Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

TRANSKRIPSI DAN TRANSLASI


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Genetics Semester V
Dosen Pengampu
Eko Sri Wahyuni, M.Pd

Disusun oleh
Rita Aprillia (F05112010)
Rizka Hasanah (F05112011)
Tiffeni Ardina (F05112035)
Nur Yusniarni (F05112038)
Rizky Syahredi (F051120

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena
makalah Trasnkripsi dan Translasi ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Makalah
ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Genetics semester V. Penulisan makalah
ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi khususnya mengenai proses transkripsi
dan translasi dalam genetika makhluk hidup baik untuk penulis sendiri maupun untuk
pembaca. Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh
karena itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
1. Eko Sri Wahyuni, M.Pd selaku dosen pengampu,
2. Teman-teman tim penulis, dan
3. Pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata, penulis
mengucapkan terima kasih.

Pontianak, 17 November 2014

Penulis

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


1.2. Tujuan Penulisan
1.3. Manfaat Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Transkripsi
2.1.1 Pengertian Transkripsi
Transkripsi merupakan proses sintesis RNA menggunakan salah satu
untai molekul DNA sebagai cetakan (templat)nya.
Pada tahap awal produksi protein, informasi resep yang ada pada gen
dikopi satu per satu (basa per basa) dari sebuah rantai DNA di dalam
nukleus sel menjadi rantai RNA pembawa pesan (messenger RNA =
mRNA). Rantai DNA berfungsi sebagai cetakan (template) yang akan
menghasilkan mRNA komplemennya. Bedanya, basa T (thymine) pada
DNA digantikan oleh U (uracil) pada mRNA, namun keduanya tetap samasama berkomplemen dengan A (adenine). Proses pengkopian DNA menjadi
RNA ini dinamakan transkripsi.
Mekanisme transkripsi mirip dengan replikasi DNA, terutama dalam
penggunaan substrat trifosfat nuclioside dan Sintesis berlangsung dengan
arah 5 3 seperti halnya arah sintesis DNA. Dua perbedaan utama adalah
sebagaiberikut: (1) Adanya untai molekul DNA sebagai cetakan. Dalam hal
ini hanya salah satu di antara kedua untai DNA yang akan berfungsi sebagai
cetakan bagi sintesis molekul RNA. Untai DNA ini mempunyai urutan basa
yang komplementer dengan urutan basa RNA hasil transkripsinya, dan
disebut sebagai pita antisens. Sementara itu, untai DNA pasangannya, yang

mempunyai urutan basa sama dengan urutan basa RNA, disebut sebagai
pita sens. Meskipun demikian, sebenarnya transkripsi pada umumnya tidak
terjadi pada urutan basa di sepanjang salah satu untai DNA. Jadi, bisa saja
urutan basa yang ditranskripsi terdapat berselang-seling di antara kedua
untai DNA, dan (2) hanya sebagian kecil dariseluruh potensi genetik dari
suatu organisme direalisasikan dalam satu sel. Dalam sel eukariotik
dibedakan, sangat sedikit dari total DNA yang ditranskripsi. Bahkan dalam
organisme bersel tunggal, di mana hampir semua urutan DNA dapat
ditranskripsi, jauh lebih sedikit dari setengah dari semua gen mungkin
ditranskripsi setiap saat. Oleh karena itu, dengan transkripsi melibatkan
mekanisme yang digunakan untuk memilih gen tertentu dan untai template
untuk transkripsi, karena ini pilihan sebagian besar mengatur kemampuan
metabolisme sel. Mekanisme beroperasi secara luas di tingka tinisias idan
terminasi transkripsi, melalui tindakan-tindakan protein yang kontak DNA
dalam cara-situs yang sangat spesifik.
Proses Translasi
a. Pengertian Tranlasi
Translasi adalah proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada
pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun
suatu polipeptida atau protein. Hanya molekul mRNA yang ditranslasi,
sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. . Translasi adalah proses
penerjemahan urutan nukleotida atau kodon yang ada pada molekul mRNA
menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida
atau protein. Transkripsi dan translasi merupakan dua proses utama yang
menghubungkan gen ke protein. Translasi hanya terjadi pada molekul
mRNA, sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Molekul mRNA yang
merupakan salinan urutan DNA menyusun suatu gen dalam bentuk kerangka
baca terbuka. mRNA membawa informasi urutan asam amino. Tempat
translasi

ini

ialah ribosom,

partikel

kompleks

yang

memfasilitasi

perangkaian secara teratur asam amino menjadi rantai polipeptida. Asam

amino yang akan dirangkaikan dengan asam amino lainnya dibawa oleh
tRNA. Setiap asam amino akan dibawa oleh tRNA yang spesifik ke dalam
kompleks mRNA-ribosom. Molekul mRNA merupakan transkrip urutan
DNA yang menyusun suatu gen dalam bentuk ORF (Open Reading Frame).
Suatu OFR dicirikan oleh:
a. Kodon inisiasi translasi yaitu urutan ATG (pada DNA) atau AUG
(pada mRNA)
b. Serangkaian urutan nukleotida yang menyusun banyak kodon.
c. Kodon terminasi translasi yaitu TAA (UAA pada mRNA), TAG
(UAG pada mRNA), atau TGA (UGA pada mRNA.
b. TRANSFER RNA (tRNA)
Seperti sudah dijelaskan di atas, proses translasi memerlukan
molekul tRNA. tRNA merupakan molekul adaptor yang berfungsi
menterjemahkan urutan nukleotida dalam mRNA menjadi urutan asam
amino dalam polipeptida. Pada tRNA terdapat urutan tiga basa yang disebut
antikodon. Antikodon ini komplemen dengan salah satu kodon. Sedangkan
pada ujung 3 tRNA terikat asam amino spesifik. tRNA yang sudah
mengikat asam amino disebut aminoasil tRNA. Paling kurang terdapat 61
jenis tRNA di sitoplasma yang membawa asam amino yang berbeda. tRNA
akan membawa asam amino dari sitoplasma ke ribosom, tempat dimana
sintesis

protein

komplemennya.

terjadi,

dan

antikodon

akan

mengenali

kodon

Langkah-langkah translasi:
Proses translasi berupa penerjemahan kodon atau urutan nukleotida
yang terdiri atas tiga nukleotida berurutan yang menyandi suatu asam amino
tertentu. Kodon pada mRNA akan berpasangan dengan antikodon yang ada
pada tRNA. Setiap tRNA mempunyai antikodon yang spesifik. Tiga
nukleotida di anti kodon tRNA saling berpasangan dengan tiga nukleotida
dalam kodon mRNA menyandi asam amino tertentu.
Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu
inisiasi, elongasi, dan terminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktorfaktor protein yang membantu mRNA, tRNA, dan ribosom selama proses
translasi. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan
sejumlah energi. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat),
suatu molekul yang mirip dengan ATP.
1. Inisiasi
Tahap inisiasi terjadi karena adanya tiga komponen yaitu mRNA,
sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua
sub unit ribosom.
Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya mRNA, sebuah
tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub unit

ribosom. Dalam kompleks inisisasi, ribosom membaca kodon pada


mRNA. Pembacaan dilakukan untuk setiap 3 urutan basa hingga selesai
seluruhnya. Sebagai catatan ribosom yang datang untuk membaca kodon
biasanya tidak hanya satu, melainkan beberapa ribosom yang dikenal
sebagai polisom membentuk rangkaian mirip tusuk sate, di mana tusuknya
adalah mRNA dan daging adalah ribosomnya. Dengan demikian, proses
pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. Ketika kodon I
terbaca ribosom (misal kodonnya AUG), tRNA yang membawa antikodon
UAC dan asam amino metionin datang. tRNA masuk ke celah ribosom.
Berikut merupakan animasi terjadinya proses inisiasi :

Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang


spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis
protein. Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekulmolekul RNA ribosomal.

2. Elongasi
Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino-asam amino
ditambahkan satu per satu diawali dari asam amino pertama (metionin).
Ribosom akan terus bergerak dan membaca kodon-kodon di sepanjang
mRNA. Masing-masing kodon akan diterjemahkan oleh tRNA yang
membawa asam amino yang dikode oleh pasangan komplemen antikodon
tRNA tersebut. Di dalam ribosom, metionin yang pertama kali masuk
dirangkaikan dengan asam amino yang di sampingnya membentuk
dipeptida.
Ribosom terus bergeser, membaca kodon berikutnya. Asam amino
berikutnya dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga
membentuk tripeptida. Demikian seterusnya proses pembacaan kode

genetika itu berlangsung di dalam ribobom, yang diterjemahkan ke dalam


bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida.

Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan


antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino
yang tepat. Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan
kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam
amino. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim,
yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan
polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba.
3. Terminasi
Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga
ribosom mencapai kodon stop. Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG,
dan UGA. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan
bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan translasi. Polipeptida yang
dibentuk kemudian diproses menjadi protein.
1. TRANSLASI PADA PROKARIOT
Komponen pada tahap inisiasi organisme prokariot meliputi kodon insiasi (AUG), tiga
faktor insiasi (IF1, IF2 dan IF3), tRNA inisiator (fMet-tRNA), ribosom subunit 30S dan
50S, dan GTP. Setelah diaktifasi oleh faktor inisiasi, tRNA inisiator yang membawa anti
kodon CAU akan menempati situs P pada ribosom. tRNA kedua yang membawa anti kodon
untuk kodon kedua memasuki situs A pada ribosom. Asam amino yang dibawa oleh tRNA
kedua akan membentuk ikatan peptida dengan asam amino pertama. Setelah ikatan peptida
terbentuk, tRNA yang membawa kedua asam amino akan bertranslokasi dari situs A ke situs
P (Gambar 7.1). Hal ini berlangsung terus menerus sampai mencapai stop kodon (UAG.
UAA. UGA).

Gambar 7.2. Translasi pada prokariot. (a) Inisiasi, (b) Elongasi, (c) Translokasi.
Tidak ada antikodon yang mengenali kodon terminasi. Translasi berhenti dengan adanya
protein yang disebut Release Factor (RF) yang mengenali kodon terminasi. Pada prokariot
terdapat tiga faktor terminasi yaitu, RF1 yang mengenali kodon UAA dan UAG dan RF2
yang mengenali kodon UGA dan UAA, sementara RF3 belum dikatahui fungsinya.
Pengikatan RF ini memberikan sinyal bahwa proses translasi telah berhenti. Kedua subunit
ribosom akan berdisosiasi dari mRNA dan polipeptida dibebaskan dari tRNAnya.

Gambar 7.2. Terminasi translasi pada prokariot


2. TRANSLASI PADA EUKARIOT

Ada beberapa perbedaan dalam hal insisasi translasi antara prokariot dengan eukariot.
Pada eukariot, kodon inisiasi adalah Metionin (bukan formil metionin seperti pada
prokariot). Selain itu, pada eukariot tidak ada sekuens shine-dalgarno seperti pada prokariot.
Pada eukariot, faktor inisiasi translasi yang diperlukan adalah eIF-1,-2,-3,-5 dan -6.
Faktor eIF-3 mengubah subunit kecil ribosom eukariot (40S) menjadi suatu bentuk yang
siap untuk menerima amioasil-tRNA pertama. Setelah aminoasil-tRNA yang pertama
melekat, dengan bantuan eIF-2, terbentuklah kompleks 403S. Selanjutnya, dengan bantuan
eIF-4, mRNA melekat ke kompleks 403S membentuk kompleks 48S. Akhirnya, faktor eIF5
membantu subunit besar (60S) untuk melekat pada komplek 48S sehingga dihasilkan
kompleks 80S yang siap untuk melakukan translasi mRNA. Faktor eIF6 adalah suatu faktor
anti-asosiasi yang mencegah subunit 60S untuk berasosiasi dengan subunit 40S sebelu,
terbentuk kompleks inisiasi. Factor eIF-4F adalah sjuatu factor yang melekat pada struktur
tudung pada ujung 5. Faktor ini terdiri atas 3 bagian, yaitu eIF-4E, eIF-4A dsn eIF4G.bersaman- sama dengan eIF-4E, eIF3, dan poli (A)-binding protein,

faktor eIF4G

menarik subunit 40S ke mRNA sehingga menstimulasi inisiasi translasi.

BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Gaffar, Shabarni. 2007. Buku Ajar Bioteknologi Molekul. Bandung : FMIPA Universitas
Padjajaran

Suwito.

2011.

Materi

Genetika.

(online).

http://calvinsuwito.blogspot.com/2011/03/materi-genetika.html. Diakses tanggal 12


November 2014