Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Di dunia persaingan bisnis global saat ini, banyak perusahaan produk barang atau
jasa yang berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak konsumen dan keuntungan.
Persaingan bisnis yang sangat tajam ini merupakan tantangan bagi wirausaha untuk tetap
bertahan. Supaya berhasil, perusahaan harus meningkakan kinerja tugasnya melebihi
pesaing, maka strategi pemasaran harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen serta
kebutuhan strategi pesaing. Merancang strategi pemasaran yang kompetitif dimulai
dengan melakukan analisis terhadap pesaing. Perusahaan secara terus-menerus
membandingkan nilai dan kepuasan pelanggan dengan nilai yang diberikan oleh produk,
harga, distribusi, dan promosinya terhadap pesaingnya, lalu menentukan strategi yang
tepat dan sesuai untuk mempertahankan posisinya.
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi
Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumberdaya untuk mencapai sasaran secara efektif
dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,
sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir,
dan sesuai dengan jadwal. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan
selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh
manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.
Gendhis Natural Bags merupakan salah satu industri tas berbahan baku alami
yang berdiri di Yogyakarta. Industri ini berlokasi di RingRoad Barat, Bedog, Trihanggo,
Gamping, Sleman, Yogyakarta Indonesia yang baru berdiri dari tahun 2002. Meski
belum berdiri lama, Tas Gendhis ini kancahnya sudah sampai internasional.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan manajemen industri.
1.2.2 Bagaimana latar belakang berdirinya Gendhis Natural Bags.
1.2.3 Bagaimana proses produksi dalam pembuatan Gendhis Natural Bags.

1.2.4

Bagaimana manajemen pemasaran yang ada pada industri Gendhis Natural

Bags.
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah, tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan makalah ini
yaitu:
1.3.1
1.3.2
1.3.3

Mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen industri.


Mahasiswa dapat mengetahui latar belakang berdirinya Gendhis Natural Bags.
Mahasiswa dapat mengetahui proses produksi dalam pembuatan Gendhis

Natural Bags.
1.3.4 Mahasiswa mengatahui sistem manajemen pada industri Gendhis Natural
Bags.
1.4 Manfaat
Dapat memberikan informasi mengenai indutri TasGendhis Natural Bags kepada
para pembaca dan kepada mahasiswa pada umumnya. Sehingga dengan disusunnya
makalah ini mahasiswa mengetahui latarbelakangberdirinyaGendhis Natural Bags,
proses produksi tas di Gendhis Natural Bags, dan manajemen dari industri tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen Industri

Manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja
bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya. Proses Manajemen
terdiri dari beberapa macam yaitu :
a. Perencanaan : Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang
tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
b. Pengorganisasian : Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang
telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang
tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat
memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan
efesien guna pencapaian tujuan organisasi.
c. Pengarahan : Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat
menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang
tinggi.
d. Pengendalian : Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan
yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan
sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam
lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Manajemen ada 4 macam, yaitu :
1. Manajemen Sumber Daya Manusia : Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya
untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagiamana
SDM yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan
kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
2. Manajemen Operasional : Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk
menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan
keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefesien mungkin,dari mulai
pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang dihasilkan dalam proses
produksi.
3. Manajemen Pemasaran : Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada
intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh
konsumen,dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
3

4. Manajemen Keuangan : Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada

intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu
mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas
manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis
diperoleh,dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan
secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
2.1.1 Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan
melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer
dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemenpertama
kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada
awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu
merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan.
Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
a.

Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan


sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan
perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.
Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil
tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat
digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan
proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan,
fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

b.

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu


kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian
mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang
yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi
tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa
yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugastugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas
tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

c.

Pengarahan (directing)adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua


anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha
4

Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun
di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula
disebut unsur-unsur manajemen.
2.2 Latar Belakang Berdirinya Gendhis Natural Bags
Gendhis merupakan perusahaan home industry yang bergerak di bidang kerajinan
tangan (handycraft) didirikan oleh pasangan suami istri, Endro Pranowo dan Ferry
Yuliana, pada tahun 2002. Ferry mulanya membuat tas hanya untuk memenuhi bagian
dari kesenangan pribadi semata atau bisa dikatakan sebagai hobby. Cukup mengejutkan,
hasil karya Ferry dikenal di kalangan sahabat, rekan kerja dan berbagai kalangan. Sejak
awal berdirinya, perusahaan ini berkomitmen untuk memproduksitas dengan bahan
dominan serat alam seperti rotan, pandan, mendong, eceng gondok, agel, kain batik, dan
benang nilon. Semua produk Gendhis adalah handmade, dan untuk setiap desain hanya
dibuat dalam jumah yang terbatas (contoh produk Gendhis adalah seperti berikut).

Gambar 1. Contoh Produk Tas Gendhis


Nama Gendhis didapat ketika Endro dan istrinya sedang duduk di kafe sebuah
hotel. Ide itu tiba-tiba muncul tatkala melihat kemasan gula pasir yang dibungkus kertas
kecil dengan tulisan bahasa Indonesia dan bahasaInggris yaitu istilah bahasa Jawa dari
gula, yakni gendhis. Setelah diucapkan beberapa kali ternyata kata gendhis terasa
akrab. Selain dari pengucapan yang dirasa enak, gendhis memiliki makna filosofis
tersendiri. Mereka berharap, dengan menggunakan nama Gendhis akan membuahkan
hasil yang manis.
Ternyata, mereka memang tidak salah memilih nama merek. Dengan merek
Gendhis, usaha mereka terus merangkak naik. Perkembangan cukup signifikan mulai
5

dirasakan setelah mereka mengikuti Inacraft di Jakarta, meskipun untuk mengikuti


pameran tersebut mereka sampai menggadaikan sebuah sepeda motor senilai Rp 5 juta
untuk membayar biaya stand. Berikut adalah logo dari Gendhis Natural Bags

Gambar 2. Logo Gendhis Natural Bags


2.3 Proses Produksi Gendhis Natural Bags
Dalam pembuatan tas Gendhis perlu dilakukan beberapa tahapan. Namun
sebelumnya tas rotan sudah disupply dari pengrajin khusus dalam bentuk tas tetapi masih
kosongan atau masih mentah. Baru setelah masuk dalam Gendhis, tas tersebut dihias agar
tampilannya terlihat cantik. Berikut tahapan prosesnya:
1. Cutting
: proses ini merupakan proses pertama kali dimana pada proses
pemotongan suponanti ( kain tebal), Lining (kain tipis) dan pemotongan pola yang
akan ditambahkan produk tas.
2. Vether
: proses ini merupan proses dimana kain suponanti yang sudah di
potong sesuai pola ditambahkan warna. Dimana tujuan penambahan warna kain
suponanti.
3. Pengeringan : proses ini dilakukan dengan menjemur pola yang sudah dikasih warna
pada proses vether dibawah sinar matahari.
4. Penjahitan
: pada proses ini menggunakan sistem penjahitan secara keseluruhan
dimana seorang penjahit melakukan penjahitan pada tas dari awal sampai akhir dan
untuk jahitan tertentu dikerjakan oleh penjahit khusus yaitu pemasangan handle,
pemasangan lining, dan pemasangan aksesoris tas.
5. Quality Control
: pada tahap ini adalah tahap dimana produk yang sudah jadi
kemudian di periksa (bebas dari cacat, kerusakan, ketidak sesuaian model, mutu
jahitan, ukuran, warna).
Pada proses awal, rotan yang telah berbentuk tas dilapisi (furnishing) oleh
beberapa bahan kimia agar rotan sebagai bahan baku tas awet dan tidak mudah rusak.
Pada pembuatan tas Gendhis semuanya ramah lingkungan karena dari bahan baku
sampai proses pembuatan tidak ada yang mencemari lingkungan. Jika ada proses
pewarnaan, sisa bahan untuk mewarnai tas tersebut akan dilakukan treatment dahulu
sebelum dibuang di lingkungan.
Berikut contoh produk dari Gendhis Natural Bags :

Gambar 3. Tas Rotan


Gambar 4. Tas Kulit
Selain itu, Gendhis Natural Bags juga menawarkan produk-produk fashion lain
seperti dompet, topi, tas laptop, tempat handphone, sandal kayu, clutch bag yang
kesemuanya handmade (kerajinan tangan) yang berkonsep eco green atau berbahan baku
natural seperti rotan, daun pandan, enceng gondok, rami, mendong, nilon, rami, bamboo
dikombinasikan dengan kulit, kain perca, sulam pita dan lain-lain. Nilon yang digunakan
bukan nilon pure plastic sehingga masih dapat direcycle.

Gambar 5. Tempat Handphone


2.4 Manajemen di Industri Gendhis Natural Bags
Industri Gendhis Natural Bags berdiri sejak tahun 2002 didirikan oleh pasangan
suami istri Endro Pranowo-Ferry Yuliana. Selama dua tahun pertama, Ferry nyaris kerja
sendiri. Maklum sang suami juga memiliki usaha sendiri sebagai dealer komputer. Baru
pada 2004 Indro total bergabung untuk membesarkan bisnis yang dirintis sang istri.
Setelah ditangani berdua, perkembangan Gendhis semakin bagus. Suami-istri ini berbagi
peran. Sang istri konsentrasi pada pengembangan produksi, sedangkan sang suami lebih
fokus ke pemasaran.
Untuk tetap memikat selera konsumen, pasangan suami-istri ini menerapkan
prinsip inovasi setiap hari. Artinya, setiap hari mereka selalu melakukan ekplorasi untuk
menemukan desain baru yang diprediksi meledak di pasaran.
Usaha handycraft ini adalah usaha perseorangan yang memiliki karyawan tetap
yang terdiri dari pimpinan, marketing, bagian keuangan, desainer, produksi dan gudang
7

serta karyawan harian yang menangani produksi rutin seperti finishing kulit, finishing
aksesoris, finishing jahit dan bahan baku.Gendhis memposisikan produknya sebagai
natural bag yang menyasar pasar lokal Indonesia. akan tetapi produk Gendhis meskipun
sudah mempunyai pasar yang tetap, produk Gendhis masih susah dibedakan dengan
produk lain. Gendhis natural bags telah mempunyai 8 showroom di berbagai kota besar
di Indonesia. Gendhis mengantisipasi atas adanya persamaan branding dengan produk
lain.
Meski terbilang produktif melahirkan desain baru, ternyata Gendhis belum
memiliki SDM yang memadai. Sampai kini tugas mendesain tas hingga memili bahan,
motif dan aksesori masih dilakukan Ferry sendiri, sementara proses pengerjaannya
diserahkan kepada para perajin yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY dan
Kalimantan. Tahap finishing kembali dilakukan di dua rumah produksi yang ada Yogya.
Kini jumlah tenaga kerja di bagian finishing mencapai 80-an orang, namun pemilik
bertekad akan terus meningkatkan kualitas SDM dan manajemen produksi agar tas
Gendhis makin berkibar di pasar internasional.
Pegawai dari industry ini direkrut berdasarkan background keterampilan yang
dimiliki. Contohnya seseorang yang ingin bekerja di industry ini di wawancarai memiliki
keterampilan apa, lalu diuji coba langsung sesuai dengan keterampilannya selama
beberapa minggu. Jika dirasa orang tersebut layak dan bagus keterampilannya, maka dia
resmi direkrut untuk menjadi pegawai di industry tersebut. Di industry ini pegawainya
berasal dari berbagai daerah, tidak hanya berasal dari Jogja saja. Untuk kesejahteraan
dari para pegawai selalu di back up.
Meski Gendhis Natural Bags baru berdiri kurang lebih 12 tahun, namun tas
Gendhis telah mendapat beberapa penghargaan yaitu Penghargaan Kreasi Asesoris Tenun
Terbaik 2007 Gelar Tenun Tradisional Indonesia, Pemenang Penghargaan Lomba UKMWanita Wirausaha FEMINA 2008, INACRAFT Award 2010, Pilihan Editor FEMINA
Inacraft 2010, Perempuan Inspirasi Nova (PIN) 2011, dan Penghargaan UPAKARTI
KEPELOPORAN 2011.

2.5 Pemasaran Gendhis Natural Bags


8

Pada awal berdirinya Gendhis Natural Bags di tahun 2002, target market-nya
adalah perempuan usia 20-45 tahun dengan pendapatan di atas 1,5 juta yaitu mahasiswi,
ibu rumah tangga, professional muda. Sedangkan untuk psikografisnya yaitu hobi
belanja, peduli produk dalam negeri dan fashionable.
Perusahaan Gendhis Natural Bags awalnya hanya menyasar pasar lokal. Namun
kemudian, mulai tahun 2004, jaringan pemasarannya merambah kota-kotabesar di
Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Balikpapan, Solo dan Bali.
Beragam aktivitas pemasaran dilakukan dengan media offline dan online. Di antaranya
aktif mengikuti pameran industry, bekerjasama dengan berbagai acara pameran busana
serta sesi foto untuk majalah berteras nasional untuk memperkenalkan produknya, artikel
majalah dan sistem word of mouth. Selain itu, branding produk dilakukan dengan baik.
Proses promosi dilakukan secara intens karena langsung ditangani oleh tenaga khusus.
Hasil dari promosi aktif yang dilakukan membuat produk Gendhis mampu dikenal luas,
tidak hanya pada skala local dan nasional, tetapi juga internasional. Namun ada pula
aktivitas pemasaran yang dirasa gagal, yaitu brosur karena hasil yang didapatkan tidak
sebesar usaha yang telah dikeluarkan. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang dapat
dilakukan. Aktivitas tersebut antara lain: penguatan branding, internet marketing,
penetrasi pasar lokal, melakukan sosialisasi promo di bulan-bulan yang mengalami
potensi penurunan penjualan.
Berkat inovasi produk yang ditawarkan, kreativitas Gendhis mulai menembus pasar
global. Untuk itu, beberapa gerai sudah dibangun di negara-negara tetangga, seperti
Selandia Baru, dan Malaysia, serta mulai memasok tas ke Negara maju seperti Italia,
Jepang, dan Amerika. Saatini, Gendhis baru mengirimkan 20% produknya kepasar
global. Sisanya ditujukan untuk pasar lokal. Meskipun sudah memasuki ke pasar global
sejak 2004, Gendhis baru sebatas sebagai pemasok untuk peritel yang menggunakan
mereknya sendiri. Pasar internasional tidak mengenal Gendhis sebagai sebuah merek tas
asal Indonesia. Kompromi inilah yang nampaknya memudahkan Gendhis mengirimkan
produknya ke pasar global baik itu di benua Amerika, Eropa mupun Asia.
Bentuk pemasaran dari Gendhis Natural Bags ini dilakukan dengan menjual
langsung seperti pembukaan showroom dan melalui akun jejaring sosial seperti
Facebook

dan

Web

resmi

yang

dikelola

oleh

Gendhis

sendiri

yaitu

di
9

www.gendhisbag.com. Sehingga dalam hal ini sangat memudahkan bagi konsumen untuk
berbelanja tanpa harus dating langsung ke Yogyakarta atau pun ke outlet-outlet resmi di
kota-kota besar, melainkan hanya melalui pemesanan online konsumen dapat memilih
jenis yang akan dipilih dan dapat langsung berinteraksi dengan bagian marketing untuk
proses jual beli tas tersebut. Berikut adalah marketing dari Gendhis Natural Bags yang
dikutip dari profil perusahaan pada website www.gendhisbag.com.
PROFIL PERUSAHAAN
Nama Perusahaan:
Produk:
Alamat Perusahaan:
Brand(s):

: Gendhis Bag
: Natural Bag, Ladies Handbag, Handmade, Handloom, Embroidery, Crochet, :
Rattan, Straw Pandanus, Mendong, Agol, Palmae.
: Ringroad Barat, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta
: Gendhis

OWNERSHIP & CAPITAL


Tahun berdiri:
Tipe Kepemilikan:

: 2002
: Individual (Sole proprietorship)

PASAR DAN PEMASARAN


Pasar utama:

: North America, South America, Eastern Europe, Southeast Asia, Mid East,
Eastern Asia, Western Europe

SHOWROOM
Yogyakarta
Semarang
Bogor
Surabaya

: Ringroad Barat, Bedog Trihanggo Gamping Sleman, DIY


: Jl. Brigjen Katamso No.20 Semarang
: Kompl. Bukit Cimanggu City Blok A1 no 56 Bogor, Cibadak, Tanah Sereal
Bogor
: Jl. RA.Kartini no 30 Surabaya

Target market yang dilakukan oleh Gendhis Natural Bags yaitu dengan
mempertahankan segmentasi menengah keatas dan ke-eksklusif-an produk, Gendhis
menjaga loyalitas customer yang sudah mereka miliki. Serta berusaha membidik pasar
yang concern terhadap fashion dan kecenderungan masyarakat Indonesia yang mulai
menyukai produk dalam negeri dan peduli terhadap lingkungan, sehingga mulai melirik
produk-produk berbahan natural dan ramah lingkungan.

10

Gambar 6. Produk Eksklusif Tas Cantik Gendhis


Adapun marketing program yang dilakukan oleh Gendhis yaitu Pricing
berdasarkan harga pokok penjualan. Distribution melalui outlet-outlet yang tersebar di
berbagai daerah ditambah online shopping. Advertising and Promotion pameran, iklan
media cetak dan elektronik, brosur, discount, online. Customer service garansi dan
kustomisasi produk.
Gendhis Natural Bags juga melakukan Marketing Research dengan melakukan test
Bag. Tas diberikan secara free kepada relasi Gendhis yang dianggap fashionable. Dari
feed back terhadap test bag, dapat diketahui jenis dan model produk yang diinginkan
konsumen.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

11

Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi


Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Gendhis Natural Bags adalah perusahaan home industry yang bergerak di bidang
kerajinan tangan (handycraft) yang berdiri sejak tahun 2002, berawal dari hobi berkreasi
pada seni perca kemudian berkembang pada produk fashion yaitu tas, terutama yang
berbahan baku natural seperti : enceng, pandan, mendong, anyaman, nilon, dll. Usaha
handycraft ini adalah usaha perseorangan yang memiliki karyawan tetap yang terdiri dari
pimpinan, marketing, bagian keuangan, desainer, produksi dan gudang serta karyawan
harian yang menangani produksi rutin seperti finishing kulit, finishing aksesoris,
finishing jahit dan bahan baku. Gendhis memposisikan produknya sebagai natural bag
yang menyasar pasar lokal Indonesia. Untuk manajemen pemasarannya dilakukan secara
online dan ofline. Untuk online bisa dipesan melalui website, fanpage dan media online
lainnya. Sedangkan secara offline yaitu pembeli datang langsung (visit) ke toko-toko
yang tersedia. Sejauh ini pemasaran lebih banyak melalui offline atau pengunjung datang
langsung ke toko. Gendhis natural bags telah mempunyai 8 showroom di berbagai kota
besar di Indonesia.
Kunci kesuksesan dari bisnis Gendhis selama ini tidak lepas dari produk-produk
Gendhis yang mengusung brand natural handmade, keunikan design dan ke-eksklusif-an
produk itu sendiri, yang tidak memproduksi satu model dalam jumlah yang besar dan
hanya memproduksinya satu kali, kecuali ada permintaan dari pasar dalam jumlah
tertentu. Ekskusif yang dimaksud disini juga dapat dilihat dari segmentasi yang tetap dan
dipertahankan oleh Gendhis yaitu menyasar golongan menengah keatas. Dari keeksklusif-an produk dan segmentasi tersebut maka dapat tercipta loyalitas dari para
customer yang kerap menanyakan produk baru yang akan release.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Gendhis. https://www.scribd.com/doc/57033244/GENDHIS-NATURALBAGS. Diakses pada tanggal 22 Desember 2014
Anonim. Manajemen. http://id.wikipedia.org/wiki/manajemen. Diakses pada tanggal 22
Desember 2014
Elmy. Tth. Definisi Manajemen. http://iemly.wordpress.com/other/definis-manajemen/.
Diakses pada tanggal 22 Desember 2014
12

Indarti, Nurul. 2013. Internasionalisasi Produk Lokal.


https://nurulindarti.wordpress.com/2013/05/05/internasionalisasi-produk-lokal/.
Diakses pada tanggal 22 Desember 2014

13