Anda di halaman 1dari 45

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. penyusun panjatkan, karena berkat rahmat
serta bimbingan-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah tentang Analisis
Laporan Keuangan. Adapun makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata
kuliah Akuntansi Internasional. Makalah ini berisikan tentang analisis laporan
keuangan perusahaan pada tahun 2012 dan berisi tentang informasi mengenai
perusahaan publik yang terdaftar pada BEI dan Singapore Stock Exchange
(SSE) yang sekaligus merupakan perusahaan lokal yang menyandang sebagai
perusahaan multi nasional, dimana yang kami pilih adalah PT. Indomobil Sukses
Internasional Tbk.
Semoga makalah Analisis Laporan Keuangan (PT. IndoMobil Sukses
Internasional Tbk.) Periode tahun 2014" ini memberikan informasi yang berguna
bagi masyarakat serta bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan
ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Terima kasih kepada semua anggota kelompok Jepang yang telah berperan
dalam penyusunan makalah ini serta refrensi dan sumber-sumber informasi yang
kami peroleh.
Kupang
2014

DAFTAR ISI

BAB I
LATAR BELAKANG
A.

LATAR BELAKANG
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang

memberikan gambaran tentang keadaan posisi keuangan, hasil usaha, serta


perubahan dalam posisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan juga
merupakan kesimpulan dari pencatatan transaksi yang dilakukan oleh suatu
perusahaan. Laporan keuangan adalah media yang paling penting untuk menilai
kondisi ekonomi dan prestasi manajemen. Laporan keuangan disusun berdasarkan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI). SAK memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih
metode maupun estimasi akuntansi yang dapat digunakan. Wardhani (2008)
menyatakan fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku manajer dalam
melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.
Dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami dan
menginterpretasikan laporan keuangan maka perlu dibuat analisis laporan
keuangan. Analisis laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu bagaimana
memahami laporan keuangan, bagaimana menafsirkan angka-angka dalam laporan
keuangan,

bagaimana

mengevaluasi

laporan

keuangan

dan

bagaimana

menggunakan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan. Teknik analisis


yang sering digunakan dalam menganalisis laporan keuangan adalah analisis rasio.
Analisis rasio adalah teknik analisis untuk mengetahui hubungan matematis dari
pos-pos tertentu dalam setiap elemen laporan keuangan. Hasil dari perhitungan

rasio akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, agar dapat diketahui


perubahan yang terjadi, apakah mengalami kenaikan atau penurunan.
Analisis laporan keuangan menggunakan perhitungan rasio-rasio agar dapat
mengevaluasi keadaan finansial perusahaan dimasa lalu, sekarang, dan masa yang
akan datang. Rasio dapat dihitung berdasarkan sumber datanya yang terdiri dari
rasio-rasio neraca yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca,
rasio-rasio laporan laba-rugi yang disusun dari data yang berasal dari perhitungan
laba-rugi, dan rasio-rasio antar laporan yang disusun berasal dari data neraca dan
laporan laba-rugi. Laporan keuangan perlu disusun untuk mengetahui apakah
kinerja perusahaan tersebut meningkat atau bahkan menurun dan didalam
menganalisis laporan keuangan diperlukan alat analisis keuangan, salah satunya
adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan tersebut
meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas
(leverage), rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio pertumbuhan.
Diharapkan dengan analisis ini dapat diketahui gambaran keadaan keuangan
perusahaan, sehingga interpretasi pengguna laporan terhadap laporan keuangan
dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,terutama bagi
direktur dalam rangka menetapkan kebijakan, menyusun rencana yang lebih baik,
serta menentukan kebijaksanaan yang lebih tepat agar prestasi manajemen semakin
baik pada tahun-tahun berikutnya. Mengingat pentingnya analisis terhadap laporan
keuangan sebagai alat bantu serta sumber informasi dalam menilai kondisi
keuangan serta prestasi (keberhasilan) suatu perusahaan bagi pihak-pihak yang
berkepentingan seperti yang telah diuraikan di atas, maka peneliti sangat tertarik
untuk mendalami dan membahas topik tentang ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN PT. INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk.
B.

IDENTIFIKASI MASALAH

Analisis laporan keuangan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan
untuk membatasi ruang lingkup permasalahan di atas, maka penulis hanya akan
membahas tentang analisis kinerja keuangan dengan menggunakan Current Ratio
(CR), Retrun on Asset (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) untuk menilai
kinerja perusahaan pada PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk pada tahun 20112012. Adapun data yang akan dipakai adalah neraca dan laporan laba rugi.
C.

RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan

masalah yang ingin dikemukakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut adalah
sebagai berikut :
-

Apakah Kinerja perusahaan pada PT. Indomobil Sukses Internasional


mengalami peningkatan pada periode 2011-2012 ditinjau dari laporan
keuangan dengan menggunakan analisis Current Ratio, Retrun on Assets dan
Debt to Equity Ratio?

D.

TUJUAN PENELITIAN
Dari rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka tujuan

penelitian yang ingin dikemukakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut


adalah :
-

Untuk mengetahui kinerja perusahaan pada PT. Indomobil Sukses


Internasional Tbk dilihat dari Current Ratio, Retrun on Assets dan Debt to
Equity Ratio.

E.

MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini bukan hanya secara teoritis

tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat secara praktis, diantaranya


yaitu :

1. Bagi Perusahaan
Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehingga memberikan
gambaran dan pertimbangan bagi PT. Indomobil Sukses Internasional untuk
mengambil keputusan di masa yang akan datang dan Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam penilaian
Kinerja Keuangan instansi dan membantu dalam pengambilan keputusan
untuk masalah keuangan yang dihadapi.
2. Bagi Pembaca
Untuk dapat dijadikan sebagai referensi dalam menghadapi masalah yang
sama dan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.
3. Bagi Penulis
Untuk sarana menambah ilmu pengetahuan dan penerapan teori yang
diperoleh dengan praktek yang sesungguhnya

BAB II
LANDASAN TEORI
A.
1.

LAPORAN KEUANGAN
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan data akuntansi yang dapat memberikan
informasi yang relevan bagi investor, kreditur atau pihak lain dengan
mengambil keputusan ekonomi.

Laporan keuangan adalah sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan


bagi pemakai laporan keuangan. Laporan ini memuat laporan keuangan
dasar dan juga analisis manajemen atas operasi tahun lalu dan pendapat
mengenai prospek-prospek perusahaan di masa yang akan datang.
2.

BAGIAN-BAGIAN LAPORAN KEUANGAN

Bagian-bagian dari laporan keuangan meliputi :


1. Neraca (Balance Sheet), menyajikan aktiva pada sisi sebelah kiri,yang
merupakan alokasi dari dana,kewajiban dan ekuitas pada sebelah kanan
yang merupakan sumber dana perusahaan.
2. Laporan Laba Rugi (Income Statement), Laporan yang mengikhtisarkan
pendapatan

dan

pengeluaran

perusahaan

selama

satu

periode

akuntansi,biasanya setiap satu kuartal atau satu tahun.


3. Laporan Laba Ditahan (Statement of Shareholders Equity), menyajikan
perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas untuk mengidentifikasi alasa
perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktivanya.
4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow), Tujuan dari pembuatan
laporan arus kas ini adalah:
a. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas
perusahaan selama periode tertentu.
b. Memberikan informasi mengenai efek kas dari tiga kategori aktivitas
yaitu aktivitas investasi,aktivitas pendanaan,aktivitas operasi.

3.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

APB Statement No.4 berjudul Basic Concepts and Accounting Principles


Underlying Financial Statements Business Enterprises. Laporan ini bersifat
deskriptif, dan laporan ini banyak mempengaruhi studi-studi berikutnya tentang
tujuan laporan keuangan. Dalam laporan ini, tujuan laporan keuangan di golongkan
sebagai berikut :
1. Tujuan Khusus
Tujuan khusus laporan keuangan adalah untuk menyajikan laporan posisi
keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar
sesuai dengan GAAP
2. Tujuan Umum
Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi,
dan kewajiban perusahaan
Kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba
Menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi
perusahaan dalam menghasilkan laba
Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan
kewajiban
Mengungkapkan informasi relevan lainnyayang dibutuhkan para pemakai
laporan.
3. Tujuan Kualitatif
Relevance : memilih informasi yang benar-benar sesuai dan dapat
membantu pemakai laporan dalam pengambilan keputusan.
Understanability : informasi yang dipilih untuk disajkan bukan saja penting
tetapi juga harus informasi yang di mengerti pemakai
Verifiability : hasil akuntansi harus dapat di periksa oleh pihak lain yang
akan menghasilkan pendapat yang sama.

Neutrality : laporan akuntansi harus bersikap netral terhadap pihak-pihak


yang berkepentingan.
Timelines : laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilaan
keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
Comparability

informasi

akuntansi

harus

dapat

saling

di

bandingkan,artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk


suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
Completeness : informasi akuntansi yang dilaporkan harus harus mencakup
semua kebutuhan yang layak dari para pemakai

4.

PENGGUNA

LAPORAN

KEUANGAN

DAN

TUJUAN

PENGGUNAANNYA
1. Investor : penanam modal dan penasihat mereka berkepentingan dengan
risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka
lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan
apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut.
Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka
untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
2. Karyawan : karyawan dan kelompok yang mewakili merekatertarik pada
informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, juga tertarik

dengan

informasi

untuk~

menilai

kemampuan

perusahaan

dalam

memberikan balas jasa, imbalan pasca kerja dan kesempatan kerja.


3. Pemberi pinjaman : pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan
yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjamari serta
bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya : pemasok dan kreditor usaha
lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk
memutuskan apakah jumlah yang kewajibannya akan dibayar pada saat
jatuh tempo. Kreditor usah berkepentingan pada perusahaan dalam
tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali
kalau sebagai pelanggan utam rnereka bergantung pada kelangsungan
hidup perusahaan.
5. Stakeholders (para pemegang saham) : para pemegang saham
berkepentingan dengan informasi mengenai kemajuan perusahaan,
pembagian keuntungan yang diperoleh dan penambahan modal untuk
business plan selanjutnya.
6. Pelanggan : para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai
kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam
perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan.
7. Pemerintah : pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah
kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumberdaya dan karena itu
berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan
informasi untuk mengatur aktivitas perusahan, menetapkan kebijakan
pajak, dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statisti
lainnya
8. Masyarakat : perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat daiam
berbagai cara. Misalnya: perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti
pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan
8

dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan


dapat

membantu

kecenderungan

masyarakat

(trend)

dan

dengan

menyediakan

perkembangan

terakhir

informasi
kemakmuran

perusahaan dan rangkaian aktivitasnya.


5.

JENIS LAPORAN KEUANGAN


Dua jenis laporan keuangan utama yang umumnya dibuat oleh setiap

perusahaan adalah neraca dan laporan laba rugi.


Neraca adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan posisi
keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca juga berarti suatu laporan
yang sistematis tentang Aktiva (assets), Utang (liabilities), dan Modal Sendiri
(owners equity).
Laporan laba rugi melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan
hasil, dan laba (rugi) perusahaan selama suatu periode tertentu.
6.

MACAM-MACAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis Time Series dan Cross Sectional


1. Analisis Trend atau time series adalah analisis rasio perusahaan untuk
beberapa periode. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan
rasio-rasio dari waktu yang lalu (rasio historis) atau dengan rasio-rasio yang
diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang pada perusahaan yang
sama. Analisis trend dapat melihat apakah prestasi perusahaan itu meningkat
atau menurun selama periode tertentu, mengestimasi kemungkinan terjadi
peningkatan atau penurunan pada kondisi keuangan tertentu
2. Analisis Cross Sectional, dengan analisis ini analis membandingkan rasiorasio perusahaan (company ratio) dengan rata-rata rasio perusahaan sejenis
atau industri (rasio rata-rata/rasio standard) untuk waktu yang sama.
Analisis Commond Size dan Analisis Index

1. Analisis Commond Size, untuk membuat perbandingan elemen-elemen


laporan keuangan dengan command base-nya. Laporan keuangan neraca
pada sisi aktiva didasarkan pada total aktiva sehingga total aktiva sama
dengan 100%. Elemen-elemen lain dari aktiva dibandingkan dengan total
aktiva. Elemen-elemen kewajiban dan modal sendiri didasarkan pada total
kewajiban dan modal sendiri. Laporan laba rugi commond base-nya
penjualan, elemen-elemen laporan laba rugi dibandingkan dengan penjualan.
2. Analisis Index, memilih tahun dasar sebagai commond base-nya elemenelemen laporan keuangan pada periode lain dibandingkan dengan elemenelemen laporan keuangan yang sama dengan tahun dasar tersebut.

Neraca
Neraca adalah laporan yang memberikan informasi tentang
aktiva, hutang dan modal pemilik suatu perusahaan pada suatu periode
tertentu.
Neraca terdiri dari 3 bagian utama yaitu:

Aktiva (assets)

Adalah semua kekayaan berwujud dan tidak berwujud termasuk segala biaya
atau pengeluaran yang belum dialokasikan. Aktiva dibagi menjadi 2
bagian utama yaitu:
a.

Aktiva Lancar

Adalah kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau
ditukarkan menjadi uang tunai dan dapat dijual pada periode
berikutnya (tidak lebih dari satu periode). Yang termasuk dalam
kelompok aktiva lancar ini adalah: kas , investasi jangka pendek,
(saham,deposito,dll), piutang dagang, persediaan dan persekot.
b.

Aktiva Tetap
10

Adalah aktiva yang memiliki wujud fisik yang diperoleh untuk digunakan
dalam kegiatan usaha perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual
kembali serta mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Yang termasuk
dalam kelompok aktiva tetap adalah : tanah, bangunan, mesin,
inventaris, kendaraan dan perlengkapan / alat-alat lainnya.

Hutang (liabilities)

Adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang


belum terpenuhi dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal
perusahaan yang berasal dari para kreditor.

Hutang diklasifikasikan menjadi:


a.

Hutang lancar

Adalah hutang yang akan dilunasi dalam jangka panjang dengan


menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan. Yang
termasuk dalam kelompok utang lancar adalah : hutang dagang, hutang
wesel, hutang pajak, biaya yang masih harus dibayar, hutang jangka
panjang yang akan jatuh tempo, dan pendapatan diterima dimuka.
b.

Hutang jangka panjang

Adalah hutang yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih


jangka panjang / lebih dari satu tahun. Terdiri dari : hutang obligasi ,
hutang hipotik , dan pinjaman jangka panjang yang lainnya.

Ekuitas (equity)

Adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang
ditunjukkan dalam pos modal (modal saham) , surplus , dan LYD.
2.1.2

Laporan Rugi-Laba

11

Adalah

laporan

yang

menyajikan

informasi

tentang

pengukuran keberhasilan operasi selama periode tertentu. Sistimatis


laporan rugi-laba terdiri dari:
a.

Penghasilan

yaitu aliran masuk atau kenaikan aktiva dan penurunan kewajiban selama
periode tertentu.
b.

Biaya

Adalah aliran keluar atau penurunan aktiva atau terjadinya kewajiban


perusahaan selama periode tertentu.
c.

Keuntungan / kerugian

Kenaikan atau penurunan dalam ekuitas atau aktiva bersih perusahaan.


Informasi tersebut, beserta informasi lainnya yang terdapat dalam
catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna laporan dalam
memprediksi arus kas masa depan dan khususnya dalam hal waktu dan
kepastian diperolehnya kas dan setara kas.
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen
berikut ini:
a.

laporan posisi keuangan pada akhir periode

b.

laporan laba rugi komprehensif selama periode

c.

laporan perubahan ekuitas selama periode

d.

laporan arus kas selama periode

e.

catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan

f.

kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya


Di dalam penelitian ini peneliti hanya mengunakan laporan dari
komponen laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode dan
12

laporan kinerja keuangan (laporan laba rugi komprehensif) selama


periode perusahaan tersebut.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut PSAK Nomor 1 dalam Standar Akuntansi Keuangan
(2002:4.12), tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.

Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja


serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2.

Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh


sebagian besar pemakainya. Namun demikian, laporan keuangan tidak
menyediakan informasi yang dibutuhkan pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi, karena secara umum menggambarkan pengaruh
keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk
menyediakan informasi keuangan.

3.

Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen


atau pertanggungjawaban manajemen atas dasar sumber daya yang
dipercayakan kepadanya.

Analisis Rasio Keuangan


Apabila dikaitkan dengan tujuan pihak-pihak yang berkepentingan
yang ingin mengetahui perkembangan perusahaan dan kondisi keuangan
saat itu, penggunaan analisis rasio merupakan pilihan yang terbaik,
karena penggunaan analisis ratio akan membantu stakeholder, yaitu
dalam hal : memberikan dasar dalam meramalkan prospek perusahaan
pada masa yang akan datang, memberikan petunjuk atau gejala-gejala

13

yang timbul dari informasi yang disajikan, dan memudahkan dalam


mengintepretasikan laporan keuangan (Martono dan Harjito 2005:10).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa rasio adalah alat
ukur untuk mengukur kondisi keuangan perusahaan sehingga dapat
menjelaskan atau memberi gambaran tentang posisi keuangan perusahaan
kepada penganalisis. Rasio keuangandapat dibagi menjadi 6 kategori,
yaitu :
1.

Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio), bertujuan mengukur kemampuan


perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

2.

Rasio Hutang (Leverage Ratio), bertujuan mengukur seberapa besar


operasi perusahaan dibiayai dengan hutang.

3.

Rasio Aktivitas (Activity Ratio), bertujuan mengukur efektifitas operasi


perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber dana yang ada.

4.

Rasio keuntungan (Profitability Ratio), bertujuan mengukur efektifitas


operasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

5.

Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio), bertujuan mengukur kemampuan


perusahaan dalam persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain pada
industri yang sama.

6.

Rasio Penilaian (Valuation Ratio), bertujuan mengukur kemampuan


manajemen untuk menciptakan nilai pasar agar melebihi biaya modalnya.
Dalam penelitian ilmiah ini penulis melakukan analisis pengaruh
kinerja keuangan perusahaan dengan harga saham maka analisis ratio
yang akan dibahas adalah, yaitu :

1.

Rasio Profitabilitas, yang terdiri dari :

a.

Rasio Pengembalian Modal (Return On Equity)

14

Rasio ini disebut juga Return On Net Worth. Rasio ini menunjukan
kemampuan modal pemilik yang ditanamkan oleh pemilik atau investor
untuk menghasilkan laba bersih yang menjadi bagian para pemilik.
Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi keuntungan para investor karena
semakin efisien modal yang ditanamkannya dalam perusahaan yang
bersangkutan. Dengan demikian, rasio ini sangat mendapat perhatian para
investor (Syafri, 2008:304).

Return On Equity (ROE) = Laba bersih setelah pajak x 100%


Modal Sendiri

b.

Laba Bersih Dibanding Penjualan (Net Profit Margin)

Net profit margin adalah rasio yang membandingkan antara laba setelah
bunga dan pajak dan penjualan bersih untuk menunjukan berapa bagian
dari penjualan bersih yang menjadi laba setelah bunga dan pajak.
Semakin tinggi rasio ini, semakin menguntungkan karena laba bersih
perusahaan semakin besar.
Net Profit Margin (NPM) = Laba bersih setelah pajak x 100%
Penjualan
2.

Earning Per Share (EPS)

Earning Per Share (EPS) merupakan perbandingan antara laba bersih


setelah pajak pada satu tahun buku dengan jumlah saham yang

15

diterbitkan. Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS) yang diberikan
perusahaan akan memberikan pemngembalian yang cukup baik.
Earning Per Share (EPS) =

Laba bersih setelah pajak


Jumlah saham yang diterbitkan

2.4

Pengertian Pasar Modal dan Surat Berharga


Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang
ataupun modal sendiri. Kalau pasar modal merupakan pasar untuk surat
berharga jangka panjang, maka pasar uang (money market) pada sisi yang
lain merupakan pasar surat berharga jangka pendek. Baik pada pasar
modal maupun pasar uang merupakan bagian dari pasar keuangan
(financial market).
Financial market
Money Market
Capital Market

Jika di pasar modal diperjualbelikan instrumen keuangan seperti


saham dan obligasi, maka di pasar uang diperjualbelikan antara
lain Sertifikat Bank Indonesia(SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
dan lain-lain (Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin, 2001)

16

Pasar Modal menurut Undang-undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995


memberikan pengertian Pasar Modal yang lebih spesifik yaitu kegiatan
yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek,
perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Unsur-unsur pokok yang mendukung adanya pasar modal adalah :
1.

Adanya perusahaan atau lembaga usaha lainnya yang menawarkan


saham atau obligasi kepada masyarakat dan telah memenuhi syarat-syarat
yang diperlukan.

2.

Adanya masyarakat investor, lembaga investasi seperti asuransi, dana


pensiun, dan sebagainya yang bersedia membeli saham dan obligasi.

3.

Adanya lembaga pasar modal yang dapat mempertemukan untuk


peminta dana (demand of founds) dan penyedia dana (suly of founds).

4.

Adanya perantara dan pedagang efek yang berperan sebagai lembaga


penunjang pasar modal.

Pengertian Saham (Stock)


Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau
pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan
terbatas. Sedangkan Wujud saham adalah, selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan
yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan
oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.
(Husnan, 2004)
Jenis-jenis Saham
Saham merupakan surat berharga yang paling populer dan dikenal
luas di masyarakat. Umumnya saham yang dikenal sehari-hari
17

merupakan saham biasa(common stock). Tjiptono Darmadji dan Hendy


M. Fakhrudin menyatakan bahwa saham dibagi menjadi tiga, yaitu :
a.

Saham Biasa (Common Stocks)

Saham biasa adalah saham yang pelunasannya dilakukan diurutan paling


akhir dalam penglikuidasi perusahaan, sehingga saham biasa mempunyai
resiko yang paling besar dibandingkan saham lainnya. Oleh karena resiko
besar inilah, apabila perusahaan berjalan dengan baik, deviden untuk
saham akan lebih besar daripada deviden untuk saham prioritas.
Beberapa karakteristik Saham Biasa :

Dividen dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba.

Memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham (one share
one vote).

Memiliki hak terakhir (junior) dalam hal pembagian kekayaan


perusahaan jika perusahaan tersebut dilikuidasi (dibubarkan) setelah
semua kewajiban perusahaan dilunasi.

Memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar


proporsi sahamnya.

b.

Hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya.

Saham Preferen (Preferred Stocks)

Saham preferen adalah saham yang dividennya dibagikan paling awal dan
apabila ada kelebihan, barulah dibagikan kepada pemegang saham biasa.
Beberapa karakteristik Saham Preferen :
18

Memiliki hak lebih dulu dalam memperoleh dividen

Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam


pencalonan pengurus perusahaan.

Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham


lebih dahulu setelah kreditor, apabila perusahaan tersebut dilikuidasi
(dibubarkan).

Kemungkinan dapat memperoleh tambahan dari pembagian laba


perusahaan di samping penghasilan yang diterima secara tetap.

Dalam hal perusahaan dilikuidasi, memiliki hak memperoleh


pembagian kekayaan perusahaan di atas pemegang saham biasa setelah
semua kewajiban perusahaan dilunasi.

c.

Sertifikat saham yang dikeluarkan oleh PT Dana Reksa yang


didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membeli sahamsaham yang go public melalui pasar modal, dan menjualnya kembali
pada masyarakat umum dalam bentuk sertifikat saham.

2.5

Kajian Penelitian Sejenis


Menurut penelitian Hanry Dwi (2007) dalam skripsinya yang
berjudul

Pengaruh

Perusahaan

Kinerja

Perbankan

Keuangan

Yang

Terhadap

Terdaftar

Di

Harga

Saham

bursa

Efek

Jakarta disimpulkan bahwa CAR, RORA, NIM, ROA, dan LDR secara
bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap harga saham perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada periode tahun
2003-2005, dari kelima rasio tersebut, rasio ROA merupakan rasio yang
paling dominan mempengaruhi harga saham.

19

Menurut Yusuf Haryono (2003) dalam jurnal akuntansi Pengaruh


Rasio Keuangan Terhadap Harga Perdana Saham Industri Kimia Dasar
Di Bursa Efek Jakarta disimpulkan bahwa rasio keuangan tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga perdana saham baik
berdasarkan data tahun kedua maupun data tahun pertamago public.
Rasio keuangan tahun kedua sebelum go public lebih besar pengaruhnya
terhadap harga saham perdana disbanding rasio keuangan tahun pertama
sebelum go public.
Menurut Rosyadi (2006), dalam jurnal akuntansi Pengaruh Kinerja
Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham Di Bursa Efek Jakarta
(Perusahaan Manufacturing)

disimpulkan

bahwa

ROI

pada

perusahaan manufacturing bernilai negative dan devident payout ratio


(DPR) bernilai positif begitu juga dengan current rasio , ROA , EPS
perusahaan tersebut. Jadi dapat disimpulakan bahwa ada pengaruh antara
kinerja perusahaan mufacturing terhadap perubahan saham.
Menurut Harymami (2007), dalam jurnal akuntasi Pengaruh Rasio
Keuangan Terhadap Harga Saham disimpulkan bahwa Earning Per
Share, harga pasar/buku, tingkat inflasi mempengaruhi harga saham yang
tercatat di perusahaan perusahaan blue chip yang terdaftar di Bursa Efek
Jakarta dan variable yang dominan mempengaruhinya adalah Earning
Per Share.
Sedangkan Menurut Nurmala Yuniarti (2007) dalam jurnal akuntasi
Analisis Rasio Probabilitas Terhadap Perusahaan retail go public di
Bursa Efek Jakarta disimpulkan bahwa rasio probabilitas perusahaan
retail

tersebut

seperti Net

Profit

Margin (NPM),Return

of

Asset (ROA) , Return of Equity (ROI) mempengaruhi secara signifikan


harga saham perusahaan retail tersebut.
20

2.6

Alat Analisis
Dalam penelitian ini digunakan kombinasi analisis data, yaitu
analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif dengan
menganalisis rasio profitabilitas dengan alat bantu berupa tabel hasil
olahan EPS, ROE, NPM. serta membuat berbagai kesimpulan terhadap
sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel.
Ada dua variabel yang akan diteliti, yaitu variabel bebas
untuk EPS, ROE danNPM dan variabel terikat untuk harga saham. Kedua
variabel tersebut akan dianalisis dengan teknik Uji Regresi Linier
Berganda dengan software SPSS Versi 20. Namun sebelum dilakukan Uji
Regresi tersebut harus dilakukan uji normalitas kemudian dilanjutkan
kedalam uji asumsi klasik yang terdiri dari autokorelasi, multikolinieritas,
dan heteroskedastisitas.

a.

Uji Normalitas Data

Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel yang


diambil dari populasi terdistribusikan dengan normal. Dari tabel OneSample

Kolmogorov-Smirnov

Test diperoleh

angka

probabilitas

atau Asym. Sig. (2-tailed). Nilai ini dibandingkan dengan 0.05 untuk
pengambilan keputusan dengan kriteria :
Nilai Sig. Atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0.05 distribusi data
adalah tidak normal
Nilai Sig. Atau signifikansi atau nilai probabilitas > 0.05 distribusi data
adalah normal
b.

Uji Asumsi Klasik


21

Uji asumsi klasik bertujuan agar nilai parameter penduga tidak biasa. Model
regresi yang baik dalam melakukan peramalan adalah model dengan
kesalahan peramalan yang seminimal mungkin.
Uji asumsi klasik terdiri dari :

1)

Uji Autokorelasi

Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi diantara anggota observasi yang


terletak berderetan, biasanya terjadi pada data time series, untuk
mendeteksi auto korelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin Watson
(DW) dengan ketentuan sebagai berikut :
a.

-2 < DW < 2 maka tidak ada autokorelasi

b.

DW < -2 maka telah terjadi autokorelasi positif

c.

DW > 2 maka telah terjadi autokorelasi negatif

2)

Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi


ditemukan adanya korelasi atas variabel bebas (independen) terhadap
variable tidak bebas (dependen). Model regresi yang baik seharusnya
bebas multikolinieritas atau tidak terjadi korelasi diantara variabel
independen. Uji Multikolinieritas dapat dilihat dari :
a.

Nilai Tolerance harus lebih besar dari 0,1, atau;

b.

Nilai Variance Infaltion Factor (VIF) lebih kecil dari 10

3)

Uji Heteroskedastisitas

Salah satu asumsi yang penting dari Model Regresi Linear Klasik adalah
varian residual bersifat homokedastik atau bersifat konstan. Asumsi ini
tidak selalu realistis. Penelitian-penelitian tentang tingkat-tingkat ukuran
dalam perusahaan dalam satu industry, penghasilan masyarakat,
22

konsumsi bahan bakar untuk periode waktu yang sama sering tidak
memenuhi asumsi itu. Apabila terjadi pelonggaran asumsi klasik itu maka
varian residual tidak lagi bersifat konstan (disebut heteroskedastisitas)
dan apabila model yang mengandung heterokedastisitas diestimasi
dengan OLS (ordinary leastsquare), varian estimator tidak lagi minimum,
kendatipun estimator itu sendiri tidak bias. Dengan melihat grafik plot
antara nilai variabel terikat dengan residual. Jika ada pola tertentu, seperti
titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang,
melebar, kemudian menyempit), maka telah terjadi heteroskedastisitas.
Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan
dibawah

angka

nol

pada

sumbu

Y,

maka

tidak

terjadi

heteroskedastisitas (Sarwoko 2005:151)


c.

Analisis Regresi Linier Berganda

Regresi bertujuan untuk menguji hubungan antara satu variabel dengan


variabel lain. Variabel yang dipengaruhi disebut variabel tergantung atau
dependen, sedangkan variabel yang mempengaruhi disebut variabel
bebas atau variabel independen.
Y = + 1 X1 + 2 X2 + 3 X3
Di mana :
Y

= Harga saham (variabel dependen)

= Konstanta (variabel independen)

X1

= Earning Per Share (EPS)

X2

= Return On Equity (ROE)

X3

= Net Profit Margin (NPM)

1- 3

= Koefisien Regresi

d.

Uji Simultan dengan F-test


23

Uji simultan dengan F-test ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh


bersamasama variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil Ftest menunjukkan variabel independen secara bersama sama
berpengaruh terhadap variabel dependen jika p-value (pada kolom sig.)
lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau F hitung (pada
kolom F) lebih besar dari F tabel. F tabel dihitung dengan cara df1 = k1dan df2 = n k, k adalah jumlah variabel dependen dan independen.
e.

Uji Parsial dengan t-test

T-test ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing masing


variabel independen secara individual (parsial) terhaddap variabel
independen. Nilai uji t-test dapat dilihat dari p-value (pada kolom sig.)
pada variabel masing masing independen, jika p-value (pada kolom
sig.) lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau t hitung
( kolom t) lebih besar dari t tabel (dihitung dari two-tailed = 5% df k,
k merupakan jumlah variabel independen). Pedoman untuk memberikan
interprestasi koefisien korelasi dalam menggunakan SPSS adalah sebagai
berikut :
0.00 0.199 = sangat lemah
0.20 0.399 = lemah
0.40 0.599 = sedang
0.60 0.799 = kuat
0.80 1.000 = sangat kuat
Selain itu digunakan analisis kuantitatif, teknik analisis yang
digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan rasio profitabilitas
dan EPS yaitu :

Earnings Per Share (EPS)


24

EPS =

Laba bersih setelah pajak


Jumlah saham yang diterbitkan

Return On Equity (ROE)


ROE =

Laba bersih setelah pajak x 100%


Modal Pemilik

Net Profit Margin (NPM)

NPM =

Laba bersih setelah pajak x 100%


Penjualan
BAB III
A. METODE PENELITIAN

3.1

Objek Penelitian
Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang
mempunyai kriteria khusus tertentu. Dalam penelitian ini populasi yang
diambil adalah semua perusahaan Automotive and Components di BEI
dengan periode 2007-2011 yaitu
sebanyak 12 perusahaan (www.sahamok.com)
Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki kriteria khusus
yang relatif sama dan dianggap bisa mewakili populasi. Sampel dalam
penelitian ini diambil dengan metodepurposive sampling, artinya sampel
dipilih dengan menggunakan kriteria tertentu. Dalam penelitian ini
diambil 6 perusahaan Automotive and Components pada tahun 200725

2011. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah


perusahaan Automotive and Components di BEI dengan kriteria sebagai
berikut:
a.

Perusahaan Automotive and Components yang terdaftar di Bursa Efek


Indonesia.

b.

Perusahaan Automotive and Components yang mempublikasikan


laporan keuangan tahunan dan rasio secara lengkap dengan variabel yang
akan diteliti selama periode2007-2011.
Berdasarkan data kualifikasi di atas maka ada 6 perusahaan yang bisa
dijadikan sampel dalam penelitian ini seperti ditampilkan pada Tabel 3.1
berikut ini:

Tabel 3.1
Sampel Penelitian
No.

Nama Perusahaan

Kod

1.

PT Astra

e
ASII

2.

International Tbk.
PT Astra Auto

AU

Part Tbk.
3.

PT Goodyear Indonesia
Tbk.

T
O
GD
Y

4.

PT Indomobil Sukses

R
IMA

5.

International Tbk.
PT Nipress Tbk.

S
NIP

26

6.

PT Selamat Sempurna

S
SMS

Tbk.

3.2

Metode Pengumpulan Data


Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kuantitatif. Data kuantitatif yakni data dalam bentuk angka, yakni dalam
penelitian ini berupa data harga saham dan data laporan keuangan
perusahaan. Sementara itu sumber data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data sekunder. Adapun metode pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan metode :

1. Library Research (Riset Pustaka)


Yaitu usaha penulis untuk mengumpulkan data-data dan bahan dari sumber
perpustakaan seperti buku-buku, literature, penulisan ilmiah yang sejenis
dan jurnal-jurnal yang ada hubungannya dengan masalah yang menjadi
objek dari penelitian.
2. Web Searching
Yaitu usaha penulis untuk mengumpulkan artikel-artikel, jurnal, dokumen
dan lain-lain yang ada hubungannya dengan materi penulisan ilmiah ini
di internet. Berikut situs-situs yang menjadi sumber pengumpulan data
oleh penulis antara lain :www.idx.co.id, www.saham.us,
yahoo.finance.com, dan website resmi perusahaan.
3.4

Hipotesis
Hipotesis (Ho) yang ditetapkan menunjukan tidak adanya hubungan
antara variabel independen dengan variabel dependen, sedangkan
27

hipotesis alternative (Ha) yang ditetapkan menunjukan adanya hubungan


antara variabel independen dengan variabel dependen. Hipotesis yang
ditetapkan sebagai berikut:
a. Hipotesis Simultan
Ho:

Tidak ada hubungan yang signifikan antara EPS, ROE, NPM terhadap
harga saham.

Ha:

Ada hubungan yang signifikan antara EPS, ROE, NPM terhadap harga
saham.
b. Hipotesis Parsial

Ho1:

Tidak ada hubungan yang signifikan antara EPS terhadap harga saham.

Ha1:

Ada hubungan yang signifikan antara EPS terhadap harga saham.

Ho2:

Tidak ada hubungan yang signifikan antara ROE terhadap harga saham.

Ha2 : Ada hubungan yang signifikan antara ROE terhadap harga saham.
Ho3 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara NPM terhadap harga saham.
Ha3 :

Ada hubungan yang signifikan antara NPM terhadap harga saham.

B. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN


PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Perseroan) merupakan suatu
kelompok usaha terpadu yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak
di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Perseroan didirikan pada tahun
1976 dengan nama PT. Indomobil Investment Corporation dan pada tahun 1997
dilakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT. Indomulti Inti Industri Tbk

28

Sejak saat itulah status Perseroan berubah menjadi perusahaan terbuka dengan
nama PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk, dengan kantor pusatnya di Wisma
Indomobil I, lantai 6, Jl. MT. Haryono Kav 8, Jakarta Timur - 13330.
Bidang usaha utama Perseroan dan anak perusahaan meliputi: pemegang
lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa
pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang dengan merek IndoParts,
perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif serta kelompok usaha
pendukung lainnya.
Semua produk dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan
pelanggan dengan standar kualitas yang dijamin oleh perusahaan prinsipal serta
didukung oleh layanan purna jual yang prima melalui jaringanjaringan 3S (Sales,
Service, dan Spareparts) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Perseroan mengelola merk-merk terkenal dengan reputasi internasional yang
meliputi Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan,
Renault, Renault Trucks, Suzuki, Volkswagen, Volvo, Volvo Trucks, dan Mack
Trucks.
Produk-produk yang ditawarkan meliputi jenis kendaraan bermotor roda dua,
kendaraan bermotor roda empat, bus, truk, forklift, dan alat berat lainnya. Melalui
sinergi dari 4.224 karyawan tetap yang tersebar di seluruh anak perusahaan di
Indonesia telah mampu menopang Perseroan menjadi salah satu perusahaan di
bidang Otomotif yang terkemuka.
Perseroan secara terus menerus mengembangkan kemampuan, pengetahuan,
ketrampilan, dan pemahaman nilai-nilai yang secara terus menerus dijalankan
melalui program pelatihan baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar
Perseroan, program konseling, coaching, seminar, dan praktek kerja lapangan (on
the job training).Pengembangan kompetensi, dan jenjang karir, telah menjadi satu
prioritas kegiatan Perseroan dan telah dikemas dalam suatu sistem yang dievaluasi
29

secara terus menerus. Usaha keras tersebut membuahkan hasil yang sangat baik
melalui pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp. 448,67 milyar dalam tahun
buku 2010 ini.

B.

LAPORAN KEUANGAN (Tahun 2012)

30

31

32

33

34

35

A.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN


36

Current Ratio (CR)


Current Ratio merupakan rasio likuiditas. Current Ratio yaitu kemampuan
untuk membayar hutang yang harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Rasio ini paling
sering digunakan untuk mengukur kemampuan membayar hutang jangka pendek
total, karena mununjukkan seberapa besar tuntutan kreditur jangka pendek yang
dapat dipenuhi oleh aktiva yang diharapkan dapat menjadi kas dalam periode yang
hampir sama dengan masa jatuh tempo tuntutan tersebut (Murti, 2011).
Aktiva lancar yang dimaksud terdiri dari kas, surat berharga, piutang dagang,
dan persediaan sedangkan kewajiban lancar terdiri dari utang dagang, wesel bayar
jangka pendek ; utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu
tahun, pajak penghasilan yang terutang, dan beban-beban lain yang terutang
(terutama gaji dan upah).
Semakin tinggi current ratio berarti semakin besar kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek (Sartono, 2001).

CR

merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. CR dapat


dihitung dengan formula sebagai berikut : (Prastowo, 2011)

Current ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya


masalah dalam likuiditas dan sebaliknya jika perusahaan yang current ratio-nya
terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana yang
menganggur pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan (Murti,
2011). Current ratio yang tinggi bisa disebabkan oleh kondisi perdagangan yang
kurang baik atau manajemen yang yang bobrok. Dalam masa resesi pihak
37

manajemen mungkin enggan mengganti barangnya. Dengan demikian, persediaan


barang dan utang dagang ditekan sampai tingkat yang paling rendah, atau saldo
piutang yang terlalu besar karena adanya kebijakan kredit dan penagihan yang
kurang efektif.
Pada PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk, di tahun 2012 diketahui
sebagai berikut :

Artinya, setiap Rp.1 hutang lancar yang segera jatuh tempo, dijamin oleh 1,23
Rupiah aset lancar.
Definisi Return on Assets (ROA)
Return on assets merupakan rasio profitabilitas. Return on assets juga sering
disebut sebagai Return on Investment (ROI). Return on Assets mengukur
kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba.
Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh
perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva) yang dimilikinya dan dapat
dibandingkan dengan tingkat bunga bank yang berlaku (Prastowo, 2011).
Return on Assets (ROA) atau sering disebut Return on Investment (ROI). ROI
merupakan salah satu bentuk rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan
keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk
operasional

perusahaan

(Sunardi,

2010).

Dengan

demikian,

rasio

ini

membandingkan keuntungan yang diperoleh dari sebuah kegiatan operasi


38

perusahaan (net operating income) dengan jumlah investasi atau aktiva (net
operating assets) yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut.
ROA dapat dihitung dengan formula sebagai berikut : (Sartono, 2001)

ROA mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba bersih


setelah pajak dan total asset yang digunakan untuk operasional perusahaan.
Semakin tinggi rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin efektif dalam
memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak (Stella, 2009).
Hal ini akan menarik investor untuk memiliki saham perusahaan tersebut.
Pada PT. Indomobil Sukses InteRnasional Tbk, di tahun 2012 diketahui
sebagai berikut :

Artinya, perusahaan berada pada zona aman. Karena, menurut surat ketetapan BI
No.23/67/KEP/DIR nilai batas minimal ROA adalah 1%. Jika nilai ROA berada
dibawah 1% maka perusahaan berada di zona tidak aman.
Definisi Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equiy Ratio merupakan rasio solvabilitas atau financial leverage ratio
yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban
39

jangka panjangnya (Prastowo, 2011). Semakin tinggi rasio ini maka semakin besar
resiko yang dihadapi dan investor akan meminta tingkat keuntungan yang semakin
tinggi dan rasio yang tinggi juga menunjukkan proporsi modal sendiri yang rendah
untuk membiayai aktiva.
DER merupakan perbandingan antara total hutang yang dimiliki perusahaan
dengan total ekuitasnya. DER dapat dihitung dengan formula sebagai berikut :
(Sartono, 2001)

DER yang terlalu tinggi menunjukkan tingginya ketergantungan permodalan


perusahaan terhadap pihak luar sehingga beban perusahaan juga semakin berat
(Stella,2009). DER akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan menyebabkan
apresiasi dan depresiasi harga saham, DER yang terlalu tinggi mempunyai dampak
buruk terhadap kinerja perusahaan, karena tingkat hutang yang semakin tinggi
berarti beban bunga perusahaan akan semakin besar dan akan mengurangi
keuntungan (Hernendiastoro, 2005).
Pada PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk, di tahun 2012 diketahui
sebagai berikut :

40

Artinya, meski DER-nya cukup besar yaitu dengan total utang jangka pendek
sebesar 7.963.486.975.807, namun total utang jangka panjang hanya sebesar
3.905.731.976.049 sehingga utang-utang tersebut masih dalam ketegori tidak
berbahaya.
Pada buku The Investing Policy (TIP), penulis mengatakan bahwa batas
kewajaran utang suatu perusahaan adalah maksimal tiga kali dari modalnya, atau
DER-nya 300% dan dengan catatan utang-utang tersebut bukan merupakan utang
berbahaya.

BAB IV
PENUTUP
Dari hasil laporan keuangan yang telah dilakukan, berikut adalah
kesimpulan dari analisa yang menggunakan Current Ratio, Retrun on Assets dan
Debt to Equity Ratio. PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk memiliki nilai rasio
yang baik. Dengan Current Rationya sebesar 1,23 yang artinya, setiap Rp.1 hutang
41

lancar yang segera jatuh tempo, dijamin oleh 1,23 Rupiah aset lancar. Retrun on
Assets sebesar 5% yang artinya, perusahaan berada pada zona aman. Karena,
menurut surat ketetapan BI No.23/67/KEP/DIR nilai batas minimal ROA adalah
1%. Jika nilai ROA berada dibawah 1% maka perusahaan berada di zona tidak
aman. Dan yang terakhir Debt to Equity Ratio sebesar 2,08 atau 208% yang
artinya, meski DER-nya cukup besar yaitu dengan total utang jangka pendek
sebesar 7.963.486.975.807, namun total utang jangka panjang hanya sebesar
3.905.731.976.049 sehingga utang-utang tersebut masih dalam ketegori tidak
berbahaya.
Pada buku The Investing Policy (TIP), penulis mengatakan bahwa batas
kewajaran utang suatu perusahaan adalah maksimal tiga kali dari modalnya, atau
DER-nya 300% dan dengan catatan utang-utang tersebut bukan merupakan utang
berbahaya. Dengan hasil analisis ini penulis dapat menyimpulkan bahwa analisis
laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan, karena hasil
dari analisis akan dapat menghilangkan situasi ketidakpastian dalam informasi
sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih tepat. Secara umum nilai rasio
yang baik adalah nilai rasio yang memiliki nilai yang tinggi, akan tetapi nilai yang
terlalu tinggi belum tentu mencerminkan nilai rasio yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
Sofyan, Syafri Harahap. Teori Akuntansi. Edisi revisi 2011. Penerbit : Rajawali
Pers
http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-analisis-laporankeuangan.html
http://digilib.uin-suka.ac.id/4479/1/BAB%20%20I,%20III,%20IV,%20DAFTAR
%20PUSTAKA.pdf
42

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/64/Logo_Indomobil.jpeg
http://www.teguhhidayat.com/2011/07/tips-menganalisis-debt-to-equity-ratio.html\
http://indomobil.com/company.php

http://diniriana.blogspot.com/2013/06/tujuan-laporan-keuangan.html
http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22874/5/Chapter
%2520I.pdf
http://eprints.uny.ac.id/7864/2/BAB%201-08409131037.pdf

43