerja unggulan. mimpi masih ada dengan ban-
ICT Human Saat ini secara na- yaknya keunggulan dan ciri khas
Resources sional FST telah men- yang dimiliki FST. FST UIN Jakarta
jadi lembaga terkemu- memiliki distingsi yang membe-
Development ka dengan rasio pe- dakan dengan fakultas sejenis di
(NICT-HRD) yang nerimaan universitas lain dengan digabung-
akan dija- nya tiga fakultas menjadi satu.
dikan Diluar FST, seharusnya Agribisnis
se- masuk dalam Fakultas Pertanian,
dan Teknik Informasi/Sistem
Informasi (TI/SI) masuk Fakultas
Komputer. Sementara itu, ju-
rusan Matematika, Biologi,
Kimia, Fisika masuk
dalam Fakultas MIPA
(Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam)
Selain itu, dis-
tingsi lainnya den-
gan pembeka-
lan mahasiswa
pada mata ku-
liah keislaman
dan bahasa asing
(bahasa arab dan
bahasa Inggris) ke-
pada mahasiswa, Untuk

DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 31


Sosok

dapat bersaing di dunia global, studi di lingkungan FST bernilai A, penguatan bahasa mahasiswa.
seorang sarjana harus dibekali berdirinya program pascasarjana Strateginya, dengan penerapan
dengan penguasaan bahasa as- dengan membentuk tiga kelas ma- sistem informasi manajemen terpa-
ing. Sehingga, alumni FST nanti- gister yaitu; Magister Komputer, du atau yang Ia sebut e-education,
nya bukan hanya mampu bersaing Magister Manajemen Agribisnis, konsolidasi organisasi dengan men-
dengan negara-negara Barat, tapi dan Magister Sains, ciptakan iklim dan budaya organ-
juga dengan negara Timur Tengah. Selain itu, diharapkan mayoritas isasi yang sehat dan prima, serta
“Dengan pembekalan keislaman, dosen berpendidikan S3, semua peningkatan kualitas Sumber Daya
akhlak alumni FST akan senantiasa dosen berpangkat minimal Lektor, Manusia (SDM) dosen dan pega-
terjaga dengan baik.” Imbuhnya dan setiap prodi memiliki minimal wai “Peluang ke depan masih ada
bangga satu guru besar. “Kini, kita belum dengan kebutuhan pasar lulusan
Untuk mencapai visi dan mis- memiliki guru besar” ujarnya. Di Sarjana Sains dan Teknologi masih
inya, Syopian membuat beberapa bidang Administrasi Umum dengan luas. Kedepan akan banyak anca-
sasaran dan strategi yang akan terciptanya lingkungan fakultas yang man yang menghadang termasuk
dijalankan selama lima tahun se- sehat, bersih, aman, dan nyaman. krisis ekonomi global. Perlu kerja
lanjutnya. Sasaran di bidang aka- Di bidang kemahasiswaan dengan yang maksimal agar apa yang di-
demik tampak dengan terakredi- tersedianya sistem informasi alum- cita-citakan bisa berhasil. Semoga
tasinya minimal empat program ni yang komprehensif, dan sarana ” harapnya.[]
 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H


Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sucikan Diri Menuju


Hari yang Fitri

Pimpinan dan Staf

DinaMika Untuk Kemajuan Sivitas Akademika

32 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika


r

APA DAN SIAPA Faris Kaya


Kagumi Kampus UIN Jakarta
SEKRETARIS The Istanbul Foundation for Science and Culture Prof Dr
Faris Kaya diam-diam ternyata mengagumi kampus UIN Jakarta. Hal
itu diutarakannya saat berbincang dengan DINAMIKA di sela-sela rehat
acara simposium internasional tentang Social Harmony and Peace:
Said Nursi on Muslim Revivalism, Education and World Peace di Ruang
Uni Club Auditorium Utama, Jumat, 24 Juli 2009.
”Saya telah berkunjung ke UIN Jakarta sejak lima tahun lalu, dan ini
adalah kunjungan yang ketiga kalinya. Saya perhatikan setiap berkun-
jung ke sini selalu ada peubahan tajam dan progres baik dalam hal
Zaskia Adia Mecca kebersihan, kerapihan maupun kemegahan gedung dan fasilitasnya,”
papar Faris Kaya, yang juga pengagum pemikiran Badiuzzaman Said

Berpikir Positif Nursi, tokoh intelektual Islam asal Turki.


Faris Kaya pun terlihat senang berlama-lama tinggal di kampus yang
dulu bernama IAIN Jakarta
pada Mahasiswa ini. ”Ya betah juga,” tu-
turnya singkat dan tanpa
tedeng aling-aling. Faris
menyarankan, sebagai
sebuah universitas, sebai-
MESKI sudah sering mengunjungi kampus, bintang knya para pengajar UIN
sinetron dan pemain film Zaskia Adia Mecca justru Jakarta mampu menjadi-
mengaku merasa sedikit “khawatir” jika berhadapan kan mahasiswanya lebih
dengan mahasiswa UIN Jakarta. Ia khawatir karena cerdas sehingga mer-
mahasiswa UIN Jakarta biasanya lebih kritis sekali- eka menjadi tokoh Islam
pun dalam hal-hal positif. “Saya tertarik dengan tema berpengaruh di dunia.
acara yang sangat baik ini, saya mencoba untuk ber-
pikir positif karena saya memenuhi undangan ini den-
gan tujuan baik. Ada sesuatu yang ingin saya sam-   Bassam Tibi
paikan kepada audien,” ujarnya saat menjadi pem-
bicara pada Talkshow dan Sharing bertajuk Thank Gerah dengan Teroris
You Problem yang digelar BEM Jurusan Bahasa  
dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora di  Ulah teroris yang akhir-akhir ini melanda du-
Gedung Student Center, Selasa, 2 Juni 2009. nia, rupanya membuat gerah guru besar bi-
Dalam Talkshow tersebut, Zaskia mengimbau au- dang Hubungan Internasional dari Universitas
dien agar selalu berpikir positif dalam menghadapi Goettingen, Jerman, Prof Dr Bassam Tibi. Ia
masalah atau kondisi apa pun. Berpikir positif diperlu- gerah bukan saja teroris telah membuat stigma
kan ketika hendak melakukan suatu hal karena Allah Islam – lantaran pelakunya banyak berasal dari
mengikuti persangkaan hamba-Nya,” paparnya. kalangan Muslim -- menjadi negatif, tetapi juga
“Awalnya, saya deg-degan dan sedikit resah. Saya ta- telah menganut pola pikir Islam yang terlampau
kut audien tidak menerima pembicaraan saya tetapi progresif. Padahal, menurut Bassam Tibi, Islam progresif tak harus
saya terus mencoba untuk berpikir positif dan alham- mendorong generasi muda Islam “menjadi teroris”.
dulillah saya pun mendapatkan sambutan sangat baik        “Islam progresif adalah generasi yang berpikiran terbuka
dari teman-teman mahasiswa,” selorohnya. dalam menerima gagasan-gagasan yang datang dari luar, ber-
Pemikiran positif Zaskia membuahkan hasil yang sikap toleran, demokratis dan kritis terhadap ide-ide Barat,” ujar
positif pula baginya. Buktinya, sekitar 100 peserta Bassam Tibi saat menjadi pembicara pada Konferensi Internasional
yang memadati ruangan itu pun tertegun dengan Debating Progressive: a Global Perspektive yang digelar Sekolah
ceramah Zaskia. Bahkan seusai acara, para peserta Pascasarjana UIN Jakarta-McGil University Kanada di Syahid Inn,
langsung menghampiri pemeran Aya dalam sinetron Sabtu, 25 Juli 2009.
Para Pencari Tuhan itu untuk foto bersama. Tibi juga menegaskan, pemikiran Islam progresif justru akan
(Irma Wahyuni) menjawab tantangan-tantangan global dengan kekuatan ilmu penge-
tahuan dan peradaban, bukan dengan senjata dan kekerasan. (Irma
Wahyuni)
DinaMika Edisi: 05/Tahun II/2009 33
34 Edisi: 05/Tahun II/2009 DinaMika