Anda di halaman 1dari 22

Strategi Percepatan Pembangunan Bendungan

sebagai Infrastruktur Prioritas untuk Ketahanan Air

Ir. M. Donny Azdan,MS.,MA.,PhD


Direktur Pengairan dan Irigasi
Tempat : Jakarta
Tanggal : November 2014
Acara

: Lokakarya Pembangunan dan


Pengelolaan Bendungan 2014
RELIABLE

CREDIBLE

PRO-ACTIVE

KONDISI EKSISTING

TANTANGAN : Waktu Pembangunan


Bendungan Sangat Lama
Masa
Pembangunan
Bendungan yang
sangat lama
Upper Cisokan
perlu 32 tahun
hingga dibangun
dari mulai
direncanakan
tahun 1982
Jatigede perlu
waktu 26 tahun
dari sejak DED
dibuat tahun
1988

PERATURAN PERUNDANGAN TERKAIT PERIZINAN


BENDUNGAN (KHUSUSNYA UNTUK PLTA)
PP:
1. PP No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber
Daya Air
2. PP No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan.
3. PP No 23 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas PP
No. 14 Tahun 2012 Tentang Kegiatan Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik
4. PP No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah
5. PP No. 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan usaha
Penyediaan Tenaga Listrik
6. PP No. 12 Tahun 2014 tentang PNBP di
Kementerian Kehutanan
Perpres:
1. Perpres No. 56 tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua atas Perpres No. 67 Tahun 2005 tentang
Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha dalam
Penyediaan Infrastruktur
2. Perpres No 75 Tahun 2014 tentang Percepatan
Penyediaan Infrastruktur Prioritas

Terdapat 17 Peraturan di tingkat Pusat dan belum


termasuk dengan Perizinan di tingkat Daerah : Izin
Prinsip, Izin Lokasi Pengadaan Tanah, Dampak
Sosial dsb PERLU KOMPILASI DAN STANDARD
FORMAT

Peraturan Menteri:
1. Permen PU No. 08/PRT/M/2014 Tentang Pedoman Penghitungan Biaya
Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Kegiatan Usaha Air Minum,
Kegiatan Usaha Industri, Kegiatan Usaha PLTA dan Kegiatan Usaha
Pertanian;
2. Kepmen PU No.438/KPTS/M/2014 Tentang Penetapan Nilai Satuan
Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Penggunaan Sumber
Daya Air Bagi PLTA Dengan Kapasitas Di Bawah 10 Mega Watt Di Wilayah
Kerja Perum Jasa Tirta I dan Perum Jasa Tirta II;
3. Permen ESDM No. 22/2014 Tentang Perubahan Atas Permen ESDM No.
12 Tahun 2014 Tentang Pembelian Tenaga Listrik Dari PLTA oleh
PT.PLN;
4. Permen ESDM No. 004/2007 Tentang Perubahan Atas Permen ESDM No.
001 tahun 2006 Tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan/Atau
Sewa Menyewa Jaringan Dalam Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk
Kepentingan Umum
5. Permen ESDM No 28/2012 Tentang Tata Cara Permohonan Wilayah
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum
6. Permen ESDM No. 35/2013 Tentang Tata Cara Perizinan Usaha
Ketenagalistrikan
7. PMK No 78/PMK.06/2014 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan
Barang Milik Negara
8. PMK No 164/PMK.06/2014 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan
Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyediaan Infrastruktur
9. PermenHut No. P.16/Menhut-II/2014 Tentang Pedoman Pinjam Pakai
Kawasan Hutan

KONDISI EKSISTING

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN


BENDUNGAN
INSTITUSI

ASPEK INSTITUSI

PENDANA
AN

REGULASI

ASPEK REGULASI

ASPEK FINANSIAL

Bendungan

KONDISI EKSISTING

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN


BENDUNGAN

Regulasi : Penerbitan Peraturan Pemerintah/Peraturan Presiden :


1. Penerapan Perpres No. 75 tahun 2014 mengenai Percepatan Penyediaan Infrastruktur
Prioritas
2. Percepatan Pembangunan Bendungan yang menggabungkan/memayungi semua izin
terkait percepatan pembangunan Bendungan serta memberikan pasal
khusus/pengecualian dari peraturan perundangan yang berlaku

Kelembagaan : ,
1. Komite Percepatan Pembangunan Bendungan
2. Pembentukan Sekretariat Bersama untuk Perencanaan dan Koordinasi

Pendanaan :
1. Bappenas dan Kemenkeu menyusun strategi pendanaan Bendungan terutama dalam
menahan/mengurangi Subsidi BBM.
2. Pengaktifan BPJSDA dari Penyediaan Tenaga Listrik untuk O&M Sungai/Konservasi

QUICK WIN : Rencana Pembangunan


Bendungan dalam Renstra PU 2015-2019
LOKASI 50 RENCANA BENDUNGAN BARU DALAM RPJMN 2015-2019

3 Bendungan ;
2.047 juta m3

Aceh

TOTAL 50
BENDUNGAN :
2.730 JUTA M3

1 Bendungan; 22,2 juta m3


2 Bendungan :
117 juta m3

Sumatera Utara
3 Bendungan : 65 juta m3

Kalimantan

Kep Riau

7 Bendungan:
1.032 juta m3

Sulawesi
3 Bendungan
3 Bendungan
: :
145145
juta
juta
m3m3

Jabar

Lampung

8 Bendungan :
845 juta m3

Jateng
5 Bendungan :
173 juta m3

1 Bendungan : 33 juta m3

3 Bendungan :
24 juta m3

Jatim

Maluku - Papua

Bali Nusa Tenggara


14 Bendungan : 143 juta m3

Total ada 50 Rencana Bendungan baru dengan manfaat :


- Irigasi : 348 ribu Ha
- Listrik : 357 MW
3
- Air Baku : 349 m /det
- Pengendali banjir : 28.000 Ha
Rencana Bendungan ini diluar 22 Bendungan yang sedang dibangun

Source: BAPPENAS, diolah dari RPJMN

QUICK WIN : Rencana Pembangunan


Bendungan dalam Nawa Cita
LOKASI 33 RENCANA WADUK BARU 2015-2019

3 waduk;
2.047 juta m3

Aceh

1 waduk; 22,2
juta m3

Sumatera Utara

Kapasitas Tampungan
Total 33 Waduk :
3.781 Juta m3

2 waduk :
117,44 juta m3

2 waduk : 54,27 juta m3

Batam& Kep Riau

Kalimantan

4 waduk:
383,67 juta m3
1 waduk:
33,1 juta m3

Sulawesi
Lampung

Maluku

Jateng

1 waduk :
86,45 juta m3

2 waduk :
653,94 juta m3

Jabar
6 waduk :
291,2 juta m3

Jatim
4 waduk :
45,28 juta m3

Bali Nusa Tenggara


Yogyakarta
1 waduk :
1 juta m3

6 waduk : 45,35 juta m3

Sumber: BAPPENAS, diolah dari Direktorat Sungai Pantai Kementerian PUPERA, 2014

Total 33 Rencana Pembangunan waduk baru yang akan selesai Tahun 2019 dengan manfaat:
- Irigasi : 298 ribu Ha
- Pengendali banjir : 17.704 Ha
3
- Air Baku : 186,4 m /det
- Listrik : 270 MW (19 Waduk ):
Jawa (59 MW); Sumatera (116,8 MW); Kalimantan (0,14 MW); Sulawesi (13,57 MW);
Bali-Nusa Tenggara (0,14 MW); Maluku (80 MW)

QUICK WIN : Rencana Pembangunan


Bendungan PLTA dalam RUPTL
7 PLTA ; Total 1.232
MW

LOKASI 33 POTENSI PLTA RESERVOIR


SESUAI DENGAN RENCANA UMUM PEMBANGUNAN TENAGA LISTRIK 2013-2022
3 PLTA ;
Total 688 MW

Aceh

Sumatera Utara

TOTAL 33 PLTA Reservoir :


9.770 MW

1 PLTA;
Total 198 MW
3 PLTA;
Total 330 MW

Kalimantan Barat

2 PLTA;
Total 488 MW

Kalimantan Timur Sulawesi Tengah

Sumatera Barat

1 PLTA ;
Total 168 MW

Jambi
1 PLTA;
Total 21 MW

Sulawesi Selatan

Jawa Barat
3 PLTA ;
Total 2062
MW

Jawa Tengah
1 PLTA ;
Total 360
MW

Jawa Timur

Maluku - Papua
3 PLTA;
Total 163 MW

5 PLTA ;
Total 1960 MW

3 PLTA ;
Total 2100 MW

Sumber: PLN dalam RUPTL 2013-2022

Dari potensi 79 PLTA dengan total kapasitas 12.326 MW dalam RUPTL 2013-2022, terdapat 33 potensi
PLTA reservoir (5 Tipe Pump Storage) dengan kapasitas total lebih dari 9.700 MW;
6 PLTA (Total kapasitas 1.444 MW) ditargetkan untuk COD tahun 2015-2019 :
1) PLTA Jatigede di Sumedang 175 MW (2014);
4) PLTA Asahan 4-5 di Sumatera Utara 60 MW (2017)
2) PLTA Upper Cisokan di Jawa Barat 1000 MW (2015); 5) PLTA Warsamson di Papua 49 MW (2019);
3) PLTA Karangkates IV&V di Malang 100 MW (2018); 6) PLTA Isal-2 di Maluku 60 MW (2019);

QUICK WIN : Kerjasama Kementerian PU dan


PLN untuk mempercepat Pembangunan
Bendungan
Woyla-2; Aceh; 242 MW; COD semula thn 2024
Tampur-1; Aceh; 330 MW; COD semula thn
2025
Teunom-2; Aceh; 230 MW; COD semula thn
2026
Maung; Jateng; 360 MW; COD semula thn 2028
Poko; Sulsel; 233 MW; COD semula thn 2020
Masuni; Sulsel; 400 MW; COD semula thn 2023
Batanghari-4; Sumbar; 216 MW; COD semula
thn 2027
Kuantan-2; Sumbar; 272 MW; COD semula thn
2028
Beberapa contoh bendungan yang
berpotensi untuk dipercepat
dengan kerjasama antara Kemen
PU dan PLN sehingga bisa
dipercepat COD menjadi tahun
2015-2019

COD = Commercial Operating Date

Kriteria Bendungan yang bisa


dipercepat contohnya adalah :
1. Kapasitas besar (>200 MW)
2. Mempunyai dampak lingkungan
dan sosial / resettlement minimal
3. Sesuai kebutuhan Pemerintah/
Kementerian PU
Oleh karena itu diperlukan
SINKRONISASI dan KOORDINASI
percepatan Pembangunan
Bendungan
9

WADUK MULTIPURPOSE DENGAN POTENSI PLTA


YANG AKAN DIBANGUN OLEH KEMENTERIAN PU-PERA
TAHUN 2015-2019
VOLUME
TOTAL
NO

NAMA WADUK/ PEKERJAAN

PULAU
JUTA M3

1 BENDUNGAN RUKOH, Kab. Pidie


2 BENDUNGAN TIRO, Kab. Pidie
3 BENDUNGAN KOLHUA, Kota Kupang
BENDUNGAN KUWIL, Kab. Minahasa
4
Utara
BENDUNGAN LAUSIMEME, Deli
5
Serdang
BENDUNGAN CIPANAS, Kab.
6
Sumedang
7 BENDUNGAN TUGU
BENDUNGAN LEUWIKERIS, Kab.
8
Ciamis dan Tasikmalaya
BENDUNGAN MATENGGENG, Kab.
9
Cilacap
10 BENDUNGAN BENER, Kab. Purworejo
BENDUNGAN SEMANTOK, Kab.
11
Nganjuk
BENDUNGAN BAGONG, Kab.
12
Trenggalek
13 BENDUNGAN LESTI III, Kab. Malang
BENDUNGAN SEPAKU SEMOI, Kab.
14
Penajam Paser Utara
15 BENDUNGAN NAPUNGGETE. Kab Sikka

BIAYA
KONSTRUKSI

MANFAAT
Pengenda
Irigasi
Air Baku
li Banjir
Listrik (MW)
(Ha)
(l/det)
(Ha)
11.950
V
845
2
6.330
V
2
150,55
0,04

Rp

TAHUN
PELAKSANA
AN

Sumatera
Sumatera
NTT

128,66
41,44
6,65

Sulawesi

23,37

4.320

2,6

1.135.182.380.000 2015 - 2018

Sumatera

22,20

3.202

3.000

2,8

1.022.693.000.000 2016 - 2019

Jawa

190

11

3.245

500

2,5

2.185.000.000.000 2016 - 2019

Jawa

20,93

2.859

180

3,91

2018 - 2021

Jawa

67,74

33.020

15

Jawa

553

27.934

1.008

27,20

5.246.458.935.000 2015 - 2019

Jawa

100,94

16.579

800

1.422.245.860.000 2015 - 2018

Jawa

4,85

539

0,20

172.844.829.477 2016 - 2020

Jawa

15,50

857

500

300

0,52

683.338.700.000 2017 - 2019

Jawa

1.200

200

2,50

207.000.000.000 2017 - 2019

Kalimantan

11,56

2.948

0,14

165.000.000.000 2016 -2019

NTT

7,63

256,98

200

0,09

883.607.132.626 2016 - 2019

16 BENDUNGAN JENELATA, Kab. Gowa


Sulawesi
BENDUNGAN JAMBO AYE, Kab Aceh
17
Sumatera
Utara
18 BENDUNGAN SANTOSA, Kab. Bandung
Jawa

224,72

24.391

3.850

10,97

1.638.599.739.076 2017 - 2021

1,877

90.000

1.400

3.500

110

6.621.897.784.268 2017 - 2021

10

3.000

200

1,35

676.000.000.000 2017 - 2020

19 BENDUNGAN WAY APU, Kab. Buru

33,21

30.583

10.359

160.340

80

271.584.886.000 2018 - 2021

3.343

252.712

15.704

182.142

270

TOTAL KESELURUHAN

Maluku

383.696.068.000 2015 - 2019


745.451.756.000 2016 - 2019
576.000.000.000 2016 - 2019

919.233.693.000 2017 - 2021

24.955.834.763.447

PLTA RESERVOIR DALAM RUPTL 2013-2022


No
Nama
1 Teunom-1
2 Woyla-2
3 Ramasan-1
4 Teripa-4
5 Teunom-3
6 Tampur-1
7 Teunom-2
8 Warsamson
9 Jatigede
10 Upper Cisokan PS
11 Matenggeng
12 Merangin 5
13 Maung
14 Karangkates Ext
15 Grindulu PS 3
16 K. Konto PS
17 Pinoh
18 Kelai-2
19 Isal-2
20 Tala
21 Poko
22 Masuni
23 Mong
24 Batu
25 Lariang-6
26 konaweha-3
27 Lasolo-4
28 Batang Hari-4
29 Kuantan-2
30 Asahan 4-5
31 Lake Toba
32 Toru-3
33 Karama-1
Total Kapasitas

Tipe
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
PST
PST
RES
RES
RES
PST
PST
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
RES
PST
RES
RES

Provinsi
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Irian Jaya
Jabar
Jabar
Jabar
Jambi
Jateng
Jatim
Jatim
Jatim
Kalbar
Kaltim
Maluku
Maluku
Sulsel
Sulsel
Sulsel
Sulsel
Sulteng
Sulteng
Sulteng
Sumbar
Sumbar
Sumut
Sumut
Sumut
Sulsel

Kap. (MW)
24
242
119
185
102
330
230
49
175
1000
887
21
360
100
1000
1000
198
168
60
54
233
400
256
271
209
21
100
216
272
60
400
228
800
9770

COD
2023
2024
2024
2024
2024
2025
2026
2019
2014
2015
2020
2024
2028
2018
2021
2027
2020
2020
2019
2021
2020
2023
2024
2027
2024
2026
2026
2027
2028
2017
2020
2026
2022

PLN/IPP
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
PLN
IPP

LAMPIRAN

KONDISI EKSISTING

KERANGKA PIKIR PERCEPATAN


PEMBANGUNAN BENDUNGAN
DRIVING FACTORS

VISI MISI PRESIDEN


MAN FAAT

Pertumbuha
n Penduduk

Perubahan
Pola Hujan
BENDUNGAN
SEBAGAI
SOLUSI

Perubahan
Tutupan
Lahan

Aturan
Perizinan
yang
berbelit

Meningkatkan
Kapasitas
Tampungan

Penyediaan
Sumber Air
Bersih

Penyediaan
Tenaga
Listrik

Membuka
Lahan
Irigasi Baru

Penurunan
Kehandalan
Sungai

Tumpang
tindih peran
institusi

Pendanaan

TANTANGAN PEMBANGUNAN
BENDUNGAN

STRATEGI PERCEPATAN
PEMBANGUNAN
BENDUNGAN

INFRASTRUKTUR
PRIORITAS

13

1. DRIVING FACTOR:
Pertumbuhan Penduduk di Indonesia
DISTRIBUSI PENDUDUK BERDASARKAN PULAU TAHUN 2010
(juta orang)

Total penduduk di
Indonesia berdasarkan

13.8

Sumatera

Kalimantan

data Biro Pusat Statistik

17.4

Sulawesi

Maluku - Papua

47.9

Java

6.2

Bali Nusa Tenggara

136.6

dunia setelah China, India

Source: BAPPENAS, processed from Statistics Indonesia 2010

250.0
200.0
150.0
100.0
50.0
-

119.2

147.5

206.3
179.4 194.8

1980

dan Amerika Serikat

Pertumbuhan penduduk (1.4% per tahun)


Memerlukan lebih banyak air

237.6

Jawa : dihuni lebih dari 60% dari total penduduk


Water-stressed

1971

237.6 juta orang dan


menempati ranking ke 4 di

13.1

Pertumbuhan Penduduk Indonesia


(juta orang)

terakhir (2010) adalah

1990

1995

2000

2010

Source: BAPPENAS, processed from Statistics Indonesia (various years)

Kepadatan penduduk di Jawa : 1078 org /km2


dibandingkan kepadatan penduduk nasional : 123
org/km2

1. DRIVING FACTOR :
Perubahan Pola Hujan

(A) December to January

(B) June to August

Kecenderungan perubahan pola hujan di Indonesia:


a). December hingga January: - Cenderung meningkat di Jawa dan Bag. Timur Indonesia (Bali, NTB, NTT)
- Cenderung menurun di sebagian kecil Sumatera, Papua dan Kalimantan
b.) Juni hingga Agustus : - Cenderung menurun di sebagian besar daerah Indonesia
Source : Rizaldi Boer, 2008

15

1. DRIVING FACTOR : Perubahan Tutupan


Lahan dan Hutan serta Critical River Catchment
Area (RCA)
1010

1984 22 Critical RCA

Meningkatnya Daerah Tangkapan Hujan

1100
1120
1130

1180

0,9 7% annual deforestation


0,1% - 0,9% annual deforestation
Stable/increase forest
No current data available

5090
4010 5150
5160
1260
2010
2020
2040
2050
2100
2080

5170

21202140
2090 2130

1010

1992 39 Critical RCA


1090
1100
1120
1130

1180

4140

4030
4020
5090
1210
1240
5100
4010 5150
1290
5160
1260
2010
2020
5170
2040
2050
2100
2080
2120
3010
2130
2140
2090
2070
2110

7020

Menyebabkan turunnya kapasitas penyerapan air dari


lahan dan meningkatkan sedimentasi dan erosi

2005 62 Critical RCA


Tingginya Rasio Debit
(Q Max - Q Min di musim hujan/kemarau)

2012 68 Critical RCA


Bendung Katulampa :
Musim Kering

Bendung Katulampa :
Musim Hujan
16

1. DRIVING FACTOR : Turunnya Kehandalan


Sungai untuk Flood Control & Sumber Air Baku
2500

120

Qmax (m3/s)
Qmin (m3/s)
Rasio Qmax-Qmin

2000

111.95

Sumber Air
untuk Rumah Tangga

2127.00
100

1500

66.22
60

1000

866.10

43.60

40

710.60

Qmax/Qmin

Discharge (m3/s)

80

1497.00

Air
Hujan

Lainnya

Air
Ledeng

596.00
500

25.46

455.00

18.59 20

305.60
15.36

8.43
54.00
Citarum

19.90
Cimanuk

16.30
Citanduy

58.80
Serayu

Sumber : Kemenko Perekonomian, 2008

9.00
Progo

19.00
Bengawan Solo

46.60
0

Air Tanah

Sumber : Bappenas, diolah dari PODES

Brantas

74% SUMBER AIR RUMAH TANGGA MASIH


DARI AIR TANAH!

17

2. BENDUNGAN SEBAGAI INFRASTRUKTUR


PRIORITAS : Meningkatkan kapasitas
tampungan di Indonesia
STORAGE PER CAPITA DI BEBERAPA WILAYAH

353

(m3/capita)
543 901

NORTH AMERICA

5,660

6,000

OCEANIA

5,000
4,000

EUROPE

3,452

ASIA

2,428

836

Kapasitas Tampungan

Wilayah

SUB SAHARAN AFRICA


MIDDLE EAST & NORTH
AFRICA

3,000
2,000

5,961

4,717

3,386
2,486
2,000
1,277

1,000
-

1,104
687
52

38

Storage
(10 3 m 3 )*

Sumatera

2,882,320

Jawa-Bali

7,964,871

Kalimantan

1,497,916

Nusa Tenggara

394,446

Sulawesi

751,180

Maluku

16,775

Papua

Indonesia

Storage per Capita di Beberapa Negara

CENTRAL AMERICA
SOUTH AMERICA

1,486

7,000

13,507,508

*Estimats hingga tahun 2014

Source:
World Bank, 2003; White, 2005; Grey and Sadoff, 2007; IMWI, 2006;

Total potensi sumber daya air di Indonesia : 3.9 trilliun m3, hanya 13.5
milyar m3 atau 52 m3 per capita dari air baku yang tampung
Rasio tampungan Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan negara tetangga
seperti Thailand (1.277 m3 percapita).
Water-stressed country = mempunyai rasio < 1.700 m3/capita (menurut
definisi dari PBB)

18

2. BENDUNGAN SEBAGAI INFRASTRUKTUR


PRIORITAS : Menyediakan Sumber Air Bersih

3.84

46.2

40.4

26.3

Maluku Utara

Papua

Papua Barat

42.8

50.5
Maluku

Indonesia

30.2
Sulawesi Tenggara

50.1
Kalimantan Tengah

40.5

43.2
Kalimantan Barat

Sulawesi Barat

50.4
Bali

53.7

22.1
Jawa Timur

Sulawesi Selatan

53.2
DI Yogyakarta

42.3

62.7
Jawa Tengah

Sulawesi Tengah

57.3
Banten

40.7

33.7
Jawa Barat

Gorontalo

24.3
DKI Jakarta

38.2

20.9
Lampung

Sulawesi Utara

29.3
Bengkulu

34.4

37.8
Kep. Bangka Belitung

Sisa Kebutuhan (m3/s)

Nusa Tenggara Timur

26.9
Sumatera Selatan

39.51

Target P3ISDA (m3/s)

49.9

45.2
Jambi

6.16

Nusa Tenggara Barat

44.3
Kep. Riau

Rencana di th 2014 (m3/s)

34.2

37.4
Riau

Capaian hingga th 2013 (m3/s)

Kalimantan Timur

37.1
Sumatera Barat

6.49

51.2

41.7
Sumatera Utara

Infrastruktur Air Bersih untuk mendukung


target MDGs tahun 2015 (68.87%)

Kalimantan Selatan

28.7

70.0
60.0
50.0
40.0
30.0
20.0
10.0
0.0

Aceh

% dari Rumah
RumahTangga
TanggaYang
yangMemiliki
memilikiAkses
aksesTerhadap
air bersih
di setiap
provinsiYang Layak
MDGs
Persentase
Sumber
Air Minum
(%) Target th 2015 : 68.87%

Untuk mendukung pemenuhan target MDGs pada


tahun 2015 (68.87% dari Rumah Tangga punya
akses ke sumber air bersih), maka diperlukan
tambahan infrastruktur air bersih sebesar 56
m3/det sampai akhir tahun 2014
Tanpa percepatan, maka di akhir tahun 2014, akan
ada backlog kebutuhan air bersih sebesar : 6.49
m3/det*.

*) termasuk

realisasi P3ISDA mencapai 100% di akhir tahun 2014


19

2. BENDUNGAN SEBAGAI INFRASTRUKTUR


PRIORITAS : Penyediaan Tenaga Listrik

Million tCO2
300
275
250
225
200
175
150
125
100
75
50
25
0

Potensi Tenaga Air di Indonesia


NO

2010

2012

2013
Biomass

2014
HSD

2015
2016
2017
2018
2019
MFO
LNG
Gas
Batubara

2020

2021

Energy

Hydro Energy

Solar Energy

178.099

42,78

63.537

Wind Energy

54

1,33

1.483

HYBRID

19

0,54

805

179.082

7.616,652

16.935.090

PLTA akan mengurangi emisi gas CO2


Potensi
PLTA/PLTM

Usage for
Unit Capacity (MW) Housing/Public
Facility
910
7.572
16.869.266

TOTAL
Source::

NO
1
2
3
4
5
6
7
Source::

Ditjen LPE & Distamben, EBTKE, PT. PLN (2013)

Pulau
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Sulawesi
Bali,NTT,NTB
Maluku
Papua
TOTAL

Potensi (MW)
15.600
4.200
21.600
10.200
620
430
22.350
75.000

%
20,8%
5,6%
28,8%
13,6%
0,8%
0,6%
29,8%
100,0%

Ditjen LPE & Distamben, EBTKE, PT. PLN (2013)

Sejak tahun 1998 2012, potensi PLTA tidak dimanfaatkan secara maksimal meskipun memiliki potensi
yang sangat tinggi (75.000 MW).
Kapasitas PLTA terpasang adalah 7.572 MW di th 2013, dari total potensi 75.000 MW. Hanya 10 % dari
total potensi yang dimanfaatkan
239 bendungan yang dikelola Kemen PU memiliki potensi tenaga listrik yang cukup besar

20

2. BENDUNGAN SEBAGAI INFRASTRUKTUR


PRIORITAS : Penyediaan Lahan Irigasi
Proyeksi Kebutuhan Produksi Padi
90.0
66.5 68.6 67.8
64.4

66.5

65.6

69.0

2010

2011

2012

60.3

2008

2009

57.2

2007

50.0

54.1

60.0

2006

70.0
53.8

Juta ton

80.0

72.1

76.6

??

Sumber: BAPPENAS, diolah dari Sensus Penduduk (berbagai tahun)

4
3

Target

TOTAL AREAL SAWAH

85% produksi padi nasional


dihasilkan dari sawah
beririgasi (irigasi permukaan)!
Sumber: BAPPENAS, diolah dari Kementerian PU (2013)

2025

2014

Sumber: BAPPENAS, diolah dari BPS dan Kementan

IRIGASI AIR PERMUKAAN


LUAS
: 7.23 JUTA HA (76%)
PROVITAS : 5.16 TON/HA

9,45 JUTA HA (BPS,2010)

5
2

Realisasi

2013

2005

40.0

KONTRIBUSI
84.65 %
PRODUKSI
PADI
NASIONAL

IRIGASI WADUK
LUAS
: 0.799 JT HA (8.5%)
IP RATA2: 2.3
IRIGASI NON-WADUK
LUAS
: 6.431 JT HA (68%)
IP RATA2: 1.4

Selain mempertahankan lahan


eksisting, diperlukan 1.62
juta lahan sawah baru
(asumsi IP=2).
21

Thank You
RELIABLE

CREDIBLE

PRO-ACTIVE