Anda di halaman 1dari 38

i

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM


MESIN BUBUT KAYU

Penyusun:
Nama

: Zaini

NIM

: 4313215133

Jurusan

: Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA


JAKARTA SELATAN
2014

ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya, sehingga penulis berhasil menyelesaikan Laporan Praktikum
Mesin bubut kayu ini. Sholawat beserta salam senantiasa tercurahka kepada suri tauladan
kita Nabi Muhammad SAW.
Penulis berharap laporan ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan serta membantu pihak-pihak yang memerlukan. Selain itu, juga untuk
memenuhi persyaratan nilai dari mata kuliah Praktikum tersebut.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
penulis mohon maaf bila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Selain itu penulis sangat
menharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi
kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini dapat berguna dan memberikan
banyak manfaat dikemudian hari.

Jakarta, 11 Mei 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar Isi.........

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................................................................... 1
1.2 Maksud dan Tujuan............................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Mesin Bubut Kayu .............................................................................. 4
2.2 Fungsi dan Bagian Utama Mesin Bubut Kayu ..................................................... 8
2.3 Alat dan Perlengkapan Mesin Bubut..................................................................... 12
2.4 Kayu Benda kerja .................................................................................................. 17
2.5 Keselamatan Kerja pada Mesin Bubut Kayu ........................................................ 17
2.6 Teknik Pembubutan Kayu ..................................................................................... 17
2.7 Berbagai Perkakas Pendukung .............................................................................. 23
BAB III JURNAL PRAKTIKUM
3.1 Maksud Dan Tujuan .............................................................................................. 17
3.2 Alat Dan Bahan ..................................................................................................... 17
3.3 Langkah Kerja ....................................................................................................... 17
3.4 Gambar Benda Kerja ............................................................................................ 23
3.5 Kesimpulan ........................................................................................................... 23
BAB IV PEMBAHASAN SOAL
4.1 Soal ....................................................................................................................... 17
4.2 Jawaban ................................................................................................................. 17
BAB V PENUTUP
Kesimpulan.................................................................................................................. 30
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkakas merupakan salah satu unsur penting dalam proses produksi apapun bentuk
produk atau jenis bahan baku yang digunakannya, disamping berbagai aspek pengetahuan
dan keterampilan yang yang harus dikuasai sebelum proses tersebut dilakukan. Hal ini telah
dibahas pada uraian sebelumnya dimana aspek utama yang berhubungan dengan pengetahuan
dan keterampilan tersebut antara lain kemampuan membaca dan menggunakan gambar teknik,
memilih dan menggunakan alat ukur serta menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam
teknologi pemotongan. Salah satu aspek yang berhubungan dengan pengetahuan dan
keterampilan dalam teknologi pemotongan ini.
Kayu merupakan salah satu bahan alam yang telah sejak lama hingga sekarang
digunakan sebagai bahan teknik. Pemakaian kayu hingga sekarang masih didominasi sebagai
bahan bangunan gedung dan perabot rumah tangga karena sifat estetiknya yang alami, sifat
mekaniknya rata-rata lebih rendah dari bahan logam, bersifat non konduktor walaupun tidak
digunakan sebagai isolator karena menyerap air.
Walaupun tidak

selalu

karena

pola

cetakan

dapat

pula

menggunakan

bahanbahan tiruan seperti polystyrene dan resin. Pemakaian kayu sebagai bahan model
(pattern) tidak mempersyaratkan kualitas, pembentukan model dari bahan kayu ini hanya
alasan mudah dalam pembentukkannya dan harganya yang relative murah serta mudah
didapat.Kendati demikian karena kayu memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dari
bahan logam maka perkakas yang digunakannya pun mempersyaratkan jenis dan bentuk
tertentu sesuai dengan sifat kayu itu sendiri.
Model produk tuangan yang dibentuk dari bahan resin masih diperlukan model dari
kayu walaupun dapat pula model itu dibuat dari bahan gips atau lilin. Untuk pembuatan model
dari kayu diperlukan perkakas pertukangan kayu baik perkakas manual atau perkakas
bertenaga (power tool).
Mesin-mesin perkakas kayu telah lama dikembangkan terutama dalam industri
meubel dan perabot rumah seperti Cyrcular saw, planer, mesin bubut, mesin bor, square chisel
machine dan lain-lain, dan dalam perkembangannya dibuat pula perkakas tangan bertenaga
dalam fungsi yang sama.

Mesin-mesin perkakas ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan mesin perkakas
yang digunakan dalam pembentukan bahan logam dimana kayu memiliki angka kecepatan
potong yang sangat tinggi sehingga diperlukan putaran yang sangat tinggi, misalnya untuk
cyrcular saw diperlukan putaran antara 2000 sampai 3000 rpm, bahkan untuk router
sampai 38000 rpm, planer 15000 sampai 17000 rpm.
1.2 Maksud dan Tujuan
Mempelajari proses pengerjaan logam melalui pembuangan sebagian bahan dengan
menggunakan peralatan mesin bubut kayu. Mesin ini digunakan untuk membuat permukaan
benda kerja rata dan dapat pula digunakan untuk membuat alur pada kayu.
Pratikum proses produksi dapat memperluas cakrawala pandangan mahasiswa yaitu :
1.
2.
3.
4.

Untuk mendapatkan pengalaman praktis dan teknis .


Memperlihatkan keterampilan dan pengetahuan jadi bukan mengejar nilai saja .
Menggali lebih jauh lagi pengertian dari pada isi kuliah-kuliah melalui pratikum.
Melatih diri membaca gambar / menggambar benda yang akan dikerjakan serta

mengukurnya .
5. Melatih diri melakukan pengamatan, memilih alat-alat yang digunakan dan
6.
7.
8.
9.

menggunakan alat-alat tersebut.


Memilih dan menggunakannya alat-alat ukur dengan ketelitianya.
Melatih dan berdisiplin , menaati tata tertib dan jadwal yang telah ditentukan ..
Mengenal dan menggunakan alat-alat perkakas.
Melatih diri melakukan komunikasi secara lisan maupun tertulis dengan cara membuat

laporan pratikum .
10. Melatih diri untuk mengembangkan pengetahuan / teori , keterampilan dan sikap.
Atas dasar itu semua diharapkan agar mahasiswa mahasiswi dapat melakukan pratikum
proses produksi dengan tekun berpengatahuan terampil dan dengan sikap yang baik secara
horizontal dan vertical .
Adapun tujuan secara khusus untuk pratikum pada mesin bubut kayu adalah :

Mahasiswa mencari informasi tentang alat-alat praktikum yang akan dilakukan,


sebelum mahasiswa melakukannya sendiri dibawah bimbingan tim laboratorium

mesin.
Mahasiswa yang mengikuti pratikum proses produksi diharapkan dapat mengenal

mesin yang digunakan serta cara kerjanya , dalam hal ini mesin bubut kayu.
Mahasiswa yang mengikuti pratikum proses produksi diharapkan
menggunakan mesin bubut kayu dengan baik dan terampil .

mampu

Mahasiswa dapat mengetahui cara penggunaan dan fungsi dari alat-alat praktikum
Mahasiswa aktif melakukan dokumentasi terhadap apa yang dikerjakannya.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Mesin Bubut Kayu

Mesin bubut kayu adalah alat mesin yang digunakan terutama untuk membentuk
potongan-potongan kayu dengan menyebabkan benda kerja yang akan diadakan dan diputar
oleh mesin bubut sementara sedikit alat adalah maju ke dalam pekerjaan yang menyebabkan
tindakan pemotongan. bubut dasar yang didesain untuk memotong logam silinder saham telah
dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan Ulir sekrup, bekerja tapered, membuat
lubang, permukaan Knurled, dan crankshafts lathes Modern. Menawarkan berbagai kecepatan
rotasi dan sarana untuk secara manual dan secara otomatis memindahkan pemotongan alat
dalam benda kerja. Teknisi dan toko personel pemeliharaan harus benar akrab dengan mesin
bubut dan operasi perusahaan untuk mencapai perbaikan dan pembuatan bagian-bagian yang
diperlukan.

Gambar 2.1. Mesin bubut kayu sederhana


Mesin bubut kayu dapat digunakan untuk membuat komponen furnitur fungsional,
proyek kayu yang indah dekoratif seperti lilin dan mangkuk , atau bahkan mainan seperti
puncak dan yo yo . Ini berkisar mesin dalam ukuran dari model hobi. Bubut mungkin atau
tidak mungkin memiliki berdiri (atau kaki), yang duduk di lantai dan mengangkat tempat tidur
mesin bubut untuk ketinggian kerja. Beberapa mesin bubut kecil dan duduk di meja kerja atau
meja, dan tidak memiliki stand. Hampir semua mesin bubut memiliki tempat tidur, yang

(hampir selalu) sebuah balok horisontal (meskipun CNC bubut umumnya memiliki sinar
cenderung atau vertikal untuk tempat tidur untuk memastikan bahwa swarf , atau keripik,
jatuh bebas dari tempat tidur). Mesin bubut Wood turning khusus untuk memutar mangkuk
besar sering tidak memiliki tempat tidur atau tail stock, hanya headstock berdiri bebas dan
tool rest kanti lever.

Gambar 2.2 Proses pembubutan pada mesin bubut kayu


Pada salah satu ujung tail stock (hampir selalu berada di kiri, sebagaimana operator
menghadap bubut) adalah suatu head stock. Head stock adalah bantalan putar presisi tinggi.
Berputar pada bantalan poros horisontal, dengan sumbu paralel ke tail stock, yang disebut
spindle . Spindle sering hampa, dan memiliki benang eksterior dan / atau interior lancip
Morse pada "dalam kapal" (yaitu, menghadap ke kanan / ke arah tempat tidur) dengan mana
aksesori workholding dapat dipasang ke poros. Spindle juga mungkin memiliki benang
eksterior dan / atau lancip interior di "tempel" mereka (yaitu, menghadap jauh dari tempat
tidur) akhir, dan / atau mungkin memiliki mekanisme aksesori handwheel atau lainnya pada
akhir tempel mereka. Spindle yang didukung, dan menyampaikan gerak untuk benda kerja.
Spindle didorong, baik oleh kekuatan kaki dari pedal dan roda gila atau drive belt atau
gear ke sumber listrik. Pada mesin bubut paling modern sumber listrik ini adalah motor listrik
yang tidak terpisahkan, sering baik di headstock, ke kiri dari headstock, atau di bawah
headstock, tersembunyi di berdiri.
Selain poros dan bantalan nya, headstock sering mengandung bagian untuk mengubah
kecepatan motor ke dalam berbagai kecepatan spindle . Berbagai jenis kecepatan-perubahan
mekanisme mencapai hal ini, dari sebuah katrol katrol kerucut atau langkah, untuk katrol
kerucut dengan gigi belakang (yang pada dasarnya adalah kisaran rendah, serupa pada efek
bersih ke belakang dua-kecepatan truk), ke seluruh peralatan kereta mirip dengan auto
manual-shift transmisi . Beberapa motor memiliki kontrol kecepatan elektronik rheostat-jenis,

yang menyingkirkan puli kerucut atau gigi. Para tandingan ke headstock adalah tailstock,
kadang-kadang disebut sebagai kepala longgar, karena dapat diposisikan pada setiap titik
nyaman di tempat tidur, dengan kehancuran sebuah mur pengunci, geser ke area yang
dibutuhkan, dan kemudian relocking itu.

Gambar 2.3 Proses pembubutan kayu


Tail stock berisi per barel yang tidak berputar, tetapi dapat slide dalam dan keluar
sejajar dengan sumbu tempat tidur, dan langsung sejalan dengan spindle headstock. Barel itu
berlubang, dan biasanya berisi lancip untuk memfasilitasi mencengkeram dari berbagai jenis
perkakas. Menggunakan yang paling umum adalah untuk mengadakan pusat baja mengeras,
yang digunakan untuk mendukung poros panjang tipis saat memutar, atau untuk memegang
bor untuk pengeboran lubang aksial pada benda kerja. Banyak kegunaan lain yang mungkin..
Metal working mesin bubut memiliki kereta (terdiri dari pelana dan celemek) atasnya
dengan slide lintas, yang merupakan bagian datar yang duduk melintang di tempat tidur, dan
dapat memutar di sudut kanan ke tempat tidur. Duduk di atas slide lintas biasanya geser lain
disebut istirahat senyawa, yang menyediakan 2 sumbu tambahan gerak, putar dan linier.
Yang duduk di atas sebuah toolpost, yang memegang alat pemotong yang
menghilangkan materi dari benda kerja. Ada mungkin atau mungkin tidak leadscrew , yang
bergerak lintas-geser di sepanjang tempat tidur. Wood turning dan kayu mesin bubut berputar
tidak memiliki cross-slide, melainkan memiliki banjo, yang potongan datar yang duduk
melintang di tempat tidur. Posisi dari sebuah banjo dapat diatur dengan tangan, tidak ada
gearing terlibat. Ascending vertikal dari banjo adalah toolpost, di bagian atas yang merupakan

10

toolrest horisontal. Dalam wood turning, alat-alat tangan yang menguatkan melawan sisa ke
alat dan benda kerja leverage. Dalam berputar logam, pin lanjut naik vertikal dari sisa alat,
dan berfungsi sebagai titik tumpu terhadap yang mungkin alat leverage ke benda kerja.
Mesin bubut tersedia dalam berbagai ukuran semua dengan fasilitas yang berbeda .
Namun, konstruksi dasar adalah sama . Bubut terdiri dari headstock yang mana motor akan
berlokasi terhubung ke poros penggerak pusat atau poros oleh Pulleys atau langsung melalui
motor induksi ( jenis drive biasanya pada akhir lebih mahal dari pasar) . Spindle adalah
threaded dan ukuran benang umum adalah " x 16 TPI . 1 " x 8 TPI , dan M33 x 3,5 TPI
( TPI = Gigi per Inch ) .
Pada ujung mesin bubut adalah tailstock yang mendukung ujung kayu saat memutar
spindle atau " antara pusat " proyek . Tailstock mengandung pena yang bergerak untuk
memungkinkan spindle akan mencengkeram pusat menjadi-tween . Kepala dan ekor saham
dipasang ke tempat tidur bubut yang biasanya terdiri dari dua bar atau padat cor konstruksi
besi . Bubut akan dipasang pada beberapa bentuk berdiri , baik bangku atau struktur berdiri
bebas khusus dibuat untuk mesin bubut tersebut .
Di bagian bawah adalah bed/ landasan untuk mensupport semua komponen di atasnya
(headstock, tailstock dan toolrest), berfungsi juga mengantarkan tool rest sepanjang benda
kerja (kayu) saat pengerjaan kayu.
Toolrest digunakan untuk menahan alat potong yang digunakan ke benda kerja, bisa
digerakkan secara melintang atau searah dengan sumbu bed

Gambar 2.4 Penggunaan toolrest


2.2. Fungsi dan Bagian Utama Mesin Bubut Kayu

1. Head stock

11

Headstock terdiri dari drive train, termasuk motor, puli, sabuk, dan poros, dan untuk
turner tangan kanan, akan terletak di ujung kiri bubut. Dipasang pada ujung headstock
menghadap tailstock adalah spindle dan pusat memacu atau untuk mengubah wajah seperti
mangkuk dan piring, atau bekerja datar atau wajah lain, perakitan pelat muka.

Gambar 2.5 Head stock


2. Tail stock

Gambar 2.6 Tail stock


Engkol di ujung pasukan pusat cangkir ke ujung benda kerja.Saham ekor akhir
berputar bebas dari bubut, dan memiliki spindle tailstock dan pusat cangkir, serta tanganroda atau fitur lain untuk menjepit atau mengamankan benda kerja antara pusat bubut. Sisanya
alat yang mirip dengan lengan mekanis dengan panduan bar logam untuk mendukung pahat
atau pisau yang digunakan untuk memutar benda kerja.

3. Tool rest

12

Gambar 2.7 Tool rest


Hal ini biasanya dapat disesuaikan dengan menggeser tempat tidur panjang pada
dasarnya, dengan lengan menengah yang dapat ayunan dari paralel ke posisi tegak lurus
dalam kaitannya dengan tidur bubut, dan lengan atas, yang memegang sisanya tool bar yang
sebenarnya. Perakitan ini memiliki sebanyak tiga sendi putar, yang semuanya kencangkan
dengan setscrew atau penjepit untuk tetap aman saat memutar sedang berlangsung.

Gambar 2.8 Penggunaan Tool rest


Posisi sisa sejajar dengan panjang benda kerja alat, menjaganya agar tetap cukup jauh
ke belakang untuk memungkinkan benda kerja untuk memutar tanpa memukul, tapi sedekat
mungkin. Sebuah jarak kerja yang baik adalah sekitar 3 / 4 inci. Ingat, semakin dekat alat
sisanya adalah untuk benda kerja berputar, leverage yang lebih dan kontrol yang lebih baik
Anda akan memiliki dengan pisau Anda (pahat).
4. Kontrol Kecepatan

13

Gambarr 2.9 kontrol kecepatan


Ditetapkan pada rendah, dan tombol on / off switch. Perhatikan saklar mengetik,
sehingga mesin dapat dinonaktifkan bila tidak digunakan.
Hidupkan mesin bubut pada, pastikan itu adalah pada pengaturan kecepatan terendah.
Tempatkan tepi pemotongan alat pada sisanya, menjaga yang jelas dari benda kerja berputar,
memeriksa pegangan Anda, dan perlahan-lahan mulai mengurangi ke arah benda kerja.
Anda ingin pindah ke arah itu tegak lurus dengan benda kerja, sampai ujung tombak
hanya menyentuh kayu. Memaksa atau bergerak terlalu cepat akan menyebabkan alat untuk
selai ke dalam kayu, dan itu baik akan putus, atau Anda akan kehilangan pegangan Anda pada
alat bubut jika tidak warung keluar. Ini adalah salah satu langkah paling berbahaya di balik
awal.
5. Lathe pusat

Gambar 2.10 Lathe pusat


Kecuali benda kerja memiliki mesin lancip ke dalamnya yang sempurna sesuai dengan
lancip internal di poros, atau memiliki benang-benang yang sempurna sesuai dengan benang
eksternal pada poros (dua kondisi yang jarang ada), aksesori harus digunakan untuk me-

14

mount benda kerja ke spindle. Sebuah benda kerja dapat melesat atau mengacaukan ke
faceplate , disk, besar datar yang mount ke poros. Dalam alternatif, anjing faceplate dapat
digunakan untuk mengamankan pekerjaan untuk face plate.
Benda A dapat dipasang pada Mandrel , atau bekerja melingkar dijepit di chuck tiga
atau empat-rahang . Untuk benda kerja berbentuk tidak teratur itu adalah biasa untuk
menggunakan rahang empat (rahang bergerak independen) chuck. Perangkat ini memegang
gunung langsung ke kumparan head stock Bubut.
Dalam pekerjaan presisi, dan dalam beberapa kelas pengulangan pekerjaan, benda
kerja silinder biasanya diadakan di sebuah collet dimasukkan ke poros dan dijamin baik oleh
drawbar, atau oleh topi collet penutupan pada poros. Collet Cocok juga dapat digunakan
untuk me-mount benda kerja persegi atau heksagonal. Dalam pekerjaan presisi perkakas collet
tersebut biasanya menarik-dalam berbagai, di mana, seperti collet diperketat, benda bergerak
sedikit kembali ke headstock, sedangkan untuk pengulangan yang paling bekerja berbagai
panjang mati disukai,
karena hal ini memastikan bahwa posisi benda kerja tidak bergerak sebagai collet
diperketat. Sebuah benda lunak (kayu) dapat terjepit antara pusat dengan menggunakan drive
yang memacu di headstock, yang gigitan ke dalam kayu dan mengajarkan torsi untuk itu.
6. Center (bawah)

Gambar 2.11 Center

Sebuah pusat mati ini digunakan pada poros headstock sebagai pekerjaan berputar
dengan pusat. Karena pusat yang lembut dapat trued di tempat sebelum digunakan. Sudut
termasuk adalah 60. Secara tradisional, hard pusat mati yang digunakan bersama dengan
pelumas yang cocok di tailstock untuk mendukung benda kerja. Dalam praktek modern pusat
mati sering diganti oleh pusat hidup , ternyata bebas dengan benda kerja - biasanya pada
bantalan bola - mengurangi panas gesekan, terutama penting pada kecepatan tinggi.

15

Ketika jelas menghadapi panjang panjang bahan itu harus didukung pada kedua
ujungnya. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu perjalanan atau tetap stabil . Jika
stabil tidak tersedia, wajah akhir sedang dikerjakan dapat didukung oleh pusat (stasioner)
setengah mati.
Sebuah pusat setengah memiliki permukaan datar mesin di bagian luas dari setengah
diameternya di ujung runcing. Sebuah bagian kecil dari ujung pusat mati dipertahankan untuk
memastikan konsentrisitet. Pelumasan harus diterapkan pada titik kontak dan ekor tekanan
saham berkurang. Sebuah operator bubut atau anjing bubut juga dapat digunakan ketika balik
antara dua pusat.
Dalam woodturning, salah satu variasi dari pusat hidup merupakan pusat cangkir ,
yang merupakan kerucut dari logam dikelilingi oleh cincin melingkar dari logam yang
menurunkan kemungkinan pemisahan benda kerja.
Sebuah pelat logam melingkar dengan lubang bahkan spasi di sekitar pinggiran,
dipasang ke poros, yang disebut "indeks piring". Hal ini dapat digunakan untuk memutar
poros dengan sudut yang tepat, kemudian mengunci di tempatnya, memfasilitasi operasi
tambahan berulang-ulang dilakukan untuk benda kerja.
Aksesoris lainnya, termasuk barang-barang seperti lampiran lancip balik, alat
knurling, slide vertikal, memantapkan tetap dan bepergian, dll, meningkatkan fleksibilitas dari
sebuah mesin bubut dan kisaran pekerjaan itu dapat melakukan.
2.3 Alat Dan Perlengkapan Mesin Bubut
a) Pemegang mata bor (drill chuck).
b) Universal chuck untuk memegang kayu yang tidak bisa dipegang oleh senter atau
piringan pembawa (face plate).
c) Penahan kayu untuk/waktu mengebor (drill-pad).
d) Penahan getaran (steady rest) untuk menahan getaran waktu membuat/ membubut
yang kecil-kecil.
e) Gerinda khusus untuk mengasah/membentuk pahat bubut. Ketika pahat bubut
berhenti memotong dengan baik, maka itu pertanda pahat perlu diasah kembali.
Untuk pengasahan pahat dianjurkan memakai roda gerinda warna putih atau
berwarna batu rubi (aluminium oxide) atau yang warna biru keramik untuk
penggerindaan yang presisi (roda gerinda abu-abu sering mengalami penumpulan
ada roda gerinda). Penggerindaan harus diusahakan untuk menjaga kandungan
metalurgi pahat (jangan overheat, pendinginan sangat diperlukan). Sangat
dianjurkan menggunakan jig terutama untuk pengasahan pahat jenis gouge.

16

Perhatian! Penggerindaan sangat berbahaya, gunakan alat keselamatan (PPE)


selalu.

Gambar 2.12 Beberapa penggunaan jig untuk pengasahan pahat


f) Alat ukur, seperti penggaris, jangka ukur dan jangka sorong.
Karena pada prinsipnya ada 3 macam pengerjaan dalam pembubutan kayu
(pengerjaan senter/ poros, pengerjaan bubut dalam dan pengerjaan lengkung/
mangkok), alat-alat ukur untuk tiap tipe pengerjaan ada sedikit perbedaan.

Gambar 2.13 Alat-alat ukur bubut kayu beserta contoh-contoh hasil kerja.
g) Pembagian alat-alat ukur bubut kayu berdasar tipe pengerjaan:
1) Pembubutan senter/poros, alat ukurnya meliputi: jangka luar berpegas,
penggaris, jangka sorong, dan jangka pembagi.
2) Pembubutan dalam, alat ukurnya meliputi: alat-alat ukur untuk pembubutan
senter (seperti di atas), mata bor panjang (untuk mengukur kedalaman
pengeboran) dan jangka dalam berpegas.
3) Pembubutan lengkung/ mangkok, alat ukurnya meliputi: jangka dobel, jangka
luar, jangka pembagi, mata bor panjang, penggaris dan siku.

17

h) Alat-alat persiapan kayu, seperti gergaji portable, gergaji pita. Sebelum kayu
dilakukan pengerjaan bubut, tentu saja kayu dibentuk sesuai ukuran awal (raw
dimension), sehingga proses pembubutan akan lebih efektif.

Gambar 2.14 Mesin gergaji untuk persiapan benda kerja kayu


i) Mesin bor, digunakan untuk pengeboran senter pada raw material.

Gambar 2.15 Mesin bor meja dan bor portable


j) Kadang untuk mesin bor portable bisa digunakan untuk proses pengampelasan
(sanding) yang ampuh.
k) Mesin pengamplas (sanding) dan penyelesaian (finishing). Bisa menggunakan
yang roll atau yang lembaran. Finishing yang terbaik adalah menggunakan jenis
lembaran dengan bantuan kain dibelakangnya, karena akan mengikuti kontur dari
benda kerja.
l) Pahat bubut kayu. Ada beberapa macam pahat bubut yang digunakan dan dengan
bahan yang berbeda juga. Sampai saat sekarang ini bahan HSS (High Speed Steel)
lebih diminati karena HSS kekerasannya terjaga pada temperature yang tinggi
sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat panas yang berlebih saat
penajaman (penggerindaan). Untuk mengetahui apakah pahatnya HSS apa tidak,
bisa dilakukan grinding tes, apabila warna bunga apinya putih, pastilah bukan
HSS, tapi kalo warna bunga apinya warna jingga seperti meteor, itu berarti HSS.
Saat ini sudah ada pahat yang terbuat dari carbide yang mempunyai kualitas diatas
HSS, seperti gambar dibawah.

18

Gambar 2.16 Contoh pahat yang terbuat dari carbide (kiri), konstruksi
pemasangan insert pahat pada pahat holder (tengah) dan aplikasi
pemakaian pahat (dalam contoh adalah saat pengerjaan dalam).
Pahat bubut dari bentuk dan kegunaannya ada banyak macamnya, namun untuk
pemula, biasa menggunakan pahat sebagai berikut:
1) Pahat kuku (gouge) tiga buah, 25 mm; 12,5 mm; 30 mm.
Pahat kuku biasa digunakan untuk pembubutan muka karena pahat memakan
secara tegak lurus terhadap sumbu mesin bubut.

Gambar 2.17 Contoh berbagai macam ujung mata pahat kuku (gouge)
2) Pahat miring (skew chisel) dua buah 25 mm; 12,5 mm.
Mudah dikontrol, karena mata pisaunya bisa selaras dengan sudut benda kerja,
dan perlu terlalu besar kontaknya dengan rest toolnya.

Gambar 2.18 Contoh berbagai macam ujung mata pahat miring (skew)
3) Pahat pemotong (parting tool) sebuah. Digunakan untuk pemotongan benda kerja.

Gambar 2.19 Contoh berbagai macam ujung mata pahat pemotong

19

4) Pahat lancip (diamond point) sebuah. Berfungsi hamper sama dengan pahat
pemotong, juga untuk pengerjaan detail.

Gambar 2.20 Contoh pahat lancip (diamond point)


5) Pahat hidung (round nouse chisel) sebuah. Biasa digunakan untuk scrapping
(pengerjaan pengkasaran), atau pengerjaan yang gouge tidak bisa digunakan.

Gambar 2.21 Ilustrasi pahat hidung dalam penggunaannya


2.4 Kayu Benda Kerja
Kayu yang dipilih untuk bubut kayu, disesuaikan dengan benda kerja yang akan
dibubut. Untuk tahap awal bagi yang belum berpengalaman, sebaiknya menggunakan
kayu yang lunak. Alur batangan kayunya diusahakan yang lurus dan sedikit/ tidak ada
sama sekali bagian percabangan. Tidak boleh ada keretakan atau pecah pada kayunya
karena pada saat dibubut, bagian ini bisa terlepas dan melayang dengan kecepatan yang
cukup cepat.

Pemeriksaan retakkan kayu ini juga perlu dilakukkan saat pengerjaan

bubut, dan dilakukan secara berkala, karena ada kemungkinan retaknya tidak tampak saat
kayu belum dibubut, dan baru tampak setelah dilakukan proses pembubutan.

20

Gambar 2.22 Pemeriksaan retakkan kayu saat pembubutan dilakukkan berkala


Untuk pembuatan poros kayu, setelah mendapatkan kayu yang bagus, bahan
dipotong secara persegi sama sisi yang memanjang (sesuai kebutuhan), beri kelebihan
bahan sekitar 10% - 20% untuk pemotongan, pencengkraman dan penyenteran. Sebagai
contoh: bila kayu yang tersedia berukuran 2in x 4in memanjang, maka kayu bisa
dipotong menjadi ukuran 2in x 2 in. Kemudian bisa dichamper (potong miring sisisisinya), sehingga membentuk segi 8. Metoda ini bisa mengurangi volume kayu yang
harus dibubut untuk dibentuk sesuai yang diinginkan.
2.5 Keselamatan Kerja Pada Mesin Bubut Kayu
Pada prinsipnya keselamatan kerja dalam bubut kayu menitik-beratkan kepada
perlindungan mata dan saluran pernafasan. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk
menggunakan pelindung mata (safety glasses/ goggles/

face shield) dan pelindung

pernafasan (masker hidung). Juga debu menjadi permasahan utama dalam bubut kayu,
jadi penyedot debu akan sangat membantu kebersihan (house-keeping) saat pengerjaan
bubut kayu.
Detail tentang keselamatan kerja dalam bubut kayu, dijabarkan dalam poin-poin
berikut:
a) Pergunakan pahat bubut yang tajam serta bentuk menurut aturan sesuai dengan
penggunaannya. Pahat yang tumpul berpotensi menimbulkan gesekan dan panas yang
berlebih. Asah pahat secara berkala, dan diusahakan saat menggerinda warna pahat
tidak berubah (perlu pendinginan yang mencukupi).
b) Senter hidup memutarkan kayu, senter mati berputar bebas dengan kepala lepas
terkunci pada posisinya.
c) Putaran mesin sesuai dengan ukuran kayu dan bentuk pemotongan.
d) Bila menggunakan pelat pembawa, pekerjaan disekrup terhadap pelat pembawa
pemotongan bebas dari paku sekrup dan pelat pembawa.

21

e)
f)
g)
h)

Teliti agar kayu pekerjaan tidak akan pecah.


Jarak kayu pekerjaan terhadap penahan pahat 3 mm.
Penahan pahat dan pahatnya 3 mm di atas senter.
Kayu pekerjaan setelah dipasang pada kedua senternya harus diputar-putar dengan

i)
j)
k)
l)
m)
n)

tangan sehingga betul-betul bebas sebelum menghidupkan mesin.


Kayu pekerjaan yang kecil dan panjang harus ditahan dengan penahan pembantu.
Pakai lengan baju yang pendek dan rapi.
Jangan memegang kayu pekerjaan yang sedang berputar.
Pegang pahat dengan teguh, telapak tangan menghadap ke bawah.
Minyaki gesekan kayu pekerjaan dengan senter mati.
Jangan berdiri sejajar dengan putaran pekerjaan apabila membubut dengan

menggunakan plat pembawa.


o) Jauhkan penahan pahat atau buka penahan pahat apabila mengampelas.
p) Jauhkan benda-benda yang mengganggu kelancaran bekerja.
q) Bekerjalah dengan pikiran yang tenang dan waspada.

Gambar 2.23 Peralatan keselamatan (PPE: face-shield, masker, glasses),


dan untuk instalasi ada penyedot debu dilengkapi dengan filter.
2.6 Teknik Pembubutan Kayu
Ada beberapa teknik dalam pembubutan kayu, yaitu:
1. Pembubutan Poros/ Senter, biasanya benda kerja dijepit kedua ujung.
Pahat-pahat yang digunakan dalam pengerjaan poros ini antara lain: pahat kuku
pengkasaran (gouge), pahat miring (skew), pahat kuku dangkal (shallow gouge) dan
pahat potong (parting).

Gambar 2.24 Pahat-pahat untuk pembubutan poros (dari atas ke bawah): pahat kuku
detail, pahat miring, beading dan parting (pemotong) tool, pahat kuku
dangkal dan pahat kuku dalam untuk pengkasaran.

22

Gambar 2.25 Pemotongan yang baik dan bersih bila pahat membentuk sudut 45
(kiri), contoh pengerjaan poros dengan berbagai penggunaan pahat.
Kunci pembubutan yang terkontrol yaitu biarkan kayunya datang ke pahat,
jangan menekan pahat ke kayu yang sedang berputar, dan usahakan pahat membentuk
sudut 45 terhadap sumbu. Dan pengerjannya dimulai dari diameter yang besar ke
diameter yang kecil
Kecepatan putar mesin bubut tergantung dari diameternya (makin kecil
diameter makin cepat putarannya), juga tergantung jenis pengerjaannya. Untuk
pengerjaan dalam dan lengkung, menggunakan kecepatan setengah atau kurang dari
kecepatan yang digunakan di pengerjaan poros.
2. Pembubutan Dalam, benda kerja dijepit disalah satu sisi dan pengerjaan awalan untuk
bagian dalam biasanya diawali dengan bor dengan kedalam dari lubang yang
dikehendaki, atau cara yang kedua dengan mendorong pahat langsung ke kedalaman
yang dibutuhkan.

Gambar 2.26 Jenis pahat yang digunakan untuk pengerjaan dalam (pahat yang
di gambar kiri untuk pengerjaan lubang yang dangkal, sedang
pahat yang kanan untuk pengerjaan lubang yang dalam)

23

Gambar 2.27 Pengerjaan awal dengan mengebor (kiri) dan dengan pahat kuku
Kecepatan putar untuk pengerjaan awal ini jangan sampai lebih dari 1000 rpm
(rata-rata kecepatan putarnya adalah setengah/ kurang dari nilai yan ada di tabel 2.1.).
Dan untuk pengerjaan finishing, kecepatan mesin yang biasa dipakai adalah di kisaran
300 rpm.
3. Pembubutan Muka/ Lengkung/ Mangkuk, benda kerja dijepit dengan bantuan jig/
chuck. Pembubutan ini tingkat berbahayanya tinggi karena ketebalan benda kerja yang
lebih tipis dari pembubutan lainnya, sehingga mudah pecah dan melayang saat
pembubutan. Untuk pembubutan pengkasaran gunakan pahat kuku flut.

Gambar 2.28 Pahat dasar untuk pengerjaan muka/ lengkung.

24

Gambar 2.29 Pengerjaan awal pengkasaran (kiri) menggunakan pahat kuku flut
dengan cara mengarahkan pahat ke arah pemakanan
Semua gerak pemotongan pada pembubutan muka, dimulai dari bagian yang
berdiameter kecil ke diameter yang besar, karena pengikisan/ pemakanan benda kerja
dilakukan 90 derajat dari sumbu mesin bubut. Saat membubut profil, rest (tool
penahan) harus didekatkan sedekat mungkin ke permukaan yang sedang dikerjakan.
4. Proses Penyelesaian Dan Pempolesan
Untuk mendapatkan pempolesan yang berkualitas tinggi dan tahan lama, benda
kerja harus diamplas sampai halus dengan sempurna. Jika pahatnya diasah dengan
baik, maka hanya diperlukan sedikit pengamplasan. Kertas amplas tidak difungsikan
sebagai alat untuk memotong/ mengurangi kayu saat pengerjaan di dimensi bahan
kerja. Jadi saat memakai kertas amplas pada mesin bubut yang kecepatannya putarnya
menengah, jangan sampai mengamplas kayu terlalu banyak, khususnya untuk benda
kerja yang kotak (bersudut tajam). Saat memakai kertas amplas baru gunakan amplas
halus (gradenya 00 atau 0), dan gerakkan kertas amplas pelan-pelan dari ujung ke
ujung, sehingga tidak ada guratan dalam pada benda kerja.
Proses penyelesaian bisa memakai 2 metoda:
a) Saat benda kerja masih terpasang di mesin bubut, bisa dilakukan pengikiran
dengan kecepatan mesin yang paling rendah.
b) Menggunakan cara pempolesan Prancis (seperti proses pemplituran), yaitu
sebuah teknik yang menghasilkan permukaan yang mengkilap dan warna yang
dalam. Teknik pempolesan Prancis ini terdiri dari memberi/ membuat lapisanlapisan tipis pada kayu dengan menggunakan campuran alkohol dan resin
(shellac) memakai batangan pempoles yang dilumasi dengan minyak.

25

Batangan pempoles ini terbuat dari kain katun/ wol yang dijahit pada kain
persegi yang tebal. Prosesnya lama dan berulang-ulang, dan dalam interval
waktu yang cenderung sama dengan teknik yang sama.
Proses finishing ini perlu latihan dan pengalaman yang cukup memadai untuk
menghasilkan hasil yang memuaskan.
5. Tip-Tip Dalam Pengerjaan Pembubutan Kayu
a) Selalu jaga agar pahat pembubut dalam keadaan tajam.
b) Pelihara tempat kerja selalu bersih dan rapi.
c) Gunakan alat pengukur (JIG) untuk pekerjaan yang berulang. Kaliper dan templet
dapat menghasilkan hasil yang relative sama.
d) Perlu banyak waktu untuk berlatih, karena alat/ pahat ini adalah hanya sebagai alat
bantu kerja tangan, hasil yang sempurna hanya dalam waktu semalam.
e) Selalu perhatikan untuk kasus emerjensi.
f) Pilih kayu yang sesuai untuk kerjaan bubut.
g) Mulailah dengan membuat benda kerja yang kecil seperti yoyo, gasing.

2.7 Berbagai Peralatan dan Perkakas Pendukung


- Pemegang benda kerja
1. Ragum ( Vice )

Gambar 2.30 Ragum (Vice)


Untuk menghasilkan bentuk pemotongan yang baik dengan ukuran yang tepat benda
kerja harus dipegang kuat dengan menggunakan alat pemegang benda kerja yang sesuai
dengan bentuk dan posisi pengerjaan. Untuk perkakas pertukangan kayu (carpenters) terdapat
berbagai jenis pemegang benda kerja dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda-

26

beda. Gambar berikut ini memperlihatkan salah satu jenis ragum yang disebut wood workers
plain screw Vice.
Ragum mini didesain dengan memiliki luas rahang yang besar dan memenuhi standar
wood workers dengan slide bar yang terbuat dari baja tahan karat dan dapat meluncur
secara presisi.
Plain screw-peg Vice ialah ragum pemegang balok kayu yang memungkinkan untuk
memegang balok kayu yang panjang, bagiannya ditahan pada meja kerja (work
bench).Dibagian depan dari jaw dilengkapi dengan pasak baja. Ragum ini dipasang pada meja
kerja dengan menggunakan baut.
2. Quick Action Vice

Gambar 2.31 Quick Action Vice


Sesuai dengan namanya ragum ini dapat bergerak secara cepat dalam memegang dan
melepas benda kerja, ragum ini juga memiliki kapasitas rahang yang besar dan
memungkinkan untuk memegang benda kerja dengan ukuran yang bervariasi.
3. Saw Vice

Gambar 2.32 Saw Vice

27

Ragum yang digunakan utnuk memegang benda kerja dalam proses pemotongan
dengan gergaji tangan. Ragum ini dipasang pada meja kerja dengan menggunakan clamp,
sedangkan posisi rahang dapat diubah posisinya sesuai dengan posisi pengerjaan melalui
bagiannya yang berbentuk bola dan dikunci pada posisi yang dikehendaki.
4. Cramp dan Clamp

Gambar 2.33 Cramp


Salah satu bentuk jepitan (Cramp) ialah T-bar Cramp, ialah jepitan dengan
menggunakan batang yang berbentuk T, penjepit ini memiliki dua buah rahang yang terdiri
atas rahang tetap akan tetapi rahang ini dapat dipindahkan posisinya mendekati ukuran
dengan ukuran benda kerja, dan rahang yang kedua merupakan rahang geser atau rahang
jepit digunakan untuk menjepit benda kerja.
5. Quick Action Clamp

Gambar 2.34 Quick Action Clamp


Clamp seperti diperlihatkan pada gambar merupakan clamp yang memiliki rahang
yang dapat diposisikan untuk menjepit ukuran besar hingga 1000 mm batang nya berbentuk
segi empat dengan rahang geser bersama dengan ulir penjepit dapat distel pada posisi

28

mendekati pada ukuran bagian yang akan dijepit. Clamp ini biasanya digunakan
dalam perakitan komponen perabot rumah tangga atau kusen-kusen bangunan gedung.
6. Forget Steel

Gambar 2.35 Forget Steel


Forged Steel G-Clamp Clamp yang berbentuk huruf G memiliki fungsi yang
sangat luas dalam memegang benda kerja, dibuat dari baja tempa yang kuat dan kaku,
perhatikan kekuatan jepitannya dan gunakan alas/bantalan agar tidak merusak benda kerja.

7. Gergaji Tangan ( Handsaws )

Gambar 2.36 Gergaji tangan


Gergaji tangan merupakan salah satu perkakas tangan yang efisien digunakan dalam
memotong atau membelah kayu dengan ukuran dan jumlah yang kecil. Seperti pada semua
perkakas tangan, pemakaian gergaji tangan ini diperlukan keterampilan untuk memberikan
pemakanan dengan gerakan yang seimbang
8. Gergaji Tangan Tipe Busur ( Bowsaw )

29

Gambar 2.37 Gergaji Tangan Tipe Busur ( Bowsaw )


Gergaji ini lebih ringan dengan mata potong yang halus menghasilkan pemotongan
yang presisi terutama dalam fungsi pengepasan siku dan menyudut, dapat juga digunakan
untuk memotong radius dengan r yang besar.
9. Pahat Kayu ( Wood Chisels )

Gambar 2.38 Pahat kayu


Pahat kayu merupakan alat potong kayu yang digunakan untuk membentuk benda
kerja, bentuk luar serta memuat lubang segi empat. Pahat kayu dibuat dengan berbagai bentuk
dan ukuran dengan tangkai yang dibuat dari kayu atau plastik. Pembentukan dengan
menggunakan pahat kayu biasanya dilakukan dengan pemukulan oleh palu (Masons Club
hammer) .
10. Pahat Bubut Kayu

30

Gambar 2.39 Pahat bubut kayu


Pahat bubut kayu memiliki bentuk yang hampir sama dengan pahat tetap dan tersedia
dalam berbagai bentuk dan ukuran, memiliki tangkai kayu atau plastic sebagaimana pahat
tangan biasa atau pahat tetap, Pahat bubut kayu tersedia dalam satu set yang terdiri atas 6
buah yaitu round nose chisel , turning gouge dan , parting tool , diamond chisel dan
turning chisel . Disamping itu terdapat pula pahat bubut yang terdiri atas 8 buah yang
terdiri atas Standard gouge 5/8 , dan . Standar Chisel dan 1, round nose chisel
parting tool diamond point chisel Lihat gambar 11.24. Pahat ukir (wood carving tool set)
Pahat ukir (carving tool set) ialah seperangkat bahat dari berbagai bentuk dan ukuran
sesuai dengan fungsi mengukir, pahat dengan nomor seri 152 terdiri dari enam buah pahat
dengan berbagai bentuk dan ukuran namun panjangnya sama yakni 205 mm variasi bentuk ini
antara lain : Skew-chisel , Straight gouge chisel 3/8 dan , bent gouge spoon bit
chisel 1/8 dan V tool 5/16.

11. Bor kayu dengan operasi manual ( Bit Brace )

31

Gambar 2.40 Bor kayu dengan operasi manual ( Bit Brace )


Bor kayu dengan operasi manual yaitu semua gerakan pengeboran diberikan secara
manual, misalnya gerakan putarnya diperoleh dari gerakan engkol dari bor yang dirancang
sedemikian rupa.
12. Alat ukur

Gambar 2.41 Mistar gulung


Alat ukur dan alat penandaan yang digunakan pada pengukuran logam juga dapat
digunakan dalam pekerjaan pertukangan kayu ini bahkan untuk pengukuran kayu ini
lebih sederhana dan terbatas tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi sebagaimana
diperlukan dalam pengerjaan logam, untuk pengukuran linear mistar baja penyiku dan mistar
gulung cukup untuk digunakan dalam pekerjaan kayu.

13. Alat penandaan

32

Gambar 2.42 Marking guage dan cutting guage

Gambar 2.43 Screwdrivers


Alat penandaan yang specific dalam pengerjaan kayu antara lain Marking gauge yang
digunakan untuk membuat garis sejajar dengan salah satu sisi dari benda kerja. Bagian dari
batangnya dapat digeser sesuai dengan jarak yang diinginka. Pembuatan model (pattern)
dengan kayu.
Untuk pembuatan benda kerja dengan bentuk seperti diperlihatkan secara umum
bentuk pola kayu ini dapat dikerjakan dengan mesin bubut, akan tetapi untuk kebenaran
proses pekerjaan ini tidak cukup dengan memperkirakan berdasarkan perkiraan, Karena
bentuk yang rumit ini tidak mungkin diperoleh dengan satu benda secara utuh,
Sehingga diperlukan pemotongan-pemotongan setiap bagian yang nantinya akan
dirakit menjadi bentuk benda yang sebenarnya.

BAB III

33

JURNAL PRAKTIKUM
3.1 Maksud Dan tujuan
a) Untuk melatih kemampuan mahasiswa teknik mesin dalam pengoperasian mesin bubut
kayu.
b) Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui komponen dan fungsi mesin
bubut kayu.
c) Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui proses dan langkah-langkah
pengerjaan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut kayu.
d) Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui jenis-jenis alat dan bahan yang
digunakan dalam praktikum mesin bubut kayu.
e) Agar setiap mahasiswa terbiasa dalam pembuatan setiap laporan.
3.2 Alat Dan Bahan
1. Alat
a)

Ragum

b) Gergaji kayu
c)

Sigmat/ kaliper

d) Kacamata
e)

Masker

f)

Kuas

2. Bahan
Kayu dengan panjang 200mm dan berdiameter 27 mm
3.3 Langkah Kerja
a) Potong kayu dengan panjang 200mm dengan menggunakan gergaji kayu dengan alat
bantu ragum sebagai penjepit benda kerja.
b) Pasang bendakerja dengan penjepit antara spindel dan kepala lepas, pastikan benda
terpasang dengan kuat.
c) Tekan tombol on untuk menjalankan mesin bubut kayu.
d) Gerakan eretan atas dan bawah untuk melakukan proses pembubutan.
e) Jika sudah finishing, matikan mesin dengan menekan tombol off.
f) Bersihkan mesin setelah selesai proses pembubutan.
3.4 Hasil Benda Kerja

34

Gambar 3.1 Hasil benda dalam bentuk 2D

Gambar 3.1 Hasil benda kerja dalam bentuk 3D


3.5 Kesimpulan

35

a) Mahasiswan dapat mengoperasikan mesin bubut kayu dengan baik.


b) Mahasiswa dapat mengetahui komponen mesin bubut kayu.
c) Mahasiswa dapat mengetahui proses dan langkah kerja mesin bubut kayu.
d) Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis alat dan bahan apa saja yang digunakan.
e) Mahasiswa dapat membuat laporan praktikum dengan baik.

BAB IV

36

PEMBAHASAN SOAL
4.1 Soal
1. Jelaskan pengertian mesin bubut kayu?
2. Sebutkan beberapa jenis-jenis pahat mesin bubut kayu?
3. Sebutkan beberapa teknik pembubutan kayu?
4.2 Jawaban
1. Mesin bubut kayu adalah alat mesin yang digunakan terutama untuk membentuk
potongan-potongan kayu dengan menyebabkan benda kerja yang akan diadakan dan
diputar oleh mesin bubut sementara sedikit alat adalah maju ke dalam pekerjaan yang
menyebabkan tindakan pemotongan. bubut dasar yang didesain untuk memotong
logam silinder saham telah dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan Ulir
sekrup, bekerja tapered, membuat lubang, permukaan Knurled, dan crankshafts lathes
Modern.
2. Jenis-jenis pahat bubut kayu:
Pahat kuku (gouge)
Pahat miring (skew chisel)
Pahat pemotong (parting tool)
Pahat lancip (diamond point)
Pahat hidung (round nouse chisel)
3. Ada beberapa teknik dalam pembubutan kayu, yaitu:
Pembubutan Poros/ Senter, biasanya benda kerja dijepit kedua ujung.
Pembubutan Dalam, benda kerja dijepit disalah satu sisi dan pengerjaan awalan
untuk bagian dalam biasanya diawali dengan bor dengan kedalam dari lubang
yang dikehendaki, atau cara yang kedua dengan mendorong pahat langsung ke

kedalaman yang dibutuhkan.


Pembubutan Muka/ Lengkung/ Mangkuk, benda kerja dijepit dengan bantuan

jig/ chuck.
Proses Penyelesaian Dan Pempolesan

BAB V
KESIMPULAN

37

Pada Bab ini kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan pekerjaan tugas
ini serta saran-saran untuk perbaikan sistem dan hasil yang lebih baik lagi di masa yang akan
datang.
Kesimpulan:

Industri logam menggunakan kayu terutama untuk pembuatan model (pattern) dalam
pengecoran logam Model produk tuangan yang dibentuk dari bahan resin masih

diperlukan model dari kayu.


Untuk pembuatan model dari kayu diperlukan perkakas pertukangan kayu baik

perkakas manual atau perkakas bertenaga (power tool).


Mesin-mesin perkakas kayu telah lama dikembangkan terutama dalam industri meubel
dan perabot rumah seperti Cyrcular saw, planer, mesin bubut, mesin bor, square chisel
machine dan lain-lain Kayu memiliki angka kecepatan potong yang sangat tinggi

sehingga diperlukan putaran yang sangat tinggi


untuk cyrcular saw diperlukan putaran antara 2000 sampai 3000 rpm, bahkan untuk
router sampai 38000 rpm, planer 15000 sampai 17000 rpm.

DAFTAR PUSTAKA
1. Conover, Ernie. The Lathe Book A Complete Guide to the Machine and Its
Accessories. Newton, CT: The Taunton Press, Inc, 2001.
2. Donovan, Mike, David Palmer, Clive Partridge, and David Pledge. An Introduction to
Woodturning.

38

3. Loni_lings, Salma W., and Qwaz. How to Use a


http://www.wikihow.com/Use-a-Wood-Lathe (accessed 10 24, 2013).

Wood

Lathe.

4. Raffan, Richard. Turning. Newton, CT: The Taunton Press, Inc, 2005.
5. Yogyakarta, Tim Fakultas Teknik Universitas. Kode Modul M4.18A: Operasi Mesin
Kerja Kayu Secara Umum. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2004.