Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG KIRI

MAKALAH

Oleh
Kelompok 2

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG KIRI

MAKALAH
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Klinik 1A
Dosen Pembimbing : Murtaqib.,S.Kp.,M.Kep

Oleh
Hidayatus Sholeha
Myta Kirana Dewi
Famela Dinar R.
Ditta Anggraini
Agustin Dian R.
Fakhrun Nisa F.
Nilla Sahuleka
M. Tutus Prasetyo
Alisa Miradia
Fina Fitriani

(122310101002)
(122310101056)
(122310101058)
(122310101062)
(122310101063)
(122310101064)
(122310101070)
(122310101071)
(122310101074)
(122310101078)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015
KONSEP DASAR TEORI

1. Definisi
Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah
dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan
oksigen. Mekanisme yang mendasar tentang gagal jantung termasuk kerusakan sifat
kontraktil dari jantung, yang mengarah pada curah jantung kurang dari normal.
Kondisi umum yang mendasari termasuk aterosklerosis, hipertensi atrial, dan
penyakit inflamasi atau degeneratif otot jantung. Sejumlah faktor sistemik dapat
menunjang perkembangan dan keparahan dari gagal jantung. Peningkatan laju
metabolic ( misalnya ;demam, koma, tiroktoksikosis), hipoksia dan anemia
membutuhkan suatu peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan
oksigen.

Sedangkan gagal jantung kiri adalah kegagalan ventrikel kiri untuk

memompakan darah berkurang reaksi pendorong, peningkatan tekana akhir diastol


ventrikel kiri (pre-load). Dampak paru-paru mengalami peningkatan kapiler paru.
Sehingga cairan didorong ke alveoli dan interstitial. Sehingga menyebabkan
dypsnea, oedema paru, Efusi pleura, orthopnea dan batuk.
2. Epidemiologi
Sekitar 3-20 per 1000 orang pada populasi yang mengalami gagal jantung dan
prevalensinya meningkat seiring pertambahan usia (100 per 1000 orang pada usia
diatas 65 tahun) dan angka ini akan meningkat karena peningkatan usia populasi dan
perbaikan ketahanan hidup setelah infark miokard akut. Di inggris sekitar 100.000
pasien dirawat di rumah sakit setiap tahun untuk gagal jantung kiri. Di Eropa dan
Amerika Utara prevalensi meningkat sekitar (70%) untuk penderita gagal jantung
kiri dikarenakan factor usia dan gaya hidup masyarakat.
3. Etiologi
Terjadinya gagal jantung kiri dapat disebabkan sebagai berikut:
a. Disfungsi miokard (kegagalan miokardial)
Ketidakmampuan miokard untuk berkontraksi dengan sempurna mengakibatkan
isi sekuncup ( stroke volume) dan curah jantung (cardiac output) menurun.
b. Beban tekanan berlebihan-pembebanan sistolik (systolic overload).
c. Beban volume berlebihan-pembebanan diastolic (diastolic overload)

Preload yang berlebihan dan melampaui kapasitas ventrikel (diastolic overload)


akan menyebabkan volum dan tekanan pada akhir diastolic dalam ventrikel
meninggi.
d. Gangguan pengisian (hambatan input)
Hambatan pada pengisian ventrikel karena gangguan aliran masuk ke dalam
ventrikel.Contoh:
a. Kelainan otot jantung:
1) Aterosklerosis coroner
2) Hipertensi sistemik/pulmonal
3) Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif
b. Penyakit jantung lain
1) Stenosis katup semilunar
2) Tamponade pericardium
3) Stenosis katup AV
4) Perikarditis
5) Insufisiensi katup AV
4. Manifestasi klinis
a. Lemas dan berdebar-debar ( palpitasi )
jantung yang lemah tidak bisa memompa cukup darah kedalam aliran darah.
Akibatnya organ tubuh tidak mendapatkan oksigen cukup dan nutrisi
b. Sesak napas
Dikarenakan kapasitas pemompaan berkurang darah menumpuk sebelum
ventrikel kiri.
c. Orthopnea
merupakan kesulitan bernapas saaat berbaring mendatar.
d. Ronchi basah dan whezzing
karena tumpukan darah di paru pembuluh darah kecil disekitar alveoli
mendapatkan tekanan berat. Serum darah dapat merembes dari kapiler halus ke
dalam alveoli . Sehingga dapat mengembangkan edema paru
e. pembesaran jantung
disebabkan oleh kondisi dimana jantung memompa lebih keras dari biasanya
atau kerusakan pada otot jantung.

f. Keringat dingin
terjadi akibat dari penimbunan cairan diruang interestitial terjadi keringat dingin
yang berlebihansebagai akibat vasokontiksi kulit yang menghambat kemampuan
tubuh untuk melepaskan panas.
g. Takikardi
Perubahan laju jantung yang mendadak bertambah cepat dari jantung normal.
h. Kongesti vena pulmonalis
i. Terdapat bunyi jantung III dan IV (Gallop)
j. Dyspnea nocturnal paroxsimal
New York Association (NYHA)membuat klasifikasi fungsioanal dalam empat kelas
sebagai berikut:
a. Kelas 1 : Bila pasien dapat melakukan aktifitas berat tanpa keluhan.
b. Kelas 2: Bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas lebih berat dari aktifitas
sehari-hari tanpa keluhan.
c. Kelas 3 : Bila pasien tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluahan.
d. Kelas 4: Bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan aktifitas apapun dan
harus tirah baring.
5. Patofisiologi
Kelainan intrinsik pada kontraktilitas miokardium yang khas pada gagal
jantung akibat kerusakan otot jantung, abnormalitas katup jantung ataupun penyakit
jantung itu sendiri, mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel yang efektif.
Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi curah sekuncup dan
meningkatkan volume residu ventrikel. Tekanan arteri paru-paru dapat meningkat
sebagai respon terhadap peningkatan kronis tekanan vena paru. Meningkatkan
tekanan terhadap ejeksi ventrikel kanan dan tahanan di jantung kiri akhirnya akan
terjadi kongesti sistemik dan edema paru-paru maupun perifer. Perkembangan dari
kongesti sistemik dan edema dapat dieksaserbasi oleh regurgitasoi fingsional dan
katup katub trikuspidalis bergantian, regurgitasi fungsional dapat di sebabkan
oleh disfungsional katub atrioventrikolaris pada orientasi otot papilaris yang terjadi
sekunder akibat dilatasi ruang, sebagai respon gagal jantung ada 3 mekanisme
primer

yang

dapat

dilihat.

Meningkatnya

aktivitas

adrenegik

simpatik,

meningkatnya beban awal akibat aktivasi sistem renin-angiostensin aldosteron dan

hipertropi ventrikel. Pada keadaan istirahat tetapi klainan pada kerja ventrikel dan
menurunnya curah jantung biasanya tampak pada keadaan beraktivitas dan
berklanjutnya gagal jantung maka kompensasi akan menjadi semakin kurang
efektif.
6. Komplikasi
a. Edema pulmoner
akibat arus balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri sehingga merendam
paru-paru
b. Epusi pleura
pembesaran cairan ke pleura akibat dari edema paru
c. Gagal jantung kongestif
7. Prognosis
Prognosis dari gagal jantung akan jelek bila dasar atau penyebabnya tidak
dapat diperbaiki. Seperdua dari pasien gagal jantung akan meninggal dunia dalam 4
tahun sejak diagnosis ditegakkan dan pada keadaan gagal jantung berat lebih dari
50 % akan meninggal pada tahun pertama(Maggioni, 2005). WHO memperkirakan
15 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung setiap tahun, sama dengan
30 persen total kematian di dunia (National Cardiovascular Centre, 2009).
8. Pemeriksaan Diagnostic
a. EKG : Hipertrofi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, iskemia kerusakan
pola mungkin terlihat. Disritmia mis : takhikardi, fibrilasi atrial. Kenaikan
segmen ST/T persisten 6 minggu atau lebih setelah imfark miokard
menunjukkan adanya aneurime ventricular.
b. Sonogram : Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam
fungsi/struktur katub atau are penurunan kontraktilitas ventricular.
c. Skan jantung : Tindakan penyuntikan fraksi dan memperkirakan pergerakan
dinding.
d. Kateterisasi jantung : Tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu
membedakan gagal jantung sisi kanan dan sisi kiri, dan stenosi katup atau
insufisiensi. Juga mengkaji potensi arteri koroner. Zat kontras disuntikkan
kedalam ventrikel menunjukkan ukuran bnormal dan ejeksi fraksi/perubahan
kontrktilitas.

e. Rontgen

dada

Dapat

menunjukkan

pembesaran

jantung,

bayangan

mencerminkan dilatasi atau hipertropi bilik, atau perubahan dalam pembuluh


darah abnormal.
f. Oksimetri nadi : Saturasi Oksigen mungkin rendah terutama jika gagal jantung
kongestif akut menjadi kronis.
g. Analisa gas darah (AGD) : Gagal ventrikel kiri ditandai dengan alkaliosis
respiratori ringan (dini) atau hipoksemia dengan peningkatan PCO2 (akhir).
h. Blood ureum nitrogen (BUN) dan kreatinin : Peningkatan BUN menunjukkan
penurunan fungsi ginjal. Kenaikan baik BUN dan kreatinin merupakan indikasi
gagal ginjal.
i. Pemeriksaan tiroid: Peningkatan aktifitas tiroid menunjukkan hiperaktifitas
tiroid sebagai prepencetus gagal jantung kongesti
9. Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan adalah:
a. Dukung istirahat untuk mengurangi beban kerja jantung.
b. Meningkatkan kekuatan dan efisiensi kontraktilitas miokarium dengan preparat
farmakologi
c. Membuang penumpukan air tubuh yang berlebihan dengan cara memberikan
terapi antidiuretik, diit dan istirahat.
Terdapat macam-macam terapi Farmakologis yaitu:
a. Glikosida jantung.
b. Digitalis, meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung dan memperlambat
frekuensi jantung. Efek yang dihasilkan : peningkatan curah jantung, penurunan
tekanan vena dan volume darah dan peningkatan diuresisidan mengurangi
edema.
c. Terapi diuretic: Diberikan untuk memacu eksresi natrium dan air mlalui
ginjal.Penggunaan harus hati-hati karena efek samping hiponatremia dan
hypokalemia
d. Terapi vasodilator: Obat-obat fasoaktif digunakan untuk mengurangi impadansi
tekanan terhadap penyemburan darah oleh ventrikel. Obat ini memperbaiki
pengosongan ventrikel dan peningkatan kapasitas vena sehingga tekanan
pengisian ventrikel kiri dapat diturunkan.
e. Diet: Pembatasan Natrium untuk mencegah, mengontrol, atau menghilangkan
edema.
10. Pencegahan

a. Hindari merokok dan konsumsi alcohol


b. Mengontrol kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi, kadar lemak darah
c.
d.
e.
f.

tinggi,dan diabetes
Rutin melakukan olah raga
Mengkonsumsi makanan sehat
Menjaga berat badan sehat
Hindari stress

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Identitas
Identitas yang ada bagi pasien yaitu nama, umur, jenis kelamin, agama,
status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, tanggal masuk, No. Register, dan

Diagnosa medis. Sedangkan identitas bagi penanggung jawab yaitu nama, umur,
jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan hubungan dengan pasien.
b. Keluhan Utama
Pasien mengeluhkan sesak nafas
c. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengatakan sesak nafas, lemah, batuk, mudah lelah, cemas dan
gelisah
d. Riwayat Penyakit Dahulu
Perawat menanyakan penyakit apa yang pernah dialami pasien misalnya
infark miokard kronis, penyakit katup jantung, VSD, dan lain-lain
e. Riwayat Kesehatan Keluarga
Perawat menanyakan keluarga pasien pernah memiliki penyakit jantung
seperti hipertensi, gagal jantung dan lain-lain
f. Pola Fungsi Kesehatan
1) Pola Persepsi dan tata laksana kesehatan: pada saat klien mengalami sesak
biasanya memilih untuk istirahat supaya meringankan atau mengurangi sesak
yang dialaminya.
2) Pola nutrisi dan metabolisme: pasien dengan gagal ginjal kiri biasanya
memiliki pola nutrisi yang kurang baik karena kehilangan nafsu makan
3) Pola eleminasi: pola BAB dan BAK pada pasien yang mengalami gagal ginjal
kiri akan mengalami gangguan, karena mengalami oliguri
4) Pola aktivitas: pasien dengan gagal jantung kiri akan mengalami gangguan
pada pola aktivitas karena mengalami sesak sehingga akan mudah lelah.
5) Pola istirahat: sesak yang dialami klien dapat menggangu kenyamanan pola
istirahat/tidur pasien.
6) Pola kognitif dan persepsi sensori: pola ini mengenai pengetahuan terhadap
penyakit yang diderita pasien.
7) Pola konsep diri: bagaimana persepsi pasien terhadap pengobatan dan
perawatan yang akan dilakukan.
8) Pola hubungan peran: peran keluarga sangat dibutuhkan dalam merawat dan
mengobati pasien dengan gagal jantung kiri

9) Pola seksual-seksualitas: biasanya pada klien dengan gagal jantung kiri mudah
lelah jadi untuk pola ini klien bisa menghindarinya saat sesak.
10) Pola mekanisme koping: keluarga perlu memberikan dukungan dan semangat
sembuh bagi pasien.
11) Pola nilai dan kepercayaan: keluarga selalu optimis dan berdoa agar penyakit
pada pasien dapat sembuh dengan cepat.
g. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan umum: kesadaran composmentis, wajah tampak pucat, tampak lelah
2) Sistem kardiovaskuler:
Inspeksi: adanya parut, keluhan kelemahan fisik,
Palpasi: denyut nadi perifer melemah, thrill
Perkusi: Pergeseran batas jantung
Auskultasi: Tekanan darah menurun, bunyi jantung tambahan
3) Sistem respirasi: dada tidak simetris, terlihat sesak, dan frekuensi nafas melebihi
normal

4) Sistem urogenital: klien dengan gagal jantung kiri biasanya mengalami oliguri
5) Sistem muskuloskeletal: klien dengan gagal jantung kiri akan mengalami
kelemahan, kelelahan, sulit tidur
6) Sistem Integumen: klien kulit kering dan pucat.
h. Pemeriksaan Diagnostik
1. EKG: Hipertrofi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, iskemia kerusakan
pola mungkin terlihat. Disritmia mis: takhikardi, fibrilasi atrial. Kenaikan
segmen ST/T persisten 6 minggu atau lebih setelah imfark miokard
menunjukkan adanya aneurime ventricular.
2. Sonogram: Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam
fungsi/struktur katub atau are penurunan kontraktilitas ventricular.
3. Skan jantung: Tindakan penyuntikan fraksi dan memperkirakan pergerakan
dinding.
4. Kateterisasi jantung: Tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu
membedakan gagal jantung sisi kanan dan sisi kiri, dan stenosi katup atau

insufisiensi. Juga mengkaji potensi arteri koroner. Zat kontras disuntikkan


kedalam ventrikel menunjukkan ukuran bnormal dan ejeksi fraksi/perubahan
kontraktilitas.
5. Rontgen dada
Dapat menunjukkan pembesaran jantung, bayangan mencerminkan dilatasiatau
hipertropi bilik, atau perubahan dalam pembuluh darah abnormal.
2. Analisa data
Data

Etiologi

DS:

Beban kerja jantung

Klien mengatakan sering


pusing dan sesak

Masalah
Keperawata
n
Penurunan
cardiac output

Gagal jantung kiri

DO:
Akral dingin, palpitasi,
sinkop,

distensi

vena

jugularis, sianosis, nadi


perifer

Forward failure

meurun,

bunyi

jantung S3 dan S4
DS:

Kontraktilitas miokardium

Forward failure

Klien mengatakan sesak


nafas,

sering

pusing,

Gangguan
perfusi

Kontraktilitas miokardium

jaringan

cepat lelah
DO:
AGD abnormal, CRT >2

Cardiac Output

detik, pucat, konjungtiva


anemis,

akral

dingin,

klien tampak lemah


DS:
Klien

Suplai darah ke jaringan


Backward failure

mengatakan

pandangannya

sering

Gangguan
pertukaran

Tekanan vena pulmonal

gas

kabur, sesak nafas, dan


mudah lelah

Tekanan pembuluh kapiler

DO:
Takiakardi,

keletihan,

CRT<2

detik, sianosis,

pucat,

AGD

suara

ronchi,

Edema Paru

abnormal,
cuping

hidung (+), udema paru


DS:

Cardiac Output

Klien mengatakan susah


untuk BAK, sesak nafas,

Kelebihan
Volume cairan

Laju filtrasi glomerulus

dan cepat letih


DO:
BB

Retensi Na dan H2O


meningkat

waktu

dalam
singkat,

Edema

orthopnea, suara nafas


creakles,

oliguri,

azotemia, distensi vena


jugularis
DS:

Edema Paru

Klien mengatakan sesak


nafas

Ketidakeifan
bersihan jalan

Ronchi basah

nafas

DO:
Penumpukan
suara

nafas

secret,
weezing,

orthopnea,

sianosis,

perubahan

frekuensi

nafas

Iritasi mukosa paru

dan

Penumpukan secret

irama

nafas,menggunakan
otot bantu pernafasan,
cuping hidung (+)
DS:
Klien mengatakan cepat

Cardiac Output

Intoleransi
aktivitas

lelah ketika beraktivitas


sebentar

dan

nyaman

Suplai darah ke jaringan

tidak
ketika

Metabolism sel

beraktivitas.
DO:

Metabolism anaerob

Dyspnea,

takikardi,

aritmia, iskemi

asam

laktat

Lemah dan letih


3. Diagnosa keperawatan
No
.
1.

Diagnosa Keperawatan
Penurunan

Cardiac

Output

berhubungan

dengan

penurunan kontraktilitas maikardium yang ditandai dengan


klien mengatakan sering pusing dan sesak, akral dingin,
palpitasi, sinkop, distensi vena jugularis, sianosis, nadi perifer
2.

meurun, bunyi jantung S3 dan S4


Gangguan perpufi jaringan berbuhubungan dengan suplai
darah ke jaringan menurun yang ditandai dengan klien
mengatakan sesak nafas, sering pusing, cepat lelah, AGD
abnormal, CRT>2 detik, pucat, konjungtiva anemis, akral

3.

dingin, klien tampak lemah


Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan backward
failure yang dtandai dengan klien mengatakan pandangannya
sering kabur, sesak nafas, dan mudah lelah takiakardi,
keletihan, CRT>2 detik, sianosis, pucat, AGD abnormal, suara

4.

ronchi, cuping hidung (+), udema paru


Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya
laju filtrasi glomerulus yang ditandai dengan klien mengatakan
susah untuk BAK, sesak nafas, dan

cepat letih, BB meningkat

dalam waktu singkat, orthopnea, suara nafas creakles, oliguri,


5.

azotemia, distensi vena jugularis


Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan

penumpukan secret yang ditandai dengan klien mengatakan


sesak

nafas,

suara

nafas

weezing,

orthopnea,

sianosis,

perubahan frekuensi nafas dan irama nafas,menggunakan otot


bantu pernafasan, cuping hidung (+)
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan yang

6.

ditandai

dengan

klien

mengatakan

cepat

lelah

ketika

beraktivitas sebentar dan tidak nyaman ketika beraktivitas,


dyspnea, takikardi, aritmia, iskemi

4. Intervensi keperawatan
No
1

Diagnosa

Tujuan dan Kriteria

Keperawatan
Penurunan
curah NOC
jantung

Hasil
NIC

berhubungan 1. Cardiac

dengan

penurunan

Intervensi Keperawatan

Pump 1. Auskultasi

Effectiveness
2. Circulation Status

miokardium

3. Vital Sign Status

jantung
2. Monitor

Kriteria Hasil:
1. Menunjukkan
dalam

normal,

kaji

frekuensi jantung, irama

kontraktilitas

vital

nadi,

bebas

status

pernapasan

yang

tanda

menandakan

gagal

batas

jantung

dari 3. Monitor

gejala gagal jantung

dan

pantau

tekanan darah

2. Melaporkan penurunan 4. Monitor suhu, warna, dan


episode

dispnea,

angina

pucat dan sianosis)

3. Dapat

mentoleransi 5. Monitor haluaran urin,

aktivitas,

tidak

ada

kelelahan
4. Ikut

kelembaban (apakah ada

dan kepekatan urin

serta

aktivitas

catat penurunan haluaran

dalam 6. Monitor

mengurangi

beban kerja jantung

toleransi

aktivitas pasien
7. Berikan

obat

sesuai

Gangguan
jaringan

indikasi
NOC

perfusi NIC
berhubungan 1. Circulation Status

1. Monitor

adanya

pucat

dengan suplai darah ke 2. Tissue Perfussion

dan sianosis, kulit dingin,

jaringan menurun

atau lembab

Kriteria Hasil:
1. Mendemonstrasikan
perfusi adekuat secara
individual

2. Catat

kekuatan

nadi

perifer
3. Pantau pernapasan
4. Kaji

fungsi

gastrointestinal
anoreksia,
bising

catat
penurunan

usus,

muntah,

mual
distensi

abdomen, konstipasi
5. Pantau pemasukan dan
catat perubahan haluaran
urin, catat berat sesuai
3

Gangguan

NOC

pertukaran

gas 1 Respiratory Status: 1 Kaji

berhubungan
dengan
balik

aliran

darah

venrtikel
pulmonal

indikasi
NIC

kiri

dari
ke

Gas exchange
2 Respiratory Status:
Ventilation
3 Vital Sign Status
Kriteria hasil:
1 Mendemonstrasik
an

frekuensi
kedalaman,

paru,
napas,
dan

produksi

sputum

sesuai

dengan

indicator

dari

penggunaan

alat

peningkatan

ventilasi
oksigenasi

penunjang
dan 2 Jelaskan

yang

adekuat
2 Memelihara
kebersihan
paru

bunyi

dan

penggunaan
bantu

alat
yang

diperlukan (oksigen,
parubebas

pengisap,
spirometer)

dan

dari

tanda-tanda 3 Atur

distress

batuk

efektif

dan suara nafas


yang bersih, tidak
ada sianosis dan
dyspnea (mampu
sputum,

mampu

bernafas

dengan

mudah, tidak ada

pasien

4 Tanda-tanda

bernapas
relaksasi
5 Kolaborasikan
dengan

rentang
NIC

base balance
2 Fluid balance
3 Hydration

edema,
anasarka
2 Bunyi

tubuh

terhadap gangguan
dari
efusi,
nafas

dyspnea/ortopneu
3 Terbebas
dari
jugularis,

atau

bagian

bersih, tidak ada

distensi

edema

ekstremitas

Kriteria hasil:
1 Terbebas

untuk

keseimbangan

berhubungan

filtasi glomerulus

yang

mempertahankan

1 Electrolit and acid 1 Kaji

laju

pemberian

diresepkan

cairan

menurunnya

dan

vital

normal
Kelebihan volume NOC

dengan

teknis

asam-basa

pursed lips)

potensial ventilasi
4 Ajarkan
kepada

obat

mengeluarkan

dalam

untuk

memaksimalkan

pernafasan
3 Mendemonstrasik
an

posisi

vena
reflek

hepatojugular (+)
4 Memellihara

sirkulasi

dan

integritas kulit
2 Kaji

efek

pengobatan
(misalnya,

steroid,

diuretic, dan litium)


pada edema
3 Timbang
badan

berat

setiap

dan
kemajuannya

hari

pantau

tekanan vena

4 Tinggikan
ekstremitas

untuk

meningkatkan aliran
darah balik vena
5 Ajarkan
pasien
untuk
memperhatikan
penyebab
mengatasi

dan
edema,

pembatasan
dan

diet,

penggunaan

dosis,

dan

efek

samping
pengobatan
dianjurkan.

5. Implementasi keperawatan
Hari dan

Diagnosa

Implementasi

tanggal
Senin,

Keperawatan
Penurunan
curah 1. Mengauskultasi

19/01/2015

jantung

berhubungan

dengan

penurunan

kontraktilitas
miokardium

mengkaji

Paraf
nadi,

frekuensi

jantung, irama jantung


2. Memonitor

status

pernapasan

yang

menandakan

gagal

jantung
3. Memonitor

dan

memantau tekanan darah

yang

4. Memonitor suhu, warna,


dan kelembaban (apakah
ada pucat dan sianosis)
5. Memonitor

haluaran

urin, mencatat penurunan


haluaran dan kepekatan
urin
6. Memonitor

toleransi

aktivitas pasien
7. Memberikan obat sesuai
indikasi
perfusi 1. Memonitor adanya pucat

Senin,

Gangguan

19/01/2015

jaringan berhubungan

dan sianosis, kulit dingin,

dengan suplai darah ke

atau lembab

jaringan menurun

2. Mencatat kekuatan nadi


perifer
3. Memantau pernapasan
4. Mengkaji

fungsi

gastrointestinal
anoreksia,

catat
penurunan

bising usus, mual muntah,


distensi

abdomen,

konstipasi
5. Memantau
dan

catat

pemasukan
perubahan

haluaran urin, catat berat


sesuai indikasi
1 Mengkaji

Selasa,

Gangguan

20/01/15

pertukaran

gas

paru,

bunyi
frekuensi

berhubungan

napas, kedalaman,

dengan

dan

balik

aliran

darah

venrtikel

kiri

produksi

dari

sputum

sesuai

ke

dengan

indicator

pulmonal

dari

penggunaan

alat penunjang
2 Menjelaskan
penggunaan

alat

bantu

yang

diperlukan
(oksigen, pengisap,
dan spirometer)
3 Mengatur
posisi
untuk
memaksimalkan
potensial ventilasi
4 Mengajarkan
kepada
teknis

pasien
bernapas

dan relaksasi
5 Mengkolaborasikan
dengan pemberian
obat

yang

diresepkan

untuk

mempertahankan
keseimbangan
Selasa,

asam-basa
Kelebihan volume 1 Mengkaji

20/01/15

cairan

ekstremitas

berhubungan

bagian

dengan

terhadap gangguan

menurunnya

laju

filtasi glomerulus

edema
atau
tubuh

sirkulasi

dan

integritas kulit
2 Mengkaji
efek
pengobatan
(misalnya,

steroid,

diuretic, dan litium)


pada edema

3 Meniimbang

berat

badan setiap hari


dan

pantau

kemajuannya
4 Meninggikan
ekstremitas

untuk

meningkatkan
aliran darah balik
vena
5 Mengajarkan
pasien

untuk

memperhatikan
penyebab

dan

mengatasi edema,
pembatasan
dan

diet,

penggunaan

dosis,

dan

efek

pengobatan

yang

samping
dianjurkan

6. Evaluasi keperawatan
N
o
1

Dx Keperawatan

Evaluasi keperawatan

Penurunan curah jantung S: pasien mengatakan sus sesak saya


berhubungan

dengan

sudah berkurang.

penurunan kontraktilitas O: pasien tampak tidak kelelahan


miokardium
2

Gangguan
jaringan

A: masalah teratasi sebagian


P: lanjutkan intervensi
perfusi S: pasien mengatakan sus saya sudah

berhubungan

dengan suplai darah ke

merasa lebih segar sekarang


O: pasien tidak terlihat pucat dan

Paraf

jaringan menurun

kebiruan
A: masalah teratasi

P: hentikan intervensi
S: pasien mengatakan saya sudah

Gangguan
pertukaran

gas

jarang sesak dan dapat bernafas


dengan lega

berhubungan

dengan aliran balik O: pasien tidak terlihat pucat dan


darah dari venrtikel kebiruan
A: masalah teratasi sebagian

kiri ke pulmonal
4

Kelebihan

P: lanjutkan intervensi
volume S: pasien mengatakan saya sudah

cairan

bergerak meski masih terasa penuh

berhubungan

sedikit
O: edema sudah berkurang

dengan
menurunnya

laju A: masalah teratasi sebagian

filtasi glomerulus

P: lanjutkan intervensi

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L.J. 2007.Rencana Asuhan dan Pendokumentasian Keperawatan.
Alih Bahasa Monica Ester, Edisi 2. Jakarta : EGC
Doengoes, M.2000.Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: EGC

Mutaqin, Arif. 2009. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler dan Hematologi. Jakarta: salemba medika
NANDA. 2011. Diagnosa Keperawatan Nanda. Jakarta: Prima Medika.
Smeltzer, S. C. & Bare, B. G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Vol 2.
Jakarta: EGC.
Sylvia A price, Lorraine M Wilson.2003.Patopisiologi konsep klinis proses-proses
penyakit edisi vol.1.Jakarta: EGC

Anda mungkin juga menyukai