Anda di halaman 1dari 5

Om Guru Wendi Ferdintania

RUMUS TRIGONOMETRI SUDUT BERELASI

Sudut berelasi merupakan konsep yang sangat bagus untuk memahami nilai
perbandingan trigonometri suatu sudut. Jika sudut tersebut merupakan sudut
istimewa, maka akan lebih mudah untuk menentukan nilai perbandingan
trigonometrinya. Sedangkan jika sudut tersebut bukan termasuk sudut istimewa,
maka kita juga dapat menyatakan perbandingan trigonometrinya ke dalam
perbandingan trigonometri sudut relasinya. Hal ini dapat kita lakukan dengan
menggunakan prinsip-prinsip sudut berelasi. Pada artikel sebelumnya telah
dibahas beberapa contoh soal untuk menentukan perbandingan trigonometri
sudut berelasi dari kuadarn I hingga kuadran IV. Anda dapat membaca artikel
tersebut sebagai bahan latihan.

Anggaplah Matematika Sebagai Teman ! | www.wendiferdintania.wordpress.com

Om Guru Wendi Ferdintania

Rumus Trigonometri Sudut Berelasi


Terdapat beberapa rumus perbandingan trigonometri sudut berelasi yang
merupakan sudut pada kuadran I hingga kuadran IV. Pada kesempatan ini, tidak
akan dibeberkan rumus tersebut satu persatu karena kita akan belajar bagaimana
cara menghafal rumus-rumus itu. Seperti yang dibahas pada artikel-artikel
sebelumnya, rumus-rumus trigonometri sudut berelasi terdiri dari (90 o ao),
(180o ao), (270o ao), (n.360o ao), dan (- ao).
Sekarang, anggaplah sudut 90 o, 180o, 270o, dan 360o sebagai perwakilan dari
tiap-tiap kuadran sebagai berikut :
90o mewakili kuadran I
180o mewakili kuadran II
270o mewakili kuadran III
360o mewakili kuadran IV

Pola Relasi Sudut


Ketika kita menggunakan sudut yang mewakili kuadran ganjil yaitu I dan III,
untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri sudut lain dengan formula
(90o ao) dan (270o ao), maka berlaku :
sin = cos
cos = sin
cosec = sec
sec = cosec
tan = cotan
cotan = tan
Note : Tanda negatif atau positif pada nilai trigonometrinya disesuaikan
berdasarkan ASTC.

Anggaplah Matematika Sebagai Teman ! | www.wendiferdintania.wordpress.com

Om Guru Wendi Ferdintania

Sebaliknya, Jika kita menggunakan sudut yang mewakili kuadrat genap yaitu
II dan IV, untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri sudut lain dengan
formula (270o ao), (n.360o ao), maka berlaku :
sin = sin
cos =cos
cosec = cosec
sec = sec
tan = tan
cotan = cotan
Note : Tanda negatif atau positif pada nilai trigonometrinya disesuaikan
berdasarkan ASTC.

Apa itu ASTC ?


ASTC merupakan singkatan umum yang digunakan untuk menghafal tanda
negatif atau positif pada nilai trigonometri. Masing-masing huruf dalam
singkatan itu mewakili masing-masing kuadran. ASTC merupakan singkatan
dari All, sinus, tangen, dan cosinus. Sesuai dengan urutannya, maka A untuk
kuadran I, S untuk kuadran II, T untuk kuadran III, dan C untuk kuadran IV.
Maksud dari singkatan tersebut adalah :
IAll = Pada kuadran I, semua perbandingan terigonometri bernilai positif.
IISinus = Pada kuadran II, hanya sinus dan cosecan yang bernilai positif.
IIITangen = Pada kuadran III, hanya tangen dan cotangen yang bernilai
positif.
IVCosinus = Pada kuadran IV, hanya cosinus dan secan yang bernilai
positif.

Kenapa tanda pada sinus sama dengan cosecan? atau cosinus sama dengan
secan? Sifat tersebut merupakan keistimewaan trigonometri yang sangat
membantu. Perhatikan rumus identitas trigonometri yang ditampilkan pada
Anggaplah Matematika Sebagai Teman ! | www.wendiferdintania.wordpress.com

Om Guru Wendi Ferdintania

gambar di atas. Kita ambil contoh sinus dan cosecan. Karena sin = 1/cosec atau
cosec = 1/sin, maka ketika nilai sinus positif, nilai cosecan juga positif.

Contoh Praktik
Nyatakan

perbandingan

trigonometri

berikut

ini

dalam

perbandingan

trigonometri sudut relasinya.


a. sin 55o
b. cos 145o
c. tan 290o
d. cosec 310o

Pembahasan
1. sin 55o
Perhatikan langkah berikut:
55o = sudut kuadran I nilai sin positif (+) ASTC.
55o = (90o - 35o)
Jadi, sin 55o = sin (90o - 35o)
sin 55o = cos 35o
Ingat pada (90o - ao) berlaku sin = cos.
2. cos 145o
Perhatikan

pada

tahap

mana

tanda

negatif

positif

diletakkan.

145o = sudut kuadran II nilai cos negatif (-) ASTC.


145o = (90o + 55o) = (180o - 35o)
Jadi, cos 145o = cos (90o + 55o)
cos 145o = -sin 55o
Ingat pada (90o + ao) berlaku cos = sin.
atau, cos 145o = cos (180o - 35o)
cos 145o = -cos 35o
Ingat pada (180o - ao) berlaku cos = cos.
Anggaplah Matematika Sebagai Teman ! | www.wendiferdintania.wordpress.com

Om Guru Wendi Ferdintania

3. tan 290o
Perhatikan

pada

tahap

mana

tanda

negatif

positif

diletakkan.

290o = sudut kuadran III nilai tan positif (+) ASTC.


290o = (270o + 20o)
Jadi, tan 290o = tan (270o + 20o)
tan 290o = cotan 20o
Ingat pada (270o + ao) berlaku tan = cotan.
4. cosec 310o
310o = sudut kuadran IV nilai cosec negatif (-) ASTC.
310o = (270o + 40o) = (360o - 50o)
Jadi, cosec 310o = cosec (270o + 40o)
cosec 310o = -sec 55o
Ingat pada (270o + ao) berlaku cosec = sec.
atau, cosec 310o = cosec (360o - 50o)
cosec 310o = -cosec 50o
Ingat pada (360o - ao) berlaku cosec = cosec.
Untuk sudut negatif (- ao) hasilnya akan sama seperti sudut (360o - ao).
Konsepnya begini, (360o - ao) artinya sudut sudah diputar 1 kali putaran lalu
ditambah dengan sudut negatif yang artinya dikurangi sejumlah sudut tertentu.
Perhatikan bahwa sudut (360 o - ao) akan menghasilkan sudut di kuadran IV
sehingga untuk sudut (- ao), hanya nilai cosinus dan secan yang positif. Sebagai
contoh ambil contoh no 4 di atas. cosec 310 o = cosec (360o - 50o) = cosec (-50o)
= -cosec 50o.

Anggaplah Matematika Sebagai Teman ! | www.wendiferdintania.wordpress.com