Anda di halaman 1dari 22

PEMELIHARAAN JARINGAN DISTRIBUSI

1. UMUM (Pemeliharaan).
1.1.

Pengertian Pemeliharaan :

Dari tahun ke tahun bidang pemeliharaan jaringan distribusi diperkirakan


menempati kedudukan yang cukup tinggi, baik dilihat dari fungsinya maupun
dilihat dari anggaran biaya yang diperlukan.
Keadaan ini dapat terjadi karena system distribusi terus semakin padat dan
berkembang.
Pada hakekatnya pemeliharaan merupakan suatu pekerjaan yang dimaksudkan
untuk mendapatkan jaminan bahwa suatu system/peralatan akan berfungsi secara
optimal, umur teknisnya meningkat dan aman baik bagi personil maupun bagi
masyarakan umum.
1.2. Tujuan Pemeliharaan.
Menjaga agar peralatan/komponen dapat dioperasi-kan secara optimal
berdasarkan spesifikasinya sehingga sesuai dengan umur ekonomisnya.
a.

Menjamin bahwa jaringan tetap berfungsi dengan baik untuk menyalurkan

energi listrik dari pusat listrik sampai ke sisi pelanggan.


b.

Menjamin bahwa energi listrik yang diterima pelanggan selalu berada dalam

tingkat keandalan dan mutu yang baik.


c.

Mendapatkan jaminan bahwa system/peralatan distribusi aman baik bagi

personil maupun bagi masyarakat umum.


d.

Untuk mendapatkan efektivitas yang maksimum dengan memperkecil waktu

tak jalan peralatan sehingga ongkos operasi yang menyertai diperkecil.

e.

Menjaga kondisi peralatan atau sistem dengan baik, sehingga kwalitas

produksi atau kwalitas kerja dapat dipertahankan.


f. Mempertahankan nilai atau harga diri peralatan atau system, dengan mencegah
timbulnya kerusakan kerusakan.
g. Untuk menjamin keselamatan bagi karyawan yang sedang bekerja dan seluruh
peralatan dari kemungkinan adanya bahaya akibat kerusakan dan kegagalan suatu
alat.
h. Untuk mempertahankan seluruh peralatan dengan efisiensi yang maximum.

Pemeriksaan rutin
.
Pemeriksaan rutin adalah pekerjaan pemeriksaan jaringan secara visual (inspeksi)
untuk kemudian diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan
sesuai dengan saran-saran (rekomendasi) dari hasil inspeksi, antara lain
penggantian, pembersihan, peneraan dan pengetesan .
Hasil pekerjaan diharapkan dari pekerjaan pemeriksaan rutin ini adalah dapat
ditemukannya kelainan-kelainan atau hal-hal yang dikawatirkan bisa
menyebabkan terjadinya gangguan sebelum periode pemeliharaan rutin berikutnya
terselenggara.
Suatu system jaringan dapat dinyatakan sudah mengalami pemeliharaan rutin,
system jaringan sudah diperiksa secara visual dan saran-saran sudah dilaksanakan,
kecuali saran pekerjaan yang bersifat perubahan/rehabilitasi jaringan.
Pemeriksaan rutin sistematis.

Pemeliharaan sistematis adalah pekerjaan pemeliharaan yang dimaksudkan untuk


menemukan kerusakan atau gejala kerusakan yang tidak ditemukan/diketahui
pada saat pelaksanaan inspeksi yang kemudian disusun saran-saran untuk
perbaikan.Pekerjaan dalam kegiatan pemeriksaan rutin sistematis akan lebih luas
jangkauanya dan akan lebih teliti, bisa sampai tahap bongkar pasang (over houl).
Suatu system jaringan dapat dikatakan sudah dilaksanakan pemeliharaan rutin
sistematis apabila system jaringan system tsb sudah dipelihara secara sistematis
termasuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya penyempurnaan/ perubahan.
Pemeliharaan Korektif (korektif maintenance).
Pemeliharaan korektif dapat dibedakan dalam 2 kegiatan yaitu: terencana dan
tidak terencana. Kegiatan yang terencana diantaranya adalah pekerjaan
perubahan /penyempurnaan yang dilakukan pada jaringan untuk memperoleh
keandalan yang lebih baik (dalam batas pengertian operasi) tanpa mengubah
kapasitas semula. Kegiatan yang tidak terencana misalnya mengatasi/ perbaikan
kerusakan peralatan/gangguan.
Perbaikan kerusakan dalam hal ini dimaksudkan suatu usaha/pekerjaan untuk
mempertahankan atau mengembalikan kondisi system atau peralatan yang
mengalami gangguan/kerusakan sampai kembali pada keadaan semula dengan
kepastian yang sama.

Pekerjaan-pekerjaan yang termasuk pemeliharaan korektif diantaranya


adalah :
v Pekerjaan penggantian mof kabel yang rusak.
v Pekerjaan JTM yang putus.
v Penggantian bushing trafo yang pecah.
v Penggantian tiang yang patah.
v Dll.

Perubahan/ penyempurnaan dalam hal ini dimaksudkan suatu usaha/ pekerjaan


untuk penyempurnaan system atau peralatan distribusi dengan cara mengganti/
merubah system peralatan dengan harapan agar daya guna dan keandalan system
peralatan yang lebih tinggi dapat dicapai tanpa merubah kapasitas system
peralatan semula.
Pekerjaan-pekerjaan yang termasuk perubahan/ penyempurnaan yang
dimaksudkan diantaranya adalah :
Pekerjaan rehabilitasi gardu.
Pekerjaan rehabilitasi JTM
Pekerjaan rehabilitasi JTR.
Pemeliharaan Khusus (emergency maintenance).
Pemeliharaan Khusus atau disebut juga pemeliharaan darurat adalah pekerjaan
pemeliharaan yang dimaksud untuk memperbaiki jaringan yang rusak yang
disebabkan oleh force majeure atau bencana alam seperti gempa bumi, angin
rebut, kebakaran dsb yang biasanya waktunya mendadak.
Dengan demikian sifat pekerjaan pemeliharaan untuk keadaan ini adalah sifatnya
mendadak dan perlu segera dilaksanakan, dan pekerjaannya tidak direncanakan.
1.4. Jadual Pemeliharaan Distribusi.
Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu, daya guna, dan keandalan tenaga
listrik yang telah tercantum dalam tujuan pemeliharaan adalah menyusun program
pemeliharaan periodik dengan jadual tertentu.
Menurut siklusnya kegiatan pelaksanaan pemeliharan distribusi dapat
dikelompokan dalam empat kelompok yaitu :
-

Pemeliharaan tri wulanan.

Pemeliharaan semesteran.

Pemeliharaan tahunan.

Pemeliharaan 3 tahunan.

a. Pemeliharaan Tri wulanan (3 bln).

Pemeliharaan tri wulanan atau 3 bulanan adalah suatu kegiatan dilapangan yang
dilaksanakan dalam tiga bulan dengan maksud untuk mengadakan pemeriksaan
kondisi system.
Dengan harapan langkah-langkah yang perlu dilaksanakan perbaikan system
peralatan yang terganggu dapat ditentukan lebih awal.
Bila ada keterbatasan dalam masalah data pemeliharaan, program pemeliharaan
triwulan dapat dibagi untuk memelihara bagian-bagian jaringan distribusi yang
rawan gangguan, diantaranya adalah saluran telanjang atau tidak berisolasi.
Dimana saluran udara semacam ini diperkirakan paling rawan terhadap gangguan
external misalnya pohon-pohon, benang layang-layang dsb.
Kegiatan yang perlu dilakukan dalam program triwulanan adalah :
-

Mengadakan inspeksi terhadap saluran udara harus mempunyai jarak aman

yang sesuai dengan yang di ijinkan (2 m).


-

Mengadakan evaluasi terhadap hasil inspeksi yang telah dilaksanakan dan

segera mengadakan tindak lanjut.


b. Pemeliharaan Semesteran (6 bln).
Pemeliharaan semesteran atau enam bulanan adalah suatu kegiatan yang
dilakukan dilapangan dengan maksud untuk mengetahui sendiri kemungkin
keadaan beban jaringan dan tegangan pada ujung jaringan suatu penyulang TR
(tegangan rendah).Dimana besarnya regulasi tegangan yang diijinkan oleh PLN
pada saat ini adalah + 5% untuk sisi pengirim dan 10% untuk sisi
penerima.Perbandingan beban untuk setiap fasanya pada setiap penyulang TR
tidak kurang dari 90%; 100% dan 110%.Hal ini untuk menjaga adanya
kemencengan tegangan yang terlalu besar pada saat terjadi gangguan putus nya
kawat netral (Nol) di jaringan TR.
Kegiatan yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan ini adalah :
-

Melakukan pengukuran (timbang) beban.

Melaksanakan pengukuran tegangan ujung jaringan.

Mengadakan evaluasi hasil pengukuran dan menindak lanjuti.

c.

Pemeliharaan Tahunan (1 thn).

Pemeliharaan tahunan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk


mengadakan pemeriksaan dan perbaikan system peralatan.Kegiatan pemeliharaan
tahunan biasanya dilaksanakan menurut tingkat prioritas tertentu .
Pekerjaan perbaikan system peralatan yang sifatnya dapat menunjang operasi
secara langsung atau pekerjaan-pekerjaan yang dapat mengurangi adanya
gangguan operasi system perlu mendapat prioritas yang lebih tinggi.
Pada prakteknya pemeliharaan tahunan dapat dilaksanakan dalam dua keadaan
yaitu :
-

Pemeliharaan tahunan keadaan bertegangan.

Pemeliharaan tahunan keadaan bebas tegangan.

Pemeliharaan tahunan keadaan bertegangan.


Pekerjaan-pekerjaan yang perlu dilakukan untuk pemeliharaan tahunan keadaan
bertegangan adalah mengadakan pemeriksaan secara visual (inspeksi) dengan
maksud untuk menemukan hal-hal atau kelainan-kelainan yang
dikawatirkan/dicurigai dapat menyebabkan gangguan pada operasi system,
sebelum periode pemeliharaan tahunan berikutnya terselenggara.
Pemeliharaan semacam ini pada pelaksanaanya meng-gunakan chek list untuk
memudahkan para petugas memeriksa dan mendata hal-hal perlu diperhatikan dan
dinilai.
Pemeliharaan Tahunan Keadaan Bebas Tegangan.
Pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan tahunan pada keadaan bebas tegangan adalah
pekerjaan-pekerjaan yang meliputi :
-

Pemeriksaan.

Pembersihan.

Pengetesan.

Penggantian material Bantu : fuse link, sekring.

Adapun bagian-bagian system yang perlu dilakukan pemeliharaan tahunan secara


periodik diantaranya adalah :
-

JTM dan peralatanya.

Gardu distribusi.

JTR dan peralatanya (bila ada).

Sambungan rumah dan APP.

d. Pemeliharaan Tiga Tahunan.


Pemeliharaan tiga tahunan merupakan program pemeliharaan sebagai tindak
lanjut dari kegiatan pemeliharaan tahunan yang telah diselenggarakan.
Kegiatan pemeliharaan tiga tahunan dilaksanakan dalam keadaan bebas tegangan
dimana sifat pemeliharaanya baik teliti dan penyaluran, biasa sampai tahap
bongkar pasang (over houl).
Dengan keadaan ini, pelaksanaan pemeliharaan tiga tahunan merupakan kegiatan
pemeliharaan rutin yang termasuk pekerjaan pemeriksaan rutin sistematis.
PEMELIHARAAN JTM.
Pemeliharaan JTM merupakan salah satu hal yang terpenting, karena jtm yang
tidak memakai isolasi (selubung konduktor) atau yang sering disebut SUTM,
sering mengalami pemadaman yang disebabkan oleh gangguan dari luar
(external).
Didalam operasi JTM bila sering terjadi pemadaman maka dapat mempengaruhi
keandalan system jaringan TM atau disebut SAIDI dan SAIFI.
Untuk meningkatkan keandalan tersebut maka diperlukan pemeliharaan yang baik
dan benar.
Pemeliharaan Rutin Tahunan JTM.
Baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya pemeliharaan jaringan
tegangan menengah (JTM), pembagian jaringannya dilakukan per penyulang, hal

ini dapat menguntungkan baik dalam perencanaanya maupun dalam


pelaksanaanya. Untuk menentukan jumlah volume fisik JTM yang harus
dipelihara dapat dilakukan sebagai berikut :
Apabila dalam suatu periode misalnya triwulan I dilaksanakan pemeriksaan rutin
sejumlah 4 (empat) penyulang yaitu A, B, C dan D, secara menyeluruh jumlah
volume fisiknya adalah 85 kMs, apabila periode berikutnya tri wulan III dilakukan
pemeriksaan kembali (inspeksi) atau dilakukan pemeriksaan sistematis, jumlah
volume fisiknya tidak diisikan kembali, sehingga tetap 85 kMs, karena pada tri
wulan I sudah dicantumkan seluruhnya seperti terlihat pada table-2 sbb:

TRI-

TRI-

TRI-

II

III

TRI-IV

TOTAL
TAHUN
ANGGARAN

Periode
Feeder
A(35)
B(10)
C(15)
D(25)
K(30)
L(20)
M(10)
N(30)
Jumlah volume

X
0
0
0
85

X
0
0
0
90

0
0
0
X
0

0
0
0
X
0

35
10
15
25
30
20
10
30
175

fisik
Jumlah biaya

A+B

K+L

A+ B

K+L

R+S+

material /jasa (Rp)

C+D

M+N

C+D

M+N

T+U

=R

=S

=T

=U

0 = Dilakukan pemeriksaan rutin..


X = Dilakukan pemeriksaan sistematis.

Hubungan antara jumlah, volume fisik beserta biaya pemeliharaan rutin JTM.

TRI-I

TRI-II

TRI-III

TRI-IV

Total
1tahun
anggaran
(BH)

Periode
Gardu
(BH)
A1
A2
B1
B2
B3
C1
C2
D1
Jumlah
Volume,

0
X
-

0
X
-

0
X
-

0
X

fisik(bh)
Jumlah bi aya

A1

A2

B1

B2

R+S+

& atau Jasa

+=R

+=S

+=T

+=U

T+U

(Rp)
Jumlah

B3
A1 +

C1
A2 +

C2
B1 +

D1
B2 +

R+S+

Biaya

B3 = R

C1 = S

C2 = T

D1 = U

T+U

(Mat &
Jasa)Rp
0 = Dilakukan pemeriksaan rutin.
X = Dlakukan pemeriksaan sistematis.

35
10
15
25
30
20
10
30
8

v PEMELIHARAAN JTR.
Dengan bertambahnya pelanggan Tegangan Rendah semakin besar yang diiringi
dengan beban yang semakin besar pula, maka kontinuitas pendistribusian beban
ke pelanggan akan terkendala pula yang dikarenakan makin tua umur peralatan di
JTR tsb.Hal dapat menyebabkan mutu dari tegangan akan rendah dan lamakelamaan apabila tidak dipelihara akan menyebabkan penyaluran daya ke
pelanggan terganggu.Sesuai dengan SPLN 1 tahun 1995 yaitu tegangan batas
maksimum +5% dari tegangan nominal dan -10% dari tegangan nominal.Dengan
berpedoman SPLN tersebut maka mutu tegangan tersebut perlu dijaga agar
kepuasan pelanggan tersebut tetap terjamin.Untuk mempertahankan hal tersebut
diperlukan pengawasan untuk penambahan pelanggan dan pemeliharaan Jaringan
Tegangan Rendah perlu ditingkatkan dan penjadual pemeliharaan dilaksanakan
secara tepat dan benar.
Jadual Pemeliharaan Rutin Tahunan JTR.
Pemeliharaan JTR dilaksanakan setiap tahun tidak sama dengan JTM karena
panjang dari JTR sangat pendek.
Untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan jaringan
tegangan rendah (JTR), pembagianya dikaitkan dengan gardu distribusi yang
terkait, demikian juga dalam pelaksanaanya bersamaan dengan pemeliharaan
gardu.
Contoh : Suatu gardu distribusi mempunyai 4 (empat) penyulang TR yaitu A1a s/d
A1d dimana datanya terlihat pada tabel 3.Jumlah fisik JTR yang perlu dipelihara
dari satu gardu tersebut adalah sepanjang 3,7 kMs termasuk didalamnya adalah
pelaksanaan pekerjan-pekerjaan yang telah disarankan seperti pemangkasan
pohon, pengecatan tiang, perbaikan fondasi dan sebagainya.
JURUSAN

PANJANG
(meter)

A1a

1000

A1b

800

A1c

1000

A1d

900
3700 (4,2 km)

Dalam kegiatan pemeliharaan rutin tahunan sambungan rumah, penentuan volume


fisik yang harus dipelihara adalah sejumlah sambungan rumah yang ada seperti
contohnya terlihat pada tabel 4 dan juga dapat terlihat hubungan antara jumlah
volume fisik sambungan rumah dan biayanya.
Periode

TRW I

TRW II

TRW III

TRW IV

Total th
Anggaran

SR(Bh)
SR1
SR2
SR3
SR4
SR5
SR6
SR7
SR8
Jumlah

O
O
2

O
O
2

O
O
2

O
O
2

(GH)
1
1
1
1
1
1
1
1
8

(BH)
Jumlah

SR1 +

SR3 +

SR5 +

SR7 +

R+S+

Biaya

SR2 =

SR4 =

SR6 =

SR8 =

T+U

Mat dan

Vol.fisik

/ jasa
0 = Dilakukan pemeriksaan rutin.
X = Dlakukan pemeriksaan sistematis.

Hubungan antara jumlah, volume fisik beserta biaya pemeliharaan rutin


sambungan rumah
v PEMELIHARAAN GARDUDISTRIBUSI.
v PEMELIHARAAN KUBIKEL 20 Kv.
v PEMELIHARAAN PTS.
v PEMELIHARAAN PTM/CB.
v PEMELIHARAAN PMS/DS.
v PEMELIHARAAN TRAFO.
v PERENCANAAN DAN EVALUASI.

Jadwal pemeliharaan rutin tahunan Gardu Distribusi.


Mengingat periode pemeriksaan rutin gardu distribusi dilaksanakan dalam tempo
satu tahun satu kali , maka dalam perencanaan nya volume fisik gardu yang akan
dipelihara dalam satu tahun anggaran adalah sejumlah Gardu yang ada dan dalam
pelaksanaanya perlu diusahakan sejumlah yang direncanakan.
2. Pelaksanaan Pemeliharaan Distribusi.
2.1. Pemeliharaan Gardu Distribusi (GD).
Dilihat dari rencana maupun perencanaannya pemeliharaan gardu distribusi dapat
dilaksanakan dalam tiga macam pemeliharaan, yaitu :
a.

Pemeliharaan rutin gardu distribusi.

b. Pemeliharaan korektif gardu distribusi.


c.

Pemeliharaan darurat gardu distribusi.

a. Pemeliharaan Rutin Gardu Distribusi.


Pekerjaan pemeliharaan rutin gardu distribusi dilaksana-kan dalam dua jenis
pemeriksaan, yaitu :
-

Pemeriksaan rutin gardu distribusi.

Pemeriksaan rutin sistematis gardu distribusi.

Pemeriksaan rutin gardu distribusi dilaksanakan dalam dua kegiatan yaitu :


-

Pemeriksaan gardu keadaan bertegangan.

Pemeriksaan gardu keadaan bebas tegangan.

Pemeriksaan gardu keadaan bertegangan adalah kegiatan pemeliharaan dimana


gardu diperiksa secara visual dengan menggunakan check list, hal ini
dimaksudkan untuk menemukan hal-hal / kelainan-kelainan yang dikawatirkan
dapat menyebabkan terjadinya gangguan sebelum periode pemeriksaan berikutnya
terselenggarakan.
Pemeriksaan rutin gardu bebas tegangan adalah kegiatan pemeliharaan rutin
dimana dilakukan pekerjaan-pekerjaan pembersihan, perbaikan, penggantin,
penyetelan, pengukuran dan sebagainya, kecuali pekerjaan yang sifatnya
penyempurnaan atau perubahan.
Pemeriksaan rytin sistematis dalam keadaan bebas tegangan dan jangkauan
pekerjaanya lebih luas dan lebih teliti bisa sampai tahap bongkar pasang.
b. Pemeliharaan korektif gardu distribusi.
Dimaksud untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang diakibatkan adanya
gangguan atau mengadakan perubahan/ penyempurnaan, sebagai tindak lanjut dari
pelaksanaan pemeriksaan rutin (inspeksi).
c.

Pemeliharaan Darurat Gardu Distribusi.

Dimaksud untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh


bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan sebagainya.
Komponen-komponen peralatan gardu distribusi yang perlu mendapat perhatian
pada waktu pelaksanaan kegiatan pemeliharaan tahunan (rutin) beban tegangan
diantaranya adalah :

1. Transformator.
2. Instalasi tegangan menengah.
3. rak tegangan rendah.
4. peralatan pelindung.
Pekerjaan-pekerjaan yang diprioritaskan adalah :
-

Pekerjaan pembersih dan perbaikan instalasi TM/TR.

Pekerjaan pembersihan dan perbaikan pengaman/fault indikator.

Pekerjaan pengisian minyak trafo.

Pekerjaan perbaikan instalasi pengaman gardu.

Pekerjaan pembersih ruangan gardu dan halaman gardu.

Pekerjaan perbaikan bangunan sipil gardu.

Pekerjaan pengcatan bangunan gardu.

2.2. Pemeliharaan Hantaran Udara (SUTM).


Bagian sistem yang cukup rawan terhadap gangguan dari luar (external ) salah
satu diantaranya adalah :
Saluran udara tidak berisolasi, baik pada tegangan menengah (SUTM) maupun
pada tegangan rendah (SUTR).
Dengan demikian SUTM dan SUTR perlu mendapat pemeliharaan yang
semestinya .
Adanya pepohonan, layang-layang, bangunan tinggi, petir dan sebagainya dapat
menyebabkan

tingkat

gangguan

pada

SUTM

dan

SUTR

dan

untuk

mempertahankan umur teknisnya.


Dalam pelaksanaanya, pemeliharaan SUTM dan SUTR dapat dilaksanakan dalam
2 (dua) jenis pemeriksaan yaitu : pemeriksaan rutin yang dapat diselenggarakan
satu tahun sekali dan pemeriksaan sistematis dapat diselenggarakan dalam tiga
tahun sekali atau tergantung kepada keperluan.

Dengan adanya penghematan biaya, pemeliharaan untuk SUTR biasanya tidak


diselenggarakan pemeriksaan rutin sistematis.
Bagian SUTM dan SUTR yang perlu diperiksa diantaranya adalah:
a.

Kawat penghantar.

b. Isolator.
c.

Tiang penghantar.

a. Kawat Penghantar.
Penghantar merupakan alat/ perangkat untuk memindahkan energi listrik dari satu
tempat ke tempat lain dengan hasil seoptimal mungkin.
Dilihat dari jenis logamnya, penghantar listrik yang dipergunakan oleh PLN pada
dewasa ini terdiri dari :
1. Logam tembaga.
2. Logam aluminium.
3. Logam aluminium campuran.
Penghantar yang terbuka dari logam tembaga yang sering kita sebut BC (Bare
Copper) atau BCC (Bare Copper Conductor) merupakan penghantar yang baik
untuk menghantarkan energi listrik, meskipun penghantar ini mempunyai bobot
yang lebih besar dan disamping itu mempunyai harga yang lebih mahal.
Penghantar yang terbuat dari aluminium murni yang sering kita sebut ACC
atau A2C (All Alumunium Conductor) merupakan penghantar listrik yang
cukup baik, keuntungan penghantar ini bobotnya lebih ringan dari tembaga dan
harganya lebih murah.
Namun meskipun demikian kawat alumunium mempunyai kuat tarik yang lebih
kecil dari tembaga dan lebih rapuh.

Untuk mengurangi kelemahan ini dibuat penghantar alumunium campuran yang


sering disebut AAAC atau A3C (All Alumunium Alloy Conductor) dimana
jenis penghantar ini mempunyai kelebihan dari A2C yaitu mempunyai kuat tarik
yang lebih besar.
Kuat tarik suatu penghantar listrik dapat dibedakan tergantung kepada logam dan
penampang penghantar seperti terlihat pada tabel.Kuat tarik suatu penghantar
perlu mendapat perhatian sewaktu melakukan penarikan kawat selain itu yang
perlu diperhatikan dari penghantar ini adalah kuat hantar arusnya (KHA).
Dimana masing-masing penhantar mempunyai kuat hantar arusnya terdiri sesuai
dengan jenis dan penampang penghantarnya.Penghantar yang lebih besar akan
mempunyai kuat hantar arus yang lebih besar.
Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pemeliharaan kawat
penghantar, diantaranya adalah :
-

Jarak aman (clearence).

Andongan kawat (lendutan).

Jamper/joint.

Kondisi kawat/lingkungan.

Pengkatan kawat.

b. Pemeriksaan Isolator.
Isolator merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengisolasi antara kawat
dengan kawat dan kawat dengan traves/tiang selain untuk tempat pengikatan
kawat.
Isolator untuk penghantar udara yang tidak berisolasi diantaranya adalah :
a) Isolator TR

- Isolator tumpu : RM I, II, III, IV.


- Isolator akhir

: Afsan, Champignon.

b) Isolator TM- Isolator tumpu : Post insulator, pin insulator.

Isolator penegang : Suspension insulator,


Long rod insulator.

Pemeriksaan isolator perlu diperhatikan dengan seksama karena isolasi sering


menjadi biang keladi dari gangguan operasi yang memusingkan petugas pengusut
gangguan.
Dengan pemeriksaan isolator secara lebih teliti, mutu penyaluran tenaga listrik
dapat diperbaiki dan disamping itu dapat meringankan petugas pengusut/ mencari
letak gangguan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan isolator diantaranya adalah :
1. Kondisi fisik isolator.
2. Tempat kedudukan isolator.
3. Pengikatan kawat pada isolator.
c) Pemeriksaan Tiang.
Tiang merupakan alat untuk menyangga kawat penghantar sehingga keadaannya
aman bagi keselamatan umum.
Dilihat dari bahanya, tiang listrik tersendiri dari :
-

Tiang kayu.

Tiang beton.

Tiang besi.

Dilihat dari panjang tiang :


-

Tiang 8 m.

Tiang 9 m.

Tiang 11 m.

Tiang 12 m.

Tiang 13 m.

Dilihat dari kekuatan tarik nya :

Tiang 100 daN.

Tiang 200 daN.

Tiang 350 daN.

Tiang 500 daN.

Tiang 800 daN.

Dilihat dari konstruksinya :


-

Tiang awal/akhir.

Tiang sudut.

Tiang percabangan.

Tiang penegang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan tiang listrik diantaranya


adalah :
1. Letak kedudukan tiang.
2. Kondisi fisik tiang.
3. Tanda-tanda tiang listrik.
4. Pondasi tiang.
5. Kondisi tupang tarik dan tupang tekan.
2.3. Pemeliharaan Sambungan Rumah.
Sambungan rumah adalah suatu hantaran beserta kelengkapannya yang dimulai
dari titik penyambungan sampai dengan alat pengukur danpembatas konsumen
(APP).
Sambungan pelayanan atau sambungan rumah terdiri dari 2 bagian yaitu :
a.

Sambungan luar pelayanan (SLP) yaitu bagian sambungan pelayanan mulai

dari titik penyambungan di tiang KTR sampai dengan unit tiang atap pengikat
atap.
b. Sambungan masuk pelayanan (SMP) yaitu bagian sambungan pelayanan
mulai dari unit tiang atap/pengikat atap sampai dengan alat pembatas.

Adapun penghantar untuk sambungan luar pelayanan (SMP) dapat digunakan 2


jenis penghantar yaitu :
-

Kawat udara tiang berisolasi.

Kawat udara berisolasi (Twisted Isulation Cable).

Pemeliharaan rutin untuk sambungan pelayanan diadakan dalam periode satu


tahun sekali dengan maksud untuk meningkatkan mutu pelayanan dan penyaluran
lebih tinggi.
Adapun pemeliharaan yang dilaksanakan adalah pemeriksaan secara visual dan
hal-hal yang perlu diperiksa antara lain :
Kondisi penghantar.
Kondisi perangkat penghantar.
Kondisi titik sambungan (conector)
Kondisi alat pengukuran/pembatas (APP).

PEMELIHARAAN JARING DISTRIBUSI.


1. PENGERTIAN
Adalah kegiatan yang meliputi rangkaian tahapan kerja mulai dari perencanaan,
pel;aksanaan hingga pengendalian dan evaluasi pekerjaan pemeliharaan instalasi dan
sistem distribusi yang dilakukan secara terjadwal (schedul) ataupun tanpa jadual
2. TUJUAN PEMELIHARAAN :
Agar instalasi jaringan distribuasi beroperasi dengan :
*

Aman ( safe) bagi manusia dan lingkungannya.

Andal (Reable).

Kesiapan (Avaibility) tinggi.

Unjuk kerja (Performance) baik.

Umur (Live Time) sesuai desain.

Waktu pemeliharaan (Down time) Efektif.

Biaya pemeliharaan (Cost) Efisien / Ekonomis

Selain itu ada faktor diluar teknis, tujuan pemeliharaan adalah mendapatkan simpati
serta kepuasan pelanggan dalam pelayanan tenaga listrik
Untuk melaksanakan pemeliharaan yang baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut

Sistem harus direncanakan dengan baik dan benar memakai bahan / peralatan
yang berkualitas baik sesuai standar yang berlaku

Sistem distribusi yang baru di bangun harus diperiksa secara teliti, apabila
terdapat kerusakan kecil segera diperbaiki pada saat itu juga

Staf / petugas pemeliharaan harus terlatih dengan baik dan dengan jumlah
petugas cukup memadai

Mempunyai peralatan kerja yang cukup memadai untuk melaksanakan


pemeliharaan dalam keadaan tidak bertegangan maupun pemeliharaan dalam
bertegangan.

Mempunyai buku / brosur peralatan pabrik pembuat peralatan tersebut dan


harus diberikan kepada petugas terutama pada saat pelaksanaan pemeliharaan

Gambar (peta) dan catatan pelaksanaan pemeliharaan dibuat dan di pelihara


untuk bahan pada pekerjaan pemeliharaan berikutnya

Jadwal yang telah dibuat sebaiknya dibahas ulang untuk melihat kemungkinan
penyempurnaan dalam pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan

Harus diamati tindakan pengamanan dalam pelaksanaan pemeliharaan,


gunakan peralatan keselamatan kerja yang baik dan benar
3. MACAM MACAM PEMELIHARAAN
3.1. Berdasarkan waktu pelaksanaannya :

Pemeliharaan terencana ( Planed maintenance) : preventif dan korektif.

Pemeliharaan tidak direncanakan (Unplaned Maintenance).

3.2. Berdasarkan metodanya

Pemeliharaan berdasarkan waktu ( Time Base Maintenance )

Pemeliharaan berdasarkan kondisi ( On Condition base Maintenance)

Pemeliharaan darurat / Khusus ( Break Down Maintenace ).

Bila dari macam-macam pemeliharaan tersebut digabungkan, maka pemeliharaan


dibedakan menjadi :

Pemeliharaan Rutin : merupakan pemeliharaan yang terencana berdasarkam


waktu yang terjadwal

Pemeliharaan Korektif : merupakan pemeliharaan yang terencana dikarenakan


faktor waktu dimana peralatan memerlukan perbaikan atau pemeliharaan yang tidak
terencana tetapi berdasarkan kondisi peralatan yang menunjukkan gejala kerusakan
ataupun sudah terjadi kerusakan

Pemeliharaan Darurat : merupakan pemeliharaan karena keadaan yang darurat


tanpa diketahui gejala kerusakan sebelumnya .
3.3. Pemeliharaan Rutin

Disebut juga dengan pemeliharaan preventip, yaitu pemeliharaan untuk mencegah


terjadinya kerusakan peralatan yang lebih parah dan untuk mempertahankan unjuk
kerja jaringan agar tetap beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi.
Kegiatan pemeliharaan rutin meliputi kegiatan :
Pemeriksaan / inspeksi rutin
Pemeliharaan rutin
Pemeriksaan prediktif
Perbaikan / penggantian peralatan
Perubahan / penyempurnaan jaringan
Contoh pemeriksaan rutin antara lain :

Inspeksi jaringan SUTM : Memeriksa dan melaporkan keadaan tiang, Bracket,


Cross Arm, Pentanahan, Penghantar ,Isolator, Cut Out, Arrester, PT-LBS / PTS dll.

Inspeksi gardu Distribusi : Memeriksa dan melaporkan keadaan inspeksi


gardu distribusi ; Sipil, Ruang gardu, kubikel, Trfao, Panel TR, Terminal, Sepatu Kabel dll.

nspeksi jaringan SUTR : Memeriksa dan melaporkan keadaan tiang,


Hantaran, Terminal Out Door, Konektor hantaran dll

Pemeriksaan instalasi dengan Infrared / Thermo Vision.

Pemeriksaan Partial Discharge pada terminal indoor penyulang 20 KV di


gadu induk / gardu hubung.

Pengukuran beban pada trafo Distribusi.

Pengukuran beban jurusan pada PHB TR gardu Distribusi.

Pengukuran Tegangan ujung pada JTR.

Test Trip pada PMT Penyulang 20 KV di gardu induk Dl

Contoh pemeliharaan rutin antara lain :

Pengecatan tiang pd SUTM dan SUTR.

Pemeotongan ranting / dahan pada pohon yang dapat mengganngu SUTM.

Pengecatan gardu sipil.

Revisi instalasi gardu distribusi dan gardu hubung.

Revisi Instalasi gardu induk disisi 20 KV.

3.4. Pemeliharaan Korektif


pemeliharaan korektif adalah pekerjaan pemeliharaan dengan maksud untuk
memperbaiki kerusakan yaitu suatu usaha untuk memperbaiki kerusakan hingga
kembali kepada kondisi / kapasitas semula dan perbaikan untuk penyempurnaan yaitu
, suatu usaha untuk meningkatkan / penyempurnaan jaringan dengan cara mengganti /
mengubah jaringan agar dicapai daya guna atau keandalan yang lebih baik dengan
tidak mengubah kapasitas semula.

Contoh perbaikan kerusakan :

Penggantian jointing yang meledak

Perbaikan JTM andongannya rendah

Penggantian bushing Trafo Distribusi yang pecah

Penggantian Tiang yang bengkok tertabrak mobil

Contoh perbaikan untuk penyempurnaan :

Rehabilitasi gardu distribusi

Rehabilitasi JTM

Rehabilitasi JTR

3.5.Pemeliharaan Darurat
Pemeliharaan ini sifatnya mendadak, tidak terencana ini akibat gangguan atau
kerusakan atau hal-hal lain di luar kemampuan kita sehingga perlu dilakukan
pemeriksaan / pengecekan perbaikan maupun penggantian peralatan, tetapi masih
dalam kurun waktu pemeliharaan
Contoh pemeliharaan darurat :

Perbaikan / penggantian JTR yg rusak akibat kebakaran.

Perbaikan / penggantian instalasi gardu yang rusak akibat banjir.

Perbaikan / penggantian gardu dan jaringan


akibat huru-hara.

yang rusak